Anda di halaman 1dari 20

Laporan Praktikum Modul IV

Filtrasi
Unit Operasi Bioproses I

Oleh:
Chandra Dwi Prakoso (1206212)
Farisa Imansari

(1206212426)

Fhani Meliana

(1206212413)

Sandra Monica

(1206212432)

TEKNOLOGI BIOPROSES
DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA
Oktober 2014
Daftar Isi

Daftar Isi ....................................................................................................................................1


BAB I Pendahuluan
1.1 Tujuan Percobaan.................................................................................................................2
1.2 Teori Dasar...........................................................................................................................2
1.2.A Definisi......................................................................................................................2
1.2.B Jenis Filter.................................................................................................................2
1.2 C Komponen Filtrasi.....................................................................................................4
1.2 D Jenis Cake..................................................................................................................6
1.2 E Persamaan Pada Filtrasi.............................................................................................7
1.3 Prosedur Percobaan..............................................................................................................7
BAB II Pengolahan Data
2.1 Data Percobaan.....................................................................................................................9
2.2 Pengolahan Data...................................................................................................................9
BAB III Analisis
3.1 Analisis Percobaan...............................................................................................................
3.2 Analisis Hasil dan Perhitungan.............................................................................................
3.3 Analisis Grafik......................................................................................................................
3.4 Analisis Kesalahan...............................................................................................................
BAB IV Penutup
4.1 Kesimpulan dan Saran...........................................................................................................
Daftar Pustaka..........................................................................................................................

MODUL IV FILTRASI
BAB I
Pendahuluan
1.1 Tujuan Percobaan
1. Melakukan uji coba (test) filtrasi pada tekanan konstan dengan menggunakan Filter
Press kecil agar metode uji coba dapat dikuasai.
2. Menguji persamaan (filtrasi dari) Ruth dan Lewis, dan menentukan konstanta
konstanta yang ada dalam persamaan tersebut.
3. Mengukur/menentukan jumlah filtrat per unit waktu, pada filtrasi larutan slurry pada
tekanan konstan.
1.2 Teori Dasar
A. Definisi
Filtrasi adalah suatu proses pemisahan zat padat terhadap zat cair dari suatu
slurry dengan menggunakan media berpori atau bahan berpori lain untuk memisahkan
sebanyak mungkin padatan yang tersuspensi dan koloid. Padatan yang tertahan pada
filter (cake) bekerja sebagai media berpori yang baru. Filtrasi terjadi karena ada gaya
dorong melalui media berpori, seperti tekanan, gravitasi, dan daya hisap (vacum).
B. Jenis Filter
Berdasarkan pada prinsip kerja, filtrasi dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
a. Pressure Filtration
Jenis ini adalah filtrasi yang pengaliran bahannya menggunakan tekanan.
Pada jenis ini biasanya yang ingin dihasilkan adalah cairan hasil filtrasinya, karena
cake yang diperoleh lebih basah. Apabila mengharapkan cake yang lebih kering
dapat menggunakan vacum filtration. Pada filtrasi ini biasanya tersusun atas frame
dan filter cloth yang dapat berupa kain/sejenis kanvas, serta disusun dengan
packing yang biasanya terbuat dari karet.

Gambar 1. Skema Filtrasi (Pressure Filtration)


2

b. Gravity Filtration
Proses pengaliran bahan didasarkan pada gaya beratnya sendiri. Jenis ini
adalah jenis yang paling tua dan sederhana. Filter ini tersusun atas tangki-tangki
yang bagian bawahnya berlubang-lubang dan diisi dengan pasir-pasir berpori
dimana fluida mengalir secara laminer. Filter ini dugunakan untuk proses fluida
dengan kuantitas yang besar dan mengandung sedikit padatan. Contohnya: pada
pemurnian air. Tangki biasanya terbuat dari kayu, bata atau logam tetapi untuk
pengolahan air biasa digunakan beton. Hal yang harus diperhatikan dalam filter
gravitasi, bongkahan-bongkahan kasar (batu atau kerikil) diletakkan bagian atas
balok berpori (cake) untuk menahan materi-materi kecil yang ada di atasnya (pasir,
dll). Materi yang berbeda ukurannya harus diletakkan dengan membentuk lapisanlapisan sehingga dapat bercampur dan ukuran untuk setiap materi harusnya sama
untuk menyediakan pori-pori dan kemampuan yang maksimal.

