Anda di halaman 1dari 5

Laporan Praktikum

Mikrobiologi

Nama
NIM
Kelas
Kelompok
Hari, Tanggal
Waktu
PJP
Asisten

: Iin Mardianah
: J3L112055
: KIM A-P2
:6
: Sabtu, 15 Oktober 2013
: 13.00-16.20 WIB
: Harry Noviardi, S.Si, M.Si
: Ramdhani Sitohang
Yeni Anggraini

KUANTITASI MIKROBE, PERHITUNGAN TIDAK


LANGSUNG
Teknik Pencawanan Untuk Menghitung Sel Hidup

PROGRAM KEAHLIAN ANALISIS KIMIA


PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2013

Pendahuluan
Pengukuran kuantitatif populasi mikroorganisme sangat diperlukan untuk
berbagai macam penelaahan mikrobiologis. Terdapat berbagai macam cara untuk
menghitung jumlah mikroorganisme, akan tetapi secara mendasar, ada dua cara
yaitu secara langsung dan secara tidak langsung. Ada beberapa cara perhitungan
secara langsung, antara lain adalah dengan membuat preparat dari suatu bahan
(preparat sederhana diwarnai atau tidak diwarnai) dan penggunaan ruang hitung
(counting chamber). Sedangkan perhitungan cara tidak langsung hanya untuk
mengetahui jumlah mikroorganisme pada suatu bahan yang masih hidup saja
(viabel count). Dalam pelaksanaannya, ada beberapa cara yaitu : perhitungan pada
cawan petri (total plate count/TPC), perhitungan melalui pengenceran,
perhitungan jumlah terkecil atau terdekat (MPN methode), dan kalorimeter (cara
kekeruhan atau turbidimetri) (Hastowo 1992).
Prinsip metode cawan hitung (Plate Count) adalah jika sel mikroba
yang masih hidup ditumbuhkan pada medium agar, maka sel mikroba tersebut
akan berkembang biak dan membentuk koloni yang dapat dilihat langsung dengan
mata tanpa menggunakan mikroskop. Metode perhitungan cawan merupakan cara
yang paling sensitif untuk menghitung jumlah mikroba karena alasan-alasan:
Hanya sel yang masih hidup yang dihitung; Beberapa jenis mikroba
dapat dihitung sekaligus; dan Dapat digunakan untuk isolasi dan identifikasi
mikroba karena koloni yang terbentuk mungkin berasal dari satu sel mikroba
dengan penampakan pertumbuhan spesifik (Ferdiaz 1996).
Tujuan
Praktikum bertujuan untuk mempelajari cara melakukan pengenceran
serial dan menentukan jumlah bakteri dalam suatu sampel dengan metode
hitungan cawan.
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah rak tabung reaksi, pipet
1ml yang steril, cawan petri kosong yang steril, batang penyebar, dan bunsen.
Bahan yang digunakan adalah 12 ml media PCA cair bersuhu 50oC dalam
tabung, 9 ml larutan fisiologis (0,85% NaCl) dalam tabung, dan media PCA dalam
cawan petri.
Prosedur
Disiapkan tabung-tabung berisi garam fisiologis dan disusun berderet.
Sampel suspensi bakteri dikocok sampai kekeruhannya rata. Pengenceran serial
dilakukan pada sampel suspensi bakteri. Diambil secara aseptik 1 ml suspensi
bakteri lalu masukkan ke tabung 9 ml pertama (10 -1), dikocok sampai homogen.
Lalu secara aseptik dipipet 1 ml sampel dari tabung pengencer pertama dan
masukkan ke dalam tabung pengencer kedua (10-2), dan seterusnya untuk tabungtabung pengencer selanjutnya hingga pengenceran ke lima. Disiapkan tiga cawan
petri steril dan 3 cawan petri berisi PCA, beri kode sesuai dengan kode tabung
pengencer yang akan dituang atau disebar. Dipipet 0,05 ml sampel dari tabung
pengencer 6 dan 7 lalu masing-masing sebar pada media PCA menggunakan
sprider. Dipipet 0,05 ml sampel dari tabung 5, 6, dan 7 sekali lagi lalu dituangkan
ke dalam cawan petri steril kemudian tambahkan media PCA cair dan selanjutnya

digoyangkan secara perlahan-lahan. Agar dalam cawan dibiarkan menjadi padat.


