Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM

GEOGRAFI REGIONAL INDONESIA


(GPW 0101)
ACARA 1
PEMAHAMAN REGION DAN POSISI

DISUSUN OLEH :
Nama

: Lilik Andriyani

NIM

: 13/348106/GE/07576

Jadwal Praktikum : Rabu, 07.00 09.00 WIB


Asisten

: 1. Rahma Fitriayu Sari


2. Usil Riana

LABORATURIUM ANALISIS DATA WILAYAH


FAKULTAS GEOGRAFI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2014

ACARA 1
PEMAHAMAN REGION DAN POSISI

I.

TUJUAN
1. Memahami pengertian daerah, kawasan, dan wilayah;
2. Mengetahui persamaan dan perbedaan pengertian daerah, kawasan, dan wilayah
serta memberikan contoh penggunaannya;
3. Mengetahui posisi relatif dan absolut tiap propinsi di Indonesia terhadap propinsi
lain; dan
4. Mengetahui posisi strategis dan fungsi masing-masing propinsi di Indonesia.

II.

ALAT DAN BAHAN


Alat
1. Alat tulis
Bahan
1. Buku petunjuk praktikum Geografi Regional Indonesia
2. Peta administrasi Indonesia
3. Dokumen-dokumen dan buku-buku acuan lainnya

III. DASAR TEORI


Secara keilmuan geografi mempunyai sejarah panjang, definisi, fungsi dan
perannya terus berkembang seiring dengan kebutuhan dan tuntutan pada zamannya.
Aliran logografi menjadi begitu penting disaat awal penjelajahan permukaan bumi,
namun kemudian analisis keruangan, mencari pembuktian empiris persamaan dan
perbedaan permukaan bumi menjadi dominan saat ini, paradigm nomotetik dan
ideografik berjalan bersamaan sesuai dengan kebutuhan. Lokasi, tempat, relasi, gerakan
dan regionalisasi merupakann konsep yang banyak digunakan dalam menganalisis
permukaan bumi, dengan mempergunakan pendekatan keruangan, wilayah dan
lingkungan.
Kedua cabang Ilmu Geografi yakni Physical Geography dan Human Geography
memiliki banyak ilmu lanjutan digunakan untuk mengkaji pada suatu bagian ruang
bumi yang relatif sempit, kemudian menjadi ilmu yang mengkaji tentang regional atau
geografi regional (Mei, 2014). Keterkaitan antara ilmu geografi, ilmu regional dan ilmu
yang lebih rinci
digambarkan pada gambar 1.1

Gambar 1.1 Hubungan Ilmu Geografi dengan Ilmu Regional


Sumber : Mei, 2014
Banyak pengertian yang menjelaskan apa yang dimaksud regional. Pada prinsipnya
regional adalah ruang wilayah yang ada di bumi (Mei, 2014). Ada beberapa definisi
tentang region antara lain:
1. R.S Plat: Suatu ruang bumi tertentu yang keberadaannya dikenal dengan
berdasarkan homoginitas umum baik atas dasar karakter lahan maupun
huniannya. Contoh: Region Pertanian
2. R.E Dicknson: suatu ruang tertentu yang terdapat sekelompok fisik yang
memungkinkan membentuk tipe kehidupan ekonomi tertentu. Contoh: Region
Permukiman Nelayan
3. M.M. Fenneman: suatu area tertentu yang bentang lahanya sejenis dan dapat
dibedakan dengan lahan lain. Contoh: Region Perkampungan Dataran
Pemahaman mengenai region dapat dilakukan melalui pemahaman landschaft dan
landscape sebagai inti pada studi geografi. Landschaft oleh Alfred Hettner diartikan
sebagai suatu wilayah di permukaan bumi yang memiliki sifat fisis yang memiliki
karakteristik individualitas tertentu, yang dapat dibedakan dari wilayah lain di
sekitarnya. Konsep tersebut kemudian diperluas dengan memahami karakteristik
wilayah melalui karakter tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusianya. Pengertian
landscape dapat dipandang sebagai obyek material wilayah yang terbatas atau dapat
dikatakan sebagai suatu bentangan (bentang alam dan bentang budaya) saja seperti
yang kita lihat dari hasil pemotretan foto udara. Seolah-olah tanpa memperhatikan
unsur-unsur interelasi-interaksi-integrasinya dalam ruang.
Konsep region dalam perkembangannya muncul istilah daerah, kawasan, maupun
wilayah. Guna menghindari kerancuan pemahaman maupun penggunaan istilah-istilah
tersebut dalam dokumen perencanaan, maka pemerintah Indonesia mengatur perbedaan

