Anda di halaman 1dari 54

1

BAB I
PENDAHULUAN
Kosmetika sudah dikenal sejak zaman dahulu. Di mesir sejak 3500 tahun
SM telah digunakan bahan-bahan untuk mempercantik diri, berupa minyak hewani
dan tumbuh-tumbuhan, rempah-rempah, madu, susu dan lain-lain.
Dalam perkembangan selanjutnya kosmetika merupakan komoditi yang
diproduksi secara luas dan diatur oleh berbagai peraturan dan persyaratan tertentu
untuk memenuhi standar mutu dan keamanan bagi konsumen. Industri kosmetika
dan perawatan individu merupakan suatu kekuatan ekonomi yang besar di dunia
saat ini. Segala hal mengenai kosmetika yang dibutuhkan dengan mudah
didapatkan seseorang, demikian juga iklan-iklan mengenai kosmetika ini dapat
dilihat secara luas di media cetak dan media elektronik. Di setiap negara terdapat
peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dalam pembuatan dan penyebaran
kosmetika yang berlaku. Di Indonesia, permasalahan yang berkaitan dengan
kosmetika ini ditangani oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Menurut Keputusan Kepala Badan POM RI Nomor: HK.00.05.4.1745,
kosmetika adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada
bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ genital bagian
luar) atau gigi, dan mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan,
mengubah penampilan, dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau
memelihara tubuh pada kondisi baik.
Seseorang memakai kosmetika untuk mendapatkan manfaat kesehatan kulit
antara lain dengan melakukan perawatan kulit dan kebersihan tubuh untuk menjadi
lebih cantik, membuat tubuh berbau wangi dan perlindungan kulit. Pembagian
kosmetik berdasarkan kegunaan dan cara bekerjanya dibagi menjadi :
A. Kosmetika perawatan.
Kosmetika

perawatan

adalah

kosmetika

yang

digunakan

untuk

mempertahankan kelembutan, kelenturan, kebersihan kulit, dan mencegah efek


buruk akibat pengaruh luar seperti dingin, panas, sinar matahari, dan angin.
Berdasarkan bagian tubuh yang dirawat, terdapat kosmetika perawatan untuk kulit,
kuku dan rambut. Fungsi kosmetika perawatan :

1. Pembersih
Tujuan dari pembersih kulit adalah menghilangkan kotoran dan bau yang
melekat pada tubuh dan wajah. Bahan yang digunakan :
a. Cair : air, campuran air dengan alkohol, alkohol.
b. Minyak, minyak dengan air.
c. Padat (masker).
d. Mekanis (Peeling).
2. Pelembab
Kosmetika pelembab berguna untuk memperbaiki kekeringan kulit akibat
paparan sinar matahari atau penuaan. Bentuk sediaan kosmetika pelembab
biasanya emulsi minyak dalam air atau emulsi air dalam minyak. Daya kerja
pelembab melembutkan kulit yaitu dengan cara menarik air dari lapisan kulit
yang lebih dalam atau dari udara sekelilingnya, dan juga dengan cara menahan
penguapan air. Pelembab terbukti sangat efektif mempertahankan persediaan air
pada kulit sehingga senantiasa segar dan tidak kering.
3. Pelindung
Terdapat kosmetika pelindung kulit, berupa :
a. Pelindung polusi : dasar bedak (foundation).
b. Pelindung terhadap sinar ultraviolet : tabir surya (sunscreen).
B. Kosmetika Dekoratif
Kosmetika dekoratif merupakan kosmetika estetika untuk mempercantik wajah
dengan mempertegas atau menyamarkan bagian-bagian dari wajah, sehingga
kosmetika ini berfungsi memperbaiki wajah yang kurang sempurna dengan trik
pulasan dekoratif.
C. Kosmetika wewangian
Yang termasuk dalam kosmetika wewangian antara lain adalah parfum, cologne,
deodoran, aftershave, dan pewangi mulut (Harry, 1982).
Berdasarkan Keputusan Kepala Badan POM RI Nomor: HK.00.05.4.1745
tanggal 5 Mei 2003 tentang kosmetika, penggolongan kosmetika berdasarkan
bahan dan penggunaaannya, serta untuk maksud evaluasi produk, kosmetik dibagi
menjadi 2 golongan, adalah sebagai berikut:
1. Kosmetika Golongan I adalah:

a. Kosmetika ang digunakan untuk bayi;


b. Kosmetika yang digunakan di sekitar mata, rongga mulut, dan mukosa
lainnya;
c. Kosmetika yang mengandung bahan dengan persyaratan kadar dan
penandaan;
d. Kosmetika yang mengandung bahan dan fungsinya belum lazim, serta belum
diketahui keamanan dan kemanfaatannya.
2. Kosmetika Golongan II adalah kosmetika yang tidak termasuk golongan I.
Berdasarkan Lampiran Keputusan Deputi Bidang Pengawasan Obat
Tradisional, dan Produuk Komplemen Nomor: PO.01.04.42.4082 tentang
pedoman tata cara pendaftaran dan penilaian kosmetika, kategori kosmetik
berdasarkan fungsinya terdiri atas:
1. Sediaan bayi.
2. Sediaan mandi.
3. Sediaan kebersihan badan.
4. Sediaan cukur.
5. Sediaan wangi-wangian.
6. Sediaan rambut.
7. Sediaan pewarna rambut.
8. Sediaan rias mata.
9. Sediaan rias wajah.
10. Sediaan perawatan kulit.
11. Sediaan mandi surya dan tabir surya
12. Sediaan kuku.
13. Sediaan higiene mulut
BAB II
SEDIAAN KOSMETIKA PERAWATAN KULIT
A. Pendahuluan
Kulit merupakan bagian terbesar dari tubuh manusia, yang berfungsi
melindungi organ tubuh bagian dalam dari efek-efek lingkungan yang merusak
kulit. Karena itu, sangatlah penting untuk menjaga kesehatan kulit dari efek-efek

lingkungan yang merusak. Pada dasarnya kulit kita terdiri atas 3 lapisan. Lapisan
kulit yang paling luar atau disebut epidermis hanya mempunyai ketebalan 0,2 mm
dan disangga oleh lapisan di dalamnya, yaitu dermis dengan ketebalan 2 mm.
Epidermis terdiri atas beberapa jenis sel, yang mempunyai peran yang besar untuk
mengangkat sel-sel yang rusak pada lapisan ini.
Dalam keadaan normal dan ideal, sel-sel kulit yang sehat membentuk
jaringan-jariangan penyangga yang sehat (kolagen) yang diperlukan untuk menjaga
elastisitas dan kehalusan kulit. Jaringan penyangga pada lapisan dermis akan
menghasilkan melanin yang sehat dan berwarna cerah yang akan menjadikan kulit
wajah cerah, sehat, dan segar berseri. Namun ketika lingkungan kita berubah,
berbagai pengaruh luar dan faktor usia dapat mempengaruhi penampilan kulit,
antara lain:
1. Pengaruh sinar matahari
Sinar matahari dapat menyebabkan kulit menjadi rusak, pigmentasi, penuaan
dini bahkan kanker kulit. Lapisan epidermis kerap terkena langsung sinar
matahari, polusi dan zat-zat renik yang tidak terlihat. Radiasi dari sinar UV-A
yang mengandung radikal bebas dan zat-zat oksidan menghasilkan pengaruh
buruk pada jaringan epidermis sehingga menyebabkan terjadinya penuaan dini.
Sedangkan radiasi UV-B berpengaruh buruk pada lapisan epidermis kulit yang
menyebabkan kulit seperti terbakar, hiperpigmentasi, bahkan dapat memicu
timbulnya kanker kulit.
2. Pengaruh AC
AC dapat menyebabkan kekeringan atau dehidrasi kulit yang bila dibiarkan akan
mengakibatkan kulit kering, mengelupas dan berkurangnya kelembaban.
3. Pengaruh usia atau hormonal
Seiring dengan bertambahnya usia kadar elastisitas kulit pun cenderung
menurun. Cara menghindarinya adalah dengan memberi nutrisi pada kulit seperti
vitamin A, B, C, D, E, K, mineral dari ekstrak tumbuhan, kolagen dan lain-lain .
Umur
< 15

Penampilan
Kulit berada dalam keadaan
hampir sempurna. Tekstur halus,
pori-pori kecil.

15 - 25

Jerawat akan bemunculan. Garis

Fisiologi
Kemampuan kulit memperbaiki
sel-sel yang rusak masih bagus.
Aktivitas kelenjar cebaceous ren
dah. Kadar air dalam kulit bagus.
Aktivitas kelenjar cebaceous

wajah mulai muncul, tetapi tidak


menetap, pori-pori kulit
membesar.
25 - 45

Kerutan halus (Fine lines) mulai


muncul, kerutan mulai terlihat.
Tanda awal kulit disekitar sudut
mata mulai kendur. Elastisitas
sedikit bekurang.

45 - 55

Semakin banyak kerut, tekstur


kulit menjadi kasar, warna pucat
kekuning-kuningan mulai
muncul. Pori-pori dan noda
hitam membesar dan semakin
jelas. Kulit di sudut mata dan
leher semakin kendur.

>55

Kerut dan garis halus semakin


banyak. Warna kulit tidak
merata, kulit semakin kendur,
lingkaran hitam di sekitar mata.
Sumber: Which Magazine, June 1996

tinggi. Sedikit penurunan pada


proses perbaikan dermis. Sistem
kekebalan tubuh dan ikatan
kolagen, penyerapan air mulai
berkurang.
Penurunan proses perbaikan
dermis menyebabkan
berkurangnya kolagen dan
meningkatkan kerusakan jaringan.
Kulit mulai mengalami dehidrasi
yang cukup berpengaruh.
Penurunan proses perbaikan
dermis dan kekebalan tubuh yang
cukup tajam. Degenerasi dermis
berlanjut, kolagen dan elastin
berkurang. Ikatan antar lapisan
kulit semakin menurun.Epidermis
dan lapisan tanduk menipis. Kulit
cenderung menjadi kering.
Kerusakan kolagen dan elastin
berlanjut. Produksi sebum sangat
berkurang. Produksi melanin
sangat meningkat.

B. Memilih Kosmetika Sesuai Jenis Kulit


Seseorang sebaiknya terlebih dahulu mengenali jenis kulitnya sebelum
memutuskan memakai kosmetik tertentu. Sering kali seseorang memilih kosmetik
tanpa mempertimbangkan efek sampingnya terhadap kulit. Pemilihan itu sangat
berhubungan dengan fungsi kulit untuk manusia. Kulit berfungsi antara lain
melindungi tubuh terhadap kehilangan cairan, masuknya bahan beracun dan
mikroorganisme serta kerusakan akibat radiasi sinar ultra violet dan kekuatan
mekanis (benturan). Tipe kulit dibagi atas 3 jenis yaitu:
1. Kulit normal
Kulit tipe ini biasanya tidak memiliki kelainan, apabila diraba terasa lembut,
pori-pori terlihat meskipun tidak lebar-lebar. Namun demikian seiring dengan
berjalannya waktu, kulit akan mengalami perubahan. Untuk kulit normal tidak
diperlukan perawatan khusus. Yang diperlukan adalah mempertahankan
keseimbangan kulit agar selalu berfungsi secara normal. Pakailah pembersih

tanpa sabun, pelembab dalam bentuk campuran air dan minyak, dan jangan lupa
untuk selalu melakukan perlindungan untuk kulit berupa pemakaian produk
tabir surya.
2. Kulit kering
Terlihat kering, bersisik halus, keriput, tidak lentur, pori-pori hampir tidak
kelihatan, kasar dan kadang pecah-pecah. Jenis kulit ini terbagi 2 macam:
a. Kulit kering karena faktor lain.
Terkadang kulit itu sebelumnya normal atau berminyak. Kulit menjadi kering
akibat pengaruh lingkungan, seperti terpapar sinar UV, hawa panas, hawa
dingin, angin yang mengeringkan, pemakaian detergen, atau pengobatan
tertentu.
b. Kulit kering alamiah, terbagi atas :
Kulit kering yang ada hubungannya dengan penyakit (patologis), dimana
terdapat kelainan genetik dalam proses pembentukan kulit seperti terlihat
pada penyakit kulit bersisik ( ichtyosis).
Kulit kering yang tidak ada hubungannya dengan penyakit, yang
dipengaruhi oleh faktor luar, seperti yang terlihat pada kulit orang tua
atau seseorang dengan kekeringan kulit ringan. Untuk kulit kering,
sebelum dilakukan perawatan perlu ditentukan dulu apakah termasuk tipe
patologis atau non patologis. Oleh karena tipe ini sering termasuk
sensitif, maka pembersihan kulit dilakukan dengan memakai sabun yang
tidak mengandung soda atau susu pembersih atau pembersih dengan
bahan minyak. Dibutuhkan pelembab baik saat di rumah maupun di luar
rumah. Khusus untuk perawatan wajah yang tergolong kulit kering,
sangat tidak disarankan memakai penyegar kulit yang berkadar alkohol
tinggi atau astringen.
3. Kulit berminyak
Timbul saat pubertas dan hanya terjadi pada bagian atas yang mengandung
kelenjar cebaceous dalam jumlah besar. Kulit berminyak ini ada 2 jenis:
a. Kulit berminyak ringan

