Anda di halaman 1dari 93

rita sex 17tahun terbaru Entah mengapa, semakin sering aku melakukan making love dengan

seseorang, membuat kehidupan sex aku semakin baik aja. Dan entah semuanya itu semakin bisa
aku nikmati. Mungkin semua ini adalah dampak dari terlalu tingginya libiloku sehingga saat aku
mood, tidak jarang setelah pulang kerja aku melakukan dengan teman kantorku.
Aku selalu bersyukur mempunyai kelebihan dalam urusan bercinta. Ditambah Pengetahuan sex
aku yang aku dapatkan dari film bf, buku-buku sampai obrolan-obrolan dengan teman di
kantorku, membuat aku semakin bisa menyelami tentang apa itu sex. Sehingga aku benar-benar
fasih dalam menerjemahkan apa yang aku dapat dari pengetahuan tentang sex. Itu terbukti
dengan keluarnya banyak pujian dari para teman making love aku. Rata-rata mereka sangat puas
saat bercinta denganku, dan mereka menemukan, merasakan dan menikmati sesuatu yang
sebelumnya belum pernah mereka rasakan dalam masalah sex.
*****
Cerita ini berawal dari perkenalanku dengan seorang wanita karir, yang entah bagaimana
ceritanya wanita karir tersebut mengetahui nomor kantorku.
Siang itu disaat aku hendak makan siang tiba-tiba telepon lineku berbunyi dan ternyata operator
memberitau saya kalau ada telepon dari seorag wanita yang engak mau menyebutkan namanya
dan setelah kau angkat.
"Hallo, selamat siang joko," suara wanita yang sangat manja terdengar.
"Helo juga, siapa ya ini?" tanyaku serius.
"Namaku Karina," kata wanita tersebut mengenalkan diri.
"Maaf, Mbak Karina tahu nomor telepon kantor saya dari mana?" tanyaku menyelidiki.
"Oya, aku temannya Yanti dan dari dia aku dapat nomor kamu," jelasnya.
"Ooo... Yanti," kataku datar.
Aku mengingat kisahku, sebelumnya yang berjudul empat lawan satu. Yanti adalah seorang
wanita karir yang juga 'mewarnai' kehidupan sex aku.
"Gimana kabarnya Yanti dan dimana sekarang dia tinggal?" tanyaku.
"Baik, sekarang dia tinggal di Surabaya, dia titip salam kangen sama kamu," jelas Karina.
Sekitar 10 menit, kami berdua mengobrol layaknya orang sudah kenal lama. Suara Karina yang
lembut dan manja, membuat aku menerka-nerka bagaimana bentuk fisiknya dari wanita tersebut.
Saat aku membayangkan bentuk fisiknya, Karina membuyarkan lamunanku.
"Hallo... Joko, kamu masih disitu?" tanya Karina.
"Iya... Iya Mbak..." kataku gugup.
"Hayo mikirin siapa, lagi mikirin Yanti yaaa?" tanyanya menggodaku.
"Nggak kok, malahan mikirin Mbak Karina tuh," celetukku.
"Masa sih... Aku jadi GR deh" dengan nada yang sangat menggoda.
"Joko, boleh nggak aku bertemu dengan kamu?" tanya Karina.
"Boleh aja Mbak... Bahkan aku senang bisa bertemu dengan kamu," jawabanku semangat
"Oke deh, kita ketemuan dimana nih?" tanyanya semangat.

"Terserah Mbak deh, Joko sih ngikut aja?" jawabku pasrah.


"Oke deh, nanti sore aku tunggu kamu di Mc. Donald plasa senayan," katanya.
"Oke, sampai nanti joko... Aku tunggu kamu jam 18.30," sambil berkata demikian, aku pun
langsung menutup teleponku.
Aku segera meluncur ke kantin untuk makan siang yang sempat tertunda itu. Sambil
membayangkan kembali gimana wajah wanita yang barusan saja menelpon aku. Setelah aku
selesai makan aku pun langsung segera balik ke kantor untuk melakukan aktivitas selanjutnya.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 17.00, tiba saatnya aku pulang kantor dan aku
segera meluncur ke plasa senayan. Sebelumnya prepare dikantor, aku mandi dan membersihkan
diri setelah seharian aku bekerja. Untuk perlengkapan mandi, aku sengaja membelinya dikantin
karena aku nggak mau ketemu wanita dengan tanpak kotor dan bau badan, kan aku menjadi
nggak pede dengan hal seperti itu.
Tiba di Plasa Senayan, aku segera memarkirkan mobil kijangku dilantai dasar. Jam menunjukkan
pukul 18.15. Aku segera menuju ke MC. Donald seperti yang dikatakan Karina. Aku segera
mengambil tempat duduk disisi pagar jalan, sehingga aku bisa melihat orang lalu lalang diarea
pertokaan tersebut.
Saat mataku melihat situasi sekelilingku, bola mataku berhenti pada seorang wanita setengan
baya yang duduk sendirian. Menurut perkiraanku, wanita ini berumur sekitar 32 tahun.
Wajahnya yang lumayan putih dan juga cantik, membuat aku tertegun, nataku yang nakal,
berusaha menjelajahi pemadangan yang indah dipandang yang sangat menggiurkan apa lagi
abgian depan yang sangat menonjol itu. Kakinya yang jenjang, ditambah dengan belahan
pahanya yang putih dan juga montok dibalik rok mininya, membuat aku semakin gemas. Dalam
hatiku, wah betapa bahagianya diriku bila yang aku lihat itu adalah orang yang menghubungiku
tadi siang dan aku lebih bahagia lagi bila dapat merasakan tubuhnya yang indah itu.
Tiba-tiba wanita itu berdiri dan menghampiri tempat dudukku. Dadaku berdetuk kencang ketika
dia benar-benar mengambil tempat duduk semeja dengan aku.
"Maaf apakah kamu Joko?" tanyanya sambil menatapku.
"Iy... Iyaa... Kamu pasti Karina," tanyaku balik sambil berdiri dan mengulurkan tanganku.
Jarinya yang lentik menyetuh tanganku untuk bersalaman dan darahku terasa mendesr ketika
tangannya yang lembut dan juga halus meremas tangaku dengan penuh perasaan.
"Silahkan duduk Karina," kataku sambil menarik satu kursi di depanku.
"Terima kasih," kata Karina sambil tersenyum.
"Dari tadi kamu duduk disitu kok nggak langsung kesini aja sih?" tanyaku.
"Aku tadi sempat ragu-ragu, apakah kamu memang Joko," jelasnya.
"Aku juga tadi berpikir, apakah wanita yang cantik itu adalah kamu?" kataku sambil tersenyum.

Kami bercerita panjang lebar tentang apapun yang bisa diceritakan, kadang-kadang kami berdua
saling bercanda, saling menggoda dan sesekali bicara yang 'menyerempet' ke arah sex. Lesung
pipinya yang dalam, menambah cantik saja wajahnya yang semakin matang.
Dari pembicaraan tersebut, terungkaplah kalau Karina adalah seorang wanita yang sedang
bertugas di Jakarta. Karina adalah seorang pengusaha dan kebetulan selama 4 hari dinas di
Jakarta.
"Karin, kamu kenal Yanti dimana?" tanyaku.
Yanti adalah teman chattingku di YM, aku dan Yanti sering online bersama. Dan kami terbuka
satu sama lain dalam hal apapun. Begitu juga kisah rumah tangga, bahkan masalah sex
sekalipun. Mulutnya yang mungil menjelaskan dengan penuh semangat.
"Emangnya Yanti menikah kapan? Aku kok nggak pernah diberitahu sih," tanyaku penuh
penasaran.
"Dia menikah dua minggu yang lalu dan aku nggak tahu kenapa dia nggak mau memberi tahu
kamu sebelumnya," Jawabnya penuh pengertian.
"Ooo, begitu..." kataku sambil manggut-manggut.
"Ini adalah hari pertamaku di Jakarta dan aku berencana menginap 4 hari, sampai urusan
kantorku selesai," jelasnya tanpa aku tanya.
"Sebenarnya tadi Yanti juga mau dateng tapi berhubung ada acara keluarga jadi kemungkinan
dia akan datang besok harinya dia bisa dateng," jelasnya kembali.
"Memangnya Mbak Karina menginap dimana nih?" tanyaku penasaran.
"Kebetulan sama kantor sudah dipesankan kamar buat aku di hotel H..."jelasnya.
"Mmm, emangnya Mbak sama siapa sih?" tanyaku menyelidik.
"Ya sendirilah, Joko... Makanya saat itu aku tanya Yanti," katanya
"Tanya apa?" tanyaku mengejar.
"Apakah punya teman yang bisa menemaniku selama aku di Jakarta," katanya.
"Dan dari situlah aku tahu nomor telepon kamu," lanjutnya.
Tanpa terasa waktu sudah menunjukan pukul 10.25 wib, dan aku lihat sekelilingku pertokoan
mulai sepi karena memang sudah mulai larut malam. Dan toko pun sudah mulai tutup.
"Jok.. Kamu mau anter aku balik ke hotel nggak?" tanyanya.
"Boleh, masa iya sih aku tega sih biarin kamu balik ke hotel sendirian," kataku.
Setelah obrolan singkat, kami segera menuju parkiran mobil dan segera meluncur ke hotel H...
Yang tidak jauh dari pusat pertokoan Plasa Senayan. Aku dan Karina bergegas menuju lift untuk
naik ke lantai 5, dan sesampainya di depan kamarnya, Karina menawarkan aku untuk masuk
sejenak. Bau parfum yang mengundang syaraf kelaki-lakianku serasa berontak ketika berjalan
dibelakangnya.
Dan ketika aku hendak masuk ternyata ada dua orang wanita yang sedang asyik ngegosip dan
mereka pun tersenyum setelah aku masuk kekamarnya. Dalam batinku, aku tenyata dibohongi
ternyata dia nggak sendiri. Karina pun memperkenalkan teman-temannya yang cantik dan juga

sex yang berbadan tinggi dan juga mempunyai payudara yang besar dia adalah Miranda(36b)
sedangkan yang mempunyai badan yang teramat sexy ini dan juga berpayudara yang sama
besarnya bernama Dahlia(36b). Dan mereka pun mempersilahkan aku duduk.
Tanpa dikomando lagi mereka pun perlahan-lahan memulai membuka pakaian mereka satu
persatu, aku hanya bisa melotot saja tak berkedip sekali pun, tak terasa adik kecilku pun segera
bangun dari tidurnya dan segera bangun dan langsung mengeras seketika itu juga. Setelah
mereka telanjang bulat terlihatlah pemandangan yang sangat indah sekali dengan payudara yang
besar, Karina pun langsung menciumku dengan ganasnya aku sampai nggak bisa bernafas karena
serangan yang sangat mendadak itu dan aku mencoba menghentikannya.
Setelah itu dia pun memohon kepadaku agar aku memberikan kenikmatan yang pernah aku
berikan sama Yanti dan kawan-kawan. Setelah itu Karina pun langsung menciumku dengan
garangnya dan aku pun nggak mau tinggal diam aku pun langsung membalas ciumannya dengan
garang pula, lidah kamipun beraduan, aku mulai menghisap lidahnya biar dalam dan juga
sebaliknya. Sedangkan Miranda mengulum penisku ke dalam mulutnya, mengocok dimulutnya
yang membuat sensasi yang tidak bisa aku ungkapkan tanpa sadar aku pun mendesah.
"Aaahhh enak Mir, terus Mir hisap terus, aaahhh..."
Sedangkan Dahlia menghisap buah zakarku dengan lembutnya membuat aku semakin nggak
tertahankan untuk mengakhiri saja permaianan itu. Aku pun mulai menjilati vagina Karina
dengan lembut dan perlahan-lahan biar dia bisa merasakan permaianan yang aku buat. Karina
pun menjerit keras sambil berdesis bertanda dia menikmati permainanku itu.
Mirandapun nggak mau kalah dia menghisap payudaranya Karina sedangkan Dahlia mencium
bibir Karina agar tidak berteriak ataupun mendesis. Setelah beberapa lama aku menjilati
vaginanya terasa badannya mulai menegang dan dia pun mendesah.
"Jok... Akuuu mauuu keeeluuuarrr."
Nggak beberapa lama keluarlah cairan yang sangat banyak itu akupun langsung menghisapnya
sampai bersih tanpa tersisa. Setelah itu aku pun langsung memasukkan penisku ke dalam vagina
Karina, perlahan-lahan aku masukkan penisku dan sekali hentakan langsung masuk semua ke
dalam vaginanya yang sudah basah itu. Aku pun langsung menggenjotnya dengan sangat
perlahan-lahan sambil menikamati sodokan demi sodokan yang aku lakukan dan Karina pun
mulai mendesah nggak karuan.
"Aaahhh enak Jok, terus Jok, enak Jok, lebih dalam Jok aaahhh, ssttt.."
Membuat aku bertambah nafsu, goyanganku pun semakin aku percepat dan dia mulai berkicau
lagi.
"Aaahhh enak Jok, penis kamu enak banget Jok, aaahhh..."
Setelah beberapa lama aku mengocok, diapun mulai mengejang yang kedua kalinya akupun
semakin mempercepat kocokanku dan tak beberapa lama aku mengocoknya keluarlah cairan

dengan sangat derasnya dan terasa sekali mengalir disekitar penisku. Akupun segera mencabut
penisku yang masih tegang itu. Miranda segera mengulum penisku yang masih banyak mengalir
cairan Karina yang menempel pada penisku, sedangkan Dahlia menghisap vaginanya Karina
yang masih keluar dalam vaginanya dengan penuh nafsunya.
Miranda pun mulai mengambil posisi, dia diatas sedangkan aku dibawah. Dituntunnya penisku
untuk memasuki vaginanya Miranda dan serentak langsung masuk. Blesss... Terasa sekali
kehangatan didalam vaginanya Miranda. Dia pun mulai menaik turunkan pantatnya dan disaat
seperti itulah dia mulai mempercepat goyangannya yang membuat aku semakin nggak karuan
menahan sensasi yang diberikan oleh Miranda.
Dahlia pun mulai menghisap payudara Miranda penuh gairah, sedangkan Karina mencium bibir
Miranda dengan garangnya, Miranda mempercepat goyangannya yang membuat aku mendesah.
"Aaahhh enak Mir... Terus Mir... Goyang terus Mir... Lebih dalam lagi Mir... Aaahhh sssttt"
Dan selang beberapa menit aku merasakan penisku mulai berdenyut,
"Mir... Aku... ingiiin keeeluuuaaarrr"
Seketika itu juga muncratlah air maniku didalam vaginanya, entah berapa kali munceratnya aku
nggak tahu karena terlalu nikmatnya dan diapun masih mengoyang semakin cepat. Seketika itu
juga tubuhnya mulai menegang dan terasa sekali vaginanya berdenyut dan selang beberapa lama
keluarlah cairan yang sangat banyak sekali, aku pun langsung mengeluarkan penisku yang sudah
basah kuyup ditimpa cairan cinta. Mereka pun berebutan menjilati sisa-sia cairan yang masih ada
dipenisku, Dahlia pun langsung menjilati vaginanya Miranda yang masih mengalir cairan yang
masih menetes di vaginanya. Akupun melihat mereka seperti kelaparan yang sedang berebutan
makanan, setelah selang beberapa lama aku mulai memeluk Dahlia dan aku pun mulai mencium
bibirnya dan mulai turun ke lehernya yang jenjang menjadi sasaranku yang mulai menari-nari
diatasnya.
"Ooohhh... Joko... Geeelli..." desah Dahlia.
Serangan bibirku semakin menjadi-jadi dilehernya, sehingga dia hanya bisa merem melek
mengikuti jilatan lidahku.
Miranda dan Karina mereka asyik berciuman dan saling menjilat payudara mereka. Setelah aku
puas dilehernya, aku mulai menurunkan tubuhnya sehingga bibirku sekarang berhadapan dengan
2 buah bukit kembarnya yang masih ketat dan kencang. Aku pun mulai menjilati dan sekali-kali
aku gigit puntingnya dengan gigitan kecil yang membuat dia tambah terangsang lagi dan dia
medesah.
"Aaahhh enak sekali Jok... Terus Jok hisap terus Jok enak Jok aaahhh sssttt.."
Dahlia pun membalasnya dengan mencium bibirku dengan nafsunya dan setelah itu turun ke
pusar dan setelah itu dia mulai mengulum, mengocok, menjilat penisku didalam mulutnya.

Setelah dia puas aku kembali menyerangnya langsung ke arah lubang vaginanya yang memerah
dan disekelilingi rambut-rambut yang begitu lebat. Aroma wangi dari lubang kewanitaannya,
membuat tubuhku berdesis hebat. Tanpa menunggu lama lagi, lidahku langsung aku julurkan
kepermukaan bibir vagina.
Tanganku bereaksi untuk menyibak rambut yang tumbuh disekitar selangkangannya untuk
memudahkan aksiku menjilati vaginanya.
"Sssttt... Jok... Nikmat sekali... Ughhh," rintihnya.
Tubuhnya menggelinjang, sesekali diangkat menghindari jilatan lidahku diujung clitorisnya.
Gerak tubuh Dahlia yang terkadang berputar-putar dan naik turun, membuat lidahku semakin
menghujam lebih dalam ke lubang vaginanya.
"Joko... Gila banget lidah kamu..." rintihnya
"Terus... Sayang... Jangan lepaskan..." pintanya.
Paha Dahlia dibuka lebar sekali sehingga memudahkan lidahku untuk menjilatnya. Dahlia
menggigit bibir bawahnya seakan menahan rasa nikmat yang bergejola dihatinya.
"Oohhh... Joko, aku nggak tahan... Ugh..." rintihnya.
"Joko cepet masukan penis kamu aku sudah nggak tahan nih," pintanya.
Perlahan aku angkat kaki kanannya dan aku baringkan ranjang yang empuk itu. Batang
kemaluanku sudah mulai mencari lubang kewanitaannya dan sekali hentak.
"Bleest.." kepala penisku menggoyang vaginanya Dahlia.
"Aowww... Gila besar sekali Jok... Punya kamu," Dahlia merintih.
Gerakan maju mundur pinggulku membuat tubuh Dahlia mengelinjang hebat danm sesekali
memutar pinggulnya sehingga menimbulkan kenikmatan yang luar biasa dibatang kemaluanku.
"Joko... Jangan berhenti sayang... Oogghhh," pinta Dahlia.
Dahlia terus menggoyangkan kepalanya kekanan dan kekiri seirama dengan penisku yang
menghujam dalam pada lubang kewanitaannya. Sesekali Dahlia membantu pinggulnya untuk
berputar-putar.
"Joko... Kamu... Memang... Jagoo... Ooohhh," kepalannya bergerak ke kiri dan ke kanan seperti
orang triping.
Beberapa saat kemudian Dahlia seperti orang kesurupan dan ingin memacu birahinya sekencang
mungkin. Aku berusaha mempermainkan birahinya, disaat Dahlia semakin liar. Tempo yang
semula tinggi dengan spontan aku kurangi sampai seperti gerakan lambat, sehingga centi demi
centi batang kemaluanku terasa sekali mengoyang dinding vagina Dahlia.

"Joko... Terus... Sayang... Jangan berhenti..." Dahlia meminta.


Permainanku benar-benar memancing birahi Dahlia untuk mencapai kepuasan birahinya. Sesaat
kemudian, Dahlia benar-benar tidak bisa mengontrol birahinya. Tubuhnya bergerak hebat.
"Joko... Aakuuu... Kelluuuaaarrr... Aaakkkhhh... Goyang sayang," rintih Dahlia.
Gerakan penisku kubuat patah-patah, sehingga membuat birahi Dahlia semakin tak terkendali.
"Jok... Ooo... Aaammmpuuunnn," rintihnya panjang.
Bersamaan dengan rintihan tersebut, aku menekan penisku dengan dalam hingga mentok
dilangit-langit vagina Dahlia. Aku merasakan semburan cairan membasahi seluruh penisku.
Dahlia yang sudah mendapat kedua orgasmenya, sedangkan aku masih berusaha untuk mencari
kepuasan birahiku. Posisi Dahlia, sekarang menungging. Penisku yang masih tertancap pada
lubang vaginanya langsung aku hujamkan kembali ke lubang vaginanya Dahlia.
"Ooohhh... Joko... Kamu... Memang... Ahli..." katanya sambil merintih.
Kedua tanganku mencengkeram pinggul Dahlia dan menekan tubuhnya supaya penisku bisa
lebih menusuk ke dalam lubang vaginanya.
"Dahlia... Vagina kamu memang enak banget," pujiku.
"Kamu suka minum jamu yaaa kok seret?" tanyaku.
Sebut saja namaku Atika, seorang wanita yang telah berusia 40 tahun dan telah bersuami. Menurut
banyak teman, aku adalah wanita yang cukup cantik dan berkulit putih bersih. Yang luar biasa adalah
postur tubuhku yang masih terawat dan indah. Tinggi badanku 167 cm. Pantatku cukup bulat dan berisi
dengan sepasang betis yang indah. Sepasang payudaraku berukuran 34 juga tampak padat dan serasi
dengan bentuk tubuhku. Kata orang tubuhku seperti artis Minarti Atmanegara yang bentuk tubuhnya
tetap indah diusia yang telah berkepala 4.
Aku bekerja sebagai karyawati staff accounting pada sebuah toserba yang cukup besar dikotaku.
Sehingga aku banyak mengenal banyak relasi dari para pekerja perusahaan lain yang memasok barang
ketempatku bekerja. Aku juga menjadi instruktur senam BL ditempat aku fitness. Disinilah kisah yang
akan kisah indah aku dan Indra pertama kali terjadi.
Sebagai seorang istri, aku merupakan seorang wanita setia pada suami. Aku berprinsip, tidak ada lakilaki lain yang menyentuh hati dan tubuhku, kecuali suami yang sangat kucintai. Dan sebelum kisah ini
terjadi, aku memang selalu dapat menjaga kesetiaanku. Jangankan disentuh, tertarik dengan lelaki lain
merupakan pantangan buatku.
Tetapi begitulah, beberapa bulan terakhir suamiku kurang dapat memuaskanku diatas ranjang. Kalaupun

bisa, dia pasti kelelahan dan langsung istirahat. Mungkin karna usia kami yang terpaut 14 tahun, mau tak
mau aku cuma bisa memainkan jari sambil membayangkan suamiku sedang memasukkan batang
kejantanannya ke vaginaku. Tapi tak senikmat kenyataan.
Sampai akhirnya datang seorang mahasiswa yang ingin PI (Praktek Industri) ditempatku. Dan aku
ditunjuk sebagai pembimbing mahasiswa tersebut oleh bosku. Mahasiswa itu memperkenalkan dirinya
bernama Indra. Kuperhatikan dia dari atas sampai bawah, cukup lumayan penampilannya. Indra
berbadan tinggi besar dan atletis, tingginya sekitar 178 cm. Sungguh aku tidak mempunyai pikiran atau
perasaan tertarik padanya.
Pada awalnya hubungan kami biasa-biasa saja, bahkan cendrung agak kaku. Namun begitu, Indra selalu
bersikap baik padaku. Kuakui pula, ia pemuda yang simpatik. Ia sangat pandai mengambil hati orang.
Sehingga lama-kelamaan kekakuannya berkurang dan kami berdua menjadi akrab. Bahkan aku sering
meminta Indra membantuku lembur dikantor. Dan jika begitu biasanya aku bercerita tentang kehidupan
rumah tanggaku. Sampai-sampai urusan diatas tempat tidur kuceritakan padanya. Karna Indra sangat
pandai memancing.
Hingga suatu ketika, setelah sebulan Ia PI dikantorku. Sewaktu aku sedang lembur menghitung
keuangan bulanan perusahaan, Indra datang menghampiriku.
Misi Bu, bisa ganggu gak? Tegur Indra sopan.
Ya ada apa Ndra? Jawabku.
Ini.. ada beberapa yang saya gak ngerti bisa dijelaskan gak Bu? Indra bertanya lagi.
Ooh bisa.. mana yang kamunya kurang paham aku menjawab lalu menyuruhnya untuk duduk
disampingku disofa.
Lalu aku memberikan penjelasan panjang lebar kepadanya. Katanya sih bahan yang dia minta penjelasan
dariku itu akan dimasukkan dalam bahan laporannya.
Bu, saya mo ngasih hadiah ulang tahun, Bu atika mau nerima gak? Tanyanya tiba-tiba.
Boleh, syaratnya hadiahnya harus banyak ya Jawabku bergurau.
Saya juga punya syarat Bu, hadiah ini akan saya berikan kalo Bu Atika mau memejamkan mata. Mau
gak? Tanyanya lagi.
Serius nih? Oke kalo cuma itu syaratnya Ibu mau Kataku sambil memejamkan mata.
Awas jangan buka mata sampai saya memberikan aba-aba..! Kata Indra lagi.
Sambil terpejam aku penasaran dengan hadiah apa yang akan diberikannya. tetapi, ya ampun, pada saat
mataku terpejam, tiba-tiba aku merasakan ada benda yang lunak menyentuh bibirku. Tidak hanya
menyentuh, benda itu juga melumat bibirku dengan halus. Aku langsung tahu, Indra tengah menciumku.
Maka aku langsung membuka mata, wajah Indra sangat dekat dengan wajahku dan tangannya
merangkul pinggangku. Tetapi anehnya, setelah itu aku tidak berusaha mengindar.
Untuk beberapa lama, Indra masih melumat bibirku. Kalo mau jujur aku juga ikut menikmatinya. Bahkan
beberapa saat secara refleks aku juga membalas melumat bibir Indra. Sampai kemudian aku tersadar,

lalu ku dorong dada Indra hingga ia terjengkang kebelakang.


Ndra seharusnya ini gak boleh terjadi Kataku dengan nada bergetar menahanrasa malu dan sungkan
yang menggumpal dihatiku.
Maaf Bu Atika, mungkin saya terlalu nekat. Seharusnya saya sadar Ibu sudah bersuami. Tapi inilah
kenyataannya, Aku sayang sama Bu Atika Ujarnya lirih sambil meninggalkanku.
Seketika itu aku merasa sangat menyesal, aku merasa telah mengkhianati suamiku. Tapi uniknya
peristiwa seperti masih terulang beberapa kali. Beberapa kali jika Indra konsultasi denganku, ia selalu
memberikan hadiah seperti itu. Tentu itu dilakukannya jiak tak ada orang yang melihat. Meskipun
pada akhirnya aku menolaknya, tapi anehnya, aku tidak pernah marah dengan perbuatan Indra itu.
Entahlah, aku sendiri bingung. Aku tidak tahu, apakah ini dikarnakan permasalahanku dengan suami
diatas ranjang sehingga menerima begitu saja semua perbuatannya padaku. Ataukah aku telah jatuh
cinta pada pada Indra, pemuda yang usianya jauh berbeda namun sangat menarik perhatianku. Sekali
lagi, aku tidak tahu. bahkan dari hari kehari, aku semakin dekat dan akrab dengan Indra.
Hingga pada hari terakhir prakteknya, Indra mengajakku jalan-jalan. Awalnya aku menolaknya, aku
khawatir kalau kedekatanku dengannya menjadi penyebab perselingkuahan yang sebenarnya. Dengan
alasan bahwa itu hari terakhir praktek, Indra terus mendesakku. Akhirnya aku menyetujuinya.Tapi aku
memintanya hari minggu. Dengan syarat tidak boleh ada orang kantor yang mengetahuinya.
Begitulah, pada hari Minggu, aku dan Indra akhirnya berangkat jalan-jalan. Agar suamiku tidak curiga,
aku katakan padanya aku pergi ketempat seorang kawan untuk menyelesaikan lemburan kantor. Ikut
juga teman kuliah Indra bersama pacarnya. Awalnya aku protes, setelah dijelaskan panjang lebar
akhirnya aku mau ikut pergi juga. Oh ya, kami berempat menggunakan mobil milik kawan Indra.
Berempat kami jalan-jalan kesuatu lokawisata pegunungan yang cukup jauh dari kotaku. Kami sengaja
memilih tempat yang jauh dari kota, agar tidak mengundang kecurigaan tetangga, keluarga dan
terutama suamiku.
Setelah lebih satu jam kami berputar-putar disekitar lokasi wisata, Indra dan kawannya mengajak
istirahat disebuah losmen. Kawan Indra tadi dan pacarnya menyewa satu kamar, dan kedua orang itu
langsung hilang dibalik pintu yang tertutup. Maklum keduanya baru dimabuk cinta. Aku dan suamiku
dulu waktu pacaran juga begitu, jadi aku maklum saja.
Indra menyewa juga satu kamar disebelahnya. Aku sebenarnya juga berniat menyewa kamar sendiri
akan tetapi indra melarangku.
Ngapain boros-boros? kalau sekedar istirahat satu kamar saja. Tuh bed-nya ada dua Ujarnya.
Akhirnya aku mengalah, aku numpang dikamar yang disewa Indra. Walaupun sebenarnya aku merasa
sangat tidak enak hati.
Kami mengobrol tertawa cekikikan membicarakan kawan Indra dan pacarnya dikamar sebelah. Apalagi,
kawan Indra dan pacarnya sengaja mendesah-desah hingga kedengaran ditelinga kami. Sejujurnya aku

deg-degan juga mendengar desahan dari kamar sebelah yang mirip suara orang terengah-engah itu.
Entah kenapa dadaku semakin berdegup kencang ketika aku mendengar desahan itu dan
membayangkan apa ayng sedang mereka lakukan dikamar sebelah. Untuk beberapa saat, aku dan Indra
diam terpaku.
Tiba-tiba Indra menarik tanganku sehingga aku terduduk dipangkuan Indra yang saat itu sedang duduk
ditepi tempat tidur. Tanpa berkata apa-apa dia langsung mencium bibirku. Aku tidak sempat
menghindar, bahkan aku juga membiarkan ketika bibir dan kumis halus Indra menempel kebibirku
hingga beberapa saat. Dadaku semakin berdegub kencang ketika kurasakan bibir halus Indra melumat
mulutku. Lidah Indra menelusup kecelah bibirku dan menggelitik hampir semua rongga mulutku.
Mendapat serangan mendadak itu darahku seperti berdesir, sementara bulu tengkukku merinding.
Namun tiba-tiba timbul kesadaranku. Kudorong dada indra supaya ia melepaskan pelukannya padak
diriku.
Ndra, jangan Ndra, ini enggak pantas kita lakuakan..! kataku terbata-bata.
Indra memang melepas ciumannya dibibirku, tetapi kedua tangannya yangm kekar dan kuat masih tetap
memeluk pinggang rampaingku denagn erat. Akujuga masih terduduk dipangkuannya.
Memang nggak pantas Bu, toh Bu Tika gak puas sama suami Ibu. Aku akan muasin Ibu Ujar Indra yang
terdengar seperti desahan.
Setelah itu Indra kembali mendaratkan ciuman. Ia menjilati dan menciumi seluruh wajahku, lalu
merambat keleher dan telingaku. Aku memang pasif dan diam, namun perlahan tapi pasti nafsu birahi
semakin kuat menguasaiku. Harus kuakui, Indra sangat pandai mengobarkan birahiku. Jilatan demi
jilatan lidahnya keleherku benar-benar telah membuatku terbakar dalam kenikmatan. Bahkan dengan
suamiku sekalipun belum pernah aku merasakn rangsangan sehebat ini.
Indra sendiri tampaknya juga mulai terangsang. Aku dapat merasakn napasnya mulai terengah-engah.
Sementara aku semakin tak kuat unruk menahan erangan. Maka aku pun mendesis-desis untuk
menahan kenikmatan yang mulai membakar kesadaranku. Setelah itu tiba-tiba tangan Indra yang kekar
itu membuka kancing bajuku. Tak ayal lagi, buah dadaku yang berwarna putih bersih itu terbuka didepan
Indra. Secara refleks aku masih coba berontak.
Cukup Ndra! Jangan sampai kesitu Ibu takut.. Kataku sambil meronta dari pelukannya.
Takut dengan siapa Bu? Toh gak ada yang tahu, percaya sama Indra Bu. Aku akan memuaskan Bu Tika
Jawab Indra dengan napas memburu.
Seperti tidak perduli dengan protesku, Indra yang telah melepas bajuku, kini ganti sibuk melepas BH-ku.
Meskipun aku berusaha meronta, namun tidak berguna sama sekali. Sebab tubuh Indra yang tegap dan
kuat itu mendekapku dengan sangat erat.
Kini, dipelukan Indra, buah dadaku terbuka tanpa tertutup sehelai kainpun. Aku berusaha menutupi
dengan mendekapkan lengan didadaku, tetapi dengan cepat tangan Indra memegangi lenganku dan
merentangkannya. Setelah itu Indra mengangkat dan merebahkan tubuhku ditempat tidur. Tanpa

membuang waktu, bibir Indra melumat salah satu buah dadaku sementara salah satu tangannya juga
langsung meremas-remas buah dadaku yang lainnya. Bagaikan seekor singa buas ia menjilati dan
meremas buah dada yang kenyal dan putih ini.
Kini aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain megap-megap dan mengerang karena kenikmatan yang
mencengkeramku. Aku menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan karena rasa geliu dan nikmat ketika
bibir dan lidah Indra menjilat dan melumat puting susuku.
Bu.. da.. dadamu putih dan in.. indah sekali. A.. aku makin nggak ta.. tahan.. ,sayang.. , Kata Indra
terputus-putus karna nafsu birahi yang kian memuncak.
Kemudian Indra juga menciumi perut dan pusarku. Dengan lidahnya, ia pandai sekali mengelitik buah
dada hingga perutku. Sekali lagi aku hanya mendesis-desis mendapat rangsangan yang menggelora itu.
Kemudian tanpa kuduga, Dengan cepat Indra melepas celana dan celana dalamku dalam sekali tarikan.
Lagi-lagi aku berusaha melawan, tetapi dengan tubuh besar dan tenaga kuat kuat yang dimiliki Indra,
dengan mudah ia menaklukkan perlawananku.
Sekarang tubuhku yang ramping dan putih itu benar-benar telanjang total dihadapan Indra. Sungguh,
aku belum pernah sekalipun telanjang dihadapan laki-laki lain, kecuali dihadapn suamiku. Sebelumnya
aku juga tak pernah terpikir akan melakukan perbuatan seperti ini. Tetapi kini, Indra berhasil
memaksaku. Sementara aku seperti pasrah tanpa daya.
Ndra, untuk yang satu ini jangan Ndra. Aku tidak ingin merusak keutuhan perkawiananku..! Pintaku
sambil meringkuk diatas tempat tidur, untuk melindungi buah dada dan vaginaku yang kini tanpa
penutup.
Bu.. apa.. kamu.. nggak kasihan padaku sayang.. , aku sudah terlanjur terbakar.. , aku nggak kuat lagi
sayang, please aku.. mohon Kata Indra masih dengan terbata-bata dan wajah yang memelas.
Entah karna tidak tega atau karena aku sendiri juga telah terlanjur terbakar birahi, aku diam saja ketika
Indra kembali menggarap tubuhku. Bibir dan salah satu tangannya menggarap kedua buah dadaku,
semenatar tangan yanga satunya lagi mengusap-usap paha dan selangkangan kakiku. Mataku benarbenar merem-melek merasakan kenikamatan itu. Sementara napasku juga semakin terengah-engah.
Tiba-tiba Indra beranjak dan denagn cepat melepas semua pakaian yang menempel ditubuhnya. Kini ia
sama denganku, telanjang bulat-bulat. ya ampun, aku tidak dpat percaya, kini aku telanjang dalam satu
kamar denagn laki-laki yang bukan suamaiku, ohh. Aku melihat tubuh Indra yang memang benar-benar
atletis, besar dan kekar terutama otot-otot perutnya. Ia lebih tinggi dan lebih besar dibandingkan
dengan suamiku yang berperawakan sedag-sedang saja.
Tetapi yang membuat dadaku berdegub lebih keras adalah benda diselangkangan Indra. Benda yang
besarnya hampir sama denagn lenganku itu berwarna coklat muda dan kinin tegak mengacung.
Panjangnya kutaksir tidak kurang dari 22 cm, atau hampir dua kali lipat dibanding milik suamiku,
sementara besarnya sekitar 3 sampai 4 kali lipatnya. Sungguh aku tak percaya, laki-laki semuda Indra

memiliki penis sebesar dan sepanjang ini. Perasaanku bercampur baur antara ngeri, gemes dan
penasaran.
Kini tubuh telanjang Indra mendekapku. Darahku seperti terkesiap ketika merasakan dada bidang Indra
menempel erat dadaku. Ada sensasi hebat yang melandaku, ketika dada yang kekar itu merapat dengan
tubuhku. Ohh, baru kali ini kurasakan dekapan lelaki lain selain suamiku. Ia masih meciumi sekujur
tubuhku, sementara tangannya juga tidak kenal lelah meremas-remas buah dadaku yang semakin
kenyal. Sekali lagi, sebelumnya tidak pernah kurasakan sensasi dan rangsangan sedahsyat ini.
Aku tersentak ketika kurasakan ada benda yang masuk dan menggelitik lubang vaginaku. Ternyata Indra
nekat memasukkan jari tangannya kecelah vaginaku.Ia memutar-mutar telunjuknya didalam lubang
vaginaku, sehingga aku benar-benar hampir tidak kuat lagi menahan kenikmatan yang menderaku.
Mendapat serangan yang luar biasa nikmat itu, secara refleks aku memutar-muatarkan pantatku. Toh,
aku masih berusaha menolaknya.
Ndra, jangan sampai dimasukkan jarinya, cukup diluaran saja..! Pintaku.
Tetapi lagi-lagi Indra tidak menggubrisku. Selanjutnya ia menelusupkan kepalanya di selangkanganku,
lalu bibir dan lidahnya melumat habis vaginaku. Aku tergetar hebat mendapatkan rangsangan ini. Tidak
kuat lagi menahan kenimatan itu, tanpa sadar tanganku menjambak rambut Indra yang masih terengahengah di selangkanganku. Kini aku telah benar-benar tenggelam dalam birahi.
Ketika kenikmatan birahi benar-benar menguasaiku, dengan tiba-tiba, Indra melepaskanku dan berdiri di
tepi tempat tidur. Ia mengocok-ngok batang penisnya yang berukuran luar biasa tersebut.
Udah hampir setengah jam, dari tadi aku terus yang aktif, capek nih. Sekaran ganti Bu Atika dong yang
aktif..! Kata Indra denagn manja.
Ibu nggak bisa Ndra, lagian Ibu masih takut..! Jawabku dengan malu-malu.
oke kalo gitu pegang aja iniku, please, kumohon sayang.. Ujarnya sambil menyodorkan batang penis
besar itu kehadapanku.
Dengan malu-malu kupegang batang yang besar dan berotot itu. Lagi-lagi berdebar-debar dan darahku
berdesir ketika tanganku mulai memegang penis Indra. Sejenak aku sempat membayangkan bagaimana
nikmatnya jiak penis yang besar dan keras itu dimasukkan kelubang vagina perempuan, apalagi jika
perempuan itu aku.
Besaran mana sama milik suami Ibu..? Goda Indra.
Aku tidak menjawab walau dalam hati aku mengakui, penis Indra jauh lebih panjang dan lebih besar
dibandingkan milik suamiku. Padahal usia Indra jauh lebih muda.
Diapakan nih Ndra..? Sumpah Ibu gak bisa apa-apa Kataku berbohong sambil memegang penis Indra.
Oke, biar gampang, dikocok aja sayang. Bisakan..? Jawab Indra dengan lembut.
Dengan dada berdegub kencang, kukocok perlahan-lahan penis yang besar milik Indra. Ada sensasi
tersendiri ketika aku mulai mengocok buah zakar Indra yang sangat besar tersebut. Gila, tanganku

hampir tidak cukup memegangnya. Aku berharap dengan kukocok penisnya, sperma Indra cepat
muncrat, sehingga ia tidak berbuat lebih jauh kepada diriku. Indra yang kini telentang disampingku
memejamkan matanya ketika tanganku mulai naik turun mengocok batang zakarnya.
Napasnya mendengus-dengus, tanda kalau nafsunya sudah meningkat lagi. Aku sendiri juga terangsang
melihat tubuh tinggi besar dihadapanku seperti tidak berdaya dikuasai rasa nikmat. Tiba-tiba ia
memutar tubuhnya, sehingga kepalanya kini etapt berada diselangkanganku sebaliknya kepalaku juga
tepat menghadap selangkangannya. Indra kembali melumat lubang kemaluanku. Lidahnya menjilat-jilat
tanpa henti di rongga vaginaku. Sementara aku masih terus mengocok batang zakar Indra dengan
tanganku.
Kini kami berdua berkelejotan, sementara napas kami juga saling memburu. Setelah itu Indra beranjak
dan dengan cepat ia menindihku. Dari kaca lemari yang terletak disebelah samping tempat tidur, aku
bisa melihat tubuh rampingku seperti tenggelam dikasur busa ketika tubuh Indra yang tinggi besar mulai
menindihku. Dadaku deg-degan melihat adegan kami melalui kaca lemari itu. Gila batinku, kini aku yang
telanjang digumuli oleh lelaki yang juga sedang telanjang, dan laki-laki itu bikan suamiku.
Indra kembali melumat bibirku. kali ini teramat lembut. Gilanya lagi, aku tanpa malu lagi membalas
ciumannya. Lidahku kujulurkan untuk menggelitik rongga mulut Indra. Indra terpejam merasakan
seranganku, sementara tanganku kekarnya masih erat memelukku, seperti tidak akan dilepas lagi.
Bermenit-menit kami terus berpagutan saling memompa birahi masing-masing. Peluh kami mengucur
deras dan berbaur ditubuhku dan tubuh Indra. Dalam posisi itu tiba-tiba kurasakan ada benda yang
kenyal mengganjal diatas perutku. Ohh, aku semakin terangsang luar biasa ketika kusadari benda yang
mengganjal itu adalah batang kemaluan Indra. Tiba-tiba kurasakan batang zakar itu mengganjal tepat
dibibir lubang kemaluanku. Rupanya Indra nekat berusaha memasukkan batang penisnya kevaginaku.
Tentu saja aku tersentak.
Ndra.. jangan dimasukkan..! Kataku sambil tersengal-sengal menahan nikmat.
Aku tidak tahu apakah permintaan aku itu tulus , sebab disisi hatiku yang lain sejujurnya aku juga ingin
merasakan betapa nikmatnya ketika batang kemaluan yang besar itu masuk kelubang vaginaku.
Oke.. kalau nggak boleh diamasukkan, kugesek-gesekkan dibibirnya saja ya..? Jawab Indra juga
dengan napas yang terengah-engah.
Kemudian Indra kembali memasang ujung penisnya tepat dicelah vaginaku. Sungguh aku deg-degan luar
biasa ketika merasakn kepala batang penis itu menyentuh bibir vaginaku. Namun karna batang zakar
Indra memang berukuran super besar, Indra sangat sulit memasukkannnya kedalam celah bibir
vaginaku. Padahal jika aku bersetubuh denagn suamiku penis suamiku masih terlalu kekecilan untuk
ukuran lubang senggamaku.
Setelah sedikit dipaksa, akhirnya ujung kemaluan Indra berhasil menerobos bibir vaginaku. Ya ampun,
aku menggeliat hebat ketika ujung penis yang besra itu mulai menerobos masuk. Walau

pun mulanya sedikit perih, tetapi selanjutnya rasa nikmatnya sungguh tada tiara. Seperti janji Indra,
penisnya berukuran jumbo itu hanya hanya digesek-gesekan dibibir vagina saja. Meskipun hanya begitu,
kenikamatan yang kurasa betul-betul membuatku hampir teriak histeris. Sungguh batang zakar Indra itu
luar biasa nikmatnya.
Indra terus menerus mamaju-mundurkan batang penis sebatas dibibir vagina. keringat kami berdua
semakin deras mengalir, semenatara mulut kami masih terus berpagutan.
Ayoohh.. ngoommoong saayang, giimaanna raasaanyaa..? Kata Indra tersengal-sengal.
Oohh.. teeruuss.. Ndraa.. teeruss..! ujarku sama-sama tersengal.
Entah bagaimana awal mulanya, tiba-tiba kurasakan batang kemaluan yang besar itu telah amblas
semua kevaginaku. Bless, perlahan tapi pasti abtang kemaluan yang besar itu melesak kedalam libang
kemaluanku. Vaginaku terasa penuh sesak oleh batang penis Indra yang sangat-sangat besar itu.
Lohh..? Ndraa..! Dimaassuukiin seemmua yah..? Tanyaku.
Taanguung, saayang. Aku nggak tahhan..! Ujarnya dengan terus memompa vaginaku secara perlahan.
Entahlah,kali ini aku tidak protes. Ketika batang penis itu amblas semua divaginaku, aku hanya dapat
terengah-engah dan merasakan kenikmatan yang kini semakin tertahankan. Begitu besarnya penis si
Indra, sehingga lubang vaginaku terasa sangat sempit. Sementara karna tubuhnya yang berat, batang
penis Indra semakin tertekan kedalam vaginaku dan melesak hingga kedasar rongga vaginaku. Sangat
terasa sekali bagaimana rasanya batang zakar menggesek-gesek dinding vaginaku.
Tanpa sadar aku pun mengimbangi genjotan Indra dengan menggoyang pantatku. Kini tubuh rampingku
seperti timbul tenggelam diatas kasur busa ditindih oleh tubuh besar dan kekearnya Indra. Semakin
lama, genjotan Indra semakin cepat dan keras, sehingga badanku tersentak-sentak dengan hebat. Clep..
, clep.. , clep.. , cleep.. , begitulah bunyi batang zakar Indra yang terus memompa selangkanganku.
Teerruss Nndraa..! Aakuu.. nggaak.. kuuaatt..! Erangku berulang-ulang.
Sungguh ini permainan seks yang paling nikmat yang pernah kurasakan dalam sepuluh tahun ini.
Aku sudah tidak berpikir lagi tentang kesetiaan kepada suamiku. Indra benar-benar telah
menenggelamkan aku dalam gelombang kenikmatan. Persetan, toh suamiku sendiri sudah tak bisa lagi
memberikan aku kepuasan sedahsyat dan kenikmatan seperti ini.
Tidak berapa lama kemudian, aku merasakan nikmat yang luar biasa disekujur tubuhku. Badanku
mengelepar-gelepar dibawah genjcetan tubuh Indra. Seketika itu seperti tidak sadar, kuciumi lebih
berani bibir Indra dan kupeluk erat-erat.
Nndraa.. aakkuu.. haampiir.. oorrgaassmmee..! desahku ketika hampir mencapai puncak
kenikamatan. Tahu aku hampir orgasme, Indra semakin kencang menghunjam-hunjamkan batang
kejantanannya keselangkanganku.
Saat itu tubuhku semakin meronta-ronta dibawah dekapan Indra yang kuat. Akibatnya, tidak lama
kemudian aku benar-benar mencapai klimaks.

