Anda di halaman 1dari 18

ACARA VII

ORIENTASI LAPANGAN
A.

PENDAHULUAN
A.1 LATAR BELAKANG
Tanaman jagung sudah lama diusahakan petani Indonesia dan
merupakan tanaman pokok kedua setelah padi. Penduduk Indonesia
bagian timur seperti Nusa Tenggara Timur, Timor Timur dan sebagian
Maluku serta Irian sudah biasa menggunakan jagung sebagai makanan
pokok sehari-hari. Jagung yang diusahakan di daerah tersebut biasanya
jagung putih varietas lokal dengan produktivitas rendah.
Konsumen jagung terbesar selama ini adalah untuk pangan dan
industri pakan. Semakin baiknya kehidupan ekonomi, maka konsumsi
protein hewani akan semakin meningkat. Hal ini langsung mendorong
berkembangnya industri peternakan, khususnya ternak ayam. Dalam
ransum pakan ayam, komponen terbesar adalah jagung (50%) sehingga
semakin tumbuhnya industri pakan menuntut penyediaan jagung yang
semakin meningkat. Kebutuhan jagung untuk peternakan selama
Repelita IV (1984-1988) meningkat 17% per tahun.
Produksi jagung Indonesia sebagian besar berasal dari pulau
Jawa 66% (paling luas di Jawa Timur 62%) sisanya 3 - 4% tersebar
di propinsi luar Jawa terutama Lampung, Sulawesi Utara, Sulawesi
Selatan, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Timur.
Di beberapa daerah utama penghasil jagung, tanaman ini
dimasukkan dalam pola pergiliran tanaman dan di sawah biasanya
ditanam pada awal kemarau setelah padi. Di Pulau Jawa, jagung
terutama ditanam di lahan tegalan (77%) dan sisanya di lahan sawah. Di
luar Pulau Jawa, areal jagung utama adalah di lahan tegalan (97%).

A.2 TUJUAN
Tujuan dari praktikum kali ini adalah untuk mengamati dan
mempelajari berbagai aspek budidaya tanaman pada kondisi lingkungan
yang berbeda-beda.
A.3 TEORI DASAR
Budidaya tanaman pertanian pada dasarnya merupakan usaha
memanipulasi lingkungan. Usaha tersebut hanya akan berhasil, jika kita
mengenal dengan baik sifat-sifat tanaman yang akan kita tanam dan
kondisi lingkungan dimana tanaman itu tumbuh. Sifat tanaman
ditentukan oleh jenis dan genetik tanaman. Sedangkan kondisi
lingkungan secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh
sifat dan jenis lahan, jenis tanah, tipe iklim, vegetasi lainnya serta
tindakan manusia.
Kondisi lingkungan yang berbeda akan memberikan pengaruh
yang berbeda pula terhadap pertumbuhan dan reproduksi suatu tanaman,
serta teknik budidaya yang diterapkan. Dengan mengetahui faktor apa
saja yang berpengaruh dominan terhadap pertumbuhan dan produksi
tanaman, maka kita dapat mengatur/memanipulasi lingkungan hidup
tanaman sesuai dengan syarat tumbuh yang dikehendaki. Oleh karena
itu, orientasi lapangan sangat penting artinya untuk mengetahui
bagaimana pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan dan produksi
tanaman serta teknik budidaya yang diterapkan.
Pertumbuhan dan produksi tanaman dipengaruhi oleh berbagai
faktor, yaitu :
1.

Faktor genetik,

2.

Lingkungan, serta

3.

Tindakan budidaya tanaman.

Termasuk faktor lingkungan tersebut antara lain :


1. Edafik dan Fisiografik
Meliputi macam lahan, jenis tanah dan batuan, topografi, elevasi,
sifat fisik dan kimia tanah.
2. Klimatik
Termasuk unsur-unsur iklim ini antara lain, intensitas cahaya,
matahari, kelembaban dan curah hujan, gerakan udara serta iklim
mikro.
3. Biotik
Yaitu flora dan fauna yang hidup disekeliling tanaman, baik yang
bersifat merugikan maupun yang menguntungkan.
4. Budidaya Tanaman
Meliputi seluruh aspek budidaya yang mengatur respon terhadap
lingkungannya, agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dangan
baik
A.4 TINJAUAN PUSTAKA
Peningkatan