Biasanya dialami remaja dan dewasa ringan. Ciri-cirinya kulit menebal,


mengkilat terutama pada dahi dan hidung. Pada kasus yang mencolok poripori terlihat lebar (kerosis).
b. Kulit berminyak secara klinis.
Biasanya diikuti dengan penyakit, seperti acne dan dermatitis yang ditandai
dengan adanya bercak warna merah, sisik yang berminyak, kerutan di daerah
batas rambut, alis mata, lipatan hidung, dagu dan daerah dada.
Seseorang dengan kulit berminyak membersihkan kulitnya beberapa kali
dengan sabun, air hangat atau dengan susu pembersih. Kemudian sisa minyak
dibersihkan dengan penyegar kulit atau astringen. Jika diperlukan dapat juga
menggunakan pengelupas kulit atau masker. Kulit tipe ini tidak memerlukan krim
pelembab. Namun demikian pemakaian tabir surya dibutuhkan jika melakukan
aktivitas di luar ruangan.
Tipe kulit seseorang tidak dapat diubah, tapi perlu dirawat secara teratur
sesuai tipe kulit masing-masing. Perawatan tersebut antara lain dengan
menggunakan kosmetik.
B. Definisi
Sediaan perawatan kulit merupakan sediaan yang digunakan untuk merawat
kulit agar kulit menjadi bersih dan sehat, terlindung dari kekeringan, sengatan
matahari, cuaca dingin dan agar kulit nampak segar dengan tekstur yang lembut
dan menarik. Umumnya sediaan kosmetika perawatan kulit merupakan sediaan
emulsi yang secara fisik dapat memiliki banyak bentuk, mulai dari bentuk cair
sampai semi padat. Sediaan krim dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor korelasi
yang dapat ditanggulangi dengan berbagai faktor dalam metode pembuatannya,
biasanya parameter yang digunakan berupa kekentalan, kerapatan, dan sebagainya
yang dihubungkan dengan fungsinya seperti pembersih dan pemberi nutrisi kulit.
Sediaan bentuk krim dipengaruhi oleh berbagai faktor sebagai berikut :
1. Fungsi
Krim yang termasuk dalam kelompok yang dipengaruhi fungsi, dibuat
berdasarkan pemakaiannya. Contohnya adalah krim tangan dan tubuh (hand
and body lotion), vanishing cream, krim malam dan krim urut (night cream and

massage cream), krim pembersih (cleansing cram), krim dingin (cold cream),
dan krim serbaguna (all purposes cream).
2. Penampilan Fisik.
Krim tidak hanya diklasifikasikan dari bentuk cair atau padat saja, tetapi
dideskripsikan dari lembutnya, kekakuannya, dan tebal tipisnya krim tersebut.
3. Tipe Emulsi
Setiap krim dapat dibuat dengan tipe minyak dalam air atau air dalam minyak,
hal ini dipengaruhi oleh tempat dimana krim tersebut digunakan.
4. pH Krim
Bila krim tersebut termasuk tipe minyak dalam air, maka pH krim tersebut harus
meliputi pH seluruh sediaan. Jika tipe air dalam minyak maka harus terdispersi
dalam 50% etanol.
C. Penggolongan
Sediaan kosmetika perawatan kulit digolongkan sebagai berikut :
1. Perawatan Kulit Wajah (face care), meliputi :
a. Pembersih, berupa sediaan :
- Krim pembersih (cleansing cream)
- Susu pembersih (cleansing milk)
- Krim pelapis (vanishing cream)
b. Penyegar, berupa sediaan :
- Tonik kulit
- Losio pengencang
- Krim astringen
c. Krim nutritif, krim urut, dan krim pelembut.
d. Krim anti kerut
d. Masker
2. Perawatan kulit tubuh (body care), meliputi : krim tangan dan krim tubuh (hand
and body cream).
2.1 Perawatan Kulit Wajah (Face Care)

Saat ini tubuh bugar sangat populer. Membangun dan menjaga tubuh untuk
tetap selalu kuat dan bugar merupakan perhatian semua orang. Tetapi banyak
orang yang tidak memperhatikan kebugaran wajahnya. Para ahli kecantikan
kebanyakan juga kurang tanggap terhadap prosedur perawatan wajah. Umumnya
mereka hanya melakukan tindakan yang sesuai dengan apa yang mereka baca dari
buku panduan, tanpa memahami benar efek dari setiap gerakan yang dilakukannya.
Manfaat perawatan wajah akan diperoleh bila sasaran tindakan sesuai dengan
struktur anatomis dari otot-otot wajah. Setiap otot-otot wajah masing-masing
mempunyai fungsi sendiri sehingga setiap gerakan yang dilakukan pada wajah
harus sesuai dengan fungsi otot yang mendasarinya. Misalnya, otot frontalis pada
dahi mempunyai serabut otot yang menuju ke arah atas dan berfungsi untuk
mengerutkan kening dan menaikan bulu mata. Dengan demikian tindakan
perawatan yang dilakukan (terutama tindakan massage pada daerah tersebut) harus
sesuai dengan arah ototnya sehingga tidak menyebabkan kekerutan atau otot
menjadi kendor.
A. Krim Pembersih
Pembersihan kulit wajah merupakan tindakan paling penting untuk menjaga
kebugaran wajah dengan tujuan menghilangkan sel-sel kulit mati, debu, kotoran,
dan sisa-sisa make up yang menempel pada kulit wajah tersebut. Untuk
mendapatkan hasil yang baik, proses pembersihan wajah sebaiknya dilakukan
dengan menggunakan kotak kosmetika pembersih yang sesuai dengan umur dan
jenis kulit seseorang. Pembersihan wajah juga berfungsi sebagai persiapan kulit
wajah untuk mendapatkan tindakan perawatan lebih lanjut. Pembersihan kulit
wajah dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti pembersihan menggunakan
cleansing cream atau cleansing milk (simple cleansing) dan pembersihan pori-pori
kulit lebih dalam (deep pore cleansing) dengan menggunakan suatu peralatan
listrik berupa sikat listrik atau galvanic desincrustation.
Bahan yang dipilih untuk digunakan sebagai pembersih adalah bahan yang
mampu membersihkan kotoran atau make up sesuai dengan jenis kulit, memiliki
bentuk yang tepat sehingga dapat digunakan dengan mudah, menimbulkan rasa

10

nyaman pada kulit baik yang berparfum lembut, maupun tanpa parfum dan
harganya ekonomis.
Salah satunya dari pembersih itu adalah sabun yang memiliki bahan alkali
dengan pH atau keasaman antara 9-10, artinya, sabun sangat efektif membuat kulit
iritasi dan merusak mantel asam yang sangat efektif menjaga kulit dari
kecenderungan pecah-pecah dan peka. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk
menggunakan sabun yang memiliki kadar 4,5-6, yakni kadar pH yang sama dengan
kulit. Pembilasan dan pembersihannya juga harus bersih dan benar, karena sisa-sisa
sabun pada tubuh akan memberi efek yang tidak baik.
Kulit wajah sangat sensitif sehingga pembersihan yang dilakukan harus
tepat dan benar serta sesuai dengan tata cara yang berlaku. Berikut ini adalah tata
cara pembersihan kulit wajah yang benar :
Lakukan gerakan yang benar dan hindari rangsangan yang terlalu berlebihan
pada kulit.
Pada bagian tengah dahi, hidung, dan dagu lakukan gerakan beberapa kali
karena di daerah tersebut banyak terdapat kelenjar-kelenjar dan sering
mengalami sumbatan.
Pemeriksaan wajah yang baik adalah yang dapat menghilangkan semua kotoran
yang menempel pada permukaan kulit, merangsang aliran darah balik pada
permukaan kulit, menyebabkan perubahan warna kulit, dan meningkatkan
temperatur permukaan kulit.
Lakukan gerakan effeleurage secara berkesinambungan dengan tekanan yang
seragam dan berirama, tunjukan perhatian pada daerah bermake up dan pada
daerah dengan distribusi kelenjar lemak kulit yang banyak.
Telapak tangan harus melakukan kontak sebanyak mungkin dengan kulit wajah.
Pada daerah sensitif (diatas pipi, mata dan tenggorokan) hindari penekanan
berat, gerakan yang cepat, dan lakukan pengulangan penekanan secara
bergantian.
Banyaknya jari tangan yang digunakan pada gerakan tergantung luas daerah
yang dibersihkan.
1. Krim Pembersih (cleansing cream)

11

Fungsi utama dari cleansing cream

adalah mengangkat sisa make up,

kotoran, dan minyak dari kulit leher. Formula cleansing cream yang baik dapat
dengan cepat mengangkat kosmetik yang digunakan seperti bedak muka, pemerah
pipi, bedak foundation, cake make up, dan lipstik. Penggunaan cleansing cream
memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan menggunakan sabun
pembersih karena bahan kimia lebih cepat terangkat dengan menggunakan
cleansing cream. Selain itu, cleansing cream memiki faktor iritasi yang sangat
kecil. Cleansing cream yang modern dapat menjaga keseimbangan kulit dengan
menggunakan lapisan emolien pada kulit yang menjaga kulit dari kekeringan.
Beberapa zat tambahan dapat diberikan pada krim pembersih agar menjadi formula
yang lebih baik seperti emolien dan pelindung.
Terdapat beberapa zat yang dapat digunakan sebagai pembersih muka
seperti air, campuran larutan gasolin dan terpentin, minyak mineral, sabun, dan
detergen sintetik. Air adalah zat yang baik digunakan sebagai cleaning agent dan
dapat mengangkat kotoran-kotoran yang larut dalam air. Permukaan kulit yang
normal bermuatan elektrostatik negatif, berbagai macam partikel termasuk bakteri,
juga bermuatan negatif.
Kerja cleansing cream pada umumnya membentuk ikatan antar larutan
minyak mineral dengan kotoran-kotoran pada permukaan kulit. Syarat-syarat krim
pembersih :
1. Kotoran harus dapat ditarik oleh air dan minyak yang ada dalam formula.
2. Meleleh atau menjadi lembut pada pemakaian wajah.
3. Krim dapat disebarkan pada permukaan kulit dengan mudah.
4. Lapisan krim yang tertinggal harus melembutkan dan mencegah kekeringan.
2. Susu Pembersih
Susu pembersih adalah sediaan semisolid berupa emulsi kental yang
mengandung air 60 %, tujuannya untuk pemakaian luar, bentuk ini lebih encer
dari krim. Sediaan ini mengandung larutan sabun dalam air dengan penambahan
gliserin, ektrak hazel, dan air mawar dan ditambahkan tinktur alkohol dari gom.
Penambahan tinktur alkohol ini ke fase air diendapkan dalam bentuk dispersi halus
sehingga memberikan bentuk susu pada larutan.
3. Vanishing cream

12

Vanishing cream adalah sediaan kosmetika untuk kulit yang berfungsi


sebagai penghilang kotoran, membersihkan dengan cepat sehingga membuat kulit
bersih dan bercahaya. Formula vanishing cream didasarkan pada kualitas yang
tinggi dan asam stearat sebagai asam fase minyak. Vanishing cream ini harus
mempunyai fase minyak yang meleleh di atas suhu tubuh dan mengkristal pada
bentuk yang sesuai sehingga dalam penggunaannya tidak terlihat dan memberikan
lapisan yang tidak berminyak, lebih dari itu dapat memberikan penampilan yang
menarik pada produknya.
B. Krim Penyegar (face tonic)
Face tonic digunakan untuk membersihkan dan menjaga kulit wajah dan
mengandung beberapa zat yang diklaim mampu merangsang kulit wajah. Sediaan
ini harus menyegarkan dan mendinginkan kulit sehingga cocok apabila disebut
sebagai penyegar kulit. Kandungan sediaan face tonic sama halnya dengan losion
pengencang dengan dasar alkohol, eue de cologne, dan hazel witch. Sedikit borak
dan alkali lemah serta larutan kamfer juga dapat ditambahkan. Larutan kamfer
dengan kekuatan 1:1000 dapat mendilatasi jaringan kulit serta membersihkan efek
stimulasi. Jika diinginkan dapat ditambahkan sari buah, dan juga mentol dengan
kadar tidak lebih dari 0,2 % untuk memberikan efek yang menyejukkan.
Contoh formula :
Alkohol

20 %

Air bunga jeruk

30 %

Air mawar

39 %

Kalium alumunium sulfat

0,5 %

Air

19,5 %

Pengawet

qs

C. Krim Nutritif, Krim Urut (Massage cream), Krim Pelembut (Emmolient


Cream)
Ketiga komponen krim ini biasanya jarang ditemukan dalam suatu produk
terpisah tetapi terdapat dalam satu produk yang sama. Krim biasanya dipakai di
kulit selama beberapa jam dan dianjurkan atau digunakan pada perawatan kulit

13

yang rusak karena suatu zat tertentu. Cara pemakaian krim ini sebaiknya jangan
digosok karena akan mengakibatkan zat yang terkandung di dalamnya terlalu cepat
diserap.
Dasar krim banyak mengandung minyak, air, air dalam minyak, padatan
lembut atau larutan krim yang kental yang mudah dioleskan tetapi tidak mudah
digosok. Krim yang bagus tidak cepat hilang, dengan kata lain mengandung sedikit
air dan memberikan air serta memberikan waktu pada kulit untuk mengabsorbsi zat
aktif dalam krim yang bermanfaat untuk kulit. Selain itu juga mengandung minyak
pelumas (pelincir) yang berfungsi sebagai krim urut dengan formulasi yang cocok
dan dapat juga berfungsi sebagai pelembab.
a. Pelembut (emollient)
Kulit berfungsi sebagai batas antara tubuh dan lingkungan yang menjaga
keseimbangan tubuh. Bermacam-macam keadaan lingkungan dapat mengakibatkan perubahan pada kulit. Fungsi utama dari krim adalah untuk membantu kulit
dalam menghadapi perubahan lingkungan dan menjaga agar kulit tetap sehat. Ada
dua tipe dasar kulit kering yaitu :
1. Kulit yang lama kelamaan kelembabannya dan pergerakan airnya akan
berkurang. Hal ini diakibatkan oleh nilai hidrasi stratum corneum.
2. Kulit kering yang berhubungan dengan perubahan kimia dan fisik yang
mengakibatkan penuaan (aging), continual degreasing, dll.
Fungsi dari emolien adalah memperbaiki permukaan kulit yang kekeringan
dan mengembalikan fleksibilitas kulit, dapat berupa lubricating cream, nourishing
cream, dan skin conditioning cream. Emolien mencakup krim minyak, krim
vitamin dan krim perawatan kulit dengan cara meningkatkan kadar air dan menjaga
kelembutan kulit dengan memperlambat penguapan penurunan kadar air.
Mekanisme emolien antara lain menjaga kulit dari kehilangan air yang
memungkinkan penambahan air dari dalam dan mengganti kehilangan air dari kulit
dengan menarik air dari udara oleh zat humektan yang berguna sebagai media
pentransfer.
b. Pelembab (Humectan)
Bahan-bahan yang biasanya digunakan sebagai pelembab yang aman adalah
gliserol, sorbitol, dan alkohol polihidrat lainnya. Bahan-bahan tersebut dapat

