Anda di halaman 1dari 6

Pemisahan Minyak Atsiri pada Jahe dengan Menggunakan Teknik

Destilasi Uap

I. Tujuan
Memahami teknik isolasi senyawa bahan alam minyak atsiri menggunakan
destilasi uap
II. Landasan Teori
Destilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia
berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas)
bahan. Destilasi merupakan teknik pemisahan kimia yang berdasarkan
perbedaan titik didih. Dalam penyulingan campuran zat dididihkan sehingga
mengguap, dan uap ini dididnginkan kembali dalam bentuk cairan. Zat yang
memiliki titik didih yang lebih rendah akan menguap lebih cepat. Dalam
penyulingan campuran zat didihkan sehingga menguap, dan uap ini
didinginkan kembali dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didih yang
lebih rendah akan menguap lebih cepat. Secara sederhana destilasi dilakukan
dengan memanaskan atau menguapkan zat cair lalu uap tersebut didinginkan
kembali dalam bentuk cair dengan bantuan kondensor.
Ada beberapa macam destilasi, salah satunya adalah destilasi uap.
Destilasi uap adalah istilah secara umum yang digunakan untuk destilasi
campuran air dengan senyawa yang tidak larut dalam air, dengan cara
mengalirkan uap air kedalam campuran sehingga bagian yang dapat menguap
berubah menjadi uap pada temperatur yang lebih rendah daripada dengan
pemanasan langsung. Destilasi uap air adalah suatu metode destilasi yang
bertujuan untuk memisahkan suatu substansi dari campurannya dengan
pertolongan uap air. pada destilasi uap air berlaku Hukum Dalton tentang
Tekanan Parsial yang menyatakan bahwa : bila dua atau lebih gas atau uap
yang satu sama lain tidak bereaksi kimia dicampur pada suhu yang tetap,
maka tiap gas menimbulkan tekanan yang sama seolah-olah gas itu berada
sendirian dan jumlah tekanan-tekanan parsial gas-gas itu sama dengan
tekanan total yang ditimbulkan oleh sistem campuran gas-gas itu. Prinsip

destilasi uap adalah pemisahan senyawa berdasrkan titik didihnya. Teknik


destilasi uap dapat digunakan untuk mrngisolasi minyak atsiri.
Minyak atsiri adalah minyak yang bersifat mudah menguap dengan
komposisi dan titik didih yang berbeda-beda setiap substitusi yang dapat
menguap tentu dapat menghasilkan bau. Minyak atsiri secara umum dibagi
menjadi dua kelompok yaitu minyak atsiri yang senyawa komponen
penyusunnya sukar untuk dipisahkan dan minyak atsiri yang komponen
penyusunya dapat dengan mudah dipisahkan menjadi senyawa murni (minyak
cengkeh dan minyak jahe).
Jahe yang nama ilmiahnya zingiber offcinale sering digunakan sebagai
bumbu dapur maupun obat-obatan. Jahe tergolong tanaman herbal.
Kandungan jahe siftanya khas yang disebabkan adanya minyak atsiri dan
oleoresin jahe. Aroma harum jahe disebabkan oleh minyak atsiri, sedangkan
oleoresin menyebabkan rasa pedas. Minyak atsiri dapat diperoleh atau
diisolai dengan destilasi uap dari rhizoma jahe.
III. Alat dan Bahan
Alat
-

Alat destilasi uap

(1 set)

Labu dasar bulat leher dua 500mL

(2 buah)

Adptor

(1 buah)

Pemanas atau mantle heat

(1 buah)

Labu enlermayer 500mL

(1 buah)

Selang karet

(2 buah)

Statif

(3 buah)

Klem

(3 buah)

Bahan

IV.

Jahe

Aquades

Prosedur kerja
1. Sebelum melakukan percobaan destilasi uap, jahe dipotong kecilkecil dan dimasukkan ke dalam labu dasar bulat 500mL.

2. Aquades dimasukkan ke dalam labu dasar bulat leher dua 500mL


dan volume aquades 2/3 dari labu yang digunakan.
3. Alat destilasi uap dirangkai kemuadian disalurkan air dari keran
melalui selang karet dengan arah yang berlawanan dengan aliran
destilasi.
4. Setelah alat terpasang dengan benar percobaan siap dilakukan.
5. Air pada labu dasar leher dua 500mL dipanaskan dan uapnya
dialirkan ke dalam labu dasar bulat tempat sampe.
6. Uap yang teertampung pada labu dasar bulat tempat sampel akan
menguap kembali bersama minyak yang terkandung dalam jahe.
7. Campuran antara minyak atsiri dan air akan mengalir melalui
kondensor dan menuju tempat penampungan destilat.
8. Setelah air yang di labu leher dua hampir habis destilasi
dihentikan.
9. Pisahkan minyak dari hasil destilasi dengan corong pisah.
10. Minyak yang diperoleh ditimbang.
V.

