Anda di halaman 1dari 15

UJI POTENSI ANTIBIOTIK

I.

KOMPETENSI UMUM
Untuk mengetahui kemampuan antibiotik dalam menghambat
atau membunuh pertumbuhan mikroorganisme.

II. KOMPETENSI KHUSUS


Untuk

melihat

kemampuan

antibiotik

tetrasiklin

dalam

menghambat atau membunuh pertumbuhan mikroorganisme.


III. TEORI UMUM
Antibiotika adalah golongan senyawa, baik alami, semi sintetis
maupun

sintetis, yang memiliki khasiat mematikan atau menghambat

pertumbuhan bakteri.

Kegiatan antibiotik untuk pertama kalinya

ditemukan secara kebetulan oleh dr.

Alexander Fleming. Tetapi

penemuan ini baru dikembangkan dan digunakan pada

permulaan

perang dunia II di tahun 1941, ketika obat-obat antibakteri sangat


diperlukan untuk menanggulangi infeksi dari luka-luka akibat pertempuran
(Tan dan Rahardja, 2008).
Tetrasiklin merupakan kelompok antibiotika yang dihasilkan
oleh jamur

Streptomyces aureofaciens atau S. rimosus. Tetrasiklin

merupakan derivat dari

senyawa hidronaftalen, dan berwarna kuning

(Subronto, 2001).
Tetrasiklin merupakan antibiotika berspektrum luas yang aktif
terhadap

bakteri

gram-positif

maupun

gram-negatif

yang

bekerja

merintangi sintesa protein (Tan dan Rahardja, 2008).

FIRSTIANAVI OKTARIANTI
150 2012 0178

ANDI NURUL HIDAYATI

UJI POTENSI ANTIBIOTIK

Antibiotika

adalah

zat-zat

kimia

yang

dihasilkan mikro-

organisme hidup terutama fungi dan bakteri tanah, yang memiliki khasiat
mematikan atau menghambat pertumbuhan banyak bakteri dan beberapa
virus besar, sedangkan toksisitasnya bagi manusia relatif kecil (Tjay,
1978).
Kegiatan antibiotika untuk pertama kalinya ditemukan oleh
sarjana Inggris dr. Alexander Flemming pada tahun 1928 (penisilin).
Tetapi penemuan ini baru diperkembangkan dan dipergunakan dalam
terapi di tahun 1941 oleh dr.Florey (Oxford). Kemudian banyak zat lain
dengan khasita antibiotik diisolir oleh penyelidik-penyelidik di seluruh
dunia, akan tetapi berhubung dengan sifat toksisnya hanya beberapa saja
yang dapat digunakan sebagai obat (Tjay, 1978).
Pertumbuhan dan pengerasan bakteri-bakteri dipengaruhi oleh
berbagai macam zat kimia dalam lingkungan karena pengaruh zat kimia,
maka bakteri seperti bergerak menuju atau menjauhi zat kimia itu.
Peristiwa. Bila bakteri-bakteri itu tertarik dan bergerak menuju kearah zat
kimia kita sebut chemotaxis (+) dan sebaliknya kita sebut chemotaxis (-).
Bakteri-bakteri yang tidak bergerak, peretumbuhan koloninya dapat
dipengaruhi oleh zat-zat kimiab peristiwa itu disebut chemotropis
(soemarno, 1976).
Suatu bahan diklasifikasikan sebagai antibiotika apabila (Djide,
2005) :