14

bekerja sebagai pelembab karena mempunyai aminolipid alami, seperti mukoprotein


atau kompleks lipomukopolisakarida. Fungsi dari pelembab ini :
1. Untuk menjaga kekeringan krim selama penyimpanan dan pemakaian.
2. Menjaga kelembaban pada permukaan kulit.
Mekanisme kerja humektan dikarenakan bahan-bahan tersebut mempunyai
gugus polar dan non polar yang dapat bergabung dengan natural moisturizing
factor (NMF) yang terdapat pada kulit.
c. Vitamin-vitamin
Vitamin A termasuk dalam krim kulit yang berfungsi sebagai pelindung
kulit. Retinol (vitamin A murni) yang terdapat dalam kandungan krim-krim tak
hanya mampu mengangkat sel-sel mati dan mengurangi produksi minyak yang
sama-sama mengakibatkan penyumbatan, juga mengikis permukaan kulit sehingga
lapisan kulit bawah pori-porinya lebih kecil. Vitamin A terkandung dalam beberapa
krim kulit dan diserap melalui kulit.
Asam pantotenat, bagian dari vitamin B kompleks yang larut air dapat
digunakan pada sediaan kulit dan rambut meskipun tidak ada bukti bahwa senyawa
berpenetrasi ke kulit sehingga menimbulkan pengaruh. Vitamin ini dapat digunakan
pada beberapa kosmetika.
Vitamin C hanya digunakan sebagai pengontrol pH. Vitamin C mampu
melindungi sel-sel membran dan meningkatkan ketahanan kulit dari efek sinar
matahari yang dapat merusak jaringan kulit dan berguna dalam sintesis serat
kolagen. Sedangkan vitamin E digunakan untuk meningkatkan resorbsi perkutan.
Vitamin E berguna untuk mencegah oksidasi sel atau mencegah hasil oksidasi yang
toksik. Vitamin E terkenal berkhasiat membantu tubuh dan juga mampu mengikat
radikal bebas sehingga kulit terhindar dari pengaruh buruk lingkungan.
d. Hormon
Bahaya penggunaan hormon dalam sediaan kosmetika memiliki efek
sistemik yaitu karsinogenik. Tetapi menurut Klarmann dan Eidersberg, jumlah
hormon yang ditambahkan ke dalam krim sangatlah kecil sehingga tidak terjadi
efek sistemik. Preparat maksimum yang disarankan adalah 10000 UI /100 g.

15

Estrogen, progestin, pregnolonon dan androgen dinyatakan memiliki efek


terbatas pada penuaan kulit. Apabila kosmetik masih menggunakan hormon maka
hormon harus dianggap sebagai bahan utama dimana krim itu sendiri berguna
sebagai alat untuk menempelkan zat aktif pada kulit pada kondisi optimum.
D. Krim Antikerut
Pada kulit muda, pembentukan sel-sel kulit baru dan pergantian sel-sel kulit
menjadi cepat. Lapisan epidermis dan fungsi kulit bekerja dengan efisien dan
mudah menyerap air. Yang lebih penting lagi pada saat ini tidak ada atau lebih
sedikit kerusakan pada lapisan dermis yang disebabkan oleh sinar matahari.
Sebaliknya bila terjadi penuaan dikatakan semua fungsi kulit berjalan tidak secepat
kulit muda.
Seiring dengan berjalannya waktu yang membuat kulit menjadi kering dan
menebal sehingga kemampuan kulit untuk menyerap dan mempertahankan kadar
air juga semakin melemah. Pertumbuhan kulit baru juga menjadi lebih lamban. Kulit
tua lebih mudah membentuk noda hitam karena sel pigmen atau melanosit tersebar
tidak merata dan terlokalisasi. Ada dua faktor yang menyebabkan penuaan kulit :
1. Faktor intrinsik (faktor dari dalam)
Pada penuaan intrinsik kulit menjadi lebih tipis dan kehilangan elastisitasnya
sementara garis ekspresi di sekitar wajah mendalam.
2. Faktor ekstrinsik (faktor dari luar)
Pada penuaan ekstrinsik, epidermis menebal, jaringan kolagen rusak diisi oleh
jaringan elastatik.
Pada wanita, estrogen dan progesteron yang diproduksi oleh indung telur
menurun setelah menopause. Hal ini menyebabkan berkurangnya produksi kolagen
dan proses perbaikan kolagen. Produksi estrogen yang menurun ini akan
memperparah penuaan intrinsik. Kekurangan estrogen juga mempengaruhi
fibroblast pada lapisan dermis yang bertanggung jawab terhadap perpaduan bahan
dasar dermis, terutama glikoprotein dan asam hialuronat. Pada epidermis,
kurangnya estrogen menurunkan aktivitas basal keratinosit yang pada akhirnya
menyebabkan berhentinya pertumbuhan epidermal. Menurunnya beberapa fungsi
itulah yang menyebabkan kerut, yang dipengaruhi oleh faktor genetis dan

16

hormonal. Merokok, kulit kering dan sinar matahari akan memperparah kondisi ini.
Ada dua jenis kerutan wajah :
1. Deep Wrinkle (kerutan dalam/kasar), disebabkan oleh kerusakan jaringan
kolagen pada lapisan dermis.
2. Fine lines (kerutan halus), disebabkan oleh kekurangan air atau dehidrasi.
Pada umumnya krim anti kerut mengandung kolagen, air, enzim, dll yang
berguna untuk mengganti bahan serupa di dalam lapisan kulit yang produksinya
mulai berkurang.
a. Alpha Hydroxy Acid (AHA) dan Butyl Hydroxy Anisol (BHA)
Umumnya krim ini mengandung bahan yang mempunyai kemampuan untuk
proses pengelupasan kulit mati (exfoliator). Contoh : AHA dan BHA.
b. Enzim
Bahan pengelupasan kulit mati yang biasa digunakan adalah enzim, seperti
papain dari pepaya dan enzim bromeolin dari nanas. Enzim bersifat proteolitik
yang mempercepat proses pengelupasan kulit mati dengan melepaskan ikatan
antara sel-sel kulit mati yang biasanya terbentuk dari bahan protein.
c. Hormon
Penambahan hormon ini berguna untuk meremajakan kulit dengan merangsang
pertumbuhan kulit baru. Dapat diperoleh dari plasenta hewan.
d. Antioksidan
Radikal bebas dianggap dapat merusak sel-sel dalam tubuh dicetuskan oleh
suatu proses oksidasi akibat paparan sinar matahari, polusi, dan proses
pembakaran dalam tubuh. Untuk menanggulangi radikal bebas tersebut maka
ditambahkan antioksidan.
e. Retin
Merupakan bahan yang dapat menembus kulit dan dapat menggantikan bahan
yang rusak, tetapi karena retin A ini mempunyai sifat menembus kulit maka tidak
digolongkan sebagai kosmetik melainkan sebagai obat, oleh karena itu produsen
kosmetik menggunakan retinol yang dioleskan pada permukaan kulit dan akan
diubah oleh tubuh menjadi retin A.
E. Masker (face mask)

17

Sediaan ini mengandung koloid dan bersifat menyerap sehingga dapat


menyerap lemak atau kotoran di kulit wajah. Sediaan ini mengandung beberapa
sifat, terutama harus dalam bentuk pasta yang lembut tanpa adanya partikelpartikel kecil dan tidak boleh melekat serta tidak menimbulkan bau yang tidak
menyenangkan. Terdapat 3 sistem dasar yang menghasilkan produk yang
memenuhi karakteristik di atas adalah :
1. Sistem dengan dasar lilin.
Masker dengan dasar lilin secara umum hanya mengandung parafin wax. Produk
ini akan berbentuk padat pada temperatur kamar dan digunakan dengan cara
dilelehkan terlebih dahulu dan dioleskan dalam keadaan panas. Ketika lilin
mengeras akan timbul perasaan mengencangkan pada kulit. Dengan
terbentuknya lapisan lilin maka terbentuk juga penghalang air, pengeluaran
keringat yang berlebihan akan membantu untuk membersihkan dari permukaan
kulit.
2. Sistem dengan dasar karet
Sediaan yang menggunakan dasar karet adalah pelindung wajah. Setelah sediaan
ini mengering maka akan membentuk lapisan yang elastis dan impermeabel
terhadap air pada wajah dengan adanya respirasi kulit yang normal, lapisan akan
menghasilkan panas yang ditahan oleh kulit, sehingga terjadi peningkatan
temperatur dan peningkatan sirkulasi darah. Masker yang berasal dari karet
dapat mudah dilepas dari kulit hanya dengan menarik saja.
3. Sistem dengan dasar hidrokoloid
Digunakan beberapa jenis gom, seperti trakagan, gelatin, NaCMC, akasia, dan
PVP. Kemampuan membersihkan dari masker ini kurang penting karena tidak
mengandung zat padat yang dapat mengabsorpsi kotoran. Masker dengan dasar
hidrokoloid juga mengandung sejumlah kecil zat terbagi yang berfungsi sebagai
opacifier dan mempermudah penggunaan, contohnya kaolin dan bentonit yang
digunakan dalam jumlah tidak lebih dari 5 %.
1. Masker wajah
Masker wajah dikenal dengan istilah Face pack atau face mask. Face pack
biasanya dipakai bahan dasar masker terdiri atas unsur yang memiliki molekul yang
agak besar, seperti lumpur atau clay. Masker jenis ini digunakan pada orang yang

18

berkulit normal atau berminyak dengan penggunaan langsung dioleskan ke


permukaan kulit wajah.
Penggunaan masker dapat dilakukan untuk mendapatkan beberapa manfaat
seperti menanggalkan sel kulit mati, merangsang dan melembutkan kulit,
memberikan kenyamanan pada kulit dan memberikan asupan sumber makanan pada
kulit. Penggunaan masker dilakukan setelah tindakan pembersihan dan sebelum
tindakan perawatan atau pengobatan lainnya. Untuk masker yang sudah jadi,
peletakkannya harus dilakukan dengan bantuan spatula dan dilakukan secara cepat,
bersih dan dalam keadaan masker masih lembab. Hindari daerah kulit sekitar mata,
lubang hidung, dan mulut.
Bila kulit seseorang sangat halus dan sensitif, masker yang digunakan
sebaiknya lebih tipis dan segera dilepaskan pada satu daerah ketika akan
meletakkan masker pada daerah lain. Pada daerah yang mengalami penyumbatan
atau bercak, gunakan lapisan masker yang sedikit lebih tebal. Normalnya,
penggunaan masker dilakukan selama kurang lebih 5-20 menit, tergantung
kepekaan kulit, kenyamanan, jenis masker yang digunakan, dan suhu udara.
Masker sebaiknya dilepaskan dengan menggunakan kapas yang dicelup
dengan air hangat. Tindakan harus dilakukan secara hati-hati agar air tidak menetes
ke pelupuk mata, hidung, atau mulut. Penggunaan kapas sekali pakai atau
disposable lebih sehat dan baik. Sebaiknya hindari penggunaan masker pada orang
yang mempunyai riwayat alergi atau pada keadaan kulit sensitif, memiliki jaringan
parut baru, terdapat kerusakan pembuluh darah, meningginya proses difusi aliran
darah atau pada infeksi atau penyakit kulit.
Masker merupakan salah satu tindakan perawatan wajah yang telah
ditemukan sejak jaman dahulu, secara tradisional untuk membersihkan kulit wajah.
Masker memiliki efek dan manfaat sebagai deep cleansing yaitu membersihkan
kotoran yang menempel pada lapisan kulit yang lebih dalam, mengangkat sel kulit
mati, memperbaiki pori-pori kulit, membersihkan sisa-sisa kelebihan lemak pada
permukaan kulit, mengurangi iritasi kulit, serta merupakan pelembab dan penyegar
kulit. Secara sistemik, penggunaan masker berguna untuk merangsang kerja
sirkulasi aliran darah maupun aliran limfe, merangsang dan memperbaiki kulit

19

melalui percepatan proses regenerasi dan memberikan nutrisi bagi jaringan kulit.
Jenis-jenis masker wajah, antara lain :
1) Setting Mask
Setting mask merupakan masker yang terbuat dari tepung yang telah diolah
dan dikemas sedemikian rupa. Masker jenis ini dapat ditemukan dalam
beberapa variasi warna. Kemasannya dilengkapi dengan lapisan tipis karena
umumnya masker ini berbahan dasar seperti lumpur. Terdapat 2 macam masker
jenis ini, yaitu : clay setting mask dan sulfur, peeling dan astringent.

Clay setting mask, bahan dasarnya terdiri dari : kalamin, magnesium


karbonat, kaolin, lumpur steril, yang akan merangsang sirkulasi dan sangat
baik untuk kulit berjerawat.

Sulphur, peeling dan astringent


Sulfur yang digunakan pada masker jenis ini sangat baik untuk proses
penyembuhan. Namun jangan menggunakan masker jenis ini untuk kulit
kering, kulit orang tua dan kulit yang sangat sensitif.