Kaalauu.. uudahh.. orrgassme.. ngoommoong.. saayaang.. biaarr.. aakuu.. ikuut.. puuaas.!


Desah indra.
ooh.. aauuhh.. aakkuu.. klimaks.. Nndraa..! Jawabku.
Seketika dengan refleks tangan kananku menjambak rambut Indra, sedangkan tangan kiriku
memeluknya erat-erat. Pantatku kunaikkan keatas agar batang kemaluan si Indra dapat menancap
sedalam-dalamnya.
Setelah kenikmatan puncak itu, tubuhku melemas denagn sendirinya. Indra juga menghentikan
genjotannya.
Aku belum keluar sayang.. Tahan sebentar ya.. Aku terusin dulu..! Ujarnya lembut sambil mengecup
pipiku.
Gila aku bisa orgasme walaupun posisiku dibawah. Padahal jika dengan suamiku, untuk orgasme aku
harus berposisi diatas dulu. Tentu saja ini semua karna Indra yang ajuh lebih perkasa diabandingkan
suamiku. Walau pun usia mereka trerpaut jauh dan Indra jauh lebih muda. Selain itu batan
kejantanannya memang sangat luar biasa besar dan nikmat luar biasa buat vagina perempuan.
Meskipun kurasakan sedikit ngilu, kubiarkan Indra memompa terus lubang vaginaku. Karena lelah, aku
pasif saja saat Indra terus menggumuliku. Tanpa perlawanan, kini badanku yang kecil dan ramping
benar-benar tenggelam ditindih tubuh atletis Indra. Clep.. clep.. clep.. clep. Kulirik kebawah untuk
melihat vaginaku yang dihajar batang kejantanan Indra. Gila, vaginaku dimasuki penis sebesar itu. Dan
yang lebih gila lagi, batang zakar besar seperti itu nikmatnya tiada terkira.
Indra semakin lama semakin kencang memompanya penisnya. Sementara mulutnya tidak hentihentinya menciumi pipi, bibir dan buah dadaku. Mendapat rangsangan tanpa henti seperti itu tiba-tiba
nafsuku bangkit kembali. Kurasakan kenikmatan mulai merambat lagi dari selangkanganku yang dengan
kencang dipompa si Indra. Maka aku balik membalas ciuman Indra, semantara pantatku kembali
berputar-putar mengimbangi penis Indra yang masih perkasa menusuk-nusuk lubang vaginaku.
Iibuu ingiin.. lagii..? Tanya Indra.
Eehh.. Hanya itu jawabku.
Kini kami kembali mengelapar-gelepar bersama.
Tiba-tiba Indra bergulung, sehingga posisinya kini berbalik, aku diatas, Indra dibawah.
Ayoohh gaantii..! Iibu seekaarang di ataass.. Kata Indra.
Dengan posisi tubuh diatas Indra, pantatku kuputar-putar, maju-mundur, kiri-kanan, untuk mengocok
batang penis Indra yang masih mengacung dilubang vaginaku. Dengan masih malu-malu aku juga ganti
menjilati leher dan puting Indra. Indra yang telentang dibawahku hanya dapat merem-melek karna
kenikmatan yang kuberikan.
Tuuh.. biisaa kaan..! Kaatanya taa.. dii.. nggak.. bisa.. , Kata si Indra sambil membalas menciumku dan
meremas-remas buah dadaku.
Hanya selang lima menit saat aku diatas tubuh Indra, lagi-lagi kenimatan tak terkira menderaku. Aku

semakin kuat menghunjam-hunjamkan vaginaku kebatang penis Indra. Tubuhku yang ramping makin
erat mendekap Indra. Aku juga semakin liart membalas ciuman Indra.
Nddraa.. aakuu.. haampiir.. orgasme.. laaggii.. ssaayaang..! Kataku terengah-engah.
Tahu kalau aku akan orgasme untuk yang kedua kalinya, Indra langsung bergulung membalikku,
sehingga aku kembali dibawah. Dengan napas yang terengah-engah, Indra yang telah berada diatas
tubuhku semakin cepat memompa selangkanganku. Tak ayal lagi, rasa nikmat tiada tara terasa disekujur
tubuhku. Lalu rasa nikmat itu seperti mengalir dan berkumpul ke selangkanganku. Indra kupeluk sekuat
tenaga, sementara napasku semakin tak menentu.
Kalau mau 0rgasmee ngomong sayang, biaar lepaass..! Desah indra.
Karna tidak kuat lagi menahan nikmat, aku pun mengerang keras.
Teruss.. , teruss.. , akuu.. orgasmee Ndraa..! Desahku, sementara tubuhku masih terus menggelepargelepar dalam tindihan tubuh Indra.
Belum reda kenikmatan klimaks yang kurasakan, tiba-tiba Indra mendengus-dengus semakin cepat.
Tangan kekarnya mendekapku erat-erat seperti ingin meremukkan tulang-tulangku. Ia benar-benar
membuatku tak bisa bergerak, dan napasnya terus memburu. Genjotannya di vaginaku semakin cepat
dan keras. Kemudian tubuhnya bergetar hebat.
Buu.. , akuu.. , maauu.. , keluuarr sayang..! Erangnya tidak tertahankan lagi.
Melihat Indra yang hampir keluar, pantatku kuputar-putar semakin cepat. Aku juga semakin erat
memeluknya. Crot.. crot.. crot..! Sperma Indra terasa sangat deras muncrat dilubang vaginaku. Indra
memajukan pantatnya sekuat tenaga, sehingga batang kejantanannya benar-benar menancap sedalamdalamnya di lubang kemaluanku. Aku merasa lubang vaginaku terasa sangat hangat oleh cairan sperma
yang mengucur dari kemaluan si Indra.
Gila, sperma Indra luar biasa banyaknya, sehingga seluruh lubang vaginaku terasa basah kuyup. Bahkan
karna sangking banyaknya, sperma Indra belepotan hingga ke bibir vagina dan pahaku. Berangsurangsur gelora kenikmatan itu mulai menurun.
Untuk beberapa saat Indra masih menindihku, keringat kami pun masih bercucuran. setelah itu ia
berguling kesampingku. Aku termenung menatap langit-langit kamar. Begitu pun dengan Indra. Ada
sesal yang mengendap dihatiku. Kenapa aku harus menodai kesetiaan terhadap perkimpoianku, itulah
pertanyaan yang bertalu-talu mengetuk perasaanku.
Maafkan aku Bu Tika. Aku telah khilaf dan memaksa Ibu melakukan perbuatan ini Ujar Indra denagn
lirih.
Aku tidak menjawab, kami berdua kembali termenung dalam alm pikiran masing-masing. Bermenitmenit kemudian tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut kami berdua.
Heei suadah siang lho.. ayo pulang..! Teriak kawan Indra disertai ketoak pada pintu.

Denagn masih tetap diam, aku dan Indra segera beranjak, berbenah lalu berjalan keluar kamar. Tanpa
kata-kata pula Indra mengecup bibirku saat pintu kamar akan dibuka.
Hayo Ndra, kamu apain Bu Atika sampai pintunya ditutup segala Kelakar kawan Indra.
Ah nggak apa-apa kok, kami cuma ketiduran tadi Jawabku degan perasaan malu. Sementara Indra
cuma tersenyum.
Seminggu sejak kejadian itu rasa sesal masih menderaku. Tetapi menginjak minggu kedua muncul rasa
rindu pada Indra. Dadaku sering berdebar-debar kalau mengingat kenikamatan luar biasa yang telah
diberikan Indra. Aku selalu terbayang keperkasaan Indra diatas ranjang, yang itu semua tidak dimiliki
oleh suamiku yang dimakan usia. Sementara aku yang rajin merawat tubuh malah makin ingin
merasakan kenikmatan yang lebih.
aka sejak itu aku sering jalan-jalan dengan Indra. Bahkan hampir rutin sebulan 2 sampai 4 kali aku
melepas hasrat pada Indra yang selalu melayaniku. Dan dtiap kencan selalu saja ada hal-hal baru yang
membuatku semakin terikat oleh keperkasaannya. Saat menulis cerita ini pun beberapa kali harus
terhenti karena Indra dan aku sudah sangat terangsang

Cerita dewasa - Aku SUdah G Tahan lagi,,,,,

Ini adalah kisah lain yang terjadi antara aku dengan Oom Win (pamanku yang berusia 10 tahun
lebih tua dariku dan masih menumpang di rumahku), ketika aku masih berumur 17 tahun. Sedikit
latar belakang yang mendasari peristiwa ini dapat anda baca di cerita dengan judul "Penemuan
Lubang Kenikmatan"
Ketika itu rumah memang sedang sepi, hanya Oom Win dan aku saja yang ada di rumah. Kedua
orang tuaku sedang berlibur ke Bali dan kakak-kakakku yang sudah berkeluarga sudah pindah ke
lain kota. Pembantu-Pembantu pun tidak ada karena memang saat itu hari lebaran.
Sambil malas-malasan, aku menonton televisi sendirian karena Oom Win juga belum pulang
malam itu, jadi sekalian saja menunggu Oom Win (yang katanya akan membawa temannya
malam itu). Sebetulnya aku agak kesal dengan berita itu karena aku berharap Oom Win dapat
melakukan kegiatan "rutin" kami yang biasa kami lakukan sejak aku berumur 16 tahun.
Bunyi bel di pintu memecah konsentrasiku pada acara televisi, dan aku pun sudah menebak
bahwa itu pasti Oom Win beserta temannya yang ada di luar pintu.
"Malam, Oom"

"Malam Anna, ini kenalkan teman Oom Adeel"


Teman Oom Win ternyata adalah seorang keturunan Pakistan-Cina dengan tampang yang
notabene diatas rata-rata. Tubuhnya tegap, dadanya bidang dan perawakannya yang lumayan
tinggi telah mendapatkan simpatiku.
"Anna, Adeel ini jago pijat lho"
"Anna kagak capek kok Oom, jadi kagak usah dipijat" sahutku sambil memasang tampang kesal
di depan kedua orang itu.
"Anna, kamu jangan gitu dong sama teman Oom. Dia sengaja Oom undang malam ini untuk
memijatmu karena Adeel bukan pemijat biasa, dia ahli kecantikan"
Setelah mendengar kata-kata kecantikan yang ternyata cukup ampuh untuk mengubah pikiranku,
aku pun setuju untuk dipijat oleh Adeel.
"Adeel, kamu mandi dulu deh setelah itu giliranku"
Dan selama Adeel mandi, Oom Win menerangkan kepadaku bahwa Adeel adalah seorang
pemijat professional yang dapat mempercantik pasien-pasien nya, dan kepiawaiannya telah
banyak terbukti.
"Ok deh, Oom. Anna mau dipijat oleh Adeel dengan syarat nanti malam Oom mau melakukan
kegiatan "rutin" kita"
"Iya, Anna, Oom janji"
Setelah selesai mandi, Adeel hanya mengenakan celana training sambil bertelanjang dada.
"Adeel, kamu mulai saja pijatnya. Aku mandi dulu," kata Oom Win.
Dengan tampang masih kesal aku pun menuju ke kamar Oom win yang ternyata telah secara
diam-diam dipersiapkan untuk pijat malam ini. Kamar itu telah dilengkapi dengan lilin-lilin yang
ditata rapi berjajar diseluruh dinding ruangan; tidak lupa juga minyak tradisional untuk keperluan
pijat.
Lumayan juga selera Oom Win, begitu pikirku. Kami pun masuk dan membiarkan pintu sedikit
terbuka karena memang tidak ada orang lain lagi di rumah itu yang akan menganggu kegiatan
kami. Adeel merengkuh pinggangku sambil menuntunku ke tempat tidur Oom Win yang cukup
lebar.
"Anna, saya hanyalah seorang pemijat, dan kalau kamu tidak keberatan, saya akan pijat kamu
dalam keadaan bugil"
Adeel pun meninggalkan aku memberi aku waktu untuk bersiap-bersiap sementara dia
menunggu di luar kamar Oom Win. Dengan perasaan heran tapi demi memenuhi janji Oom Win
dan membayangkan bahwa aku akan mendapat kepuasan dari Oom Win malam ini, aku pun cuek
saja dan langsung melepaskan semua pakaianku dan mengambil handuk untuk menutupi bagian

pinggulku ketika berbaring tengkurap.


Karena menunggu Adeel terlalu lama, aku pun tertidur (karena suasana ruangan yang gelap
temaram itu juga mendukung kantukku).
Setelah Adeel memijatku beberapa lama, tenyata tanpa kusadari Oom win yang setelah selesai
mandi hanya mengenakan kimono saja, duduk di kursi sambil melihat Adeel yang sedang
memijatku. Ketika aku terbangun, kurasakan lembutnya tangan Adeel memijat-memijat kepalaku
dan memang kuakui pijatannya professional sekali. Minyak yang digunakannya juga terasa segar
di tubuh dan berbau enak.
Adeel mengatur posisi tubuhku yang tengkurap sehingga kedua tanganku direntangkan ke arah
samping. Setelah memijat kepalaku, Adeel pun memijat leherku dan beranjak ke tanganku yang
dimulai dari ujung-ujung jari. Kemudian tak beberapa lama, konsentrasinya beralih ke bagian
samping tubuhku yang memang menantang karena tanganku terentang ke samping. PertamaPertama dituangkan nya minyak ke bagian samping bahuku sehingga cairan yang dingin
menuruni susuku menuju kea rah putingnya memang membuatku tersentak. Karena licinnya
minyak itu, kadang-kadang tangannya mengena pentilku, dan itu membuatku semakin
terangsang.
Setelah selesai dengan pungguku, Adeel pun beralih ke ujung-ujung jari kakiku, dan pelan-pelan
naik ke pahaku. Ketika disingkapkannya handuk yang menutupi bagian pinggulku, aku pun
mengalami rangsangan yang terasa sangat erotis, mungkin karena dengan begitu aku bisa
memamerkan memekku ke orang yang baru kukenal. Pijitannya di pahaku dilakukannya tanpa
menyentuh memekku yang sudah mulai basah itu, dan itu membuatku sedikit kecewa.
Tetapi hal yang tak kusangka-kusangka terjadi ketika dia mulai sedikit demi sedikit menuangkan
minyak ke belahan pantatku, otomatis aku menggelinjang dan meregangkan selangkanganku.
Sebelum aku sempat untuk berpikir lebih jauh, Kedua tangannya yang bertumpuk satu sama lain
telah mencakup semua memekku dan memijat-memijat nya. Kedua tangannya masuk lebih
dalam untuk memijat perutku sehingga otomatis pergelangan tangannya yang memang penuh
minyak itu mengurut-mengurut memekku dan kelentitku. Perasaan yang kurasakan luar biasa
karena gerakan itu sekaligus membuat pusarku geli dan memekku seperti diusap-diusap.
Pelan namun pasti, Adeel membalikkan badanku, dan langsung saja tangannya menuju ke
payudaraku dengan pentil-pentil nya yang sudah mencuat tanda aku memang sudah terangsang
hebat. Gerakan tangannya yang berputar-berputar itu ternyata tidak menyentuh pentilku sama
sekali, dan itu membuatku semakin memajukan dadaku ke arahnya berharap agar Adeel segera
menyentil puncaknya yang sudah tidak dapat menunggu lebih lama lagi untuk disentuh. Adeel
pun tersenyum karena aku yakin bahwa dia pun tahu kalau aku ingin pentilku disentuhnya. Tak
lama kemudian, harapanku menjadi kenyataan, tetapi bukan dengan jari-jari nya, Adeel
meletakkan telapak tangannya yang sudah licin itu tepat diatas kedua pentilku.
Dengan gerakan memutar-memutar, Adeel "memijit" pentilku, semakin lama gerakannya
semakin cepat dan semakin menekan susuku. Dengan berakhirnya gerakan itu pula aku
melepaskan eranganku yang pertama tanda aku mencapai orgasmku yang pertama. Bukannya

menghentikannya, Adeel malahan menyentil-menyentil pentilku dengan ujung-ujung jarinya, dan


setelah pentilku menjadi keras kembali, Adeel memasang alat perangsang berbentuk lingkaran di
kedua pentilku. Ternyata alat itu dapat membuatku terangsang terus-menerus terlebih ketika aku
bergerak-bergerak, terasa alat yang seperti cincin itu memberikan kegelian yang sangat di ujung
pentilku sehingga kedua puncak itu tetap mencuat keras.
Pelan namun pasti, pijatannya beralih kea rah perutku dan Adeel mulai menjilat-menjilat pusarku
yang ternyata amat merangsang birahiku. Kembali kurasakan cairan hangat mengalir melalui
memekku yang pasti telah berkilat-berkilat karena banyaknya lendir yang keluar. Lama
kelamaan, pijatannya turun ke bagian dibawah pusar dengan gerakan memutar, dan gerakan itu
menambah banyaknya cairan yang keluar sampai akhirnya aku mencapai orgasme yang kedua.
Betapa hebatnya pijatan-pijatan Adeel ini yang ternyata tanpa disetubuhi pun aku bisa
mendapatkan orgasme sampe dua kali.
Ketika aku belum reda dengan orgasmeku yang kedua kalinya, Adeel membuka selangkanganku
lebar-lebar dan merekahkan kedua bibir memekku dengan tangan kirinya. Kemudian dengan
telapak tangan kanannya (ke empat jari-jarinya), dia mulai menepuk-menepuk pussyku yang
terpampang lebar di depannya. Gerakan-Gerakan itu bermula dengan pelan, dan setiap kali
"tamparan" nya mengenai bibirku yang sudah basah itu, aku tersentak-tersentak antara rasa kaget
dan erotis.
Akhirnya, pukulan-pukulan kecil itu bertambah keras dan cepat seiring dengan aku mendapatkan
sensasi yang luar biasa di rondeku yang ketiga. Aku orgasme hebat diselingi erangan-erangan
ketika tamparannya mengenai memekku dengan cairan kentalnya yang mengalir deras sampai ke
bongkahan pantatku.
Kemudian Adeel memasangkan suatu alat yang aneh sekali di pinggangku, berupa sabuk dengan
penis buatan yang berukuran sedang dengan permukaannya yang dipenuhi tonjolan-tonjolan
yang tidak sama besarnya maupun tingginya. Keseluruhan alat itu berbentuk seperti ikat
pinggang dengan celana dalam yang dilengkapi dengan penis mencuat kea rah dalam. Setelah
agak reda, Adeel memberiku segelas air putih sambil menunggu sampai aku agak tenang
kembali, dan pelan-pelan memasukkan penis itu ke dalam lubang memekku dan memasangkan
strap-strapnya ke pinggangku. Adeel juga mengganjal pinggangku dengan tumpukan bantal
sehingga penis itu yang telah dilumuri lubricant, dapat dengan mudah masuk ke lubang
memekku.
Alat yang aneh itu ternyata memiliki remote control yang tidak terhubung dengan kabel sehingga
tidak merepotkan pemakainya. Setelah dirasanya cukup siap, Adeel melebarkan kakiku dengan
memekku yang telah tertancap penis palsu itu. Kemudian, dia menekan tombol di remote control
yang ternyata menyebabkan alat itu bergerak memutar pelan-pelan seakan-seakan menggaruk
rahimku. Dan oleh gerakan itu, maka seluruh dinding rahimku kegelian.
"Argh, argh, hmph hmph.."
"Enak kan, Anna?"
"Oh, alat biadab, oh, oh, oh"

Di tengah-tengah permainan itu, Adeel menambah getaran-getaran kecil di alat itu sehingga aku
merasa melambung dibuatnya. Alat itu ternyata dapat pula mengeluarkan cairan dari bagian
ujungnya, sehingga rahimku terasa disemprot-disemprot oleh cairan yang seolah-seolah terasa
seperti cairan air mani.
"Oh, oh, Adeel, Anna sudah mau keluar"
Dan seketika itu Adeel menghentikan alat itu, dan tampak sekali di wajahku rasa kecewa yang
amat sangat.
"Please Adeel, Anna mau, Anna nggak tahan Adeel, gerak-gerak in lagi Adeel"
Bukannya menurutiku, Adeel hanya senyum-senyum sendiri melihatku, dan aku pun tidak tahan
akhirnya hanya memegang-memegang kelentitku saja. Tiba-Tiba Adeel mengulurkan tangannya,
dan mengajakku untuk berdiri.
"Aku akan turuti permintaanmu jika kamu mau melakukan syaratnya"
"Please, Adeel apa aja akan aku lakuin"
"Kamu harus berjalan-berjalan di luar kamar ini dengan alat itu"
"Siapa takut, tapi please Adeel, sudah tanggung tadi"
Karena cincin yang masih terpasang di pentil-pentil ku bergoyang-bergoyang setiap kali aku
bergerak, maka aku pun mulai terangsang lagi. Kemudian aku pun melangkah keluar kamar dan
mulai berjalan-berjalan. Tiba-Tiba kurasakan alat itu kembali beroperasi mengorek-mengorek isi
rahimku, kakiku pun menjadi lemas karena sensasi yang kurasakan lebih hebat dengan posisi
tubuhku yang berubah-berubah dan kedua kaki ku yang tetap kupaksakan melangkah menambah
rangsangan di kelentitku dan memekku.
"Adeel, Anna tidak kuat berjalan lagi, oh please" sambil berjalan terseok-terseok aku pun
merintih-merintih.
"Ayo kamu teruskan atau alat itu kuhentikan"
Akhirnya aku hanya dapat menuruti kemauan Adeel untuk terus berjalan-berjalan dengan alat
yang semakin dasyat mengorek-mengorek rahimku dengan tonjolan-tonjolan nya itu. Ketika aku
mencapai orgasmeku, Aku pun terjatuh lemas di sofa.
Kemudian, Adeel menghentikan alat itu tepat ketika aku mencapai orgasmeku dan dengan hatihati dia membereskan alat itu melepaskan nya dari pinggangku. Aku pun terkulai lemah untuk
beberapa saat sebelum Adeel akhirnya membopongku ke dalam kamar Oom Win dan
merentangkan kedua pahaku untuk siap dimainkan oleh penis asli milik Oom Win yang sudah
berdiri tegak mencuat itu.
"Thank you banget, Adeel, aku sangat menikmati permainan ini. Sekarang kamu boleh pulang,"
kata Oom Sam sambil memberi Adeel sejumlah uang.
"Oom, Anna sudah nggak kuat lagi Oom," dengan tampangku yang sudah pasrah demi melihat
kemaluan Oom Win yang sudah berdiri.

"Oom hanya memenuhi janji Oom, Anna"


Malam itu, akhirnya aku tertidur kecapaian setelah mendapatkan empat kali orgasme lagi dengan
Oom Win dari berbagai posisi. Keesokan harinya, aku terbangun dengan posisiku yang
mengangkang lebar menantang.
Peristiwa awal dari semua rangkaian-rangkain peristiwa terus berkelanjutan seolah tak terhenti. Istriku
adalah type istri setia dan pekerja keras dengan tubuh cukup mungil dengan tinggi 155 cm.
Dalam usianya yang baru melewati 40 tahun, istriku masih tampak lebih muda dari usia sesungguhnya
karena rambutnya yang dipotong pendek juga sifatnya yang supel dan enerjik sehingga saat kami keluar
selalu ada ABG yang aEstertarikaEtmata mereka melotot seakan mau lepas..
Belum lagi, payudara istriku yang berukuran 36B agak tersembul dan bila memakai rok span yang
terbuat dari bahan elastis memperlihatkan pantatnya yang bahenol dan empuk itu, dan perutnya masih
disebut ramping.
Tambahan lagi, walaupun kulitnya sawo matang, istriku mempunyai wajah cukup menarik seperti
bintang Film Mandarin tapi bintang film pornonya di Blue Film yang sering ku tonton.
Sekitar tiga bulan ini, istriku tak tentu pulangnya, kadang malam sekitar pukul 7 malam baru pulang dan
aku menanyakan katanya dia banyak kerjaan di tempat kerjanya. Bahkan, dia mulai sering pergi tanpa
ijin seperti biasanyaaE| Sedangkan aku entah mengapa merasakan acuh tak acuh pada istriku.
Kadang aku merenung, agar aku memperhatikan istriku seperti dulu, tapi malah sebaliknya aku seolah
merestui dia tidak berpamitan atau membiarkan istriku pulang lebih dari biasanya, sekitar sore hari dia
sudah membuatkan aku kopi sebelum aku datangaE| Memang dia pernah datang sebelum aku dan
menyiapkan secangkir kopi, tapi rasanya seperti hampar bukan terlalu pahit seperti biasanyaaE| Itu saja
yang aku ingataE|.
Suatu hari saat ku pulang dari dinas ke luar kota, kudapati istriku demam tinggi. Kupanggil dokter di
daerah rumahku di desa lain, dan dokter muda berawakan hitam kekar seorang Papua, dr. Thomas,
itupun menyarankan agar aku memanggil dokter spesialis kandungan setelah memeriksa istriku, karena
menurut analisa dia istriku menderita peradangan di saluran kencing aEskenapa meradang,
aE|aEtpikirku
Malam itu, tak seorangpun dokter specialis kandungan mau datang karena pasiennya masih banyakaE|
Atas saran dokter muda itu, dr. akhirnya kupanggil dr. Tan, yang mau datang ke rumahkuaE|dokter
botak beruban tua itupun memeriksa istriku aE|..
Bapak bisa keluar sebentaraE|aEtkata dokter botak beruban tua itu.
Akupun dengan berat hati meninggalkan kamar tempat istriku diperiksa dokter botak beruban tua itu
dan menemani dokter muda berawakan hitam kekar, dr. Thomas.

Beberapa saat kemudian dokter botak beruban tua itupun keluar kamaraE| dan kupersilahkan untuk
minum bersama. Aku pun mendatangi istriku yang lunglai pucat, dan aku mendengar kedua dokter itu
berbincang dengan istilah kedoketran mereka, kemudian kudengar derai tawa mereka berduaaE|
Setiap malam kedua dokter itu mendatangi istriku dan dalam waktu seminggu istriku pun pulih dan
bekerja kembaliaE|..
Sebulan kemudian aku dinas ke luar kota beberapa hariaE| dan saat aku datang kulihat selambu
rumahku sudah tertutup, sedangkan terpaut sekitar tujuh rumah yang tak ditempati, kulihat mobil dr.
Thomas parkir.
Hatikupun berdetak keras, karena seharusnya aku datang besok malam, dan hari masih masih sore
sekitar pukul tujuhaE|. lagipula selambu rumah sudah tertutp rapataE|.
Hatiku semakin galau saat kuputuskan aku melewati pintu samping rumah dengan membuka pintunya
dengan hati-hatiaE|.
Yang aku kuatirkanpun terjadi, saat aku medekat jendela nako kamar belakangaE|
aEsAduuugghh aE| doookteeeer aE|.. eeegghhhhhhhzzz aE|aE| aaaampuuuuuun aE|aE|aEtkedengar
istriku mendesis-desis
Aku bukannya mendobrak pintu marah-marah tapi entah kenapa aku malah mencari potongan lidi dan
menyingkap selambu jendela kamar belakang dari celah nako dan kulihat istriku yang masih memakai
blaser dan rok klok hitam ketat di pinggul tengah dipangku dr. Thomas, dokter muda berawakan hitam
kekar, yang mengunci kedua tangan istriku dengan tangan kekar nya, sementara itu, tangan kekar
lainnya menyusup ke blazer coklat istriku aE|.
aEsWaaaah Jeng Yati nggak pakai BH yaaaaaaE|aEtkata dokter muda berawakan hitam kekar itu sambil
meremas-remas kedua payudara montok istriku yang tak ber BH di balik blazer coklatnyaaE|.
aEsmulai kapan istriku tak memakai BH selama bekerja?aEt tanyaku yang tak pernah terjawab.
Sedangkan, kedua kaki istriku dijepit oleh kedua kaki dokter muda berawakan hitam kekar itu sehingga
terkangkang lebar tepat dihadapan dokter botak beruban tua, dr. Tan yang jongkok menyingkapkan rok
klok hitam ketat di pinggul istriku dan kemudian menggunting celana dalam pink istriku sehingga
selangkangan istriku yang ditumbuhi bulu kemaluan lebat tampak jelas dari tempatku mengintip.
aEsEeeeeeeeegggggghhhhhhhzzzzzzz aE|aE|.. aEsistriku mendesis-desis saat jari-jari tangan kiri dokter
botak beruban tua itu mengerayangi selangkangan istriku yang membuat pantat bahenol istriku
menggelinjang. Sementara itu, tangan kiri dr. tan tua itu tengah mengambil sebuah kaleng.. dan
menyemprotkannya ks selangkangan istriku dan terus meratakan busa putih mengusap-usap
selangkangan istriku

aEsDiam kamu Jeng Yati aE|..aEthardik dr. tan tua itu ke istriku
aEsAtau selangkangan mu bisa teririsaE|aE|aEtkata dr. tan tua itu mengambil pisau cukur mengkilat.
Dengan cekatan dr. tan tua itu memotong bulu kemaluan lebat istriku dengan jari-jari tangan kirinya
memegang dan menekan selangkangan istriku tangan lainnya mengerakkan pisau cukuraE|.
Dalam beberapa menit kulihat tampak selangkangan istriku pun tak ada lagi bulu kemaluan nya sehingga
tampak gundul dan lipatan bibir vagina istriku pun tampak jelas, juga kelentit istriku aE|
Dr. Tan tua itu pun mengambil cairan dan kemudian menggosok-gosok selangkangan istriku yang terus
menggelinjang aE|.
aEsDoookteeeeeeeerr aE|aE|aE|..aEtistriku mendesis-desis saat kulihat ibu jari tangan kiri dr.Tan tua
tengah menggosok-gosok kelentit istriku Sedangkan jari-jari tangan lelaki tua yang besar-besar itu
menggaruk garuk bibir vagina istriku yang semakin menggelinjang kerasaE|.
Sementara itu, dokter muda berawakan hitam kekar sudah berhasil membuka semua kancing blazer
coklat istriku sehingga kulihat jari-jari tangan lelaki yang besar-besar itu dengan mudah dan dengan
kasar meremas-remas kedua payudara montok istriku bergantian, tampak kedua puting susu hitam
sebesar kelingking istriku mulai menegang kakuaE|..
aEsJeng Yati terangsang yaaaaaE|.aEtkata dokter muda berawakan hitam kekar
aEsEeeeeeeeegggggghhhhhhhzzzzzzz aE|aE|.. aEsistriku hanya mendesis-desis saat secara bersamaan
dokter muda berawakan hitam kekar itu memencet, memelintir sambil menarik narik puting susu hitam
sebesar kelingking kiri istriku dengan jari-jari tangan lelaki yang besar-besar itu aE|.Sementara itu,
dokter botak beruban tua itu juga memencet, memelintir sambil menarik narik kelentit istriku hingga
tubuh istriku yang tak dapat bergerak bebas bergetar hebataE|aE|.
aEsaduuugghh aE| aEsistriku melenguh keras saat kulihat dr.Tan tua itu menjejali liang vagina istriku
dengan jari tengah yang besar dan kasar nya aE|..
aEsEeggghhzzz aE|aE|Doookteeeeeeeerr aE|aE|aE|.. aE|.aEtistriku melenguh saat dr.Tan tua itu
mengocok jari tengah kanan yang besar dan kasar di liang vagina istriku dan jari telunjuk yang besar dan
kasar itu memencet, memelintir sambil menarik narik kelentit istriku sehingga suara kecepak lendir
vagina istriku terdengaraE|
aEsDoookteeeeeeeerr aE|aE|aE|.. aEsistriku melenguh kembali saat dr.Tan tua menjejali liang vagina
istriku dengan jari telunjuk, jari tengah dan jari manis dan jari telunjuk, jari tengah dan jari manis dr.Tan
tua pun mengobok-obok liang vagina istriku dengan kasarnyaaE|.
Pantat bahenol istriku terangkat-angkat bergetar hebat karena dr.Tan tua semakin ganas dan kasar
mengobok-obok liang vagina istriku dengan jari telunjuk, jari tengah dan jari manis nyaaE|.
Kulihat lendir vagina istriku membasahi jari telunjuk, jari tengah dan jari manis dr.Tan tua aE|..