Gambar 2. Contoh Filter Menggunakan Gaya Gravitasi Pada Pemurnian Air


c. Vacum Filtration
Proses pengaliran bahan dilakukan dengan prinsip penghampaan
(penghisapan). Pada jenis filtrasi ini, biasanya yang ingin didapatkan adalah cake
karena melalui penghisapan cake yang diperoleh akan lebih banyak serta lebih
kering.
Proses pemisahan dengan teknik ini sangat tepat dilakukan, jika jumlah
partikel padatnya lebih besar dibandingkan dengan cairannya. Penyaring vakum
dipakai untuk suatu ukuran besar, jarang digunakan untuk pengumpulan endapanendapan kristal atau penyaring steril. Penyaring vakum kontinu dapat menangani
beban kotoran yang tinggi dan pada suatu basis volume, dalam hal biaya cairan
yang disaring per galon relatif murah. Dalam mengerjakan sistem penyaring drum
kontinu, vakum dipakai untuk drum (tong) tersebut, dan cairan mengalir melalui
lajur kontinu. Zat padat dikumpulkan pada akhir lajur tersebut.
3

Gambar 3. Alat Vacum Filtration


C. Komponen Proses Filtrasi
1. Tangki reservoar sebagai tangki tempat slurry berkonsentrasi tertentu yang akan
difiltrasi.

Gambar 4. Tangki Reservoar


2. Agitator sebagai sebagai pengaduk

slurry untuk menjaga slurry tetap

berkonsentrasi homogen.

Gambar 5. Agitator
3. Pompa berperan sebagai pemberi tekanan pada slurry dalam proses pressure
filtration. Tekanan yang berasal dari pompa juga menyebabkan terjadinya
resirkulasi pada tangki dan mesin filtrasi.
4

4. Frame sebagai tempat pemasangan filter cloth atau sebagai penahan filter cloth.

5. Filter cloth berperan bukan sebagai media filter yang sesungguhnya, melainkan
sebagai media filter pembantu yang menahan zat padat pada permulaan proses.
Media filter primer ini dapat berupa kain, kertas saring dan sebagainya yang akan
dipasang pada permukaan filter.
6. Rubber packing sebagai penyangga susunan frame dan filter cloth.
7. Gelas ukur 250 ml untuk menampung cairan hasil filtrasi.
8. Slurry merupakan campuran zat padat dan zat cair yang ingin difiltrasi
9. Feed valve merupakan valve yang mengatur keluarnya feed yang akan difiltrasi
pada tekanan tertentu. Sedikit perubahan pada feed valve akan sangat
mempengaruhi tekanan yang terjadi pada slurry yang akan difiltrasi
10. Return valve adalah valve yang menjaga debit slurry yang keluar dari tangki.
Biasanya return valve dibuka secara penuh pada proses filtrasi.
11. Filtrate delivery valve adalah valve yang mengatur debit hasil filtrasi.
12. Penunjuk tekanan Gauge adalah alat yang menunjukkan tekanan yang dipakai
selama proses pressure filtration. Satuan yang dipakai pada penunjuk tekanan
Gauge adalah psi, jarum penunjuk Gauge sangat sensitif dalam menunjukkan
perubahan tekanan.
13. Handle adalah tuas untuk mengencangkan packing yang terdiri dari frame, rubber
packing dan filter cloth. Handle digunakan untuk memastikan packing tersusun
dengan rapat untuk menghindari kobocoran pada saat proses filtrasi.