2) Non setting mask


Merupakan suatu masker yang berasal dari bahan-bahan biologis seperti buahbuahan, sayuran atau daun. Gunakan gauze untuk memudahkan pengolesannya
pada kulit, terutama untuk masker yang terbuat dari buah-buahan. Buahbuahan seperti ketimun yang sering digunakan sebagai masker sangat baik
untuk semua jenis kulit dan untuk mendapatkan efek lebih baik lagi dapat
ditambahkan air bunga mawar.
2.2 Perawatan Kulit Tubuh (Body Care)
Perawatan kulit tubuh terdiri atas krim tangan dan krim tubuh (hand and
body cream). Krim tangan dan krim tubuh merupakan sediaan yang digunakan
untuk melindungi kulit supaya tetap halus dan lembut, tidak kering, bersisik dan
mudah pecah.
Kelembaban kulit sangatlah penting dan juga sebum (sekret kulit) karena
memberikan lapisan asam emolien, membantu dalam mengontrol evaporasi
kelembaban walaupun kulit tidak selalu mensekresi agen pelembab alam.

20

Keseimbangan kandungan air pada kulit juga perlu diperhatikan. Krim tangan
memiliki manfaat :
1. Untuk memberikan kelembaban kepada kulit secara langsung.
2. Untuk memberikan lapisan minyak dan zat-zat lain yang sifatnya tidak jauh
berbeda dengan sebum.
3. Untuk menjadikan kulit lebih lembut dan letur tetapi tidak terlalu berminyak.
4. Tidak bereaksi dengan keringat normal pada tangan.
5. Memiliki bau yang harum.
6. Memiliki warna yang stabil dan menarik.
7. Mudah dibersihkan.
Umumnya krim tangan dan krim tubuh berupa krim yang ringan dan mudah
menyerap ke dalam kulit, lembut tetapi tidak terlalu berminyak kepada kulit.
Pewangi harus sesedikit mungkin dan mudah dihilangkan. Supaya krim tidak terlalu
berminyak kepada kulit maka kandungan lemaknya harus rendah. Water continous
cream lebih umum digunakan daripada oil continous cream.
Bahan dasar krim tangan dan krim tubuh
Yang paling umum digunakan pada produk krim dan lotion tangan adalah
emolien . Zat ini dapat menginduksi proses dehidrasi pada kulit. Bahan-bahan dasar
yang digunakan dalam produk perawatan kulit adalah :
1. Emolien (pelembut)
Bahan spesifik yang dapat membantu dalam formula pelembut kulit adalah
lanolin dan turunannya, sterol, fosfolipid, hidrokarbon, asam lemak, ester asam
lemak, dan alkohol.
2. Zat pelindung
Terdapat beberapa persyaratan untuk formulasi krim pelindung :
a. Stabil dan cara pemakaiannya mudah.
b. Zat melekat dengan baik pada kulit.
c. Dapat membantu selaput yang tidak tembus, lentur, dan tidak mudah retak.
d. Tidak mengiritasi kulit.
e. Memiliki nilai estitika dalam hal kenyamanan dan lain-lain.
Krim pelindung tangan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :
1. Krim dan lotion penolak air, berperan untuk melindungi kulit dari zat yang
larut dalam air yang dapat mengiritasi kulit.

21

2. Krim dan lotion penolak minyak, berperan untuk melindungi kulit dari minyak
atau zat yang larut dalam minyak yang dapat mengiritasi kulit.
3. Zat penyembuh (Healing agent)
Pengunaan zat penyembuh didasarkan pada kulit tangan yang pecah,
biasanya digunakan allantoin, yang berfungsi:
a. Efektif untuk membersihkan bahan nekrototik.
b. Menstimulasi perkembangan lapisan granulasi yang dapat mereduksi waktu
penyembuhan.
Reaksi yang terjadi tidak menimbulkan rasa sakit. Zat ini terdapat pada
sediaan larutan, emulsi, dan salep. Penggunaan allantoin urea pada krim tangan
memiliki efek menyembuhkan jika dipakai pada bagian kulit tangan yang terluka
dan tidak memiliki efek toksik.
4. Zat pelembab (Humektan)
Humektan adalah senyawa yang menjaga perubahan kelembaban antara
produk dan air baik dalam wadah yang digunakan maupun kulit. Humektan
yang umum digunakan adalah gliserol, propilenglikol, dan sorbitol. Produk
perawatan tangan pada awalnya terdiri-dari campuran yang sangat sederhana,
yaitu 50 % humektan dan 50% air. Zat lain yang juga memiliki sifat humektan
adalah polioksietilen gliserol, manitol, polioksietilen sorbitol, glukosa dan
natrium glukonat.
5. Zat pengemulsi
Zat pengemulsi yang digunakan pada krim tangan dan tubuh dibagi menjadi 3
kelas utama, yaitu :
a. Zat pengemulsi anionik
Zat pengemulsi kelompok ini telah sering digunakan dalam formulasi krim
tangan dan tubuh, sekitar 75 % dari yang dijual dipasaran.
Tipe
Sabun asam lemak

Contoh
K-Stearat, Na-stearat, amonium stearat,
trietanolamin stearat.
Asam lemak poliol monoester Gliseril monostearat, mengandung kalium
mengandung sabun asam lemak
atau natrium.
Ester sulfur (garam natrium )
Natrium lauril sulfat, natrium setil sulfat.
Sumber: Balsam and Sagarin, 1972

22

Sabun asam lemak dan garam natrium dari ester sulfur bersifat sangat hidrofilik
dan cenderung untuk menghasilkan emulsi tipe m/a. Pada formulasi lotion
tangan sabun asam lemak yang sering digunakan adalah trietanolamin stearat
sebanyak 0,3 %.
b. Zat pengemulsi kationik
Penggunaan senyawa kationik dalam sediaan krim dan lotion tangan
disebabkan zat pengemulsi ini substansif terhadap protein pada pH asam,
cenderung untuk membentuk emulsi pada pH asam dan bersifat membunuh
kuman bila tidak bereaksi dengan zat anionik atau bahan lain yang tidak cocok.
Penggunaan zat kationik didasarkan pada reaksi antara senyawa kation
dengan senyawa anion pada sediaan. Ketika suatu kation dengan bentuk
molekul yang tinggi bereaksi dengan anion dengan bentuk molekul tinggi, maka
akan terbentuk garam terionisasi yang kurang baik antara kation dan anion
hidrofob. Senyawa yang terbentuk berupa endapan, namun terdapat beberapa
garam yang larut, yang dalam hal ini berperan sebagai zat aktif permukaan. Pada
umumnya zat kationik bereaksi dengan asam lemah seperti asam stearat, dan
reaksi ini membentuk suatu emulsi dengan pH yang dihasilkan berkisar antara 24. Emulsi cenderung stabil dan dalam hal viskositas tidak membentuk gel
bahkan cenderung viskositasnya semakin kecil jika formulanya tidak seimbang.
c. Zat pengemulsi nonionik
Zat pengemulsi ini terbagi menjadi :
Ester yang bersifat hidrofilik, contoh : polioksi etilen sorbitan
monostearat atau polioksi etilen glikol 1000 monostearat.
Ester lipofilik, contoh ester asam lemak polietilen glikol dengan berat
molekul rendah, ester asam lemak sorbitan.
Konsentrasi yang digunakan pada masing-masing tipe ini adalah 1-10 %.
Penggunaan zat nonionik pada sediaan krim dan lotion tangan :
a. Pada krim tangan cenderung tidak membentuk lapisan kulit.
b. Krim tangan tipe m/a yang terdiri atas zat pengemulsi nonionik, pada waktu
penguapan proses pengerutan cenderung kecil.
c. Sediaan tahan terhadap pembekuan.
d. Penggunaan zat kationik sebagai pembunuh kuman dapat digunakan dalam
krim tangan tanpa khawatir dengan ketidakcocokan.

23

e. Krim tangan dengan suasana asam, netral, maupun basa bisa direaksikan
dengan zat kationik.
Contoh zat nonionik adalah : polioksi etilen lauril alkohol, polioksi etilen
strearat, polioksi etilen sorbitan monostearat.
6. Pengawet
Krim tangan dan tubuh mengandung air dan zat yang dapat dirusak oleh
mikroorganisme, maka sediaan harus dilindungi. Syarat-syarat pengawet :
Harus efektif melawan berbagai tipe mikroorganisme yang menyebabkan
penguraian.
Harus larut dalam konsentrasi yang digunakan.
Bersifat nontoksik secara internal maupun eksternal.
Cocok dalam arti tidak mengubah karekteristik sediaan, seperti aroma,
warna, dan sebagainya serta harus netral sehingga tidak mengubah pH
sediaan.
Tidak boleh mempengaruhi efek sediaan.
Pengawet seperti asam benzoat, natrium benzoat, dan natrium propionat
hanya efektif pada media asam. Banyak pengawet yang dilarang penggunaannya
karena alasan tertentu, misalnya asam salisilat dapat menyebabkan iritasi kulit
sehingga tidak digunakan lagi. Metil, etil, propil dan butil ester dari asam
hidroksi benzoat umum digunakan dalam krim tangan dan lotion.
Pada kenyataannya zat tambahan yang ditambahkan pada formula krim
tangan sebagai berikut : metil ester ditambahkan ke dalam fase air dan
dipanaskan 60oC dibantu dengan pengadukan selama waktu pemanasan. Propil
dan butil ester di tambahkan ke dalam fase minyak dan dilarutkan dengan
pemanasan dan pengadukan.
7. Zat pewangi (Parfum)
Pemilihan parfum yang digunakan dalam penggunaan krim tangan dan
tubuh merupakan nilai estetika semata. Senyawa parfum dan zat yang
terkandung di dalamnya bisa mempengaruhi stabilitas emulsi dari krim tersebut,
misalnya minyak atsiri, senyawa aromatik sintetik, dan zat-zat parfum yang lain
yang memiliki sifat sebagai surfaktan sehingga dapat berkompetisi dengan zat
pengemulsi sebagai tegangan antar permukaan.

24

Efek dari parfum bervariasi tergantung pada konsentrasi dan tipe emulsi.
Berikut ini adalah berbagai komponen parfum yang dapat menyebabkan
konsistensi dan stabilitas emulsi :
a. Aromatik sintetik, contoh: ekstrak terpineol, feniletil alkohol, geraniol murni,
hidroksi citonella, dan amil sinamat aldehid.
b. Minyak atsiri, contoh: geranium borbon, lavender, rose.
c. Komponen minyak parfum, contoh: bouquet medium, tipe lilac, tipe tumbuhtumbuhan, dan rose.
8. Zat pewarna
Pemilihan zat pewarna harus disesuaikan dengan produk pada setiap
kondisi penyimpanan begitu pula dengan keamanannya secara fisiologi. Masalah
kesesuaian produk dengan zat pewarna berhubungan dengan pH, kelarutan,
stabilitas, zat pengoksidasi dan pereduksi. Umumnya krim tangan adalah emulsi
m/a, sehingga zat pewarna yang larut dalam air digunakan untuk mewarnai pada
fase luarnya. Untuk emulsi a/m digunakan pewarna yang larut dalam minyak
dengan kondisi yang sama. pH pada krim tangan dan kulit sekitar 5-8. Contoh
pewarna yang cukup stabil dalam media asam tetapi menunjukan stabilitas yang
rendah dalam media basa adalah D&C red No.20 yang mengendap dalam
larutan pada media basa, sedangkan D&C red No.23 stabil dalam media basa
tetapi dalam media asam akan mengendap. Macam-macam bentuk krim tangan:

Krim cair

Krim tangan dan tubuh (hand and body cream) yang sering digunakan
adalah berupa krim cair. Contoh formula adalah sebagai berikut:
Asam stearat

7%

Lanolin

0,5%

Arlasel 80

0,5%

Tween 60

0,5%

Larutan sorbitol 70%

10%

Parfum

qs

Pengawet
Air ad
Krim padat

qs
100%

25

Krim padat digunakan untuk menghilangkan kotoran. Krim tangan dengan


formula yang sederhana terdiri atas asam stearat, alkali dan air, tetapi akan
lebih stabil jika ditambahkan humektan dan ester lemak.
Contoh formula:
Asam searat

15%

Isopropil miristat

2%

Kalium Hidroksida

1%

Sorbitol sirup 70%

18,3%

Parfum

qs

Air ad

100%

BAB III
SEDIAAN KOSMETIKA MAKE UP (RIAS WAJAH)
Sediaan kosmetika make up merupakan sediaan kosmetika yang berguna
untuk memperindah, menutupi noda-noda serta kekurangan yang terdapat pada
wajah seseorang, digunakan pada umumnya oleh wanita.
Berdasarkan urutan pemakaiannya sediaan make up dibagi menjadi:
1. Pelembab Wajah
Banyak orang meremehkan daya kerja pelembab, padahal fakta
membuktikan bahwa pelembab sangat efektif mempertahankan persediaan air pada
kulit wajah agar senantiasa segar dan tidak kering. Daya kerja pelembab
melembutkan kulit yaitu dengan cara menarik air dari lapisan kulit yang lebih dalam
atau dari udara sekelilingnya, dan juga dengan cara menahan penguapan air. Bahan
pelembab yang bisa menahan air disebut humektan yang antara lain: urea, kolagen,
asam hialuronat, gliserin, propilen glikol, seramid, estrogen, dan asam alfa
hidroksida (AHA). Khusus AHA, yang bekerja mengelupaskan lapisan tanduk
bagian atas sehingga tampak lapisan tanduk yang dibawahnya dengan kandungan
air lebih banyak. Pelembab yang dapat mencegah penguapan air umumnya
mengandung minyak, baik minyak nabati maupun minyak hewani seperti minyak
zaitun, minyak mineral, lanolin dan vaselin.

