Anda di halaman 1dari 30

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIKUM

3.1. Membuka Program Agisoft PhotoScan


1. Buka Aplikasi AgisoftPhotoScan yang telah terinstal di PC, dengan
mengklik shortcut yang ada di dekstop.

Gambar 3.1 Tampilan AgisoftPhotoScan di dekstop

2. Jika sudah, maka tampilannya akan seperti ini.

Gambar 3.2 AgisoftPhotoScan ATHENA

15

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

3.2. Menambahkan Foto


1. Menambahkan foto dengan langkah mengklik WorkFlow >> Add
Photo.

Gambar 3.3 Add Photos

2. Pilih semua foto yang disediakan, lalu klik Open.

Gambar 3.4.1 Foto-foto yang ditambahkan

3. List foto ada pada Workspace dan Grouncontrol pane di bagian kanan
interface Agisoft PhotoScan ATHENA serta pada Photo Pane berupa
tumbnail di bagian bawah.

16

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

Gambar 3.4.2 Tumbnail pada Agisoft PhotoScan

3.3. Masking Foto


Masking pada Agisoft Photoscan Professional adalah Teknik olah digital
yang kita pergunakan pada Agisoft Photoscan Professional fungsinya untuk
menyembunyikan sebagian atau keseluruhan gambar pada salah satu layer
maupun beberapa layer pada Agisoft Photoscan Professional. . Gunakan warna
hitam untuk menyembunyikan gambar dan warna putih untuk menampilkan
gambar.
Adapun langkah-langkah yang akan di lakukan dalam proses
masking foto adalah sebagai berikut :

1.

Double klik pada salah satu foto untuk menampilkannya dengan lebih
jelas, sehingga foto ini dapat digeser dan dilakukan proses zooming
dengan menggunakan mouse.

Gambar3.4.3 tampilan foto setelah ditambahkan pada workspace

17

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

2.

Langkah selanjutnya adalah Import data EXIF (koordinat posisi foto)


dengan cara mengklik icon
atas ground control pane.

import EXIF yang terletak pada bagian

Gambar 3.5 proses import data EXIF

3.

Ganti tampilan layer foto pada tampilan model dengan mengklik


halaman model.

Gambar 3.6 layer foto pada tampilan model

4.

Pastikan posisi kamera/foto telah diimport dan muncul berupa


kumpulan bulatan warna biru pada tampilan halaman model dan pada
ground control pane muncul nilai koordinat tiap foto. Tampilan ini bisa
digeser, zoom, dan diputar terhadap orientasi x y z.

Gambar 3.7 layer foto pada tampilan model

5.

Pilih icon
rectangle selection untuk melakukan proses masking
foto. Masking foto digunakan untuk memilih bagian foto yang tidak
diikutkan proses pengolahan karena terdapat obyek penghalang atau
karena terletak pada bagian tepi foto (reduksinya besar).

Gambar 3.8 dialog toolbar.

18

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

6.

Tarik dari ujung kiri atas ke ujung kanan bawah sehingga terbentuk
kotak area masking. Buat kotak tersebut kira-kira 5 % sampai 10 % dari
area tepi foto.

Gambar 3.9 kotak area masking pada foto

7.

Klik icon
invert selection pada toolbar edit diatas tampilan foto
untuk mengganti area masking menjadi area tepi foto.

Gambar 3.10 dialog toolbar edit.

8.

Masking telah terbentuk untuk foto yang ditampilkan pada area tepi
foto tersebut.

Gambar 3.11 masking foto yang terbentuk pada foto.

19

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

Selanjutnya klik icon add selection pada toolbar edit.

Gambar 3.12 dialog tollbar edit.

Gambar 3.13 tampilan foto yang telah di masking

9.

Eksport masking untuk menyimpan pada file tertentu agar bisa


digunakan pada foto yang lain dengan cara klik kanan pada foto yang
telah dilakukan proses masking lalu pilih export mask.

Gambar 3.14 proses export mask.

20

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

10.

Tampilan jendela Export Mask.

Gambar 3.15 kotak dialog export mask.

11.

Pilih Current Photo pada pilihan Export mask for.

Gambar 3.16 kotak dialog export mask

12.

Pilih Single channel mask image pada pilihan File type lalu klik OK

Gambar 3.17 kotak dialog export mask

21

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

13.

Simpan hasil mask dengan nama Mask pada file foto UAV, lalu klik
save.

Gambar 3.18 proses export mask

14.

Langkah selanjutnya adalah lakukan proses import mask untuk semua


foto dengan data hasil masking sebelumnya. Klik kanan salah satu
tumbnail foto dan pilih Import Mask.

Gambar 3.19 proses import mask

15.

Tampilan jendela Import mask

Gambar 3.20 kotak dialog import mask

22

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

16.

Pilih Active Chunk atau Entire workspace (sesuai keperluan) pada


pilihan Import masks for.

Gambar 3.21 kotak dialog import mask

17.

Pilih From file pada pilihan Method.

Gambar 3.22 kotak dialog import mask

18.