mutu

intensifikasi

akan

ditempuh

melalui

penggunaan benih unggul, khususnya jagung hibrida dan jagung unggul


bersari bebas seperti Arjuna, Kalingga dan Wiyasa, di samping
meningkatkan penerapan sapta usaha secara utuh. Daerah-daerah yang
biasa menanam jagung varietas lokal akan terus diusahakan beralih
menanam varietas unggul dan pada akhirnya menanam jagung hibrida.
Pertumbuhan dan produksi tanaman ditentukan oleh proses
fisiologi yang berlangsung di dalamnya. Proses fisiologi tersebut
dipengaruhi oleh faktor-faktor iklim seperti suhu, air (hujan), radiasi
surya, serta kelembaban. Dengan demikian maka hasil produksi tanaman
mutlak merupakan konversi energi radiasi surya, air dan hara dalam
tanah ke dalam produk akhir (biomassa) yang bernilai ekonomi.

Di daerah tropis dan subtropis, kecuali pada elevasi tinggi, faktor


pembatas untuk pertumbuhan jagung adalah suhu rendah. Jagung
merupakan tanaman yang dapat beradaptasi dengan baik dengan
lingkungan. Suhu minimum untuk pertumbuhan jagung adalah 8 10C,
walaupun telah ditemukan varietas yang dapat berkecambah pada suhu
5C. suhu maksimum untuk pertumbuhan jagung yang pernah
dilaporkan adalah 40C. Untuk pertumbuhan terbaik bagi tanaman
jagung diperlukan suhu rata-rata 24C selama periode pertumbuhan.
Langkah-langkah operasional peningkatan produksi jagung
masih dititikberatkan kepada peningkatan mutu intensifikasi meskipun
usaha perluasan areal akan tetap dilakukan. Pengelolaan tanah dan
tanaman yang belum mencapai kondisi optimal bagi pertumbuhannya,
seperti pemupukan yang belum memadai dan kondisi lahan yang bersifat
masam (Ibrahim : 1998).
Produksi utama usaha tani tanaman jagung adalah biji. Biji
jagung merupakan sumber karbohidrat yang potensial untuk bahan
pangan ataupun nonpangan. Produksi sampingan berupa batang, daun,
dan kelobot dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak ataupun
pupuk kompos.
Tongkol jagung amat muda yang disebut jagung semi (baby
corn) sudah umum diperdagangkan di pasar-pasar sebagai bahan sayur.
Di pasar-pasar tradisional (lokal), tongkol jagung muda yang sudah
berbiji sering dijual sebagai bahan pencampur sayur asam, jagung rebus,
dan jagung bakar.
Biji jagung tua dapat diolah menjadi pati, tepung jagung,
makanan kecil (snack), brondong (pop corn), emplek, jenang dan lepet
jagung, serta aneka pangan lainnya. Sementara biji jagung yang telah
kering biasanya diolah menjadi jagung pipilan, beras jagung, ataupun
jagung giling.

Tongkol jagung muda dan biji jagung merupakan sumber


karbohidrat potensial untuk dijadikan bahan pangan, sayuran, dan bahan
baku berbagai industri makanan.
Di luar negeri, pemanfaatan jagung amat beraneka macam, antara
lain, dibuat makanan kalengan (canning), bahan baku pembuatan sirup,
roti (kue), dan lain-lain. Dibidang industri makanan ternak, jagung
merupakan bahan pencampur penting sumber karbohidrat dan nutrisi
lain. Dalam industri makanan skala besar, jagung diolah menjadi produk
pati dan minyak jagung (maizena).
Hasil ikutan atau limbah jagung berupa katul (bekatul) jagung
mengandung gizi cukup tinggi dan lengkap, yaitu tiap 100 gram bahan
terdiri atas kandungan kalori 356.0 kal., protein 9,0 g, lemak 8,5 g,
karbohidrat 64,5 g, kalsium 200 mg, fosfor 500 mg, zat besi 10 mg,
Vitamin B1 1,2 mg, air 12 g, dan bagian yang dapat dimakan (bdd) 100%
(Rahmat : 1997).

B.

BAHAN DAN ALAT


B.1 BAHAN

Pertanaman tanaman semusim atau tahunan dalam suatu


wilayah tertentu, kuisioner, data iklim.

B.2 ALAT

C.

Kuisioner, PH meter, lux meter, alti meter, alat tulis.

