Anda di halaman 1dari 1

Perdarahan Post Partum Akibat Gangguan Koagulasi Darah

Pada awal periode postpartum, gangguan koagulasi dan platelet biasanya tidak selalu
mengakibatkan perdarahan yang massif, hal ini dikarenakan adanya kontraksi uterus yang
mencegah terjadinya perdarahan (Baskett,1999). Fibrin pada plasenta dan bekuan darah pada
pembuluh darah berperan pada awal masa postpartum, gangguan padahal ini dapat menyebabkan
perdarahan postpartum tipe lambat atau eksaserbasi perdarahan karena sebab lain terutama
paling sering disebabkan trauma.
Abnormalitas

dapat

terjadi

sebelumnya

atau

didapat.

Trombositopenia

dapat

berhubungan dengan penyakit lain yang menyertai, seperti ITP atau HELLP sindrom (hemolisis,
peningkatan enzim hati, dan penurunan platelet), abruptio plasenta, DIC, atau sepsis.
Kebanyakan hal ini terjadi bersamaan meskipun tidak didiagnosa sebelumnya.
Sering kali perdarahan postpartum yang persisten adalah akibat dari Gangguan
pembekuan darah. Perdarahan akibat gangguan pembekuan darah ini umumnya dapat diatasi
dengan pemberian darah segar. Dalam keadaan ini setiap tindakan akan menambah
perdarahan.(Sarwono,2000)
Perdarahan setelah kelahiran anak dan plasenta biasa juga disebabkan oleh gangguan
mekanisme pembekuan darah yang terjadi umumnya sebagai akibat dari pembekuan darah
intravaskuler merata (desiminated intravaskuler coagulations), atau karena kelainan bawaan
(herediter) pada mekanisme pembekuan.Berikan transfuse darah segar yang banyak dan jika
perlu lakukan histerektomi.(TMA Chalik,1998)