Dr.Tan tua tiba tiba berdiri dan menarik rambut pendek istriku sehingga wajah istriku pun diusap
usapkan ke selangkangan dr.Tan tua yang rupanya tak memakai celana dalam sudah memelorotkan
celana panjang nya sehingga wajah istriku diusap usapkan ke batang kemaluan seperti botol sprite 200cc
belum disunat yang loyo ituaE|.
Tampak istriku terbelalak kaget melihat ukuran batang kemaluan seperti botol sprite 200cc belum
disunat dr.Tan tua aE|.
Belum lagi herannya hilang, karena dr.Tan tua menarik rambut pendek istriku, istriku pun setengah
berdiri karena terlepas dari kuncian kedua kaki dokter muda berawakan hitam kekar itu dan dengan
cepat dr. Thomas memelorotkan celananya dan tampak olehku batang kemaluan seperti botol sirup ABC
belum disunat sudah tegak berdiri aE|
aEsAAAAapppphhhhhhhzzzzzaE|.aEterangan tertahan istriku karena dr.Tan tua menjejali mulut istriku
dengan batang kemaluan seperti botol sprite 200cc belum disunat loyo itu saat batang kemaluan seperti
botol sirup ABC belum disunat dr. Thomas menjejali liang vagina istriku sehingga kedua mata istriku
terbelalak oleh desakan batang kemaluan seperti botol sirup ABC belum disunat dr. Thomas di liang
vagina istriku yamng membuat bibir vagina istriku menggelembung besaraE|.
Istriku terus mengerang dan melenguh panjang saat dr. Thomas, dokter muda berawakan hitam kekar
itu menjejalkan batang kemaluan seperti botol sirup ABC belum disunat ke liang vagina istriku yang
setengah berdiri dan tubuh istriku mengejang ngejang. Sementara itu, dr.Tan tua terus menekan wajah
istriku dan mengesek-gesekkan wajah istriku ke batang kemaluan seperti botol sprite 200cc belum
disunat nya yang masih loyo ituaE| dan kemudian dr.Tan tua memencet hidung istriku sehingga istriku
membuka mulutnya dan dr.Tan tua menjejalkan batang kemaluan seperti botol sprite 200cc belum
disunat nya yang loyo itu ke dalam mulut istriku aE|
aEsMmmmmmpppppppffzzzz aE|aE|..aEtmulut istriku yang dijejali batang kemaluan seperti botol sprite
200cc belum disunat dr.Tan tua mendesis-desis dengan kedua mata istriku terbelalak karena batang
kemaluan seperti botol sirup ABC belum disunat dr. Thomas semakin dalam menjejali liang vagina istriku
aE|
dr. Thomas menyingkapkan rok klok hitam ketat di pinggul istriku ke atas dan kulihat jelas lebih dari
separuh batang kemaluan seperti botol sirup ABC belum disunat dokter muda berawakan hitam kekar
itu sudah menjejali liang vagina istriku aE|.
Kedua mata istriku terpejam dan kedua tangan istriku mengepal dan keringat istriku membanjir
kemudian istriku mengejan panjang aEsNgngngngngngngngngngngngaE|aE| zzzzzzzzhhhhhggghhhhhhh
aE|aE|aE|.aEtsuara menggeram karena mulut istriku dijejali batang kemaluan seperti botol sprite 200cc
belum disunat dr.Tan tua dokter botak beruban tua yang mulai mengeras, pantat bahenol istriku pun
tersentak-sentak merasakan orgasme pertamanya yang begitu cepat malam ituaE|..
Padahal, aku melihat batang kemaluan seperti botol sirup ABC belum disunat dokter muda berawakan

hitam kekar masih tiga perempat masuk di liang vagina istriku aE|aE|
dr. Thomas membiarkan tubuh istriku menggelinjang berkeljot tak karuan, berguncang-guncang dan
pantat bahenol tersentak-sentak sehingga batang kemaluan seperti botol sprite 200cc belum disunat
dr.Tan tua terlepasaE|..
aEsOoochchchchchchchchchaE|aE|.aEtistriku menggeram seperti suara dengkur sapi yang
disembelihaE|. tubuhnya yang dipegang kuat oleh dokter muda berawakan hitam kekar itu miring ke
depan dengan kedua mata terbelalak saat dr. Thomas menekan ke bawah pantat bahenol istriku dan gigi
istriku pun menggeretak dan
aEsDoookteeeeeeeerr aE|aE|aE|.. raaaahiiiimkuuuu aE|aE|. oooooxxxxccccccchhhhhzzz aE|..aEtistriku
kembali mengorok seolah lehernya terputus merasakan desakan kuat di liang vagina istriku dan rupanya
kepala jamur berkulup tebal dokter muda berawakan hitam kekar itu tengah menyentuh langsung mulut
rahim istriku dan
aEsNgngngngngngngngnggngaE|aE|aEtkedua kalinya istriku melenguh panjang sesaat kemudian tubuh
istriku berkelejot tak karuan, berguncang-guncang dan pantat bahenol istriku tersentak-sentak saat
orgasme kedua nya meledakaE|.
Tubuh istriku terhuyung ke depan dan dr. Thomas pun menangkap cepat sehingga istriku tak terjatuh
aE|.. tapi dengan kasarnya dokter muda berawakan hitam kekar itu menarik pinggang istriku sehingga
tubuh istriku dipangku kembali oleh dr. Thomas aE|sambil terus menjejal-jejalkan batang kemaluan
seperti botol sirup ABC belum disunat nya di liang vagina istriku yang terus mengerang, menggeram, dan
melenguh panjang dan kedua payudara montok istriku yang terkual dari blasernya tampak berguncangguncang dengan kedua puting susu hitam sebesar kelingking yang menegang kaku
Tak lama kemudian, ketiga kalinya istriku mengejan panjang meraih orgasme ketiganya, yang jarang
didapat darikuaE|.
Tubuh istriku pun basah kuyup oleh keringatnya tampak kelelahan dan membiarkan tangan kekar dokter
muda berawakan hitam kekar itu meremas-remas kedua payudara montok istriku yang tampak hanya
memejamkan kedua matanyaaE|..
dr.Tan tua kemudian duduk disamping dr. Thomas dan kulihat dokter muda berawakan hitam kekar itu
langsung berdiri dimana batang kemaluan seperti botol sirup ABC belum disunat nya masih menjejali
liang vagina istriku yang terbuka maksimalaE|
Istriku yang mungil kelelahan itupun terangkat dan rupanya dokter muda berawakan hitam kekar itu
tahu maksud seniornya yang duduk di tepi ranjangaE|..
dokter muda berawakan hitam kekar itupun merendahkan tubuhnya dan tubuh istriku pun ke depan
sehingga istriku seperti seorang bayi yang merangkakaE|
rupanya dokter muda berawakan hitam kekar itu mempraktekkan gaya anjing, istriku pun dijadikan
seperti anjing betina yang sedang disetubuhi jantannyaaE|menunggingkan pantat bahenol nya

Selanjutnya dr. Thomas pun menyodok-nyodokan batang kemaluan seperti botol sirup ABC belum
disunat dari belakang di liang vagina istriku yang mendengus-dengus dan dr.Tan tua menarik rambut
pendek istriku dan menjejalkan batang kemaluan seperti botol sprite 200cc belum disunat yang mulai
menegang ke mulut istriku
kini aku hanya dapat terbelalak melihat istriku melayani dua orang dokter yang berbeda usia di rumahku
sendiri dengan gaya anjing yang sedang dizinahi jantannyaaE|.
Istriku menggeram dan tubuhnya berguncang-guncang karena kedua tangan kekar dr. Thomas memaju
mundurkan pantat bahenol istriku sehingga suara aEsbleb blebaEt terdengar dimana batang kemaluan
seperti botol sirup ABC belum disunat dr. Thomas menyodok-nyodok liang vagina istriku yang terbuka
maksimal dan ktltt beserta bibir vagina istriku terikut keluar masuk dengan cepatnya seiring keluar
masuknya batang kemaluan seperti botol sirup ABC belum disunat dokter muda berawakan hitam kekar
ituaE|
Kepala istriku mengangguk-angguk dimana batang kemaluan seperti botol sprite 200cc belum disunat
dr.Tan tua yang semakin menegang menjejali mulut istriku aE|..
Tubuh istriku yang setengah telanjang bermandikan keringat disertai nafas istriku yang mendengusdengus aE|
aEsmmmmmppffffzzzzz aE|aE| aEstubuh istriku menegang dan kemudian pantat bahenol istriku
tersentak-sentak saat istriku mengejan panjang karena orgasme keempatnya meledakaE|.dan baru kali
ini istriku merasakan empat orgasme dalam satu kali persetubuhanaE|
Istriku tak kuat menopang tubuhnya dengan kedua tangannya karena tenaganya terkuras habis, dan
istriku tersungkur dangan pantat bahenol nya yang menunggingaE|.
Rupanya dr. Thomas sudah mendekati puncak ejakulasinya dimana dengan kasarnya dokter muda
berawakan hitam kekar itu menggenjot batang kemaluan seperti botol sirup ABC belum disunat keluar
masuk dengan cepatnya di liang vagina istriku dan istriku hanya menggeram dan melenguh panjang aE|
tubuhnya berguncang-guncang maju mundur aE|.
aEsZzuuuuuzzzz Yatiiiiiii aE|aE|..aEtkudengar dr. Thomas melenguh panjang dan menjejalkan batang
kemaluan seperti botol sirup ABC belum disunat nya dalam dalam di liang vagina istriku yang kedua
matanya terbelalak dan terbalik-balik dan tubuhnya mengejang kaku disertai lenguhan panjang
mencapai orgasme kelimanya bersamaan dengan menyemburkan air maninya di dalam liang vagina
istriku aE|..
Kedua tubuh itu tersentak-sentak dan dr. Thomas pun terungkur di samping istriku yang tertelungkup di
lantaiaE|.
dr.Tan tua kemudian mengangkat tubuh lunglai istriku dan menidurkan istriku di ranjang dengan kedua
kaki istriku yang terjuntai ke lantaiaE|..

dr.Tan tua menyingkapkan rok klok hitam ketat di pinggul istriku sehingga selangkangan istriku yang
yang tak ber bulu kemaluan itu pun tersingkap dan kulihat bibir vagina istriku tetap ternganga lebar dan
airmani dr. Thomas masih meleleh dari liang vagina istriku aE|.
Karena begitu nafsunya tanpa membersihkan lendir vagina dan air mani dr. Thomas, dokter botak
beruban tua itupun menjejalkan batang kemaluan seperti botol sprite 200cc belum disunat nya yang
berkulup tebal yang setengah tegang ke liang vagina istriku yang ternganga lebar aE|.
aEsEeeeeeeeegggggghhhhhhhzzzzzzz aE|aE|.. aEsistriku mendesis-desis dan rupanya masih merasakan
batang kemaluan seperti botol sprite 200cc belum disunat dr.Tan tua menjejali liang vagina istriku aE|
dr.Tan tua merasakan kesulitan menjejalkan batang kemaluan seperti botol sprite 200cc belum disunat
nya yang setengah loyo dan aE|.aEtpluupaEt kudengar saat kepala jamur berkulup tebal dr.Tan tua
masuk ke liang vagina istriku aE|
dr.Tan tua langsung menggenjot keluar masuk dengan cepatnya batang kemaluan seperti botol sprite
200cc belum disunat nya sehingga dapat kulihat jelas tak semuanya masukaE|tapi diluar dugaanku
gesekan batang kemaluan seperti botol sprite 200cc belum disunat dr.Tan tua yang loyo itu membuat
istriku menggelinjang tak karuan
aEsdooooocchteeeerr aaE|aE|aaaakuuuu aE|.ngngngngngngngngng aE|.aEtbegitu cepatnya istriku
mencapai orgasme pertamanya dengan dr.Tan tua dan kemudian kedua dan saat dr.Tan tua
mempercepat genjotannyaaE|..
Tak kunyana istriku yang memeluk dokter botak beruban tua itu saat orgasme ketiganya atau ke
sembilannya malam itu dan kedua erangan bersamaan, dokter botak beruban tua bersamaan dengan
istriku kudengar dari kamar belakangkuaE| kemudian senyapaE|.
Aku hanya menatap ketiga insan di ranjang dimana kedua dokter berbeda usia memeluk tubuh istriku
yang tidur miring setengah telanjang berhadapan dengan dr.Tan tua dari depan dan dr. Thomas dari
belakangaE|..
dr.Tan tua yang uzur itu memeluk istriku dari depan tampak masih belum puas tengah meremas-remas
kedua payudara montok istriku dan jari-jari tangan dr. Thomas yang besar-besar itu mengerayangi
selangkangan istriku ..
aEsEeeeeeeeegggggghhhhhhhzzzzzzz aE|aE|.. aEsistriku mendesis-desis dan kulihat jari-jari tangan dr.
Thomas yang besar-besar itu tengah menggosok-gosok bibir vagina dan kelentit yang membuat istriku
membusungkan dadanya dan dr.Tan tua langsung memencet, memelintir sambil menarik narik kedua
puting susu hitam sebesar kelingking yang menegang kaku karena terangsang sementara itu, jari
telunjuk dan ibu jari tangan kiri yang besar dan kasar dr. Thomas juga memencet, memelintir sambil
menarik narik kelentit istriku sehingga tubuh setengah telanjang istriku menggelinjang tak karuan
diantara jepitan kedua lelaki berbeda umur jauh ituaE|
tangan kanan dr. Thomas menyusup dari bawah di pinggang kanan istriku sementara itu, tangan kirinya

menyusup diantara paha padat istriku dan menguak kaki kiri istriku hingga terkangkang lebar jari-jari
tangan lelaki yang besar-besar itu memencet, memelintir sambil menarik narik kelentit istriku kembali
dan menyibak bibir vagina istriku aE|.
aEsaaaaaaaaaagggggghhhhh aE|aE|. aEsistriku mendesah-desah saat jari telunjuk, jari tengah tangan
kekar kanan dr. Thomas menjejali liang vagina istriku dan kemudian mengorek-ngorek liang vagina
istriku seolah ada sestau yang tertinggal di dalam liang vagina istriku
Begitu hebatnya jari telunjuk, jari tengah dr. Thomas mengorek-ngorek liang vagina istriku membuat
tubuh setengah telanjang istriku berkelejot tak karuan dan bergetar hebat, kedua payudara montok
berguncang-guncang dan mulut ompong dr.Tan tua langsung mengulum dan menyedot-nyedot
payudara montok kiri istriku sementara itu, tangan dr.Tan tua terus meremas-remas payudara montok
kanan istriku sambil memencet, memelintir sambil menarik narik puting susu hitam sebesar kelingking
istriku aE|
Gerakan jari-jari tangan dr. Thomas yang besar-besar itu berubah menggaruk garuk liang vagina istriku
seolah jari-jari tangan lelaki yang besar-besar itu mencari sesuatu yang tertinggal di dalam liang vagina
istriku aE| Tak ayal lagi istriku melenguh panjang dan mendesis-desis tak karuan, pantat bahenol istriku
bergoyang memutar dan berkelejot tak karuan aE|.
aEsdooooocgggteeeer aE|. ampuuuuun aE|..aEtistriku mendesah-desah merasakan liang vagina istriku
dikorek korek oleh jari-jari tangan lelaki yang besar-besar itu, belum lagi jari telunjuk dan ibu jari yang
besar dan kasar dr. Thomas memencet, memelintir sambil menarik narik kelentit istriku aE|..
Melihat istriku terangsang berat, dr. Thomas pun mengocok liang vagina istriku dengan jari tengah yang
besar dan kasar sehingga nafas istriku mendengus-dengus tubuh istriku bermandikan keringat,
berkelejot tak karuan dan bergetar hebat dan istriku melenguh panjang dan menggeram kemudian
mengerang dan mengejan panjang aEsNgngngngngngngng aE|aE|..aEtsaat orgasme kesepuluhnya
malam ituaE|.
Sesaat kemudian kedua dokter itu bangun dari ranjang dan keluar kamar, rupanya mereka
membersihkan diri dan kembali ke kamar untuk berpakaianaE|
Aku terhenyak saat kedua dokter itu, mengambil dompet masing-masing, dan mengeluarkan dua lembar
uang ratusan ribu dan mendekati istriku
aEsLiang vaginamu masih legit, Jeng Yati aE|aEtkudengar dr. Thomas berbisik ke istriku yang
tertelentang lunglai di ranjang sambil memberikan uang nya ke dada istriku yang terbuka dengan kedua
payudara montok nya yang naik turunaE|..
Kulihat istriku seakan menolak dan kulihat butir-butir airmatanya mengalir di pipinya, menyadari kalau
istriku telah berganti profesiaE|.

Malam hari itu, aku hanya mengigil bukan karena dinginnya malam, tapi memikirkan kenapa kedua
dokter yang berbeda umur itu membayar layanan sex istriku aE|.
Kenapa aku tak berdaya?
Terkuak
Dalam dua minggu, aku merajuk agar istriku mau melayaniku, tapi benar-benar tak ku dapat,
sedangakan aEskopi hambaraEt terus aku minum sepulang kerjaaE|
Karena aku dapat menyelesaikan lebih cepat pekerjaanku, maka akupun bisa pulang lebih awal dalam
keadaan amat penataE|.
Aku kaget saat aku membuka pintu rumah yang tak terkunci saat aku datang sekitar hampir pukul 12
malamaE|.
aEsYaaa situ mbaaahh aE|aE|.aEtkudengar istriku mendesis-desis dari kamar depan.
Akupun melongok ke dalam kamar yang terbuka sedikit, kulihat istriku hanya memakai kain panjang
tidur telungkup di ranjang pengantinku menghadap pintu tengah dipijit Mbah Towo, penjaga malam tua
di perumahankuaE|.
Aku sempat berpikir, siapa Mbah Towo, penjaga malam tua itu, yang konon adalah bekas bromocorah
yang bukan saja menjarah harta tuan rumah yang dirampoknya, tetapi juga selalu meminta layanan
nyonya rumah, yang konon istri tuan rumah selalu bersedia melayani nafsu sex Mbah Towo aE|..
Aku tercekat melihat istriku malam itu berhias seolah akan menghadiri pesta walaupun tubuh istriku
hanya terbalut kain panjang aE|.
Aku menatap Mbah Towo, dimana istriku tidak mengetahui, yang dengan cepat mencabut dan
mengacungkan kerisnya dari sarungnya sementara itu, selongsong keris berbentuk batang kemaluan
lelaki dewasa mempunyai bibir di ujungnya di pegang tangan kirinya
Seperti pukulan bertubi-tubi ke kepalaku kurasakan dan tubuhku yang penatpun tersungkur di lantai di
depan pintu kamar aE|.
Akupun berusaha duduk dan aku dapat melihat dalam kamar dimana Mbah Towo meminta istriku
tertelentang posisinya berbalik sehingga kepala istriku berada di tempat bantaldan Mbah Towo
meletakkan kerisnya di meja rias istriku
Aku tak habis pikir, bagaimana seolah istriku tak mengetahui keberadaanku yang jelas-jelas hanya
terduduk tepat di depan pintu kamaraE|..
Aku terkesiap saat selongsong keris berbentuk batang kemaluan lelaki dewasa mempunyai bibir di
ujungnya berada diantara kedua kaki istriku

Mbah Towo kemudian memijat kedua lipatan paha atas istriku yang membuat istriku secara refleks
mengkangkangkan kedua kakinya dan kutahu istriku tak mengenakan celana dalam dimana tampak bulu
kemaluan lebat istriku terpampang jelasaE|.
dan selongsong keris berbentuk batang kemaluan lelaki dewasa mempunyai bibir di ujungnya melesat
mendekati selangkangan istriku yang berbulu kemaluan lebat
aEsMbaaah mulaaaiii yaaaaaE|.aEtistriku berbisik
Kulihat ujung berbibir selongsong keris itu menghembuskan asap putih ke selangkangan istriku
aEsaduuugghh aE| Mbbaaaaaaaaaccchhhh aE|aE|aE|aE|. aEsistriku mendesis-desis dan kulihat
selongsong keris berbentuk batang kemaluan lelaki dewasa mempunyai bibir di ujungnya akan mematuk
dan
aEsOooooooooggghhhhhzzz aE|.. aEsistriku mendesis-desis bersamaan suara aEsclupaEt dimana ujung
berbibir selongsong keris itu mengulum dan menyedot-nyedot kelentit istriku
aEsittttiiiilllkuuuuu mbaaaaaagggghhhh aE|aE| aEstak kunyana kata-kata aEskotoraEt yang biasanya
diucapkan pelacur telah meluncur dari mulut istriku, yang selama ini dihormati oleh orang-orang yang
mengenal istriku, untuk seorang lelaki penjaga malam tua itu.
Istriku yang mengkangkangkan kedua kakinya lebar-lebar itupun menggoyang pantat bahenol nya
menikmati ujung berbibir selongsong keris itu yang begitu ganas mengulum dan menyedot-nyedot
kelentit istriku aE|
Istriku mendengus-dengus jari-jari tangan istriku meremas-remas sprei ranjang, tubuh istriku
menggelinjang tak karuan dan pantat bahenol istriku terangkat-angkat bergetar hebat aE|.. karena
Mbah Towo melepas tekanan di lipatan paha atas istriku dan tangan kekar keriput itu mulai
mengerayangi tubuh istriku yang menggelinjang dan hanya terbalut kain panjang itu
Istriku sudah terangsang hebat, dan istriku benar-benar tak mengindahkan aku duduk di depan pintu
kamar pengantinku dan menatap tepat selangkangan istriku ber bulu kemaluan lebat dimana ujung
berbibir selongsong keris itu semakin ganas mengulum dan menyedot-nyedot kelentit istriku aE|
aEsmbaaaaaagggghhhh aE|aE|aEtistriku mendesis-desis saat kulihat jelas tangan keriput berjari besarbesar Mbah Towo mulai mengerayangi kedua payudara montok istriku yang terbalut kain panjang dan
tampak olehku kedua puting susu hitam sebesar kelingking istriku telah mencuat dari balik kain panjang
nyaaE|.
aEsEnak Jeng Yati ..aEtkata Mbah Towo mendengus-dengus dengan kedua mata nanarnya menatap
wajah istriku dimana kedua mata istriku terbelalak dan terbalik-balik dan nafas terengah-engah aE|
aEsEnaaaaaaghhh aE|. mbaaaaaagggghhhh aE|aEtistriku menyahut

aEsmbaaaaaagggghhhh aE|.aEtistriku mendesis-desis saat kulihat jari-jari tangan lelaki yang besar-besar
itu mengelus-elus kedua puting susu hitam sebesar kelingking yang mencuat kencang dari balik kain
panjang nyaaE|.
Mbah Towo menoleh padaku, dan seolah tersihir aku merangkak mendekati ranjang pengantinku
dimana malam itu, Mbah Towo, penjaga malam tua itu, tengah meremas-remas kedua payudara
montok istriku , Mbah Towo juga memencet, memelintir sambil menarik narik puting susu hitam sebesar
kelingking istriku yang terus melenguh panjang aE|
Mbah Towo kemudian duduk di atas perut istriku yang mencengkeram kuat kedua pergelangan tangan
keriput berjari besar-besar Mbah Towo
Istriku menarik sarung Mbah Towo dan terkuallah batang kemaluan seperti botol sprite 200cc berurat
sebesar cacing tanah yang telah menegang kaku dan Mbah Towo pun menyingkapkan kain panjang
istriku hingga kedua payudara montok istriku dimana kedua puting susu hitam sebesar kelingking istriku
yang mencuat kencang terkualaE|
Mbah Towo kemudian menyusupkan batang kemaluan seperti botol sprite 200cc berurat sebesar cacing
tanah nya diantara kedua payudara montok istriku dan istriku menekan ke tengah kedua payudara
montok nya dan Mbah Towo menggerakkan pantat kerempeng bergelambir nya maju mundur sehingga
batang kemaluan seperti botol sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah nya mengesek-gesek kedua
payudara montok istriku aE|
aEsSusumu enaaak Jeng Yati aE|aEtMbah Towo mendesis-desis mengesek-gesekkan batang kemaluan
seperti botol sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah nya diantara jepitan kedua payudara montok
istriku aE|
Rupanya Mbah Towo sudah tak sabar lagi, menarik batang kemaluan seperti botol sprite 200cc berurat
sebesar cacing tanah nya dari payudara montok istriku dan Mbah Towo menyingkapkan kain panjang
istriku sehingga terpampanglah selangkangan istriku dimana ujung berbibir selongsong keris itu masih
terus mengulum dan menyedot-nyedot kelentit istriku aE|
Tangan keriput berjari besar-besar itupun memegang batang kemaluan seperti botol sprite 200cc
berurat sebesar cacing tanah nya dan kulihat kepala jamur Mbah Towo diarahkan ke bibir vagina istriku
yang merekah aE|.
Sekali lagi Mbah Towo menoleh padaku dan akupun semakin mendekati ranjang pengantinku menatap
pantat kerempeng bergelambir Mbah Towo yang tepat berada di tengah kedua kaki istriku yang
terkangkang lebar aE|.
aEsBeeeezzzaaar mbaaaaaagggghhhh aE|.aEtkudengar desahan berat istriku saat kepala jamur batang
kemaluan seperti botol sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah Mbah Towo menjejali liang vagina
istriku sehingga kulihat bibir vagina istriku menggelembung oleh desakan kepala jamur Mbah Towo aE|

Istriku semakin mengkangkangkan kedua kakinya lebar-lebar saat batang kemaluan seperti botol sprite
200cc berurat sebesar cacing tanah Mbah Towo semakin dalam menjejali liang vagina istriku
Kepala istriku terangkat-angkat melihat selangkangan nya dimana ujung berbibir selongsong keris itu
terus mengulum dan menyedot-nyedot kelentit sedangkan batang kemaluan seperti botol sprite 200cc
berurat sebesar cacing tanah Mbah Towo menjejali liang vagina istriku
aEsAduuugghh aE| mbaaaaaagggghhhh aE|.. aEsistriku melenguh panjang
aEskenapa Jeng Yati aE|.?aEttanya lelaki tua yang tengah menyodok-nyodokan batang kemaluan seperti
botol sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah nya ke dalam liang vagina istriku dan kulihat bibir vagina
istriku semakin membengkak
aEsKooontoooolmuuuu enaaaagghhhhkkkkaE|aE| mbaaaaaagggghhhh aE|.aEtistriku mengerang tak
karuan tak terkendali
aEsEnak mana kontolku dengan punya suami Jeng Yati aE|?tanya penjaga malam tua itu,
aEskontoooolmuuuu enaaaagghhhhkkkkaE|aE| zzzekaliiiii aE|.beruraaaat aE|.akuuuu
nggaaakk tahaann aE|aE|ngngngngngngngngngng aE|.aEtistriku mengejan panjang saat batang
kemaluan seperti botol sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah Mbah Towo masih separuh masuk di
liang vagina istriku dan terus menjejali liang vagina istriku yang kegatalanaE|.
aEsAduuugghh aE| mbaaaaaagggghhhh ..kontoooolmuuu aE|aE|akkuuuu ..ngngngngngnf aE|aEtistriku
mengejan panjang kembali saat seluruh batang kemaluan seperti botol sprite 200cc berurat sebesar
cacing tanah Mbah Towo menghujam dalam-dalam di liang vagina istriku
Mbah Towo diam saat istriku meliuk liuk seperti cacing kepanasan dan pantat bahenol istriku tersentaksentak mencapai orgasme kedua nya malam ituaE|.
aEsmbaaaaaagggghhhh aE|aEtistriku mendesis-desis kembali dan kulihat lidah panjang kasar Mbah
Towo tengah menjilati kedua puting susu hitam sebesar kelingking istriku yang mencuat kencang
aEsOoooggghhhhhhggggg aE|aE|.. aiiiiir zuuuuzuuuukuuuuu aE|..aEtistriku menggeram dan kulihat air
susu istriku memancar deras dari kedua puting susu hitam sebesar kelingking istriku
aEskkkoooogghhhhkkkk beginiiiii mbaaaaaagggghhhh aE|.aEtistriku bertanya dalam suara desisnyaaE|.
aEsHeh heh aE|..setiap lelaki yang menjilati puting susu Jeng Yati pasti merasakan air susu Jeng Yati
aE|kecuali suamimu aE|heh heh heh aE|aE|aEtMbah Towo terkekeh-kekeh aE|.
aEssuamimu sudah terlalu banyak minum kopi ramuanku yang Jeng Yati suguhkan heh heh aE| suamimu
tak berkutik melihat Jeng Yati dientot lelaki lain heh heh aE|. besok dicoba yaaa aE|heh aE| heh
aE|.Sedangkan Jeng Yati tak buat jadi perempuan binal, gatal, liar dan nakal heh hehaE|aE|aEtkata
penjaga malam tua itu, terus terkekeh-kekeh
aEsKoooqq Mbah Towo tegaaaaaaaaE|aEtistriku panik
aEsAku sudah tua, Jeng Yati aE|.waktuku habisaE| rupanya Jeng Yati cocok aE|.Jeng Yati tambah cantik
dan digandrungi lelaki aE|semua lelaki aE|.aEt

Mbah Towo mulai menarik batang kemaluan seperti botol sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah nya
dan menghujam dalam-dalam ke liang vagina istriku yang terus memeluk tubuh tua bangka itu
Pantat kerempeng bergelambir itu naik turun mengeluarmasukkan batang kemaluan seperti botol sprite
200cc berurat sebesar cacing tanah di dalam liang vagina istriku dan kulihat lendir vagina istriku
membasahi batang kemaluan seperti botol sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah Mbah Towo aE|
Mbah Towo semakin cepat menggenjot keluar masuk dengan cepatnya batang kemaluan seperti botol
sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah di dalam liang vagina istriku dan tiba-tiba mencabut nya
melompat di atas tubuh istriku yang berguncang-guncang dan menjejali mulut istriku dengan
menghujam dalam-dalam batang kemaluan seperti botol sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah nya
dan menyemburkan air maninya di dalam mulut istriku dan istriku tak dapat menolak sehingga istriku
meneguk air mani Mbah Towo tanpa tersisaaE|.
Mbah Towo kemudian mencabut batang kemaluan seperti botol sprite 200cc berurat sebesar cacing
tanah dari mulut istriku dan membiarkan istriku yang tertelentang dengan kedua kakinya yang
terkangkang lebar setelah kecapaian melayani nafsu syahwat penjaga malam tua itu, dengan tenangnya
Mbah Towo merengkuhkuaE| menarikku keluar kamar pengantinku.
Kemudian menutup pintu kamar
aEsJeng Yati tak puas sama kamu, mas aE|aE| Jeng Yati selalu memintaku untuk disetubuhi setiap mas
pergi heh heh aE|. dia memintaku agar mas suka melihat Jeng Yati disetubuhi lelaki lain aE|. dan mas
sudah merasa senang, kan? heh heh aE|aEtkata Mbah Towo terkekeh-kekeh dan membuka pintu
rumahku pergi dalam kegelapan malam.
Aku hanya berdiam, dan malam itu, aku pun tak dapat membendung nafsuku, sayang istriku bagaikan
sebuah boneka sex yang tak bergerak saat batang kemaluan ku menghujam dalam-dalam liang vagina
yang sudah basahaE|.
Atasan selalu di atas
Beberapa hari kemudian orang di perumahan digegerkan oleh tubuh Mbah Towo yang terbujur kaku di
pos keamanan aE| Mbah Towo tewas aE|. entah kenapaaE|.
Sejak itu, aku melihat istriku semakin bersolek, dan seminggu kemudian sudah terpasang selambu di
depan kamar pengantinkuaE|.
Awalnya aku tak mengerti, dan malam sekitar pukul 7, aku menerima telepon istriku yang kupikir aneh,
karena dia terus berkata tanpa mengindahkan jawbankuaE|.
aEsMas masih di luar kota, yaaa? Aku pulang diantar Pak Kotim dan tamu Pak Kotim aE| Tuan Markus
aE|.tut tut aE|aEtteleponpun terputus.

Aku hanya termenung di ranjang dan kulihat bayangan Mbah Towo sedang terkekeh-kekeh di pintu dan
menghilang
Kurang dari 5 menit, kudengar mobil berhenti di depan rumah dan kudengar suara istriku
mempersilahkan masukaE|..
Kudengar pintu terbuka dan sreek sreeek aE|selambu depan ditutupaE|.
Aku beranjak turun, dan sekali lagi bayangan Mbah Towo muncul dan seperti karung tak berisi, tubuh
tersungkur di depan pintu kamar dimana selambu nya tertutup dan aku bisa melihat ruang tamu dari
bawah cela selambuaE|.
aEsTuan Markus minum apa?aEtkudengar tanya istriku kepada tamunya lelaki berkulit hitam yang
duduk di kursi panjang
aEsAiiir aE| susumu aja Jeng Yati aE|aEtkudengar lelaki tua berumur 70 tahunan menjawab
Lelaki tua berumur 70 tahunan semakin menarik tangan kiri istriku yang semakin merunduk dan kulihat
kedua payudara montok istriku yang ber puting susu hitam sebesar kelingking bergerak menggelantung
bebas dan mulut ompong lelaki tua berkulit hitam berumur 70 tahunan langsung mengempot payudara
montok kiri istriku, menghisap-hisap payudara montok kiri istriku sementara itu, jari-jari tangan kiri
lelaki yang besar-besar itu juga meremas-remas payudara montok kanan istriku aE|
Belum sempat istriku meronta aE|. dari belakang lelaki tua berumur 60 tahunan lainnya yang kukenal
sebagai bos istriku, Pak Kotim menyusupkan tangan kekar nya di rok klok hitam ketat di pinggul istriku
dan mengerayangi paha padat dan selangkangan istriku yang langsung menungging nungging
aEsKook langsuuuung Tuaaaan Maaarkuuuussszzzzz aE|.. aE| Oooooooooggghhhhhzzz aE|.. Paaaaak
Kooootiiiim aE|aE|.. aEsistriku mendesis-desis
Pak Kotim menarik pinggul istriku sehingga istriku yang merunduk dengan pantat bahenol menungging
nungging sejajar dengan kursi panjang ruang tamu dimana Tuan Markus dengan lahapnya menyedotnyedot payudara montok kiri istriku sambil meremas-remas payudara montok kanan istriku sementara
itu, Pak Kotim dari belakang sudah berhasil menyingkapkan rok klok hitam ketat di pinggul sehingga
pantat bahenol istriku yang menungging nungging itupun tersingkap jelas dan jari-jari tangan lelaki yang
besar-besar itu telah mengerayangi selangkangan istriku aE|.
aEsZzzzzuuuudaaaaghhh Tuaaaan Maaarkuuuussszzzzz aE|.. Paaaaak Kooootiiiim aE|aE|.. suamikuuuu
adaaaaaa aE|.aEt
aEsSuamimu ada Jeng Yati ? Bohong kamuaE|.aEtkatanya dan tangan kekar kiri Pak Kotim menarik
rambut pendek istriku sehingga istriku menegadah dengan wajah meringis kesakitan dan tubuh istriku
tertekuk kebelakang dan dada istriku pun membusung dan tak ayal lagi kedua payudara montok istriku
pun semakin mudah untuk diremas-remas oleh kedua tangan kekar keriput Tuan Markus, lelaki tua
berkulit hitam berumur 70 tahunan itu sambil dengan lahapnya mulut ompong nya terus menyedotnyedot kedua payudara montok istriku bergantian sehingga wajah keriputnya basah oleh air susu istriku

yang memancar deras


aEsKalau memang ada aE|.. artinya suamimu pengecut aE|.. kita bikin Jeng Yati sakit nikmat Tuan
Markus aE|aEtkata Pak Kotim terkekeh-kekeh dan tangan kekar kanan Pak Kotim mengangkat kaki
kanan istriku ke sandaran kursi panjang sehingga selangkangan istriku pun terkangkang lebar dan dalam
posisi tubuh yang tertekuk dan kaki kanan istriku yang terangkat dan terkangkang lebar dan kedua
payudara montok istriku yang dikempot habis habisan oleh Tuan Markus, maka istriku tak dapat
berkutik selain menerima perlakuan kedua lelaki tua ituaE|aE|
Tuan Markus meremas-remas dan menyedot-nyedot kedua payudara montok istriku tatpi juga jari
telunjuk dan ibu jari yang besar dan kasar tampak olehku sedang memencet, memelintir sambil menarik
narik kedua puting susu hitam sebesar kelingking istriku yang mencuat kencang menandakan bukannya
istriku merasa tersiksa melainkan malah terangsang hebataE|aE|dimana jari-jari tangan istriku malah
mencengkeram kuat pundak Tuan Markus
aEsEeeeeeghhhhhhhzzzz aE|aE|aE| Paaaaak Kooootiiiim aE|aE|.. aEsistriku melenguh panjang saat jari
telunjuk dan jari tengah yang besar kasar kanan Pak Kotim menerobos liang vagina istriku sementara itu,
jari telunjuk dan ibu jari yang besar kasar sebelah kiri Pak Kotim tengah memencet, memelintir sambil
menarik narik kelentit istriku
Tubuh istriku menggelinjang tak karuan, nafas istriku terengah-engah, kedua mata istriku terbalik ke
belakang sehingga bagian putihnya saja yang kelihatan
Jari telunjuk dan jari tengah yang besar kasar Pak Kotim pun tengah mengocok liang vagina istriku dan
kemudian istriku mengerang
aEsaduuugghh aE| aduuugghh aE| ampuuuun Paaaaak Kooootiiiim aE|aE|.. aEsakupun melihat
bagaimana jari telunjuk dan ibu jari yang besar kasar bagian kiri Pak Kotim dengan kasar sekali
memencet, memelintir sambil menarik narik kelentit istriku sementara itu, jari telunjuk dan jari tengah
yang besar kasar yang berada di liang vagina istriku tampak olehku tengah mengorek-ngorek dan bahkan
jari telunjuk dan ibu jari yang besar kasar itu menggaruk dan bahkan jari telunjuk dan jari tengah yang
besar kasar itupun tertekuk sambil ditarik keluar dari liang vagina istriku aE|.. dan kudenga istriku
mengerang, merengek seperti orang menangis pantat bahenol istriku bergetar hebat aE|.
aEsClok clok clokaEt kudengar suara jari telunjuk, jari tengah dan jari manis Pak Kotim mengocok liang
vagina istriku kemudian tertekuk sambil ditarik keluar dar liang vagina istriku istriku hanya mengerang,
mendesah-desah, mendesis-desis, nafas istriku mendengus-dengus kemudian merengek seperti orang
menangis kedua mata istriku terbelalak dan terbalik-balik dan mulutnya ternganga lebar dan
aEsAmpppuuuuuuuun Paaaaak Kooootiiiim aE|aE|.. Tuaaaan Maaarkuuuussszzzzz aE|.. akuuuuuu aE|
Eeeeeeeeegggggghhhhhhhzzzzzzz aE|aE|.. Oooooggghhhhhzzz aE|.. ampuuuunnnnzzz. aE|. akuuuu
aE|keluuuaaaaar ngngngngngngngzzzzzzz aE|aE|.. aEsdan pantat bahenol istriku berguncang-guncang
maju mundur dan akhir pantat bahenol tersentak-sentak tak karuan tubuhnya terhuyang ke depan dan
tersungkur dipelukan lelaki tua berkulit hitam berumur 70 tahunan, Tuan Markus aE|saat istriku

mencapai orgasme yang begitu hebat dan melelahkan istriku aE|aE|..


Tuan Markus mendudukkan istriku di kursi panjang sambil memeluk dan meremas-remas kedua
payudara montok istriku yang basah oleh air susu dan ludah Tuan Markus .
Pak Kotim keluar ruang tamu
aEsEnak Jeng Yati ?aEt bisiknya
aEsHe eghaE|aEtistriku menjawab dengan mendesah
aEsIni masih awal Jeng Yati aE|aEtkatanya sambil mengelus-elus selangkangan istriku yang langsung
menggelinjang
aEsAku capai Tuan Markus ..aEt dan kudengar Pak Kotim masuk ke ruang tamu kembaliaE|.
aEsKok cuman dua Tuan Markus aE|aEtkata Pak Kotim
Kedua mata istriku terbelalak saat melihat sebuah dildo bergerigi pink sebesar botol sprite 200 ml
ujungnya berambut jabrik halusaE|..
Begitu Pak Kotim menekan tombol remote control maka dildo bergerigi pink sebesar botol sprite 200 ml
ujungnya berambut jabrik halus itupun bergetar, meliuk liuk, kemudian gerakan menyodok-nyodok dan
rambut jabriknya bergetar hebat kemudian seolah gerakan rambut jabriknya melemah menegang
aEsJangaaan Pak Kotim aE|aEtistriku memohon.
aEsKenapa? Bayangin kalau dildo ini di dalam torokmu, Jeng Yati ?kkata Pak Kotim terkekeh-kekeh
aEsSungguuh Pak Kotim aE|Tuan Markus aE|.jangan aE|.aEtistriku terus memohon
Plak! Pak Kotim menempeleng istriku
aEsDiam kamu !!! Pengen BF Jeng Yati kuedarkan ke umum !!!bentak Pak Kotim
Aku berpikir keras aEt BF ? Blue Film apa?
aEsMasak Jeng Yati digilir empat satpam kekar kuataE|sama ini gak kuat?aEt
aEsAku diperdaya Pak Kotim ..aEtsergah istriku
aEsMasak digilir empat satpam kekar sampai empat kali itu diperdaya???!! Haah!!bentak Pak Kotim
aEsJeng Yati melakukan di ruang kerjakuaE|ya, kan? Pato mengaku kalau dia pertama melihat Jeng Yati
meregangkan kedua kaki Jeng Yati masih pakai celana dalam dan begitu Jeng Yati tahu Parto mengintip,
Jeng Yati pura-pura ke kamar kecil dan menyingkapkan rok Jeng Yati sambil meregangkan kedua kaki
Jeng Yati dimana Jeng Yati tak memakai celana dalam lagi,kan? Siapa yang diperdaya Jeng Yati atau
PartoaE|Hah!!
aEsMana suamimuaE|. biar dia tahu istrinya gatal sama pemuda kekar atletis dan mau digauli Mbah
Towo, lelaki tua dan dukun yang menyamar penjaga malam tua itu, biar suamimu takluk!!!! Ya, kan??
Jeng Yati mau digauli Mbah Towo aku rekam semuanyaaE|.Heh hehaE|.aEtPak Kotim terkekeh-kekeh
aEsTapi kontol kami berdua tak mau masuk torokmu, Jeng Yati sayangaE| Cukup dildo iniaE|.aEt
aEsJangaaan Paaaaak Kooootiiiim aE|aE|.. aEsistriku terus memohon
Pak Kotim pun duduk di sebelah kiri istriku dan Tuan Markus langsung mengangkat dan menarik kaki
kanan istriku sehingga pantat bahenol istriku langsung ke pinggiran dudukan kursi panjang ruang tamu
itu dan meletakkan di pangkuan kaki kiri Tuan Markus sehingga kaki istriku terkangkang lebar aE|.
Pak Kotim pun dengan sigap melakukan dengan kaki kiri istriku di pangkuan kaki kanan Pak Kotim aE|.