PROSEDUR KERJA
1)

Menetapkan sampel (area sampel) untuk diamati.

2)

Mengamati dan mencatat data dari sampel yang bersangkutan,


berdasarkan kuisioner yang telah disiapkan.

3)

Membuat laporan berdasarkan data yang diperoleh secara deskriptif.

D.

HASIL PENGAMATAN
KUISIONER
KUISIONER 1
Desa

: PANDAK

Kecamatan

: BATURADEN

Komoditas

: JAGUNG

Nama petani

: ACHMAD

Keadaan Umum Lahan


2.

Jenis lahan : Sawah irigasi

3.

Topografi : Landai

4.

Ketinggian tempat dari permukaan laut : 285 m dpl

5.

Usaha konservasi lahan : ada

6.

Bentuk konsevasi lahan : Pembuatan teras (terassering)

B.

Aspek Budidaya
1.

Pola tanam : Monokultur

2.

Jika tumpangsari dengan apa : -

3.

Umur tanaman saat ini : 18 hari setelah tanam

4.

Umur berapa tanaman dipanen : 90 hari

5.

Berapa prediksi hasil tanaman persatuan luas : 750 kg/kw


per Ha

6. Berapa kali tanaman yang bersangkutan dibudidayakan dalam


setahun : 1 kali
7. Cara penanamannya : Dengan sistim tabela
8. Jika pindah tanam, umur berapa bibit dipindahkan : 9. Asal bibit : Membeli
10. Jika menyemai sendiri, asal benih dari : Toko Pertanian
11. Jarak tanaman : Monokultur

: 35 cm x 85 cm

Tumpangsari : -

12. Kegiatan pemeliharaan tanaman :


Kegiatan pemeliharaan

Penyulaman
Penyiangan
Pembumbunan
Pengairan
Pemupukan
- N (Pupuk UREA)
- P (Pupuk TSP)
Pengendalian HPT
Pemasangan ajir
Pemangkasan
C.

Waktu
pelaksanaannya
(umur tanaman)
5 hari
21 hari
25 hari
4 hari

Frekuensi / Dosis
Aplikasi
-

18 hari

4 gram/tanaman

8 hari
56 hari

Aspek Agribisnis
1.

Bagaimana kondisi pertanaman : Baik

2. Jika kondisi tanaman kurang baik, menurut anda apa penyebabnya?


Pemupukan tidak teratur dan pengendalian hama yang kurang baik.
3. Bagaimana cara memperbaikinya?
Sebaiknya pemupukan tepat pada waktunya dan melakukan usaha
untuk pengendalian hama dengan teknik tertentu.
4. Apa motivasi petani menanam tanaman tersebut?
Untuk memperoleh hasil, tanaman kemudian dijual untuk
memenuhi kebutuhan hidup.
5. Mengapa tanaman tersebut ditanam sekarang?
Karena sedang musim kemarau.
6. Apakah usaha tani tanaman tersebut menguntungkan, berikan
alasan!
Rata-rata hasil pertaniannya hanya untuk memenuhi kebutuhan
pangan karena hasil pertaniannya dijual sangat murah.
D.

Informasi Tambahan :

Sebaiknya pemerintah memperhatikan sirkulasi penjualan hasil


pertanian.
KUISIONER 2
Desa

: REMPOAH

Kecamatan

: BATURADEN

Komoditas

: JAGUNG

Nama petani

: SANURJI

Keadaan Umum Lahan


2.

Jenis lahan : Sawah tadah hujan

3.

Topografi :

4.

Ketinggian tempat dari permukaan laut : m dpl

5.

Usaha konservasi lahan : Ada

6.

Bentuk konsevasi lahan : Pembuatan teras (terassering)

B.

Aspek Budidaya
1.

Pola tanam : Monokultur

2.

Jika tumpangsari dengan apa :

3.

Umur tanaman saat ini : 30 hari setelah tanam

4.

Umur berapa tanaman dipanen : 120 hari

5. Berapa prediksi hasil tanaman per satuan luas : 2 ton/ha


6. Berapa kali tanaman yang bersangkutan dibudidayakan dalam
setahun :
7. Cara penanamannya : Tabela
8. Jika pindah tanam, umur berapa bibit dipindahkan :
9. Asal bibit : Membeli
10. Jika menyemai sendiri, asal benih dari : Toko Pertanian
11. Jarak tanaman : Monokultur
Tumpangsari :

: 20 cm x 80 cm

12. Kegiatan pemeliharaan tanaman :


Waktu
pelaksanaannya
(umur tanaman)
7 hari
20 hari
25 hari
7 hari

Kegiatan pemeliharaan

Penyulaman
Penyiangan
Pembumbunan
Pengairan
Pemupukan
- N (Pupuk UREA)
- P (Pupuk TSP)
- K (Pupuk.)

