Anda di halaman 1dari 5

SURAT JAWABAN

JAWABAN TERGUGAT DALAM PERKARA PERDATA


NOMOR 43/PDT.G/2002/PN.JAK-SEL

Jakarta, 26 Maret 2002


Perihal

: jawaban disertai gugatan dalam rekonvensi dan eksepsi

Lampiran

: surat kuasa
Antara:
Nuraini Surrahman------------------------- PENGGUGAT
Melawan:
Edi Suwarsono -------------------------- TERGUGAT

Kepada,
Yth. Majelis Hakim Pemeriksaan Perkara Perdata
Nomor : 43/PDT.G/2002/PN.JAK-SEL
Di Jl. Ampera Raya No. 133 Ragunan Pasar Minggu
Di Jakarta Selatan

Dengan hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini:
1. Syafril Satrio, S.H.
2. Satrio Purwanto, S.H.
Sebagai advokat yang beralamat di jalan Dipati Ukur No. 24, Bandung, berdasarkan surat kuasa
tertanggal 2 Maret 2002 (terlampir), bertindak untuk dan atas nama klien kami yang bernama:
Nama

: Edi Suwarsono

Umur

: 50 Tahun

Pekerjaan

: wiraswasta

Alamat

: Jl. Sekeloa No. 71 A

Selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT. Dengan ini menyampaikan dalil-dalil mengenai


eksepsi,

jawaban

pertama

dan

rekonvensi

dalam

perkara

perdata

nomor

43/PDT.G/2002/PN.JAK-SEL sebagai berikut:


DALAM KONVENSI:
Dalam Eksepsi:
1. Bahwa gugatan ini telah secara keliru diajukan oleh PENGGUGAT kepada Pengadilan
Negeri di Jakarta Selatan;
2. Bahwa Tergugat sekarang bertempat tinggal di Bandung dan hal tersebut sudah diketahui
oleh Penggugat;
3. Bahwa benda yang dipersengketakan merupakan benda tidak bergerak yang bertempat atau
terletak di Jl. Setrasari Wetan, Bandung. Sehingga berdasarkan pasal 118 HIR, gugatan ini
seharusnya diajukan kepada Pengadilan Negeri Bandung dan bukan sebagaimana yang
dilakukan penggugat pada Pengadilan Negei Jakarta Selatan.
Maka berdasarkan segala apa yang terurai di atas, tergugat mohon dengan hormat sudilah
kiranya Pengadilan Negeri di Jakarta Selatan berkenan memutuskan: mengadili bahwa
Pengadilan Negeri di Jakarta Selatan tidak berwenang untuk mengadili perkara tersebut, dan
menghukum penggugat untuk membayar biaya perkara ini.
Apabila Pengadilan Negeri di Jakarta Selatan berpendapat lain maka :
Dalam Pokok Perkara:
1. Bahwa tergugat menyangkal dalil-dalil yang disampaikan dalam gugatan yang diajukan oleh
Nuraini Surahman (Penggugat) kecuali apa yang diakuinya secara tegas;
2. Bahwa pada tanggal 22 Mei 1999, tergugat secara sah mendaftarkan tanah atau obyek
sengketa tersebut kepada Badan Pertanahan Nasional dan telah dibuat sertifikatnya pada
tanggal 26 Juni 1999;
3. Bahwa pada tanggal 23 April 1998, tergugat telah membeli tanah atau obyek sengketa
tersebut secara dibawah tangan kepada Turut Tergugat I, dengan kata lain perjanjian jual beli
yang dilakukan oleh tergugat dan tergugat I sah menurut hukum;