FIRSTIANAVI OKTARIANTI
150 2012 0178

ANDI NURUL HIDAYATI

UJI POTENSI ANTIBIOTIK

a. Bahan tersebut merupakan produk metabolisme (alami maupun


sintesis).
b. Bahan tersebut adalah produk sintesis yang dihasilkan sebagai
analog struktur suatu antibiotika yang terdapat di alam.
c. Bahan tersebut mengantagonis pertumbuhan atau keselamatan
suatu spesies mikroorganisme atau lebih.
d. Bahan tersebut efektif dalam konsentrasi rendah.
Secara umum antibiotika terbagi atas (Raharja, 2002) :
1. Penisilin
Penisilin-G dan turunannya bersifat bakterisid terhadap terutama
kuman Gram-positif (khususnya Cocci) dan hanya beberapa kuman
Gram-negatif. Contohnya : Benzilpenisilin, Fenoksimetilpenisilin
Kloksasilin, Asam Klavulanat, Ampisilin.
2. Sefalosporin
Spektrum kerjanya luas dan meliputi banyak kuman Gram-positif
dan Gram-negatif termasuk Escherichia coli. Berkhasiat bakterisid
dalam fase pembunuhan kuman, berdasarkan penghambatan
sintesa peptidoglikan yang diperlukan kuman untuk ketangguhan
dindingnya. Contohnya : Sefaleksin, Sefamandol, Sefouroksin,
Sefotaksim, Seftazidim, Aztreonam.
3. Aminoglikosida
Aktivitasnya bakterisid, berdasarkan dayanya untuk mempenetrasi
dinding bakteri dan mengikat diri pada ribosom di dalam sel. Proses

FIRSTIANAVI OKTARIANTI
150 2012 0178

ANDI NURUL HIDAYATI

UJI POTENSI ANTIBIOTIK

translasi (RNA dan DNA) diganggu sehingga biosintesa proteinnya


dikacaukan. Efek ini tidak saja terjadi pada fase pertumbuhan juga
bila kuman tidak membelah diri. Contohnya : Streptomisin,
Gentamisin, Amiksin, Neomisin Paromomisin.
4. Tetrasiklin
Mekanisme kerja berdasarkan diganggunya sintesa protein kuman.
Spectrum kerjanya luas dan meliputi banyak cocci Gram-positif dan
Gram-negatif serta kebanyakan bacilli, kecuali pseudomonas dan
proteus. Contohnya : Tetrasiklin, Doksisiklin,
5. Makrolida dan linkomisin
Eritromisin bekerja bakteriostatis terhadap terutama bakteri Grampositif, dan spectrum kerjanya mirip penisilin-G. Mekanisme
kerjanya melalui pengikatan reversible pada ribosom kuman,
sehingga sintesis proteinnya dirintangi. Contohnya : Eritromisin,
Azitromisin, Spiramisin, Linkomisin.
6. Polipeptida
Khasiatnya adalah bakterisid berdasarkan aktivitas permukaannya
dan kemampuannya untuk melekatkan diri pada membran sel
bakteri, sehingga permeabilitas sel meningkat dan akhirnya sel
meletus. Contohnya : Polimiksin B, Basitrasin, Gramsidin.
7. Antibiotika lainnya
Khasiatnya bersifat bakteriostatik terhadap enterobacter dan
Staphylococcus

aureus

FIRSTIANAVI OKTARIANTI
150 2012 0178

berdasarkan

perintangan

sis=ntesa

ANDI NURUL HIDAYATI

UJI POTENSI ANTIBIOTIK

polipeptida kuma. Contohnya : Tetrasiklin, Vankomisin, Asam


fusidat, Mupirosin, Spektinomisin.
Berdasarkan mekanisme kerjanya antimikroba dibagi dalam lima
kelompok (Ganiswarna, 1995) :
a) Antimikroba yang menghambat metabolisme sel mikroba
Antimikroba yang termasuk dalam kelompok ini adalah sulfonamid,
trimetoprim, asam p-aminosalisilat dan sulfon.
b) Antimikroba yang menghambat sintesis dinding sel mikroba
Obat yang termasuk dalam kelompok ini adalah penisilin, sfalosforin,
basitrasin, vankomisin, dan sikloserin.
c) Antimikroba yang mengganggu keutuhan membran sel
Obat yang termasuk dalam golongan ini adalah polimiksin, golongan
polien serta berbagai antimikroba kemoteraupetik, seperti antiseptik
surface active agents.
d) Antimikroba yang menghambat sintesis protein sel mikroba
Obat yang termasuk dalam kelompok ini adalah golonbgangna
aminoglikosid, makrolid, linkimisin, tetrasiklin dan Tetrasiklin.
e) Antimikroba yang menghambat sintesis asam nukleat sel mikroba
Antimikroba yang termasuk kelompok ini ialah rimpisin dan golongan
kuinolon.
Prinsip penggunaan antibiotik didasarkan pada dua pertimbangan
utama, yaitu (Ditjen POM, 2001) :
a. Penyebab infeksi