Istriku terduduk merunduk dengan kedua kakinya yang terkangkang lebar, Tuan Markus menyingkapkan
rok klok hitam ketat di pinggul istriku sehingga selangkangan istriku yang ber bulu kemaluan lebat
terpampang sudahaE|.
Otakku masih berpikir, mengapa Mbah Towo dengan mudahnya menyetubuhi istriku tanpa takut, yang
rupanya bukan sekedar mantan bromocorah yang selalu menggauli nyonya rumah yang dirampoknya,
tapi lebih dari itu, Mbah Towo juga seorang dukunaE| dimana salah satu yang digauli oleh Mbah Towo
Ingatanku kembali kepada dr. Thomas dokter muda berawakan hitam kekar dan dr.Tan tua, dokter
botak beruban tua, yang terkekeh-kekeh setelah memeriksa istriku dimana saat aku melihat mereka
menggilir istriku dimana istriku malam itu tak mengenakan BH dan celana dalam dibalik rok klok hitam
ketat di pinggul dan bloues nya, kenapa aluran kencing istriku meradang dan demam tinggi, dimana
istriku rupanya telah digilir empat satpam kekar dan muda seperti dikatakan oleh Pak Kotim, boss istriku
tadi.
aEsEeeeeeeeegggggghhhhhhhzzzzzzz aE|aE|.. aEt kudengar istriku mendesis-desis dan merintih dan
mataku melihat nanar ke selangkangan istriku yang terbuka jelas ber bulu kemaluan lebat itu, dimana
Pak Kotim tengah menjejali liang vagina istriku yang basah oleh lendir vagina dengan dildo bergerigi pink
sebesar botol sprite 200 ml ujungnya berambut jabrik halus ..
aEsaaaampuuuuuun aE|aE| Paaaaak Kooootiiiim aE|aE|.. aEsistriku mengerang saat dengan kasar Pak
Kotim menyodok-nyodokan dildo bergerigi pink sebesar botol sprite 200 ml ujungnya berambut jabrik
halus ke liang vagina istriku
aEsaduuugghh aE| aduuugghh aE| aaaampuuuuuun aE|aE| Paaaaak Kooootiiiim aE|
aEsistriku mengerang saat Pak Kotim mengeluarmasukkan dildo bergerigi pink sebesar botol sprite 200
ml ujungnya berambut jabrik halus itu di dalam liang vagina istriku
aEsEnak mana dildo ini atau kontol satpam atau kontol Mbah Towo, Jeng Yati ?aEttanya Pak Kotim
aEsZzzuuuudaaaccgghh aE|..Paaaaak Kooootiiiim aE|aE|.. aaaampuuuuuun aE|aE| aEsistriku terus
merintih
aEsLocgh gak mau jawab?aEt sergah Pak Kotim
aEsaduuugghh aE| aaaampuuuuuun aE|aE| Zzzuuuudaaaccgghh aE|.. aEsistriku merintih kembali saat
Pak Kotim menghujam dalam-dalam dildo bergerigi pink sebesar botol sprite 200 ml ujungnya berambut
jabrik halus itu di liang vagina istriku yang langsung membuat kedua mata istriku terbelalak dan terbalikbalik aE|.
aEsKlik klikaEtkudengar suara terkunci dan kulihat dildo bergerigi pink sebesar botol sprite 200 ml
ujungnya berambut jabrik halus itu telah menghujam dalam-dalam di liang vagina istriku dan Pak Kotim
menali dildo itu dengan tali yang terbelit di kedua lipatan paha padat istriku dengan kunci sehingga tak
mungkin dildo bergerigi pink sebesar botol sprite 200 ml ujungnya berambut jabrik halus itu terlepas dar
liang vagina istriku aE|.
Kulihat hanya pangkal dildo bergerigi pink sebesar botol sprite 200 ml ujungnya berambut jabrik halus

itu menonjol keluar dari liang vagina istriku dan Pak Kotim menekan tombol remote control dan suatu
pemandangan yang sangat aneh, kedua mata istriku terbelalak dan terbalik-balik, tubuh sexy istriku
bergetar hebat kemudian menggelinjang, meliuk liuk seperti cacing kepanasan, menggeliat, mengejang
ngejang, menggelepar, kedua tangan istriku menggapai-ngapai sekelilingnya, kemudian istriku
menggeram dan merengek seperti orang menangis aE|.
aEsngngngngngngngzzzzzzz aE|aE|.. aEsistriku merengek seperti orang menangis dan mengejan
panjang, pantat bahenol istriku tersentak-sentak
aEsPaaaaak Kooootiiiim aE|aE|.. ngngngngngngngzzzzzzz aE|aE|.. aEt istriku mengejan panjang kembali
dildo bergerigi pink sebesar botol sprite 200 ml ujungnya berambut jabrik halus tengah bereaksi di
dalam liang vagina istriku dan pasti bergetar, meliuk liuk, kemudian gerakan menyodok-nyodok dan
rambut jabriknya bergetar hebat kemudian seolah gerakan rambut jabriknya melemah menegang di
dalam liang vagina istriku
kedua lelaki tua itu meremas-remas kedua payudara montok istriku sambil menciumi wajah istriku yang
terus meliuk liuk seperti cacing kepanasan
aEsTuaaaan Maaarkuuuussszzzzz aE|.. Paaaaak Kooootiiiim aE|aE|.. akuuu aE| keluaaaaar teruuussss
aE|paaaaaaaghhhhzzzz aE|aE|aEtistriku mendesis-desis dan menggeram kedua jari-jari tangan istriku
mencengkeram kuat lengan kedua lelaki tua itu, pantat bahenol istriku tak pernah berhenti tersentaksentak, istriku bermandikan keringat
aEsZzzuuuudaaaccgghh aE|.. Paaaaak Kooootiiiim aE|aE|.. aku keluaaar lebiiih tujuuuuh kaliiiiaE|aE|
akuuu leemaaazzzz Paaaaak Kooootiiiim aE|aE|.. aaaampuuuuuun aE|aE| aEsistriku memohon
menghibaaE|
Rupanya Pak Kotim merasa kasihan dengan istriku dan menekan tombol remote control menghentikan
gerakan bergetar, meliuk liuk, kemudian gerakan menyodok-nyodok dan rambut jabriknya bergetar
hebat kemudian seolah gerakan rambut jabriknya melemah menegang di liang vagina istriku aE|..
Pak Kotim menyingkapkan rok klok hitam ketat di pinggul istriku dan melepas kunci dan tali yang
mengikat dildo bergerigi pink sebesar botol sprite 200 ml ujungnya berambut jabrik halus ituaE|
Kulihat lendir vagina istriku seperti istriku mengompol karena banyaknya saat Pak Kotim mencabut dildo
bergerigi pink sebesar botol sprite 200 ml ujungnya berambut jabrik halus itu dari liang vagina istriku
yang ternganga lebar aE|..
Begitu Pak Kotim menyimpan dildo bergerigi pink sebesar botol sprite 200 ml ujungnya berambut jabrik
halus itu tiba-tiba kudengar pintu rumahku diketuk keras keras dari luaraE|
Tuan Markus hanya sempat menutup blouse istriku sehingga kedua payudara montok istriku tak terkual
keluar, Sedangkan rok klok hitam ketat di pinggul sempat menutupi selangkangan istriku dimana kedua
kaki istriku masih terkangkang lebar aE|.

aEsYaaaaaE|..aEtkudengar suara istriku yang bermandikan keringat menjawab lemahaE|


Pintu terbuka
aEsAda apa iniaE|?aEt kudengar suara yang kukenal, suara Suwerto, pemuda kekar kepala gundul
berkulit hitam yang dikenal brengsek, karena sering mengganggu ibu-ibu di kampung sebelahaE|.
aEsNggak ada apa-apa mas Suwerto aE|aEtkata istriku lemah menatap pemuda kekar berkepala gundul
berkulit hitam
aEsPulang kamu tua bangka!!bentaknya kepada kedua lelaki tua itu
aEsYaa .. yaaa.. kami mengantar Jeng Yati saja kok masaE|aEtkata Pak Kotim tergagap-gagap.
aEsMas Suwerto yang sopan beliau bos kuaE|aEtkata istriku
aEsPergi!!aEtkulihat kedua mata Suwerto melototaE|
Kedua lelaki tua itu pun bergegas pergiaE|. dan kudengar suara mobil menderu menjauhaE|
aEsAda apa Tante Yati?kudengar suara Suwerto lembut
Tubuhkupun panas dingin, memang Suwerto pemuda kekar berkepala gundul berkulit hitam itu sangat
brengsekaE|. sering aku dengar Suwerto mengganggu ibu-ibu di kampungnya, memang sekali aku
pernah melihat Suwerto menyusupkan tangan kekar nya di seragam PKK bu Topo, yang mempunyai
payudara sangat montok, saat acara akan menyanyikan lagu PKK di penutupan 17 agustusan, bahkan
malam itu Suwerto menarik lepas BH bu Topo, sehingga bu Topo tak mengenakan BH saat di
panggungaE|.
Saat aku pulang, tanpa sengaja aku mendengar perbincangan, di semak belukar
aEsSudah WertoaE| jangan ganggu istriku aE|aEt
aEsDiam kamu Pak Topo aE|kutusuk kau nantiaE|.. Mmmm ..susu istrimu masih kenyal..sreep sreep
aE|aEt
aEsApa arti namaku Top?aEtkata Suwerto sekenanya tanpa kata aEspakaEt
aEsSudah Werto aku gak tahuaE|aEt
aEsSuwerto aE|Sueneng wanita setengah tuo he heaE| suka sama wanita setengah baya aE| gitu TopaEt
Aku menjauh dan dari kejauhan kulihat kepala bu Topo mengangguk angguk, rupanya bu Topo tengah
mengulum dan menyedot-nyedot batang kemaluan Suwerto di depan suaminya, sementara itu, kedua
tangan kekar Suwerto terus meremas-remas payudara montok bu TopoaE|.
aEsBerapa ronde Tante Yati ?aEttanya Suwerto membuat aku tersadar dan kulihat Suwerto sudah duduk
di samping istriku yang lunglai sehabis dikerjain oleh dildo bergerigi pink sebesar botol sprite 200 ml
ujungnya berambut jabrik halus Pak Kotim
aEsMaksudmu apa Suwerto ? istriku balik bertanya
aEsNggak usah bohong Tante Yati aE|.. tubuh Tante Yati bermandikan keringat lagipula tuchaE|.puting
susu Tante Yati masih menegang aE|.bandot tua tadi cuman sempat menutup satu kancing baju Tante
Yati aE|.aEtkatanya semakin mendekat ke istriku
aEsWeeeerttoooo aE|aE|..aEtistriku mendesah-desah saat kedua tangan kekar Suwerto meremas-

remas payudara montok istriku yang masih terbungkus blousenya yang hanya terkancing satu aE|.
aEsjangaaaan Weeeerttoooo aE|aE|.. aEsistriku mendesah-desah dan Suwerto mencium leher istriku
sehingga istriku menegadahkan kepalanya
aEsKau cantik Tante Yati aE|sexy aE|..aEtdesis Suwerto
Aku tak tak tahu, entah istriku benar-benar kecapaian atau istriku sudah terangsang kembali, yang jelas
istriku hanya diam saat jari-jari tangan lelaki yang besar-besar itu melepas satu kancing ysng tersisa dan
terkuallah kedua payudara montok istriku aE|..
Baru kutahu, istriku terangsang karena kedua puting susu hitam sebesar kelingking istriku sudah
menegang dan mencuat kencang diantara jari-jari tangan Suwerto yang besar-besar itu meremas-remas
kedua payudara montok istriku aE|.
aEsTante Yati terangsang, kan?tanya Suwerto dan jari telunjuk dan ibu jari yang besar kasar itu
memencet, memelintir sambil menarik narik kedua puting susu hitam sebesar kelingking istriku
aEsWeeeerttoooo aE|aE|.. aduuugghh aE| aEsistriku mendesah-desah karena begitu kuatnya jari
telunjuk dan ibu jari yang besar kasar Suwerto memencet, memelintir sambil menarik narik kedua
puting susu hitam sebesar kelingking istriku
aEsSakit Tante Yati ?aEt
aEsAduuugghh aE| aduuugghh aE| aEsistriku merintih setiap saat jari telunjuk dan ibu jari yang besar
kasar Suwerto memencet, memelintir sambil menarik narik kedua puting susu hitam sebesar kelingking
istriku dengan kasaraE|..
aEsSakit Tante Yati aE|.. tapi enakaE|?
Istriku hanya mengaduh dan merintih setiap jari telunjuk dan ibu jari yang besar kasar Suwerto
memencet, memelintir sambil menarik narik kedua puting susu hitam sebesar kelingking istriku.
aEsputing susu Tante Yati tambah gede aE|.aEtbisik Suwerto dan kulihat kedua puting susu hitam
sebesar kelingking istriku semakin besar
aEsWeeeerttoooo aE|aE|.. aEsistriku mengerang saat jari-jari tangan lelaki yang besar-besar itu
menyentil kedua puting susu hitam sebesar kelingking layaknya orang tua menyentil telinga anak kecil
yang nakalaE|.
Bibir tebal hitam Suwerto mulai beraksi menyedot-nyedot kedua payudara montok istriku bergantian
sehingga meninggalkan bekas pagutan-pagutan merah di permukaan kedua payudara montok istriku
aEsAku haus Tante Yati aE|aEt dan bibir tebal hitam Suwerto mencaplok payudara montok kiri istriku
dan menyedot-nyedot nya
aEsAaaaggh air susu Tante Yati keluar aE|..dan bagaikan seorang bayi kehausan pemuda kekar
berkepala gundul berkulit hitam menghisap-hisap payudara montok kiri istriku dengan ganasnyaaE|..
sementara itu, tangan kekar kanan Suwerto menyusup di balik rok klok hitam ketat di pinggul istriku
mengobok-obok selangkangan istriku sehingga rok klok hitam ketat di pinggul istriku tersingkap

aEsOooooggghhhhhzzz aE|.. aEsistriku mendesis-desis saat kulihat jari telunjuk dan ibu jari yang besar
kasar sebelah kanan Suwerto berhasil memencet, memelintir sambil menarik narik kelentit istriku
sehingga istriku mengkangkangkan kedua kakinya
aEsaduuugghh aE| Weeeerttoooo aE|aE|.. aduuugghh aE| aduuugghh aE| Weeeerttoooo aE|aE|..
aEsistriku merintih setiap jari telunjuk dan ibu jari yang besar kasar Suwerto memencet, memelintir
sambil menarik narik kelentit istriku dengan kasarnyaaE|
Istriku semakin mengkangkangkan kedua kakinya sehingga Suwerto semakin mudah memepermainkan
kelentit istriku aE|.
aEsEnak Tante Yati ? katakan, sayangaE|aEtbisik pemuda kekar berkepala gundul berkulit hitam itu
sambil menciumi wajah istriku yang terangsang berat
aEsOooooooooggghhhhhzzz aE|.. aE|aEtistriku mendesis-desis karena jari telunjuk dan jari tengah yang
besar kasar kanan Suwerto kini mengelus-elus bibir vagina istriku sehingga bunyi kecepak lendir vagina
istriku terdengar olehkuaE|
Sedangkan jari telunjuk dan ibu jari yang besar kasar kiri Suwerto ganti memencet, memelintir sambil
menarik narik kelentit istriku
aEsWeeeerttoooo aE|aE|.. aEsistriku mendengus-dengus, pantat bahenol bergetar hebat aE|.
aEsMmmmmmpppppppffzzzz aE|aE|.. aEsistriku kembali mendesis-desis saat jari telunjuk dan jari
tengah yang besar kasar kanan Suwerto secara bersamaan menjejali liang vagina istriku dan jari telunjuk
dan jari tengah yang besar kasar kanan Suwerto mulai mengocok liang vagina istriku yang melenguh
panjang dan kedua mata istriku terbelalak dan terbalik-balik merasakan jari telunjuk dan jari tengah
yang besar kasar Suwerto mengorek-ngorek liang vagina istriku
aEsWeeeerttoooo aE|aE|.. aaaampuuuuuun aE|aE| Eeeeeeeeegggggghhhhhhhzzzzzzz aE|aE|..
aEsistriku mendesah-desah saat jari telunjuk dan jari tengah yang besar kasar kanan Suwerto mengorek
kemudian menekuk dan menggaruk liang vagina istriku aE|.
aEsWeeeerttoooo aE|aE|.. taaanteeee gaaak sanguuuup aE|.taaanteeeee aE|.ngngngngngngngzzzzzzz
aE|aE|.. aEsistriku mengejan panjang dan tubuh sexy istriku bermandikan keringat itupun meliuk liuk
seperti cacing kepanasan dan mengejang ngejang saat orgasme pertamanya dengan pemuda kekar
berkepala gundul berkulit hitam aE|
Suwerto langsung merunduk dan bibir tebal hitam nya menyedot-nyedot kelentit dan bibir vagina istriku
yang dengan serta merta mengkangkangkan kedua kakinya lebar lebar aE| istriku mengesek-gesek kan
selangkangan nya ke bibir tebal hitam Suwerto dan dengan sigap Suwerto semakin menyedot-nyedot
bibir vagina dan kelentit istriku yang terangsang hebataE|
Kedua ibu jari tangan kekar Suwerto membuka lebar bibir vagina istriku dan kulihat lidah panjang kasar
Suwerto menjilati bibir vagina dalam istriku
aEsEeeeeeeeegggggghhhhhhhzzzzzzz aE|aE|.. Eeeeeeeeegggggghhhhhhhzzzzzzz aE|aE|..
aEsistriku mendesis-desis mengkangkangkan kedua kakinya sambil mengangkat-angkat pantat bahenol
sambil mengesek-gesek kan bibir vagina ke bibir tebal hitam dan lidah panjang kasar Suwerto yang
semakin liar menjilati bibir vagina dalam istriku aE|..

aEsHeeeeeggghhhhzzzz aE|aE|.aEt istriku mendesah-desah saat lidah panjang kasar Suwerto menjejali
liang vagina istriku dan jari-jari tangan istriku memeluk kepala gundul Suwerto menekan dan mengesekgesekan bibir vagina dan kelentit nya ke bibir tebal hitam Suwerto dimana lidah panjang kasar Suwerto
semakin menembus masuk ke liang vagina istriku dan kepala gundul itupun menyodok-nyodok ke depan
menghujam dalam-dalam lidah panjang kasar nya di liang vagina istriku aE|
aEsWeeeerttoooo aE|aE|.. Tante Yatiiiii aE| mau laaagiiiii aE|..ngngngngngngngzzzzzzz aE|aE|..
aEsistriku mengejan panjang menyemburkan air maninya kembaliaE|..dan aEssroop aE| srooopaEt
kudengar mulut Suwerto menghisap-hisap lendir vagina istriku yang membuat istriku melenguh panjang
dan menggeram tak karuan dengan tubuh bermandikan keringat dan mengejang ngejang disertai
gemeletuk gigi istriku menahan kenikmatan orgasme dan kegelian yang amat sangat
Istriku mengejan panjang dua kali lagiaE| sebelum tubuhnya limbung ke samping kiriaE|.
Melihat istriku terkapar lemas, Suwerto pun berdiri dan membuka resleting celana jins nya dan jari-jari
tangan lelaki yang besar-besar itu merogoh ke dalam dan mengeluarkan batang kemaluan seperti botol
sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah yang menegang kaku dengan kepala jamur terbelah dengan
lubang kencing yang besar aE|.
Jari-jari tangan kanan lelaki yang besar-besar itu memegang batang kemaluan seperti botol sprite 200cc
berurat sebesar cacing tanah nya dan jari-jari tangan kiri lelaki yang besar-besar itu membuka lebarlebar bibir vagina istriku dan mngarahkan kepala jamur terbelah dengan lubang kencing yang besar itu
ke bibir vagina istriku yang ternganga lebar
Suwerto mengesek-gesek kan kepala jamur terbelah dengan lubang kencing yang besar ke liang vagina
luar istriku dan kemudian menjejalkan ke liang vagina istriku kuat kuat sehingga istriku merengek seperti
orang menangis merasakan desakan kepala jamur terbelah dengan lubang kencing yang besar aE|..
Suwerto mengkangkangkan kedua kaki istriku lebar-lebar dan kulihat bibir vagina istriku
menggelembung meremas batang kemaluan seperti botol sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah
Suwerto
aEsHeeeeeggghhhhzzzz aE|aE|. aEsistriku mendesis-desis saat Suwerto menjejalkan batang kemaluan
seperti botol sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah ke dalam liang vagina istriku yang terkapar
lunglai dengan kedua kakinya terkangkang lebar
Istriku hanya mencengkeram kuat kedua pergelangan tangan Suwerto yang menekan kedua kaki istriku
yang terkangkang lebar dan kedua mata istriku terbelalak dan terbalik-balik saat Suwerto menghujam
dalam-dalam batang kemaluan seperti botol sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah ke dalam liang
vagina istriku disertai gemeletuk gigi istriku
aEsKenapa Tante Yati ?aEtbisik Suwerto mendekatkan wajahnya ke wajah istriku dan Suwerto melumat
bibir istriku dan tubuh kekar itu menindih tubuh sexy nan mungil istriku yang bermandikan keringat aE|
Suwerto kemudian menggoyang kan pantat sekal hitam nya diantara paha padat istriku yang
terkangkang lebar dan kudengar istriku merintih
Rintihan istriku berubah mengerang saat Suwerto semakin menggoyang dan mengesek-gesekkan pantat

sekal hitam nya


aEsaaaampuuuuuun aE|aE| Weeeerttoooo aE|aE|.. aaaampuuuuuun aE|aE| aEsistriku mengerang
aEskenapa Tante Yati ? kenapa, sayangaE|aEtbisik Suwerto yang semakin menggila mengesek-gesek kan
selangkangan nya ke selangkangan istriku
aEsZzzuuuudaaaccgghh aE|.. Zzzzaaakiiiiiiit aE|aE|.aEtistriku merintih keras saat Suwerto semakin
mengesek-gesek selangkangan nya ke selangkangan istriku
aEskenapa Tante Yati ?aEt
aEsrreezzzletiiing clanamuuuu Weeeerttoooo aE|aE|.. aEsistriku mengerang dan baru kutahu karena
resleting celana jin Suwerto mengesek-gesek bibir vagina istriku
aEsBiar Tante Yati gak pake celana dalam besok heh heh ..aEtSuwerto terkekeh-kekeh aE|
Malam itu, Suwerto tak pernah melepas batang kemaluan seperti botol sprite 200cc berurat sebesar
cacing tanah dari liang vagina istriku dimana releting celana jins Suwerto terus mengesek-gesek bibir
vagina istriku hingga terlukaaE|
Selain itu, Suwerto menghisap-hisap kedua payudara montok istriku maupun leher istriku sehingga
meninggalkan pagutan-pagutan merah di leher dan payudara montok istriku bahkan Suwerto bukan saja
memencet, memelintir sambil menarik narik kedua puting susu hitam sebesar kelingking istriku dengan
jari-jari tangan lelaki yang besar-besar itu tetapi juga menggigt kedua puting susu hitam sebesar
kelingking hingga istriku mengerang, melenguh panjang
Akupun tertidur setelah aku mengocok batang kemaluan ku melihat adegan istriku tersiksa dalam
kenikmatan birahiaE|.
Pagi harinya, aku terbangun dan kulihat istriku yang sudah memakai seragam blazer berleher rendah
dan rok klok hitam ketat di pinggul duduk di kursi panjang dengan wajah pucat pasi dan menggigit
bibirnyaaE|
aEsSudahhh bangun, mas..?aEttanyanya
aEsYaaaE| kok melamun? tanyaku
aEsMaaf aku lupaaE|.kita besok pindah rumah ya, masaE|Aku dapat rumah di daerah sana
aE|aEtkatanya sambil menyebut perumahan baru yang memang cukup mewah dari rumahku
sekarangaE|.
aEsYa, kalau sudah dapataE|aEtkataku aE|.
aEsterima kasih, masaE|aEtkatanya berseri seri..
Bergilir 1
Istriku berpamitan saat aku mandi, dan akupun iseng untuk melihataE|. Istriku berjalan tertatih-tatih
keluar rumah dan akupun yakin pagi itu istriku tak mengenakan BH dan celana dalam nya
Akupun berangkat bekerja dan karena malamnya aku hanya tidur sebentar, tak ayal lagi, badanku
meriang sehingga aku minta ijin untuk pulang setengah hariaE|.

Aku terpaksa memakai angkutan umum untuk pulang aE|.


Aku merasa aneh saat ku datang ke rumah, kembali kulihat bayang-bayang Mbah Towo terkekeh-kekeh
di pintu samping rumahku.. dan menghilangaE|
Aku mengira istriku bekerja hari itu, tapi kulihat sepeda butut, milik pemulung kecil, yang sering kutemui
akhir-akhir ini mengintip istriku berganti pakaian dari jendela nako samping rumah dengan alasan
mengambil barang-barang bekasaE|
Pagi itu, aku masuk rumah dengan mudah karena pintu rumah tak terkunciaE|. aku melepas sepatuku,
perasaan aneh kembali muncul saat kulihat bayangan Mbah Towo memanggilku ke arah belakang
rumahaE|..
Rumah dalam keadaan sepi dan akupun dengan hati-hati melangkah saat mendekati kamar yang
belakang yang dulu dipakai pembantukuaE|
Benar .. hatiku terkesiap saat aku melihat dari pintu tengah aE|.
Aku mendekati kamar yang tidak tertutup rapat dan kulihat istriku tidur di ranjang pembantu berukuran
kecil itu dan kulihat pemulung kecil itu jongkok tepat dibawah istriku tidur.
Posisi istriku yang tidur dengan meregangkan kedua kaki nya, membuat pemulung kecil itu jongkok
sambil menatap tajam di selangkangan istriku yang aku yakin tak memakai celana dalam aE|..
Keyakinanku kinipun terjadi saat dengan mengendap-endap pemulung kecil itu naik dari bawah ranjang
dengan perlahan-lahan meraih dan menyingkapkan daster kaos ketat yang mencetak lekuk tubuh istriku
bagian bawahaE|..
Kulihat mata kecil itupun menatap nanar ke selangkangan istriku yang ditumbuhi bulu kemaluan lebat,
kulihat tubih pemulung kecil itu bergetar, menelan ludah beberapa kaliaE|
Tangan kecil itupun dengan gemetaran mendekat ke selangkangan istriku dan jari-jari tangan kecil
itupun meraba bulu kemaluan lebat istriku dan karena tak ada reaksi dari istriku , maka jari-jari tangan
pemulung kecil itupun mulai mengelus-elus selangkangan istriku aE|..
Tiba-tiba istriku meregangkan kedua kaki nya dan menekuknya sehingga kedua kaki istriku terkangkang
lebar dan pemulung kecil itupun bisa melihat jelas bibir vagina istriku dan kini dengan keberaniannya
pemulung kecil itupun meraba-raba bibir vagina istriku dengan jari telunjuk nya
istriku tak bereaksi dalam tidurnya saat itu, aE|. karena malam harinya istriku malam harinya telah
disetubuhi Suwerto pemuda kekar berkepala gundul berkulit hitam entah berapa kali sampai paginya
istriku kutemui melamun dan pucat pasi
Pemulung kecil itupun dengan berani membuka bibir vagina istriku dengan jari-jari tangan nya..
Awalnya jari-jari tangan pemulung kecil itu mengelus-elus bibir vagina istriku kemudian menggosok-

gosok bibir vagina istriku dan tak lama kemudian bunyi kecepak lendir vagina istriku terdengar aEscek
cek cekaEt
Maka pemulung kecil itu semakin berani dimana tubuh kecil itu naik ke ranjang dimana istriku tidur
tertelentang dengan kedua kakinya yang terkangkang lebar aE|
Jari-jari tangan pemulung kecil menguak bibir vagina istriku dan jari telunjuk dan ibu jari kiri mungil itu
dengan beraninya memelintir dan memencet kelentit istriku sementara itu, jari telunjuk, jari tengah dan
jari manis nya menggosok-gosok bibir vagina istriku aE|.
Pantat bahenol istriku bergetar hebat, kedua tangan istriku hanya menggapai-ngapai dan
mengkangkangkan kedua kakinya lebar lebar tanpa terbangunaE|.
Dengan instingnya pemulung kecil itu memasukkan jari tengah mungilya dan mulai mengocok liang
vagina istriku menggelinjang aE|
Karena istriku hanya mendesis-desis dan mendesah-desah maka pemulung kecil itupun dengan
keberaniannya menjejali liang vagina istriku dengan jari telunjuk, jari tengah dan jari manis nya, mulai
mengocok liang vagina istriku dengan jari telunjuk, jari tengah dan jari manis nya dan mengobok-obok
liang vagina istriku aE|.
Nafas istriku mendengus-dengus dan tubuh istriku bermandikan keringat saat secara bersamaan jari
telunjuk dan ibu jari kanan pemulung kecil itu memencet, memelintir sambil menarik narik kelentit
istriku Sedangkan jari telunjuk, jari tengah dan jari manis pemulung kecil itu menggaruk liang vagina
istriku bahkan aku sangat heran saat jari telunjuk, jari tengah dan jari manis pemulung kecil itu tertekuk
sambil ditarik keluar dari liang vagina istriku berulang-ulang yang membuat istriku menggelepar dan
tubuh istriku meliuk liuk seperti cacing kepanasan aE|
Tak lama kemudian kudengar istriku yang bermandikan keringat dan tertidur itupun menggeram dan
akhirnya mengejan panjang saat orgasme pagi hari ituaE|..
Tubuh istriku lunglai dan kedua kakinya semakin terkangkang lebar dan pemandangan selangkangan
istriku yang basah oleh lendir vagina nya membuat pemulung kecil itu beringas aE|aE|.
Pemulung kecil itupun memeluk kedua paha padat istriku dan jari-jari tangan nya membuka lebar bibir
vagina istriku yang basah oleh lendir vagina istrikupun, kepala pemulung kecil itupun terbenam di
selangkangan istriku dan tanpa ampun bibir kecil itupun menciumi bibir vagina istrikuaE|.
Lidah pemulung kecil itupun menjilati bibir vagina istriku yang membuat pantat bahenol istriku bergetar
hebat dan istriku pun melenguh saat mulut kecil itu menyedot-nyedot kelentit istriku dan bibir vagina
istriku bergantian aEssrooop srooopaEt suara mulut pemulung kecil menyedot-nyedot kelentit dan bibir
vagina istriku yang membuat kedua kaki istriku terkangkang lebar dan terkatup menyepit kepala
pemulung kecil itu dengan pantat bahenol istriku bergetar hebat dan menggelinjang
Saat-saat mendekati orgasme kedua nya istriku pun terbangunaE|.kedua mata istriku kedua mata istriku

terbelalak dan terbalik-balik dan begitu istriku sadar kedua matanya menatap nanar ke selangkangan
nya yang tengah digarap oleh pemulung kecil ituaE|
aEsAppaaaaa yaaaang kamuu lakukaaan PartoooooaE|aE|.aEt istriku merintih karena antara akan
marah dan orgasme kedua nya begitu dekat, maka kedua tangan istriku yang akan menempeleng Parto
berubah mencengkeram kuat dan mengesek-gesek kan kepala kecil itu ke selangkangan istriku sebelum
istriku mengejan panjang dan pantat bahenol istriku terangkat-angkat bergetar hebat mengesek-gesek
kan kepala Parto ke selangkangan nya saat orgasme kedua istriku meledak pagi ituaE|.
aEsKamuuuuuuuuuu naaakaaaaaaaal PartoooooaE|aE|. aEsistriku mengerang dan mengejan panjang
sebelum tubuh istriku tertelentang lunglai dengan kedua kakinya terkangkang lebar di ranjang
Melihat istriku terkapar lunglai dan melihat bibir vagina ternganga lebar, Parto, pemulung kecil itupun
memelorotkan celana kolor dekilnya dan mulut istriku ternganga lebar melihat batang kemaluan seperti
botol sprite 200cc belum disunat berkulup tebal berdiri menegang kaku
Istriku yang dalam posisi tertelentang dengan kedua tangannya di atas kepalanya dan kedua kaki istriku
terkangkang lebar kecapain membuat Parto leluasa untuk menindih istriku
aEsJaaaangaaaaan naaaak aE|..kaaauuuuu maazziiihhh Eeeeeeeeegggggghhhhhhhzzzzzzz aE|aE|..
.aEtistriku mendesis-desis saat kepala jamur berkulup belum sunat itu sudah menjejali liang vagina
istriku yang ternganga lebar dan dengan tenaga mudanya, Parto, pemulung kecil itu menyodokan
batang kemaluan seperti botol sprite 200cc belum disunat itu ke dalam liang vagina istriku
aEsOooooggghhhhhzzz aE|.. PartoooooaE|aE|. aEsistriku mendesah
aEsKenapa Bu Yati ?aEt bisik Parto
aEsZzzuuuudaaaccgghh aE|.. Zaaangaaaaaaan aE|aE|aE|..Zzzzaaakiiiiiiit aE|aE|. aEsistriku merintih
aEsKok sakit Bu Yati ? Kebesaran yaaaaa?aEtParto mendesis sambil terus menyodok-nyodokan batang
kemaluan seperti botol sprite 200cc belum disunat nya ke dalam liang vagina istriku yang membuat bibir
vagina istriku menggelembung besar
aEskamuuuuu anaaaaak keciiiiil kooook aE|. beeeezaaaaaaar anumuuuuaE|aEtistriku mulai meracau
aEsApaku yang besar, Bu Yati .?aEt
aEsAaaanuumuuuu beeezaaaaar aE|aE|PartoooooaE|aE|. aEs
aEsApakuuu Bu Yati aE|.ayooo ngomong aE|. Bu Yati atauu tak keraskan !!!kata pemulung kecil itu
sangat berani, karena mengetahui istriku terangsang hebataE|.
aEsBilang kontol Parto besar, Bu Yati aE|aEtkata Parto menyuruh istriku
aEsOooooggghhhhhzzz aE|.. kooooontolooolmuuu beeeezaaaaar aE|.
naaaaaagggghhhhzzz aE|..aEttak kunyana istriku merintih seperti itu pada pemulung kecil yang memang
mempunyai batang kemaluan seperti botol sprite 200cc belum disunat
aEsbesar mana dengan punya bapak, Bu Yati ?aEttanya pemulung kecil itu semakin berani
aEsbbeeeeezzzzzzaaaaaaar kooooontooooolmuuuuuu PartoooooaE|aE|. aEsistriku menjawab dengan
mendesis-desis karena Parto mulai mengocok mengeluarmasukkan batang kemaluan seperti botol sprite
200cc belum disunat nya di dalam liang vagina istriku yang terbuka maksimal

aEsaduuugghh aE| aduuugghh aE| PartoooooaE|aE|. aEs


aEsKenapa Bu Yati aE|.
aEsEnaaaagghhhhkkkkaE|aE| koontollmu enaaaagghhhhkkkkaE|aE| booonggooolmuuuu
enaaaagghhhhkkkkaE|aE| PartoooooaE|aE|. aEt
Tak seperti biasanya yangpernah kulihat, istriku bereaksi atas keluar masuk nya batang kemaluan seperti
botol sprite 200cc belum disunat pemulung kecil aE|
aEsBonggooolmu menuuusuuuuggghh mulut rahim ibuuuuuaE| geeeenjoooot PartoooooaE|aE|. aEs
Tak ayal lagi, Parto pun mengocok batang kemaluan seperti botol sprite 200cc belum disunat nya
menggenjot keluar masuk dengan cepatnya aE|yang membuat kedua mata istriku terbelalak dan
terbalik-balik merasakan genjotan batang kemaluan seperti botol sprite 200cc belum disunat milik Parto
aEsPartoooooaE|aE|. itiiiil ibuuuuu aE|.tempiiiik ibuuuu iiikuuut kamuuu gezzeeek gezzzeeeghhh
PartoooooaE|aE|. aEs
Tubuh istriku pun bermandikan keringat menggelinjang aE|pantat bahenol istriku bergoyang memutar
aEsIiiiiibuuuuuu keluaaaaaaar saaaaayaaaaanggaE|aE|aE| ngngngngngngngzzzzzzz aE|aE|.. aEt
istriku menggeram keras dan pantat bahenol istriku tersentak-sentak saat siang itu mencapai orgasme
yang meledak-ledak sementara itu, Parto menghujam dalam-dalam batang kemaluan seperti botol
sprite 200cc belum disunat nya di dalam liang vagina istriku
Kulihat istriku memeluk erat pemulung kecil itu layaknya kekasihnya, dimana kedua kaki istriku
menggapit pantat kerempeng pemulung kecil Sedangkan pantat bahenol istriku sesekali tersentaksentak sisa dari kenikmatan orgasmenya.
Pemulung kecil itu merasakan empuknya kedua payudara montok istriku yang masih terbalut daster
kaos ketat yang mencetak lekuk tubuh istriku dan kedua jari-jari tangan mungil itu mulai mengerayangi
kedua payudara montok istriku aE|
aEsPartoooooaE|aE|. aEsistriku mendesis-desis saat Parto mulai meremas-remas kedua payudara
montok istriku dan kulihat kedua puting susu hitam sebesar kelingking telah yang mencuat kencang dari
balik daster kaos ketat yang mencetak lekuk tubuh istriku aE|
aEsEeeeeeeeegggggghhhhhhhzzzzzzz aE|aE|.. aEsistriku mendesis-desis kembali dan tubuh istriku
menggelinjang saat jari-jari tangan Parto mengelus-elus kedua puting susu hitam sebesar kelingking
istriku yang mencuat kencang
aEsKenapa Bu Yati ?aEttanya Parto
aEsEnaaak PartoooooaE|aE|. aEs
Tak ayal lagi Parto memelintir dan memencet kedua puting susu hitam sebesar kelingking istriku yang
langsung mendesah-desah keenakan
aEsenaaaagghhhhkkkkaE|aE| PartoooooaE|aE|. aEsdan istriku menggoyangkan pantat bahenol nya dan
Parto bereaksi mengeluarmasukkan batang kemaluan seperti botol sprite 200cc belum disunat nya di
dalam liang vagina istriku

aEsOooooggghhhhhzzz aE|.. PartoooooaE|aE|. itiiiiil ibuuuuu Oooooggghhhhhzzz aE|.. teeempiiiik


ibuuuuuu kamu gezzeeek gezzzeeeghhh pakeee kooontttooolmuuu aE|. kontoolmu gedeeee
aE|PartoooooaE|aE|. kuuuluuupmuuuu bikiiin toroooook ibuuuu gateeel aE|aE|aEtracauan istriku
menjadi-jadiaE|
aEsBooonggoooolmuuuuu menuuuuzzzzuk mulut rahim ibuuuu aE|PartoooooaE|aE|. ibuuuu aE|
Oooooggghhhhhzzz aE|.. keluuuaaaaaaar aE|aE| ngngngngngngngzzzzzzz aE|aE|.. aEspantat bahenol
istriku tersentak-sentak kembali saat mencapai orgasme kedua nyaaE|
Kali ini Parto tak berhenti menggenjot keluar masuk batang kemaluan seperti botol sprite 200cc belum
disunat dengan cepatnya di liang vagina istriku yang sudah bermandikan keringat dan Parto
menyusupkan kedua tangannya ke daster kaos ketat yang mencetak lekuk tubuh istriku dan mengual
kedua payudara montok istriku dari daster kaos ketat yang mencetak lekuk tubuh istriku aE|.
aEsOooooggghhhhhzzz aE|.. aEsistriku mengerang saat mulut mungil Parto mencaplok payudara
montok kanan istriku dan Parto , pemulung kecil itu kaget sesaat saat merasakan air susu memancar
deras di mulut kecilnya dan Parto menyedot-nyedot payudara montok kanan istriku menggeliat tak
karuan sementara itu, Parto menggenjot keluar masuk batang kemaluan seperti botol sprite 200cc
belum disunat nya dengan cepatnya bahkan menghujam dalam-dalam batang kemaluan seperti botol
sprite 200cc belum disunat nya yang membuat kedua mata istriku terbelalak dan terbalik-balik
merasakan kepala jamur berkulup belum sunat Parto menyodok-nyodok mulut rahim istriku aE|.
aEsngngngngngngngzzzzzzz aE|aE|.. aEsistriku mengerang kembali dan pantat bahenol istriku tersentaksentak kembaliaE|..Parto tak berhenti menggenjot keluar masuk batang kemaluan seperti botol sprite
200cc belum disunat di dalam liang vagina istriku aE| Parto semakin menghujamkan dalam-dalam
batang kemaluan seperti botol sprite 200cc belum disunat nya di dalam liang vagina istriku
sementara itu, mulut Parto sudah mengulum dan menyedot-nyedot payudara montok kiri istriku sampai
akhirnya air susu istriku habis aE|
Parto kemudian menarik pantat bahenol istriku hingga kedua kaki istriku terjuntai ke lantai dan
selangkangan istriku tepat di tepi ranjang
Aku tak mengerti, maksud pemulung kecil itu
Rupanya Parto menghujam dalam-dalam batang kemaluan seperti botol sprite 200cc belum disunat nya
di dalam liang vagina istriku, kedua tangan kecil itu dengan kuat menekan sambil meremas-remas kedua
pantat bahenol istriku sehingga kepala jamur berkulup belum sunat nya sampai ke dasar mulut rahim
istriku
Istriku tak pernah berhenti mengerang dan mengejan panjang aE|.entah berapa kali sampai tubuh
istriku tak lagi menggelinjang aE|.
aEsBu Yatiiiiiiiiiii aE|..PartoooooaE|aE|. mauu pipiiiiiiiizzzzzaE|aE|.aEtdan kemudian kulihat pantat
kerempeng Parto tersentak-sentak menyemburkan air maninya ke dalam liang vagina istriku dan tubuh
kecil itu menindih istriku yang lunglai kehabisan tenaga melayani pemulung kecil ituaE|.