Pengendalian HPT
Pemasangan ajir
Pemangkasan
C.

Frekuensi / Dosis
Aplikasi
-

Belalang (semprot
dan seflin/Furadan)
-

8 kg/ton
-

Aspek Agribisnis
1.

Bagaimana kondisi pertanaman :

2. Jika kondisi kurang baik, menurut anda apa penyebabnya ?


3. Bagaimana cara memperbaikinya ?
4. Apa motivasi petani menanam tanaman tersebut ?
Mengganti setelah menanam tanaman padi.
5. Mengapa tanaman tersebut ditanam sekarang ?
Karena sedang musim kemarau.
6. Apakah usaha tani tanaman tersebut menguntungkan, berikan
alasan !
D.

Informasi Tambahan
Pupuk urea untuk jagung diberikan sampai 4 kg.

KUISIONER 3
Desa

: KUTASARI

Kecamatan

: BATURADEN

Komoditas

: JAGUNG

Nama petani : KASMEJA

Keadaan Umum Lahan


2.

Jenis lahan : Sawah irigasi

3.

Topografi : Datar

4.

Ketinggian tempat dari permukaan laut : 280 m dpl

5.

Usaha konservasi lahan : Ada

6.

Bentuk konsevasi lahan : Pembuatan teras (terassering)

B.

Aspek Budidaya
1.

Pola tanam : Monokultur

2.

Jika tumpangsari dengan apa : -

3.

Umur tanaman saat ini : 23 hari setelah tanam

4.

Umur berapa tanaman dipanen : 90 hari

5.

Berapa prediksi hasil tanaman persatuan luas : 810 kg/kw


per Ha

6. Berapa kali tanaman yang bersangkutan dibudidayakan dalam


setahun : 1 kali
7. Cara penanamannya : Tabela
8. Jika pindah tanam, umur berapa bibit dipindahkan : 9. Asal bibit : Membeli
10. Jika menyemai sendiri, asal benih dari : Toko Pertanian
11. Jarak tanaman : Monokultur
Tumpangsari :

10

: 25 cm x 75 cm

12. Kegiatan pemeliharaan tanaman :


Kegiatan pemeliharaan

Penyulaman
Penyiangan
Pembumbunan
Pengairan
Pemupukan
- N (Pupuk UREA)
Pengendalian HPT
Pemasangan ajir
Pemangkasan
C.

Waktu
pelaksanaannya
(umur tanaman)
1 minggu
21 hari
30 hari
1 minggu

Frekuensi / Dosis
Aplikasi
-

20 hari

5 gram/tanaman

1 minggu
60 hari

Aspek Agribisnis
1.

Bagaimana kondisi pertanaman : Baik

2. Jika kondisi kurang baik, menurut anda apa penyebabnya ?


Pemupukan tidak teratur dan pengendalian hama yang kurang baik
3. Bagaimana cara memperbaikinya ?
Sebaiknya pemupukan tepat pada waktunya dan melakukan usaha
untuk mengendalikan hama dengan teknik tertentu.
4. Apa motivasi petani menanam tanaman tersebut ?
Untuk mengganti tanaman padi.
5. Mengapa tanaman tersebut ditanam sekarang ?
Karena sedang musim kemarau.
6. Apakah usaha tani tanaman tersebut menguntungkan, berikan
alasan !
Rata-rata hasil pertaniannya hanya untuk memenuhi kebutuhan
pangan karena hasil pertaniannya dijual sangat murah.

11

D.

Informasi Tambahan
Sebaiknya pemerintah memperhatikan sirkulasi penjualan hasil
pertanian.

E.