D. Jenis Cake
Cake dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
a. Compressible cake, ialah cake yang mengalami perubahan struktur dalam oleh
adanya tekanan (ruang prous dalam cake mengecil, tahanan filtrasi makin besar).
Hal ini mengakibatkan proses filtrasi menjadi semakin sulit. Peristiwa ini
mengkaibatkan proses filtrasi menjadi semakin sulit. Peristiwa ini terjadi terutama
bila bahan yang disaring berbentuk koloidal.
b. Non compressible cake, ialah cake yang tidak mengalami perubahan struktural
walaupun diadakan penekanan terhadapnya. Dalam praktek, non compressible
cake ini tidak ada, tapi untuk mempermudah perhitungan diadakan pendekatan
dengan memakai rumus-rumus yang berlaku untuk non compressible cake.

Gambar. Contoh Cake Hasil Filtrasi


E. Persamaan Pada Filtrasi
Rumus-rumus yang dipakai dalam percobaan ini adalah :
1. Persamaan Routh
Jika filtrasi dilakukan pada P konstan, maka hubungan antara waktu tertentu t
(detik) dengan total volum filtrat Vf (cm3) yang terkumpul selama waktu t, dapat
diekspresikan dalam persamaan :
Vf2 + 2J . Vf = h.t...................................................................................................(1)
Dengan : j dan h adalah konstanta yang dicari dari percobaan.
Persamaan lain yang menggambarkan hubungan anatar t dan Vf adalah :
6

A. P
.C
.t=Rf .Vf +
.Vf 2 ................................................................................

2A
(2)
Dengan :

Viskositas

Rf =

Tahanan filter cloth

Tahanan spesifik cake, m/Kg

Berat solid / volum liquid, Kg/m3

Luas Permukaan Filter

2. Persamaan Lewis
[Vf/A]m . t = K . Pn . t .......................................................................................(3)
Dengan : n, m, k adalah konstanta yang ditentukan oleh percobaan.
1.3 Prosedur Percobaan
A. Persiapan
1. Mengisi tangki dengan air dari keran kira kira sepertiga volume tangki.
2. Menyalakan agitator dan pompa kemudian memasukkan satu bungkus bahan untuk
membuat slurry.
3. Membuka tempat filter cloth, frame, dan rubber packing dengen memutar roda
penekan (handle).
4. Memasang filter/jaring besi, kain filter (filter cloth), frame, dan rubber packing
secara berurutan hingga semua terpasang, serta meluruskan lubang lubangnya.
5. Memutar roda penekan (handle) ke arah sebaliknya, serta mengencangkannya.
6. Membuka return valve secara penuh, dan membuka feed valve secara perlahan,
apabila terjadi kebocoran pada frame maka pemasangan frame dapat diulangi
dengan mengendorkan handle kemudian memasang ulang frame, filter cloth,
rubber packing sampai rapat tanpa ada kebocoran ke susunan di atas packing.
B. Percobaan
1. Membuka Return Valve (V-2) secara penuh, menutup feed valve (V-3) dengan
rapat, dan kemudian menyalakan pompa sehingga terjadi resirkulasi larutan di
antara reservoar dan pompa.
2. Membuka V-3 buang / menghilangkan udara di dalam filter press. Mengatur V-3
(feed valve) untuk menjaga agar tekanan konstan. Tekanan yang dipakai pada
percobaan pertama yaitu 0,2 psi.

