Anda di halaman 1dari 5

KONSEP PERKADERAN

HIMAHI FISIP UNHAS


PERIODE KEPENGURUSAN 2009/2010
Pembukaan

Himahi Fisip Unhas merupakan organisasi kader intra universitas yang mewadahi
mahasiswa jurusan Ilmu hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
Universitas Hasanuddin. Himahi Fisip Unhas memiliki tujuan untruk menciptakan insane
intelektual yang bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dengan kepribadian mandiri,
berwawasan global, memiliki idealism, berjiwa patriotism dan menjunjung tinggi nilai-
nilai kemanusiaan.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, maka Himahi melakukan sebuah proses
kaderisasi. Proses ini dimaksudkan agar tercipta paradigma yang sama antara Himahi
dengan kadernya. Adapun penyamaan paradigma ini dibentuk melalui injeksi nilai
organisasi atas dasar pengembangan, pemberdayaan dan penghormatan terhadap nilai-
nilai kemanusiaan.
Hal inilah yang kemudian menjadi latar belakang pentingnya suatu konsep
perkaderan. Yaitu suatu konsep yang akan menjadi arah dan pedoman serta akan
mengatur seluruh gerak organisasi selama satu periode kepengurusan.

Pengertian

Konsep Perkaderan adalah pedoman sistematis mengenai tujuan, orientasi dan


metodologi perkaderan yang telah ditetapkan.

Tujuan

Kaderisasi Himahi Fisip Unhas dimaksudkan untuk membentuk kader berparadigma


Himahi Fisip Unhas melalui proses injeksi nilai. Hal ini termaktub dalam petunjuk umum
dan petunjuk pelaksanaan kerja organisasi.

Landasan

1. Landasan Idiil : Tujuan Himahi Fisip Unhas


2. Landasan Konstitusional : Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
Himahi Fisip Unhas
3. Landasan Operasional : Garis-garis Besar Haluan Kerja Organisasi Himahi
Fisip Unhas
Status dan Sifat

Konsep perkaderan Himahi Fisip Unhas merupakan satu-satunya pedoman teknis


kaderisasi Himahi Fisip Unhas.
Konsep perkaderan Himahi Fisip Unhas bersifat formal dan mengikat keseluruhan
aktivitas organisasi di bawah tanggung jawab pengurus Himahi Fisip Unhas.

Asas Pelaksanaan

1. Azas Manfaat : Segala bentuk kaderisasi diupayakan bermanfaat dan


sejalan dengan tujuan HIMAHI.
2. Azas Egalitarian : Perkaderan selalu menitikberatkan pada persamaan,
dengan menjunjung tinggi hak dan kewajiban serta memberikan kesempatan
seluas-luasnya bagi setiap individu untuk mendapatkan transformasi ilmu
pengetahuan sesuai dengan nilai-nilai ke-HIMAHI-an.
3. Azas Kekeluargaan : Arah dan gerak perkaderan senantiasa didasari pada nilai-
nilai kekeluargaan, dengan melibatkan keseluruhan warga dalam wilayah
pengembangan organisasi.
4. Azas Musyawarah : Dalam pelaksanaan kaderisasi, segala bentuk pengambilan
keputusan dan pembuatan kebijakan senantiasa dilakukan secara musyawarah
mufakat dengan melibatkan seluruh warga.

Potensi Pengembangan

1. Afektif : potensi yang menekankan


pada aspek perasaan dan emosi.
2. Kognitif: potensi yang menekankan
pada aspek intelektual.
3. Psikomotorik: potensi yang
menekankan pada aspek keterampilan motorik.

Dimensi Pengembangan

1. Keilmuan : mengembangkan aspek keilmuan yang meliputi


pengenalan, pengembangan, pengaplikasian keilmuan serta keberpihakan nilai
sesuai dengan paradigma HIMAHI Fisip Unhas.
2. Keorganisasian :
• Memberikan pengenalan dan pemahaman filsafat organisasi.
• Memberikan pengenalan dan pemahaman mengenai mekanisme dan tata
kerja organisasi.
• Memberikan pengenalan, pemahaman, mengenai Himahi dan kerangka
kerjanya, serta pengawalan dalam proses pelaksanaannya.
3. Kemahasiswaan : Membangun idealisme kemahasiswaan melalui
pemahaman peran dan fungsi mahasiswa sesuai dengan tridharma perguruan
tinggi.
4. Kemanusiaan : Mengembangkan kepekaan kader terhadap realita sosial
berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.
5. Kebangsaan : Memberikan pemahaman akan hak dan kewajiban kader
sebagai bagian dari masyarakat yang dijadikan tolok ukur pergerakan dalam
melihat realita kebangsaan
Tolok Ukur

Kesamaan paradigma Himahi Fisip Unhas pada kader.

Fase-Fase Perkaderan

1. Perekrutan
• Identifikasi
• Injeksi nilai (5 dimensi pengembangan)
• Evaluasi
- Anggota penuh
- Anggota muda
2. Lanjutan
• Pengembangan
• Pemberdayaan

Prinsip Pelaksanaan

1. Proporsional
2. Komunikasi Persuasif
3. Andragogis
4. Keterbukaan
5. Persamaan
Penutup

Konsep perkaderan ini disusun sebagai acuan pelaksanaan perkaderan HIMAHI


FISIP UNHAS agar lebih terarah dan terstruktur dalam proses pencapaian tujuan
organisasi. Hal-hal mengenai penjelasan yang lebih detail dan teknis dari konsep ini
selanjutnya akan dijabarkan dalam metodologi masing-masing oleh pengurus maupun
kepanitiaan terkait yang dibentuk oleh pengurus.