FIRSTIANAVI OKTARIANTI
150 2012 0178

ANDI NURUL HIDAYATI

UJI POTENSI ANTIBIOTIK

Pemberian antibiotik yang paling ideal adalah berdasarkan hasil


pemeriksaan mikrobiologis dan uji kepekaan kuman. Namun dalam
praktek sehari-hari, tidak melakukan pemeriksaan mikro-biologis untuk
setiap pasien yang dicurigai menderita suatu infeksi. Di samping itu,
untuk infeksi berat yang memerlukan penanganan segera dimulai
setelah pengambilan sampel bahan biologik untuk biakan dan
pemeriksaan

kepekaan

kuman.

Pemberian

antibiotik

tanpa

pemeriksaan mikrobiologis dapat didasarkan pada educated guess.


b. Faktor pasien
Diantara faktor pasien yang perlu diperhatikan dalam pemberian
antibiotik antara lain fungsi ginjal, fungsi hati, riwayat alergi, daya
tahan terhadap infeksi (status imunologis), daya tahan terhadap obat,
beratnya infeksi, usia, untuk wanita apakah sedang hamil atau
menyusui, dan lain-lain.
Resistensi sel mikroba ialah suatu sifat tidak terganggunya
kehidupan sel mikroba oelh antimikroba. Sifat ini dapat merupakan suatu
mekanisme alamiah untuk bertahan hidup. Ada 5 mekanisme resistensi
kuman terhadap antimikroba yaitu (Ganiswara, 1995) :
a. Perubahan tempat kerja (target site) obat pada mikroba.
b. Mikroba menurunkan permeabilitasnya sehingga obat sulit masuk ke
dalam sel.
c.

Inaktivasi obat oleh mikroba.

FIRSTIANAVI OKTARIANTI
150 2012 0178

ANDI NURUL HIDAYATI

UJI POTENSI ANTIBIOTIK

d. Mikroba yang membentuk jalan pintas untuk menghindari tahap yang


dihambat oleh antimikroba.
e. Meningkatkan produksi enzim yang dihambat oleh antimikroba.
Pemberian antibiotik yang paling ideal adalah berdasarkan hasil
pemeriksaan mikrobiologis dan uji kepekaan kuman. Namun dalam
praktek sehari-hari, tidak mungkin melakukan pemeriksaan mikrobiologis
untuk pasien yang dicurigai menderita suatu infeksi berat yang
memerlukan penanganan segera dimulai setelah pengambilan sampel
bahan biologik untuk biakan dan pemeriksaan kepekaan kuman (Ditjen
POM, 2001).
Suatu zat antimikroba yang ideal, memiliki toksisitas selektif.
Istilah ini berarti bahwa suatu obat berbahaya bagi parasit tapi tidak
membahayakan bagi inang. Umumnya toksisitas selektif lebih bersifat
relatif dan bukan absolud, ini berarti bahwa suatu obat yang pada
konsentrasi tertentu dapat ditoleransi oleh inang umum dapat merusak
parasit (Tjay, 2003)
Aktifitas mikroba dapat dikendalikan dengan mengatur faktorfaktor lingkungan yang meliputi faktor biotik dan abiotik (temperatur, pH,
kelembaban, radiasi) (Dwidjesoputro, 1994).
Uji potensi antibiotika dilakukan dalam dua metode yaitu
metode kertas saring (Kirby and Bauer) dan metode dAubert. Metode
kertas

saring

menghambat

pertumbuhan

mikroorganisme

dengan

menggunakan zat-zat kimia seperti fungisida, bakterisida, dan insektisida.