Pastikan nama file pada kolom mask files name telah sesuai dengan
nama mask yang dibuat sebelumnya. Klik OK.

Gambar 3.16 kotak dialog import mask.

23

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

19.

Tentukan folder letak mask yang telah kita simpan. Klik Select folder.

Gambar 3.23 proses import mask

20.

Tunggu proses import mask selesai.

Gambar 3.24 proses import mask

3.4. Align Foto


Proses Align photos dapat di laksaakan dengan langkah-langkah sebagai
berikut :
1. Proses selanjutnya adalah membentuk mosaick foto dengan memilih Align
Photos pada menu Workflow.

24

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

Gambar 3.25 proses mosaic foto

2. Tampilan jendela Align photos.

Gambar 3.26 kotak dialog align photos.

3. Set Acuracy sesuai keperluan.

Gambar 3.27 kotak dialog align photos.

4. Pilih Ground control pada pilihan Pair preselection.

Gambar 3.28 kotak dialog align photos

25

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

5. Beri tanda cek pada Constrain features by mask. Lalu klik OK.

Gambar 3.29 kotak dialog align photos

6. Tunggu proses Mosaick foto selesai. Lama waktu tergantung kondisi data
dan jumlah data.

Gambar 3.30 proses mosaic foto

7. Tampilan halaman model setelah proses mosaick selesai, muncul tampilan


pointcloud.

Gambar 3.31 kotak dialog align photos

26

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

8. Ganti halaman Workspace pada halman Ground control

Gambar 3.32 halaman ground control

9. Lakukan setting akurasi ketelitian ground control dengan klik icon


setting pada halaman ground control bagian atas.

Gambar 3.33 kotak dialog toolbar

10. Ketikan akurasi dari koordinat gps kamera lalu klik OK.

Gambar 3.34 kotak dialog ground control settings

11. Untuk melakukan optimasi posisi berdasar data parameter orientasi


kamera, klik icon
Optimize. Lalu klik Ok pada jendela Optimize
Photo Alignment dengan memastikan parameter yang akan di optimasi
telah dicentang.

Gambar 3.35 kotak dialog optimize photo alignment

27

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

12. Tunggu proses Optimize foto selesai. Lama waktu tergantung kondisi data
dan jumlah data.

Gambar 3.36 proses

optimize foto.

13. Tampilan point cloud tidak lagi akan cembung seperti sebelumnya.

Gambar 3.37

tampilan point cloud.

3.5. Build Geometry


Proses Build Geometry dapat di laksaakan dengan langkah-langkah sebagai
berikut :
1. Lakukan proses penyusunan geometri 3D hanya berdasar point cloud
sebelum menenmpatkan titik kontrol. Klik Build Geometry pada menu
Workflow.

Gambar 3.38 proses

build geometri.

28

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

2. Tampilan menu Build Geometry

Gambar 3.39 kotak

dialog build geometri

3. Pilih Height field pada pilihan Object type.

Gambar 3.40 kotak

dialog build geometri.

4. Pilih Point Cloud pada pilihan Geometry Type.

Gambar 3.41 kotak

dialog build geometri.

29

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

5. Pastikan pengaturan seperti berikut ini dan lalu klik OK.

Gambar 3.42 kotak

dialog build geometri.

6. Tunggu proses Build Geometry selesai. Lama waktu tergantung kondisi


data dan jumlah data.

Gambar 3.43 poses build geometry.

7. Tampilan 3D berdasar point cloud saja.

Gambar 3.44 tampilan 3D point cloud.

30

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

8. Tampilkan foto yang mana terdapat obyek titik kontrol.

Gambar 3.45 tampilan dengan titik kontrol.

3.6. Transformasi Koordinat


Transformasi Koordinat Proses dapat di laksaakan dengan langkah-langkah
sebagai berikut:
1. Klik icon

Edit marker untuk memulai menentukan letak titik kontrol

pada foto.
2. Letakan kursor pada lokasi dimana titik kontrol berada, kemudian klik
kanan dan pilih create marker.

Gambar 3.46 proses create market.

31

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

3. Pastikan muncul tanda bendera hijau dan no titik pada lokasi tersebut.

Gambar 3.47 proses create market.

4. Pada Ground Control Pane isikan nilai koordinat x y dan tinggi (z).
Setelah itu ganti nama pointnya menjadi B26 sesuai dengan data GCP
yang ada.

Gambar 3.48 proses memasukan koordinat GCP

5. Lakukan hal serupa untuk titik kontrol selanjutnya.

Gambar 3.49 proses memasukan koordinat GCP

32

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

6. Kesalahan (RMSE) dapat dilihat pada halaman tampilan list GCP dengan
menggeser ke sisi kanan nilai koordinat.

Gambar 3.50 proses memasukan koordinat GCP

7. Pilih salah satu point dengan mengkliknya, Misalnya B27.

Gambar 3.51 proses memasukan koordinat GCP.

8. Pilih icon
Filter by markers untuk memilih foto yang terdapat
tampilan titik
GCP B27 tersebut.

Gambar 3.52 tampilan foto yang terdapat titik GCP B27.