Aku kemudian ke kamarkuaE|.tiduranaE|


aEsOooh bapak sudah pulangaE|saya mohon pamit, pakaE|aEtkatanya enteng seolah pemulung kecil itu
tak menyetubuhi istriku sampai lemasaE|
Akupun sejak itu menunggu saat pemulung kecil itu di sekitar perumahanaE| tapi aku tak pernah
mendapati, sampai suatu hari saat aku kembali dari kerja yang kurencanakan lembur akhirnya batal,
karena bossku harus ke kantor pusat..
Sore itu hujan deras begitu aku sampai rumahku.
Aku terkejut saat pintu depan terkunci, sehingga aku melalui pintu samping yang memang ku bawa
karena memang rencanaku lembur.
Aku tersadar di muka pintu rumahku, ada sebuah becak mangkal tanpa tukang becak, kutahu itu becak,
Pak Jo, lelaki tua berumur 60 tahunan yang biasa mangkal di depan rumahku.
Aku selalu melihat mata Pak Jo, lelaki tua berumur 60 tahunan itu, selalu nanar saat istriku memakai
daster kaos ketat yang mencetak lekuk tubuh istriku saat istriku berbelanja di pak sayur tua yang lewat
setiap dua hari sekali
Begitu aku membuka pintu, kudapati sepeda butut Parto bersandar di dinding samping rumah, karena
hujan lebat maka tak suara membuka kunci pintu tak terdengar.
Setelah melepas sepatu, aku berjingkat mendekati selambu yang memisahkan ruang tamu dan keluarga
dan kudapati pemandangan yang biasa aku lihataE|.
Tampak istriku duduk di kursi panjang masih memakai rok klok hitam ketat di pinggul dan blouse
kerjanya..duduk diantara Pak Jo, tukang becak tua lelaki tua berumur 60 tahunan di sebelah kanan
istriku, jari-jari tangan lelaki yang besar-besar dan keriput itu tengah meremas-remas payudara montok
istriku yang terbungkus blouse aE|
aEsJangaaaaan Pak Jooooooo aE|aE|..aEtkudengar istriku merintih menghibaaE|
aEsLoch kenapa ?? Jeng Yati nggak mauuu..haaah aE|???!!!!Pak Jo menghardik
aEsZaaangaaaaaaan aE|aE|aE|.. aEsistriku mendesah-desah saat jari-jari tangan lelaki yang besar-besar
dan keriput itu menyusup paksa ke blouse istriku sementara itu, tangan kiri Pak Jo memeluk erat tubuh
istriku yang meronta-rontaaE|
Sedangkan Parto telah jongkok di bawah istriku duduk tangan kecil kanannya telah menyusup ke rok
klok hitam ketat di pinggul istriku aE|
aEsIiiih Bu Yati gak pakai celana dalam kalau bekerjaaaE|.aEtkata Parto pemulung kecil itu dan
menyingkapkan rok klok hitam ketat di pinggul istriku sehingga selangkangan istriku yang ditumbuhi
bulu kemaluan lebat pun terpampang dan kulihat jari-jari tangan Parto telah mengelus-elus
selangkangan istriku yang membuat istriku menggelinjang dan meregangkan kedua kaki nya sehingga
tanpa menunggu Parto menggosok-gosok bibir vagina istriku ..
aEsPartoooooaE|aE|. aEsistriku hanya mendesis-desis dan dengan sigap Parto mengkangkangkan kedua

kaki istriku dengan menekan kedua kaki istriku ke samping


Kulihat jelas kedua ibu jari Parto membuka lebar-lebar bibir vagina istriku dan dengan antusias
pemulung kecil itu menrongkan bibir tebal hitam nya dan menciumi bibir vagina istriku aE|
aEsPartoooooaE|aE|. aEsistriku mendesah-desah kembali saat pemulung kecil itu menjilati bibir vagina
istriku ..pantat bahenol istriku bergetar hebat dan bergoyang memutar, terangkat-angkat bergetar
hebat sehingga bibir vagina istriku semakin mengesek-gesek ke bibir tebal hitam Parto ..
Istriku pun tak kuasa mempertahankan diri dari Pak Jo yang berusaha terus membuka kancing-kancing
blouse nya karena merasakan lidah Parto semakin gencar menjilati bibir vagina istriku bahkan kulihat
mulut Parto menghisap-hisap bibir vagina istriku dan kelentit istriku
Pak Jo tukang becak tua lelaki tua berumur 60 tahunan itupun berhasil melepas kancing-kancing blouse
istriku dan dengan kasar jari-jari tangan lelaki yang besar-besar dan keriput itu menarik BH istriku hingga
putus dan terkuallah kedua payudara montok istriku dimana kedua puting susu hitam sebesar kelingking
istriku sudah menegang kaku menandakan nafsu istriku sudah memuncakaE| karena mulut Parto
menyedot-nyedot bibir vagina istriku terbuka lebar-lebar dan memencet, memelintir sambil menarik
narik kelentit istriku aE|.
aEsaduuugghh aE| PartoooooaE|aE|. Pak Jooooooo aE|aE|.. aEsistriku mendesis-desis tak karuan Pak Jo
pun meremas-remas kedua payudara montok istriku dengan ganasnya, mungkin baru kali ini Pak Jo
tukang becak tua lelaki tua berumur 60 tahunan itu merasakan tubuh wanita yang status sosialnya jauh
di atas kehidupannyaaE|
aEsJeng Yati susu mu montok, pentilmu besaar aE|aEtungkapnya
aEsOooooggghhhhhzzz aE|.. Pak Jooooooo aE|aE|.. aEsistriku mendesah-desah saat jari telunjuk dan
ibu jari yang besar kasar Pak Jo memencet, memelintir sambil menarik narik kedua puting susu hitam
sebesar kelingking istriku yang menegang kaku aE|.
sementara itu, jari telunjuk, jari tengah dan jari manis Parto sudah mengobok-obok liang vagina istriku
sehingga istriku semakin mengkangkangkan kedua kakinya aE|.
Parto kemudian naik ke kursi panjang
aEsMbah Jooo sedotaE|. susu Bu Yati keluaraE|.aEtkatanya langsung mengulum dan menyedot-nyedot
payudara montok kiri istriku sementara itu, jari telunjuk, jari tengah dan jari manis Parto terus
mengocok, mengobok-obok, menggaruk dan bahkan juga jari telunjuk, jari tengah dan jari manis Parto
tertekuk sambil ditarik keluar mengorek-ngorek liang vagina istriku yang mengerang, menggeram,
merengek seperti orang menangis dengan kedua mata istriku terbelalak dan terbalik-balik
Kedua lelaki berbeda umur jauh itu berpesta pora pada tubuh istriku yang bermandikan keringat dan
mendengus-dengus dimana Pak Jo, tukang becak tua lelaki tua berumur 60 tahunan dan Parto,
pemulung kecil menghisap-hisap, mengulum dan menyedot-nyedot kedua payudara montok istriku
sementara itu, jari-jari tangan mereka menggosok-gosok bibir vagina dan kelentit istriku juga mengobokobok, menggaruk dan mengorek-ngorek liang vagina istriku aE|..Istriku hanya bisa merintih, melenguh
panjang, menggeram, menggelinjang dan merengek seperti orang menangis dimana kedua mata istriku
terbelalak dan terbalik-balik dan nafsanya mendengus-dengus dengan tubuh bermandikan keringat
mengejang meliuk liuk seperti cacing kepanasan

Begitu gencarnya kedua lelaki itu merangsang istriku hanya hitungan menitt istriku mengejan panjang
aEsEeeeeeeeegggggghhhhhhhzzzzzzz aE|aE|.. aEsdan pantat bahenol istriku tersentak-sentak saat
orgasme pertamanya meledak.dan suara istriku yang melenguh panjang aE|.
Tubuh istriku yang mulai lunglai itupun direbahkan ke kursi panjang dan Pak Jo mengkangkangkan kedua
kaki istriku dan menempatkan tubuhnya diantara kedua kaki istriku yang terkangkang lebar dan
dikeluarkannya batang kemaluan seperti botol sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah yang sudah
menegang kaku aE|
Jari-jari tangan Parto pun menguak lebar bibir vagina istriku yang sudah basah oleh lendir vagina nya
sehingga Pak Jo langsung mengarahkan kepala jamur batang kemaluan seperti botol sprite 200cc
berurat sebesar cacing tanah ke liang vagina istriku yang terbuka lebar
aEsUuuuggghhhccchhhzzz aE|aE|.aEtistriku melenguh saat dirasakannya kepala jamur batang kemaluan
seperti botol sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah Pak Jo, tukang becak tua lelaki tua berumur 60
tahunan itu menjejali liang vagina istriku yang membuat bibir vagina istriku menggelembung besar oleh
desakan batang kemaluan seperti botol sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah Pak Jo aE|.
Kulihat baru kali ini liang vagina istriku terbuka maksimal oleh jejalan kepala jamur Pak Jo yang hampir
sebesar bola tenis itu sehingga kedua mata istriku terbalik ke belakang sehingga bagian putihnya saja
yang kelihatan saking besarnya kepala jamur Pak Jo disertai desisan parau istriku
aEsPlukaEtkudengar suara mengatupnya bibir vagina istriku yang dilepas Parto dan Pak Jo menekan
masuk batang kemaluan seperti botol sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah itu ke dalam liang
vagina istriku dengan pelan tapi secara pasti bibir vagina istriku terikut masuk yang membuat pantat
bahenol istriku bergetar hebat dan istriku menggeram keras
aEsPak Jooooooo aE|aE|.. aaaampuuuuuun aE|aE| Uuuuggghhhccchhhzzz aE|aE|. aEs
aEsKenapa Jeng Yati .?aEt
aEsZzzuuuudaaaccgghh aE|.. Pak Jooooooo aE|aE|.. .rasanyaaa nggaaaak muuuaaataE|aEt
aEsApanya yang nggak muat, lonteku? Ayo katakan atauaE|
aEsApanya yang nggak muat, lonteku? Ayo katakan atauaE|aEsHeeeeeggghhhhzzzz aE|aE|. aEt istriku
mendesah begitu berat seolah punggungnya digebuk saat Pak Jo menggenjot kuat menjejalkan batang
kemaluan seperti botol sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah ke dalam liang vagina istriku
aEsLagiii Jeng Yati ?
aEsaaaampuuuuuun aE|aE| Pak Jooooooo aE|aE|.. aEs
aE~Katakan yang nggak mua tadi apa haah!! hardik Pak Jo
aEsTooooroookkuuuu aE|. Pak Jooooooo aE|aE|.. aEsmeluncurlah kata-kata dari mulut istriku yang
seharusnya keluar dari mulut lonte, cabo atau pelacur..
aEsNaaaghh gitu, Jeng Yati aE|pelacurku aE|.heh heh aE|aEtkata Pak Jo terkekeh-kekeh
aEsRasakan Jeng Yati ..aEtkata Pak Jo menyodok-nyodokan kembali dengan lembut batang kemaluan
seperti botol sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah nya ke dalam liang vagina istriku

aEsEeeeeeeeegggggghhhhhhhzzzzzzz aE|aE|.. enaaaagghhhhkkkkaE|aE| Pak Jooooooo aE|..aEt tak


kunyana istriku mengatakan kenikmatannya disetubuhi Pak Jo, tukang becak tua lelaki tua berumur 60
tahunan itu.
aEsbener, Jeng Yati yang cantikaE|enaknya gimana?aEt
aEsbener, Jeng Yati yang cantikaE|enaknya gimana?aEt
Eeeeeeeeegggggghhhhhhhzzzzzzz aE|aE|.. teeeempiiiikkuuuu aE| Pak Jooooooo aE|aE|.. maaazzzuuuuk
teeeerliiipaaat liiipaaaat Oooooggghhhhhzzz aE|.. akuuu keluaaaaaaaarrrrrrrggggggghhhhhhh
aE|aE|.ngngngngngngngzzzzzzz aE|aE|.. aEstubuh sexy istriku berkelejot tak karuan ..pantat bahenol
istriku tersentak-sentak memeluk tubuh tukang becak tua berumur 60 tahunan saat orgasme kedua
istriku meledak
Parto, pemulung kecil itu rupanya mengocok batang kemaluan seperti botol sprite 200cc belum disunat
dan menyodorkan ke mulut istriku
aEsMmmmpppzzzhh aE|. glek glek glek aE|.aEtistriku pun tak dapat menolak Parto menjejali saat mulut
istriku dengan batang kemaluan seperti botol sprite 200cc belum disunat nya yang menyemburkan air
maninya ke mulut istriku dan karena istriku baru saja orgasme tak ayal lagi istriku menelan air mani
pekat PartoaE|yang selama ini istriku tak mau melakukan padaku dengan alasan jijikaE|
Mulut istriku berlepotan air mani Parto
aEsJilati sampai bersih, Bu Yati aE|aEtperintah Parto
mulanya istriku engganaE|. tapi begitu Pak Jo, tukang becak tua berumur 60 tahunan itu kembali
menjejali dengan mantap liang vagina istriku yang terbuka lebar dengan batang kemaluan seperti botol
sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah nya maka istriku menjilati batang kemaluan seperti botol
sprite 200cc belum disunat milik Parto dengan mata terpejam dan tubuh istriku bermandikan keringat
itupun menggelepar kembali merasakan batang kemaluan seperti botol sprite 200cc berurat sebesar
cacing tanah Pak Jo menggaruk dinding liang vagina istriku diserati tergesknya bibir vagina dan kelentit
nyaaE|
Dalam waktu singkat, bersihlah batang kemaluan seperti botol sprite 200cc belum disunat milik Parto
dari air maninya dan Parto pun tertidur di lantai aE|
Kini hanya Pak Jo, tukang becak tua berumur 60 tahunan itu yang sedang menindih istriku menjejali
liang vagina istriku dengan batang kemaluan seperti botol sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah
nyaaE|
aEsJeng Yati aku pengen Jeng Yati berhiasaE|aEtkata Pak Jo
aEsAyoo Pak Jo aE|. kontolmu enaak aE|.aEttak kunyana istriku mengatakan ituaE|
Pak Jo mengangkat kaki kanan istriku kemudian memutar tubuh bagian bawah istriku hingga istriku
terbaring miring ke kiri..
aEsaduuugghh aE| Pak Jooooooo aE|aE|.. tooooroookkuuuu gaaateeel aE|.aEtistriku merintih saat
memutar tubuhnya karena batang kemaluan seperti botol sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah Pak
Jo yang masih terhujam di liang vagina istriku itu berputar di liang vagina istriku

aEsngngngngngngngzzzzzzz aE|aE|.. akuuu keluaaaaaaaarrrrrrrggggggghhhhhhh aE|aE|. aE~istriku


mengejan panjang dan pantat bahenol istriku tersentak-sentak kembali saat orgasmenya yang ke
tiganya tercapaiaE|
Tukang becak tua berumur 60 tahunan itu memeluk tubuh istriku dari belakang karena mereka berposisi
doggy styleaE|gaya anjing, batang kemaluan seperti botol sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah
menyodok liang vagina istriku dari belakangaE|..
Kini Pak Jo menarik tubuh istriku yang setengah telanjang hingga berdiri aE|
aEsAyoo jalan, Jeng Yati aE|aEtperintah Pak Jo
aEsaduuugghh aE| tooroookkuuu gateeel Pak Jooooooo aE|aE|.. aEsistriku mendesis-desis saat kedua
kaki istriku yang terkangkang lebar karena batang kemaluan seperti botol sprite 200cc berurat sebesar
cacing tanah Pak Jo tetap menjejali liang vagina istriku sehingga istriku berjalan dengan kedua kakinya
terkangkang lebar dan menungging nungging aE|.
Tak lebih dari lima langkah, istriku pun terhuyung ..tubuhnya menungging nungging dan kedua tangan
istriku memegang bingkai pintu kamarku kemudian mengejan panjang aEsPak Jooooooo aE|aE|.. akuuu
keluaaaaaaaarrrrrrrggggggghhhhhhh aE|aE|. aE|.aEtPak Jo memegang lipatan paha istriku sambil
menyodok-nyodokan batang kemaluan seperti botol sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah nya
menghujam dalam-dalam ke liang vagina istriku yang pantat bahenol nya tengah tersentak-sentak oleh
orgasme ke empatnyaaE|.
aEsenaaaagghhhhkkkkaE|aE| Pak Jooooooo aE|aE|.. aEsistriku merintih
Kini dengan tertatih-tatih istriku yang liang vagina nya yang masih dijejali batang kemaluan seperti botol
sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah Pak Jo menuju kursi meja riasnya di kamar pengantinkuaE|.
Baru kali ini seorang lelaki, yang masuk kamar pribadiku dan istriku dimana yang masuk adalah tukang
becak tua berumur 60 tahunan yang status sosialnya jauh di bawah kehidupanku dan umurnya jauh dari
umurku tetapi lelaki tua berumur 60 tahunan itulah yang telah membuat istriku orgasme lebih banyak
saat aku bersenggama dengan istriku aE|.
Akupun secepatnya masuk kamar sebelah kamar pengantinku dan menguncinya kemudian aku naik ke
almari dimana terdapat ventilasi yang bisa melihat seluruh isi kamar pengantinku
Kuintip dari ventilasi, Pak Jo duduk di kursi rias dengan memangku istriku yang mana batang kemaluan
seperti botol sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah tukang becak tua berumur 60 tahunan itu masih
menjejali liang vagina istriku
aEsJeng Yati lihat tempikmu menggelembung aE|. besok jembutmu dipotong gundul ya Jeng Yati aE|aEt
aEsIya Pak Jo apa maumuaE|. kalau aku pindah rumah Pak Jo ikut yaaaaE|aEt
aEspasti Jeng Yati aE|aEtkata Pak Jo sambil menggoyang pantat kerempeng bergelambir nya
aEsaku puas Pak Jooooooo aE|aE|.. kontolmu enak sekaliiii aE|. akuuu gaak puaaazz zama zzuamiikuuu
Pak Jooooooo aE|aE|.. Oooooggghhhhhzzz aE|.. Pak Jo ..Pak Jooooooo aE|aE|.. akuuu
keluaaaaaaaarrrrrrrggggggghhhhhhh aE|aE|. ngngngngngngngzzzzzzz aE|aE|.. aEsistriku merengek

seperti orang menangis saat orgasme kelimanya meledakaE|.


aEsEnak, lontekuaE|..aEt
aEsyaa Pak Jooooooo aE|aE|..
aEsSuamimu sudah rapuh banyak yang aEsmenggarapaEt diaaE|.aEt
aEsIyaa Pak Jo aE|. di rumah baru kita tidur bertigaaaaE|Eeeeeeeeegggggghhhhhhhzzzzzzz aE|aE|..
aEsistriku mendesis-desis saat jari-jari tangan lelaki yang besar-besar itu memencet, memelintir sambil
menarik narik kelentit istriku bersamaan dengan memencet, memelintir sambil menarik narik puting
susu hitam sebesar kelingking kiri istriku dan pantat kerempeng bergelambir Pak Jo pun bergoyang
memutar sehingga batang kemaluan seperti botol sprite 200cc berurat sebesar cacing tanah nya
mengobok-obok, menggaruk dan mengesek-gesek dinding liang vagina istriku dan erangan istriku
terdengar kembaliaE|saat orgasme keenamnya meledak
Karena akan terjatuh, akhirnya aku turun dari almari hanya kudengar erangan bersahutan antara istriku
dan Pak Jo, tukang becak tua berumur 60 tahunan beberapa menit kemudian dan sepi
Aku terjaga pagi harinya saat istriku merintih memanggil-manggil nama Parto dan istriku mengerang dua
kali Sedangkan ketiganya erangan istriku bersahutan dengan erangan Parto
sekitar pukul 7 pagi aku terbangun dan dengan pelan kubuka kunci kamar ..sepi aE|.begitu aku lihat ke
ranjang pengantinkuaE|kulihat istriku dengan pakaian acak-acakan tertelentang setengah telanjang
Aku masuk perlahan lahan dan aroma air mani sangat kuat menyengataE|
Entah bagaimana nanti, saat pindah rumah baruaE|. Akankah Pak Jo akan menuntut janji istriku untuk
tidur bertiga atau bereempat, aku, istriku, Pak Jo, tukang becak tua berumur 60 tahunan dan Parto,
pemulung kecil ? Aku memang suami istriku, Sedangkan kedua lelaki berbeda umur jauh itu? Mereka
pasti minta layanan sex istriku
Saat itu, aku mengantarkan istriku di sebuah seminar dua hari di sebuah hotel berbintang dan aku
menginap di suatu penginapan di kota itu, untuk menghemat ongkos kamarnya cukup bagus dan kamar
yang tersisa hanya kamar double beds. Istriku ditunjuk sebagai wakil dosen di universitasnya dan
rencananya seminar itu akan siadakan dua hari dimana dimuali pukul 8 pagi sampai pukul 2 siang.
IstrIku yang bahenol saat itu mengenakan blaser kuning berleher rendah sehingga kedua payudara
montoknya tampak dari balik blaser kuningnya dan tampak remang remang puting susu istriku di balik
blasernya karena saat itu istriku yang sudah berumur 40 tahun memakai BH tipis dan pantat bahenolnya
begitu menggoda saat berjalan dengan goyangannya karena istriku memakai rok span elastis hitam
walaupun perutnya sudah tak kecil lagi dan memakai sepatu bertumit tinggi.
Sering aku berpikiran buruk agar istriku menyeleweng dan aku dapat menemuinya dengan mengintip
bagaimana saat istriku digarap lelaki tua. Istriku memang pernah cerita kalau salah satu mahasiswanya
di kelas yang berada di luar kota pernah mempermainkan daerah sensitifnya di selangkangannya,
sehingga istriku tak berani berdiri lama-lama di kelas dan duduk di meja pengajar yang ditutup oleh
taplak meja saja.

Mas nanti nggak usah dijemput karena sudah disediakan angkutan oleh panitia. Mas, capai tidur saja,
kalau mau pijit saja, biar nanti malam tambah greng,tapi jangan dipijit cewek lho kata istriku Yah, cari
tukang pijit kakek kakek, sekalian mijit mijit anumu ?. kataku berseloroh Biar, selain memijit juga
menyuntik iniku, kata istriku tertawa sambil menunjuk selangkangannya Bener ?kataku Boleh kan,
mas? tanya istriku Kau memang pingin to, dik? tanyaku Ya, aku pingin mas, kata istriku vulgar
menatapku dengan tajam Boleh, kan? kata istriku merayu Kalau kau suka dan senang ? jawabku

Sesampai di penginapan, aku minta resepsionis untuk mencarikan


tukang pijit. Sampai aku makan siang, barulah muncul tukang pijit itu, orangnya tua memakai ikat kepala
dan membawa tas kulit kumal, berbaju hitam, dan celana komprang selutut, dia menyuruhku memakai
sarung.
Siapa namanya, pak, aku bertanya saat tukang pijit mulai memijitku. Orang memanggil saya, Mbah
Demo, mas, katanya Menurut ceritanya, dia ahli pijit urat dan bisa membuat lelaki tambah greng dan
dia mampu memperbesar kemaluan laki laki dan segudang cerita lainnya, bahkan ada cerita Mbah Demo
yang membuatku bergidik, yaitu kalau dia bisa membangkitkan gairah seorang wanita tanpa
menyentuh. Dia bahkan pernah membuat salah satu istri pejabat jauh- jauh datang dan menginap di
rumahnya di desa untuk minta dipuaskan.
Mbah Demo terus memijit dan akhirnya aku disuruh bersandar di tempat tidur dan menyuruh
menyingkapkan sarungku dan kurasakan kesakitan pada saat aku dipijit batang kemaluanku dan
beberapa saat kemudian kulihat batang kemaluanku membesar dan kudengar pintu dibuka, Mbah Demo
cepat-cepat menutup sarungku, kulihat istriku masuk. Simpananmu, mas?tanyanya berbisik saat
melihat istriku. Istri saya, mbah,kataku Ah, jangan bohong, perempuan ini bisa dipakai,katanya.
Belum sempat aku menjawab Aku juga bisa membuat mas tak berkutik,katanya dan aku meringis
kesakitan saat kurasakan perut kebawah seperti mengejang dan aku tak dapat bergerak.
Sudah pijatnya, mas,kata istriku Belum, jeng, Mbah Demo yang menjawab. Kenalkan ini istri saya,
Mbah Demo,kataku. Bener to, jeng?katanya. Lho, iya mbah kan hotel ini nggak boleh bawa-bawa,
memang apa mbah melihat saya oang yang nggak bener kata istriku sambil menjulurkan tangan
kanannya untuk bersalaman dengan Mbah Demo. Saya istrinya, istriku memperkenalkan diri
mendekati Mbah Demo yang duduk di pinggir ranjangku. Saya, Mbah Demo,katanya dan tangannya
bersalaman dengan tangan istriku. Heeh ?kudengar istriku mendesis lirih.

Saya kira jeng wanita simpanan kang mas ini,kata Mbah Demo. Wah, kebetulan saya bawa surat
nikah, mbah,kata istriku mengambil surat nikah dari tasnya dan menyodorkan setengah membungkuk
dan kulihat mata Mbah Demo langsung tertuju di blaser kuning istriku yang berleher rendah dan Mbah
Demo menatap tajam gundukan daging payudara istriku bagian atas.
Jeng, pijet ya, kata Mbah Demo Saya, nggak biasa dipijat ?.kata istriku terputus Nggak Mbah Demo
nggak perlu megang?.katanya sambil berdiri dan menuju ranjang satunya, aku tak dapat berbuat apa
apa saat istriku merebahkan dirinya di kasur empuk itu tanpa melepas sepatu tumit tingginya. Mbah
Demo duduk dipinggir ranjang pantatnya bersebelahan dengan pantat bahenol istriku yang rebahan.
Kulihat Mbah Demo membuka telapak tangannya dan hanya segenggam jaraknya dari tubuh istriku
bergerak diatas tangan kanan istriku, tangan kirinya dan kedua betis istriku.
Gimana jeng, enaktanya Mbah Demo Waah, kok bisa ya nggak nyentuh rasanya seperti dipijit kata
istriku Enak kan jeng, Mbah Demo bertanya lagi Ya ?kata istriku Ya apanya?tanya Mbah Demo
Enak rasanya..kata istriku Jeng, Siapa namanya?tanya Mbah Demo Yati, mbah?jawab istriku Jeng
Yati, tadi enak, kan?tanya Mbah Demo lagi Iya, mbah enak, kata istriku Kalau ini nggak enak Jeng Yati,
tapi nikmat..kata Mbah Demo
Kulihat Mbah Demo mengembangkan telapak tangannya diatas kedua payudara istriku dan Mbaaaah
?istriku mendesah saat Mbah Demo menutup telapak tangannya dan membuka lagi seolah Mbah
Demo tengah meremas remas payudara montok istriku. Mbaaah jangaaan, mbaaah, istriku mendesis
dan kedua tangan istriku menekan dibawah ketiaknya sehingga kedua payudara montoknya semakin
menggelembung dari balik blaser nya. ooh mbbaaaaah Demoooo ?.istriku merintih ketika tangan
Mbah Demo semakin cepat membuka menutup meremas dari jauh kedua payudara montok istriku yang
masih terbalut blaser kuningnya. Hhhheeeggghhhhhh ??istriku mendesah saat salah satu tangan
Mbah Demo seolah memelintir puting susu istriku dan tampak jelas kedua puting susu istriku tersembul
dari balik blaser nya. maaas mbaaaah Demooooo tolooong maaass heeqqhhhh ?..rintih istriku dan
tersentak saat tangan Mbah Demo sepertinya memelintir sambil menarik kedua puting susu istriku.
Mbah Demo semakin lama semakin menguasai istriku dan rupanya istriku hanya bisa mendesis dan
mendesah oleh perlakuan Mbah Demo. Ayo buka kancingnya,perintah Mbah Demo Istriku yang
mengerang Ngaaaaak mauuuu mbaaaah ?.engaaaaak ??. istriku seperti ada yang menarik tubuhnya
dan terduduk di ranjang walaupun mulutnya menolak tapi kedua tangannya membuka satu kancing
blaser kuningnya dan aku tertegun saat istriku melepas kaitan BHnya di belakang dan menarik BHnya
sendiri hingga tali talinya terputus. Ayo mbah haus, kata Mbah Demo.
istriku membuka tiga kancing blaser nya dan dengan sendirinya kedua payudara montok istriku dimana
kedua puting susunya yang menegang tersembul keluar dari blaser kuningnya.
Aku haus Jeng Yati, aku dari tadi capek mijit kangmasmu, tapi gak dikasih minum, aku pingin
minum,kata Mbah Demo sambil seolah mengusap kedua payudara istriku yang langsung mengerang
mbaaah ??.. ngaaaaak mauuuuuuu ?., tapi istriku memegang paayudara kanannya bagian bawah dan
menyodorkan ke mulut Mbah Demo dan Mbah Demo langsung mencaplok payudara kanan istriku yang
disodorkan ke mulutnya. Mbaaaaaah akuuuuu kooook oooohhhh rasanyaaaa air susukuuuu mau
keluaaaar ?.mbaaaaah ??.dan bunyi srep srep kudengar mulut Mbah Demo menyedot nyedot
payudara kanan istriku yang mengeluarkan air susu. Mbah Demo menarik tubuh istriku hingga turun dari
ranjang dan istriku kini berdiri menyorongkan badannya di depan Mbah Demo yang duduk di ranjang
karena tangan kiri Mbah Demo memeluk punggung istriku sedangkan tangan kanan Mbah Demo

meremas remas payudara kiri istriku.


Maaaas akuuu koook jadiiii beginiiiii??..desis istriku oooooh enaaak mbaaaaaah??.rintih istriku dan
kedua tangan istriku memeluk kepala Mbah Demo yang mengenakan ikat kepala. Rupanya sedotan
Mbah Demo pada payudara kanan istriku begitu kuat dan cepat hingga beberapa menit saja air susu
payudara kanan istriku pun habis dan Mbah Demo langsung melahap payudara kiri istriku dan kembali
suara srep srep terdengar lagi saat Mbah Demo dengan ganasnya menyedot air susu payudara kiri
istriku yang terus mengerang tak karuan. Begitu ganasnya Mbah Demo menyedot air susu payudara kiri
istriku, istriku pun menekan kepala Mbah Demo ke dadanya hingga ikat kepala Mbah Demo terlepas dan
kulihat kepala botak berambut jarang itupun tampak, gilanya istriku memeluk kepala Mbah Demo.
Tampak kedua mata istriku terpejam mendapat perlakuan ganas Mbah Demo pada payudara kiri istriku
dan Mbah Demo menghentikan sedotannya saat air susu istriku habis.
Nikmat kan Jeng Yati,tanya Mbah Demo Istriku hanya diam dan menoleh padaku kemudian mendesis
kembali saat telapak tangan kanan Mbah Demo di depan selangkangan istriku. Ttangan kanan Mbah
Demo seolah menggosok selangkangan istriku sehingga istriku berjinjit karenanya. Rupanya Mbah Demo
mempermainkan istriku dan Mbah Demo membiarkan istriku terus berjinjit jinjit sementara
selangkangan istriku terangkat angkat ke atas sementara tangan kirinya meraih tas kulit kumalnya dan
kudengar dari selangkangan istriku berbunyi cek cek cek menandakan lendir vagina istriku sudah
keluar.
Mbaaaah sudaaaaah mbaaaaah ampuuuun jangaaan teruuuskannn hghghgh ?.desis istriku dan tubuh
istriku limbung dan Mbah Demo memeluk istriku dan mendudukan istriku di samping kiri Mbah Demo.
Kini istriku yang sudah lunglai tengah duduk dipeluk tangan kiri Mbah Demo, kepala istriku bersandar
dibahu kiri Mbah Demo, kedua payudara montoknya keluar dari blaser kuningnya, sementara kedua
kakinya yang bersepatu hak tinggi terkangkang lebar, sehingga celana dalam sutera putihnya tampak.
Tangan kanan Mbah Demo meraih bungkusan putih itu dan aku begitu ngeri dan jijik melihat sesuatu
entah apa namanya, sesuatu sebesar batang kemaluan orang dewasa seperti ulat hijau mempunyai
gurat gurat melingkar seperti sekrup dan mempunyai seperti duri duri di sana sini.
Bungkusan di tangan kanan Mbah Demo didekatkan pada selangkangan istriku dan pluk benda itu
melompat di paha kiri istriku yang langsung menjerit tertahan Apa mbaaah ?..erang istriku dan Mbah
Demo menyingkap rok span hitam elastis istriku dan begitu melihat sesuatu yang merambat dipaha
kirinya, istriku langsung lunglai dipelukkan Mbah Demo. Lihat Jeng Yati,katanya sambil memaksa
istriku melihat benda yang merayap ke selangkangan nya. Glek kudengar istriku menelan ludah Apaa
ini yang merayaap mbaaaah jangaaan ?.mbaaaah ? ampuuun ? rintih istriku menghiba. Mbah Demo
bukannya mengambil benda itu, tapi malah menundukkan kepala istriku agar bisa melihat sedang apa
benda yang semakin mendekati selangkangan istriku dan Mbah Demo meyingkap celana dalam sutera
istriku ke kanan sehingga bulu bulu kemaluan istriku yang lebat terlihat.
Benda itu mendengus dan tampak olehku asap seluar dari liang berbibirnya menyembur bulu bulu
kemluan istriku yang langsung memejamkan kedua matanya dan mendesis Mmmmpppppfffzzzzzz ??.
Tiba ?tiba benda itu mematuk ke bagian atas kemaluan istriku dan Itiiiilkuuuuuu mbaaaaaah
?..meluncur kata kata istriku seperti seorang pelacur saat lubang berbibir benda itu melahap kelentit
istriku. Mbaaah ? ooohh ?.. hgggghhhh ?. mmmmmppppffzzzz?,istriku merintih rintih dan pantat
bahenolnya berguncang tangan kirinya meremas sprei dan tangan kanan istriku memeluk pinggang
Mbah Demo kencang. Keringat istriku mengucur deras nafasnya menderu deru menahan nafsu birahinya

Rupanya benda itu semakin ganas mengulum dan menyedot nyedot kelentit istriku sehingga tubuh
istriku benar benar bergetar hebat, tangan kiri istriku meremas sprei ranjangnya hingga
mmmmppppffzzzz akuuuuuuu ngaaaaaak tahaaaaaan mbaaaaaah ?. akuuuuuu keluaaaaaar ??..erang
istriku dan pantat bahenol istriku tersentak sentak dan kedua kakinya mengejang lurus terkangkang
mencapai orgasme di sore hari itu.
Mbah Demo membiarkan istriku sampai nafasnya tenang dan kemudian menegakkan tubuh istriku yang
lunglai berdiri dan memeluk istriku dari belakang dimana kedua payudara istriku keluar dari blaser
kuningnya dan rok spannya tersingkap sampai diperutnya. Mbah Demo menuntun istriku ke ranjangku.
Kulihat benda itu membujur sepanjang bibir vagina istriku dan Mbah Demo memelorotkan celana dalam
sutera istriku sampai di lututnya. Aku hanya dapat menelan ludah saat benda itu mulai bergerak seperti
gerakan mengempot bibir vagina istriku yang langsung mendesis desis hhhheggggghhhhh enaaaaak
enaaaaak maaaas akuuu dikempoooot ?.ennnaaaaak hhhhhghghghghg ?.Pantat bahenol istriku
bergoyang ke kiri kenan dan ke atas merasakan kenikmatan empotan benda itu pada bibir vaginanya.
Tak lama kemudian desis istriku semakin keras dan itiiiilkuuuuuuu ?.eehehghghghgghhh
eeeempiiiiikuuuu ?. maaaas akuuuu keluaaaar ??kembali untuk kedua kalinya pantat bahenol istriku
tersentak sentak begitu kerasnya saat orgasme keduanya berlangsung.
Mbah Demo tetap memegang tubuh istriku yang lemas dengan tangan kirinya di perut istriku,
sementara tangan kanannya menarik paha kanan istriku hingga berdiri terkangkang. Kulihat benda ulat
itu tetap mengulum kelentit istriku dan tiba tiba ekor ulat itu mengacung ke atas dan tangan kanan
Mbah Demo langsung membuka lebar bibir vagina istriku yang basah dan ulat itupun melingkarkan
bagian ekornya saat Mbah Demo membuka lebar-lebar Akupun merinding aaat ekar ulat itu menempel
di bibir vagina istriku yang terbuka itu dan Eeeeegggghhhhhh ?. `istriku mendesah saat ujung ekor ulat
itu merambat menembus liang vagina istriku. Mbaaaaah jangaaaaaan eeehhhgggggghhhhh ?..istriku
mendesah keras saat ekor ulat itu semakin dalam menusuk liang vagina istriku.
Secara refleks istriku membuka kedua kakinya dan tubuhya menyorongkan tubuhnya ke depan sehingga
kedua payudara montok istriku yang menggantung segera ditangkap oleh tangan kanan Mbah Demo
dan meremas remas payudara istriku, sedangkan tangan kirinya yang menopang tubuh istriku ikut
ikutan meremas remas payudara istriku. Tubuh istriku mengelinjang tak karuan menerima tiga sengatan
birahi sekaligus, dimana kedua payudaranya secara bergantian di remas remas tangan mbah Demo,
sedangkan kelentitnya dikulum dan disedot sedot mulut ulat itu dan liang vagina istriku dijejali tubuh
ulat yang berbulu seperti duri dan bergurat di tubuh ulat itu. Pantat istriku menungging nungging dan
kedua tangan istriku ke belakang memegang kencang pinggul Mbah Demo yang menggesek gesekkan
selangkangannya ke pantat istriku. Ngngnghhhhhh ?.. mbaaaaahhh ?..zzzzzzzz eeeeeccchhhhhhh ?
enaaaaaaaak ?.. xxzzzz ? heeeh ? mmmmmpppffzzzzz ?.. istriku mendesis desis tak karuan, sekali kali
gerakan pinggulnya maju mundur dengan cepatnya.
Akuuuuuuu nggaaaak heh heh keluuuaaaaaaaaaaaaar ?? ngngngngngng ?..istriku mengerang saat
orgasme ketiganya dan tubuh istriku terhuyung ke depan dan tersungkur di lantai, sedangkan kedua
kakinya menekuk kedua lututnya menopang tubuhnya yang bersimba peluh di lantai, sehingga posisi
istriku menungging. Istriku benar-benar tak kuasa karena baru kali ini istriku orgasme lebih dari dua kali
dan kulihat Mbah Demo yang menopang tubuh istriku mengikuti arah tubuh istriku tersungkur di
belakang tubuh istriku dan melihat istriku menungging, Mbah Demo langsung membuka kedua bulatan
pantat bahenol istriku sehingga anus istriku terlihat. Mbah Demo semakin membuka pantat istriku dan

anus istriku pun terbuka dan tanpa jijik Mbah Demo menjilati anus istriku yang membuat tubuh istriku
berkelejot dan tersentak, Mbaaaah jangaaaaaan anuuuusskuuuuu ?..heeeeghghgh ?..oooh .. oooh ?
enaaaaak ?..zzzzzzccccchh ??. istriku mengerang erang tak karuan tubuhnya seolah menggigil dan
pantat istriku seolah disengat oleh listrik ribuan volt goyangannya menggetarkan pantat bahenolnya.
Uuuuuummmpppppffffzzzz ??istriku melenguh saat Mbah Demo menjulurkan lidahnya menembus
masuk lubang anus istriku dan kepala Mbah Demo maju mundur mengeluar masukkan lidahnya yang
panjang ke dalam anus istriku.
Erangan istriku semakin kencang dan tubuh nya bergetar hebat menerima rangsangan di lubang
anusnya, kelentit dan liang vaginanya bersamaan, sehingga desisan istriku seolah seperti orang yang
menangis tersedu sedu merasakan nikmatnya rangsangan Mbah Demo dan ulat yang menyumpal liang
vaginanya.. Ngngngngccchhhhhhhheeehhhhhhhhh ???istriku mengigit bibirnya matanya terpejam dan
kedua tangannya tergenggam erat dan Wwwwwuuuuooooooooogggghhhhhh ??..istriku mengerang
dan pantat bahenolnya tersentak sentak saat mencapai orgasmenya yang ke empat dan tubuh istriku
tengkurap dan tersungkur di lantai. Hanya pantat bahenol istriku yang sekali kali bergetar hebat dan
tubunya tak kuasa bergerak dan nafas istriku masih memburu, kedua matanya tertutup, mulutnya masih
mendesis desis lemah menikmati kenikmatan baru dimana ketiga serangan birahi di daerah paling
sensitif istriku di serang dengan gencarnya.
Tiba tiba Mbah Demo memelorotkan celana pendek komprang hitamnya dan tersembullah batang
kemaluannya yang sudah menegang kaku sebesar lampu TL 40 watt dan mempunyai ujung seperti jamur
besar itupun di pegang oleh tangan kanannya dan menarik kedua pangkal paha depan istriku sehingga
istriku menungging kembali dan kedua tangannya kembali membuka kedua bulatan pantat bahenol
istriku sehingga lubang anus istriku menganga kembali dan Mbah Demo meludahi lubang anus istriku
dan lidahnya menjulur lagi menerobos masuk ke lubang anus istriku dan Mbah Demo terus meludahi
dan mengeluar masukkan lidahnya hingga benar-benar penuh ludah Mbah Demo.
Mbah Demo memegang batang kemaluannya kembali dan Zzzzzzaaaaangaaaaaaan mbbbaaaaahhh
aaammmpppfffuuunn heeeeegghhhhhh ?desis istriku lemah saat Mbah Demo dengan tenaganya yang
masih greng itu menekan kepala jamur penisnya ke lubang anus istriku. istriku mengerang dan
mengernyitkan dahinya dan Mmmmmpppfpff ??. pantat istriku bergetar lagi saat ulat itu mulai
merangsang kelentit dan liang vagina istriku dan Heeeeeeccccccgggghhhh ??istriku melenguh saat
kepala jamur batang kemaluan Mbah Demo perlahan tapi pasti melesak ke lubang anus istriku.
Amppuuuuuucccccchhhhhh ?.ampuuuuuun mbaaaaaah saaaakkkiiiii eeeeeeeh ?.. pantat istriku
bergetar lagi, rupanya setiap Mbah Demo menekan penisnya ke lubang anus istriku, ulat yang
menyumpal di liang vagina istriku bergetar dan mulut ulat itu menyedot kelentit istriku bersaamaan
sehingga batang kemaluan Mbah Demo semakin lama semakin dalam di lubang anus istriku. Begitu
batang kemaluan Mbah Demo masuk seluruhnya di lubang anus istriku, Mbah Demo pun mulai menarik
kembali dan memasukkan kembali batang kemaluannya di dalam lubang anus istriku dan suara slep
slep slep semakin lama semakin cepat terdengar dan tubuh istriku kedepan ke belakang mengikuti
genjotan pantat Mbah Demo mengeluar masukkan batang kemaluannya di lubang dubur istriku.
Mbbbbbaaaaah akuuuuuu ??. rintih istriku Akuuuu jugaaaa jeng Yatiiiiii ??. erang Mbah Demo
semakin cepat menggenjot batang kemaluannya di lubang vagina istriku dan Mbaaaaaah
Demooooooooooo ??.istriku mengerang lirih dan Mbah Demo menghujam batang kemaluannya dalam
dalam ke lubang anus istriku yang mengalami orgasme ke lima dan tangan Mbah Demo menarik pangkal

paha istriku hingga pantat Mbah Demo menyodok nyodok pantat bahenol istriku karena air manimya
muncrat di dalam anus istriku dan bunyi preeeet preeeet seperti orang buang angin terdengar dari
lubang anus istriku dan rupanya air mani Mbah Demo keluar dari tekanan lubang anus istriku yang
tersumpal oleh batang kemaluan Mbah Demo yang cukup besar itu. Mereka kemudian menggelepar dan
tersungkur bersamaan tubuh tua renta itu menindih tubuh sintal istriku yang benar benar lunglai
melayani lelaki tua itu.
Keduanya pun tertidur karena kelelahan.
Sekitar pukul tujuh malam, istriku terbangun dan langsung mandi keramas. Istriku mengenakan stelan
blaser dan rok span coklat muda malam itu dan kulihat istriku tanpa mengenakan BH dan celana
dalamnya berhias diantara dua ranjang berdiri di depan cermin. Mbah Demo tak lama kemudian bangun
dan mandi. Begitu istriku selesai berhias, Mbah Demo pun selesai mandinya tanpa menggunakan
apapun sehingga batang kemaluannya yang sebesar lampu TL 40 watt dan ujungnya yang seperti jamur
besar itu sudah menegang kaku. Mbah Demo mendekati istriku dari belakang dan memeluk tubuh
istriku, tangan kirinya langsung meremas payudara kiri istriku, sedang tangan kanan Mbah Demo
langsung menelusuri perut istriku dan kemudian menyingkap rok span istriku bagian depan dan
menyusupkan tangan kanannya menggerayangi selangkangan istriku. Tak lama kemudian bunyi kecepak
cek cek cek di selangkangan istriku pun terdengar dan istriku mulai mendesis desis Heeeeh heeeh
heeeeh mbaaaaah ??? Pantat bahenol istriku pun mulai menungging nungging dan tangan kiri Mbah
Demo membuka resleting rok span istriku dan menariknya ke atas, kedua kaki istriku semakin
terkangkang karena tangan kanan Mbah Demo semakin gencar mengocok dan mengelus bibir vagina
istriku yang semakin basah yang menimbulkan suara kecepak yang semakin keras di selangkangan nya.
Tangan kiri Mbah Demo mendorong tubuh istriku ke depan sehingga tubuhnya bertumpu di meja rias
dan punggung istriku sejajar dengan kepalanya yang mendekati cermin meja rias.
Mbah Demo kemudian memegang pangkal batang kemaluannya yang menegang kaku dan dari belakang
mengarahkan ujung batang kemaluannya yang seperti jamur ke liang vagina istriku dan rintihan istriku
pun terdengar: Mbaaaaah jaaaanggggggg ?. uuuppppppffff besaaaar mbaaaaah oooooh maaas ?.
akuuu disetubuhi mbaaah Demoooo ?.ooooh maaass mekaaaar membesaaaaar hheghghghgh sesaaak
liang kuuuu maaaaas ??.ooooh menjuluuuuur ke dalam liaaangkuuu eeeeh eh eh eh akuuu ngaaaak
kuaaaat maaaas akuuu keluaaaaaarrr ??..ngngngngngngngng ?..istriku mengerang dengan
hebatnya,pantat bahenolnya tersentak sentak sehingga batang kemaluan Mbah Demo secara otomatis
amblas seluruhnya ke dalam liang vagina istriku. Mmmmmppppfffffff kok membesssaaaaar ?.. oooooh
?.. semakiiin dalaaaaam maaaas ?..maaaas hheeeeghhh ?. mekaaaaaar ?.. ffffff ?. akuuuu
mmmmmmngngngngngngngng ??.istriku kembali mencapai orgasmenya ke dua malam itu atau ke
tujuh sejak siang tadi disetubuhi Mbah Demo. Tubuh istriku limbung dan Mbah Demo memeluk istriku
yang sempoyongan karena lutut istriku tak kuat menahan berat tubuhnya sendiri karena tenaga istriku
terkuras melayani nafsu syahwat lelaki tua itu yang terus mengenjot menyetubuhi istriku tanpa ampun.
Tubuh istriku pun terjatuh di ranjangku dan posisi kakinya di kepalaku sehingga terlihat jelas batang
kemaluan Mbah Demo tengah menyumpal liang vagina istriku yang tertelungkup. Mbaaaaah aku
diboooooooor ??? rintih istriku dan kulihat Mbah Demo tanpa mengenjot pantatnya, batang
kemaluannya terlihat dengan jelas membesar mengecil dan rupanya memanjang memendek seperti
mata bor melubangi kayu. Mbaaaaaah akuuuuu keluaaaaar lagiiiiiiii ??rintih istriku mencapai orgasme
yang ketiga malam itu dan batang kemaluan Mbah Demo terus mengebor liang vagina istriku, dan istriku