Setelah itu diletakkan dalam posisi terbalik untuk diinkubasi pada suhu kamar
selama 24 jam. Dihitung jumlah koloni yang tumbuh (30-300) dan kalikan dengan
faktor pengenceran.
Data dan Hasil Pengamatan
Tabel 1 Hasil Pengamatan Perhitungan Bakteri Tidak Langsung
Jumlah koloni
No Metode
Cawan
sebar

10-5

10-6

10-7

TSUD

TBUD

Jumlah
bakteri
(CFU/
ml)

Gambar

Cawan
tuang

TSUD

TBUD

TBUD
-

Gambar

Pembahasan
Penghitungan jumlah mikroba tidak langsung bukanlah menghitung satuan
sel mikroba namun koloni yang terbentuk dari satuan sel. Koloni yang tumbuh di
dalam suatu medium itu tidaklah selalu berasal dari satu sel mikroorganisme,
karena beberapa mikroorganisme tertentu cenderung untuk berkelompok atau
berantai. Bila ditumbuhkan pada suatu medium dengan lingkungan yang sesuai,
maka kelompok bakteri ini hanya akan menghasilkan satu koloni saja.
Berdasarkan hal tersebut sering kali digunakan istilah Colony Forming Units
(CFU) yang digunakan untuk perhitungan jumlah mikroorganisme hidup
(Dwidjoseputro 1996).
Cara yang paling umum digunakan untuk menghitung jumlah bakteri
adalah perhitungan jumlah bakteri hidup. Dengan metode tersebut, pengenceran
berseri dari sampel yang mengandung mikroorganisme ditanam pada media
pertumbuhan yang sesuai. Suspensi dapat disebarkan pada permukaan pelat agar
(spread plate method) atau dicampur dengan agar cair, yang kemudian dituangkan
ke dalam cawan petri dan dibiarkan memadat. Pelat agar tersebut kemudian
diinkubasi pada kondisi yang memungkinkan mikroorganisme bereproduksi dan
membentuk koloni yang terlibat tanpa bantuan mikroskop. Diasumsikan bahwa