3. Membuka V- 4 (filtrate delivery valve) dan mengatur debitnya tidak terlalu kecil
maupun tidak terlalu besar, dan tidak boleh debitnya membentuk tetesan tetesan
karna debitnya akan menjadi tidak konstan.
4. Meletakkan gelas ukur di bawah selang yang terhubung dengan V-4 (filtrat
delivery valve).
5. Selama percobaan filtrasi, mengatur V-3 (feed valve) terus menerus untuk
memperoleh tekanan yang konstan, tetap pada 0,2 psi.
6. Mencatat volume filtrat yang tertampung pada gelas ukur (Vf) setiap 2 menit
dengan menggunakan stopwatch hingga didapatkan 10 data.
7. Setelah mendapatkan 10 data volume hasil filtrasi (Vf), lalu menutup filtrate
delivery valve (V-4), lalu mengatur feed valve hingga alat Gauge menunjukkan
tekanan yang baru yaitu 0,4 psi.
8. Membuka V- 4 (filtrate delivery valve) dan mengatur debitnya tidak terlalu kecil
maupun tidak terlalu besar, dan tidak boleh debitnya membentuk tetesan tetesan
karna debitnya akan menjadi tidak konstan.
9. Meletakkan gelas ukur di bawah selang yang terhubung dengan V-4 (filtrat
delivery valve).
10. Selama percobaan filtrasi, mengatur V-3 (feed valve) terus menerus untuk
memperoleh tekanan yang konstan, tetap pada 0,4 psi.
11. Mencatat volume filtrat yang tertampung pada gelas ukur (Vf) setiap 2 menit
dengan menggunakan stopwatch hingga didapatkan 10 data.
12. Maka hasil data yang diperoleh adalah 10 data volume filtrat (Vf) pada tekanan
0,2 psi dan 10 data volume filtrat (Vf) pada tekanan 0,4 psi.
BAB II
PENGOLAHAN DATA

2.1 Data Percobaan


Tabel 2.1 Data Volume Filtrat Pada Tekanan 0,2 psi
No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.

t (menit)
2
4
6
8
10
12

Volume Filtrat/ Vf (ml)


214
428
642
856
1068
1286
8

7.
8.
9.
10.

14
16
18
20

1500
1708
1918
2122

Tabel 2.2 Data Volume Filtrat Pada Tekanan 0,4 psi


No.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

t (menit)
2
4
6
8
10
12
14
16
18
20

Volume Filtrat/ Vf (ml)


240
478
716
956
1191
1427
1659
1899
2137
2380

2.2 Pengolahan Data


A. Menentukan Konstanta J dan H Persamaan Routh
Persamaan routh menyatakan hubungan antara volume filtrate, Vf dengan waktu,
yang dinyatakan secara matematis sebagai berikut
V f 2 +2 jVf =ht
Dengan melinierkan persamaan diatas didapatkan hasil sebagai berikut
t 1
2j
= Vf +
Vf h
h

Dengan nilai 1/h sebagai slope dan 2j/h sebagai intersep

Tabel . Nilai x dan y pada linierisasi persamaan Routh


t (2)
120
240
360

0,2 psi
Vf (ml)
t/Vf (s/ml)
0.56074766
214
4
0.56074766
428
4
0.56074766
642
4
9

0,4 psi
Vf (ml)
t/Vf (s/ml)
240

0.5

478

0.50209205

716

0.50279329
6

0.56074766
4
0.56179775
3
0.55987558
3

480

856

600

1068

720

1286

840

1500

0.56

1659

960

1708

0.56206089

1899

108
0
120
0

1918
2122

0.56308654
8
0.56550424
1

956
1191
1427

2137
2380

0.50209205
0.50377833
8
0.50455501
1
0.50632911
4
0.50552922
6
0.50538137
6
0.50420168
1

Dengan memasukan data diatas pada program aplikasi spreadsheet didapatkan hasil
grafik sebagai berikut

Persamaan Routh
0.6
0,2 psi

0.55
t/Vf (s/ml)

f(x) = 0x + 0.56
R = 0.43
f(x) = 0x + 0.5
R = 0.69

0.5
0.45
0

Linear (0,2 psi)


0,4 psi
Linear (0,4 psi)

500 1000 1500 2000 2500


Vf (ml)

Dari masing-masing grafik diatas didapatkan juga persamaan hasil regresi linier untuk
setiap tekanan, yakni
Ketika 0,2 psi, persamaan garisnya adalah
y=2 E06 x+ 0,5995

Ketika 0,4 psi, persamaan garisnya adalah

10

y=2 E06 x+ 0,5007


Dari persamaan garis tersebut, kita dapat mencari nilai konstanta j dan h berdasarkan
korelasi linierisasi dengan nilai slope dan intersep garis.
Menghitung H
1
=slope=m
h
h=

