Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN RESMI

PRAKTIKKUM FISIKA PERCEPATAN


GRAVITASI (G2)
IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII
IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII
IIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII
IIIIIIIIIIIIIIIIIIIII
IIIIIIIIIIII
IIIIII
IIII
III
II
I
CEVIN IAN AGFA
3714100018
TEKNIK GEOFISIKA

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER


SURABAYA

2014

ABSTRAK
Telah dilakukan percobaan percepatan gravitasi untuk menghitung
berapa nilai percepatan gravitasi dari suatu benda yaitu sebuah bandul.
Percobaan ini dilakukan dengan menggunakkan prinsip gaya gravitasi,
gerak harmonik sederhana, bandul fisis, bandul matematis, dan titik berat
massa. Semua benda yang berada di permukaan bumi mengalami gaya
tarik yang arahnya menuju ke pusat bumi. Semakin tinggi letak suatu
tempat maka semakin kecil percepatan gravitasi di tempat tersebut,
demikian pula sebaliknya. Besarnya percepatan gravitasi dapat dicari
dengan menggunakkan suatu alat yang disebut bandul matematis dan
bandul fisis. Dengan menggunakkan bandul tersebut maka akan diperoleh
periode getaran dari bandul tersebut. Dari periode tersebut maka dapat
dihitung besarnya percepatan gravitasi. Dengan panjang tali bandul yang
berbeda maka akan dihasilkan percepatan gravitasi yang berbeda pula. Ini
berarti bahwa besarnya percepatan gravitasi akan berbeda untuk setiap
panjang tali, periode dan jarak pusat massa yang berbeda.
Kata kunci : percepatan gravitasi, gerak harmonik sederhana, bandul
matematis, bandul fisis dan titik pusat (berat) massa

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam kehidupan, setiap benda yang dilemparkan ke atas pasti
langsung akan jatuh. Hal itu disebabkan oleh sebuah gaya yang menarik
benda jatuh yaitu gaya gravitasi. Banyak faktor yang mempengaruhi
percepatan dari benda yang jatuh tersebut, antara lain gaya gravitasi bumi
dan hambatan udara. Percepatan yang dialami benda tersebut disebut
percepatan gravitasi.
Di kehidupan sehari-hari, gaya gravitasi berperan penting dan tak
bisa lepas dari kehidupan seluruh mahkluk hidup itu sendiri. Bayangkan
jika tidak ada gaya gravitasi dalam kehidupan, jalnnya kegiatan, pekerjaan
dan segala rutinitas manusia akan terganggu dan menjadi lebih sulit.
Semua hal di bumi akan melayang dan semua menjadi kesusahan untuk
berpijak dan berdiri dengan tegap di bumi. Semua hal akan berjalan
menjadi tidak selayaknya, sehingga gaya gravitasi sangat berperan besar
bagi kehidupan.
1.2 Permasalahan
Permasalahan yang timbul saat melakukan percobaan ini adalah
menentukan berapa besarnya percepatan gravitasi menggunakkan bandul
fisis dan bandul matematis.
1.3 Tujuan
Tujuan dilakukannya percobaan ini adalah untuk menentukan
percepatan gravitasi bumi menggunakkan bandul matematis dan bandul
fisis.

BAB II
DASAR TEORI
2.1 Gravitasi Bumi
Matahari bergerak mengitari planet dalam lintasan mendekati
lingkaran. Bulan mengitari bumi dalam lintasan yang menyerupai lingkaran
pula. Kenapa benda-benda tersebut tetap berada pada lintasannya?
Kenapa benda-benda tersebut tidak terlempar keluar? Berarti ada gaya
yang menahan benda-benda tersebut ke arah pusatnya. Gaya apakah itu?
Untuk menjelaskan fenomena ini newton mengusulkan teori
gravitasi universal. Universal artinya berlaku untuk semua benda di alam
semesta. Tiap-tiap benda di alam semesta melakukan gaya tarik menarik.
Besarnya gaya berbanding lurus dengan perkalian massa ke dua benda
dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak ke dua benda tersebut.
Secara sistematik, besarnya gaya gravitasi adalah
.............................................(2.1)
Disini m1 sebagai massa benda pertama. M2 sebagai massa benda
kedua, r sebagai jarak kedua benda. G=6,667.
N /
dikenal
dengan konstanta gravitasi umum.
F

