Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA (KI-3141)

MODUL PERCOBAAN K-1


ISOTERM ADSORPSI

Nama

: Elfina Marchantia Karima

NIM

: 10512039

Kelompok

: IV

Shift

: Jumat Pagi

Tanggal Praktikum

: 31/10/2014

Tanggal Pengumpulan

: 07/11/2014

Asisten Praktikum

: Qurrotu (10511104)
Aptika ( 20513047)

LABORATORIUM PENDIDIKAN KIMIA FISIKA


PROGRAM STUDI SARJANA KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2014
0

Percobaan 1
Isoterm Adsorpsi

I.

Tujuan
Menentukan nilai tetapan isoterm adsorpsi Freudlich untuk proses adsorpsi asam
asetat dan asam klorida pada arang

II.

Teori Dasar
Adsorpsi adalah penyerapan suatu zat pada permukaan zat lain. Fenomena ini
melibatkan interaksi fisik, kimia, dan gaya elektrostatik antara adsorbat dengan
adsorben pada permukaan adsorben. Ada dua macam adsorpsi yaitu adsorpsi fisika
dan adsorpsi kimia. Dalam adsorpsi fisika, molekul-molekul teradsorpsi pada
permukaan dengan ikatan yang lemah (bersifat reversible, dengan cara menurunkan
tekana gas atau konsentrasi zat terlarut). Sedangkan adsorpsi kimia melibatkan ikatan
koordinasi sebagai hasil penggunaan elektron bersama-sama adsorben dan adsorbat.
Adsorben adalah zat yang mengadsorpsi zat lain. yang memiliki ukuran partikel
seragam, kepolarannya sama dengan zat yang akan diserap dan mempunyai berat
molekul besar. Adsorbat adalah zat yang teradsorpsi zat lain. Fakttor-faktor yang
mempengaruhi kapasitas adsorpsi antara lain, luas permukaan adsorben, ukuran pori
adsorben, kelarutan zat terlarut, pH, dan temperatur.
Adsorpsi isoterm adalah hubungan yang menunjukkan distribusi adsorben
antara fase teradsorbsi pada permukaan adsorben dengan fase ruah kesetimbangan
pada temperatur tertentu. Ada tiga jenis hubungan matematik yang umumnya
digunakan untuk menjelaskan isoterm. Isoterm ini berdasarkan asumsi bahwa
adsorben mempunyai permukaan yang heterogen dan tiap molekul mempunyai
potensi penyerapan yang berbeda-beda. Persamaan ini merupakan persamaan yang
dikemukakan oleh Freundlich. Persamaannya adalah :
x/m = k C 1/n
dimana:
x = banyaknya zat terlarut yng teradsorpsi (mg)
m = massa adsorben (mg)
C = konsentrasi adsorben yang sama
k,n = konstanta adsorben

Dari isoterm ini, akan diketahui kapasitas adsorben dalam menyerap air.
Isoterm ini akan digunakan dalam penelitian yang akan dilakukan, karena dengan
isoterm ini dapat ditentukan efisisensi dari suatu adsorben.
Karbon aktif umumnya mempunyai daya adsorpsi yang rendah dan daya
adsorpsi dapat diperbesar dengan mengaktifkan arang dengan menggunakan uap atau
bahan kimia,aktivitas ini bertujuan memperbesar luas permukaan arang dengan
membuka pori-pori yang tertutup.

III.

Data Pengamatan
T ruang = 26.50C
A. HCl

[HCl] (mL)

V ambil (mL)

Vtitrasi (mL)

0,0159

50

6,9

0,0339

50

14,2

0,0657

50

29

0,1292

25

27

0,2542

10

23,6

0,5104

10

48,1

[CH3COOH] (mL)

V ambil (mL)

V titrasi (mL)

0,0164

50

3,9

0,0339

50

10,9

0,0657

50

24,7

0,1292

25

25,4

0,2542

10

21,7

0,5104

10

45,1

B. CH3COOH
T = 210C

IV.

Pengolahan Data
N awal = M asam x V asam = 50 x 0,0159 =
N akhir =

Cads = N awal N akhir =


X = Cads . Mr (asam) . 0,1 L =
3

Adapun pengolahan datanya dapat dibuat tavel seperti berikut:


A. HCl
V
N
Vtitrasi
N akhir
m
log
ambil
Awal
Cads
x (mg)
X/m
log x/m
(mL)
(mmol)
(mg)
Cads
(mL)
(mmol)
0,0159
50
6,9
1000 0,00284529 -2,545874 -0,10769
0,795 0,01461 0,780386 2,84528663

[HCl]
(M)

0,0339

50

14,2

0,0657

50

29

0,1292

25

27

0,2542

10

23,6

0,5104

10

48,1

1,695
3,285
3,23
2,542
5,104

0,03008
0,06142
0,11437
0,24992
0,50938

1,664924
3,223578
3,115628
2,292076
4,594621

6,07031436

1000 0,00607031

11,7531654

1000 0,01175317

11,3595797

1000 0,01135958

8,3569091

1000 0,00835691

16,7519882

1000 0,01675199

2,2167888
1,9298452
1,9446377
2,0779543
1,7759336

Didapatkan grafik :