merintih berkali kali. Selanjutnya istriku terus menerus mengerang dan orgasme ke 4 kalinya, Mbah
Demo menyetubuhi istriku sampai pagi dan entah berapa kali istriku mengalami orgasme, sehingga
keesokkan paginya istriku sulit berjalan, kata istriku bibir vaginanya membengkak, hingga dengan
terpaksa istriku tak memakai celana dalamnya pada hari ke dua seminar itu.
Cerita porno Kenakalan istriku akhirnya keluar juga setelah sekian lama dia pendam. Keinginan untuk
mendapatkan orgasme dari lelaki lain memang hal yang sudah dari dulu dia inginkan. Cerita dewasa
Cerita porno berikut akan mewakilkan bagaimana binalnya istriku.
Pukul 14.00, Selasa
Begitu buka pintu, istriku langsung berhadapan dengan seorang lelaki dengan perawakan sedang.
Nampak matanya tajam menembusi mata istriku. Sesaat istriku terpana. Belum seutuhnya menyadari
keadaan ketika lelaki itu mengucapkan, Selamat siang, buu .., yang secara reflek dijawabnya selamat
siang. Madu bu, madu asli Sumbawa, bagus untuk kesehatan sekeluarga. Murah saja bu, buat ongkos
pulang. Begitu lelaki itu langsung terus nyerocos.
Dan istriku, nggak tahu kenapa, dia tidak begitu mendengarkan omongannya tapi justru memperhatikan
sosok lelaki tersebut. Tampak olehnya lelaki dibalut kulit kehitaman, alisnya tebal. Dan matanya yang
tajam itu begitu terasa menusuki matanya. Dan anehnya jantungnya langsung deg-degan. Dia
merasakan ada pesona membakar yang langsung melanda hatinya, perasaannya. Lelaki itu setengah
baya, kira-kira 35 tahunan. Dengan baju kotak-kotak dan celana khakinya yang walaupun nampak agak
kasar dan kumuh, lelaki itu begitu jantan. Dan itulah yang memuat jantung istriku deg-degan berdebar.
Tak pernah perasaan macam itu hadir di hati istriku. Sepanjang ini dia merupakan type istri yang sangat
setia. Sebagai seorang perempuan tak pernah selintaspun hadir dalam hati dan pikirannya mengenai
lelaki lain kecuali suaminya yang sangat dicintai dan hormatinya.
Tetapi kenapa sekarang ini tiba-tiba ada perasaan lain menghadapi lelaki ini. Pandangan mata lelaki itu,
kenapa membuat jantungnya berdebar. Dan ahh .., lantas saat itu hadir kerinduannya pada sang suami.
Bayangan belaian suami yang menelusuri tubuhnya. Hendusan nafasnya yang meniupi telinganya hingga
bergidik birahinya bangkit bergetar.
Bu, koq ibu nampak pucat, sakit ..??, tiba-tiba istriku tersedar, ..e ..ng..ngg..gak, nggak .. pa pa .. Ah
maaf, silahkan masukk .., mari sini, silahkan duduk .. , jawab istriku dengan gugup dan serta merta
menyilahkan lelaki asing itu untuk memasuki rumahnya, yang kemudian langsung disusul perasaan
menyesal, kenapa dia persilahkan orang asing memasuki kerumah dan bahkan mempersilahkan duduk.
Rupanya istriku menjadi salah tingkah. Sesaat dia ingin menahan, ..eehh .., terpikir untuk mencabut
ajakan masuk rumah tadi, tetapi ..perasaannya nggak enak setelah lelaki dengan botol-botol madunya
itu masuk menaruh bawaannya dan duduk di sofa panjang ruang tamu. Sekali lagi dia ingat suaminya.
Suaminya yang sering duduk di sofa tersebut sambil membaca koran atau majalah. Pada saat-saat
seperti itu dia biasanya mendekat, menaruh tangannya dipangkuannya yang langsung disambut oleh
suaminya dengan begitu mesra, dirangkulnya dan diciuminya. Terkadang ah .. belaian mesra kemudian
berlanjut menjadi asyik masuk sebagaimana lelaki dan perempuan yang suami istri.
Dan lelaki asing itu sekarang duduk di sofa yang sama. Sesaat timbul rasa takut, siapa tahu dia
mempunyai maksud-maksud jahat. Tetapi matanya itu, walaupun sosoknya agak kasar dari matanya itu
nampaknya lelaki asing ini baik. Istriku merasa tidak perlu menampakkan cemas menghadapinya. Duduk
dulu ya mas, ..mau minum apa?? eehh ..bahkan selanjutnya dia juga menawarkan minum. Dan tanpa

menunggu jawabannya istriku langsung ke dapur membuatkan minuman.


Saat hendak menyuguhkan, nalurinya mengingatkan untuk sedikit dandan, menata rambutnya, bajunya.
Dia menuju ke kamar, kedepan kaca dan meja rias. Dipenghujung usianya yang 42 th. dirinya masih
cantik, sebagaimana komentar banyak orang. Dia menyisir, menggunakan bando, memantas-mantaskan
roknya, blusnya. Dan tidak lupa ..crot crot, sedikit minyak wangi di tubuhnya. Selintas terpikir ..mau apaa
ini ..adakah jiwa petualangan di hatinya?? Mau ngapain kamu jengg ..?? Begitu pikirnya ..
Ah, ibu jadi repot nih .., begitu basa-basi lelaki asing itu. Nggaak ..ada koq, silahkan minum.., dia
sepertinya sengaja melemparkan senyuman, kemudian dia balik ke dapur mengembalikan nampan. Saat
hendak balik menemui tamunya, terpikir ingin iseng sedikit. Dia masuk ke kamar. Ada celah kecil dari
kamar dimana dia bisa mengintip lelaki itu.
Nampak olehnya lelaki itu mengambil cangkir teh dan menyeruput isinya .. Jelas kini. Kekumuhannya,
mungkin karena menjadi orang jalanan, tidak mempengaruhi tampilannya yang sangat jantan. Wajahnya
tidak cakep tetapi nampak wajah yang tegas dengan sedikit guratan kesungguhan pada dahinya dan
kelopak bawah matanya. Dan pandangan matanya itu lhoo .. Aahh .., kenapa lelaki seperti itu cuma kerja
jadi pedagang keliling jual madu .. Tetapi yah, ..siapa tahu .. Jakarta yang keras macam ini membuat
sesorang harus berjuang untuk hidupnya ..dan melakukan apa saja yang suka atau tidak suka harus
dilakukan untuk mempertahankan hidup.
Kini nampak dia itu duduk sedikit santai. Bersandar di jok sofa, kakinya selonjor kelantai dengan sedikit
merenggangkan pahanya. Ahh .. Istriku kembali ingat suaminya ..begitulah duduknya sesaat pulang dari
kantor. Debar jantung istriku bangkit kembali. Dia perhatikan celana khaki yang agaknya dekil itu. Tepat
di daerah selangkangannya, nampak tonjolan menggunung. Dan yang membuat istriku semakin
penasaran adalah, dengan tangannya yang nampak berotot, sesekali lelaki itu mengelusi tonjolan
tersebut sambil matanya setengah meram seakan menikmati.
Uhh ..kenapa lelaki itu berbuat demikian..ah ..mungkin hanyalah kebiasaan. Tetapi bagi istriku hal
tersebut membuat darahnya terpacu ke atas. Wajahnya menjadi nanar, matanya pasti memerah dan
tanpa sengaja, lidahnya menjilati bibirnya dan kemudian menggigitnya. Dia menahan suatu gejolak
..gejolak birahi.. Perasaan yang sama seperti saat suaminya membelai kemudian mengendusi lehernya,
hadir dari belakang celah sempit di kamarnya saat dia mengintip lelaki asing itu. Eehh .. kenapa sih aku
ini ..? Setengah heran masih bertanya pada diri ..
Tiba-tiba terlintas olehnya akan ulah ngintipnya itu. Sejak SMP diantara teman-temannya dia sering
disebut sebagai petualang. Memang, walaupun anak perempuan dia senang sekali dengan hal-hal
petualangan. Dia naik gunung, jalan menyelusuri sungai, panjat tebing dsb. Bahkan di kotanya dia
diangkat menjadi salah satu pengurus klub pecinta alam. Sudah begitu lama itu berlalu. Sejak berumah
tangga kesenangan petualangan itu pupus sendiri. Sudah lupa. Dan kini, saat ngintip tamu asingnya itu
dia ingat jiwa petualangan itu lagi. Masih adakah jiwa itu padaku?, setengah bertanya dalam hatinya.
Dan jawabannya adalah hati yang gemetar dan jantung yang degupnya sangat keras hingga seakan
tubuhnya bergoyang. Dia ingat saat-saat ber-ada di suatu peristiwa panjat tebing. Saat itu dia harus
menembus satu celah sulit, dan berhasil. Saat seperti itu ketegangan yang amat dirasakan memacu
adrenalinnya. Dan ketegangan semacam itu saat ini dia rasakan kembali. Kerinduan akan petualangan
masa muda tiba-tiba menyeruak dan menembusi relung-relung hati dan pikirannya. Kerinduan yang
kembali memacu adrenalinnya.
Dan dia nggak bisa menolak kerinduan petualangan itu. Dia pengin. Pengin merasakan lagi, setidak-

tidaknya untuk kali ini saja. Dia pengin kembali bertualang, merasakan adrenalinnya terpacu kembali.
Tapi kali ini tantangannya beda. Bukan karang terjal. Bukan pucuk-pucuk gunung. Bukan pula jeram riam
sungai-sungai. Kali ini adalah lelaki asing di lobang pengintaian itulah sasarannya. Dan inilah
kesempatannya, mumpung suami sedang keluar kota dan pelayan kecilnya sedang menginap liburan di
tempat kakaknya. Dan lelaki itu alangkah seksinya untuk begitu saja dilewatkan. Dari bulu alisnya yang
hitam tebal dia bayangkan bagian-bagian tubuh lelaki itu juga akan menghitam dan tebal penuh bulu.
Uhh ..bayangan itu .., fantasinya.., khayalannya macam itu .. sepertinya bukan baru sekarang
munculnya.
Jauh didalam lubuk hatinya, selama ini sesungguhnyalah dia merindukan lelaki lain di luar suaminya.
Lelaki lain yang lebih jantan, mungkin juga lebih kasar, lelaki yang lebih seksi yang bisa membangkitkan
nafsu seksualnya ..yang lebih memahami gejolak birahinya. Dengan suaminya .. dia rasakan selama ini
nggak pernah benar-benar mendapatkan sesuatu yang selalu ditunggu setiap perempuan, orgasme.
Kepuasan puncak dalam hubungan seksual.
Sayang, walaupun tidak berarti kurang cinta dan hormatnya, suaminya tidak menunjukkan perhatiannya
secara sungguh untuk hal ini. Dia kelewat sibuk dengan urusannya. Dia pikir perempuan hanya butuh
materi, uang, perhiasan atau mobil, sebagaimana yang dia selalu penuhi untuk membahagiakan istrinya.
Begitulah kalau birahi menyerang seseorang. Segala hambatan dan rintangan berusaha ditembusi.
Setiap yang salah dicari kambing hitamnya untuk mendapatkan pembenaran tingkah dirinya sendiri.
Nafsu birahi hampir selalu egoistik. Dan kini, ketetapan istriku telah penuh. Kembali bertualang. Harus
dapat. Dan sekarang. Inilah saat yang tepat dan untuk sasaran yang juga tepat. Masalahnya tinggal
bagaimana cara melaksanakannya. Bagaimana dengan perasaan suaminya, seandainya suatu saat dia
mengetahui .. aah .. Jangan lagi bimbang, Begitulah keputusannya. Dorongan nafsu yang sangat kuat
membuat dia enggan untuk menghindar. Semua lainnya dia abaikan. Biarlah nalurinya nanti yang akan
mencari jawaban. Dengan kepercayaan pada nalurinya itu, istriku menjadi lebih santai. Pelan-pelan
disusupkannya tangannya ke dalam blusnya. Dia mainkan puting susunya. Dia bayangkan lelaki asing itu
sesaat lagi akan mengisapnya. Lidahnya akan menjilati dan giginya akan menggigitinya. Ooohh,
ampuunn ..nikmaatt ..
Khawatir berlama-lama sendirian, istriku beranjak keluar kamar untuk menemui tamunya. Tetapi
sebelum keluar, naluri petualangannya mulai memberikan sinyal. Dia melangkah menuju lemari bajunya.
Diambilnya rok model midi kulot dengan sedikit belahan pada ujung bawahnya yang mudah terlepas
dari pinggulnya dan siap telanjang. Dengan sekali menarik resluitingnya dijamin rok itu akan langsung
lepas ke lantai. Dan untuk atasannya, dia pilih blus dengan kain halus yang tipis. Kain itu akan mudah
menampakkan kontur tubuhnya, buah dada dan bahunya yang bidang. Kamu sangat seksi dengan baju
itu, jeng, begitu pujian suaminya suatu kesempatan.
*****
Pukul 14.12, Selasa
Berapa harga madunya, Mas ..?, dia membuka omongan. Dan membuat lelaki tamu asingnya itu
mendongak serta memperhatikan kehadirannya yang telah berganti pakaian untuk tamunya. Nampak
keterperanjatan sesaat di matanya sebelum dia menjawab, ..Hmm ..terserah ibu sajalah ..,
Lhoo, koq terserah .., ntar Mas rugi lhoo .., sambil mendekat hingga sangat dekat, kemudian meraih
salah satu botol madu, dengan maksud lain, yaitu menebarkan aroma parfum merangsangnya sebelum
kemudian mengasongkan bokongnya ke kursi di depan tamunya. Ahh nggaakk.. bbuat ibu sih nggak pa

pa ..khan sya uu.. dah dissu.. ssuu..guhin minum segala ... Sahut penjual madu itu. Nah ..kelihatan
sudah, suaranya nampak tergetar, walaupun dia berusaha untuk berkesan akrab dan menguasai diri.
Dan ..matanya tidak lagi mampu lepas dari tubuh istriku. Memang kuakui, walaupun sudah cukup umur
istriku masih amat seksi di mata para lelaki. Aku sendiri tak puas-puasnya selalu memandanginya,
sampai dia suka merasa malu. Apa lagi kalau udah pakai baju lembut tipis dengan kulot sebagaimana
yang nampak saat ini.
Istriku menyadari bahwa lelaki ini memperhatikan penampilannya. Aroma minyak wangi yang cukup
semerbak pasti membuat tamu asingnya ini kelimpungan. Pasti dia memahami tingkah perempuan.
Lelaki dengan tampilan macam dia pasti banyak perempuan yang memburunya. Dia pasti memiliki
pengalaman dan memahami, kalau seorang perempuan yang saat pertemuan pertama tadi masih
amburadul, kemudian sesaat masuk ke kamarnya dan keluar lagi menjadi rapi dan wangi, biasanya
mempunyai kemauan dan harapan khusus. Hal macam ini pasti tidak asing bagi dia, lelaki jantan yang
perempuan manapun melihat langsung terdongkrak birahinya.
Apa sih khasiatnya madu ..??, istriku bergaya genit manja setengah bertanya se-akan tidak tahu,
memancing dan berharap bisa terjadinya dialog yang ..sebagaimana kalau bicara khasiat madu di antara
para lelaki. Banyak bu, .. Secara umum ini bagus untuk kesehatan .., dari anak-anak sampai dewasa baik
minum ini ... Secara khusus? ..apa?, Ah, ibu ..khan suami ibu juga tahu ..ini termasuk jamu sehat dan
kuat buat bapak-bapak.
Whoo ..pancingan omongan telah dilemparkan dan nampaknya umpan mulai dimakan. Bicara kekuatan
lelaki. Tapi, saya nggak pernah lihat buktinya, tuh ..!, sanggah pura-pura istriku dengan umpan yang
lebih kuat. Tapi madu ini lain bu, .. Ini diambil khusus dari hutan. Ini yang namanya madu hutan.
Lebahnya bisa menyerang siapapun yang mendekat. Para pengambil madu ini harus memilik keberanian
dan pengalaman.
Wahh .. bagaimana caranya menggiring buruan ini .., istriku berfikir keras. Dengan pura-pura serius
mendengarkan, dia mulai bermain, melenggokkan bahu dan sesaat kemudian merenggangkan pahanya.
Sementara tukang madu tadi mencuri pandang ke mata istriku, salah tingkah. Kemudian tangannya yang
memegang botol madunya mengelus-elus leher botolnya, macam seseorang mengelus-elus alat vital.
Tingkah tersebut nampak sangat erotis di mata istriku. Dan tukang madu itu rupanya juga sadar
..menggiring pembicaraan dan suaranya mulai terdengar parau, sementara tangannya terus mengelusi
leher botol itu. Bbb..bbu, ini buat bapak .. Bapak mana Bu ..?, tiba-tiba dia menanyai suaminya ..,
setengah berbisik .., Bapak sedang tugas ke Medan sampai hari Minggu nanti .., suara istriku juga ikut
parau ..dan hatinya bergetar bersorak .., dia sudah yakin mangsanya masuk dalam jeratannya.
Ehhmm, .. jadi ibu sendirian nih, .., .. eehh.. ada pelayan ..tt..ttetappii..sedang sedang menginap di
tempat kakaknya, ..di mana ..?, ..ddii..nggak jauh... ..ntarr..?! ,.., .. jangan khawatir, nggak balik hari
ini, dia nginep 2 hari, pulang lusa ... aahh ..ternyata kemajuan mengalir begitu deras. Omong-omong
kecil dalam bisikan ini mendorong tangkapannya langsung menuju sasaran. Kemudian yang terjadi
adalah saling pandang penuh arti.
Begini bu, kalau suami dengan teratur minum madu, istrinya pasti senang karena selalu bisa dipuaskan
setiap kali kumpul suami istri. Saya nggak ngerti, ..saya nggak pernah tahu .., hati istriku menjadi
menderu-deru. Disilangkan pahanya, menunjukkan mulusnya. Sementara mata tukang madu melirik,
nampak mulutnya sedikit menganga dan jakunnya naik turun. ..bagaimana bisaa .., khan hanya madu
..??, istriku masih juga menggoda ..

Begini saja bu, .., nampaknya tukang madu mulai berperan aktip, ..saya udah ngebuktiin, .. Istri saya
bilang jangan saya berhenti minum madu, biar selalu kuat, keras dan tahan lama .., A..aa..panya mas,
yang ku..att ..?, suara parau istriku yang gemetar dan menahan birahi sambil matanya memandang
mata lelaki itu. Dan ketemu. Lagi-lagi saling pandang penuh arti.
Dan ..tiba-tiba, tukang madu ini menggeser duduknya, mendekati istriku dan meraih tangannya,
langsung di rabakan ke arah selangkangannya. ..b..bbuu.., i..innii buktinya...
Walaupun sudah membaca yang akan terjadi, tapi peristiwa ini langsung menyergap mukanya.
Wajahnya berasa sembab menahan getar dan jantungnya terpacu cepat. Suara dug dug dug
menggoyang dadanya sendiri. Yaa .. dia mulai merasakan adrenalin yang sekian lama sudah tidak dia
rasakan lagi. Kali ini terpacu dengan petualangan baru. Petualangan dalam nafsu dan birahi. Jj ..jang..an
.. Mass ..jangan.. saya takk..uutt, ..mm..aass, sementara tak terhindarkan tangan itu telah di eluseluskan ke tonjolan di selangkangan tukang madu, .. ini..madunyaa..m..mbakk.., omongannya tidak
lengkap, dan tiba-tiba panggilannya berubah menjadi mbak. Rupanya lelaki ini yang juga sudah
demikian menahan birahi .. dengan tangannya yang kasar dan berotot itu terus memegangi tangan
lembut istriku dan menggosok-gosokkannya pada gunungan itu.
Dan pucuk dicinta ulam tiba. Yang dengan penuh harap telah ditunggu istriku kini datang. Se-akan
menolak, tetapi enggan menariknya. Saat tangannya merasakan sentuhan hangat pada tonjolan di
selangkangan tamu asingnya. Seperti terkena stroom ribuan watt, wajahnya memerah, matanya
langsung memelototi tonjolan itu. Sesaat ingin ditariknya tapi enggan, birahinya yang datang menyergap
membuat dia menikmatinya elusan tangannya pada tonjolan itu. Sementara sikapnya yang masih gengsi
dan malu-malu mengerem sesaat untuk tidak terlampau aktip. Dan jantungnya semakin berdegup kuat,
menahan gelora birahi dari petualangan yang baru baginya. Petualangan culas menyeleweng dan
khianat terhadap suaminya yang sedang pergi menjalankan tugas dengan cara berhubungan dengan
lelaki lain, asing dan sama sekali tidak dikenalnya.
Wwoo.., ada yang menderu dalam dadanya. Dia merasa sedang berjalan memasuki gurun yang sangat
panas, tetapi jiwa tualangnya sama sekali enggan untuk menghindar. Ooohh.. maafin Mas Bardii, akuu
nggak tahann nniihh.., aku pengin merasakan kepuasan seks, orgasme, yang selama ini belum pernah
aku dapatkan walaupun telah lebih dari 20 tahun kawin denganmu .., maafin ya masszz .., begitu bunyi
suara hatinya.
Sementara itu si lelaki asing terus berusaha memaksakan tangan istriku agar mencengkeram tonjolan
itu. Mass..jaa..ngan.., nanti ada orangg .., terdengar semakin parau dan gemetar suaranya.
Adrenalinnya langsung melonjak. Sungguh ketegangan yang nikmatnya luar biasa. Jiwa petualangannya
kini telah kembali.
*****
Pukul 14.32, Selasa
Dan ketika cengkeraman tangannya merasakan ada batangan yang besar dan hangat, hati istriku
membulat. Dia buang segala malu. Dan .. dengan berdesah pelan ..mulailah tangan itu meremas. Terasa
oleh telapaknya bulatan panjang yang berdenyut-denyut dan hangat.
Tentu saja lelaki asing itu sangat gembira. Dia perlihatkan senyumannya. Senyum kemenangan dia pikir.
Istriku membalas senyuman itu dan ....mas ..aku kunci dulu pintunya .., berbisik seraya langsung
beranjak menuju pintu depan, sebentar melongok keluar, barangkali ada orang yang diam-diam
mengamatinya, dan ketika yakin aman dia tutup pintu itu dan kunci. Clek, klek.

Saat kembali, dia langsung duduk menempel tamunya dan .. saling pandang sesaat kemudian langsung
saling menerkam dan berpelukan. Tercium bau matahari pada tubuh lelaki itu, tapi justru menjadi
rangsangan besar untuk birahinya. Istriku mencari bibir tamunya, ketemu, dan langsung berpagut dan
saling melumat. Tangan-tangan kasar ber-otot lelaki itu lantas memeluk dengan kuatnya.
Lama sekali posisi saling berpeluk dan melumat itu. Sepertinya melepaskan kerinduan pada apa yang
selama ini saling mereka rindukan. Dan nampak istriku makin memanas. Lumatan itu disertai pula
dengan saling gigit lidah serta bertukar ludah. Suara desis dan lenguh mulai terdengar dari keduanya.
Tangan-tangan mereka saling memeluk, kemudian meraba. Bahkan istriku lebih berani, dia raih baju
belakang tamunya dan tarik dari ikatan celananya, kemudian dia masukkan tangannya, ingin merasakan
langsung hangatnya tubuh lelaki asing itu. Dan sang lelaki juga tidak kalah tangkas, tangannya memasuki
blus istriku dan memeluki sesaat, tapi kemudian beralih langsung ke buah dada istriku, meremasremasinya. Puting susunya di pelintir-pelintir. Kegelian tak terkirakan menjalar di tubuh istriku. Dari
jeritan kecilnya nampak istriku menggelinjang. Nafsu birahinya kini tak lagi bisa terbendung.
Istriku dan lelaki asing itu benar-benar memasuki wilayah nikmat tak terhingga. Keduanya telah siap
menapaki puncak kenikmatan. Lelaki itu membuka sendiri ikat pinggangnya, melorotkan resluitingnya,
merogoh kontolnya keluar dan meraih tangan istriku untuk menggenggamnya.
Pukul 14.46, Selasa
Merasakan daging panas yang besar dan panjang, dengus dan suara parau istriku kembali terdengar,
suara pengakuan ..yang didorong desakan birahi, ..maazz.., uuhh.. gede banget zzihh.., uuhhmm..,
sambil bergerak melepaskan rangkulan dan menunduk untuk melihat barang nikmat ditangannya itu.
Lelaki asing itu melepasnya. Biarlah perempuan binal itu melihati kontolnya. Biarlah dia memuaskan
libidonya. Dia puas .. Untuk sementara dia lupakan dagangan madunya yang terserak di lantai. Hari ini
dia merasa mendapatkan sesuatu yang bukan main ..
Dan saat nampak batangan milik tamu asingnya ini, saat nampak jamur besar merah hitam di ujung
batangnya nampak begitu mengkilat dengan belahan lubang kencing yang menganga, istriku terpana.
Suara paraunya kembali terdengar ..uuhhzz ..gedenyaa..uuzzhh, gedenyaa..uuhhmm, dan tanpa
didorong lagi mulutnya mendekat ke kontol itu. Bau khas kemaluan lelaki langsung menerpa hidung
istriku. Dan tanpa bisa lagi menahan, bibir istriku langsung menciumi batang gede dan panjang itu.
Sementara tangannya tetap menahan untuk mengarahkan kebibirnya. Ini aneh sekali bagi istriku.
Wwwoo, sangat eksaiting .. pada suamiku aku belum pernah begini niihh... Selama ini untuk suaminya
nggak pernah ia berikan ciuman pada kontolnya. Entah desakkan macam bagaimana, tiba-tiba saja, dan
tanpa ragu dan banyak pertimbangan, tahu-tahu lidahnya, mulutnya, hidungnya langsung melahap
kontol tamu asing ini. Itukah yang disebut gairah birahi ..? Atau naluri hewaniah yang baru mendapatkan
kesempatan tersalur, karena memang obyeknya sangat mempesona??
Dia ciumin, jilatin dan sedot batang itu sepuasnya. Naik, turun, naik, berputar, kebawah, bijih pelernya.
Uuhh ..gedenyaa ..nikmatnya.. uuhhzz. Lupa sudah sang suami. Kenikmatan tak bertara sedang
berlangsung. Kesetiaannya pada suami selama ini kemana ..?? Kenapa layanan macam ini kamu berikan
pada orang lain, orang asing, bahkan belum tahu namanya, sementara itu nggak pernah kamu berikan
layanan sejenis pada suamimu..??uuhzz geddeenyaa..
Lelaki itu merasakan mendapatkan kenikmatan luar biasa, rasanya jarang ada perempuan Indonesia
yang mau menciumi kontol. Tapi perempuan ini, istri orang gedongan lagi, dia rasakan bibirnya dan
lidahnya melumati kontolnya. Dia melenguh panjang. Kemudian dengan setengah bangkit dia

perosotkan kebawah celananya agar istriku bisa lebih leluasa melumati kontolnya. Dan pada
kesempatan itu nampak benar lebatnya jembut dan rambut-rambut di seputar kemaluan dan
selangkangan sang tamu asing.
Tentu akibatnya adalah istriku makin semangat untuk terus menjilat, menyedot dan setengah menggigit
kontol si tamu yang membengkak itu. Pada kesempatan sesaat, dia melihat setitik bening di ujung
lubang kencing kontol itu. Itulah precum, cairan birahi awal dari lelaki saat kenikmatan kelaminnya mulai
hadir. Istriku langsung menjilatnya. Asin. Uuhh, nikmatnya.. Dan terus menjilatinya serta berharap bisa
meraih cairan lebih banyak. Kemudian mulai mengkulum dan dengan halus memompa. Sungguh, inilah
pertama kali dalam hidupnya menghisap kontol. Dan bukan milik suaminya tetapi milik lelaki yang
adalah tamu asingnya ini. Keinginan macam itu sesungguhnya telah lama timbul, sejak dia melihat
adegan persetubuhan dari VCD yang diam-diam disimpan suaminya dan tanpa sengaja dia putar saat
suaminya pergi. Tetapi untuk memulai pada suaminya dia takut dicurigai dari mana kemajuan macam itu
diperoleh.
Kali ini dia merasa mendapatkan kesempatan yang nggak akan dilewatkan. Dengan jiwa petualangan
dan nafsu birahi yang membara dia lakoni obsesi erotis yang selama ini ditunggu-tunggunya. Mulutnya
terasa penuh. Kontol seukuran pisang tanduk hanya bisa masuk di ujungnya saja. Kepala istriku
memutar-mutar. Lidahnya menari-nari dijamur merekah itu. Dia jilati sepuasnya lubang kencing
tamunya. Nampak rakus dan lahap mulut cantik itu ingin menelan batangan kontol gede panjang
tamunya.
*****
Pukul 15.12, Selasa
Merasa belum puas berciuman, lelaki itu mengangkat tubuh istriku dan langsung kembali dipagutnya
lehernya. Istriku menggelinjang dan mendesah-desah. Tangan kirinya tidak melepaskan cengkeraman
pada kontol tamunya. Jari-jarinya mencengkeram sambil memijit-mijit atau mengurut yang membuat
nikmat luar biasa pada sang tamu. Ciuman mereka meliar. Dari leher bibir lelaki asing itu menyusuri ke
bawah lagi. Kini terasa blus istriku menghambat. Dia usel saja itu blus. Bau parfum yang sangat
merangsang bercampur keringat lelaki dari jalanan menciptakan erotis pada keduanya. Istriku
menggeliat-geliat. Kemudian mereka dengan buru-buru mencopot masing-masing bajunya. Blus istriku
dan kemeja lelaki itu lepas. Dan kembali mereka berpagut dengan telanjang dada. Buah dada istriku
menekan dada sang lelaki.
Tangan sang tamu terus merabai dan meremasi buah dada itu. Dan tangan istriku dengan penuh
semangat terus meremasi kontol sang tamu yang semakin nampak tegang, panjang, besar dan
mengkilat. Urat-urat darah melingkar-lingkat di sepanjang batang itu. Masing-masih saling berdesah,
mengaduh dan merintih bersahutan.
Kemudian tampak istriku melepas kulotnya. Dengan sekali tarik resluiting kecil, melorotlah kulot itu.
Nampak celana dalam oranye yang membungkus pantat bahenol serta kemaluan istriku. Ditariknya
salah satu tangan sang tamu untuk merabai kemaluan itu. Tanpa hambatan, tangan itu langsung
meremasi vagina istriku. Gelinjang yang sangat nikmat. Uhh ..gatalnyaa.. Istriku menggeliat-geliat bak
cacing kepanasan. Desahannya makin tak terkendali. Bibir dan lidahnya meliar. Dijilatinya bahu lelaki itu,
digigitnya lehernya, diciumi wajah bawahnya yang nampak kasar oleh bulu-bulu jenggot yang tercukur,
kasar seperti amplas. Itu sangat menggelitik lidah istriku, dia nggak mau melepaskannya.
Saat tangan tamu memilin-milin kelentitnya, kemudian dengan jari-jarinya yang terasa kasar juga

menembusi bibir vaginanya dan terus mengaduk-aduk hingga menyentuh saraf-saraf pekanya, istriku
mengaduh. Nikmat yang diterimanya sangat luar biasa. Pantatnya langsung gelisah, meliuk,
menggoyang. Ternyata sentuhan lelaki lain, lelaki pedagang madu, tamu asing yang sama sekali nggak
dikenalnya, menimbulkan gelombang birahi dan kenikmatan tak bertara. Mencuri kesempatan,
menyeleweng dengan tamunya ini, oohh .. akan sangat dikenangnya ..maasszz, .. tolongg.. aku hauss..,
desisnya. Tenggorokannya terasa kering dan nafasnya terus memburu. Dan kocokkan tangan kiri pada
kontol tamu makin kencang. Pijitannya semakin berdenyut. Pantat tamu itu juga meliuk-liuk dan
menggoyang.
Sekarang keduanya benar-benar lepas. Masing-masing menampakkan naluri birahinya. Saling pijit, saling
jilat dan gigit. Semuanya mengerang, mengaduh-aduh dan mendesah-desah. Mbakk .., si lelaki berbisik,
.. Aa..kkuu, ..mau keluarr ..mbaakk, .. ..keluarin dehh .. Keluarin saja .., jawaban bisik istriku sembari
meningkatkan remasan dan kocokkan pada kontol sang tamu. Dan tanpa dicegah lagi pantat lelaki itu
makin cepat menggoyang ..terus ..terus ..teruuss ..
Pukul 15.30, Selasa
Dan ..disertai dengan teriakan histeris nikmat yang panjang, aarrkkhh.., keluarlah cairan lendir bening
dari kontol tamu. Semua itu langsung disaksikan oleh matanya. Sperma atau air mani lelaki itu muncrat
tinggi. Kemudian muncrat lagi, muncrat lagi, muncrat lagi, muncrat lagi, lagi, lagi, lagi. Rasanya ada
sekitar 8 kali puncratan. Sebagian tertangkap tangan istriku, dan sebagaian lainnya di jembut dan celana
sang tamu dan kemudian pula jatuh tercecer ke lantai. Pasti itu merupakan ledakkan sperma besar yang
disebabkan sangat tingginya birahi lelaki ..
Entah kenapa, melihat cairan yang tercecer di mana-mana itu nafsu istriku melonjak. Diamat-amatinya
liquid kental di tangannya. Meleleh di jari-jarinya. Dia dekatkan ke hidungnya, coba membaui. Matanya
melirik sesaat ke sang lelaki sambil tersenyum. Wangi!, dia bilang. Ehh .. enak itu lhoo, kata si lelaki,
banyak vitaminnya .., bisik lelaki asing, coba jilat deh .., dia mendorong. Dan darah istriku naik ke
wajahnya. Gelegak nafsunya mendengar kata-kata lelaki asing itu. Coba saja ..nggak pa pa .., jilat,
jilatin..ayoo...
Dia lihat lagi tuh sperma yang meleleh. Ah, belum pernah dia merasai sperma. Milik suaminyapun nggak
pernah. Tapi kali ini ada godaan yang sangat kuat. Nafsu liar dan jiwa petualangannya mendesak-desak.
Ayoo, coba ... Dan, dijulurkanlah lidahnya. Dijilatnya sedikit sperma itu. Dirasainya. Dia ingat rasa
kelapa muda. Dia jilat lagi lebih banyak, dikenyam-kenyam kemudian ditelan. Ah, seperti kelapa muda.
Dia jilati terus hingga jari-jarinya bersih. Kemudian sperma di telapak tangannya yang nampak
bergumpal kental dilahapnya pula.
Dulu saat petualangan di hutan, dia juga menghadapi keraguan saat pelatihnya menyuruh makan daging
ular mentah-mentah. Dan hal itu akhirnya bisa dia lakukan dengan baik. Dan sekarang, setelah didorong
oleh nafsu birahinya dan tamunya, ..ayo mmbbak, aku pengin liatin .., agar dia menjilati spermanya, dia
juga lakukan. Dorongan erotiknyalah yang membuat sperma itu menjadi demikian nikmat. Kini dengan
makin bernafsu dia jilatin semuanya, sperma di kepala jamur dan lubang kencing, yang meleleh di
seputar batang kontol, yang tercecer di jembut dan selangkangan, di celana, di ujung-ujung kaki, di sofa,
bahkan juga yang di lantai. Dia nampak seperti anjing yang sedang menjilati sisa-sisa makanannya.
Penuh nafsu, penuh birahi sambil terus mengerang dan mendesah setiap kali lidahnya menjilat dan
menarik sperma ke mulutnya. Jadilah dia menjadi perempuan pemakan sperma.
Lelaki asing itu melihat dengan penuh pesona. Saat istriku nungging di lantai menjilati spermanya dia

lihat bagaimana menariknya pemandangan itu. Pantat yang bahenol putih yang masih terbungkus
celana dalam oranye. Ah, sungguh pemandangan yang sangat erotik. Sementara kontolnya yang
dilingkari urat-urat belum kunjung lelah. Kontol itu masih tegang mengacu mengkilat-kilat kepalanya.
Dia kembali bersender ke sofa sambil menyaksikan istriku, mengelus-elus sendiri kontolnya. Dia
menikmati kegatalan yang belum kunjung usai.
Istriku masih asyik menjilati semua sperma yang tercecer, sementara libidonya masih belum sepenuhnya
tersalurkan. Kontol itu seharusnya menembusi kemaluannya. Ingat kebiasaan suaminya yang selalu
lemas sesudah ejakulasi, dia buru-buru bangkit dari lantai dan cepat meraih kontol lelaki itu. Dia takjub.
Ternyata ejakulasinya tidak membuat kontol itu surut lemah. Masih seperti semula, bahkan nampak
lebih besar dan panjang dimatanya. Tanpa ba bi bu serta merta tangannya meraih sisa celana khaki
berikut celana dalam lelaki itu, ditariknya keluar hingga langsung telanjang dan mencuatlah kontol itu.
*****
Pukul 15.37, Selasa
Dengan sigap pula dia copot celana dalamnya sendiri dan langsung naik ke sofa. Lelaki itu ditumpakinya.
Tangan kirinya meraih kontolnya, diarahkan langsung ke lubang vaginanya. Dia belum pernah
bersanggama dengan suaminya di sofa ini. Tetapi beberapa kali dia pernah lihat gambar porno,
pasangan yang bersanggama di sofa macam ini. Dia coba tirukan. Sementara sang lelaki menyambut
dengan pelukan di pinggang sambil menempatkan ke arah yang tepat.
Ujung kontol itu telah menyentuh bibir vagina istriku. Kegatalan amat sangat datang pada kemaluannya.
Pantatnya menggoyang yang langsung diimbangi oleh pantat sang lelaki. Yang satu menekan-nekan yang
lain mendorong-dorong. Gelombang kegatalan vagina dan kepala kontol dari kemaluan masing-masing
menderas. Masing-masing mau cepat menembusi dan melahap. Uhh ..kontol ini kelewat besar, begitu
batin istriku, sementara ahh.. vagina ini demikian sempitnya, begitu pikiran sang lelaki. Tentu saja benar.
Yang selama ini menembusi adalah kontol suaminya yang ukurannya paling cuma setengahnya. Belum
pernah vagina ini menerima kontol sebesar itu. Istriku berteriak histeris. Ada sedikt rasa sakit yang
menyertai nikmat luar biasa ini. Tapi sang lelaki sudah tak akan pernah mundur lagi. Dengan tambahan
dorongan dari bawah akhirnya kontolnya terbenam. Seluruh batangan besar dan panjang itu bulat-bulat
telah ditelan oleh kemaluan istriku.
Sekarang istriku merasai, betapa setiap mili dinding dalam kemaluannya mencengkeram erat batangan
bulat panjang itu. Rasanya nggak ada celah longgar. Setiap saraf-saraf vaginanya merasakan sentuhan
batang itu, yang menyebabkan reaksi bergelombang datang. Setiap sarafnya seakan ingin melumat
batang itu.
Dan yang dirasakan lelaki itu adalah vagina istriku mengempot-empot. Seakan menghisap-hisap dan
memerasi kontolnya yang menimbulkan kenikmatan luar biasa. Dan reaksinya langsung mencaplok susu
istriku dengan sepenuh nafsu. Menggigiti putingnya dengan buas, sebelah kanan dan kiri ber-ganti-ganti.
Paduan gelitik kontol pada vaginanya dan gigitan bibir lelaki asing itu pada susunya sungguh merupakan
sensasi kenikmatan yang luar biasa. Istriku kini menjerit-jerit kenikmatan. Tak ada lagi rasa kawatir
didengar orang. Nafasnya demikian memburu. Pantatnya meliuk mengebor-ebor. Dan sang tamu tidak
lagi mau menahan dengan diam. Diangkatnya pantat istriku naik, kemudian diturunkan, naik lagi,
kemudian turun. Demikian ber-kali-kali. Gesekkan antara kontol dan vagina saat naik turun itu membuat
keduanya semakin histeris. Dan berikutnya dengan tenaganya sendiri istriku mempercepat naik turun
pantatnya disebabkan kegatalan vaginanya yang nggak lagi tertahan. Dan nampaklah istriku yang

menunggangi lelaki asing tamunya, melakukan kocokkan kontol tamu dengan vaginanya seperti
berpacu. Makin cepat, makin cepat, makin cepat. Suara teriakkan kenikmatan istriku diseling desahan
sang lelaki menjadi simponi erotik yang pasti akan merangsang siapapun yang mendengarnya.
*****
Pukul 16.00, Selasa
Pada kesempatan inilah, untuk yang pertama kali istriku mengalami apa yang sering dia dengar,
orgasme. Saat-saat menjelang orgasmenya datang, sebagai sesuatu yang baru pertama kali dia rasakan
seumur hidupnya dia merasakan rangsangan gatal yang amat sangat yang disusul perasaan se-akan mau
kencing pada vaginanya akibat dari gosokkan dengan kontol besar itu. Rasa itu sungguh tak terperikan.
Perasaan macam itu membuat fisiknya demikian kuat. Kocokkan pompa yang menguras tenaga itu dia
lakukan dengan kecepatan yang semakin tinggi.
Disertai hentakkan pada saat kemaluannya menelan kontol besar tamu asing itu agar ujungnya lebih
mentok ke mulut rahimnya, yang dibarengi dengan teriakan nikmat yang histeris di-ulang-ulang hingga ..
akhirnya.. sampailah. Bendungan itu jebol. Orgasme itu datang. Seperti air bah yang lepas. Ketegangan
yang semula berada di puncak yang sangat tinggi langsung turun hingga ke dasarnya. Seperti beban
berat yang berhasil dilepasnya. Kocokkannya memelan, memelan dan berhenti. Pelukannya melemas.
Kucuran keringatnya membasahi tubuhnya dan tubuh sang tamu. Kepalanya disenderkan pada bahu
lelaki itu.
Sang tamu ini sungguh lelaki yang memahami. Dia terima kelelahan istriku. Dia ikut berhenti. Dia beri
kesempatan. Dia sabar. Dielusnya kepala istriku, diciuminya lehernya dengan lembut. Dijilatinya keringat
istriku. Sementara kontolnya dibiarkan terbenam dalam vagina istriku. Oohh .., terdengar lenguh istriku
sambil sedikit menggeser wajahnya tenggelam keleher lelakinya. Nampaknya istrikupun ingin kontol
gede itu tetap di dalam vaginanya. Keadaan menjadi hening, tanpa desahan atau rintihan kecuali nafasnafas panjang dengan sebentar ter-engah. Dunia sekelilingnya juga seakan ingin diam sesaat..
*****
Pukul 16.14, Selasa
Mass .., heehh..?!, ..ennaakk.. puass ..?, ..Hheehh.., ..Oocchh.., terdengar bisikan-bisikan tanpa
diikuti gerakan-gerakan.
Aku belum pernah lho, seperti ini .., ..aku heran sendiri .., istriku ngomong. ..hhee..eehh, sahut lelaki
itu masih enggan-enggan. Baru sekarang aku merasai orgasme.
Bener lho, mas. Aku koq bisa mengulum kontol, menjilati spermamu ..hhoocchh .., kalau suamiku tahu
....Ternyata nikmat banget .. Hhoocchh ..hheecchh .., terdengar tarikan nafas panjang.
Mass .., mmaass .., capai yaa ..?!, .. Nggaakk .. belumm, khan aku belum keluar lagi .., ..koq kuat
banget sih .., nihh masih gede dan kaku dalam nonokku .., Khan madduu .., tentu kelakar, Iyaa benerbenerr .., masih dalam saling berbisik. Istriku mencium gregetan leher lelaki itu. ..uuhh .., entah lenguh
siapa lagi .. Diam, hening lagi untuk beberapa saat..
Belum keluar ya mass, .. Mau dikeluarin ..??, dimana ..??, istriku bertanya. Pertanyaan itu memancing
kerut dahi tamunya sesaat ..tetapi dia bisa menjawab ..,Bagaimana kalau di mulut kamu ..?, bisik-bisik,
woo, mauu .., tanpa pikir lama-lama pelan-pelan istriku bangkit, kemaluannya melepas kontol sang
tamu yang masih tetap tegak ngaceng dan mengkilat-kilat basah hingga batangnya yang disebabkan
cairan yang keluar dari vagina istriku. Dia ingin memberikan layanan terbaik bagi tamunya ini .., dia ingin
mendengar dan melihat bagaimana tamunya ini merintih dan mengerang-erang merasakan kenikmatan

dan mendapatkan kepuasan puncaknya.