M1

M2

Gambar 2.1
Dua massa saling tarik menarik dengan gaya gravitasi
Gaya gravitasi inilah yang mengikat planet-planet sehingga tetap berada
di sistem tata surya meskipun planet-planet tersebut selalu bergerak. Arah
gravitasi sejajar dengan garis hubung benda.

R21

F21

M1
111

M2

Gambar 2.2
Deskripsi arah vektor gaya
Karena gaya merupakan besaran vektor maka gaya gravitasi
dapat ditulis dengan lengkap menggunakkan notasi vektor. Misalkan R21
adalah vektor posisi benda m2 relatif terhadap benda m1. Vektor satuan
yang searah dengan R21 adalah

..............................................(2.2)

| adalah panjang dari vektor R21. Gaya pada benda


Dimana |
m2 yang dilakukan benda m1 dalam notasi vektor adalah

||

................................(2.3)

Tanda negatif menginformasikan bahwa arah gaya berlawanan dengan


vektor R21

2.2 Gaya tanpa Sentuhan


Kenapa dua benda yang tidak bersentuhan dapat saling tarik
menarik? Kenapa matahari dapat menarik bumi meskipun keduanya tidak
bersentuhan? Untuk menjelaskan masalah ini diperkenalkan konsep kuat
medan gravitasi pada seluruh ruang di sekitarnya. Tarikan gravitasi
matahari pada bumi dapat dipandang sebagai interaksi antara medan
gravitasi matahari di lokasi bumi dengan massa bumi. Besarnya kuat
medan gravitasi benda yang bermassa M adalah

( )

............................................(2.4)
(Mikrajuddin Abdullah, 2007, hal 84-87)

2.3 Gerak Harmonik Sederhana


Pegas memiliki kemampuan untuk merenggang jika ditarik. Ketika
pegas ditarik sampai jarak x, maka pegas memiliki kemampuan untuk
kembali ke posisi semula. Inilah yang disebut elastisitas pegas. Tetapi
karena telah mendapat percepatan dari gaya, maka massa melewati
posisi setimbang dengan laju tinggi. Saat masa setimbang, gaya menjadi
nol tetapi laju maksimal. Kemudian benda akan bergerak naik turun atau
bolak-balik yang lebih dikenal dengan istilah gerak harmonik sederhana.
Dalam gerak harmonik sederhana, dikenal istilah simpangan, yaitu
jarak x dari titik setimbang pada setiap saat. Simpangan maksimum
adalah jarak terjauh dari titik setimbang. Simpangan maksimum lebih
dikenal sebagai amplitudo (A). Satu kali bolak balik dari titik A, dinamakan
satu fase (A-B-C-B-A)

C
B

Gambar 2.3
Satu fase gerak harmonik
Waktu yang dibutuhkan untuk satu fase disebut periode (T)
sedangkan banyaknya getaran dalam satu detik dinamakan frekuensi (f).
Frekuensi biasanya dinyatakan dalam hertz (Hz). Hubungan antar
frekuensi (f) dan periode (T) adalah
.................................................(2.5)
(Dosen-dosen Fisika ITS, 2012, hal 121)
Suatu sistem dilakukan untuk dikatakan memenuhi hukum hooke
jika gaya pemulih sebanding dengan simpangannya. Jika kita menarik
pegas sejauh x maka besar gaya pemulih yang bekerja adalah

.............................................................(2.6)
(Dosen-dosen Fisika ITS, 2012, hal 120)
2.4 Bandul Fisis
Bandul fisis atau ayunan fisis terdiri dari satu batang logam sebagai
penggantung dan beban logam yang berbentuk silinder. Pada bandul fisis
salah satu ujungnya dijadikan poros dan dibiarkan tergantung bebas.