HCl
0
-0.2

0.2

0.4

0.6

0.8

-0.5

log x/m

-1
-1.5

y = x - 2.4382
R = 1

-2
-2.5
-3

log Cads

Dari grafik didapatkan persamaan :


y = x - 2,4382
Intersep = log K = -2,4382
K = 3,687
N = gradien = 1

0,221395
0,508338
0,493546
0,360229
0,66225

B. CH3COOH
[CH3C
OOH]
(M)

V
ambil
(mL)

V titrasi N
(mL)
Awal

0,0164

50

3,9

0,0339

50

10,9

0,0657

50

24,7

0,1292

25

25,4

0,2542

10

21,7

0,5104

10

45,1

N akhir

0,82

0,00826

Cads

X (mg)

m(mg)

0,81174 4,875309239

1,695 0,023086 1,671914 10,04151428


3,285 0,052315 3,232685 19,41550851
3,23 0,107594 3,122406 18,75316803
2,542 0,229803 2,312197 13,88705518
5,104 0,477609 4,626391 27,78610435

x/m

log x/m

1000 0,004875309 2,3119978


1000 0,010041514 1,9982008
1000 0,019415509 1,7118512
1000 0,018753168 1,7269254
1000 0,013887055 1,8573898
1000 0,027786104 1,5561723

Didapatkan Grafik :

CH3COOH
0
-0.2

0.2

0.4

0.6

0.8

log x/m

-0.5
-1
y = x - 2.2214
R = 1

-1.5
-2
-2.5

long Cads

Dari grafik didapatkan persamaan :


y = x - 2,2214
Intersep = log K = -2,2214
K = 6,006
N = gradien = 1

log cads

-0,09058
0,223214
0,509563
0,494489
0,364025
0,665242

V.

Pembahasan
Dari percobaan yang dilakukan dipadaptkan kurva pengaluran log x/m terhadap lig

Cads yang linier, dengan gradien 1. Pada percobaan ini adsorban yang digunakan adalah
arang,dimana sebelum digunakan harus diaktifkan dulu dengan cara dipanaskan. Hal ini agar
pori-pori arang semakin besar sehingga dapat memepermudah penyerapan. Karena semakin
luas permukaan adsorben maka daya penyerapannya pun semakin tinggi.

Dimana

penggerusan pada arang adalah cara memperluas permukaan adsorbennya. Pengaktifan arang
dapat dilakukan dengan beberapa cara.
Aktivasi adalah suatu perlakuan terhadap arang yang bertujuan untuk memperbesar pori
yaitu dengan cara memecahkan ikatan hidrokarbon atau mengoksidasi molekul-molekul
permukaan sehingga arang mengalami perubahan sifat, baik fisika maupun kimia, yaitu luas
permukaannya bertambah besar dan berpengaruh terhadap daya adsorpsi. Selain karbon aktif,
yang biasa digunakan sebagai adsorben adalah silika gel, zeolit dan penyaring molekul.
Prinsip percobaan adsorpsi isoterm didasarkan pada teori frundlich, yaitu banyaknya zat
yang diadsorpsi pada temperatur tetap oleh suatu adsorban tergantung dari konsentrasi dan
kereaktifan adsorbat mengadsorpsi zat-zat tertentu. Percobaan ini menggunakan adsorpsi
fisika karena adanya gay van der waals antara adsorben dengan adsorbat yang digunakan
sehingga proses adsorpsi hanya terjadi ada permukaan larutan.
Adapun titrasi dilakukan untuk mengetahui konsentrasi larutan asam yang telah
teradsorpsi. Penggunaan indikator fenolftalein bertujuan untuk mengetahui titik akhir titrasi
larutan yang ditunjukkan dengan adanya perubahan warna larutan menjadi merah muda.
Alasan lain ialah karena titrasi yang dilakukan menggunakan metode alkalimetri, yakni
dititrasi dengan larutan standar basa, sehingga digunakan indikator fenolftalein yang
mempunyai rentang pH 8,3-10,0. Volume NaOH yang dipakai pada setiap kegiatan titrasi
dicatat untuk menghitung konsentrasi larutan asam yang teradsorpsi.

VI.

Kesimpulan
Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan :
1. Untuk larutan HCl, k = 3,687, dan n= 1
6

2. Untuk larutan CH3COOH k = 6,006, dan n =1

VII.

Daftar Pustaka
Castellan,1982. Physical Chemestry. Edisi ketiga.Addison-Wesley Publishing
Company.
Osick,J.1983. Adsorption. Ellis Hardwood Ltd.Chicester.England.
Kateren, 1987. Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan. Edisi VI . Jakarta
Khopkar, S.M, 2008. Konsep Dasar Kimia Analitik. AB: A. Saptorahardjo. UIPress.Jakarta.
Sukardjo,1990. Kimia Anorganik. Jakarta:Rineka Cipta.