Anda di halaman 1dari 13

TUGAS RANGKUMAN

STATISTIK BISNIS

UJI HIPOTESIS

Disusun oleh :
ADHITYO BAGUS W
ANDI I A M

PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2014

UJI HIPOTESIS
A. Pengertian
1. Hipotesis
Suatu pernyataan tentang besarnya nilai parameter populasi yang akan diuji
2. Pengujian hipotesis
Suatu prosedur berdasarkan bukti sampel dan teori probabilitas untuk meentukan
apakah hipotesis itu masuk akal
Penerimaan suatu hipotesis terjadi karena TIDAK CUKUP BUKTI untuk
MENOLAK hipotesis tersebut dan BUKAN karena sampel dan teori probabilitas
untuk menentukan apakah hipotesis tersebut secara statistik dapat diterima atau
ditolak BUKAN karena HIPOTESIS ITU BENAR
Penolakan suatu hipotesis terjadi karena TIDAK CUKUP BUKTI untuk
MENERIMA hipotesis tersebut dan BUKAN karena HIPOTESIS ITU SALAH.
B. Prosedur 5 Uji Hipotesis

1. Rumuskan Hipotesis Nol Dan Hipotesis Alternatif


a. Hipotesis nol : suatu pernyataan yg akan diuji, hipotesis tsb tidak memiliki
perbedaan/ perbedaannya nol dgn hipotesis sebenarnya. (H0)
b. Hipotesis alternatif : segala hipotesis yg berbeda dgn hipotesis nol. Pemilihan
hipotesis ini tergantung dr sifat masalah yg dihadapi (H1)
H0 : 1 2
H1 : 1 2

H0 : 1 2
H1 : 1 2

H0 : 1 2
H1 : 1 2

2. Pilih Suatu Taraf Nyata / Tingkat Signifikasi / Resiko


Probabilitas penolakan hipotesis nol ketika hipotesis itu benar. Besarnya
kesalahan tsb disebut sbg daerah kritis pengujian/ daerah penolakan
keputusan Ho benar
Terima Ho Tepat (1-)
Tolak Ho

Ho salah
Salah tipe II ()

Salah tipe I () Tepat (1-)

a. Taraf nyata
1) Taraf nyata diberi tanda (alpha), disebut juga tingkat resiko karena
menggambarkan resiko yang harus dipikul bila menolak hipotesis nol
padahal hipotesis nol sebetulnya benar.
2) Tidak ada satu taraf nyata yang diterapkan untuk semua penelitian yang
menyangkut penarikan sampel. Kita harus mengambil suatu keputusan
untuk memakai taraf 0,05 (disebut taraf 5 persen), taraf 0,01, atau taraf
yang lain antara 0 dan 1.
3) Pada umumnya pada proyek penelitian menggunakan taraf 0,05,
sedangkan untuk pengendalian mutu dipilih 0,01, dan untuk
pengumpulan jajak pendapat ilmu-ilmu sosial dipakai 0,10
b. Uji Satu Arah
1) Pengajuan H0 dan H1 dalam uji satu arah adalah sebagai berikut:
H0 : Persamaan menggunakan tanda =
H1 : Persamaan menggunakan tanda lebih besar
(>) atau lebih kecil (<)
2) Nilai tidak dibagi dua, karena seluruh diletakkan hanya di salah
satu sisi selang, misalkan:
H0 : = 0 disebut wilayah kritis
H1 : < 0 disebut wilayah kritis
Wilayah kritis : Z < -Z atau
t < -t (db; )

c. Uji Dua Arah


1) Pengajuan H0 dan H1 dalam uji dua arah adalah sebagai berikut:
H0 : Persamaan menggunakan tanda =
H1 : Persamaan menggunakan tanda
2) Nilai dibagi dua, karena diletakkan di kedua sisi selang, misalkan:
H0 : = 0 disebut wilayah kritis
H1 : 0 disebut wilayah kritis
Wilayah kritis : Z < -Z /2 dan Z < Z /2 atau t < -t (db; /2) dan
t < t (db; /2)

3. Tentukan Uji Statistik


Merupakan suatu nilai yang ditentukan berdasar informasi dari sampel, dan akan
digunakan untuk menentukan apakah akan menerima atau menolak hipotesis.
a. Pengujian hipotesis tentang rata-rata:
No
1.

2.

3.

4.

HIPOTESIS

NILAI STATISTIK UJI

Ho : = o
lawan
H1 : < o
H1 : > o
H1 : o

Ho : = o
lawan
H1 : < o
H1 : > o
H1 : o

Ho : 1-2 = do
lawan
H1 : 1-2 < do
H1 : 1-2 > do
H1 : 1-2 do
Ho : 1-2 = do
lawan
H1 : 1-2 < do
H1 : 1-2 > do
H1 : 1-2 do

x 0
, diketahui atau n30
n

z < -z
z > z
z < -z/2 dan z > z/2

x 0
, v=n-1
s
n

t < -t
t > t
t < -t/2 dan t > t/2

tidak diketahui dan n<30

( x1 x2 ) d 0
2
2

1
2
(
)(
)
n1
n2

12 dan 22 diketahui

WILAYAH KRITIS

( x1 x2 ) d 0
sp ( 1 ) ( 1 ) ;
n1
n2

v = n 1 + n2 - 2
12 = 22 , tapi tidak diketahui

z < -z
z > z
z < -z/2 dan z > z/2

t < -t
t > t
t < -t/2 dan t > t/2

s 2p

5.