Gambar 2.4 Bandul Fisis


(casmika.blogspot.com)
Saat batang menyimpang sejauh dari posisi setimbang, maka
akanterjadi getaran akibat gaya pemulih yang besarnya :
...................................................(2.7)
(Giancoli,2005,hal 259)
Periode getaran yang terjadi dirumuskan dengan :

...........................(2.8)

(Dosen-dosen Fisika ITS, 2012, Hal 117)


Untuk menghitung percepatan gravitasi bumi dapat digunakan
persamaan sebagai berikut

.................................(2.9)

Dimana T1 untuk waktu getar titik gantung A, T2 untuk waktu


getar titik gantung B, a1 untuk jarak antara pusat massa C dengan titik
gantung A dan a2 adalah jarak antara pusat massa C dengan titik gantung
B.

*A
a1
*B
a2
*C

Gambar 2.5
Jarak antar pusat massa
2.5 Bandul Matemati

Ketika bandul matematis disimpangkan sejauh yang kecil


) dari titik setimbang maka gaya pemulihnya adalah:
...................................................(2.10)

Tanda minus menandakan bahwa gaya pemulih berlawanan arah dengan


arah ayunan bandul.

Dengan frekuensi getaran adalah :

..........................(2.11)

(Dosen-dosen Fisika ITS, 2012, hal 117)

Gambar 2.6
Ayunan getaran selaras
(lenny-ipa2.blogspot.com)
2.6 Titik Berat
Titik berat adalah titik kesetimbangan berat suatu benda terhadap
gaya gravitasi. Titik berat ini digunakan pada bandul fisis. Bandul fisis itu
sendiri adalah bandul yang berosilasi secara bebas pada suatu waktu
tertentu dari suatu benda kaku sembarang. Berbeda dengan bandul
matematis, pada bandul fisis tidak bisa mengabaikan bentuk, ukuran dan
massa benda.

2.8.1 Menentukan Pusat Massa berbagai bentuk benda tegar


Benda tegar adalah suatu benda dimana jarak antar
partikelnya komponennya tetap, untuk semua tujuan plastis, tidak
berubah, di bawah pengaruh suatu gaya. Oleh karena itu, semua benda
tegar tetap bentuknya selama bergerak, setiap benda terdiri atas partikelpartikel yang masing-masing memiliki gaya berat. Semua gaya berat ini
dapat dianggap sejajar satu sama lain. Berdasarkan cara penentuan
koordinat titik berat benda dapat
......................(2.12)

BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1 Peralatan dan Bahan
Dalam melakukan percobaan percepatan gravitasi ini, dibutuhkan
beberapa alat yang digunakan, yaitu satu set bandul matematis dan
perlengkapannya, satu set bandul fisis dan perlengkapannya, satu buah
beban setangkup, roll meter sebanyak satu buah dan yang terakhir satu
buah stopwatch.
3.2 Cara Kerja
Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam percobaan ini
adalah sebagai berikut :
3.2.1 Bandul Matematis
Mengatur alat seperti pada gambar 3.1 di bawah ini, dimana
panjang tali yang digunakan adalah 100 cm. Langkah selanjutnya adalah
ujung bandul diatur agar berada tepat di tengah. Setelah itu simpangan
kecil pada bandul diberi dan lalu dilepaskan dan diusahakan agar ayunan
mempunyai lintasan bidang dan titik berputar. Setelah itu langkah-langkah
tersebut diulangi sebanyak lima kali. Kemudian semua langkah tersebut
diulangi dengan tali yang berbeda.