FIRSTIANAVI OKTARIANTI
150 2012 0178

ANDI NURUL HIDAYATI

UJI POTENSI ANTIBIOTIK

Dengan perlakuan fisik seperti dengan sinar UV, pemanasan yang tinggi,
serta dengan perlakuan biologi seperti menggunakan mikroorganisme lain
sebagai antagonis. Metode dAubert yaitu metode yang digunakan untuk
memeriksa kadar anibiotika dalam bahan makanan sebagai bahan
pengawet (Ramona dkk., 2007).

FIRSTIANAVI OKTARIANTI
150 2012 0178

ANDI NURUL HIDAYATI

UJI POTENSI ANTIBIOTIK

IV. CARA KERJA


1. Pertama-tama dibuat pengenceran dengan 5 variasi dosis baku
(S1 sampai S5).
2. Dibuat 1 variasi dosis uji (U3) yang sesuai dengan S3 kurva baku.
3. Dibuat suspensi inokulum dengan mencampurkan NA steril.
4. Dituang kedalam tiap-tiap cawan petri
5. Setelah inokulum padat kemudian diletakkan piper disk yang telah
direndam dengan larutan antibiotik.
6. Diinkubasi selama 1x24 jam pada suhu 37C.
7. Diamati zona hambat yang terbentuk dan dilakukan pengukuran
garis tengah dengan menggunakan penggaris.
8. Dihitung potensi antibiotik dari hasil pengukuran.

FIRSTIANAVI OKTARIANTI
150 2012 0178

ANDI NURUL HIDAYATI

UJI POTENSI ANTIBIOTIK

V. HASIL PENGAMATAN
a. Foto

b.

Tabel pengamatan

Diameter zona hambat pertumbuhan (mm)


No

Baku pembanding

Sampel

S1

S3

S2

S3

S4

S3

S5

S3

U3

S3

10

10

10

19

21

12

10

18

21

12

11

11

10

18

20

12

10

20

21

14

20

20

13

10

20

20

14

10

10

11

18

20

12

10

10

11

18

20

13

FIRSTIANAVI OKTARIANTI
150 2012 0178

ANDI NURUL HIDAYATI

UJI POTENSI ANTIBIOTIK

10

10

18

21

13

10

Jumlah

76

63

83

86

80

76

164

183

115

81

8,44

9,22

9,55

8,89

8,4

Rata18,77 20,33 12,77

rata
Hasil
7,72

9,389

8,645

19,55

10,885

0,72

0,165

0,245

0,78

1,885

korektor
Korektor

FIRSTIANAVI OKTARIANTI
150 2012 0178

ANDI NURUL HIDAYATI

UJI POTENSI ANTIBIOTIK

VI. PEMBAHASAN
Antibiotik digunakan untuk membasmi mikroba penyebab
terjadinya infeksi. Gejala infeksi terjadi akibat gangguan langsung oleh
mikroba dan berbagai zat toksik yang dihasilkan mikroba. Pada
dasarnya suatu infeksi dapat ditangani oleh sistem pertahanan tubuh,
namun adakalanya sistem ini perlu ditunjang oleh penggunaan
antibiotik.
Prinsip penetapan potensi antibiotik dalam sediaan obat
adalah membandingkan dosis larutan sediaan uji terhadap dosis
larutan baku pembanding yang menghasilkan derajat hambatan yang
sama pada mikroorganisme uji.
Prosedur

difusi

kertas

cakram-agar

yang

distandardisasikan (metode Kirby-Bauer) merupakan cara untuk


menentukan sensitivitas antibiotik untuk bakteri. Sensitivitas suatu
bakteri terhadap antibiotik ditentukan oleh diameter zona hambat yang
terbentuk. Semakin besar diameternya maka semakin terhambat
pertumbuhannya,

sehingga

diperlukan

standar

acuan

untuk

menentukan apakah bakteri itu resisten atau peka terhadap suatu


antibiotik.
Pada praktikum ini digunakan medium NA dan PDA dengan
sampel antibiotik Cloramex. Pertama-tama dibuat pengenceran
dengan 5 variasi dosis baku (S1 sampai S5). Dibuat 1 variasi dosis uji
(U3) yang sesuai dengan S3 kurva baku. Kemudian dibuat suspensi

