Anda di halaman 1dari 5

PEMURNIAN

Anita Diva Sylvia


133020101
Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

ABSTRAK
Pemurnian merupakan suatu proses memurnikan suatu campuran untuk mendapatkan zat-zat murni.
Proses pemurnian memiliki beberapa macam proses yang berbeda, ada proses filtrasi, sentrifugasi, dekantasi,
penukar ion, destilasi, rekristalisasi maupun ekstraksi. Sebenarnya macam-macam proses pemurnian memiliki
prinsip yang sama yaitu memurnikan suatu larutan tapi mempunyai kriteria ada yang berdasarkan ukuran
partikel, berat jenis maupun proses pemurniannya. Sebagai contoh proses filtrasi yang mempunyai prinsip
pemurnian berdasarkan ukuran partikel, sentrifugasi berdasarkan berat jenis dan rekristalisasi proses
pengkristalan kembali dengan cara pemanasan dan pendinginan. Macam-macam proses pemurnian ini
digunakan praktikan dalam kehidupan sehari-hari.
Key Word : Pemurnian
PENDAHULUAN
Dalam melakukan sebuah pemurnian,
praktikan dituntut untuk dapat memahami
kegunaan, fungsi, macam dan cara dalam
melakukuan sebuah pemurnian. Praktikan harus
mengetahui apa itu filtrasi, sentrifugasi dan
rekristalisasi dalam proses pemurnian. Beberapa
macam pemurnian memiliki prinsip yang hampir
sama tapi memiliki cara yang berbeda. Diharapkan
setelah melakukan percobaan pemurnian ini,
praktikan dapat menerapkan proses pemurnian
dalam bidang pangan maupun kehidupan seharihari. (Anonim 2013).
Tujuan dari percobaan ini adalah untuk
memisahkan campuran zat agar mendapatlkan
zat-zat murni dengan membandingkan filrat dan
sentrat, juga dapat memisahkan kembali suatu zat
dari campuran cair dan padat agar diperoleh suatu
keadaan yang murni.
Prinsip dari percobaan ini berdasarkan
ukuran partikel dari campuran zat cair dengan zat
padat dengan berbagai cara.
1. Filtrasi : Proses pemurnian senyawa
berdasarkan ukuran partikel

2. Sentrifugasi
:
Proses
pemurnian
berdasarkan berat jenis.
3. Rekristalisasi : Proses pengkristalan
kembali dengan cara pemanasan dan
pendinginan.

METODOLOGI
1. Filtrasi dan Sentrifugasi
Dimasukkan dua sendok bubuk kapur dimasukkan dalam gelas kimia berisi air 20 ml, lalu diaduk.
Kemudian 10 ml larutan dituangkan dalam tabung sentrifuge dan di- sentrifuge. Selanjutnya sentrat dipisahkan
dari endapan dengan didekantasidan dipipet bagian atasnya dalam gelas kimia. Diambil 10 ml larutan lagi
yang kemudian disaring dengan kertas saring dan corong dan filtratnya ditampung dalam tabung reaksi.
Kemudian dibandingkan antara iltrat dan sentrat.

2 sendok CaO + 20 ml aquadest

10 ml

10 ml

Kertas
saring
Tabung reaksi

Tabung sentrifuge

Dimasukkan kedalam alat sentrifuge

Dekantasi dengan pipet


filtrat

Sentrat

2. Rekristalisasi
Larutkan garam dapur yang kotor 1 sendok, tambahkan air 10 ml lalu disaring filtratnta, diuapkan
dalam cawan penguap sampai hampir kering. Singkirkan pembakar dan biarkan semua air habis menguap.
10 gram CuSO4 dilarutkan dalam gelas kimia sebanyak 50 ml, lalu diuapkan diatas bunsen dengan
penyangga kaki tiga dan kasa. Cawan penguap ditaruh diatas gelas kimia yang berisi larutan CuSO 4. Uapkan
sampai semua air habis menguap.

1 sendok NaCl + 50 ml H2O

10 gram CuSO4 + 50 ml H2O

gelas kimia

NaCl

kertas saring
corong
gelas kimia
CuSO4
NaCl

cawan penguap
CuSO4

4. Ekstraksi
Sebutir Yodium dimasukkan dalam tabung reaksi berisi 2ml H2O, Yodium harus benar-benar larut dengan
cara dikocok. Perhatikan warna larutan. Kemudian 1 ml CHCl3 (chloroform.) ditambahkan, lalu warna larutan
diamati, dikocok dengan menepuk-nepukkan dasar tabung pada telapak tangan.

1 butir Yod + 2 ml aquadest

+1 ml CCl4/CHCl3

Amati perubahan yang terjadi

HASIL DAN PEMBAHASAN


FILTRASI

SENTRIFUGASI

Filtrat

Sentrat

Warna : Putih keruh

Warna : Putih keruh

Keterangan:
Filtrasi lebih bening
daripada sentrifugasi

Keterangan:
Sentrifugasi lebih
bening daripada filtrasi

REKRISTALISASI
1. NaCl
Warna :
Putih kehitaman
Bentuk : Kubus
Gambar :

2. CuSO4
Warna : Biru
Bentuk : Jarum
Gambar :

EKSTRAKSI

Yodium + aquadest
(Jingga)

atasnya jadi bening


bawahnya berwarna
ungu berupa endapan

(Sumber : Anita Diva Sylvia, 133020101, Meja 11, Kelompok D)

Gambar 1 dan 2. larutan kapur dan proses filtrasi


Gambar 5. Proses rekristalisasi
FILTRASI DAN SENTRIFUGASI

Gambar 3 dan 4. Proses Ekstraksi

Berdasarkan hasil pengamatan ternyata


didapat bahwa filtrasi hasilnya lebih bening
daripada sentrifugasi antara pemisahan CaO
dengan air pada larutan CaO. Dalam percobaan ini
terjadi kesalahan sehingga hasil yang didapat
berbeda dengan teori karena salah satunya alat
sentrifuge yang tidak bekerja dengan baik,
pemipetan cairan pada tabung sentrifuge kurang
tepat sehingga CaO ikut ke dalam pipet, setelah
disentrifuge tabung sentrifugenya praktikan tidak
hati-hati dalam memegangnya sehingga terjadi
goncangan pada tabung sentrifuge yang
menyebabkan bercampurnya kembali CaO dengan
air.