Hasil pengamatan
Berdasarkan percobaan yang dilakukan, waktu yang diperlukan
untuk memperoleh tetesan pertama destilat adalah 35 menit. Tetesan
pertama memiliki pH 6. Begitu juga dengan destilat terakhir tetap 6. Ini
menunjukkan minyak jahe yang bercampur dengan air bersifat asam.
Berat bahan

Jumlah destilat

Jumlah minyak atsiri murni

156 gram

350 mL

0,5 mL (0,4 gram)

Perhitungan :
Diketahui :
Berat jahe

= 156 gram

Berat minyak

= 0,429 gram

Ditanya : minyak = ... %


Penyelesaian :
%minyak

= berat minyak/berat sampel x 100%


= 0,429/156 x 100%

= 0,00275 gram x 100%


= 0,27 %

VI. Permasalahan
Permasalahan yang didapat pada saat praktikum adalah hasil
minyak atsiri jahe yang didapatkan sedikit. Selain itu
VII. Pembahasan
Pada percobaan ini dilakukan isolasi ginger oil (minyat atsiri) dari
rimpang jahe. Langkah pertama yang dilakukan yaitu memotong rimpang
jahe agar berukuran lebih kecil. Hal ini dimaksudkan untuk memperluas
bidang dengan uap air sehingga minyak atsiri lebih mudah keluar. Selain
itu untuk memudahkan memasukkan ke dalam labu leher dua 500mL.
Potongan-potongan jahe ini kemudian ditimbang, diperoleh 156 gram.
Tahap kedua aquades dimasukkan ke dalam labu leher dua 500mL dan
volume aquades 2/3 dari labu yang digunakan. Hal ini bertujuan agar air
tidak keluar dari labu saat dipanaskan.
Tahap ketiga Alat destilasi uap dirangkai kemuadian disalurkan air
dari keran melalui selang karet dengan arah yang berlawanan dengan
aliran destilasi. Arah aliran air dibuat berlawanan arah dengan aliran
destilat supaya seluruh ruang di selang kondensor penuh terisi oleh air.
Apabila air diisi searah dengan aliran destilat, ruangan di selang kondensor
tidak akan terisi penuh karena air yang masuk bisa langsung keluar
sebelum selang terisi penuh. Selain itu agar tidak membentuk gelembung
udara (aliran dari bawah ke atas dapat mengisi semua tabung pendingin
lieberg, akibat dari gaya tekanan ke atas yang lebih besar). Hal ini
dimaksudkan agar suhu larutan menjadi tinggi dan tekanannya juga
menjadi tinggi, sehingga uap yang dihasilkan banyak. Uap tersebut akan
didinginkan dan berubah menjadi distilat. Jika uap yang dihasilkan
banyak, maka jumlah distilat yang dihasilkan pun juga banyak.
Tahap keempat alat dipasang dan percobaan dimulai. Pada labu dasar
leher dua 500mL yang berisi aquades dipanaskan dan uapnya dialirkan ke
dalam labu dasar bulat tempat sampel, ini bertujuan untuk menguapkan

minyak atsiri yang terkandung didalam jahe. Uap yang tertampung pada
labu dasar bulat tempat sampel dialirkan ke penampungan destilat menuju
penampungan destilat. Hal ini bertujuan untuk mengkondensasikan uap
yang dihasilkan menjadi cair kembali. Prinsip destilasi uap adalah
pemisahan senyawa berdasarkan titik didihnya. Dengan destilasi uap maka
campuran akan mendidih di bawah titik didihnya (teori Dalton, uap minya
dan uap air yang tidak dapt bercampur akan saling mendesak, membentuk
tekanan total dengan suhu dibawah titik didih masing-masing uap).
Pada tetesan pertama destilat pH-nya 6, ini menunjukkan destilat
pertama bersifat asam. Proses destilasi dihentikan jika destilat yang keluar
sudah bening (tak berwarna) karena yang keluar kemungkinan adalah
aquades. Warna yang mengindikasikan minyak atsiri yang terbentuk
adalah kuning kecoklatan.
Tahap kelima adalah pemisahan, dimulai dari destilat dipindahkan ke
corong pisah, dan airnya dikeluarkan. Prinsip corong pisah adalah
pemisahan campuran berdasarkan berat jenisnya. Campuran pada destilat
di tuang ke dalam corong pisah, fase air dan minyak tidak nampak jelas
perbedaannya, maka didiamkan selama 1 minggu, kemudian dipisahkan.
Setelah didapatkan minyak yang murni, di timbang dan dihitung
rendemen yaitu 0,27%.

Perolehan hasil yang sedikit ini mungkin

disebabkan oleh rimpang jahe yang digunakan dalam praktikum telah


mengalami pendiaman beberapa hari sehingga tidak segar lagi (telah
kering). Jahe yang digunakan adalah jahe muda. Jahe yang banyak
mengandung atsiri adalah jahe tua. Selain itu jumlah potongan jahe yang
digunakan sedikit.

VIII. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan
bahwa minyak atsiri jahe dapat diisolasi dengan teknik destilasi uap.
Minyak atsiri yang diperoleh sebesar 0,4 gram dari berat jahe 156
gram dengen rendemen 0,27%.

Daftar Pustaka
Prinsip destilasi uap dapat diakses pada
http://id.scribd.com/doc/155453616/pembahasan-sintesis diakses pada
tanggal 17 Desember 2013
Pengertian destilasi uap dapat diakses pada
http://id.scribd.com/doc/179786865/laporan-resmi diakses pada tanggal 17
Desember 2013
Soebagio, dkk. 2000. Kimia Analitik II. Universitas Negeri Malang:
Malang