Gambar 3.1 Set up bandul matematis

3.2.2 Bandul Fisis


Meletakkan beban pada suatu kedudukan dan pusat massa
C dicari untuk kedudukan tersebut. Yang perlu diingat adalah letak C
selalu berubah tergantung letak bebannya. Selanjutnya beban pada titik A
digantung dan diukur. Kemudian batang dengan simpangan kecil
diayunkan dan dicatat waktu untuk enam kali getaran sempurna.
Kemudian diambil titik lain B terhadap titik C sebagai titik gantung dan
mengukur a2 kemudian diulangi semua langkah tadi. Yang terakhir
percobaan diulangi untuk pasangan titik A dan B yang berbeda

Gambar 3.2 Set up bandul fisis

BAB IV
ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN
4.1 Analisa Data
Tabel 4.1.1 Data bandul fisis dengan sudut lima derajat
No
1
2
3
4
5

a1 (cm)
49
49
49
49
49

a2 (cm)
39
39
39
39
39

t1 (s)
7.71
7.90
7.75
7.67
7.66

t2 (s)
7.30
7.30
7.42
7.33
7.34

Tabel 4.1.2 Data bandul fisis dengan sudut sepuluh derajat


No
1
2
3
4
5

a1 (cm)
49
49
49
49
49

a2 (cm)
39
39
39
39
39

t1 (s)
7.50
7.69
7.76
7.65
7.65

Tabel 4.1.3 Data bandul matematis sudut lima derajat


No
1
2
3
4
5

l (cm)
101.8
101.8
101.8
101.8
101.8

t (s)
10.01
9.98
9.83
9.87
10.08

Tabel 4.1.4 Data bandul matematis sudut lima derajat


No
1
2
3
4
5

l (cm)
101.8
101.8
101.8
101.8
101.8

t (s)
9.69
9.65
9.87
10.16
10.00

t2 (s)
7.42
7.46
7.37
7.43
7.50

Tabel 4.1.5 Data bandul matematis sudut lima derajat


No
1
2
3
4
5

l (cm)
76.8
76.8
76.8
76.8
76.8

t (s)
8.25
8.18
8.35
8.28
8.28

Tabel 4.1.6 Data bandul matematis sudut sepuluh derajat


No
1
2
3
4
5

l (cm)
76.8
76.8
76.8
76.8
76.8

t (s)
8.25
8.34
8.31
8.41
8.28

4.2 Perhitungan
* Bandul Matematis
Dik : l : 101.8 cm = 1,018 m
t : 9,985 sekon ; n : 5
Dit : g?
Jawab :

>

g = 10,07

>

*Bandul fisis
Dik : a1 : 49 cm > 0,49 m ; a2 : 39 cm > 0,39 m ; t1 : 7,71 sekon
t2 : 7,3 sekon ; n : 5
Dit : g?
Jawab :