setiap koloni bakteri akan muncul dari 1 sel bakteri. Oleh karena itu, dengan
menghitung jumlah koloni dan memperhitungkan faktor pengenceran, jumlah
bakteri pada sample asal dapat ditentukan (Harmita 2006).
Perhitungan tidak langsung (indirect count) untuk jumlah sel,
mikroorganisme dalam sampel dikonsentrasikan dan ditanam pada media yang
sesuai, pertumbuhan mikroorganisme contohnya pembentukan koloni dalam pelat
agar, digunakan untuk memperkirakan jumlah mikroorganisme yang terdapat di
dalam sampel. Perkiraan tidak langsung (indirect estimate) untuk biomassa
mikroorganisme, biomassa mikroorganisme diperkirakan dengan mengukur
komponen biokimia sel mikroorganisme yang relatif konstan, seperti protein,
adenosine trifosfat (ATP), lipopolisakarida (LPS), murein dan klorofil. Biomassa
juga dapat diperkirakan secara tidak langsung dengan mengukur kekeruhan.
Perkiraan tidak langsung biomassa mikroorganisme dapat dikorelasikan dengan
jumlah sel dengan membandingkan dengan kurva standar (Harmita 2006).
Pengenceran yaitu suatu cara atau metoda yang diterapkan pada suatu
senyawa dengan jalan menambahkan pelarut yang bersifat netral, lazim dipakai
yaitu aquades dalam jumlah tertentu. Penambahan pelarut dalam suatu senyawa
dan berakibat menurunnya kadar kepekatan atau tingkat konsentrasi dari senyawa
yang dilarutkan/diencerkan (Brady 1999). Sebelum dimasukkan kedalam media
agar, suspensi bakteri terlebih dahulu diencerkan sehingga konsentrasi bakteri
yang ada tidak terlalu besar. Faktor pengenceran akan dikalikan untuk menghitung
jumlah koloni yang tumbuh.
Perhitungan bakteri secara tidak langsung dibagi menjadi dua metode
yaitu metode agar tuang (Pour Plate Method) dan metode sebar di atas plate agar
(Spread Plate Method). Pengamatan setelah 2x24 jam, hasil yang didapatkan
adalah TBUD (Terlalu Banyak Untuk Dihitung). Jumlah koloni yang didapat lebih
dari 300 koloni. Selain itu, terdapat juga koloni yang TSUD (Terlalu Sedikit
Untuk Dihitung). Jumlah koloni yang didapat kurang dari 30. Koloni yang
tumbuh dan koloni yanng diamati hanyalah koloni yang berjumlah 30- 300 koloni
(Gobel 2008).
Merujuk pada Sandjaja (1992) yang menyatakan bahwa penghitungan
jumlah mikrobakteria sangat dipengaruhi oleh jenis medium, lamanya waktu
inkubasi dan cara menghitung koloni yang harus teliti. Lamanya waktu inkubasi,
dengan 2x24 jam memungkinkan untuk banyaknya koloni yang tumbuh dalam
cawan. Idealnya waktu inkubasi adalah 1x24 jam. Kemungkinan lain adalah,
proses pengenceran yang dilakukan kurang banyak sehingga konsentrasi suspensi
bakteri yang ditumbuhkan masih terlalu pekat, menyebabkan koloni bakteri yang
diperoleh terlalu banyak (TBUD) sehingga sulit untuk dihitung.
Keuntungan menggunakan perhitungan secara tidak langsung ialah metode
tersebut hanya dapat menghitung jumlah mikroorganisme yang hidup atau sel
yang hidup. Tidak seperti perhitungan secara langsung, seluruh mikroorganisme
baik yang mati maupun hidup dihitung seluruhnya (Lay 1994).
Kelemahan utama metode tersebut adalah keselektifannya sehingga hasil
perhitungan kadang kala menjadi bias. Kondisi pertumbuhan bakteri, termasuk
komposisi media yang digunakan, waktu inkubasi, suhu, dan pH, sangat
menentukan jenis bakteri yang dapat tumbuh dari seluruh populasi yang ada.
Tidak ada satu kondisi yang universal untuk membuat seluruh mikroorganisme
dapat tumbuh dengan baik. Contoh yang alami, misalnya pada tanah yang

mengadung berbagai jenis microorganisme, tidak mungkin untuk menghitung


semua mikroorganisme yang terkandung didalamnya dengan cara viable plating
tersebut. Kekurangan tersebut dapat menjadi suatu keunggulan jika kita ingin
menghitung populasi mikroorganisme spesifik. Sebagai contoh, kita dapat
mendesain prosedur yang selektif untuk menghitung bakteri koliform atau
kelompok mikroorganisme fisiologis lainnya (Harmita 2006).
Simpulan
Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa
dengan pengenceran 10-5, 10-6, 10-7 dan waktu inkubasi 2x24 jam perhitungan
bakteri dengan teknik pencawanan tidak langsung tidak dapat dilakukan. Hasil
pengenceran yang dilakukan masih terlalu pekat sehingga jumlah koloni yang
diperoleh terlalu banyak untuk dihitung (TBUD). Selain itu, terdapat juga koloni
yang TSUD (Terlalu Sedikit Untuk Dihitung). Jumlah koloni yang didapat kurang
dari 30, yaitu 8 koloni.
Daftar Pustaka
Brady J E. 1999. Kimia Universitas Asas dan Struktur. Jakarta: Binarupa Aksara.
Dwidjoseputro. 1996. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta: Penerbit Djambatan.
Fardiaz S. 1992. Mikrobiologi Pangan 1. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Gobel, Risco, B dkk. 2008. Mikrobiologi Umum Dalam Praktek. Makassar:
Universitas Hasanuddin.
Hastowo S . 1992 . Mikrobiologi . Jakarta: Rajawali.
Harmita. 2006. Buku Ajar Analisis Hayati Edisi Ketiga. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran EGC.
Lay B W . 1992 . Analisis Mikroba Di Laboratrium . Jakarta : Rajawali.
Sandjaja B. 1992. Isolasi dan Identifikasi Mikrobakteria. Jakarta: Widya Medika.