Anda di halaman 1dari 25

ROCK MASS

CLASSIFICATION SYSTEM

SIANA DEWI ARTHA, ST

Pendahuluan
Klasifikasi

massa
batuan
menguntungkan pada tahap studi
kelayakan dan desain awal pada saat
informasi yang tersedia mengenai
massa
batuan,
tegangan
dan
hidrogeologi sangat sedikit

Secara sederhana, klasifikasi massa

batuan digunakan sebagai sebuah


check list untuk meyakinkan bahwa
semua
informasi
penting
telah
dipertimbangkan

Geoteknik Tambang-Siana Dewi Artha, ST

Klasifikasi Massa
Batuan
Sudah

dikembangkan lebih dari 100


tahun lalyu, sejak Ritter
(1879)
mencoba melakukan pendekatan
empiris
untuk
perancangan
terowongan, khususnya penentuan
kebutuhan penyangga.

Metode

klasifikasi akan cocok jika


digunakan dalam kondisi yang
sama dengan kondisi pada saat
metode tersebut dikembangkan.
Meskipun
demikian,
tetap
diperlukan
kehati-hatian
untuk
menerapkannya pada persoalan
mekanika batuan yang lain.

Geoteknik Tambang-Siana Dewi Artha, ST

KEGUNAAN SIST. KLASIFIKASI


MASSA BATUAN
Sistem klasifikasi massa batuan
dapat
digunakan
untuk
memperkirakan
komposisi
dan
karakteristik massa batuan, perkiraan
awal terhadap kekuatan dan sifat
deformasi massa batuan serta
perkiraan
kebutuhan
penyangga
bawah tanah.

Harus diingat bahwa klasifikasi


massa batuan tidak dimaksudkan
untuk mengganti pekerjaan desain
rinci.

Geoteknik Tambang-Siana Dewi Artha, ST

Rock Mass Rating (RMR)


System

Bieniawski (1976) mempublikasikan


sebuah klasifikasi massa batuan yang
disebut Geomechanics Clasificatiom
atau Rock Masss Rating (RMR) System.
Selama bertahun tahun, sistem ini telah
diperbaiki dengan semakin banyaknya
studi yang dikumpulkan.
Bieniawski
melakukan
perubahan
signifikan
untuk
ratings
bagi
parameter-parameternya

Geoteknik Tambang-Siana Dewi Artha, ST

Rock Mass Rating


(RMR)

Kestabilan
lereng
mempunyai
hubungan yang erat dengan metode
RMR ( Rock Mass Rating ) dan SMR (
Slope Mass Rating ). Dimana
perhitungan
kestabilan
lereng
bergantung pada metoda RMR dan
SMR yang didukung data RQD batuan
sekitar wilayah penelitian.

Metode
RMR
digunakan
untuk
mengevaluasi
ketahanan
massa
batuan
sebagai
salah
satu
cara
untuk
menentukan
kemiringan lereng maksimum yang bi
sa diaplikasikan dalam hal pembuatan
terowongan.
Geoteknik Tambang-Siana Dewi Artha, ST

Sistem RMR sangat sederhana untuk


digunakan dan parameter klasifikasinya
mudah didapat dari lubang bor atau
pemetaan bawah tanah. Metode klasifikasi
dapat diterapkan pada beberapa situasi,
termasuk di tambang batubara, tambang
batuan keras, kemantapan lereng,
kemantapan pondasi dan terowongan.
Keluaran
dari
RMR
cenderung
konservatif, dapat menyebabkan over
design pada sistem penyanggaan. Hal
tersebut dapat diatasi dengan melakukan
pemantauan perilaku batuan selama
pembuatan terowongan dan klasifikasi
disesuaikan dengan kondisi lokal.

Keuntungan dan
Keterbatasan RMR
Geoteknik Tambang-Siana Dewi Artha, ST

RMR System
Enam

Parameter yang digunakan


untuk
mengklasifikasikan
massa
batuan menggunakan RMR system
yaitu :
Uniaxial Compressive Strength (UCS)/
Point Load Test Index
Rock Quality Designation (RQD)

Spacing of Discontinous

Condition of Discontinous

Groundwater Condition

Orientation of Discontinous

Geoteknik Tambang-Siana Dewi Artha, ST

Uniaxial
Compressive
Strength (UCS)

Point Load Test


Index (Is)
Geoteknik Tambang-Siana Dewi Artha, ST

Pengujian ini menggunakan mesin tekan


(Compresion Machine) untuk menekan sampel
dari satu arah (uniaxial).
Penyebaran tegangan di dalam sampel batuan
secara teoritis adalah searah dengan gaya yang
dikenakan pada sampel. Namun dalam
kenyataannya, arah tegangan tidak searah
dengan gaya yang dikenakan pada sampel
tersebut karena ada pengaruh dari plat penekan
mesin tekan yang menghimpit sampel.
Persamaan umum kuat tekan (Tegangan)
F m.g
e = =
A
A
dengan satuan kg/cm2 (1 kg/cm2 = 0,1 Mpa)

Geoteknik Tambang-Siana Dewi Artha, ST

Uniaxial Compressive
Strength (UCS)

Untuk menentukan kekuatan batuan, digunakan kl


asifikasi
Uniaxial Compressive Strength (UCS)
yang diusulkan oleh Deere & Miller, 1968 (dalam
Bieniawski, 1984).