Sang tamu mengambil posisi berdiri dengan kontolnya yang ngaceng menantang ke depan, disusul
istriku jongkok pada lututnya dan langsung meraih kontol itu untuk di-emotnya.
Kali ini istriku tidak nampak ber-emosi, mungkin sedang surut sesudah orgasmenya tadi. Tetapi sang
tamu dengan mendongakkan kepalanya kini mengerang. Tangannya meraih kepala istriku, direngkuhnya
kemudian didorong kedepan agar kontolnya lebih dalam lagi dikuluman mulut istriku. Dan istriku
mengikuti. Gerakan memompa. Lelaki itu memaju-mundurkan bokongnya, mengerang sambil makin
keras meremasi rambut istriku. Tentu terasa pedas bagi istriku. Tetapi suara erangan lelaki itu membuat
istriku pelan-pelan timbul kembali ke-asyikannya. Dia mainkan mulutnya. Terkadang dia lepas
kulumannya dan menjilat-jilat batangnya. Juga dia isepin buah zakarnya. Di titik ini nampak kelemahan
lelaki itu. Setiap jilatan di zakarnya dia se-akan memohon dan mengemis, Terus .. tolong, terruss..oohh
mmbbaakk.. enakk bangett ..terruuss...
Zakar tamunya ini terus dia isepin dan jilatin. Dan benar .., tak begitu lama lelaki asing ini mengeluarkan
teriakan histeris yang ditunggunya ....mau keluarr.. oohh mau keluarr ..keluarr, mbbaakk.. Isepp..
kontolku..isepp, sembari menjambak rambut istriku diarahkan ujung kontolnya ke mulutnya dan
..sserr..crot..crot..crott ..muncratlah sperma segar panas langsung ke mulut istriku.
Dan mulut istriku yang sudah menganga sejak tadi siap menerima semua puncratan sperma tamunya.
Tak ada setetespun yang lepas dari mulutnya. Masih dalam keadaan crot crot, mulut istriku sudah
mencaplok ujung kontolnya untuk memastikan bahwa tak setetespun akan tersia-sia ke tempat lain.
Wajahnya yang merem melek nampak menikmati cairan hangat di mulutnya itu. Nampak pula dia mulai
mengecap-ecap kemudian menelan berliter cairan yang keluar dari kontol lelaki asing itu.
Selepas itu baru dua insan ini merasakan kelelahannya. Keduanya terduduk. Sang tamu bersender
kembali ke sofa, dan istriku tidak bangun dari lantai menyandarkan tubuh dan kepalanya pada kaki-kaki
lelaki itu.
*****
Pukul 16.26, Selasa
Sesudah beberapa saat istriku bangkit. Tak bikinkan kopi ya, .. Capuchino mau ..?, Apa tuh ... Rupanya
tamu ini benar-benar dari klas kumuh, dia nggak ngerti nama minuman tadi. Tetapi istriku tak lagi
menghiraukan, dia ambil celana dalam dan kulotnya, dia pakai dan beranjak ke-dapur.
Di dapur kini istriku merasakan bibir kemaluannya agak pedih-pedih. Tentu karena kontol yang kelewat
gede dari tamu asingnya itu. Sendirian dia tersenyum. Puas. Petualangan yang baru dilewati sungguh
eksaiting. Sambil mengambil cangkir dan kopi dia mikir, biar kutahan lelaki itu. Biar dia nginep. Pulang
esok sore, begitu pikirnya. Mumpung. Aku mau lagi, lebih lagi. Aku pengin telanjang bulat semua. Biar
kuajak saja ke kamar tidurku. Di kamar dimana aku dan suamiku tidur. Rasanya penyelewengan dan
pengkhianatan yang makin tinggi kwalitasnya akan semakin nikmat. Masih adakah cinta pada
suaminya.., sesudah penyelewengan ini ..? Jangan tanya cinta .., itu hal yang lain. Urusan cinta suami tak
perlu diragukan. Ini tidak lebih dari urusan libido. Urusan orgasme yang memang dengan suami nggak
pernah bisa diraih. Ahh ..dia benar
Aku adalah istri seorang pengusaha yang bisa di bilang cukup kaya. Anakku ada dua, kebetulan cowok
semua dan usianya pun sudah menginjak dewasa. Mereka memilih bersekolah di luar negeri. Sedangkan
suamiku seorang pengusaha yang cukup sibuk dengan usaha aE" usahanya.

Alhasil tinggallah diriku dengan segala kesepian yang ada. Bila bangun
pagi hari, aku selalu termenung. Karena suasana rumah yang cukup besar sehingga aktifitas yang
dikerjakan pembantu pembantuku nyaris tak terdengar, apalagi di dalam kamarku yang cukup luas.
Malam hari pun sama, setelah pembantuku beraktifitas mereka segera pergi tidur dalam waktu yang
bisa dibilang masih sore. Hanya acara televisi yang selalu menemani, itupun sudah membuatku bosan.
Karena semua acara sudah aku hafal dan semua menjadi tidak menarik lagi. Aku mencoba untuk mulai
beraktifitas dengan tetangga, tapi menjadi percuma karena tetanggaku semua sibuk dengan urusan
masing - masing. Karena stress di rumah, aku memutuskan untuk pergi ke tempat sahabatku Lena, di
Jakarta. Hal itulah yang membuat aku berubah total dan drastis.
aEsHai Len, udah tidur belon?aEt
aEsBelon, lagi nonton TV. Ada apa ? Koq tumben loe malem malem nelpon.aEt
aEsGue lagi stress banget nih, sejak anak-anak pergi ke Singapore di rumah sepi banget. Mana Ruben
gak pulang-pulang. Boleh gak gue nginep di rumahmu ?aEt
aEsJelas bolehlah, loe kayak ama siapa aja. Kita khan udah kayak sodara.aEt
aEsIya tapi gue khan takut ngeganggu elo en suami loe.aEt ( Lena anaknya dua satu cowok, satu lagi
cewek. Yang cowok kuliah di Amerika, sedangkan yang cewek udah nikah trus ikut suaminya ke Aussie )
aEsItaE?s oke koq, William lagi pergi ke Amrik mungkin 2 aE" 3 minggu lagi baru pulang.aEt
aEsYa udah kalo gitu, besok jemput gue di airport ya. Gue naek pesawat paling pagi.aEt
aEsOke, ntar pagi gue suruh sopir standby di bandara.aEt
Itulah pembicaraan singkat dengan sahabatku malam sebelum keberangkatanku.
Ketika mobil berhenti tepat di depan pintu rumah, ku lihat Lena bergegas menghampiriku, lalu kami
berpelukan sambil bercipika cipiki. aEsWah wah makin cantik dan sexy aja nihaEt kata Lena sambil
menatapku dari atas sampai ke bawah. Ah, biasa aja, loe sendiri juga oke , spa di mana ? Gue pengen di
pijit nih biar relax. aEsAh bisa aja deh, gue cuma luluran aja di rumah. Kalo cuma pijit sih, Iwan juga bisa.
Yang ngelulur en mijitin aku khan si Iwan. DoaE?i jago lho, di jamin ketagihan deh. aEs Iwan .. ? Siapa
Iwan ? aEsSopir pribadi gue, yang tadi ngejemput loe. Sekarang loe ke kamar, ntar gue suruh si Iwan ke
kamar loeaEt Tapi Len.., gue khan malu. Masak yang mijit cowok, masih muda lagi. aEsUdah loe tenang
aja, ntar gue temenin deh biar loe nggak risihaEt

Sesampainya di kamar, aku berbaring sejenak membayangkan Iwan yang akan memijitku, menyentuh
bagian-bagian tubuhku yang sudah lama tidak disentuh oleh suamiku. Orangnya masih muda kira-kira
umur 25 tahun, tinggi sekitar 177 cm, berat sekitar 70 kg, berkulit sawo matang tapi bersih sehingga
memberi kesan macho, dengan rambut berpotongan rapi, sopan dan ramah terlebih sorot matanya yang
tajam dan rahang yang memberikan kesan gagah. Apabila dalam setelan safarinya, terlihat seperti
seorang bodyguard. Sehingga aku merasakan ada suatu desiran aneh dalam diriku. Seperti adrenalin
yang bergejolak, membuatku darahku bergejolak, dan aku pun terbuai dalam lamunanku sendiri.
TokaE|tokaE|tokaE| suara ketukan pintu membuyarkan lamunanku. aEsSiapa ?aEt Iwan, bu. Lalu
akupun melangkah dan membuka pintu. Ku lihat Iwan sudah berganti pakaian, dari setelan safari
berganti dengan celana jeans dan kaos ketat tipis warna putih yang semakin memperlihatkan otot-otot
lengannya yang kekar, juga six pack perutnya terlihat menonjol. Aku sempet berpikir, koq kayak model
iklan susu L-men, tadi kayak body guard. Hebat juga Lena nyari sopir pribadi, jangan-jangan dia sopir
plusnya Lena, tapi segera ku tepis pikiranku. aEsMari masuk, lho.. bu Lena mana ?aEt tadi sedang terima
telpon, saya disuruh duluan, jawab Iwan dengan sopan. aEsHm, ya udah kamu tunggu sebentar saya
ganti dulu.aEt Iya bu, permisiaE|, jawabnya.
Lalu aku pun berjalan ke kamar mandi, setelah pintu ku tutup, ku buka pakaianku. Ku pandang tubuhku
dari kaca besar yang terletak di atas wastafel. Ku putar ke kiri dan ke kanan, benar juga apa yang di
katakan sahabatku tadi. Tubuhku, walaupun sudah beranak dua masih terlihat seperti iklan Tropicana
Slim, memang agak montok sedikit membuat terlihat lebih sekal. Di usia yang hampir memasuki kepala
empat, dengan tinggi 169 cm dan berat 53 kg, di tunjang dengan payudara 34 B, aku masih tidak kalah
dengan anak-anak remaja sekarang. Maklumlah aku sering spa untuk mengurangi stress yang ku alami,
tak heran jika kulitku pun putih mulus. Bahkan selulitku telah ku buang melalui operasi di Singapore
setelah aku melahirkan anak yang kedua. Lalu kuperhatikan wajahku, meski ada sedikit keriput samar di
daerah mata, tapi menurutku wajahku masih cukup cantik. Karena di kala aku pergi shopping atau
sekedar jalan-jalan di mall, banyak lelaki termasuk remaja melirik ke arahku, bahkan ada di antara
mereka bersuit ke arahku. Ku libatkan handuk di sekeliling tubuhku, lalu kurapikan rambutku, aku pun
berjalan ke luar.
Ketika ku tutup pintu kamar mandi dari luar, Iwan bangkit berdiri dan menatapku. Ku lihat dia terpana
melihatku yang hanya berbalut selembar handuk dengan rambut yang tergerai di bahu. aEtkenapa Wan
?aEt Eh, enggak bu. Ibu terlihat cantik sekali, mirip cerita bidadari yang di filem aE" filem. aEsAh, kamu
bisa aja Wan, pinter ngerayu. Udah berapa pacar yang kena ama rayuan kamu?aEt kataku sambil duduk
di springbed. Enggak ada bu, saya gak punya pacar. Dulu waktu sma pernah punya pacar, tapi pas lulus
langsung di nikahin sama bapaknya. Bapaknya gak mau anaknya pacaran sama orang miskin kayak saya.
Ibu mau dipijit sekarang ? aEsEhm, boleh dehaEt kataku sambil berbaring. Iwan pun melangkah ke kasur
sambil membuka tutup body lotion. Permisi bu, lalu kurasakan tangan Iwan menyentuh telapak kakiku.
Ada rasa geli dan nyaman ketika Iwan memijit telapak kakiku. Setelah beberapa menit, pijitan mulai naik
ke betis dan setengah pahaku, karena separuh pahaku yang atas masih terlilit handuk. Hem, benar juga
yg dibilang Lena, nyaman juga pijitannya. Tapi koq Lena gak nongol-nongol, sahabatku itu kadang kalo
nelpon bisa ber jam-jam lamanya, paling cepat 1 aE" 2 jam. Ah terserahlah, aku udah gak peduli karena

terhanyut dalam pijitan-pijitan Iwan, sehingga tanpa sadar akupun terlelap.


Entah sudah berapa menit, tiba-tiba aku merasa ada yang memanggilku. Bu..bu..Vina aEsya, ada apaaEt
jawabku dalam keadaan setengah sadar. Maaf, saya buka handuknya ya bu. Kakinya udah selesai dipijit,
sekarang mau mijit punggungnya aEsYa, silahkanaEt jawabku spontan. Ketika tangan Iwan menyentuh
bahu dan pundakku, kesadaranku mulai pulih. Aku teringat keadaan saat ini, di mana Lena masih belum
selesai menerima telepon. Sedangkan aku hanya berdua dengan Iwan, sedangkan tubuhku hanya bagian
depan yang tertutup, karena aku berbaring tengkurap, sebagian dari payudaraku yang tertekan pasti
terlihat. Berbagai perasaan terbersit dalam hatiku, karena ini pengalaman pertamaku disentuh oleh
lelaki selain suamiku. Biasanya aku selalu dipijit oleh wanita, hal inilah yang membuatku menolak saat
sahabatku menyarankan Iwan untuk memijitku. Dengan pemijat segagah Iwan, dan juga setelah sekian
lama aku belum melakukan hubungan intim hal ini membuat hatiku berdebar-debar. Antara rasa malu
dan nafsu yang mulai menghinggapi diriku.
Hilang sudah rasa nyaman, berganti dengan perasaan aneh yang perlahan muncul seiring dengan pijatan
Iwan. Sehingga saat perasaan aneh itu sudah menguasai diriku, tanpa sadar aku mulai mendesis kala
tangan Iwan mengenai daerah-daerah sensitifku. Dia mengurut dari pinggul bawah ke atas, lalu
tangannya beralih menuju pundak, ketika tangannya menyentuh leherku, aku langsung menggelinjang
antara geli dan nafsu. Di situ merupakan daerah sensitif keduaku, di mana yang utama adalah clitorisku.
Sehingga aku semakin liar mendesis dan tanpa sadar aku berbalik. Dengan napas tersengal-sengal ku
buka kelopak mataku, kutatap Iwan yang menatapku dengan posisi berdiri diatas lututnya. Ku lihat
peluhnya bercucuran sehingga kaosnya basah oleh keringat, membuat tubuhnya jadi semakin sexy. Aku
sudah kehilangan akal sehatku, sehingga aku sudah tak ingat lagi bahwa tubuhku yang telanjang kini
terpampang jelas di hadapan Iwan. Iwan pun seolah mengerti akan keadaanku lalu di ambilnya handuk
yang tadi melilit tubuhku. Di lapnya keringat di wajah, lalu ketika dia membuka kaosnya langsung aku
ambil handuk ditangannya. Ku seka keringatnya sambil kuraba tubuhnya, karena tubuh suamiku sangat
berbeda dengannya. Kuraba dadanya yang bidang, lalu tangan kiriku turun hingga six packnya sambil
kuciumi dadanya. Sedangkan tangan yang satu lagi membelai punggungnya yang juga berotot. Ketika
tangan kiriku meraih kancing celana jeans nya, tangan kanannya menangkap tangan kiriku, lalu tangan
kirinya meraih pinggangku. Sambil menarik pinggangku ke atas, dilumatnya bibirku. Oohh.. aku
merasakan sentuhan yang berbeda dari yang pernah aku rasakan. Kubalas dengan melumat bibir
bawahnya, lalu kurasakan lidahnya menerobos masuk ke dalam mulutku, kami saling melumat. Lalu di
rebahkannya aku, dan dia membuka kancing celananya. Pemandangan itu sungguh erotis sekali di
hadapanku, aku bangkit lagi dan ku elus celana dalamnya yang terlihat kepenuhan itu. Ku cium bagian
atasnya, tak tercium bau kejantanannya, tampaknya dia cukup merawat miliknya itu. Ku kecup
kepalanya sambil ku pelorotkan celana dalamnya. Oohh, gelegak nafsuku semakin menggelora. Segera
kumasukkan batangnya ke dalam mulutku, ku sedot keluar masuk, ku dengar rintihannya yang
membuatku semakin panas. Ketika ku lihat ke atas, tampak dia terpejam menikmati sedotanku. Setelah
ku hisap selama kurang lebih sepuluh menit, Iwan menghentikan gerakanku. Di lumatnya lagi mulutku
sembari membaringkan aku di tempat tidur. Lalu dilumatnya leherku, sehingga aku kembali menggeliat
liar. aEsEkhs.., wanaE|aEt Ku cengkeram sprei tempat tidur, sementara tangan yang satu lagi
mencengkram punggungnya. Tampaknya Iwan sudah mengetahui kelemahanku, dia segera berpindah

untuk melumat bukit kembarku. Lidahnya melumat habis kedua bukitku beserta ujung ujungnya.
Sementara tangannya terus turun meluncur melalui perutku, sampai pada bukit kecilku yang berbulu
tipis yang kini sudah semakin basah. Aku memang selalu rajin mencukur bulu jembutku, karena aku suka
memakai celana dalam G-string. Tangannya kini sudah mencapai lipatan vaginaku, dan tersentuhlah
clitorisku. Aku langsung tersentak, seperti terkena setrum ribuan volt. aEsakhsaE|.. wanaE|aE|aEt
jeritku sambil meremas rambutnya. Sementara tangan Iwan bermain di selangkanganku, lidahnya kini
turun ke perutku, bermain sebentar di seputar perut lalu kembali turun ke vaginaku. Kedua belah
tangannya memegang kedua belah pahaku, sambil di pandanginya meqi ku yang basah oleh cairan
kewanitaanku. aEsMeqi bu Vina indah sekali..aEt perkataan itu seakan memberi suntikan gairah
sehingga ku berkata dengan merintih aEsayo wan.. jangan di liatin ajaaEt langsung di benamkannya
bibirnya ke dalam meqi ku, sementara hidungnya mengenai clit ku, sehingga aku langsung tersentak
mendongak ke atas. Di julurkannya lidahnya menyapu bagian dalam vaginaku, sehingga aku merasa
seperti ada yang menggelitiki memekku itu. aEsoohhhaE|.terus wanaE|..terusaE|.aEt rintihku sambil
terus meremasi rambut di kepalanya. Tangannya menggapai kedua belah payudaraku, sambil meremasi
sesekali dia pelintir kedua pentilku. Membuatku menjadi semakin liar, dan ku rasakan badai kenikmatan
yang terus menggelora di dalam diriku. Sampai akhirnya saat bibir iwan mengecup lalu menghisap clit
ku, aku tersentak sedemikian hebatnya sambil menjerit aEsAaakkhhsssaE|aE| wwaaannnnaE|aE|aE|aEt
ku jepit kepalanya sambil kuangkat pinggulku tinggi tinggi, kedua tanganku menjambak rambutnya. Iwan
pun tak henti hentinya terus menusuki memekku dengan lidahnya sembari memutarkan kepalanya,
dihisap dan dijilatinnya hingga habis cairan yang keluar meleleh dari memekku, aku pun serasa terbang
di awan-awan.
Seketika itu tubuhku melemas, iwan pun merangkak naik ke arahku, di peluknya diriku, di kecupnya
keningku lalu dilumatnya bibirku. Akupun membalasnya dengan melumat kembali bibirnya yang
menurutku cukup sexy untuk dilumat. Kami saling berpandangan beberapa saat, aku serasa kembali
menemukan sesuatu yang kini mengisi relung-relung hatiku yang sepi. aEsMasukin kontolmu wan, tapi
pelan-pelan dulu ya. Aku masih agak lemas nihaEt kataku dengan lirih di telinganya. aEsBaik, bu.aEt
aEsJangan panggil ibu terus ah, gak enak didengernya. Maukah kamu memanggilku sayang ?aEt aEsBaik,
sayang. Aku masukin ya.aEt aEsHe eh, tapi pelan pelan lhoaEt dan kurasakan kepala kontolnya yang
mengkilap merah menempel pada kemaluanku. Ada rasa berdebar di hatiku, inilah kejantanan selain
milik suamiku yang beruntung dapat memasuki liang senggama milikku. Kurasakan perih ketika
kepalanya masuk sedikit di bibir lubangku aEswann, pelann.. agak perih nih.aEt aEsIya sayang, ini juga
pelan-pelan koq.aEt Iwan kembali menekan pantatnya, dan penisnya kurasakan semakin menyeruak
masuk ke dalam memekku. Akupun spontan memeluk iwan aEsaakh..wannaE|.aEt aEstahan sedikit
sayang!aEt Iwanpun menghentakkan pantatnya dengan sekali hentakan dan seketika kurasakan perih
yang kurasakan saat keperawananku hilang. Iwan pun mengangkat pantatnya pelan-pelan, sehingga aku
merasa memekku seperti tersedot keluar seiring dengan kontol iwan. Lalu ditekannya kembali kontolnya
ke dalam memekku, rasa perih yang semula kurasa itu hilang berganti sensasi nikmat di kala punya iwan
keluar masuk dengan berirama menggelitiki dinding kewanitaanku. aEsakhsaE|enak wanaE|.teruss
sayangaE|.aEt aEsmemekmu seret banget yang, kontolku kayak di urut nihaEt dilumatnya kembali
bibirku, kamipun berpagutan sambil bergoyang pelan. Setelah beberapa saat iwan mengentotiku
dengan irama pelan, yang membuatku seakan sedang bercinta dengan kekasih yang telah lama tak
bersua, gairahku timbul bersama dengan kekuatan yang mulai pulih setelah orgasme tadi. Dengan

berpelukan, ku gulingkan tubuhnya ke sampingku, kini posisiku ada di atas tubuhnya dengan penis tetap
tertancap di memekku. aEsgiliranku sayang.. , aku ingin memberikan kamu kenikmatan, seperti yang
udah kamu berikan kepadaku.aEt Ku tekan dadanya yang bidang dengan kedua tanganku, lalu ku angkat
pelan pelan pantatku aEsOookhhaE|..aEt iwan memegang kedua tanganku sambil matanya membeliak
aEskenapa sayang ?aEt aEskontolku kayak di sedot ke atas.aEt Akupun tersenyum sambil menurunkan
kembali pantatku, ku lakukan beberapa saat, hingga ku lihat iwan pun merem melek keenakkan. Sesekali
ku goyangkan pantatku ke kanan dan ke kiri.
Tiba-tiba pintu kamar terbuka, Lena pun masuk sambil ketawa-ketawa aEsWah, enak koq gak ngajakngajak. Gimana ? bener khan yang gue bilang, iwan tuh jago banget, gue aja udah gak tau berapa kali
gue di KO in dia.aEt aEsIya Len, kamu dapet dari mana sih ?aEt aEsrahasia donk, ya gak say ?aEt
jawabnya sembari mencium iwan. Mereka pun berpagutan, lalu Lena berhenti dan melepas pakaiannya.
Dikangkanginnya muka Iwan dengan posisi berhadapan denganku. Iwanpun tanpa disuruh langsung
dilahapnya memek Lena, sehingga Lena pun mendesis keenakan. Buah dada ku disambar oleh Lena dan
dihisap hisapnya, tangan yang satu memilin milin putingku. Hal ini membuatku merem melek keenakan,
sungguh suatu sensasi luar biasa timbul dalam diriku, inilah threesome pertamaku. Gairahku terus
memuncak sehingga datanglah gelombang orgasme ku yang ke dua. Lena dan Iwan seperti mengetahui
akan keadaanku, akupun dipeluk oleh Lena dan dikulum nya bibirku. Ada perasaan yang sulit
diungkapkan ketika Lena menciumku, tapi yang kuingat adalah gelora birahi membara yang menuntunku
menuju gerbang orgasme. Iwan pun menyambut hentakanku dengan mengangkat pantatnya ke atas
sehingga batangnya terbenam habis ke dalam memekku dan menyentuh G-spot ku. Akupun mengerang
panjang AaakkkkhhhhaE|aE|aE|.. cairan orgasme ku mendesir keluar membasahi kontol Iwan, akupun
terkulai dalam pelukan Lena. Lena memandangku sambil membelai rambutku, dia menciumku mesra.
Akupun membalasnya, aku merasa bahagia seperti menemukan kembali cinta yang hilang.
Aku membaringkan diriku ke sebelah, ku lihat Lena mengulum batang kemaluan Iwan. aEsEhm.. peju mu
enak banget VinaEt aku hanya tersenyum mendengar perkataan sahabatku itu. Lalu Lena pun berubah
posisi, dia berbalik menghadap Iwan, di enjotnya kontol Iwan. Dengan liar ia bergoyang sambil mulutnya
terus menceracau dan mendesis, payudaranya yang satu dihisap iwan, yang satu putingnya di pilin pilin.
Lalu tubuhnya bergetar hebat, dicengkeramnya pundak Iwan OoohhhhaE|aE|. WwaannnnaE|aE|.
aakkuuu kelluuaarrrraE|aE|.. Iwanpun lalu bangkit, sambil mengangkat tubuh Lena dia membaringkan
Lena lalu menggenjotnya. Sodokannya begitu cepat sehingga tubuh Lena terguncang guncang. Lalu
diapun mengerang AaakkkkhhhhaE|aE|aE|.. bbbuuuuaE|aE|aE|. Aakkuuu uuddaahh mmooo
kelluuaarrrraE|aE|.. Lena dengan sigap langsung menyambar kontol Iwan dan mengulumnya. Iwan pun
langsung mengejang, seketika ditariknya kepala Lena sambil menyemprotkan pejunya ke dalam mulut
Lena. Tampak cairan kental keputihan meleleh dari sela sela bibir Lena. Akupun beringsut maju, turut
serta mengulum batang dan peju Iwan. Akhirnya kami bertiga tidur bareng dalam keadaan bugil.
Itulah awal cerita yang membawaku ke dalam petualangan sex yang lebih liar. Mohon saran, kritik dan
komentarnya, supaya di tulisan selanjutnya bisa lebih baik dari sekarang.
Pintu kamarku tiba-tiba terbuka, tampak wajah cantik Lena di balik pintu. aEsUdah siap belon ?aEt
aEsBentar lagi, gue belon make bedak nih.aEt aEsGue tunggu di mobil ya.aEt Lena segera menghilang
dari balik pintu.

Ku oleskan bedak tipis pada wajahku, ku pandang cermin, aku cukup puas dengan riasan yang ku pakai.
Aku tidak suka merias wajah secara berlebihan, paling hanya menggunakan bedak, lipstik dan sedikit
bloss on, itupun dengan olesan tipis. Ku ambil tas tangan yang tergeletak di meja, lalu kulangkahkan kaki
menuju pintu.
Mobil meluncur membelah jalanan kota Jakarta, kami menuju ke arah Kota. Di jalan Mangga Besar, kami
membelok ke arah Lokasari Plaza. Setelah Iwan memarkirkan mobil, kamipun berjalan-jalan di daerah
sekitar situ. Ada banyak tempat judi ketangkasan di daerah ini (pada waktu itu belum ada larangan
seperti sekarang ini), tempat demi tempat kami masuki, rupanya Iwan hobi bermain judi ketangkasan.
Lena pun sepertinya sudah tak asing dengan tempat tempat seperti ini, karena ku lihat beberapa orang
menyapanya dengan sopan. Iwan memutuskan akan bermain di salah satu tempat, dia berbicara kepada
Lena lalu Lena memberikan sejumlah uang dan kartu ATM kepadanya. Lena mengajakku keluar, kamipun
keluar masuk di discotheque yang berada di daerah yang sama. Satu demi satu tempat itu kami masuki,
aku merasa pengap dengan keadaan di dalam discotheque tersebut. Asap rokok, musik House yang
hingar bingar, orang-orang yang berjoget sampai untuk jalan pun susah. Ada beberapa cowok yang
mendekati dan berusaha mengajak kami berkenalan, ada yang menawarkan minuman, bahkan ada yang
menawarkan aE~inexaE? (exstacy). Lena hanya tersenyum dan tertawa sambil terus berjalan, sesekali
berhenti karena ada yang dia kenal. Aku heran dan takjub kepada sahabatku, koq bisa ya dia seperti ini
tapi aku tidak mengetahui sama sekali. Apakah aku yang naif dan terlalu mudah dibohongi, atau dia
yang hebat dalam bersandiwara. Kalo dia berprofesi sebagai aktris, aku rasa udah banyak dia sabet
piala-piala penghargaan.
Handphone Lena berdering, dia masuk ke dalam toilet, supaya dia dapat menjawab panggilan itu.
Sekeluarnya Lena dari dalam toilet, dia mengajakku keluar.
Setelah di luar, dia bercerita bahwa yang tadi menelepon adalah temannya yang lagi bete di rumah. Lalu
setelah Lena menceritakan bahwa ia bersamaku, temannya itu mengundang ke rumahnya, katanya ingin
berkenalan denganku dan akan mempersiapkan Welcome Party buatku. Kami mendatangi Iwan di
tempatnya bermain ketangkasan, setelah kami menemukannya Lena meminta kunci mobil. Kamipun
bergegas pergi dari tempat itu menuju rumah kawan Lena.
aEsKoq, kamu nyupir sendiri ? Kenapa gak pake Iwan ?aEt
aEsGak pa pa, dia tu kalo udah kena maen, mo sampe besok juga dia mah betah. Lagian kita khan mo
ngerayain Welcome Party buat loe. Kata temen gue, partynya khusus cewek aja.aEt
Aku jadi penasaran, party macam apa nih ? masak cuma cewek aja yang boleh.
Mobil yang kami tumpangi mulai berbelok memasuki gerbang perumahan teman Lena, kami berhenti
sebentar, setelah security menanyakan indentitas dan maksud kedatangan kami, kamipun
diperbolehkan masuk. Kami tiba di depan sebuah rumah yang cukup megah dan luas, mobil langsung
masuk ke pekarangan dan berhenti tepat di depan pintu garasi. Rumah rumah di komplek itu tidak

mempunyai pintu pagar, tapi berhalaman taman yang cantik cantik dan menarik.
Lena mengetuk pintu rumah itu, temannya yang membuka pintu. Cantik juga, tubuhnya tinggi
semampai, bodynya langsing kulitnya putih, biasalah ciri khas keturunan Tionghoa. aEsHai, apa kabar ?
Wah temen loe cantik Len.aEt Katanya sembari cipika cipiki dengan Lena, lalu dia menjabat tanganku
sambil bercipika cipiki denganku aEsSelamat datang ya, gue JaneaEt aEsVinaaEt jawabku singkat.
aEsMari masuk, gak usah sungkan-sungkan, anggap aja rumah sendiri.aEt Lena masuk sambil ngobrol
dengan Jane langsung menuju ke suatu ruangan. Sementara aku memandang sekeliling dinding yang
penuh dengan lukisan lukisan wanita. Ada yang berdua, bertiga, berempat bahkan yang rame- rame pun
ada. Waktu ku perhatikan lukisan lukisan itu, aku merasa janggal, kenapa wanita wanita dalam lukisan
semuanya tak berbusana, paling banter terlilit kain itupun masih menonjolkan bentuk tubuh yang sexy.
aEsVin, ngapain loe ?aEt tegur Lena tiba tiba yang mengejutkanku. aEsAh elo Len, ngagetin aja, untung
gue gak jantungan. Koq rumahnya sepi sih Len ?aEt aEsKhan Jane tinggal sendiri di sini.aEt aEsLha suami
ma anaknya mana ?aEt aEsDia gak punya anak, udah cerai ama suaminya gara-gara gak bisa ngasih
keturunan.aEt aEsKoq gak nikah lagi ? Dia khan cantik, masa gak ada cowok yang mau.aEt aEsDia pernah
coba tapi malah dia lebih sering di sakitin. Ada yang cuma mau hartanya, ada yang suka maen cewek,
yang terakhir yang paling parah, suka mukulin. Makanya dia lebih pilih hidup sendiri, dia udah trauma
ma cowok.aEt aEsApa karena itu, lukisan lukisan ini semua gambarnya cewek ?aEt aEsHei, lagi pada
ngapain sih di sini ? Ngobrolnya di dalem aja yuk !aEt Tiba tiba Jane muncul sehingga pertanyaanku tak
terjawab oleh Lena, kamipun masuk mengikuti Jane.
Kami duduk di sofa panjang dan lebar, yang ukurannya hampir mirip spring bed seukuran anak remaja.
Di depan kami terdapat meja yang panjang dan lebarnya mengikuti ukuran sofa, di samping kiri ada
sebuah mini Bar. Pembantu Jane, kira-kira berumur 19 tahun berwajah ayu, rambutnya panjang lurus
sebahu, kulitnya sawo matang, berkaus putih ketat sehingga menonjolkan payudara yang berukuran
sedang tapi tampak padat dan kencang. Celana pendeknya ketat membuat paha dan betisnya, yang kata
orang Jawa aE~mbunting padiaE?, terpampang sexy dan indah. Dia sedang membuatkan minuman bagi
kami, tampaknya dia cukup terlatih dalam hal meracik minuman. Kami pun ngobrol sambil nonton TV
Plasma yang menyiarkan acara luar negeri.
Yanti berjalan ke arah kami sambil membawa snack, sebuah pitcher berukuran besar dan empat gelas
crystal, rupanya Yanti ikut nimbrung bersama kami. Setelah semua minuman sudah dituang, Jane
mengajak kami melakukan aE?toastaE?. Kamipun mereguk minuman kami masing-masing, bau wiskhy
tercium ketika gelas itu menyentuh bibirku, tapi rasanya manis, sedikit agak keras ketika mengalir di
tenggorokan, langsung berasa hangat ketika sampai di perut. Dituangnya kembali minuman ke dalam
gelasku, sekarang gantian Lena yang mengajak aE~toastaE?. Kamipun terlibat dalam perbincangan seru,
seakan kami sudah kenal lama, beginilah wanita kalo udah ngumpul. Gelas demi gelas minuman telah
kami teguk bersama, makin lama obrolan kamipun udah mulai ngawur.
Kepalaku sudah mulai pening, akupun bersandar pada sandaran sofa. Acara TV yang dari tadi tidak kami
tonton sudah berubah, sekarang mereka menyiarkan film percintaan dengan adegan sex yang tidak
tersensor. Ku tonton film dengan keadaan setengah mabuk, ada desiran rangsangan yang merambati

diriku. Ku pejamkan mataku, aku merasa seperti aku yang berada dalam film itu. Sentuhan tangan aktor
di film itu seperti nyata merabai paha, membelai kepala dan wajahku. Kurasakan ciumannya lembut,
melumat bibirku, aku semakin terbuai. Tangannya naik dari paha ke payudaraku, meremasinya
membuatku mendesah nikmat. Ku rasakan kancing celana jeansku berusaha dibuka, tampaknya tidak
berhasil sehingga aku mencoba membantunya. Saat aku menyentuh kancing celanaku, tersentuh olehku
tangan halus yang berkuku, sehingga aku membuka mataku. Oohh.. ternyata yang aku kira aktor itu
adalah Jane. Aku terkejut dan berusaha bangun, tapi tubuhku masih lemas sehingga hanya kepalaku
yang terangkat. Ku arahkan pandang ke samping, ku lihat Lena pun tengah bercumbu dengan Yanti.
Pakaian mereka sudah berantakan, berserakan di sekeliling mereka. Pemandangan ini membuat
gairahku menggelora, ku palingkan wajah ke arah Jane yang telah berhasil membuka celana jeansku. Ku
peluk Jane, ku tarik wajahnya mendekat ke mukaku, ku lumat bibirnya yang merah dengan rakus dan
liar, diapun tak kalah seru membalas ciumanku. Tanganku meluncur turun dari punggung ke arah
bongkahan pantatnya yang bahenol. Jane sudah melepas celananya dari tadi, dia hanya mengenakan BH
dan celana G-String warna merah, yang kontras dengan warna kulitnya sehingga membuatnya semakin
seksi. Kuremasi pantatnya, ku tarik tali celana dalamnya, sehingga bagian depannya masuk ke belahan
memeknya yang sudah basah dari tadi, menggeseki kelentitnya. Janepun tak tinggal diam, tanggannya
meluncur turun masuk ke dalam celana dalamku. Diremasinya bukit kemaluanku, tangannya liar
mengobok obok vaginaku, jarinya lincah bermain di itilku, sesekali keluar masuk dalam memekku.
Kamipun mendesah, nafas kami sama sama memburu, memburu kenikmatan yang tiada tara. Desakan
gairah yang menggelora membuatku melepas orgasme yang pertama. Tubuhku yang mengejang segera
disambut oleh gesekan jari Jane yang semakin cepat menari di itilku. Kuremas rambut Jane, aku
mengerang sembari menarik pinggulnya agar semakin rapat menghimpit badanku. Aku mengejang
beberapa kali, Jane menciumi dan membelaiku lembut tapi aE~panasaE?. Aku tahu Jane juga sudah
dalam keadaan aE~puncakaE?, orgasmeku mulai mereda, aku langsung melancarkan seranganku, kutarik
badannya ke atas sehingga toketnya tepat berada di wajahku yang langsung kukenyot, sesekali ku gigit
dan kutarik putingnya. Kuremasi bokongnya, sementara tangan yang satu bermain di vaginanya. Kujepit
itilnya dengan dua jariku, kutarik pelan, kadang kuputar, Jane semakin liar mengerang dan menjambaki
rambutku. Erangannya semakin keras, dia bangkit berdiri, dikaitkannya kakinya yang satu ke bahuku,
memeknya kini tepat berada di wajahku. Langsung ditekannya pantatnya ke wajahku, yang segera
kusambut dengan jilatan dan hisapan. Jane menjambak rambutku lalu menggoyangkan kepalaku ke kiri
dan ke kanan, diikuti dengan gerakan pantatnya yang berlawanan. Dia mendongak sambil mengerang,
kurasakan cairan hangat menyembur ke dalam mulutku, langsung kutelan dan kusedot lagi cairan
berikutnya. Beberapa kali Jane mengejang, lalu badannya melemas dan rebah di sampingku. Ku peluk
erat Jane, ku ciumi dengan penuh gairah, gairahku masih tinggi sehingga membuatku terus menggumuli
Jane yang masih menikmati orgasmenya.
Lalu aku bangkit, ku lihat Lena dan Yanti yang sedang dalam posisi 69, Lena berada di bawah. Kuhampiri
mereka, ku belai punggung Yanti dari atas hingga pantat. Yanti mendongak yang langsung kusambut
bibirnya, kami berciuman sambil ku masukkan jariku ke memek Lena. Lalu aku membantu Yanti menjilati
memek Lena, jariku memilin milin kelentit Lena, sedangkan jari Yanti terus merojoki memek Lena. Lena
semakin meliar, lalu dia mengerang dan mengejang. Cairannya yang keluar segera kami sambut, berebut
kami jilati dan hisap, bahkan walaupun udah di mulut, kami masih saling hisap. Aku kini beralih ke arah

