Anda di halaman 1dari 5

ALAT ALAT DALAM TAMBANG BAWAH TANAH

Pada tambang bawah tanah banyak sekali alat yang digunakan antara lain :
1.

Alat Muat
Pemuatan pada tambang bawah tanah istilahnya hampir sama dengan
pemuatan tambang terbuka yaitu pemuatan broken ore dimuat ke atas alat angkut
untuk selanjutnya diangkut keluar permukaan (pengangkutan). Macam-macam alat
muat yang digunakan yaitu
a.

Overshoot Loader
Merupakan alat muat yang bekerja dengan cara mendorong bucket
kedalam tumpukan material hingga penuh kemudian bucket diangkat
kebelakang melewati mesinnya dan menumpahkan muatan kealat angkut yang
berada dibelakangnya tanpa memutar alat muat. Tipe-tipe overshoot loader
(OSL) antara lain :
1)

Rail-mounted

loader

adalah

OSL

yang

menggunakanreluntukmobilitasnya, kemiringanjalan max 2%.


2)

Crawler loader adalah OSL yang menggunakan track (ban rantai)


untukmobilitasnya, kemiringanjalan max 20%.

3)

Rubber

tire

loader

adalah

OSL

yang

menggunakan

ban

karetuntukmobilitasnya, kemiringanjalan max10%

Gambar A.
Overshoot Loader
b.

Gathering Arm Loader


Sering digunakan pada tambang batubara, pada bagian depan
dilengkapi dengan alat pengumpal material yang bertumpu kemudian didorong

menuju belt conveyor yang berada dibelakang, selanjutnya kealat angkut


berikutnya, dilengkapi dengan crawler dan digerakkan dengan tenaga listrik.

Gambar B.
Gathering Arm Loader
2.

Alat Angkut
Kegiatan pengangkutan tambang bawah tanah adalah usaha atau cara untuk
mengeluarkan bijih hasil penambangan ke permukaan. Kegiatan pengangkutan
dimulai dari tempat penambangan ke penampungan sementara selanjutnya ke mulut
shaft kemudian ke happer, lori, atau langsung ke dump truck untuk diangkut
kepermukaan atau :
a.

Dari tempat penambangan ke penampungan sementara.

b.

Dari penampungan ke mulut shaft (hosting dengan lori).

c.

Dari penampungan ke hopper (belt conveyor) lori ataupun langsung ke truck


lewat incline.
Adapun alat-alat angkut yang digunakan pada tambang bawah tanah antara

lain :
a.

Mine Truck
Jenis alat angkut yang paling banyak digunakan pada kegiatan
pengangkutan mengingat produksinya yang besar, kecepatan tinggi dan tidak
bergantung pada jalur jalan. Berdasarkan ukuran maka dibagi atas 3 bagian
yaitu ukuran kecil dengan kapasitas 25 ton, ukuran sedang 25 100 ton dan
ukuran besar dengan klapasitas diatas 100 ton. Truck banyak dipakai untuk
mengangkut tanah, endapan bijih, batuan dan lain-lain. Pada jarak sedang dan
dekat karena kecepatannya yang tinggi maka truck memiliki kapasitas tinggi
sehingga ongkos angkut material per ton rendah. Truck yang digunakan pada

tambang bawah tanah hampir sama pada tambang terbuka berdasarkan roda
penggeraknya (wheel drive).

Gambar C.
Mine Truck
b.

Belt Conveyor
Selain digunakan pada pabrik-pabrik alat angkut jenis ini dapat
digunakan pada industri pertambangan, baik tambang terbuka maupun tambang
dalam. Belt conveyor merupakan rangkaian ban berjalan yang dapat digunakan
mengangkut material baik secara mendatar maupun miring dan biasanya
berupa

sabuk

yang

mengangkut

dan

menumpahkan

muatan

secara

berkelanjutan atau kontinyu.

Gambar D.
Belt Conveyor
c.

Lokomotif& Lori
Jenis alat angkut ini digunakan pada daerah yang relatif mendatar
dengan kemiringan maksimum 5% dengan jarak angkut sedang. Alat ini terdiri
dari lokomotif yang berfungsi sebagai penggerak untuk menarik rangkaian lori
yang berisi material yang bergerak di atas rel. Umumnya alat ini digunakan
pada tambang dengan tonase besar dan umur tambang yang lama.

Gambar E.
Lokomotif
d.

Rope haulage
Merupakan jenis alat angkut yang umumnya digunakan pada tambang
bawah tanah, dimana berupa satu rangkaian rel dengan menggunakan wire rope
dan drum hoist yang dilengkapai dengan motor penggerak untuk menarik
rangkaian lori yang berisi muatan.

Gambar F.
Rope haulage
3.

Alat Muat Angkut


a.

Slusher Hoist
Peralatan yang digerakan dengan udara (air powered motor) dimana
efek penggaruan diperoleh melalui sebuah garu yang dihubungkan dengan
kawat (wire ropes) dan pulley. Kapasitas penggaruan tergantung pada :
1) Tipe garu
2) Kekuatan motor
3) Karakteristik material (halus/menggumpal, kering/ lengket, berat/ringan)
4) Kecepatan kawat
5) Keterbatasan ruang yang diakibatkan kondisi tambang.

Gambar G.
Slusher
b.

Load Haul Dump (LHD)


Alat muat-angkut tambang bawah tanah merupakan kombinasi front
end

loader

dengan

dump

truck

mampu

memuat

mengangkut

dan

menumpahkan material pada alat angkut berikutnya tenaga penggerak adalah


tenaga diesel dan jarak pengangkut dekat. LHD dimodelkan sesuai di bawah
ketinggian dibatasi dan daerah sempit di dalam tambang. Ini terdiri dari profiler
panjang, rendah dan sempit, yang membuatnya mudah beradaptasi dengan
tambang dari semua ukuran.

Gambar H.
Load Haul Dump