Filtrasi adalah proses pemisahan dari


campuran heterogen yang mengandung cairan
dan partikel-partikel padat dengan menggunakan
media filter yang hanya meloloskan cairan dan
menahan partikel-partikel padat. Sentrifugasi adalah
suatu teknik pemisahan yang digunakan untuk
menisahkan suspensi yang jumlahnya sedikit.Suspensi
ini dimasukan ke dalam tabung reaksi kemudian
difusing. Sentrifugasi yang cepat menghasilakan gaya
sentrifugal lebih besar sehingga partikel tersusupensi
mengendap di dasar tabung reaksi kemudian
didekantasi (dipipet).
Perbedaan filtrasi dan sentrifugasi terlihat
sangat jelas dalam penggunaan mesin dalam proses
sentrifuge sedangkan filtrasi hanya menggunakan
kumpulan beberapa alat. Filtrasi secara manual
dengan menggunakan kertas saring dan corong serta
tabung reaksi sebagai penampung filtrate sedangkan
sentrifuge menggunakan tabung sentrifuge kemudian
diputar menggunakan sentrifug.
Hasil pengamatan pemurnian antara filtrasi
dan sentrifugasi bila menurut teori adalah sentrifugasi
karena selain penggunaan alat yang modern juga faktor
kesalahan yang menyebabkan sentrifugasi hasilnya
lebih keruh.
Pengaplikasian filtrasi dan sentrifugasi dalam
bidang pangan yaitu salah satunya untuk pemurnian
alkohol, pemurnian garam kotor, pemisahan kelapa

dengan air santan, Pembuatan air teh celup.


REKRISTALISASI
Berdasarkan hasil pengamatan bentuk
NaCl yaitu kumpulan kubus, warna zatnya adalah
puttih kehitaman karena terdapat kotoran. Bentuk
CuSO4 adalah jarum yang terlihat di mikroskop,
warnanya biru. Faktor kesalahan dalam melakukan
rekristalisasi ini adalah pemanasan yang terlalu
lama sehingga kristal mengalami kerusakan, NaCl
yang tidak terfilter dengan baik akan
mempengaruhi bentuk kristal, pemanasan CuSO4
terlalu lama akan mengakibatkan letupan-letupan
seperti popcorn karena kristal sudah terbentuk,
praktikan jangan membiarkan proses rekristalisasi
ini karena dibutuhkan perhatian khusus.
Kristalisasi
adalah
teknik
untuk
mendapatkan bahan murni suatu senyawa dan
membentuknya menjadi zat yang mengkristal yang
terdiri atas zat padat dan zat cair. Rekristalisasi
adalah pengkristalan kembali zat kristal yang telah
larut, disini terjadi dua proses pengkristalan karena

sudah menjadi kristal kemudian dilarutkan lalu


dikristalkan kembali.
Aplikasi rekristalisasi dalam bidang
pangan salah satunya memutihkan gula pasir,
memurnikan garam.
EKSTRAKSI
Berdasarkan hasil percobaan ternyata
sebutir yodium yang dilarutkan dalam air yang
dicampurkan dengan cara menepuk-nepukan atau
menggoyang-goyangkan tabung reaksi berwarna
jingga. Setelah ditambahkan chloroform warna
tabung reaksi menjadi ada dua jingga dan ungu
dibawahnya, lama-kelamaan warna atasnya
menjadi putih dan bawahnya berwarna ungu.
Fase yang terjadi pada proses ekstraksi ini
dimulai dari padat (yodium) dan cair (air) kemudian
ditambahkan chlorofom (cair) saat ketiganya
mengalami pencampuran yodium larut tapi ada
endapan berwarna ungu di bagian bawah tabung
reaksi.
Pelarut nonpolar merupakan senyawa
yang memilki konstanta dielektrik yang rendah dan
tidak larut dalam air. Contoh pelarut dari kategori
ini
adalah
benzena
(C6H6),
karbon
tetraklorida(CCl4),dietileter(CH3CH2OCH2CH3).
Aplikasi di bidang pangan, mengekstrak
jeruk untuk pembuatan jus, ekstrak sebagai bahan
pewarna cendol, ekstrak apel yang digunakan
untuk pembuatan cuka apel, dll.
KESIMPULAN
Setelah dilakukan percobaan pemurnian
ini, praktikan dapat memahami apa itu proses
filtrasi, sentrifugasi maupun ekstraksi. Praktikan
dapat mengaplikasikan pemurnian di bidang
pangan maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Mengetahui berbagai faktor kesalahan yang terjadi
yang berdampak pada hasil pengamatan.
Praktikan dituntut teliti dan hati-hati dalam
melakukan proses pemurnian.
DAFTAR PUSTAKA
Brady, E. James. (1999), Kimia Universitas Asas
dan Struktur, Binapura Aksara : Jakarta.
Anonim, 2013, Filtrasi dan Sentrifugasi. Diakses
dari google.com (Akses: 26 November 2013