Anda di halaman 1dari 4

PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK)

TATA LAKSANA KASUS SMF THT


RSAL Dr.MINTOHARDJO
JAKARTA
2014 - 2016
Sinusitis Kronik (ICD 10 : J32)
Polip hidung (ICD 10 : J33)
A. Pengertian
( Definisi )

B. Anamnesis

C. Pemeriksaan
Fisik

D. Kriteria
Diagnosis

E. Diagnosis kerja

F. Diagnosis
Banding
G. Pemeriksaan
Penunjang

Sinusitis kronik adalah peradangan mukosa sinus paranasal, berlangsung lebih


dari tiga bulan, disebabkan oleh infeksi, alergi atau autoimun, dan dapat
disertai adanya polip
1.

Pilek dan ingus kental

2.

Hidung tersumbat.

3.

Gangguan penghidu.

4.

Nyeri wajah daerah sinus.

5.

Lendir mengalir ke tenggorok.

1.

Sekret hidung kental dan keruh.

2.

Nyeri tekan wajah daerah sinus.

3.

Rongga hidung sempit dan pembengkakan / hipertrofi konka hidung.

4.

Dapat ditemukan polip di rongga hidung.

1.

Sesuai kriteria anamnesis

2.

Sesuai kriteria pemeriksaan fisik.

Sinusitis Kronik (ICD 10 : J32) / Polip hidung (ICD 10 : J33)

Tidak Ada.

1.

Persiapan operasi :

a. Pemeriksaan darah lengkap (ICD 9CM : 90.59)


b. PT dan APTT (ICD 9CM : 90.59).
c. SGOT, SGPT (ICD 9CM : 90.59).
d. Ureum dan Creatinin darah (ICD 9CM : 90.59).
e. Gula darah sewaktu (ICD 9CM : 90.59).
f. Foto Thorax PA (ICD 9CM : 87.3).
g. Di atas 40 tahun Konsul SMF Jantung (EKG ICD 9CM : 794.31)
h. Di Bawah 18 tahun Konsul SMF Kesehatan Anak dan Remaja.
i. Delapan belas tahun ke atas konsul SMF Penyakit Dalam.
j. Konsul SMF Anestesi.

H. Terapi

2.

CT scan Sinus paranasal (ICD 9CM : 87.03)

3.

Pasca operasi : Pemeriksaan Histopatologi Jaringan polip (ICD 9CM :


90.3).

4.

Bila perlu Kultur Resistensi sekret hidung (ICD 9CM : 90.3)

1.

Medikamentosa
Antibiotik : Amoksiclav 3 x 625 mg.
Analgetik : Asam mefenamat ( dewasa 3 x 500mg, anak sesuai berat
badan)
Dekongestan : Pseudoefedrin 2 x 60 mg
Steroid oral : Methylprednisolon 4 mg dengan dosis diturunkan tiap 3
hari, dimulai dengan dosis 3 x 2 tablet
Bila perlu Semprot hidung steroid : Fluticason 2 x 2 semprot

2.

Bedah Sinus Endoskopi Fungsional (BSEF)


a. Aspiration and lavage of nasal sinus (ICD 9CM : 22.02)
b. Intranasal antrostomy (ICD 9CM : 22.2)
c. Frontal sinusotomy dan sinusectomy (ICD 9CM : 22.4)
d. Other nasal sinusectomy (ICD 9CM : 22.6)

e. Turbinectomy (ICD 9CM 21.6)


I.

Edukasi

J. Prognosis

1.

Menjelaskan perjalanan Penyakit dan komplikasi yang timbul.

2.

Menjelaskan rencana pengobatan, operasi dan komplikasinya.

3.

Bila ada gigi yang bermasalah dianjurkan ke dokter gigi.

Ad vitam

: Dubia ad Bonam

Ad sanationam

: Dubia ad Bonam

Ad fungsionam

: Dubia ad Bonam

K. Tingkat Evidens

IV

L. Tingkat
Rekomendasi

M. Penelaah Kritis

1. dr. Donald Marpaung, Sp.THT-KL


2. dr. Radito, Sp.THT-KL
3. dr. Agus Sugiharto, Sp.THT-KL

N. Indikator Medis

Pasien tonsilitis kronis sembuh dengan operasi tonsilektomi


Target :

1. 90% pasien tonsilitis kronis sembuh dengan operasi tonsilektomi.


2. 10% pasien tonsilitis kronis tanpa tonsilektomi terjadi eksaserbasi akut
kurang dari 3 kali dalam setahun
O. Kepustakaan

1.

Rusmarjono, Soepardi EA. Faringitis, Tonsilitis dan Hipertrofi Adenoid.


Dalam : Soepardi EA, Iskandar N, Bashiruddin J, Restuti Dwi R, editor.
Buku ajar ilmu kesehatan telinga hidung tenggorok. Balai Penerbit FKUI.
Jakarta 2007: h.223 5.

2.

Adams GL. Boies LR and Paparella MA : Fundamentals Of


Otorhinolanyngology. WB.Saunders Co Asean ED, 1978, 5 th Edition.
hal :....

3.

Balleger JJ. Diseases Of The Nose, Throat, ear, Head and Neck. 14 th
edition. Philadelphia Lea and Febiger 1991

4.

Lee KJ. Essential Otolaryngology head & neck surgery. 9th ed.
McGrawHill Medical. New York 1991:p 543.