26

2. Dasar Make Up (foundation make up/cream make up)


Dasar make up (alas bedak) digunakan agar bedak dapat merata
pada permukaan kulit dan tahan lama. Ketika memakai make up, foundation
digunakan pertama kali sebagai dasar sebagai pemerah pipi dan bedak. Pada
umumnya foundation berupa suatu lotion atau emulsi dengan penambahan zat
warna. Mula-mula dikenal bentuk seperti salep, kemudian cairan dengan 2 lapisan,
dan yang terakhir dikenal bentuk batang atau stick. Zat-zat yang sering digunakan
dalam dasar make up adalah titan dioksida, seng oksida, Na-stearat, minyakminyak dan lemak.
Contoh formula:
Minyak mineral

23,5%

Ozokerite mp 70-80 C

5,5%

Pertrolatum

47,5%

Lanolin

4,4%

Parafin mp 56-58 C

5,5%

Dry powder (titan dioksida, pigmen anorganik dan talk)

3,6%

Parfum

qs

Penambahan talk dalam formula adalah untuk meratakan bahan kering,


sedangkan udara kering yang terjebak ketika serbuk kering ditambahkan pada
semisolid dapat dihilangkan dengan memanaskan campuran dengan suhu 70 oC dan
diaduk pada 50-80 rpm. Untuk memperoleh dasar make up dalam bentuk stick
formulanya dapat diubah dan dalam membuatnya menggunakan cetakan. Dasar
make up stick ini dapat dibuat lebih lunak dengan meningkatkan jumlah beeswax
atau menambahkan ozokerite, isopropil miristat dapat diganti dengan isopropil
palmitat, butil stearat, butil oleat, propilen glikol monolaurat.
Contoh formula:
Isopropil miristat

37%

Lilin carnauba

14%

Beeswax

4%

Minyak mineral 70/80

10%

Dry powder

35%

Parfum

qs

27

Dalam menggunakan alas bedak dilakukan dengan pijatan dengan gerakan


halus dan lemah lembut pada kulit muka dan leher. Dengan pijatan ini dapat
memberikan kehalusan dan dapat membuat alas bedak kelihatan lebih merata.
3. Bedak (face powder)
Bedak berguna untuk melicinkan kulit, melindungi kulit dari sinar matahari,
melindungi dari kekeringan dan kelembaban, serta merupakan dasar make up
keseluruhan. Persyaratan umum bedak:
1) Bedak harus memiliki kemampuan untuk membungkus atau menutup kulit
dengan baik sehingga dapat bekerja untuk melapisi kulit, menutupi poripori dan noda-noda.
2) Harus dapat menyebar dengan baik tanpa adanya gumpalan, hingga dapat
melicinkan dan menghaluskan kulit.
3) Harus memiliki daya lekat yang baik, sehingga dapat tahan lama melekat
pada wajah.
4) Harus memiliki daya serap yang baik sehingga dapat menyerap keringat dan
minyak.
5) Harus dapat memberikan perasaan yang lebih lembut dan halus.
Penggolongan Bedak
A. Berdasarkan jenis kulit, bedak dapat dibagi menjadi:
1. Bedak jenis ringan (light powder) digunakan untuk kulit normal.
2. Bedak jenis medium (medium powder) digunakan untuk kulit normal dan
agak berminyak.
3. Bedak jenis berat (heavy powder) digunakan untuk kulit berminyak.
B. Berdasarkan bentuknya, bedak dapat dibagi menjadi:
1. Bedak padat (compact powder)
Banyak digunakan karena bentuknya praktis. Secara garis besar pembuatan
bedak padat adalah dengan menambahkan suatu pengikat (binding agent)
dalam campuran serbuk kemudian dicetak, ditekan dan dikeringkan dengan
menggunakan aliran udara panas. Tekanan tidak boleh terlalu besar/kecil,
karena dapat menimbulkan kerapuhan dan pecah-pecah pada bedak.

28

Sebagai binding agent dapat digunakan amilum, CMC, gliseril monostearat,


setil alkohol, lanolin, cera, dan parafin. Selain itu juga dapat digunakan zat
pengikat kering misalnya magnesium stearat, pengikat berminyak, seperti
minyak-minyak mineral, dan isopropil miristat. Pengikat emulsi seperti
trietanolamin monostearat dan gliseril monostearat.
Pemeriksaan hasil akhir harus dilakukan terhadap bedak padat yang beredar,
pemeriksaan tersebut meliputi:
a. Bentuk dan warna harus stabil dalam waktu lama.
b. Mudah dioleskan dan tidak rapuh.
c. Warna harus homogen, dapat dilihat dengan menaburkan bedak pada
kertas putih dan diperiksa dengan kaca pembesar.
d. Bila dioleskan terlihat rapuh dan tidak melekat,
e. Bila dijatuhkan dengan jarak 8-10 inci bentuk harus tetap dan tidak boleh
pecah.
2. Bedak Cair
Merupakan bedak bentuk basah (liquid make up). Pada umumnya digunakan
pada malam hari dan berguna untuk memutihkan tangan dan leher, biasanya
merupakan suspensi dari ZnO, Bi-oksiklorida, Bi-subnitrat dalam air dan
gliserin. Ke dalamnya sering ditambahkan surfaktan, seperti bentonit, gom,
karbopol 941, karbopol 934, veegum, talk, kaolin, ZnO, Titan dioksida,
kalsium karbonat, propilen glikol, setil alkohol, isopropil miristat, lanolin dan
polietilen glikol. Pengisis yang sering digunakan adalah air, alkohol dalam
emulsi atau hidroalkohol, tetapi yang terbaik adalah ester asam lemak.
3. Bedak untuk kaki
Merupakan sediaan yang berguna untuk memperindah kaki atau pada orang
tua digunakan untuk menutupi urat-urat yang menonjol. Persyaratannya
antara lain lapisan yang terbentuk harus elastis, berpori dan tahan terhadap
air, serta harus melekat dengan baik. Sebagai bahan dasarnya sering
digunakan bentonit air dengan zat warna. Bentonit mempunyai sifat yang
sukar menyebar, tidak tahan terhadap air dan ada kecenderungan kulit akan
menjadi keriput.
4. Bedak untuk penutup noda

29

Merupakan sediaan yang berguna untuk menyembunyikan noda-noda pada


wajah, baik noda bawaan sejak lahir atau noda pigmentasi. Pada umumnya
sebagai zat pembawa adalah campuran lemak.
Formula Umum Bedak
Pada umumnya bedak yang baik ditentukan oleh pemilihan bahan dasar
yang akan digunakan. Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan bedak:
1. Zat-zat yang memiliki sifat dapat melapisi, misalnya titan dioksid, seng oksida,
magnesium oksida, dan kaolin, yang dapat menutupi bekas luka, noda hitam,
dan pori-pori.
2. Dapat melindungi kulit dari sinar matahari. Selain zat-zat di atas dapat
digunakan talk, amilum, kalsium oksida, magnesium karbonat, kalsium
karbonat, seng stearat, dan silika.
3. Zat pewarna, dapat berupa zat organik dan anorganik yang memiliki sifat tidak
larut dalam air dan dalam minyak. Warna-warna yang sering digunakan adalah
krem, kuning, merah, dan merah muda. Zat warna anorganik diperoleh secara
alamiah ataupun sintetik. Contohnya besi (II) klorida memberikan warna
kuning merah dan coklat, sedangkan warna hijau dan biru dihasilkan
ultramarin. Komponen-komponen anorganik yang bersifat racun seperti timah
hitam dan tiruan arsen tidak boleh digunakan karena mengiritasi kulit.
4. Zat pewangi, pada umumnya hanya bersifat ringan, dipilih yang segar, menarik,
tidak cepat menguap, harus stabil, tidak mudah teroksidasi, tidak mengiritasi,
mudah merata, tidak menyebabkan perubahan warna, konsentrasinya serendah
mungkin (0,2-1%)
5. Bahan pelekat, merupakan satu bagian penting dari bedak. Kelekatan bedak
dapat ditingkatkan dengan penambahan emolien seperti setil atau stearil
alkohol, dan gliseril monostearat dengan kadar 0,5-1,5%
Berdasarkan jenis kulit yang berbeda-beda dari setiap orang, maka
dibuatlah berbagai formula bedak dengan maksud untuk menyesuaikan jenis kulit
tersebut. Beberapa variasi formulasi bedak sesuai dengan jenis kulit yang ada
adalah sebagai berikut:

30

1. Bedak Jenis Ringan (light powder), digunakan untuk kulit kering. Formulanya
adalah sebagai berikut:
Talk

80 %

Zink Oksida

5%

Zink Stearat

5%

Kanji Beras

10 %

Pewangi dan pewarna

qs

2. Bedak jenis medium, digunakan untuk kulit normal dan agak berminyak.
Formulanya adalah sebagai berikut:
Talk

50 %

Kanji Beras

15 %

Kapur precipitate 15 %
Zink Oksida

15 %

Zink Stearat

5%

Pewangi dan pewarna qs


3. Bedak jenis berat (Heavy powder), digunakan untuk kulit berminyak.
Formulanya adalah sebagai berikut:
Talk

30 %

Zink oksida

20 %

Zink stearat

6%

Kapur Precipitate

40 %

Pewangi dan pewarna

qs

4. Bedak yang mengandung lemak (fatty powder), digunakan untuk kulit kasar dan
kering. Bedak ini dapat mengandung zat-zat sebagai berikut:
Vaselin

50 %

Beeswax putih

40 %

Petroleum Jelly

40 %

Stearin

20 %

Gliseril monostearat

75 %

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan bedak:


1. harus mempunyai kemampuan mengabsorbsi air pada wajah
2. harus mempunyai kemampuan untuk mengabsorbsi minyak pada wajah

31

3. mempunyai kemampuan untuk bertahan lama


Tips memilih bedak yang tepat:

Lengkapi make up Anda dengan bedak translucent. Bedak jenis ini sangat
halus, berwarna netral dan mengikuti warna kulit. Biasanya tersedia dalam
warna beige dan putih. Sementara bedak berwarna biasanya lebih tebal
daripada bedak translucent dan membuat kulit lebih matte.

Jika kulit Anda termasuk jenis kulit berminyak, maka bedak tabur adalah
pilihan yang terbaik. Hindari foundation powder atau two way cake powder.

Jika membeli bedak tabur harus melihat serbuknya. Semakin halus


serbuknya maka semakin baik juga kualitasnya.

Sebaiknya memilih bedak yang mengandung tabir surya atau SPF yang
berguna untuk melindungi kulit dari sinar matahari.

4. Pemerah Pipi (rouge/blusher/blush on)


Pemerah pipi adalah sediaan yang berguna untuk memberi warna merah
pada pipi, menampilkan warna kosmetika yang lebih lembut pada wajah dengan
membuat garis bentuk muka (contour) yang lebih baik dan mengurangi tampilan
yang kurang baik pada wajah, baik berupa cacat, bercak atau noda hitam. Zat
warna yang digunakan adalah zat warna yang larut air seperti ferrioksida, red
ochre, vermillion, cochineal, sandalwood, brazilwood, carmin + NH4OH.
Persyaratan pemerah pipi
1. Harus stabil baik warna maupun bentuk.
2. Harus homogen dan halus.
3. Harus mudah digunakan.
Penggolongan pemerah pipi
1. Berdasarkan basisnya pemerah pipi dapat dibagi menjadi :

Pemerah pipi dengan dasar air dalam minyak (a/m)

Pemerah pipi dengan dasar minyak dalam air (m/a)

Pemerah pipi dengan dasar yang tidak berair

2. Berdasarkan bentuknya pemerah pipi dapat dibagi menjadi :

32

a) Bentuk padat (dry rouge), sering juga disebut compact rouge atau blush on
rouge.
Pemerah pipi padat adalah bentuk yang paling dikenal dan paling
sukar dibuat, karena tidak hanya membutuhkan pengetahuan cara untuk
membuat, tetapi juga peralatan khusus. Pada dasarnya pemerah pipi padat
adalah bedak berwarna yang mengandung bahan pengikat yang membantu
memadatkan bedak.
Bahan mentah dalam pembuatan pemerah pipi padat adalah talk,
kaolin, kapur presipitat, MgCO3, titanium dioksid, zink stearat, oksidaoksida organik, pewarna dan parfum. Zink oksid digunakan untuk
meningkatkan daya adhesi dari pemerah pipi, memberi opasitas dan
digunakan dalam jumlah antara 5-10%. Logam-logam stearat sekarang
digunakan sebagai pengikat kering untuk pemerah pipi padat dengan jumlah
antara 4-10%.
Contoh formula :
Talk

48%

Kaolin

16%

Zink stearat

6%

Zink oksid

5%

MgCO3

5%

Kanji Beras

10%

Titanium dioksida

4%

Pewarna

6%

Pemerah pipi padat harus memenuhi persyaratan :


1.

Halus dan bebas dari gumpalan-humpalan seperti pasir.

2.

Mudah digunakan dan dapat melapisi serta melekat dengan baik.

3.

Warna harus homogen dan tidak mengandung air sama sekali.

4.

Memiliki kekuatan menutup yang baik.

5.

Ukuran partikel sangat kecil.

6.

Sesuai untuk dipadukan dengan warna kulit.

7.

Mudah dibersihkan tanpa pembersih khusus.

8.

Tidak boleh patah, rusak, retak atau terlalu keras.