FIRSTIANAVI OKTARIANTI
150 2012 0178

ANDI NURUL HIDAYATI

UJI POTENSI ANTIBIOTIK

inokulum dengan mencampurkan NA steril. Lalu dituang kedalam tiaptiap cawan petri. Setelah inokulum padat kemudian diletakkan piper
disk yang telah direndam dengan larutan antibiotik. Diinkubasi selama
1x24 jam pada suhu 37C dan diamati zona hambat yang terbentuk
dan dilakukan pengukuran garis tengah dengan menggunakan
penggaris. Dihitung potensi antibiotik dari hasil pengukuran.
Pada pengujian yang telah dilakukan terbentuk zona bening
disekitar piper disk. Ini menunjukan bahwa antibiotik yang digunakan
berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri. Pengaruh konsentrasi
antibiotika terhadap pertumbuhan bakteri adalah semakin besar
konsentrasi dari antibiotika maka kemampuan antibiotika untuk
menghambat atau membunuh bakteri akan semakin besar (efektifitas
kerja antibiotia meningkat).
Berdasarkan hasil pengamatan setelah sampel diinkubasi
selama 48 jam, diperoleh hasil bahwa pada cawan petri yang
diberikan antibiotik Tetrasiklin, terdapat zona hambat yang ditandai
dengan daerah sekitar antibiotik berwarna bening. Terdapatnya zona
hambat pada percobaan tersebut disebabkan karena khamir tersebut
tidak resisten terhadap antibiotik yang ditanam pada media yang
sama. Resistensi ini merupakan suatu sifat tidak terganggunya
kehidupan sel mikroba oleh antimikroba. Sifat ini merupakan suatu
mekanisme alamiah untuk bertahan hidup. Resistensi dari khamir
tersebut

biasanya

disebabkan

FIRSTIANAVI OKTARIANTI
150 2012 0178

karena

khamir

tersebut

dapat

ANDI NURUL HIDAYATI

UJI POTENSI ANTIBIOTIK

menghasilkan suatu enzim yang dapat menghancurkan antibiotik


tersebut.
VII. KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan dapat
disimpulkan bahwa :
1. Terbentuknya zona bening atau zona hambat yang menandakan
adanya potensi dari antibiotik yang digunakan dalam menghambat
dan membunuh bakteri.
2. Pengaruh konsentrasi antibiotika terhadap pertumbuhan bakteri
adalah

semakin

besar

konsentrasi

dari

antibiotika

maka

kemampuan antibiotika untuk menghambat atau membunuh


bakteri

akan

semakin

besar

(efektifitas

kerja

antibiotika

meningkat).

FIRSTIANAVI OKTARIANTI
150 2012 0178

ANDI NURUL HIDAYATI

UJI POTENSI ANTIBIOTIK

DAFTAR PUSTAKA
Craig,

W.A. 1998. Choosing An Antibiotic On The Basis


Pharmacodynamics. Ear NoseThroat J. New England.

of

Dwidjoseputro, D. 2003. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan. Jakarta.


Jawetz, Melnick, Adelbergs. 2005. Mikrobiologi Kedokteran. Salemba
Medika. Jakarta.
Katzung, B.G. 2004. Farmakologi Dasar dan Klinik. Penerbit Buku
Kedokteran EGC. Jakarta.
Lim, D. 1998. Microbiology 2nd Edition. McGraw Hill. United of States
America.
Mc Evoy, G.K., J.L. Miller, J. Shick and E.D. Milikan. 2002. AHFS Drug
Information. American Society of Health: USA.
Pelczar, M., E.C.S. Chan. 2005. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Penerbit
Universitas Indonesia. Jakarta.
Tjay, Tann Hoan., Rahardja, Kirana. 2008. Obat-Obat Penting. Penerbit
Elexmedia Komputindo. Jakarta.
Van Saene, H.K.F, Silvestri L, De la Cal MA. 2005. Infection Control In
The Intensive Care Unit. 2nd ed. Springer. Milan.

FIRSTIANAVI OKTARIANTI
150 2012 0178

ANDI NURUL HIDAYATI