Lena, wajahku menghadap bongkahan memek Yanti yang menggumpal tebal. Ku jilati memek Yanti
dengan rakus, bibir memek yang tebal membuatku nafsu. Tiba tiba kurasakan ada benda menyentuh
kemaluanku dari belakang. Kulihat Jane mengenakan celana bertali kulit hitam, di depannya tergantung
penis buatan seperti dildo, di tangannya juga menggenggam tiga buah vibrator yang langsung
diberikannya kepada Lena. Jane memegang pinggulku, aku masih dalam posisi nungging sambil
memegangi pantat Yanti, di masukkannya penis itu ke dalam memekku. Bless seketika terbenamlah
penis itu kedalam punyaku yang basah. Jane mulai memaju mundurkan pantatnya, ku ambil vibrator di
tangan Lena sambil kugoyangkan pantatku mengimbangi goyangan Jane. Kumainkan vibrator itu ke
meqi Yanti, Lena pun memainkan vibrator tepat di itil Yanti. Yanti juga melakukan hal yang sama di
memek Lena, kami berempat mendesis seperti orang kepedasan. Aku sudah sampai pada tahap tahap
puncak, ku goyangkan pantatku sejadi jadinya, hingga tubuhku melemas. Jane mencabut aE~penisaE?
nya dari memekku, penis itu terlihat mengkilap berlumuran pejuhku, ditusukannya penis itu ke dalam
memek Yanti. Lena menjilati pangkal penis itu sampai ke lubang Jane, sesekali di tariknya itil Jane. Yanti
yang sedari tadi belum orgasme, sudah tidak kuat lagi menahan gelombang orgasme yang menderanya.
Dia pun mendongakkan kepalanya ambil mengerang keras, Jane semakin semangat mengocoknya dari
belakang, akhirnya Yanti melemas di atas tubuh Lena. Aku dan Lena menjilati aE~penisaE? yang sudah
berlumuran peju ku dan Yanti. Jane lalu duduk, Lena bangkit dan duduk berhadapan di atas Jane, Lena
bergoyang erotis sekali. Jane menyedoti tetek Lena, aku meremasi dari belakang, jariku kumainkan di
memek Jane. Tak lama Lena melepas orgasmenya, dia terkulai memeluk Jane. Yanti sudah bangkit
mengikutiku memainkan memek Jane, dimainkannya vibrator dengan liar di memek itu. Ku hisap dan
kugigiti itil jane, Jane pun mengeletar dan muncratlah pejuhnya. Aku dan Yanti langsung berebut
menyambar cairan itu. Kami benar benar menikmati permainan yang baru saja kami lakukan. Dengan
tubuh bugil dan basah oleh keringat, kami terlelap sambil berpeluk pelukkan.
Saat ku terbangun di pagi hari, kepalaku masih agak pening karena mabuk semalam. Ku coba untuk
mengembalikan kesadaranku yang belum benar benar pulih. Pelukan tangan yang halus, tubuh bugil
tanpa selembar benangpun, mengingatkanku akan kejadian semalam. Aku membalikkan tubuhku,
ternyata Yanti yang memelukku. Lena dan Jane berbaring berpelukan tak begitu jauh dari tempat ku
berbaring, mereka pun dalam keadaan telanjang bulat. Ku pandangi wajah Yanti, hembusan nafasnya
naik turun beraturan membuat payudaranya bergerak naik turun dengan berirama. Bibir tipisnya
berwarna merah muda tanpa polesan lipstik, sedikit membuka sehingga terlihat agak menantang.
Gairahku yang mulai berdesir membuatku tergerak untuk melumat bibir Yanti. Yanti terbangun karena
lumatan bibirku, ketika tahu yang melumat bibirnya adalah aku, dia membalas lumatan bibirku. Kami
berpagutan dengan romantis, lidah kami saling beradu, menggelitiki rongga mulut dengan bergantian,
sesekali Yanti menggigit lidahku, yang ku balas dengan menggigit bibir bawahnya. Tangan Yanti yang tadi
memelukku, kini aktif menelusuri tubuhku. Sentuhannya pelan tapi menggairahkan sekali, terutama bila
aku mendesah karena sentuhannya mengena di bagian sensitifku, dia malah memainkan daerah itu
dengan diiringi senyuman nakal, lalu dilumatnya bibirku yang membuka karena mendesah.
Kepiawaiannya dalam bercumbu sungguh luar biasa, hal ini bisa jadi karena Yanti adalah pasangan Jane
dalam menyalurkan hasrat sexualnya. Aku dibuatnya terbuai dengan cumbuan cumbuan Yanti, sehingga
vaginaku menjadi becek karena cairan kewanitaanku yang terus mengalir beriringan dengan rangsangan

yang kuterima.
Kurasakan aku sudah mulai melihat aE~gerbang dari puncak kenikmatanaE? yang aku rasakan.
aEsYan..pleaseaku udah gak tahanaEt rintihku sambil meremasi rambutnya. Langsung Yanti
memposisikan wajahnya di selangkanganku, di jilat dan di hisapnya itil-ku. Aku merasa seperti tersengat
listrik ribuan volt, aku terdongak sambil menjambak rambut Yanti. Ku angkat pinggulku, ku goyangkan ke
kanan dan ke kiri, sesekali ku putar sembari tangan ku meremasi rambut Yanti. Lidahnya sungguh lihai
bermain di memek ku, jarinya pun keluar masuk dengan cepat, membuatku sampai kepada orgasme,
yang telah mendesak untuk segera dikeluarkan. aEsOoughhyannaEt aku mengejang, pahaku
menjepit kepalanya. Yanti masih terus mengocokkan jarinya sambil matanya menatapku. Aku
mengejang beberapa kali sampai orgasme ku mereda, Yanti pun menghisap habis cairan yang ku
keluarkan.
Erangan dan teriakanku saat mencapai puncak telah membangunkan Lena dan Jane. Mereka pun
terbakar gairahnya dan mulai saling mencumbu satu sama lain. Yanti kini bangkit dan jongkok di atas
wajahku. Langsung ku sambar itil-nya yang sudah memerah dan basah oleh lendirnya, ku masukkan
jariku ke dalam memek yang sudah basah itu, ku kocok dengan cepat sehingga berbunyi. Yanti
menjambak rambutku sembari menggoyangkan pantatnya maju mundur. Tangannya yang satu
meremasi payudaranya sendiri, tak berapa lama tubuhnya mulai bergetar. Sambil mengerang panjang,
ditekannya pantatnya ke wajahku, pejuh menyembur banyak sekali. Saking derasnya semburan cairan
pejuh nya, cairannya itu sebagian meleleh keluar dari mulutku. Yanti membungkuk mencium mulutku
yang masih penuh dengan pejuh nya, di telannya sebagian pejuh itu.
Lena pun sudah sampai pada orgasmenya, sekarang dia mengenakan celana kulit berpenis plastik yang
semalam di kenakan Jane. Jane berposisi aE~doggyaE?, dengan kedua tangannya memegangi pinggiran
sofa. Jane lututnya menempel di karpet lantai, tangannya yang satu memegangi pantat Jane, yang satu
lagi sesekali menampar bokong Jane, sehingga bokong Jane yang putih itu memerah. Jane mendesis dan
mengerang tak karuan, tangannya meremasi sofa sambil memaju mundurkan pantatnya. Jane
mendongak dengan lenguhan panjang, Jane sampai di puncak orgasmenya, Lena menghentakkan
pantatnya dengan keras sembari mencengkeram bokong Jane. Tubuh Jane bergetar beberapa kali,
tampak cairan putih meleleh dari penis buatan itu, lalu mereka berdua ambruk bergulingan di dekat
kami.
Tak lama kamipun bangun dan mandi bersama, di dalam kamar mandi yang luas itu, kami kembali
melakukan sex. Lalu kami sarapan, atau lebih tepatnya makan siang, makanan yang dipesan dari salah
satu restoran cepat saji dari mall di dekat komplek perumahan Jane. Pada waktu kami habis makan
telepon genggam Lena berdering, ternyata dari Iwan. Iwan yang menang judi, mengajak kami untuk
dugem nanti malam. Lena menanyakan ajakan Iwan kepada Jane, yang dijawab dengan anggukan kepala
tanda setuju. Kamipun memutuskan untuk tidur siang agar nanti malam bisa fit.
Ketika malam tiba

Iwan sudah membooking sebuah room karaoke di discotheque yang berlokasi di daerah Glodok. Kami
sudah tiba di room tersebut, ternyata room tersebut tidak digunakan untuk berkaraoke melainkan untuk
triping. House music mengalun keras membahana di ruangan yang berukuran lumayan itu. Setelah
minuman yang dipesan datang, Iwan membagi-bagikan pil yang berukuran kecil. Setelah kami
meminumnya, kami berjoget dan bergoyang bersama.
Kira kira 30 menit setelah aku meminum pil yang diberikan Iwan tadi, aku merasa ada perasaan aneh
yang menyelimutiku, ada sensasi aneh yang sulit ku ungkapkan. Ku lihat Jane, Yanti & Lena berjoget
dengan sexy dan erotis sekali, Iwan hanya duduk sambil menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.
Tak lama Lena menghampiri Iwan, dia membisikkan sesuatu ke Iwan, yang di jawab dengan anggukan
kepala. Lalu Lena mengajakku keluar, langkah kakiku terasa ringan sekali.
Ternyata Lena mengajakku ke discotheque yang letaknya tak jauh dari tempat karaoke, hanya berbatas
sebuah lobby dengan aquarium besar di tengahnya. Kami masuk ke discotheque itu, Lena mengajakku
berkeliling, sempat kami berjoget di panggung yang terletak di bagian depan tempat itu.
Ada dua anak muda yang sedang berjoget di depan speaker besar, tak jauh dari tempat kami berjoget.
Salah satu dari mereka melihat ke arah kami, Lena pun melihat ke arah mereka. Lalu Lena berjoget
dengan salah satunya, sehingga praktis temannya menghampiri aku. Kami berkenalan, yang bersama
Lena bernama Bule, yang bersamaku bernama Black. Keduanya keturunan chinese, yang satu berkulit
putih dengan rambut di warna pirang sehingga dia dipanggil bule. Yang satu lagi berperawakan tinggi
kekar, berkulit hitam, itulah yang menyebabkan dia dipanggil Black.
Kami berjoget bersama, tak lama Lena berbisik kepada Bule, mengajaknya ke room. Bule dan Black tak
menolak ajakan Lena, kamipun beranjak dari tempat itu kembali ke room kami.
Setibanya di room, Iwan, Jane dan Yanti tengah bercumbu, tapi masih mengenakan pakaian, walaupun
dalam keadaan berantakan dan terbuka di bagian bagian tertentu. Kedatangan kami membuat aktifitas
mereka terhenti, setelah berkenalan, Iwan memberikan aE~inexaE? kepada Bule dan Black. Bule dan
Black sendiri tadi telah aE~onaE? tapi masih menelan aE~inexaE? yang di berikan Iwan. Kamipun
berjoget kembali, Iwan kembali meneruskan cumbuannya kepada Jane, Yanti bermain dengan penis
Iwan. Pemandangan itu membuat kami aE~terbakaraE?, Lena pun mencumbu dengan Bule, Black juga
tak mau kalah mencumbu aku. Satu persatu pakaian kami berserakan di lantai, hingga tak ada lagi yang
mengenakan sehelai pakaian pun di tubuh.
(Maaf, sulit untuk menceritakan secara detail yang tengah terjadi saat itu, karena pengaruh obat dan
rangsangan)
Iwan sudah mengentoti Jane yang nungging sambil menjilati memek Yanti, Lena sedang mengoral kontol
Bule, Black tengah meremasi payudaraku sambil lidahnya bermain di memek ku. Tak tahan dengan
gairah yang menggebu gebu aku melepas orgasme ku. Tapi aneh, walaupun aku sudah aE~keluaraE? ,
gairahku masih meluap. Kuraih kontol Black yang lumayan besar dan panjang itu, ku hisap sambil ku naik
turunkan tanganku, Black hanya mendesah sambil memandangku. Jane pun sudah aE~keluaraE?,
sekarang Iwan duduk di sofa, Yanti duduk mengangkang dengan punggung menghadap Iwan,

goyangannya erotis sekali. Lena kini bersandar di dinding, dengan satu kaki terangkat di lengan Bule,
tangannya bergayut pada leher Bule, Bule sedang mengentoti nya sambil berdiri. Aku duduk di meja
sambil mengangkangkan pahaku selebarnya, Black berlutut lalu menancapkan kontol nya. Jane
menghampiriku, menciumku sambil tangannya meremasi pantat Black. Black pun mencabut kontol nya,
dia menarik Jane agar nungging di hadapannya, lalu ditancapkanlah kontol nya ke dalam memek Jane,
memekku kini di jilati Jane. Lena juga sudah mengalami orgasme, Bule kini berbaring di lantai, dan Lena
berada di atasnya (WOT). Yanti yang juga sudah aE~keluaraE?, duduk mengangkang di entoti Iwan. Aku
aE~keluaraE? lagi, cairanku disedot Jane yang masih di aE~doggyaE? ama Black. Lalu Jane berposisi WOT
di atas Black, tak lama Jane aE~keluaraE? di barengi dengan Black. Bule pun udah orgasme waktu Lena
nungging sambil ngoral kontol Iwan yang abis orgasme. Kami beristirahat sambil minum minum, waktu
gairah dan enerji kembali pulih, kami kembali melakukan sex seperti tadi dengan berganti ganti
pasangan.
Untuk membentuk agar bulu kemaluanku tumbuh dengan rapih, suatu hari timbul niat isengku untuk mencukur
total. Kusiapkan alat-alat dahulu sebelum kumulai aksinya. Mulai dari gunting, kaca cermin, lampu duduk, dan
koran bekas untuk alas agar bekas cukuran tidak berantakan kemana-mana. Kupasang cermin seukuran buku
tulis tepat di depan kemaluanku untuk melihat bagian bawah yang tidak terlihat secara langsung. Tidak lupa
pula kunyalakan lampu duduk di antara selangkanganku. Kumulai pelan-pelan, kugerakkan pisau cukur dari
atas
ke
bawah.
Baru mulai aku menggoreskan pisau cukur itu, aku dengar suara langkah masuk ke kamarku, segera aku lihat
bayangan di kaca buffet, tidak jelas benar, tapi aku bisa menebaknya bahwa dia adalah si Eni, kemenakan dari
ibu
kost.
Aku bingung juga, mau membereskan perangkat ini terlalu repot, tidak sempat. Memang aku melakukan
kesalahan fatal, aku lupa mengunci pintu depan ketika kumulai kegiatan ini. Akhirnya dalam hitungan detik
muncul juga wajah si Eni ke dalam kamarku. Dalam waktu yang singkat itu, aku sempat meraih celana
dalamku
untuk
menutupi kemaluanku.
Sambil
meringis
berbasa-basi
sekenanya.
"He...
he...
ada
apa
En..?"
sapaku
gelagapan.
"Eh, Mas Adi lagi ngapain..?" kata Eni yang nampaknya juga sedang menyembunyikan kegugupannya.
Si Eni memang akrab dengan saya, dia sering minta bimbingan dalam hal pelajaran di sekolahnya. Khususnya
pada mata pelajaran matematika yang memang menjadi kegemaranku. Eni sendiri masih sekolah di SMU.
Berkata jorok memang sering kami saling lakukan tetapi hanya sebatas bicara saja. Apalagi Eni juga
menanggapinya, dengan perkataan yang tidak kalah joroknya. Tapi hanya sebatas itulah.
Kembali pada adegan tadi, dimana aku tengah kehabisan akal menanggapi kehadirannya yang memergokiku
sedang
mencukur bulu kemaluan.
Akhirnya
kubuka
juga
kekakuan
ini.
"Enggak
apa-apa
En,
biasa...
kegiatan
rutin."
"Apaan
sih..?"
"Eni
sudah
berusia
17
tahun
belum..?"
"Emangnya kenapa kalau udah..?" kata Eni masih berdiri dengan canggung sambil terus menatapku dengan
serius.
"Gini En, aku khan lagi nyukur ini nih, aku minta tolong kamu bantuin aku. Soalnya di bagian ini susah nyukur
sendiri..."
kataku
sambil
kuulurkan
pisau cukur padanya.
"Mas
Adi,
ih..!"
tapi
ia
terima
juga
pisau cukurnya,
sambil
duduk
di
dekatku.
Aku
angkat
celana
yang
tadi
hanya
kututupkan
di
atas kemaluanku.

"Eni
tutup
dulu
pintunya
yach
Mas..?"
Dia menutup pintu depan dan pintu kamar. Sebenarnya masih ada pintu belakang yang langsung menuju ke
dapur rumah induk. Namun pada jam segini aku yakin bahwa tidak ada orang di dalam. Selesai Eni menutup
pintu, dia agak kaget melihat kemaluanku terbuka, sambil menutup mulutnya ia meminta agar aku
menutupnya.
"Tutup
itunya
dong..!"
katanya
dengan
manja.
Aku katupkan kedua pahaku, batang kemaluanku aku selipkan di antaranya, sehingga tidak terlihat dari atas,
sedangkan bulunya
terlihat
dengan
jelas.
"Nah
begini
khan
nggak
terlihat..."
kataku,
dan
Eni
nampaknya
setuju
juga.
Eni
ragu-ragu
untuk
melakukannya,
namun
segera
aku
yakinkan.
"Nggak apa-apa En, kamu khan sudah 17 tahun, berarti sudah bukan anak-anak lagi, lagian khan cumanbulu,
kamu juga punya khan, udah nggak apa-apa. Nanti kalau aku sakit, aku bilang deh.."
"Bukannya
apa-apa,
aku
geli
hi..
hi.."
sambil
cekikikan.
Dengan super hati-hati dia gerakkan juga pisau cukur mulai menghabisi bulu-bulu kemaluanku. Karena
terlalu hati-hatinya maka ia harus melakukannya dengan berulang-ulang untuk satu bagian saja.
Sentuhan-sentuhan kecil tangannya di pahaku mulai menimbulkan getaran yang tidak bisa kusembunyikan.
Dan
ini
membuat
kemaluanku
semakin tegang, tidak hanya itu, hal ini juga menyebabkan siksaan tersendiri. Dengan posisi tegang dan
tercepit
di
antara
pahaku
menjadikan
kemaluanku
semakin pegal. Sampai akhirnya tidak bisa kutahan, kukendorkan jepitan kedua pahaku, sehingga dengan
cepat meluncurlah sebuah tongkat panjang dan keras mengacung ke atas menyentuh tangan Eni yang masih
sibuk
mempermainkan
pisau cukurnya.
Begitu

tersentuh

tangannya

oleh

benda

kaget
dilepas..?"

dan
katanya gugup

ketika

kenyal

panas

kemaluanku
,
"Oh,

dia
apa

ini

Mas..?

Kok

hampir
menyadari

bahwa

berteriak.
batang

kemaluanku
lepas
dari
jepitan
dan
mengarah
ke
atas.
"Iya En. Habis nggak tahan. Nggak apa-apa deh, dihadapan cewek harus kelihatan lebih gagah gitu.."
"Mas
Adi
sengaja
ya..?"
"Suer..,
ini
cuma
normal."
Eni

masih

memperhatikan

kemaluanku
yang sudah besar dan kencang dengan wajah yang sulit digambarkan. Antara takut dan ingin tahu. Lalu dia
raih
kain
yang
ada
di
dekatku
untuk
menutupinya.
"Kenapa
ditutup
En..?"
"Aku takut, abis punya Mas Adi besar banget.""Emangnya Eni belum pernah melihat kemaluan laki-laki..?"
tanya
saya.
Eni
diam
saja,
tapi
digelengkan
kepalanya
dengan
lemah.
"Ayo
deh
diteruskan,"
bisikku.
Kali
ini
Eni
menjadi
super
hati-hati
mencukurnya.
Mungkin
takut
tersentuh
kemaluanku
. Sedangkan aku sangat ingin tersentuh olehnya. Tapi aku khawatir dia semakin takut saja. Akhirnya kubiarkan
saja
dia
menyelesaikan
tugasnya
dengan
caranya
sendiri.
Akhirnya harapanku sebagian terkabul juga. Ketika Eni mulai mencukur bulu bagian samping kemaluanku,
mau
tidak
mau
dia
harus
menyingkirkan
kemaluanku
.
"Maaf

ya

Mas..!"

dengan

tangan

kirinya

ia

mendorong

kemaluanku
yang masih tertutup kain bagian atasnya ke arah kiri, sehingga bagian kanannya agak leluasa. Untuk lebih
membuka
areal
ini,
aku
rebahkan
tubuhku
dan
kubentangkan
sebelah
kakiku.
Eni dengan sabar memainkan pisau cukurnya membersihkan bulu-bulu yang menempel di sekitar
kemaluanku
, nafasnya mulai memburu, dan kutebak saja bahwa dia juga sedang horny. Walaupun masih dengan raguragu
dia
tetap
memegang
kemaluanku
. Didorong ke kiri, ke kanan, ke atas dan ke bawah. Aku hanya merasakan kenikmatan yang luar biasa. Tanpa
kusadari kain penutup kepala kemaluanku sudah tersingkap, dan ini nampaknya dibiarkan saja oleh Eni, yang
sekali-kali
melirik
juga
ke
arah
kepala
kemaluanku
yang

mulus

dan

besar

itu.

Lama-kalamaan, Eni semakin terbiasa dengan benda menakjubkan itu. Dengan berani, akhirnya dia

singkapkan

kain

yang

menutup

sebagian

kemaluanku
itu. Dengan terbuka begitu, maka dengan lebih leluasa dia dapat menyantap pemandangan yang jarang terjadi
ini. Aku diam saja, karena aku sangat menyukainya serta bangga mendapat kesempatkan untuk
mempertontonkan
batang
kemaluanku
yang
"Udah
Kulihat

lumayan

besar.

bersih

Mas..."

kemaluanku
sudah
pelontos,
gundul.
Wah,
jelek
juga
tanpa bulu,
pikirku.
"Di bawah bijinya udah belum En..?" aku pura-pura tidak tahu bahwa di daerah itu jarang ada bulu.
Lalu dengan hati-hati ia sigkapkan kedua bijiku ke atas. Uh, rasanya enak sekali.
"Udah
bersih
juga
Mas..."
ia
mengulanginya.
Katanya datar saja. Menandakan bahwa hatinya sedang ada kecamuk. Aku tarik lengannya, dan dengan
sengaja
kusenggol
payudaranya,
dan
kukecup
keningnya.
"Terima
kasih
ya
En..!"
Tanpa kusadari, sejak dia memberanikan diri mencukur bulu kemaluanku tadi, buah dadanya yang berukuran
sedang terus menempel pada dengkulku. Begitu kukecup keningnya, dia diam saja, mematung sambil
menundukkan mukanya. Lalu kuangkat dagunya dan kucium bibirnya, kupeluk sepuas-puasnya. Keremas
paudaranya
dan
nafasnya
makin
memburu.
Aku
raih
kemaluan
nya tapi dia diam saja, kuselipnkan satu jarinya dari sela-sela celana dalamnya. Wah, ternyata sudah basah
bukan main. Namun Eni segera terkejut, dan melepaskan diri dariku. Disun pipiku, dan dia segera lari ke
rumah
induk
lewat
pintu
belakang.
Aku

benar-benar

puas,

kupandangi

tampang

kemaluan
gundulku
"Suatu

saat

nanti

yang
engkau
akan

mendapat

masih
bagiannya..."

kataku

dalam

tegak.
hati.

Sejak peristiwa itu, kami memang tidak pernah bertemu dua mata dalam suasana yang sepi. Selalu saja ada
orang lain yang hilir mudik di kamarku. Sampai akhirnya liburan datang dan kami semua masing-masing
pulang kampung untuk beberapa waktu. Liburan sekolah sudah selesai, Eni sudah datang lagi setelah berlibur
ke rumah orang tuanya di Tabanan, Bali. Begitu juga aku yang datang sebelum masa kuliahku dimulai.

Waktu itu hujan deras. Eni masih berada di kamarku (suasananya sepi karena tidak ada orang sama sekali,
termasuk di rumah induk) untuk minta bimbingan atas pelajarannya. Begitu selesai, Eni menyandarkan
tubuhnya
ke
dadaku
sambil
berkata.
"Mas,
itunya
sudah
tumbuh
lagi
belum..?
Hi...
hi..."
sambilnya
ketawa
cekikikan.
"Oh, itu..? Lihat aja sendiri." sambil kupelorotkan celana pendekku sampai lepas, dan kemaluanku yang masih
lunglai
menggantung.
"Mas
Adi
ih,
ngawur..."
katanya.
Tapi walaupun demikian, ia santap juga pemandangan itu sambil menyibakkan sebagian T-Shirt-ku yang
menutupi
daerah
itu.
Bulu-bulu
yang
sudah
rapih
memenuhi
lagi
sekitar
kemaluanku
,
"Nah,
"Aku
"Kenapa
"Waktu
"Habis

segera

terlihat

begitu
kapok
mau
Mas

khan
nggak

En,

dengan
lebih
mau

numbuh.
Bulunya
tajam-tajam
Adi
sukanya
macem-macem

jelas.

oke..."
nyukur

dan
sih..!"

itu
sambil

katanya.
lagi."
Mas..?"
batangku."
memandang

plontos
menusuk
terus

kemaluanku
yang
masih
tergantung
lunglai,
"Mas,
kok
itunya
lemes
sih..?"
"Iya
En,
sebentar
juga
gede,
asal
diusap-usap
biar
seneng."
"Ah
Mas
Adi
sih
senengnya
enak
terus."
Walaupun
berkata
seperti
itu,
mau
juga
Eni
mulai
memegang
kemaluanku
dan

digerak-gerakkan

ke

kanan

dan

ke

kiri.

Membuat

batang

kemaluanku
semakin besar, keras dan mengacung ke atas. Eni makin menyandarkan kepalanya ke dadaku. Dan langsung
saja saya peluk dia, sedemikian rupa hingga payudaranya tesentuh tangan kiriku. Rupanya Eni tidak pakai BH,
sehingga kekenyalan payudaranya langsung terasa olehku. Kupermainkan payudaranya, aku pencet,
menjadikan Eni terdiam seribu bahasa tetapi nafasnya semakin cepat. Demikian pula Eni dengan hati-hati
memainkan
kemaluanku
,

masih

terus

dibolak-balik,

ke

kanan

dan

ke

kiri.

Aku cium bibir Eni, dan dia menanggapinya dengan tidak kalah agresifnya. Barangkali inilah suatu yang
ditungu-tunggu. Aku lepas blouse-nya, dan payudaranya yang masih kencang dan mulus dengan putingnya
yang kecil berwarna coklat muda segera terpampang dengan jelas. Karena tidak tahan, aku langsung
menciuminya. Hal ini menjadikan Eni semakin menggeliatkan tubuhnya, tandanya dia merasa nikmat. Aku ikuti
dia ketika dia mambaringkan tubuhnya di tempat tidur. Aku hisap-hisap putting payudaranya, sementara rok

dan celananya kupelorotkan. Eni setuju saja, hal ini ditunjukkan dengan diangkatnya pantat untuk
memudahkanku
melepaskan
pakaian
yang
tersisa.
Begitu pakaian bagian bawah terlepas, segera tersembul bukit mungil di antara selangkangannya, rambutnya
masih jarang, nyaris tidak kelihatan. Sekilas hanya terlihat lipatan kecil di bagian bawahnya. Pemandangan ini
sungguh membuat nafsuku semakin memuncak. Begitu kuraba bagian itu, terasa lembut. Makin dalam lagi
barulah terasa bahwa dia sudah banyak berair. Eni masih merem-melek, tangannya tidak mau lepas dari
kemaluanku
. Begitu pula ketika kulepas pakaianku. Tangan Eni tidak mau lepas dari alat vitalku yang semakin keras saja.
Begitu

aku

sudah

dalam

keadaan

bugil,

aku

kembali

mempermainkan

kemaluan
nya, ketika jari tengahku mau memasuki vaginanya yang sudah banjir itu. Pinggulnya digoyangkannya tanda
mengelak, aku hampir putus asa

a dewasa ngentot ini berawal ketika ane di mutasi perusahaan ke daerah Bgr karena kinerja ane di
tempat asal kurang bagus..ane sempet putus asa dan yg lebih sedih ane harus pisah ma bokin yg ane
sayangi.. Tapi karena kebutuhan akhirnya ane ambil juga itu keputusan untuk mutasi.. Sesampai di Bgr
ane dapet fasilitas kontrak rumah dari perusahaan,dan ane dapet di daerah pinggiran kota,lumayan lah
type 36,ada 2 kamar plus perabotan udah ada di sana.. Setelah 1 bulan berlalu ane kewalahan ngurusi
itu rumah,maklum ane berangkat pagi,pulang malam,minggu pulang ke Bdg ketemu bokin ya jadinya itu
rumah acak2an dan kotor banget.. Ane ngerasa ga nyaman,dan ane mutusin untuk nyari orang buat
ngurusi rumah. Ane sempatkan datangi salah satu yayasan penyalur di kota Bgr,ane pilih 1 orang yg ane
pikir bisa kerja,orangnya biasa aja,masih muda,umur 20 tahun,aslinya dari daerah di jw tngh,dan 1 yg
bikin ane pilih dia,dia keliahatan cekatan saat ane melihat cara praktek di beberapa orang yg di
tawarkan.. Sebenarnya kalau ane emang niat macem2,ane bisa aja pilih yg genit,karena ada beberapa
orang yg matanya tuh menunjukan kalo "pilih gw aja" dan sedikit centil.. lanjut.. Ane minta Susi (sebut
aja bgitu) di antar ke rumah hari sabtu,karena ane pikir hari minggu ane akan pergi dan ane minta susi
untuk bersihin rumah.. Hari sabtu malam orang yayasan datang mengantar susi,dan ane lunasi biaya
administrasi,lalu jadilah susi bekerja di rumah ane.. Hari minggu ane tinggal dia di rumah,untuk bersih2
dan cuci baju ane yg udah menggunung.. Hari senin pagi ane datang ke rumah,ane seneng banget rumah
udah bersih,rumput2 di bersihin depan rumah..baju ane pun udah pada wangi di setrika ma doi.. Karna
ane puas,ane kasih doi uang jajan 50 ribu,dia seneng banget,ane bilang itu di luar gaji dan uang
makan..ane kasih dia uang makan karena ane ga pernah makan di rumah,jd di rumah gak pernah
masak.. hari2 berlalu,ane emang tidak pernah memandang status orang dari pekerjaannya,walaupun
susi adalah pembantu,tp dia sering cerita tentang pribadi,tentang orang tua di kampung dll.. Dari situ
ane tau bahwa ortu susi cerai,dan susi di paksa bekerja untuk menghidupi keluarga,ane juga tahu bahwa
susi di kampung punya pacar,dan pacarnya itu sering telp tiap hari,susi kadang mengeluh juga karena
pacarnya ini sering minjem duit tp ga di bayar.. Ane sering nasihati dia supaya lebih hati2 dalam
pacaran,lebih2 cowok kayak gitu..dan dia pun mengangguk.. Kami tiap malam nonton tv bareng,kadang
becanda,bahkan ke mall bareng untuk belanja sabun dsb..kadang kalau ane lagi ada duit ane beliin dia

baju karen aane tahu bajunya itu2 aja.. skip.. tak terasa sudah 3 bulan susi kerja di rumah,dan kelihatan
dia sangat betah,terlihat dari badan dia yg sekarang jd lebih gemuk di banding saat pertama datang..tp
hal itulah yg mengganggu pikiran ane..body nya justru bikin ane gusar..toketnya yg dulu kelihatan kecil
tp sekarang malah kelihatan nyembul...bokongnya yg dulu biasa aja sekarang jd menarik...haduh...ane
pikir bahaya ni..tp ane buang jauh2 perasaan itu.. Diam2 ane suka ngintip dia kalo habis mandi...kadang
ane juga curi2 pandangan ke arah pahanya kalau dia lg pake baju daster dan duduk sembarangan...
Suatu hari ane dapet tugas dari kantor untuk mengurus proyek di kalimantan,ane pun harus pergi
selama 2 minggu..ane pergi dan sebelumnya ane pamit ke susi berpesan supaya hati2 jaga rumah
selama ane pergi.. Di kalimantan ane sms menanyakan kabar,dan ane beranikan untuk sms yg bernada
memancing..seperti "km udah mandi belum susi manis?"...dan dia pun membalas dengan "udah aa
sayang"... Dan ane pancing2 dia denga sms bahwa sebenarnya ane suka ma dia...tp takut di tolak karena
susi udah punya cowok.. Tak di sangka susi membalas dengan sms yg sangat mengagetkan "aa kenapa
ga bilang,susi juga suka banget ma aa,tp susi takut,susi kan cuma pembantu".. wah..ini yg ane
tunggu...ane tlp dia..dan kita pun ngobrol panjang lebar tentang seringnya ane curi2 pandang...dll... Ane
pun pulang ke Bgr,ane langsung menuju rumah..susi menyambut dengan senyuman malu...ane pun
mencubit lengannya..tanda kangen.. Ane beranikan mengajak susi ngobrol malam itu...kami pun
ngobrol..tp terlihat sekali susi sangat kaku dan tidak seperti biasanya...ane bertanya "kenpa sus"..."ga
apa2 a" susi menjawab.. Ane duduk mendekati susi..dia sangat terlihat gelisah..ane dekatkan bibir ane
ke bibir susi..susi sedikit menghindar..tp ane udah pengen banget mencium susi..ane sedikit memaksa
dan kami pun berciuman...ane mainkan lidah ane di di bibir susi...kami pun bergumul mesra dengan
hangatnya...di temani hujan bibir kami saling bermain... Malam itu tak terjadi apa2..ane ga ingin buru2
melakukan sesuatu..ane takut susi akan minta pertanggungan jawab bila ane exe dia malam itu.. esok
hari nya sepulang kerja ane langsung mandi...kami pun ngobrol..sudah mulai cool...suasananya udah
mulai seperti biasa lg..susi nonton tv,ane di sebelahnya,yg berbeda adalah sekarang susu udah berani
duduk dekat2 nempel ke ane.. Ane membuka pembicaraan..ane bertanya tentang hubungan susi
dengan pacarnya di kampung sejauh apa hubungan yg mereka lakukan.. Susi bercerita bahwa mereka
memang sering berciuman..dan susi juga pernah pegang punya cowoknya..begitu pula
sebaliknya...sambil berpura2 cemburu aku pun pergi ke kamar.. Susi mengejar ane ke kamar..dia minta
maaf..dan bilang bhwa susi masih perawan... Ane bilang gak percaya...karena blm
membuktikannya..kami pun sedikit ngadu argument..dan ane minta pembuktian kalo susi memang
masih benar perawan.. Tak di sangkan susi langsung membuka daster yg di pakainya..."susi akan
buktikan kalau susi memang masih perawan"..kata susi "jangan sus,aku ga berani tanggung jawab kalo
sampai terjadi sesuatu"ane bilang begitu "aa ga usah mikirin tanggung jawab,yg penting susi kan
buktikan kalau memang susi masih perawn",susi mendekati ane hanya mengenakan BH dan CelDam...
Ane konak gan...ga tahan..melihat secara langsung apa yg selama ini ane inginkan...oh shit...ane
bingung.. di tengah kebingungan ane,bibir susi sudah melumat bibir ane...kita berciuman di pinggir
tempat tidur...tangan ane secara replex mulai bergerilya menuju gunung kembar susi...ane ga kuaaaaaat
(dalam hati ane menahan nafsu ini).. Ane terus belai toket susi...ane buka bra yg membungkusnya..ane
rebahkan susi di ranjang..susi tersenyumm..oh.. ane mulai melumat pentil susunya...tangan ane mulai
bergerilya di paha susi...susi pun melenguh "ohhh"... tangan ane menuju selangkangan susi...bermain si
pinggiran celana dalam yg masih membungkus meki susi..ane terus benjilati puting susu susi yg mulai
keras...tangan ane pun membuka celana dalam yg di pkai susi...susi melenguh kembali.."oooohhhh"....

Ane secara cepat membuka celana pendek dan kaos ane...ane pun membuka CD yg ane pakai... kembali
ane lumat bibir susi...tangan ane mulai mengelus pinggiran meki susi...susi pun men desah
"aaaaahhhh"... Tangan ane mulai menyibak meki susi yg di tumbuhi bulu yg tidak terlalu tebal...jari ane
menari2 mengelus klitoris susi...susi pun tambah mendesah "AAAAAAHHHH"... Jari ane bermain2 di bibir
lobang meki susi...bibir ane bermain di toketnya...dan tangan susi pun mulai mengeleus2 konto ane yg
udah keras n panas... "aa..punya aa gedee..." susi berbisik.. Ane tersenyum sambil kembali melumat
bibir susi dan memainkan jari di mekinya... Bibir ane pindah ke toketnya....lalu turun menjilati
perutnya...dan sampailah di pertigaan selangkangan susi... Ane buka perlahan belahan paha susi...ane
pun mulai merunduk...ane sibak kedua belahan meki susi...dan lidah ane mulai bermain di bibir meki
susi...oooh...mantapnya meki perawan... "AA..AAAAAhhh"..susi mendesah ketika bibir mekinya ane
jilati...lidah ane mulai menusuk2 lobang mekinya...dan sekali2 lidah ane bermain di klitoris susi...
"aa''ooooooughhhh....."..susi mendesah semakin keras... ane menjilati mekinya -+ 15 menit..ane pun
kembali melumat toket susi....pentilanya ane jilati melingkar..jari ane terus bermain di bibir meki susi yg
mulai basah di bajiri cairan kenikmatan... Susi terus mendesah.."ouwgh..aa...ouwgh..aa..."dia memanggil
ane dalam desahannya.. Tak menunggu lama,ane siapkan rudal konti ane yg udah keras banget...ane
arahkan ke meki susi yg udah basah...ane lebarkan pahanya...ane taptkan di lobangnya..dan ane tekan
pelan2...."aa...ouwgh..."susi mendesah...."aa...sakit"...."ouwgh"...susi sedikit meringis ketika konti ane
mulai masuk ke mekinya...konti ane semakin dalam..."aa...sakit..."..."oughwwhhh"..susi mndesah sambil
menutup matanya.... Ane cabut pelan2...ane tekan lagi...ane cabut lagi...ane tekan lagi...dan
seterusnya.... "owgh..aa...oegh...owgh...ooooooh..."desahan susi semakin terdengar... Ane pun
mengenjot konti ane di mekinya...dan tiba2 keluarlah darah keperawanan dari lobang meki susi.... ...ane
genjot lagi lebih cepat...darah semakin banyak....ane genjot
terus..."aa...sakiiiiiit....owwwuuuuuuuggggghhh".. .susi mendesah sambil terpejam matanya.. Ane genjot
terus..."sabar sayang...bentar lagi sakitnya hilang"...ane menimpali sambil terus menggenjot.. konti ane
keluar nasuk di meki susi....sampai darah perawannya tak lagi keluar... Ane goyang2 di dalam
mekinya...ane hujam lebih dalam..."oooooooooooowwwwwwwghhhhhh"...susi menjerit...mekinya
semakin licin...menandakan susi udah mendapatkan O...dan ane pun memepercepat genjotan
ane...."OOOOOOOOOOOOOOOOOOWWWWWWGGGGGGGGGGGGHHHHHH HHHHHHH"....susi
menjerit kenikamatan...susi mencengkeram pundak ane.....tangannya mencakar bokong ane...dan
"croooooooot"....ane pun orgasme.....sperma ane memenuhi lobang meki susi.... Ane memeluknya...dan
susi pun tersenyum..."percaya kan kalo susi masih perawan?" tanya susi pada ane "iya aku
percaya"...ane pun tersenyum...dan kami pun berpelukan... Ane minta susi supaya kencing dulu...dan
membersihkan mekinya...ane pengen malam ini 5 ronde..hehehe... kami pun bermain hingga pagi
hari...esoknya ane ajak susi ke bidan yg jauh dari rumah ane...ane minta susi untuk KB...susi pun KB
suntik...dan kami pun hingga sat ini masih berhubungan.. 1 yg membuat ane ga bisa lepas dari
susi...mekinya wangi...dan nikmat banget saat di oral...beda dengan bokin ane yg kadang ada bau tak
sedapnya... Ane jd jarang pulang ke bdg,ane malah tiap minggu menghabiskan waktu bermain sex
seharian bareng susi...semua gaya udah kami mainkan...bahkan anal sudah kami praktekan... Susi tak
pernah minta ane menikahi dia..karena dia pun tak mungkin memutuskan hubungan dengan pacarnya di
kampung yg sudah di jodohkan oleh ortunya...entah sampaia kapan kami begini...tp jujur..nikmat sex
bukan karena status..tp karena barang...hehehe Buat agan2 yg suka maen ma pembokatnya,saran dari
ane,pembokat juga manusia,yg butuh kasih sayang dan materi,selain gaji 750rb ane kasih tambahan 1 jt

perbulan buat susi plus uang jajan 50 rb tiap hari agar meki yg mantap itu di jaga dan di rawat demi
kepentingan bersama..dan satu lagi,buatlah komitment agar sang pembokat tidak menuntut anda
menikahinya..dan ini adalah hal yg paling penting!!!