Ho : 1-2 = do
lawan
H1 : 1-2 < do
H1 : 1-2 > do
H1 : 1-2 do

(n1 1) s12 (n2 1) s22


n1 n2 2

( x1 x2 ) d 0

t'

2
2
s
s
1
2
(
)(
)
n1
n2

( s12 n1 s22 n2 ) 2
v 2
( s1 n1 ) 2 ( s22 n2 ) 2

n1 1
n2 1

t < -t
t > -t
t < -t/2 dan t > t/2

12 22 , dan tidak diketahui


6.

Ho : D = do
lawan
H1 : D < do
H1 : D > do
H1 : D do

d d0
; v=n1
sd
n
data berpasangan
t

t < -t
t > t
t < -t/2 dan t > t/2

b. Pengujian hipotesis tentang proporsi tabel


No

HIPOTESIS

1.

Ho : p = po
lawan
H1 : p < po
H1 : p > po
H1 : p po

2.

3.

Ho : p1 = p2
lawan
H1 : p1 < p2
H1 : p1 > p2
H1 : p1 p2
Ho:p1- p2= d0
lawan
H1:p1- p2< d0
H1:p1- p2> d0
H1:p1-p2 d0

NILAI STATISTIK UJI

atau

x npo
npo qo

p po
po qo
n

x
n

z < -z
z > z
z < -z/2 dan z > z/2

1 p
2
p
q
[(1 n1 ) (1 / n2 )]
p

dengan

, dengan p

WILAYAH KRITIS

z < -z
z > zn

1 x1 n1 , p
2 x
p
2
2
< -z
dan z > z/2
( x1 x 2 ) ( n1z
p
n/2
2)

p1 p 2
p1q1 p 2 q2

n1
n2

z < -z
z > z
z < -z/2 dan z > z/2

c. Pengujian hipotesis tentang varians


No

HIPOTESIS

1.

Ho : 2 = o2
lawan
H1 : 2 < o2
H1 : 2 > o2
H1 : 2 o2
Ho : 12 = 22
lawan
H1 : 12 < 22
H1 : 12 > 22
H1 : 12 22

2.

NILAI STATISTIK UJI


( n 1) s 2

;
02
dengan v = n - 1
2

WILAYAH KRITIS

2 < 21-
2 > 2
2 < 21-/2 dan 2 > 2/2

f s1

s22

dengan

f < f1-(v1,v2)
f > f(v1,v2)
v1 = n1 1
v2 = n2 1 f < f1-/2(v1,v2) dan f > f/2(v1,v2)

catatan :
f1-(v1,v2)= 1 / f(v2,v1)
4. Buat Aturan Pengambilan Keputusan

5. Kesimpulan, ambil keputusan

Langkah terakhir dalam uji statistik adalah mengambil keputusan untuk menolak atau
tidak menolak hipotesis nol. Keputusan menolak hipotesis nol karena nilai uji
statistik terletak di daerah penolakan dan menerima kalau berada didaerah
penerimaan.

CONTOH SOAL 1 SAMPEL (Bila s2 tidak diketahui/n lebih dr 30)

Suatu populasi berupa pelat baja yang diproduksi suatu perusahaan memiliki rata-rata
panjang 80 cm dengan simpangan baku 7 cm. Sesudah berselang 3 tahun, teknisi perusahaan
meragukan hipotesis mengenai rata-rata panjang pelat baja tersebut. Guna meyakinkan
keabsahan hipotesis tersebut, diambil suatu sampel acak sebanyak 100 unit pelat baja dari
populasi di atas, dan diperoleh hasil perhitungan bahwa rata-rata panjang pelat baja adalah 83
cm dan standard deviasinya tetap. Apakah ada alasan untuk meragukan bahwa rata-rata
panjang pelat baja yang dihasilkan perusahaan itu sama dengan 80 cm pada tingkat
signifikan a = 5%?

CONTOH SOAL 1 SAMPEL (Bila s2 tidak diketahui/n kurang dr 30)

Rata-rata waktu yang dibutuhkan oleh mahasiswa untuk mendaftar ulang pada awal semester
di Univeristas A pada semester yang lalu sekitar 45 menit. Suatu pendaftaran baru dengan
memakai komputer yang dilengkapi dengan software sedang dicobakan yang diharapkan
dapat mengurangi waktu pendaftaran maahsiswa dibandingkan dengan cara lama. Untuk itu
diambil sampel acak sebanyak 10 mahasiswa yang telah mendaftar pada semester berikutnya
dengan memakai cara pendaftaran baru tersebut. Ternyata, ratarata waktu yang diperlukan
untuk mendaftar adalah sekitar 35 menit dengan simpangan baku 9.5 menit. Apakah anda
percaya dengan tingkat signifikan 1% rata-rata waktu mendaftar ulang kurang dari 45 menit
dengan sistem yang baru?