ketiga pengertian istilah tersebut dalam Undang-Undang tentang Penataan Ruang (UU
No. 26/2007 tentang Penataan Ruang).
Pada dasarnya wilayah merupakan ruang muka bumi yang memiliki batas tertentu
berdasarkan kesepakatan pihak. Daerah adalah ruang muka bumi yang memiliki batasbatas administrasi. Kawasan merupakan ruang muka bumi dengan batas tertentu yang
difungsikan untuk tujuan dan kepentingan tertentu. Region adalah ruang muka bumi
yang memiliki sifat-sifat sama (homogen).
Sedangkan untuk mengetahui perbedaan dan keterkaitan posisi antarwilayah, ilmu
geografi dapat mereduksi hal tersebut dengan memperkuat ilmu kartografi dasar,
terutama tentang penghitungan akurasi posisi. Disamping itu, keterkaitan dan interaksi
antarwilayah dikaji melalui konsep dasar geografi transportasi dan geografi
pembangunan.

IV. CARA KERJA


Mencermati naskah dokumen yang dipelajari beserta peta (peta Indonesia)
dan tabel yang tersedia

Membuat berbagai definisi daerah, kawasan, dan wilayah (masing-masing


minimal definisi), dengan menyebutkan sumbernya

Mencermati definisi-definisi yang sudah dibuat, kemudian menyertakan


contoh penggunaannya
penggunaannya (masing-masing minimal 5 contoh).

Mencarari perbedaan dan persamaan antara berbagai definisi yang telah


dibuat dan memasukkannya ke dalam tabel

Mencari tiga posisi absolut dan posisi relatif provinsi di Indonesia, serta dua
posisi strategis dari provinsi di Indonesia untuk dimasukkan ke dalam
pembahasan

V.

HASIL PRAKTIKUM
1. Tabel definisi daerah, kawasan, dan wilayah beserta contoh penggunaannya
(terlampir)
2. Tabel persamaan daerah, kawasan , dan wilayah (terlampir)
3. Tabel perbedaan daerah, kawasan , dan wilayah (terlampir)
4. Peta untuk menggambarkan masing-masing pengertian istilah region (terlampir)

VI. PEMBAHASAN
Di Indonesia, berbagai konsep nomenklatur kewilayahan seperti Wilayah,
Kawasan, Daerah, Regional, Area, Ruang, dan istilah-istilah sejenis, banyak
dipergunakan dan dapat saling dipertukarkan pengertiannya walaupun masing-masing
memiliki bobot penekanan pemahaman yang berbeda-beda. Ketidakkonsistenan istilah
tersebut kadang menyebabkan kerancuan pemahaman dan sering membingungkan.
Secara teoritik, tidak ada perbedaan nomenklatur atara istilah wilayah, kawasan dan
daerah. Secara umum semuanya dapat diistilahkan dengan wilayah (region). Region
sendiri merupakan kesatuan daerah, dengan batas yang jelas menurut kriteria tertentu.
Identifikasi atau kriteria dalam membatasi suatu region dapat berupa bentang alam,
manusia, atau gabungan keduanya. Region merupakan bentuk pendekatan geografi
yang melihat bumi secara horizontal namun tiga dimensi.
Konsep wilayah dalam region harus meliputi konsep ruang sebagai ruang wilayah
ekonomi, ruang wilayah sosial budaya, ruang wilayah ekologi, dan ruang wilayah
politik. Wilayah itu sendiri adalah batasan geografis (deliniasi yang dibatasi oleh
koordinat geografis) yang mempunyai pengertian/maksud tertentu atau sesuai dengan
fungsi pengamatan tertentu. Wilayah dapat dilihat sebagai suatu ruang pada permukaan
bumi. Pengertian permukaan bumi adalah menunjuk pada tempat atau lokasi yang
dilihat secara horizontal dan vertikal. Jadi, di dalamnya termasuk apa yang ada pada
permukaan bumi.
Daerah dalam arti sempit merupakan ruang muka bumi yang memiliki batas-batas
administrasi. Daerah merupakan bagian dari suatu wilayah sebagai territorial yang
ditentukan atas dasar pengertian, batasan dan wewenang administratif yang didasarkan
perundangan tertentu, misalnya seperti kota, kabupaten, dan provinsi.
Kawasan adalah bagian dari suatu wilayah yang teritorialnya didasarkan pada
pengertian dan batasan fungsional tertentu, seperti kawasan industry, kawasan pusat
kota, pusat perdagangan, kawasan lindung, dan kawasan taman nasional. Penentuan
batas kawasan sendiri pada dasarnya lebih ditonjolkan pada jenis kegiatan yang
mendominasi dilakukan di suatu tempat di muka bumi.
Aspek regional dikaji menggunakan batas wilayah, ruang yang berada dalam batasbatas yang telah ditentukan mengandung dua unsur yakni unsur ruang (space) dan batas
(boundary), yang keduanya merupakan bagian dari obyek material regional. Bahan
yang digunakan dalam mengkaji regional adalah aspek fisik, aspek sosial, dan aspek