PEMBAHASAN
Jagung,

Zea

mays

merupakan

tanaman

berumah

satu

Monoecious di mana letak bunga jantan terpisah dengan bunga betina


pada satu tanaman. Jagung termasuk tanaman C4 yang mampu
beradaptasi baik pada faktor-faktor pembatas pertumbuhan dan hasil.
Ditinjau dari segi kondisi lingkungan, tanaman C4 teradaptasi pada
terbatasnya banyak faktor seperti intensitas radiasi surya tinggi dengan
suhu siang dan malam tinggi, curah hujan rendah dengan cahaya
musiman tinggi disertai suhu tinggi, serta kesuburan tanah yang relatif
rendah. Sifat-sifat yang menguntungkan dari jagung sebagai tanaman C 4
antara lain aktivitas fotosintesis pada keadaan normal relatif tinggi,
fotorespirasi sangat rendah, transpirasi rendah serta efisien dalam
penggunaan air. Sifat-sifat tersebut merupakan sifat fisiologis dan
anatomis yang sangat menguntungkan dalam kaitannya dengan hasil.
Kedudukan tanaman jagung dalam taksonomi adalah sebagai
berikut :
Kingdom

: Plantae

Divisio

: Spermatophyta

Subdivisio

: Angiospermae

Kelas

: Monocotyledoneae

Ordo

: Poales

Famili

: Poaceae (Graminae)

Sub-famili

: Panicoideae

Genus

: Zea

Species

: Zea mays L.

12

Tanaman jagung dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran


tinggi (pegunungan). Berdasarkan kondisi ketinggian tempat, tumbuh di
Indonesia varietas jagung dibedakan atas 2 kelompok sebagai berikut :

a. Varietas Jagung Dataran Rendah


1.

Ciri varietas jagung dataran rendah ditandai dengan


kemampuan suatu varietas tumbuh dan berproduksi baik di
daerah yang berketinggian kurang dari 1.000 m di atas
permukaan laut (dpl).

2.

Contoh varietas jagung dataran rendah adalah harapan,


arjuna, sadewa, parikesit, bromo, abimanyu, kalingga, dan
wiyasa.

b. Varietas Jagung Dataran Tinggi


1. Ciri varietas jagung dataran tinggi ditandai dengan kemampuan
suatu varietas tumbuh dan berproduksi baik di daerah
berketinggian lebih dari 1.000 m di atas permukaan laut (dpl).
2. Contoh varietas jagung dataran tinggi adalah bima, pandu, kania
putih, dan baster kuning.
Pada praktikum ini hasil kuisoner I, dan III memberikan
keterangan yang hampir sama. Hal ini disebabkan mungkin kesamaan
pada salah satu kecamatan dan dengan komoditas yang sama. Hasil
kuisoner di atas memberikan keterangan bahwasanya kondisi lahan yang
digunakan petani jagung tersebut adalah sawah beririgasi. Tetapi, pada
kuisoner II memberikan keterangan bahwasanya kondisi lahan yang
digunakan petani jagung tersebut adalah sawah tadah hujan. Berdasarkan
kuisoner I dan III ketinggian tempat dari permukaan laut berkisar antara
280-285 m dpl dan topografi lahan datar. Usaha konservasi lahan yang
dilakukan oleh para petani di Baturaden ini adalah pembuatan teras
(terassering).

13

Tanaman jagung di Baturaden ini dibudidayakan dengan cara


pola tanam monokultur. Umur tanaman jagung ini sendiri adalah 18, 30,
dan 23 hari setelah tanam dengan masa panen setelah tanaman berusia
90 dan 120 hari. Dalam setahun tanaman jagung dapat dibudidayakan
dalam 1 kali dalam 1 tahun. Bibit tersebut didapat dengan cara membeli
dari Toko Pertanian terdekat. Jagung ditanam dengan jarak tanam
beragam yaitu : 35 cm x 85 cm ; 20 cm x 80 cm ; serta 25 cm x75 cm
pada monokutur jagung.
Selama pertumbuhan, tanaman jagung membutuhkan suhu
optimum antara 23C 27C. meskipun keadaan suhu di Indonesia tidak
merupakan masalah bagi pengembangan usaha tani jagung, tetapi panen
pada musim kemarau lebih baik daripada panen pada musim hujan.
Panen pada musim kemarau berpengaruh terhadap makin cepatnya
kemasakan biji dan mempermudah proses pengeringan biji di bawah
sinar matahari.
Pada proses pemeliharaan yang terdapat pada kuisoner
disebutkan bahwa pemeliharaan tanaman yang dilakukan adalah
penyulaman,

penyiangan,

pembumbunan,

pengairan,

pemupukan,

pengendalian HPT serta pemangkasan.