33

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

9. Pastikan posisi dari GCP B27 pada semua foto tersebut telah tepat pada
lokasi yang seharusnya.

Gambar 3.53 proses memasukan koordinat GCP

10. Apabila ada titik GCP yang tidak terletak pada posisi seharusnya lakukan
editing dengan mengklik icon
Edit marker lalu lakukan pergeseran
manual GCP menuju posisi yang semestinya.

Gambar 3.54 proses memasukan koordinat GCP

34

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

11. Seusai semua GCP dicek dan diedit pada semua foto, maka proses
selanjutnya adalah optimasi koordinat dengan memanfaatkan GCP yang
ada. Klik icon
Setting pada Ground Control Pane lalu isikan
ketelitian dari GCP yang ada.(pastikan ketelitian GCP lebih tinggi
dibanding ketelitian posisi GPS kamera). Lalu klik OK.

Gambar 3.55 kotak dialog ground control settings.

12. Uncheck terlebih dahulu semua koordinat GPS kamera pada Ground
Control Pane sebelah bawah. (pilih salah satu list koordinat
kameratekan CTRL+Aklik kanan salah satu list koordinatpilih
Uncheck).

Gambar 3.56 uncheck koordinat GCP.

35

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

13. Lakukan optimasi koordinat dengan klik icon

Optimize. Klik OK.

Gambar 3.57 proses optimize

Gambar 3.58 posisi point cloud telah terikat sesuai GCP

14. Lakukan proses Build geometry untuk pembentukan DSM. Pilih menu
Build geometry pada Workflow.

Gambar 3.59 proses Build

geometry.

36

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

15. Tentukan pengaturan pada jendela Build geometry seperti dibawah ini:
(Object type: Height field , Geometry Type:Sharp, Target Quality: High,
fase count:2000000, filter threshold:0, hole threshold:10)

Gambar 3.60 kotak dialog build

geometry.

16. Tunggu proses hingga selesai. Lama waktu tergantung kondisi data dan
jumlah data.

Gambar 3.61 proses build

geometry

17. Tampilan DSM setelah proses Build Geometry.

Gambar 3.62 tampilan DSM

37

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

3.7. Build Texture


Proses Build Texture dapat di laksaakan dengan langkah-langkah sebagai
berikut :
1. Jika diperlukan, lakukan proses Build texture pada menu Workflow.

Gambar 3.63 proses build texture

2. Tampilan Jendela Build texture.

Gambar 3.64 kotak dialog build texture

3. Set Mapping Mode pada pilihan Orthofoto.

Gambar 3.65 kotak dialog build texture

38

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

4. Pilih Mosaic pada kolom Blending mode.

Gambar 3.66 kotak dialog build texture

5. Pastikan setting seperti berikut ini lalu klik OK.

Gambar 3.67 kotak dialog build texture

6. Tunggu proses hingga usai.

Gambar 3.68 proses build texture

39

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

7. Tampilan DSM yang diberi texture dari orthofoto.

Gambar 3.69 tampilan DSM

3.8. Export Orthophoto, DEM dan Point Cloud


Proses Export Orthophoto, DEM dan Point Cloud dapat di laksaakan dengan
langkah-langkah sebagai berikut:
1. Output Orthofoto dapat disimpan dengan memilih menu fileexport
OrthophotoExport jpeg/tiff/png.

Gambar 3.70 proses export orthophoto

2. Tampilan jendela Export Orthophoto. Pada bagian pixel size klik meters
untuk melihat resolusi orthofoto dalam meter.

Gambar 3.71 kotak dialog export orthophoto

40

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

3. Tentukan resolusi output yang diinginkan, jika tidak diganti maka resolusi
akan disesuaikan kondisi foto hasil perekaman UAV.

Gambar 3.72 kotak dialog export orthophoto

4. Tentukan nama dan file untuk menyimpan Orthofoto.

Gambar 3.73 penyimpanan orthophoto

5. Tunggu sampai selesai.

Gambar 3.74 proses export orthophoto

41

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

6. Output berupa DEM hampir serupa seperti menyimpan orthofoto hanya


saja menu yang dipilih adalah menu fileExport DEM.

Gambar 3.75 proses export DEM

7. Tentukan resolusi DSM atau biarkan sesuai resolusi hail pengolahan.

Gambar 3.76 proses export DSM.

8. Tentukan nama DSM dan file penyimpannya.

Gambar 3.77 proses export DSM

42

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

Gambar 3.78 proses export DSM

9. Untuk menyimpan list point cloud DSM dapat dilakukan dengan memilih
menu File Export point.

Gambar 3.79 proses export point

10. Tentukan nama file, format data (xyz Point Cloud *txt), dan direktori
penyimpannya. Lalu klik Save.

Gambar 3.81 proses export point cloud

43

Laporan Praktikum Fotogrametri Digital

Gambar 3.82 kotak dialog export point cloud

11. Tunggu proses hingga selesai.

Gambar 3.83 proses export point cloud

44

Anda mungkin juga menyukai