1
b

Untuk 0,2 psi


h=

1
=5,0 x 1 05
2 E06

Untuk 0,4 psi


h=

1
=5,0 x 1 05
2 E06

Menghitung j
2j
=intersep=b
h
j=b .

h
2

Untuk 0,2 psi


j=0,5995

5,0 x 10 5
=1,4988 x 1 05
2

Untuk 0,4 psi


5,0 x 1 05
j=0,5007
=1,2518 x 1 05
2

B. Menentukan Konstanta M,N, Dan K Dalam Persamaan Lewis


Persamaan Lewis menyatakan hubungan antara volume filtrate (Vf), waktu (t), tekanan
(P), dan luas penampang filter (A) yang dinayatakan secara matematis sebagai berikut
m
m
n
V f =A K P t
11

Karena AmKPn merupakan konstanta, untuk penyederhanaan kita dapat menganggapnya


menjadi suatu konstanta kompleks, misal G

Dengan penederhanaan konstanta persamaan diatas dapat diubah menjadi


m
V f =
Dengan melinierkan persamaan diatas melalui prinsip logaritma didapatkan persamaan
garis lurus seperti berikut
mlogVf =logG+logt
logt=mlogVf logG

Dengan m sebagai slope dan logG sebagai intersep garis


t (s)
120
240
360
480
600
720
840
960
1080
1200

0,2 psi
log Vf
log t
2.33041 2.0791812

0,4 psi
log Vf
log t
2.38021 2.0791812

4
2.63144

5
2.3802112

1
2.67942

5
2.3802112

4
2.80753

8
2.85491

5
2.93247

2.5563025

2.5563025

2.6812412

3
2.98045

4
3.02857

4
2.7781512

8
3.07591

4
2.7781512

1
3.10924

2
3.15442

1
3.17609

2.8573325

2.6812412

2.8573325

2.9242792

4
3.21984

1
3.23248

9
2.9822712

6
3.27852

9
2.9822712

8
3.28284

3
3.0334237

5
3.32980

3
3.0334237

9
3.32674

6
3.0791812

5
3.37657

6
3.0791812

2.9242792

Dengan memasukan data diatas sebagai nilai x dan y pada program spreadsheet
didapatkan hasil grafik sebagai berikut
12

Penentuan nilai m persamaan lewis


3.5
3
2.5
2
log t 1.5

f(x)==1x
1x- -0.26
0.31
f(x)
RR==11

0,2 psi
Linear (0,2 psi)
0,4 psi

Linear (0,4 psi)

0.5
0
2.2 2.4 2.6 2.8

3.2 3.4 3.6

log Vf

Dari masing-masing grafik diatas didapatkan juga persamaan hasil regresi linier untuk setiap
tekanan, yakni
Ketika 0,2 psi, persamaan garisnya adalah
y=1,0021 x0,2568

Ketika 0,4 psi, persamaan garisnya adalah


y=1,0047 x0,3122
Dari persamaan garis tersebut, kita dapat mencari nilai konstanta m berdasarkan korelasi
linierisasi dengan nilai slope garis
Manghitung nilai m
m=slope=m

Ketika 0,2 psi, nilai m adalah


m=1,0021
Ketika 0,4 psi, nilai m adalah
m=1,0047

Nilai m rata-rata adalah


m=

1,0021+1,0047
=1,0034
2

13

Setelah mendapat nilai dari konstanta m kita dapat mencari nilai untuk konstanta lain, yakni
n. Persamaan lewis dimodifikasi menjadi seperti berikut
t=

V f m n
P
m
KA

Dengan menjandikan nilai Vf konstan, maka kita dapat membuat asumsi penyederhanaan
dengan suatu konstanta kompleks
m