CONTOH SOAL PROPORSI 1 SAMPEL


Dari hasil penelitian yg sudah dilakukan dinyatakan bahwa 40% murid SD di suatu daerah
menderita kecacingan.
Pernyataan tersebut akan diuji dengan derajat kemaknaan 5%. Untuk itu diambil sampel
sebanyak 250 murid SD dan dilakukan pemeriksaan tinja dan diperoleh 39% diantaranya
terinfeksi cacing

CONTOH SOAL RATA - RATA 2 SAMPEL BEBAS


Seseorang berpendapat bahwa rata-rata jam kerja buruh di daerah A dan B sama dengan
alternative A lebih besar daripada B. Untuk itu, diambil sampel dikedua daerah, masingmasing 100 dan 70 dengan rata-rata dan simpangan baku 38 dan 9 jam per minggu serta
35 dan 7 jam per minggu. Ujilah pendapat tersebut dengan taraf nyata 5 % !
( Varians/simpangan baku kedua populasi sama besar ).
Penyelesaian :
n1 = 100
n2 = 70

1. Formulasi hipotesisnya

2. Taraf nyata dan nilai Z tabelnya :


= 0,05
Z0,05 = 1,64
3. Kriteria Pengujian :

H0 diterima apabila Z0 1,64


H0 ditolak apabila Z0 > 1,64
4. Uji statistik :

5. Kesimpulan
Karena Z0 = 2,44 > Z0,05 = 1,64, maka H0 ditolak. Jadi, rata-rata jam kerja buruh di
daerah A dan daerah B adalah tidak sama.

CONTOH SOAL RATA - RATA 2 SAMPEL (SAMPEL KECIL) / SD TIDAK


DIKETAHUI)
Sebuah perusahaan mengadakan pelatihan teknik pemasaran. Sampel sebanyak 12 orang
dengan metode biasa dan 10 orang dengan terprogram. Pada akhir pelatihan diberikan
evaluasi dengan materi yang sama. Kelas pertama mencapai nilai rata- rata 80 dengan
simpangan baku 4 dan kelas kedua nilai rata- rata 75 dengan simpangan baku 4,5. Ujilah
hipotesis kedua metode pelatihan dengan alternative keduanya tidak sama! Gunakan taraf
nyata 10%! Asumsikan kedua populasi menghampiri distribusi normal dengan varians
yang sama!
Penyelesaian :
n1 = 12
n2 = 10

1.

Formulasi hipotesisnya

2. Taraf nyata dan nilai t tabelnya :


= 0,1
= 0,05

3. Kriteria Pengujian :

H0 diterima apabila
H0 ditolak apabila

atau

4. Uji statistik :

5. Kesimpulan
Karena t0 = 2,76 > t0,05;20 = 1,725 maka H0 ditolak. Jadi, kedua metode yang
digunakan dalam pelatihan tidak sama hasilnya

CONTOH SOAL PROPORSI 2 SAMPEL


Seorang ahli farmakologi mengadaan percobaan dua macam obat anti hipertensi.
Obat pertama diberikan pada 100 ekor tikus dan ternyata 60 ekor menunjukkan perubahan
tekanan darah. Obat kedua diberikan pada 150 ekor tikus dan ternyata 85 ekor berubah
tekanan darahnya. Pengujian dilakukan dengan derajat kemaknaan 5%.

CONTOH SOAL SAMPEL TERIKAT


Nickel Savings and Loan mempekerjakan dua perusahaan, Sc Appraisals dan Bow Real
Estate untuk menaksir nilai properti-properti yang mereka sediakan pinjamannya. Untuk
meninjau kembali konsistensi dari keduanya, Nickel savings secara acak memilih 10
rumah dan meminta baik Sc maupun Bow untuk menaksir nilai dari rumah-rumah yang
dipilih Setiap rumah akan memiliki sepasang nilai berpasangan (paired sampel).
Uji t Berpasangan
t

d
sd / n

Terdapat n-1 derajat kebebasan


d adalah rata-rata selisih antara pengamatan yang berpasangan
sd adalah standar deviasi dari selisih antar pengamatan yang berpasangan
n adalah jumlah pengamatan yang berpasangan
Standar deviasi pengujian
sd

d d
n 1

Hasil penaksiran dua perusahaan tersebut


Rumah

Sch Appraisal
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

235
210
231
242
205
230
231
210
225
249

Bow Real Estate


228
205
219
240
198
223
22
215
222
245

d adalah selisih antara Sch dengan Bow


Langkah pertama: Menentukan hipotesis
Ho: d = 0
H 1: d 0
n= 10 df= 10-1=9
Kita melakukan uji dua arah/ujung dengan tingkat signifikansinya 0,05
Nilai kritis df 9 adalah 2,262

Anda mungkin juga menyukai