Anda di halaman 1dari 2
SISTEM MIKROKONTROLER
SISTEM MIKROKONTROLER

Mengukur Kapasitansi Kapasitor

SISTEM MIKROKONTROLER Mengukur Kapasitansi Kapasitor Kapasitor adalah komponen elektronik yang berfungsi sebagai penyimpan

Kapasitor adalah komponen elektronik yang berfungsi sebagai penyimpan muatan listrik. Hampir seluruh rangkaian elektronik melibatkan kapasitor. Ketepatan harga kapasitor menentukan performa dari rangkaian yang akan dibuat. Harga kapasitor berorde µF tertulis pada badan komponen. Sedangkan yang berorde pF-nF dituliskan dengan berbagai format kode. Harga maupun kode pada badan kapasitor tersebut tidak menunjukkan kapasitansi yang sebenarnya. Terdapat selisih dengan hasil pengukuran yang mana selisih tersebut sangat bervariasi. Pengukuran kapasitansi kapasitor dilakukan menggunakan kapasitansi meter. UT60A merupakan salah satu contoh multimeter yang dapat mengukur kapasitansi kapasitor. Namun demikian, kapasitansi meter yang terpasang hanya mampu mengukur kapasitansi kapasitor dengan orde nF hingga µF.

Kapasitor berorde pF dapat diukur menggunakan kombinasi osilator dan mikrokontroler (µC). Osilator akan mengkonversi variasi kapasitansi kapasitor menjadi variasi frekuensi. Sedangkan mikrokontroler berfungsi sebagai pengukur frekuensi yang dihasilkan oleh osilator tersebut. Kami menggunakan IC (Integrated Circuit) 555 sebagai osilator dan µC ATMEGA32. Frekuensi yang dihasilkan oleh 555 mengikuti formula berikut ini:

yang dihasilkan oleh 555 mengikuti formula berikut ini: Hasil-hasil eksperimen sebelumnya menunjukkan bahwa counter

Hasil-hasil eksperimen sebelumnya menunjukkan bahwa counter µC memiliki keterbatasan dalam mengukur frekuensi suatu sinyal. Counter 0 µC ATMEGA32 masih memberikan hasil pengukuran frekuensi yang konstan hingga 540 Hz pada kecepatan 4 MHz.

TEKNIK PERANCANGAN

Misalkan range (rentang) kapasitor yang akan diukur adalah 681-1000 pF. Kemudian kami menginginkan ketika osilator dihubungkan dengan kapasitor 681 pF frekuensi keluarannya adalah 500 Hz dan 10 Hz ketika terhubung dengan 1000 pF. Maka akan diperoleh resolusi

konversi sebesar

yang berarti frekuensi keluaran osilator akan

sebesar yang berarti frekuensi keluaran osilator akan berubah sebesar 1.5 Hz setiap terjadi perubahan kapasitansi

berubah sebesar 1.5 Hz setiap terjadi perubahan kapasitansi kapasitor 1 pF.

Jum’at, 1 Januari 2010

Halaman 1

kapasitor 1 pF. Jum’at, 1 Januari 2010 Halaman 1 PLATOGEOSAINS www.platogeosains.co.cc platogeosains@gmail.com

PLATOGEOSAINS

www.platogeosains.co.cc

platogeosains@gmail.com

kapasitor 1 pF. Jum’at, 1 Januari 2010 Halaman 1 PLATOGEOSAINS www.platogeosains.co.cc platogeosains@gmail.com

SISTEM MIKROKONTROLER

Mengukur Kapasitansi Kapasitor

SISTEM MIKROKONTROLER Mengukur Kapasitansi Kapasitor dan dapat ditentukan dari dua persamaan berikut ini: Selisih akan

dan

SISTEM MIKROKONTROLER Mengukur Kapasitansi Kapasitor dan dapat ditentukan dari dua persamaan berikut ini: Selisih akan

dapat ditentukan dari dua persamaan berikut ini:

dan dapat ditentukan dari dua persamaan berikut ini: Selisih akan menggunakan 1 untuk dengan nilai tengah
Selisih akan menggunakan 1 untuk
Selisih
akan menggunakan 1
untuk

dengan nilai tengah

ini: Selisih akan menggunakan 1 untuk dengan nilai tengah dan , sehingga . Kami Dengan demikian,

danini: Selisih akan menggunakan 1 untuk dengan nilai tengah , sehingga . Kami Dengan demikian, estimasi

, sehinggaSelisih akan menggunakan 1 untuk dengan nilai tengah dan . Kami Dengan demikian, estimasi frekuensi yang

.
.

Kami

Dengan demikian, estimasi frekuensi yang dihasilkan oleh 555 menjadi:

estimasi frekuensi yang dihasilkan oleh 555 menjadi: Hal ini menyebabkan resolusi konversi berubah menjadi yang
estimasi frekuensi yang dihasilkan oleh 555 menjadi: Hal ini menyebabkan resolusi konversi berubah menjadi yang
estimasi frekuensi yang dihasilkan oleh 555 menjadi: Hal ini menyebabkan resolusi konversi berubah menjadi yang
estimasi frekuensi yang dihasilkan oleh 555 menjadi: Hal ini menyebabkan resolusi konversi berubah menjadi yang

Hal ini menyebabkan resolusi konversi berubah menjadi

Hal ini menyebabkan resolusi konversi berubah menjadi yang berarti frekuensi keluaran osilator akan berubah

yang

berarti frekuensi keluaran osilator akan berubah sebesar 1 Hz setiap terjadi perubahan kapasitansi kapasitor 20 pF.

1 Hz setiap terjadi perubahan kapasitansi kapasitor 20 pF. Jum’at, 1 Januari 2010 Halaman 2 PLATOGEOSAINS

Jum’at, 1 Januari 2010

Halaman 2

kapasitor 20 pF. Jum’at, 1 Januari 2010 Halaman 2 PLATOGEOSAINS www.platogeosains.co.cc platogeosains@gmail.com

PLATOGEOSAINS

www.platogeosains.co.cc

platogeosains@gmail.com

kapasitor 20 pF. Jum’at, 1 Januari 2010 Halaman 2 PLATOGEOSAINS www.platogeosains.co.cc platogeosains@gmail.com