33

Diantara kerusakan umum dari pemerah pipi padat juga ditemukan bentuk
yang terlalu bubuk menjadi debu, menyebabkan iritasi, keras, dan tidak menyatu
dengan baik pada kulit.
Pewarna yang digunakan adalah bahan pewarna dengan toner organik,
toner yang dikurangi derajat pengurangan (anorganik oksid) adalah pewarna utama
karena pewarna itu sendiri memberikan bayangan yang diinginkan, biasanya
ditambahkan air dan minyak. Parfum yang digunakan dalam pemerah pipi padat
harus memiliki wangi yang sesuai.
Faktor yang penting dalam membuat pemerah pipi yang baik adalah bahan
pengikat yang tepat. Banyak macam kombinasi bahan pengikat yang ditawarkan
dan digunakan. Tipe umum adalah sebagai berikut : bahan pengikat yang larut air,
bahan pengikat yang tidak larut air, bahan pengikat emulsi, dan bahan pengikat
kering.
Bentuk Batang (Stick Rouge)
Merupakan pemerah pipi dengan basis malam, hampir sama dengan basis
pemerah bibir hanya hampir banyak emoliennya dan lebih lunak. Bentuknya secara
umum sama walaupun lebih sering diameternya lebih besar sekitar 2 cm. Warna
pada umumnya merah atau merah muda walau kadang juga digunakan warna
kuning muda dan coklat bahkan putih, untuk menyamarkan permukaan wajah atau
lebih dikenal penyamar pipi. Penggunaan zat warna asam bromo tidak tepat karena
kemungkinan menyebabkan dermatitis pada kulit dengan pencahayaan langsung.
Contoh formula :
Lilin candelilla 8.6%
Lilin carnauba

5.4%

Beeswax

4%

Minyak mineral

17%

Lanolin

2%

Isopropil miristat

33%

Pewarna

30%

Bentuk Krim (Cream Rouge)

34

Tipe

ini istimewa karena pemakaiannya mudah, teksturnya lembut,

penampilannya menarik, dan tercampur sempurna dengan bedak. Sebagai basis


dapat digunakan basis teremulsi atau basis yang tak mengandung air (anhidrat).
Pemerah pipi bentuk krim harus memenuhi persyaratan :
1. Harus punya titik leleh 500 C.
2. Pembagian zat warna dan partikelnya harus homogen.
3. Bila ditaruh dalam lemari pemanas dengan suhu 40 0 C selama satu bulan tidak
boleh ada perubahan, biasanya ditaruh pada suhu kamar selama 2 minggu dan
harus tetap stabil.
4. Tidak boleh bereaksi dengan wadahnya.
Bentuk Cair (liquid rouge)
Pemerah pipi bentuk cair biasanya dalam bentuk suspensi, emulsi a/m atau
m/a, juga bisa berupa cairan yang kental atau bentuk clear gel yaitu dengan
penambahan gelling agent seperti carbopol. Pemerah pipi cair harus memiliki
persyaratan viskositas yang cukup agar dapat mengalir dengan baik dan mengering
dengan cepat.
Pemerah pipi cair dibuat dengan penambahan gom atau pengental sintetis
untuk meningkatkan viskositas dan sejumlah kecil zat pembasah untuk
memudahkan penyebarannya. Pada bentuk yang paling sederhana, beberapa
suspensi diperlukan pengocokan yang seksama sebelum pemakaian.
Contoh formula :
Air

89.4%

D&C merah No.28

0.5%

Carbowax

10%

Metilparahidroksibenzoat

0.1%

Pewangi

qs

Dalam hal pencegahan pewarnaan yang tebal dan partikel putih yang inert
maka dapat disempurnakan dengan penambahan zink stearat yang dilumatkan
dalam air untuk mendapatkan hasil yang berbentuk lotio.
5. Pewarna Bibir (Lipstick)

35

Merupakan sediaan kosmetika yang dapat mewarnai bibir atau mengubah


bentuk bibir agar kelihatan lebih menarik. Pewarna bibir harus memenuhi
persyaratan :
1. Tidak berbahaya pada kulit.
2. Bentuk dan bau harus menarik, halus dan homogen.
3. Tidak boleh rapuh, terlalu keras, atau terlalu lunak karena adanya pengaruh
suhu.
4. Tidak boleh ada pemisahan, mudah digunakan, dapat membentuk lapisan yang
stabil, tidak kering dan mudah dihapus.
Pewarna bibir umumnya merupakan suatu dispersi zat warna dalam minyak,
lemak dan malam. Basis merupakan basis berlemak yang mudah dioleskan pada
bibir.
Formula umum pemerah bibir biasanya terdiri dari :
1. Basis atau dasar, biasanya digunakan minyak tumbuh-tumbuhan seperti
minyak zaitun, minyak wijen, minyak jarak dan sebagainya. Sering juga
digunakan minyak mineral. Minyak ini juga berguna untuk melarutkan. Untuk
memadatkan formula dapat digunakan malam carnauba wax, candelila wax,
ozokerit, parafin, cetaceum, cetil alkohol, stearil alkohol, dsb.
2. Zat warna, merupakan faktor yang sangat menentukan dalam pewarna bibir.
Warna-warna yang digunakan harus bervariasi. Zat warna harus mempunyai
viskositas rendah, tidak berbau dan stabil.
Zat warna yang digunakan harus memenuhi syarat :
Dapat bersifat sebagai penetrasi pada kulit bibir.
Dapat melapisi bibir dengan baik untuk menutupi kekasaran.
Zat warna yang sering digunakan yaitu:
a) Staining dyes, zat warna yang dapat menodai bibir dengan warna yang
diingini, digunakan dalam konsentrasi 2-3%. Merupakan turunan
fluoroscein yang terhalogenasi seperti asam bromo, eosin, dan
tetrafluoroscein.

36

b) Non eosin staining dyes, juga merupakan turunan fluoroscein yang


sering digunakan adalah yang bersifat lipofilik dan yang tidak larut
dalam air yaitu bentuk sulfo acidnya.
c) Pigmen, merupakan zat warna logam yang dapat bercampur dengan
bahan dasar. Digunakan dalam jumlah 8-10%.
d) Titan dioksida, berguna untuk memudakan serta menyinarkan warna.
Lapisan yang terbentuk agak keruh keputihan. Digunakan dalam
jumlah 1%.
e) Lakes, merupakan campuran zat warna D&C (Drugs and Cosmetics)
dan logam-logam seperti Al, Ba, Ca dan Sr, digunakan dalam jumlah 515%.
3. Pelarut zat warna, sesuai dengan namanya dapat digunakan untuk melarutkan
zat warna dalam formula pewarna bibir. Dapat digunakan pelarut non polar,
lemak-lemak dan zat yang bersifat lipofilik. Sebagai contoh pelarut yang sering
digunakan adalah minyak jarak, alkohol berlemak, glikol-glikol, butil stearat,
isopropil miristat, isopropil palmitat, dsb.
4. Zat-zat antioksidan, berguna untuk mencegah ketengikan dari minyak-minyak
lemak yang digunakan. Sebagai contoh misalnya butil hidroksi anisol (BHA),
butil hidroksi toluen (BHT), propil galat, dan sebagainya.
5. Zat pewangi, dapat digunakan yang berbau ringan dan segar. Konsentrasi yang
digunakan 2-4%, harus diplih yang tidak mengiritasi dan stabil terhadap
komponen yang lain. Zat pewangi ini sangat berguna untuk menutupi bau-bau
yang tidak enak dari lemak. Yang harus diperhatikan pada pembuatan pewarna
bibir adalah :

Pemilihan basis yang sesuai.

Pemilihan zat warna dan pelarutnya harus hati-hati.

Teknik pembuatan dan pencetakan harus benar-benar diperhatikan.

Parfum harus segar dan ringan.


Lipstik merupakan kosmetik yang sangat sulit dihasilkan karena

persyaratannya yaitu harus berpenampilan menarik, mudah digunakan, warna


merata dan stabil, memiliki rasa yang menyenangkan, memiliki perlekatan yang

37

baik pada bibir, tidak terpengaruh oleh perubahan suhu, bebas dari perubahan fisik,
dan bentuk padatnya tidak mudah hancur. Kombinasi yang baik pada
penggunaannya dapat mempercantik penampilan make up.
Contoh formula pewarna bibir :
Carnauba wax

16 %

Ozokerit

16 %

Lanolin

24 %

Parafin cair

24 %

Eosin

10 %

Asam bromat

7.5 %

Titan dioksid

1%

Perasa

1.5 %

Tips Bibir Indah

Sebelum menggunakan lipstik, usahakan selalu menggunakan pelembab


bibir. Hasilnya selain warna lipstik jadi lebih bagus, bibir juga jadi terlindung.

Perhatikan nutrisi yang masuk ke tubuh kita, karena pengaruh kondisi


tubuh juga mengakibatkan buruknya kondisi bibir.

Minum air putih selain menyehatkan tubuh, juga berguna untuk bibir
setidaknya air putih bisa mengatasi bibir pecah-pecah.

Tips Membentuk Bibir


Sebelum memperbaiki bentuk bibir, oleskan alas bedak (foundation) yang biasa
kita gunakan untuk wajah pada bibir. Hal ini berguna untuk menyamakan kulit
bibir dengan kulit wajah.
Lukis bibir dengan pensil bibir (lip liner) sesuai dengan yang kita kehendaki.
Kalau bibir kita tipis, lukis garis bibir di luar garis bibir asli. Tetapi kalau bibir
kita sedikit tebal, lukis garis batas di dalam garis bibir asli.
Oleskan lipstik dengan kuas bibir karena kuas dapat membuat olesan menjadi
lebih rapi. Selain itu, dengan menggunakan kuas kita dapat menghemat lipstik.
Tips Agar Lipstik Awet
Foundation dapat membuat lipstik tahan lama, jadi tidak ada salahnya
mengoleskan foundation sebelum memakai lipstik.

38

Lukis garis batas bibir dan seluruh bagian dalamnya dengan lipliner, kemudian
timpa dengan lipstik yang warnanya tidak jauh berbeda dengan warna lip liner.
Agar hasilnya maksimal, tempelkan tissu ke bibir yang sudah dioleskan lipstik
tadi. Kemudian ambil tissu lain yang sudah ditaburi bedak, kemudian
tempelkan ke bibir.
Terakhir, oleskan lipstik dengan kuas. Dengan cara ini, lipstik dapat bertahan
lama.

BAB VI
SEDIAAN TABIR SURYA (SUN SCREEN)
Pendahuluan
Kulit merupakan organ yang penting, dan dapat dijadikan sebagai cerminan
kesehatan seseorang. Susunan kulit sangat kompleks, elastis dan sensitif, bervariasi
tergantung dari umur, jenis kelamin, ras, iklim, dan lokasinya pada tubuh. Fungsi
utama kulit adalah sebagai pelindung, absorbsi (penyerapan), tempat ekskresi,
termoregulasi (pengaturan suhu tubuh), pembentukan pigmen, vitamin D dan
keratin.
Adanya perbedaan pola pantulan radiasi sinar matahari mempengaruhi
variasi warna kulit manusia. Biasanya kulit yang berwarna hitam disebabkan karena

39

adanya pigmen yang berwarna hitam dan adanya penyerapan dari seluruh spektrum
melanin. Kulit tak berpigmen terlihat putih karena adanya pantulan yang tinggi dari
spektrum sinar tampak. Sedangkan kemerahan pada kulit terjadi akibat
peningkatan jumlah hemoglobin pada dermis, yang disebabkan adanya dilatasi pada
pembuluh darah.
Reaksi kulit normal terhadap adanya sinar matahari yang berlebihan adalah
timbulnya eritema dan hiperpigmentasi. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh
panjang gelombang sinar matahari, intensitas penyinaran, temperatur, kelembaban
lingkungan, faktor individu dan keadaan kontak dengan sinar sebelumnya,
kekuatan sinar dan besarnya energi radiasi dari sinar matahari. Bila sinar matahari
tidak begitu lama pada kulit, maka akan mempunyai efek baik yaitu akan
merangsang peredaran darah dan mengaktifkan pembentukan vitamin D.
Terjadinya kerusakan pada kulit dapat disebabkan oleh adanya penyerapan
energi radiasi sinar matahari yang berlebihan oleh kulit. Kerusakan kulit ini disebut
eritema dengan tanda-tanda kulit berwarna kemerah-merahan, melepuh, sakit dan
jika sudah pecah dapat mengeluarkan nanah. Sinar matahari merupakan sinar
monokromatis dengan panjang gelombang yang berbeda-beda, dan sinar yang
berpengaruh buruk adalah sinar monokromatis dengan panjang gelombang 28003900 nm.
Meskipun secara alamiah kulit manusia sudah memiliki sistem perlindungan
terhadap pengaruh sinar radiasi yang merugikan, namun hal tersebut belum cukup
efektif untuk mengatasi radiasi sinar yang berlebihan. Karena Indonesia merupakan
negara tropis maka sebagian orang akan sangat memerlukan perlindungan
tambahan, salah satunya dengan menggunakan tabir surya (sun screen).
Penggolongan sinar UV
Para pakar dermatologis menyatakan bahwa salah satu faktor penyebab
penuaan dini dan pencetus kanker kulit (melanoma) adalah terpaan sinar matahari
yang mengandung sinar ultraviolet (UV). Menggunakan tabir surya akan
melindungi kerusakan kolagen dalam kulit yang dapat menghindari penuaan dini
(premature aging).