4. Bahwa jika penggugat benar memiliki tanah tersebut, maka penggugat telah menelantarkan
tanah tersebut dari tahun 1980 hingga 1998 dengan kata lain selama 18 tahun tanah tersebut
ditelantarkan. Sehingga berdasarkan pasal 27 UU No. 5 Tahun 1960, hak miliki penggugat
atas tanah tersebut telah hilang;
5. Bahwa Tergugat membantah serta menolak secara tegas dalil penggugat yang menyatakan
bahwa tanah atau obyek sengketa tersebut adalah pemilik sah dari tanah tersebut karena
dalam Sertifikat Hak Milik No. 077/HM/1998 secara sah tertuang nama Tergugat sebagai
Pemilik sah tanah tersebut;
DALAM REKONVENSI:
1. Bahwa agar gugatan Rekonvensi ini tidak sia sia atau illusoir, maka kiranya Majelis Hakim
berkenan meletakan sita jaminan (conservatoir beslag) atas tanah dan bangunan yang
menjadi objek sengketa;
2. Bahwa Penggugat/ Tergugat memohon agar putusan ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu
walaupun ada upaya hukum banding, kasasi atau upaya hukum lainnya (uit voorbaar bij
vooraad);
3. Bahwa terhadap hal-hal yang telah dikemukakan dalam konvensi merupakan bagian yang
tidak dapat dipisahkan dengan Rekonvensi yang merupakan satu kesatuan yang utuh, serta
mohon Tergugat dalam Konvensi disebut sebagai Penggugat dalam Rekonvensi;
4. Bahwa dalil-dalil yang telah dipergunakan dalam konvensi dianggap dipergunakan kembali
untuk dalam rekonvensi;
5. Bahwa dengan adanya Sertifikat Hak Milik No. 077/HM/1998 atas nama Tergugat dalam
Konvensi/ Penggugat dalam Rekonvensi, membuktikan bahwa tanah tersebut adalah sah
milik Tergugat dalam Konvensi/ Penggugat dalam Rekonvensi;
6. Bahwa sejak pembelian tahun 1998 Penggugat dalam Rekonvensi / Tergugat dalam Konvensi
telah mengurus dan mengelola tanah tersebut serta melakukan pemagaran dengan kawat
berduri dan menempatkan seorang penjaga kebun. Pada saat itu tidak pernah ada gangguan
dari siapapun juga. Dan baru pada tahun 2002 Penggugat dalam Konvensi/ Tergugat dalam
Rekovensi mengaku memiliki tanah tersebut berdasarkan Sertifikat Hak Miliknya yakni No.
279/HM/1982;
7. Bahwa menyatakan Penggugat dalam Konvensi/ Tergugat dalam Rekonvensi melakukan
perbuatan melawan hukum, selain itu telah menelantarkan tanah tersebut juga telah membuat
Tergugat dalam Konvensi/ Penggugat dalam Rekonvensi merasa rugi atas adanya gugatan
yang diajukan oleh Penggugat dalam Konvensi/ Tergugat dalam Rekonvensi baik waktu

maupun biaya dan telah membuat Sertifikat Hak Milik yang menurut Penggugat dalam
Rekonvensi/ Tergugat dalam Konvensi dilakukan secara tidak sah;

Maka berdasarkan segala apa yang terurai di atas, Tergugat dalam Konvensi/ Penggugat
dalam Rekonvensi. mohon dengan hormat sudilah kiranya Pengadilan Negeri di Jakarta Selatan
berkenan memutuskan:
Mengenai eksepsi
1. Menerima dan mengabulkan seluruh eksepsi Tergugat dalam Konvensi/ Penggugat dalam
Rekonvensi;
2. Menyatakan gugatan Penggugat dalam Konvensi/ Tergugat dalam Rekonvensi ditolak setidaktidaknya tidak dapat diterima;
Mengenai pokok perkara
1. Menyatakan menolak gugatan Penggugat dalam Konvensi/ Tergugat dalam Rekonvensi untuk
seluruhnya atau setidak-tidaknya menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima sepanjang
berkenaan dengan Tergugat dalam Konvensi/ Penggugat dalam Rekonvensi;
2. Menghukum Penggugat untuk membayar seluruh biaya perkara yang timbul dalam perkara ini;
DALAM REKONVENSI:
PRIMAIR:
1. Mengabulkan seluruh gugatan Penggugat dalam Rekonvensi/ Tergugat dalam Konvensi;
2. Menyatakan sah dan berharga sita jaminan tersebut di atas;
3. Menghukum Tergugat dalam Rekonvensi. untuk membayar sejumlah uang yang menurut
Pengadilan Negeri patut dibayarkan oleh Tergugat dalam Rekonvensi kepada Penggugat dalam
Konvensi;
4. Menghukum Tergugat dalam Rekonvensi untuk membayar biaya perkara ini;
5. Menyatakan putusan ini dapat dijalankan lebih dahulu (uitvoerbaar bijvoorraad) meskipun timbul
verzet atau banding.
Apabila Pengadilan Negeri berpendapat lain:
SUBSIDIAIR: Dalam peradilan yang baik, mohon keadilan yang seadil-adilnya (ex aequo et
bono).

Demikianlah kami sampaikan Jawaban Dalam Konvensi dan Gugatan Dalam Rekonvensi
dan atas perhatian Majelis Hakim Pengadilan Negeri IA JAKARTA SELATAN, kami ucapkan
terima kasih.
Hormat Kami,
Kuasa Hukum Tergugat dalam Konvensi/ Penggugat dalam Rekonvensi
(Materai Rp 6.000,-)

( Syafril Satrio, S.H.)

(Satrio Purwanto,S.H.)