Geoteknik Tambang-Siana Dewi Artha, ST

Tabel Klasifikasi kekuatan batuan menggunakan


UCS (MPa)

Menurut Hoek & Bray (1977) batuan sedimen sepe


rti lanau, pasir atau batubara dikategorikan
kedalam
moderately
weak
rock
sampai
moderately strong rock dan menurut UCS bernilai
antara 1 25 MPa dan 25 - 50 MPa.

Point Load Test Index

Point load test dilakukan untuk Menentukan


nilai-nilai Index strength (Is) dan Kuat tekan (
dari

percontohan

batuan

langsung di lapangan.

Geoteknik Tambang-Siana Dewi Artha, ST

secara

tidak

Dari uji ini akan didapatkan nilai point


load strength index (Is) yang akan
menjadi patokan untuk menentukan nilai
kuat tekan batuan (c). Nilai-nilai
tersebut didapatkan dari perhitungan
sebagai berikut :

= /

Dimana :
Is
= Point Load test index (indek franklin),
Mpa
P
= Beban maksimum hingga
percontohan pecah, N
De2 = ekivalen dengan D untuk diametral
test
De2 = De2 untuk diametral tes, mm2, dan
De2 = 4A/ untuk tes axial, block dan
lump, mm2
A = WD = luas area minimum penampang
spesimen
Geoteknik Tambang-Siana Dewi Artha, ST

Rock Quality Designation


(RQD)

RQD adalah suatu penilaian kualitas batuan secara


kuantitatif berdasarkan kerapatan kekar. Dalam
mempelajari aspek kekuatan batuan (Mekanika
Batuan), Rock quality designation yaitu suatu
penandaan atau penilaian kualitas batuan
berdasarkan kerapatan kekar.

Geoteknik Tambang-Siana Dewi Artha, ST

RQD penting untuk digunakan dalam


pembobotan massa batuan (Rock Mass
Rating, RMR ) dan pembobotan massa
lereng (Slope Mass Rating, SMR ).
Perhitungan RQD biasa didapat dari
perhitungan langsung dari singkapan
batuan yang mengalami retakan-retakan
(baik lapisan batuan maupun kekar atau
sesar) berdasarkan rumus Hudson(1979,
dalam Djakamihardja & Soebowo, 1996)

l adalah rasio antara jumlah kekar dengan


panjang scan-line (kekar/meter). Makin besar
nilai RQD, maka frekuensi retakannya kecil.
Frekuensi retakannya makin banyak, nilai
RQD makin kecil.
GEOTEKNIK TAMBANG-SIANA DEWI ARTHA, ST

Rumusan lain perhitungan nilai


RQD

Presentase RQD diberikan penilaian


berikut di tabel di bawah ini:

Geoteknik Tambang-Siana Dewi Artha, ST

Spacing of
Discontinous

Spacing of discontinous menunjukkan jarak antara kekar/sesar


satu dengan yang lainnya (Jd) yang didapat dengan melihat
langsung secara visual di daerah yang diteliti.

Joint
Spacing
<6
6-20
20-60
60-200
>200

Rating
5
8
10
15
20
Geoteknik Tambang-Siana Dewi Artha, ST

Condition of
Discontinous

Condition
of
discontinous
menunjukkan
kondisi
kekar/sesar (Kd) yang didapat dengan melihat langsung
secara visual di daerah yang diteliti.

Geoteknik Tambang-Siana Dewi Artha, ST

Groundwater
Condition

Groudwater Condition menunjukkan kondisi air tanah (Ka)


di derah yang diteliti yang didapat dengan melihat
langsung secara visual.

Geoteknik Tambang-Siana Dewi Artha, ST

ROCK MASS CLASS

RMR = e /Is + RQD + Jd + Kd + Ka

Geoteknik Tambang-Siana Dewi Artha, ST

Rock Mass Class (kelas massa batuan)


merupakan akumulasi rating/bobot dari
semua faktor yang telah diteliti, sehingga
nilai RMR yaitu :

Slope Mass Rating

Metode SMR digunakan untuk


penentuan
nilai kemiringan
lereng, SMR adalah nilai sudut
kemiringan lereng maksimum
massa batuan yang berada
dalam kondisi stabil dan nilainya
ditentukan dari nilai RMR-nya.

Geoteknik Tambang-Siana Dewi Artha, ST

Geoteknik Tambang-Siana Dewi Artha, ST

Soal
Suatu pengukuran kekuatan batuan di
laboratorium dengan menggunakan alat
Point Load Test mendapatkan nilai kekuatan
batuannya 11,30 Mpa, nilai RQD didapatkan
99,50%.
Hasil penelitian diskontinuitas (kekar/sesar)
di lapangan yaitu berjarak 35-40 cm dengan
kondisi permukaan agak kasar, renggangan
bidang diskontinuitas < 1 mm, kondisi
diskontinuitas sangat lapuk.
Keadaan air tanah didapatkan dengan
meraba setiap permukaan set kekar
sehingga didapatkan kondisi air tanah
lembab.
Hitunglah
Nilai
RMR
Deskripsinya ) dan SMR!

(Kelas

dan

Geoteknik Tambang-Siana Dewi Artha, ST