1. Penyulaman
Tanaman yang mati pada awal pertumbuhan harus segera diganti
dengan tanaman atau bibit yang baru. Penyulaman maksimal
dilakukan pada umur 15 hari setelah tanam agar pertumbuhan
selanjutnya dapat seragam dan memudahkan pemeliharaan.
2. Penyiangan
Rumput liar dan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman perlu terus
disiangi

dan

Penyiangan

sekaligus
dilakukan

melakukan
dengan

membersihkannya dengan alat.


3. Pembumbunan

14

cara

penggemburan
mencabut

tanaman.

gulma

dan

Pembumbunan adalah suatu kegiatan dimana tanah disekitar tanaman


ditimbun secara menumpuk (menggunung) di dekat batang tanaman
dengan maksud agar air yang mengalir dari tanaman kebawah tidak
menggenang disekitar tanaman dan menjadikannya lembab.
4. Pengairan
Pengairan dilakukan setiap hari terutama dilakukan pada fase awal
pertumbuhan dan pada keadaan cuaca kering. Yang terpenting adalah
menjaga tanah agar tidak kekeringan dan terlalu basah.
5. Pemupukan
Pemupukan yang dilakukan setelah tanaman tumbuh merupakan
kebutuhan tanaman karena tanaman memerlukan tambahan zat hara
dan zat yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk yang digunakan
biasanya adalah urea, TSP, dan SP36.
6. Pengendalian HPT
Perlindungan tanaman sangat diperlukan bagi tanaman selama
pertumbuhan. Terutama diupayakan terhadap usaha mencegah
penyakit dan hama yang disebut pengendalian HPT.
7. Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan dengan cara mematahkan tunas liar dengan
tangan atau alat bantu. Tunas liar dapat tumbuh pada ketiak daun
pertama hingga di bawah bunga pertama. Tujuan pembuangan ini
adalah untuk merangsang tunas-tunas baru untuk tumbuh.
Unsur iklim penting yang berpengaruh terhadap pertumbuhan
dan produksi jagung adalah faktor penyinaran matahari. Tanaman jagung
membutuhkan penyinaran matahari penuh, maka tempat penanamannya
harus terbuka. Di tempat yang terlindung (ternaungi), pertumbuhan
batang tanaman jagung menjadi kurus dan tongkolnya ringan sehingga
produksinya cenderung menurun (rendah).
Tanaman jagung membutuhkan tanah yang bertekstur lempung,
lempung berdedu ataupun lempung berpasir, dengan struktur tanah

15

remah, aerasi dan drainasenya baik serta cukup air. Keadaan tanah
demikian dapat memacu pertumbuhan dan produksi jagung bila tanah
tersebut subur, gembur, dan kaya akan bahan organik.
Tanaman jagung toleran terhadap reaksi keasaman tanah pada
kisaran pH 5,5 7,0. Tingkat keasaman tanah yang paling baik untuk
tanaman jagung adalah pH 6,8. Pada tanah yang memiliki keadaan pH
7,5 dan 5,7 produksi jagung cenderung mulai turun. Bila lahan kering
ber-pH masam (pH < 5,5) dialokasikan untuk penanaman jagung, perlu
dilakukan pengapuran lebih dahulu.

F.

KESIMPULAN
1) Jagung ( Zea Mays ) merupakan tanaman berumah satu monoecious
dimana letak bunga jantan terpisah dengan bunga betina pada satu
tanaman.
2) Keadaan umum lahan yang digunakan dalam kuisoner memiliki jenis
lahan sawah irigasi dan sawah tadah hujan dengan topografi lahan datar.
3) Sirkulasi

penjualan

hasil

pertanian

sebaiknya

diperhatikan

oleh

pemerintah.
4) Rendahnya hasil rata-rata jagung tidak menguntungkan antara lain
disebabkan oleh rata-rata hasil produksi pertaniannya hanya untuk
memenuhi kebutuhan pangan karena hasil pertaniannya dijual sangat
murah.

16

DAFTAR PUSTAKA
Hardjodinomo, BA Soekirno. 1970. Bertanam Jagung. Penerbit Bina Cipta ;
Bandung.
Manwan, Ibrahim. 1998. Jagung. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman
Pangan ; Bogor.
Rukmana, Rahmat. 1997. Usaha Tanaman Jagung. Penerbit Kanisius ; Jakarta.

17

LAMPIRAN

18