budaya termasuk perilaku dan kreativitasnya. Proses pengkajian ketiga aspek tersebut
selanjutnya dilakukan secara komprehensif dan saling berinteraksi.
Wilayah, daerah, dan kawasan umumnya mengacu pada satu kesamaan yaitu
merupakan bagian dari permukaan bumi dengan batasan tertentu yang telah disesuaikan
dengan tujuannya. Ketiga kata tersebut secara bahasa merupakan sinonim, tetapi
mempunyai penerapan yang berbeda yakni menyesuaikan dengan konteksnya. Istilah
yang sering dipakai dalam terminologi berbagai dsiplin ilmu terutama ilmu kebumian
dan teknik perencanaan, seperti ilmu geografi, geodesi, planologi dan lain-lain adalah
region dan spasial.
Posisi dalam dunia kebumian atau geografi dibagi menjadi posisi absolute dan
posisi relative. Posisi absolut menunjukkan pada kedudukan yang sudah pasti atau
mutlak yang biasanya dinyatakan dalam letak astronomis berupa lintang dan bujur,
ataupun dengan koordinat. Beberapa contoh posisi absolut provinsi-provinsi di
Indonesia, yaitu Nanggroe Aceh Darussalam 2o-6o LU dan 95o-98o BT, Kalimantan
Barat 2o- 3o LS dan 108o-114o BT, dan Banten 5,75o- 7,25o LS dan 105o- 160o BT.
Posisi absolut dapat digunakan untuk mencari suatu lokasi dan sifatnya tetap, sehingga
lebih mudah digunakan untuk mencari suatu lokasi.
Posisi relatif merupakan informasi geografis yang sifatnya implisit, tidak mutlak,
dan sangat subjektif. Beberapa contoh posisi relatif provinsi-provinsi di Indonesia,
yaitu Nanggroe Aceh Darussalam terletak di ujung barat laut Pulau Sumatera,
Kalimantan Barat berada di selatan Malaysia dan dibagian timur dari Selat Karimata,
dan Banten terletak di ujung barat Pulau Jawa dan barat daya provinsi DKI Jakarta.
Posisi relatif umumnya dijelaskan dengan mengaitkan suatu lokasi dengan lokasi lain,
sehingga sifatnya sangat subjektif dan sangat tergantung pada kemampuan spasial
seseorang dalam menangkap informasi posisi relatif.
Posisi strategis adalah suatu posisi yang unik dan berharga yang didapatkan suatu
daerah dengan melakukan aktivitas atau karena suatu aktivitas, misalnya perdagangan,
komunikasi, dan sebagainya. Beberapa provinsi di Indonesia mendapatkan posisi
strategis, seperti Nanggroe Aceh Darussalam yang terletak pada posisi strategis di barat
laut ujung Sumatra antara Timur dan Barat Nanggroe Aceh Darussalam yang
merupakan daerah transit rempah-rempah dari Maluku champor dari Barus dan Lada.
Provinsi Banten juga berada di posisi strategis, yaitu berada di ujung barat Pulau Jawa
dan berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Hal tersebut membuat sektor transportasi

air di provinsi Banten dipermudah dengan adanya Pelabuhan Merak. Sirkulasi jual beli
barang pun lebih mudah, sehingga sektor industri di provinsi Banten pun ikut menonjol.

VII. KESIMPULAN
1. Wilayah adalah batasan geografis yang mempunyai pengertian/maksud tertentu atau
sesuai dengan fungsi pengamatan tertentu
2. Daerah dalam arti sempit merupakan ruang muka bumi yang memiliki batas-batas
administrasi.
3. Kawasan pada intinya merupakan ruang muka bumi dengan batas tertentu yang
difungsikan untuk tujuan dan kepentingan tertentu.
4. Wilayah, daerah, dan kawasan umumnya memiliki satu kesamaan yaitu merujuk
pada ruang di muka bumi dengan batasan tertentu
5. Perbedaan anatar wilayah, daerah, dan kawasan lebih kepada penerapan yang
berbeda yakni menyesuaikan dengan konteksnya. Istilah yang sering dipakai dalam
terminologi berbagai dsiplin ilmu terutama ilmu kebumian.
6. Posisi absolut menunjukkan pada kedudukan yang sudah pasti atau mutlak
7. Posisi relatif merupakan informasi geografis yang sifatnya implisit, tidak mutlak,
dan sangat subjektif.
8. Posisi strategis adalah suatu posisi yang unik dan berharga yang didapatkan suatu
daerah dengan melakukan aktivitas atau karena suatu aktivitas

VIII. DAFTAR PUSTAKA


Mei, Estuning Tyas Wulan. 2014. Bahan Ajar Geografi Regional Indonesia.
Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 26 tentang Penataan Ruang. 2007. Jakarta:
Biro Hukum Sekretariat Jenderal Kementerian Pekerjaan
Umum Republik Indonesia