g= 10,4

Tabel 4.2.1 Perhitungan bandul matematis sudut lima derajat


No
1
2
3
4
5

l (m)
1,018
1,018
1,018
1,018
1,018

t (s)
10,01
9,98
9,83
9,87
10,08
Rata-Rata

T
2,002
1,996
1,966
1,974
2,016

g(
)
10,017
10,0773
10,3872
10,3072
9,878
10,1326

Tabel 4.2.2 Perhitungan bandul matematis sudut sepuluh derajat


No
1
2
3
4
5

l (m)
1,018
1,018
1,018
1,018
1,018

t (s)
9,69
9,65
9,87
10,16
10,80
Rata-Rata

T
1,938
1,93
1,974
2,032
2,00

g(
)
10,6896
10,7784
10,3032
10,72343
10,0371
10,3063

Tabel 4.2.3 Perhitungan bandul matematis sudut lima derajat


No
1
2
3
4
5

l (m)
0,768
0,768
0,768
0,768
0,768

t (s)
8,25
8,18
8,35
8,28
8,28
Rata-Rata

T
1,65
1,636
1,67
1,656
1,656

g(
)
11,1253
11,3165
10,8604
11,0449
11,0449
11,0184

Tabel 4.2.4 Perhitungan bandul matematis sudut sepuluh derajat


No
1
2
3
4
5

l (m)
0,768
0,768
0,768
0,768
0,768

t (s)
8,25
8,34
8,31
8,41
8,28
Rata-Rata

T
1,65
1,668
1,662
1,682
1,656

g(
)
11,1253
10,8865
10,9652
10,706
11,0449
10,9456

Tabel 4.2.5 Perhitungan bandul fisis sudut lima derajat


No
1
2
3
4
5

a1 (m)
0,49
0,49
0,49
0,49
0,49

a2(m)
0,39
0,39
0,39
0,39
0,39

t1(s)
t2 (s)
7,71
7,3
7,9
7,3
7,75
7,42
7,67
7,33
7,66
7,34
Rata - Rata

T1
1,542
1,58
1,55
1,534
1,532

T2
1,46
1,46
1,484
1,466
1,468

g (m/s2)
10,3978
8,85551
10,9019
11,0221
11,2105
10,47756

Tabel 4.2.6 Perhitungan bandul fisis sudut sepuluh derajat


No
1
2
3
4
5

a1 (m)
0,49
0,49
0,49
0,49
0,49

a2(m)
0,39
0,39
0,39
0,39
0,39

t1(s)
t2 (s)
7,5
7,42
7,69
7,46
7,76
7,37
7,65
7,43
7,65
7,5
Rata-rata

T1
1,5
1,538
1,552
1,53
1,53

T2
1,484
1,492
1,474
1,486
1,5

g (m/s2)
14,2459
11,9304
10,4246
12,1415
12,8759
12,3236

4.3 Grafik

4.4 Pembahasan
Setelah melakukan percobaan percepatan gravitasi ini dengan
menggunakan bandul matematis dan fisis, dengan perbedaan dua sudut
yang satu dengan lima derajat dan yang satunya dengan sepuluh derajat.
Panjang tali juga yang dibedakan menjadi dua, yakni seratus centi meter
dan tujuh puluh lima centi meter. Berdasarkan perbedaan-perbedaan yang
mempengaruhi percobaan ini, diperoleh data nilai percepatan gravitasi
berdasarkan percobaan yang sudah dilakukan.
Dalam melakukan percobaan ini dibutuhkan beberapa alat dan
bahan yang dibutuhkan untuk membantu jalannya percobaan percepatan
gravitasi ini, yakni stopwatch untuk menghitung waktu, statip sebagai
tempat bandul fisis dan matematis digantungkan, busur untuk menghitung
besar sudut simpangan yang dilakukan, penggaris untuk mengukur
panjang tali yang digunakan, dan bandul fisis dan matematis itu sendiri.
Banyak hal yang terjadi dalam melakukan percobaan percepatan
gravitasi ini. Suasana yang kurang kondusif dan terlalu ramai orang
membuat data yang diambil menjadi kurang sesuai dan nilai percepatan
gravitasi yang didapat kurang akurat. Karena situasi yang kurang kondusif
ini mempengaruhi daya fokus peneliti saat menentukan patokan hitung
saat gerak bandul sudah harmonis atau belum, hal kecil tapi berpengaruh
besar jika terjadi. Sehingga dalam melakukan percobaan ini diperlukan
ketekunan, ketelitian, dan ketepatan. Kondisi tempat ideal juga dibutuhkan
agar mendapatkan data-data yang mendekati nilai-nilai sebenernya.
Kondisi idealnya berada di tempat sepi, tidak bising dan banyak orang.
Sehingga dapat fokus, tepat dan teliti dalam melakukan percobaan ini.

BAB V
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakkan periode dan
bandul matematis maupun bandul fisis, dapat ditarik kesimpulan :
*Besar percepatan gravitasi pada bandul matematis
- l = 1,018 dan sudut = 5 > 10,132
- l = 1,018 dan sudut = 10 > 10,306
- l = 0,768 dan sudut = 5 > 11,018
- l = 0,768 dan sudut = 10 > 10,945
Rata-Rata

> 10,6

*Besar percepatan gravitasi pada bandul fisis


- Pada sudut 5

> 10,478

- Pada sudt 10

> 12,323

Rata-Rata

> 11,4