40

Pencegahan semua efek buruk ini dilakukan dengan membatasi terpaan


sinar matahari yang terlalu terik dengan selalu menggunakan tabir surya. Semua
cahaya matahari mengadung sinar ultraviolet (UV), terlepas dari cuaca ataupun
musim. Sinar UV memepertinggi produksi melanin (tanning). Sinar ini mampu
merusak kolagen kulit dan substruktur elastisitas kulit di dalam dermis yang
mengakibatkan kulit berkerut. Selain itu juga mempertinggi terjadinya pergantian
kulit atau mempertebal kulit.
Sinar UV dibagi menjadi 3 kelompok yaitu :
1. UV-A, yaitu sinar UV terpanjang dengan panjang gelombang 320-400 nm
menyebabkan kulit menjadi gelap tanpa disertai efek inflamasi, namun karena
danya reaksi fotooksidasi yang menghasilkan melanin, maka sinar ini dapat
menghasilkan sedikit eritema. Sinar UV A menembus kulit lebih dalam lagi
dan dapat menyebabkan penuaan diri dengan cara merusak kolagen dan
elastin kulit. Elastin berfungsi membuat kulit kenyal, kencang dan halus.
2. UV-B, yaitu sinar UV yang lebih pendek dengan panjang gelombang 250-320
nm, dapat menyebabkan kulit terbakar. Sinar UV A dan UV B mampu merusak
membran sel, mengakibatkan kulit merah dan terbakar (sun burn), kemudian
juga merusak sel DNA yang berakibat pada rusaknya mekanisme perbaikan sel.
Sinar UV B menembus kulit pada bagian paling luar sehingga menyebabkan
terjadinya kerusakan kulit akibat terbakar sinar matahari.
3. UV-C, merupakan sinar UV yang paling pendek dengan panjang gelombang
200-290 nm. Sinar ini banyak terdapat pada lapisan ozon yang menutupi
permukaan bumi dan dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan eritema.
Definisi
Sun screen atau tabir surya adalah sediaan kosmetik yang digunakan pada
permukaan kulit untuk menahan pengaruh buruk dari sinar matahari dan pengaruh
luar lainnya. Kulit menghasilkan respon yang berbeda terhadap sinar radiasi pada
panjang gelombang yang berbeda pula.
Produk sun protection atau tabir surya membantu menyaring cahaya
berbahaya sebelum menembus kulit. Produk ini bekerja pada permukaan kulit dan

41

menyerap UV untuk menjadikannya tidak berbahaya ataupun memantulkan cahaya


UV tersebut.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam sediaan sun screen :
1. Harus dapat menyerap radiasi sinar UV pada panjang gelombang 290-320 nm.
2. Harus dapat meneruskan sinar dengan panjang gelombang 300-400 nm.
3. Tidak mudah menguap dan tidak diserap oleh kulit.
4. Stabil terhadap suhu, sinar matahari dan kelembaban.
5. Tidak toksik dan tidak merangsang.
6. Harus membentuk lapisan tipis, mudah kering, melekat dengan baik pada kulit
dan mempunyai daya melindungi.
7. Mudah digunakan dan tersebar merata.
8. Tahan terhadap keringat dan gesekan.
9. Tidak mengotori pakaian.
10. Dibuat dari bahan yang mudah diperoleh.
Penggolongan Tabir Surya
Tabir surya (sunscreen) dapat digolongkan berdasarkan penggunaannya :
a) Sunburn Preventive Agents
Merupakan tabir surya yang mengabsorbsi 95% atau lebih radiasi UV pada panjang
gelombang 290-320 nm.
b) Suntaining Agent
Merupakan tabir surya yang mengabsorpsi kurang lebih 85% radiasi UV pada
panjang gelombang 290-320 nm. Jenis sediaan ini dapat menyebabkan eritema
ringan tanpa disertai rasa sakit.
c) Opaque Sunblock Agents
Merupakan tabir surya yang memberikan perlindungan maksimal yang bekerja
secara fisik. Titanium dioksida dan zink oksida banyak digunakan dalam sediaan
tabir surya ini. Titanium dioksida memantulkan sinar dan menghamburkan hampir
semua radiasi UV dan sinar tampak pada panajang gelombang 290-777 nm,
dimaksudkan untuk melindungi dan mengurangi terbakarnya kulit akibat sinar
matahari sehingga kulit tidak menjadi hitam/gelap.

42

Formulasi Tabir Surya


Jumlah serta jenis-jenis senyawa aktif yang digunakan pada tabir surya
sangat penting dipertahankan supaya hasil yang didapat baik dan sesuai dengan zat
pembawanya. Tabir surya dapat ditemukan pada hampir semua produk yang
digunakan pada kulit, seperti losio berair atau beralkohol, produk-produk emulsi
cair dan semi solid, sediaan-sediaan lemak seperti gel dan aerosol.
Formula umum tabir surya adalah sebagai berikut :
1. Screening Agent
Merupakan zat berkhasiat yang harus terdapat di dalam sediaan tabir surya.
Contohnya adalah : oksobenzon, dioksi benzone, homometil salisilat, etil paminobenzoat, minyak jarak, benzal aseton, benzal asetofenon, escalol 506, escalol
106, solprotex, dipropilenglikol salisilat, sumarome, isobutil salisil sinamat, minyak
silikon yang teresterifikasi dengan asam salisilat.
2. Zat Pembawa (basis)
Merupakan bagian yang sangat menentukan bekerja atau tidaknya sediaan tabir
surya karena jenis pembawa ini menentukan sifat lekat dan tebal lapisan yang
terbentuk. Contoh : bentonit, metil selulosa, Na alginat, polivinil alkohol, vinil
resin, dan etil selulosa.
3. Zat tambahan
Terkadang diperlukan zat tambahan untuk mencegah terjadinya infeksi, misalnya
antibiotik, antihistamin, dan antiseptik.
4. Parfum
Parfum atau zat pewangi dapat ditambahkan ke dalam formula sediaan tabir surya
untuk tujuan estetika dan digunakan sesuai dengan pemakaian.
Hal - hal penting yang harus diperhatikan dalam formula tabir surya :

Pemakaiannya

tidak

memberikan

efek

yang

merugikan,

karena

penggunaannya di luar ruangan.

Kandungan screening agent harus cukup dan efektif.


Screening agent dan zat pembawa harus sesuai. Hal ini dapat dilihat dari
sediaan tabir surya yang dapat menjadi fase air atau fase non air.

43

Harus diperhatikan terjadinya penguapan dari pelarut yang mempengaruhi


tertinggalnya screening agent pada kulit. Hal ini dikarenakan penggunaan
tabir surya pada umumnya digunakan pada daerah pantai dan tetap melekat
ketika terkena air.

Contoh formula tabir surya :


Fitrosol B

75%

Metil selulosa

0,5%

Gliserin

2%

Etil alkohol

10%

Parfum

qs

Air ad

100%
Sediaan tabir surya yang bisa diperoleh dalam bentuk krim, gel, semprot,

dan batangan ini dapat berupa lipbalm, krim pelembab, shampoo, bedak dan
perlengkapan make up lainnya.
Pemilihan Produk Tabir Surya
Kebiasaan untuk mencegah kulit terekspos sinar UV-A dan UV-B, seperti
melindungi kulit dari sengatan matahari langsung, menggunakan produk tabir surya
setiap hari dan mengenakan pakaian tertutup, dapat memperkecil resiko kanker
kulit.
Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih tabir surya dapat dengan
melihat kandungan sun protection factor (SPF) nya. Tetapi, biasanya angka SPF
hanyalah menunjukkan angka perlindungan yang diberikan oleh

tabir surya

terhadap sinar UV-B, bukan sinar UV-A. selain itu, sebelum menggunakan produk
tabir surya kita harus memastikan bahwa produk tabir surya tersebut mengandung
perlindungan spektrum yang luas, seperti microfine zinc oxyde yang merupakan
penghalang yang baik sekali terhadap sinar UV-A. selain itu, juga mengandung
minimal SPF 15.
Sun protection factor mengukur tingkat perlindungan terhadap sinar UV-B
yang merupakan kelompok sinar yang paling berbahaya yang dapat menyebabkan
kerusakan lebih cepat dan mudah dibanding sinar UV-A. Angka SPF menunjukkan
berapa lama Anda dapat berjemur di bawah terik matahari dengan menggunakan

44

produk tersebut tanpa terbakar. Cara untuk mengetahuinya adalah dengan


mengalikan waktu perlindungan alami. Jika Anda memperhitungkan bahwa kulit
dapat terekspos sinar matahari selama 10 menit tanpa terbakar, SPF 6 membuat
Anda dapat berjemur di bawah sinar matahari selama 6 x 10 menit atau 60 menit
sebelum kulit terbakar.
SPF dengan skala 4 menunjukan bahwa zat tersebut akan memiliki
kemampuan proteksi yang lemah sekali. Hanya beberapa saat cahaya matahari akan
membakar kulit kita. Sedangkan SPF dengan skala 15-18, akan mengamankan kita
untuk berada di bawah terik matahari selama 4-5 jam. Secara teori semakin tinggi
angka SPF yang ditawarkan, akan semakin baik. Tentu saja harganya akan semakin
mahal. Produsen yang fair akan mencantumkan berapa besaran SPF produk
mereka pada kemasan yang dibuat.
Tabel jenis kulit dan tingkat kandungan SPF
No
1.

Jenis Kulit
Kulit pucat, rambut merah, kulit
mudah

2.

terbakar,

tidak

pernah

berubah warna menjadi cokelat.


Kulit terang berbintik-bintik, rambut
pirang, bermata

Kandungan SPF Minimum


15 +

15 +

biru cenderung

mudah terbakar, kulit agak sulit


3.

berubah menjadi kulit


Kulit kuning langsat, rambut agak

8+

4.

gelap, kulit mudah terbakar.


Kulit tipe mediterania, rambut

8+

5.

hitam, kulit mudah menjadi cokelat


Kulit berwarna cokelat secara

4+

genetik.
6. Kulit berwarna hitam secara genetik
Sumber: which magazine, june 1996

4+

Tabel di atas menggambarkan jika anda orang Indonesia dengan kulit sawo
matang, maka pilihlah sunscreen yang di dalam labelnya mencantumkan SPF 4+.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan sunscreen :
1. Manfaat sunscreen
Ada 2 manfaat sunscreen bagi kulit:

45

Bisa memantulkan atau memecah sinar matahari sehingga tidak berbahaya bagi
kulit. Pigmen mineral yang terkandung dalam sunscreen seperti ZnO, titan
dioksida mampu bertindak sebagai pelindung kulit.

Bisa menyerap sinar matahari sehingga tidak mengenai kulit secara


langsung.
Olesan sunscreen tersebut akan membentuk kulit palsu.

2. Waktu penggunaan sunscreen yang optimum


Suatu riset ilmiah menunjukan, sebaiknya sunscreen digunakan sekitar 30
menit sebelum keluar rumah. Waktu 30 menit tersebut dianggap cukup bagi kulit
untuk beradaptasi dengan sunscreen yang di oleskan ke permukaan kulit.
Sebagaimana diketahui dari konsep SPF di atas diproteksi yang dimiliki
suatu sunscreen ada jangka waktunya. Dalam beberapa jam, daya proteksi yang
dimiliki akan berkurang sampai akhirnya hilang sama sekali. Untuk itu, setiap
beberapa jam (tergantung tingginya SPF), kita harus mengolesi kulit dengan
sunscreen kembali. Tetapi, jika dalam label produk tidak dicantumkan berapa kali
sebaiknya digunakan, maka disarankan untuk memakainya setiap 2 jam.
3. Sunscreen dan tempat tujuan
Dalam keadaan basah, kulit cenderung akan lebih cepat rusak.
Kerusakannya biasanya lebih parah apabila tekena sengatan matahari. Maka itu jika
Anda ingin berlama-lama di bawah sengatan matahari pada saat berenang di pantai
atau kolam renang, sebaiknya pilih sunscreen yang tahan air (water proof). Jika
tidak tulisan water proof pada label, maka begitu selesai berenang, oleskan kembali
sunscreen sebelum Anda berjemur.
Para pendaki gunung perlu memperhatikan bahwa efek ketinggian bisa
meningkatkan intensitas cahaya UV. Artinya, Anda harus menggunakan sunscreen
yang berkualitas baik dan dalam jumlah yang cukup banyak.
4. Perlindungan khusus
Semua ahli sepakat, kulit muka jauh lebih sensitif dan memiliki kadar
minyak yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kulit di daerah tubuh lainnya.
Karena itulah kulit muka harus diberi perhatian ekstra. Kita harus lebih sering
mengoleskan sunscreen kalau perlu dengan jenis SPF yang lebih tinggi.

46

Selain kulit muka, kulit yang perlu diberi perhatian ekstra adalah kulit
bagian tengkuk, pundak, dan kulit anak-anak (karena memiliki sensitivitas yang
lebih tinggi dibandingkan kulit dewasa).
Waktu Kadaluwarsa Produk Tabir Surya
Waktu kadaluwarsa produk tabir surya sangat beragam. Konsumen
dianjurkan untuk membaca keterangan yang terdapat pada kemasan. Secara umum
berdasarkan aturan yang dikeluarkan Food and Drug Administration (FDA),
sebuah produk tabir surya harus bisa bertahan selama 3 tahun di counter penjualan
sebelum kadaluwarsa. Biasanya produk tabir surya akan habis terpakai dalam
jangka waktu maksimal 1 tahun.
Cara untuk menentukan waktu kadaluwarsa produk tabir surya dapat
diketahui dengan melihat apakah ada bagian produk yang telah terpisah, warna
berubah, atau bau berubah. Jika sudah demikian disarankan agar produk itu tidak
digunakan lagi.
Tips Upaya Preventif Menjaga Kesehatan Kulit
1. Hindari cahaya matahari pada saat pukul 11.00-15.00.
2. Kenakan pakaian dan topi yang cukup melindungi tubuh saat bepergian.
3. Bayi yang berusia kurang dari 6 bulan hindari terkena cahaya matahari secara
langsung. Sebab, kulit bayi belum memiliki pelindung alami terhadap cahaya
matahari.
4. Makanlah makanan yang mengandung vitamin C dan E. Kedua jenis vitamin ini
sangat bermanfaat untuk menciptakan kulit yang indah dan sehat.
Tips Memilih Sunscreen
Pilihlah sunscreen yang mengandung kombinasi bahan yang dapat memblok
radiasi sinar UV A dan UV B. Cari bahan seperti oksibenzon, dioksi benzon,
dan oktokrilen. Bahan yang hanya mengabsorbsi radiasi UV B yaitu cinoxate,
oktilmetoksinamat,

nomosalate,

etilheksilsalisilat,

oktilsalisilat,

dan

etilheksilparametoksinamat. Sedangkan avobenzone (butilmetoksidibenzoyl


methane) hanya mengabsorpsi UV A saja.
Pilihlah SPF yang sesuai dengan aktivitas, iklim, dan semua faktor yang
mempengaruhi intensitas dari sinar matahari. Untuk mendapatkan nilai SPF

47

yang terbaik, tentukan terlebih dahulu berapa lama Anda dapat berada di bawah
sinar matahari sampai kulit Anda berubah warna karena terbakar. Jika kulit
Anda terbakar setelah 20 menit, tabir surya dengan SPF-G akan melindungi
Anda di luar ruangan di bawah kondisi normal untuk 6 x 20 menit atau 2 jam
sebelum kulit Anda terbakar.
Pilihlah sun screen yang water proof, water resistant atau sweat resistant.
Menurut

FDA water

proof

berarti

bahwa

produk

tersebut

dapat

mempertahankan aktivitas perlindungannya setelah berada dalam air sampai 80


menit, sedangkan untuk water resistant dapat bertahan sampai 40 menit, dan
untuk sweat resistant sampai 30 menit.