Vf
Z=
K Am
Sehingga persamaan lewis dapat diubah menjadi seperti berikut
t=Z Pn
Dengan melinierkan persamaan diatas melalui sifat logaritma, didapatkan persmaan berikut
log t=nlogP +logZ
Dengan n sebagai slope dan logZ sebagai intersep.
Dalam menggunakan persamaan garis diatas, kita harus mencari nilai Vf yang tepat dan
representative. Dalam kasus ini praktikan mengambil nilai Vf sebesar 642 ml. Pada tekanan
0,4 psi, nilai t untuk Vf sebesar 642 ml tidak diketahui oleh karena itu kita harus
menginterpolasikan data yang mengapit nilai tersebut.
360t
716642
=
360240 716478
t=322,68 s

Vf=642 ml

Column1

t
360
322.68

log t
2.5563025
2.50877205

14

Column
2
P
0.2
0.4

Column3
log P
-0.69897
-0.39794

Mencari nilai n persamaan Lewis


2.58
2.56
f(x) = - 0.16x + 2.45
2.54
R = 1
log t

2.52
2.5
-0.8

-0.7

-0.6

-0.5

Mencari nilai n
persamaan Lewis
Linear (Mencari nilai n
persamaan Lewis)

2.48
-0.4
-0.3

log P

Dari persamaan garis diatas diketahui nilai slope adalah -0,1579, maka nilai n adalah
n=(0,1579 )=0,1579
Dan nilai Z adalah
Z =b=2,4459
Untuk mengetahu nilai konstanta K adalah dengan mengubaha persamaan berikut
m

Z=

Vf
m
KA

menjadi
642 1,0034

=2,6414
100
Vf m
1
=

A
2,4459
1
K=
Z

15

BAB III
ANALISIS

3.1 Analisis Percobaan


3.2 Analisis Data
Pada percobaan kali ini praktikan mencari volume filtrat yang terfiltrasi setiap 2 menit
pada tekanan 0,2 psi dan tekanan 0,4 psi. Dari data percobaan yang didapatkan oleh
praktikan, volume filtrat pada tekanan 0,2 psi lebih sedikit dibandingkan volume filtrat
pada tekanan 0,4 psi. Hal itu dikarenakan semakin tinggi tekanan yang digunakan, maka
akan semakin banyak volume filtrat yang keluar dikarenakan semakin banyak slurry
yang tersaring. Seiring berjalannya waktu, volume filtrat akan semakin sedikit
dikarenakan slurry yang tertahan pada saringan semakin banyak dan akan menahan
aliran filtrat yang mengalir. Sedangkan seiring berjalannya waktu, volume filtrat yang
didapatkan praktikan semakin banyak.
3.3 Analisis Perhitungan
Pengolahan data pada percobaan ini dilakukan untuk menguji persamaan Routh dan
persamaan Lewis dengan menggunakan data volume filtrat. Pada perhitungan persamaan
Routh, kita menggunakan persamaan:
V f 2 +2 jVf =ht
Setelah dibikin grafiknya, maka pada tekanan 0,2 psi didapatkan persamaan
y=2 E06 x+ 0,5995

Pada tekanan 0,4 psi didapatkan persamaan


y=2 E06 x+ 0,5007
Setelah itu praktikan mencari nilai konstanta h dan j dari masing-masing tekanan dan
didapatkan pada tekanan 0,2 psi nilainya adalah:

16

h = 5,0 x 105
j = 1,4988 x 105
dan pada tekanan 0,4 psi nilainya adalah:
h = 5,0 x 105
j = 1,2518 x 105
Dari hasil perhitungan dapat dilihat bahwa nilai tahanan filtrasi pada tekanan 0,2 psi
lebih besar dibandingkan pada tekanan 0,4 psi. Sedangkan seharusnya pada tekanan yang
lebih rendah akan memiliki nilai tahanan filtrasi yang lebih kecil dibandingkan dengan
tekanan yang lebih tinggi. Hal itu dikarenakan semakin tinggi tekanannya, maka cake
yang tertahan pada saringan akan lebih banyak sehingga akan menahan laju alir dari
cairan. Oleh karena itu, nilai tahanan filtrasinya akan lebih besar dibandingkan dengan
tekanan yang lebih rendah.
Untuk persamaan Lewis, praktikan melakukan pengolahan data dengan menggunakan
persamaan:
m

V f =A K P t
Setelah itu praktikan membuat grafiknya, dan dari grafik didapatkan persamaan pada
tekanan 0,2 psi:
y=1,0021 x0,2568

Ketika 0,4 psi, persamaan garisnya adalah


y=1,0047 x0,3122

Praktikan kemudian mencari nilai dari konstanta m, n, Z, dan K.