BAB V
PEMBAHASAN
5.1 Efek Samping Kosmetika

48

Dalam pemantauan efek samping produk kosmetika yang paling penting


untuk kita ketahui adalah definisi yang jelas dari efek samping dalam penerapannya,
agar tidak salah dengan pengertian efek negatif akibat salah penggunaan. Efek
samping (adverse effect) adalah efek yang tidak diharapkan yang dapat merugikan
pengguna sebagai akibat penggunaan suatu produk sesuai dengan prosedur
penggunaan dalam kondisi normal atau kondisi yang telah diramalkan.
Penyebab efek samping kosmetika bisa dikarenakan:
1. Bahan
2. Formula
3. Cara pemakaian
4. Variasi individu
5. Informasi yang tidak jelas.
Macam-macam efek samping kosmetika
A. Efek samping pada kulit.
1. Dermatitis kontak alergi dan iritan
Terjadi karena kontak kulit dengan bahan dari luar tubuh berupa alergen,
iritan, atau keduanya. Pada dermatitis kontak alergi terjadi sensitivitas tipe lambat,
sedangkan pada dermatitis kontak iritan terjadi kerusakan jaringan akibat reaksi
non imunologi karena bahan iritan. Kelainan berbentuk kemerahan, gelembung
berisi cairan, pembengkakan kulit, disertai rasa gatal merupakan gambaran
dermatitis kontak alergi. Dermatitis kontak iritan mungkin dimulai dengan
kekeringan kulit, rasa gatal, dan pengelupasan kulit dan dilanjutkan dengan
timbulnya gelembung berisi cairan.
2. Acne kosmetika
Bahan kosmetika yang dipakai bersifat aknegenik (menimbulkan jerawat),
seperti lanolin pada bedak padat, dan alkohol laurat pada pelembab.
3. Fotosensitivitas
Terjadi akibat adanya zat yang bersifat fototoksik atau fotoalergik dalam
kosmetika, misalnya PABA (paraamino benzoic acid), beta-karoten, dan sinamat

49

pada tabir surya. Manifestasi klinis dapat berupa erythema, eksematosa, maupun
hiperpigmentasi.
B. Kelainan pada saluran napas
Terjadi karena pemakaian kosmetika, misalnya dalam bentuk bedak tabur
yang terhisap sehingga menimbulkan masalah pada seseorang yang menderita
asma atau rinitis.
Pada penanganan efek samping kosmetika, tindakan yang harus dilakukan
pertama kali adalah menghentikan pemakaian kosmetika tersebut dan melakukan
identifikasi terhadap bahan penyebab. Pemberian obat topikal maupun sistemik
tergantung pada bentuk efek samping kosmetika yang terjadi.
Hambatan yang dapat terjadi dalam pemantauan efek samping kosmetika,
antara lain:
1. Sering terjadi salah pengertian antara efek samping dan salah penggunaan.
2. Susahnya ditelusuri riwayat penggunaan.
3. Efek samping yang terjadi sering tidak dilaporkan oleh konsumen.
4. Susah diidentifikasi akibat efek samping atau akibat susulan dari penyakit.
Cara Menyimpan Kosmetika yang Baik
a) Taruhlah dalam tempat yang kering dan sejuk seperti laci meja rias atau beauty
case.
b) Sebaiknya tidak meletakan kosmetika di kamar mandi karena kelembaban dapat
memicu kerusakan kosmetika lebih cepat.
c) Hindari tempat penyimpanan yang terkena paparan sinar matahari, termasuk
yang menembus kaca, karena matahari dapat mempercepat rusaknya atau
mempengaruhi stabilitas kosmetika. Misalnya warna jadi cepat berubah, produk
jadi cepat kering atau bahkan bisa mengakibatkan iritasi kulit karena
kandungan zat dalam produk kosmetika bereaksi terhadap sinar matahari.
Kiat Agar Kulit Sehat dan Cantik
Setiap orang (terutama wanita), tentu mendambakan kulit yang sehat dan
cantik. Pada umumnya mereka mudah tergiur menjadi cantik seketika (instant
beauty) dengan menggunakan berbagai jenis make up, misalnya pewarna bibir,
pemulas pipi (blush on), alas bedak dan bedaknya, serta wewangian, tanpa

50

memikirkan efek yang memungkinkan timbulnya reaksi kulit yang tidak


diharapkan.
Namun sesungguhnya yang lebih penting adalah cara merawat dan
memelihara kulit yang akan menghasilkan kecantikan jangka panjang (long term
beauty). Untuk mendapatkan kecantikan jangka panjang itulah maka kulit harus
senantiasa dirawat dan dilindungi dari pengaruh-pengaruh yang dapat merusak.
Perawatan kulit agar bersih dan terpelihara adalah sangat penting guna mencapai
cantik yang sehat. Oleh sebab itu, perawatan kulit dengan kosmetika yang aman
harus dilakukan secara teratur dan benar dengan 4 langkah di bawah ini :
1. Pembersihan, bertujuan untuk mengangkat kotoran, minyak (sebum), dan sisa
make up pada kulit.

Sabun wajah non alkalis, pH-balanced : pagi dan sore saat mandi atau
mencuci muka.

Susu/krim pembersih, pH-balanced : menghapus make up sepulang


berpergian dan saat akan istirahat malam.

Penyegar : untuk menyempurnakan kebersihan kulit.

2. Pelembaban, bertujuan mencegah kekeringan kulit.

Terutama untuk kulit kering, tanda-tanda ketuaan, kulit normal pada


lingkungan berudara kering.

Mengandung liposom, antioksidan, AHA, jojoba oil, whitening agent, anti

aging agent, sesuai dengan kebutuhan.

Dapat dalam bentuk moisturizer (day cream), night cream, body lotion.

3. Perlindungan, melindungi kulit dari pengaruh yang merugikan seperti sinar


UV, hawa panas, angin, kotoran dan polusi udara.

Tabir surya non PABA yang dioleskan sebelum melakukan kegiatan di luar
rumah. Pada kulit kering tabir surya digunakan setelah pelembab, sedangkan
pada kulit berminyak umumnya merangkap sebagai pelembab.

Tabir surya fisik seperti topi bertepi lebar, payung, dan baju berlengan
panjang.

4. Pengamplasan, untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan kotoran dipermukaan


kulit yang tidak terangkat oleh sabun atau pembersih yang dapat menyebabkan

51

kulit menebal dan tampak kusam, sehingga memudahkan timbulnya jerawat


dan menghambat regenerasi sel kulit.

Dilakukan 1-2 kali seminggu dengan menggunakan scrub cream.

Bisa juga dengan masker wajah (face mask) 1 kali seminggu.


Selain langkah-langkah tersebut di atas, akan lebih baik pula bila dilakukan

perawatan dari dalam dengan mengkonsumsi beberapa jenis vitamin dan


nutriceuticals, sehingga dapat memberikan nutrisi lengkap secara seimbang yang
dibutuhkan oleh tubuh kita. Nutriceuticals ini bersifat antioksidan yang membantu
perawatan kulit dari dalam. Beberapa vitamin yang bermanfaat untuk kesehatan
kulit antara lain: vitamin A, C, dan E.
Mitos dan Fakta tentang Kecantikan
Mitos 1 :
Minum banyak air membuat keremajaan kulit terjaga.
Fakta :
Air membantu ginjal dalam menghilangkan zat-zat beracun dalam tubuh dan
bekerja sebagai penekan atau penahan. Tetapi sebagian air dapat meningkatkan
pembengkakkan tubuh, dalam hal ini kulit. Sedikit kerutan dapat menghilang, tetapi
air tidak dapat merubah kulit dasar. Jadi, minum air secukupnya adalah penting tapi
tak perlu berlebihan karena kulit sudah menyediakan.
Mitos 2 :
Sabun tidak bagus untuk kulit.
Fakta :
Sabun biasa yang banyak digunakan sekarang ini mengandung sebagian besar
campuran lemak-lemak hewan dan minyak tumbuhan. Sabun ini mempunyai pH
yang tinggi (larutan alkali) dan dapat mengeringkan kulit terutama kulit yang tua.
Bagaimanapun, sekarang ini kebanyakan sabun diproduksi dari bahan-bahan
pembersih sintetik (surfaktan) yang dapat membersihkan kulit dengan efek sejuk
yang lebih nyaman daripada sabun-sabun sebelumnya. Beberapa sabun modern
punya zat-zat tambahan pelumas dan pelembab kulit. Jadi, sabun juga baik untuk

52

kulit. Siapapun akan suka menggunakan sabun modern yang mempunyai efek
samping sekecil mungkin dan dapat digunakan tanpa terjadinya kerusakan kulit.
Mitos 3 :
Pori-pori dapat dikecilkan.
Fakta :
Ukuran pori-pori secara genetik telah ditetapkan, termasuk pada kulit wajah.
Industri kosmetik membuat sebuah bisnis besar dengan membuat wanita percaya
bahwa pori-pori dapat dikecilkan. Pada saat mencapai usia pubertas, pori-pori
berada pada ukuran yang paling besar. Bagaimanapun pori-pori dapat terlihat lebih
besar lagi jika dipengaruhi oleh adanya keratin, bahan-bahan sebaceous atau
bakteri, bahkan dapat terlihat gelap jika keratinnya berpigmen. Obat-obat luar
seperti retin-A dan AHA dapat memecahkan bahan-bahan tersebut sehingga poripori kembali berada pada ukuran yang normal.
Mitos 4:
Sekarang sudah terlambat menggunakan sun screen.
Fakta :
Tidak pernah terlambat untuk melindungi kulit Anda dari sinar matahari dan radiasi
sinar UV. Efek kerusakan oleh cahaya tidak pernah berhenti selama radiasi
berlangsung,

sehingga

menghentikan

radiasi

sekurang-kurangnya

dapat

menghentikan beberapa kerusakan. Ada fakta klinik bahwa setelah memulai


perlindungan, kulit dapat memperbaiki dirinya sendiri sampai tingkat tertentu. Hal
ini tidak berlangsung dalam waktu singkat, tetapi memungkinkan berlangsung
dengan perawatan secara kontinu dan tetap melakukan perlindungan.
Mitos 5 :
Kulit kering adalah alasan untuk berkerut.
Fakta :
Realitanya bahwa kerut-kerut dan garis-garis yang terlihat di kulit Anda disebabkan
oleh curahan sinar matahari atau radiasi sinar UV. Jika seseorang merokok,
penampakan kerutan-kerutan ini akan lebih cepat. Jika seseorang mengalami
dehidrasi, kulitnya akan tampak berkerut dan akan kembali normal sesudah minum
air yang cukup. Juga setiap bertambah umurnya, kulit akan membuat minyak alami

53

lebih sedikit sehingga akan timbul kerut. Pelembab akan menolong memperlembut
garis-garis kerut tersebut.
Mitos 6 :
Setiap kulit membutuhkan pelembab.
Fakta :
Ada mitos lain dari bisnis besar industri kosmetik yang ingin Anda percayai.
Perawatan kulit terbaik dengan semua bahan-bahan penting secara normal. Dalam
realitanya, Anda hanya membutuhkan pelembab jika terdapat tanda-tanda seperti
kemerahan, bersisik, dan gatal-gatal pada kulit. Lebih sering tinggal dalam cuaca
dingin maka lebih berat sebuah pelembab yang Anda butuhkan. Bagian yang
berbeda pada kulit Anda mungkin dalam beberapa kasus membutuhkan pelembab
yang berbeda, contohnya adalah kulit kaki dan tangan.

DAFTAR PUSTAKA
Badan POM RI. Mengenal Kosmetika. ULPK Balai Besar POM Bandung
Badan POM RI. 2003. Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan
Republik Indonesia Nomor: HK.00.05.4.1745 Tanggal 5 Mei 2003
tentang Kosmetik. Jakarta.
Badan POM RI. 2003. Lampiran Keputusan Deputi Bidang Pengawasan Obat
Tradisional,
Kosmetik,
dan
Produk
Komplemen
Nomor:
PO.01.04.42.4082 tentang Pedoman Tata Cara Pendaftaran dan
Penilaian Kosmetik. Jakarta.
Balsam, M.S and Edward Sagarin. 1972. Cosmetics : Science and Technology.
Volume I. New York : John Wiley & Sons, Inc.
Flick, Ernest W. 1995. Cosmetic and Toiletry Formulations. Second Edition.
Volume III. Noyes Publication. New Jersey.

54

Harry, Ralph G. 1982. Harry's Cosmeticology. 7th Edition. London: George


Godwin.
Indah. 1997. Mengenal Sunscreen. Femina No. 28 Vol. XXV. Jakarta
Jellinek, Stephan. 1970. Formulation and Function of Cosmetics. New York: John
Wiley & Sons, Inc.
Soedarwoto, Asmaja D.. 2002, Efek Samping Kosmetika di Bag/SMF I.P. Kulit
dan Kelamin FK Unpad/RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung. [Makalah
pada Pertemuan Pembahasan Pemantauan Efek Samping Kosmetika dan
Alat Kesehatan]. Bandung.
www.Beautyladyworld.com
www.satuwanita.com