3.4

Analisis Grafik
Pada persamaan Routh, didapatkan grafik seperti beriku ini:

17

3.5 Analisis Kesalahan


Dalam suatu praktikum, terkadang praktikan melakukan beberapa kesalahan yang dapat
mempengaruhi hasil percobaan yang didapatkan. Kesalahan yang dapat dilakukan oleh
praktikan adalah saat melakukan praktikum, ataupun pada saat melakukan pengolahan
data. Ada beberapa kesalahan yang mungkin dapat dilakukan praktikan pada saat
pengerjaan. Praktikan melakukan kemungkinan dapat melakukan kesalahan pada saat
menyusun frame dan plate pada awal praktikum sehingga menimbulkan kebocoran ke
atas saat V2 (return valve) dan V3 (feed valve) dibuka. Praktikan pun harus merangkai
ulang susunan dari frame dan platenya sehingga memakan waktu lebih lama untuk
menyiapkan peralatan filtrasi. Selain itu, saat filtrasi berlangsung, praktikan juga dapat
melakukaan kesalahan pada saat menjaga tekanan tetap konstan, dimana praktikan
kurang teliti dalam memutar valve sehingga menyebabkan perubahan tekanan dan
mempengaruhi keakuratan hasil percobaan yang didapat. Selain itu, dalam mengambil
volume filrat juga memungkinkan terjadinya kesalahan dimana filtrat sudah diisi ke
dalam tabung di saat kondisi tabung tidak benar-benar kosong. Ketidaktelitian juga dapat
terjadi saat praktikan terlambat memindahkan selang yang mengeluarkan filtrat disaat
waktu sudah menunjukkan 2 menit. Pada saat menyesuaikan V2 untuk mendapatkan
tekanan yang konstan, praktikan memakan waktu yang lama sehingga slurry terus
mengalir dan cakenya sudah menumpuk pada saringan sehingga berpengaruh pada laju
alir dari cairan.

18

BAB III
PENUTUP
3.6 Kesimpulan
1. Metode filtrasi dapat digunakan untuk memisahkan campuran dengan menggunakan
media porous.
2. Filtrasi dilakukan dengan menggunakan prinsip perbedaan ukuran dari komponen
campuran.
3. Jumlah volume filtrat yang didapatkan dari percobaan digunakan untuk menentukan
menguji persamaan Routh dan persamaan Lewis.
4. Menurut persamaan Routh, tekanan berbanding lurus dengan tahanan filtrasi dan
didapatkan nilai konstantanya yaitu h (pada 0,2 psi) = 5,0 x 10 5 ; h (pada 0,4 psi) =
5,0 x 105 ;j (pada 0,2 psi) = 1,4988 x 105; j (pada 0,4 psi) = 1,2518 x 105.
5. Konstanta-konstanta dari persamaan Lewis yang didapatkan dari pengolahan
data,yaitu: m= 1,0034; n = 0,1579; Z = 2,4459; K = 2,6414.
3.7 Saran
1. Metode filtrasi dapat digunakan dalam dunia industri karena penggunaannya mudah
dan tidak dibutuhkan biaya yang mahal.
2. Peralatan yang digunakan pada proses filtrasi dibuat menjadi lebih canggih sehingga

tidak memakan waktu dan tenaga lebih dalam pengerjaannya. Contohnya yaitu pada
alat handle, dapat diganti dengan menggunakan handle otomatis sehingga tidak
diperlukan tenaga yang besar untuk memutar handle.

19