Anda di halaman 1dari 3

DESTILASI

Pratiwi Heryanti
133020150
Jurusan Teknologi Pangan, Fakultas Teknik, Universitas Pasundan

ABSTRAK
Destilasi adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volalitas)
bahan. Destilasi dapat dibagi menjadi 4 macam, yaitu destilasi biasa, destilasi uap, destilasi vacum (tekanan rendah), destilasi terfraksi.
Tujuan percobaan untuk memisahkan suatu campuran sehingga dapat mengetahui zat murni campuran tersebut, agar praktikan dapat
mengetahui bagaimana cara melakukan proses destilasi, dan agar dapat memisahkan zat cair dari campurannya ataupun untuk
memisahkan suatu larutan dari larutan lain. Prinsip percobaan berdasarkan tekanan uap dari atas cairan pada kesetimbangan
(kecepatan penguapan = kecepatan pengembunan), bersifat khas dan naik dengan kenaikan suhu. Berdasarkan hasil pengamatan
percobaan destilasi, diketahui bahwa volume awal dari sampel larutan jambu 25 mL dan setelah didestilasi didapat volume akhir dari
sampel yaitu 20 mL.
Key words : Destilasi, tujuan, prinsip.

PENDAHULUAN
Destilasi adalah suatu metode pemisahan bahan
kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau
kemudahan menguap (volalitas) bahan. Larutan atau
sampel yang didestilasi disebut destilat. Destilasi dapat
dibagi menjadi 4 macam, yaitu destilasi biasa, destilasi
uap, destilasi vacum (tekanan rendah), destilasi terfraksi.
Destilasi akan berkaitan dengan tekanan uap, tekanan
uap merupakan suatu sifat-sifat dari zat cair yang
bergantung pada suhu. Tekanan uap selalu bertambah
seiring kenaikan suhu. Tekanan pada saat tekanan uap
sama dengna tekanan luar atau atmosfir disebut titk didih.
Tujuan percobaan untuk memisahkan suatu campuran
sehingga dapat mengetahui zat murni campuran tersebut,
agar praktikan dapat mengetahui bagaimana cara
melakukan proses destilasi, dan agar dapat memisahkan
zat cair dari campurannya ataupun untuk memisahkan
suatu larutan dari larutan lain. Prinsip percobaan
berdasarkan tekanan uap dari atas cairan pada
kesetimbangan (kecepatan penguapan = kecepatan
pengembunan), bersifat khas dan naik dengan kenaikan
suhu.

statif, labu destilasi, Bunsen, kawat kassa, dan


thermometer.
Metode percobaaan
1. Pasang dan susun alat destilasi.
2. Masukkan cairan dan pecahan porselin kedalam labu
destilasi melalui corong biasa.
3. Pasang thermometer, jalankan air dan pembakar
Bunsen.
4. Amati selama pengerjaan, destilat mulai ditampung
pada waktu thermometer menunjukan harga tetap atau
konstan.
5. Waktu temperature mulai naik, ganti penampung
dengan yang lain dan penampungan dilanjutkan waktu
temperature mulai konstan untuk yang kedua kalinya dan
seterusnya sampai temperature naik.

METODOLOGI
Bahan dan alat
Bahan yang digunakan pada percobaan destilasi
yakni larutan jambu merah. Alat yang digunakan antara
lain, labu Erlenmeyer, selang adafter, kondensor, klem,

Gambar 1. Metode Percobaan Destilasi

HASIL DAN PEMBAHASAN


Tabel 1. Hasil Pengamatan Destilasi
No
Pengamatan
Hasil
1.
Nama sampel
Larutan jambu
2.
Warna asal
Merah muda
3.
Volume sampel
25 ml
4.
Suhu mendidih
750C
5.
Suhu tetesan pertama
960C
6.
Suhu konstan
970C
7.
Warna destilat
Bening
8.
Volume destilat
20 ml
(Sumber : Pratiwi Heryanti, 133020150, meja 11,
kelompok F)
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan,
dalam percobaan destilasi, digunakan sampel larutan
jambu. Mula-mula alat destilasi disusun, lalu buka kran air
dan tunggu hingga kondensor terisi penuh dengan air.
Lalu masukkan larutan jambu sebanyak 25 mL kedalam
labu destilasi, nyalakan Bunsen dan proses destilasi
berlangsung. Dari proses tersebut diperoleh hasil suhu
mendidih 750C, suhu tetesan pertama 960C, suhu
konstan 970C, warna destilat semula merah muda
berubah menjadi bening dan volume berkurang menjadi
20 mL.
Faktor kesalahan yang dapat terjadi ketika
melakukan
percobaan
destilasi
adalah
salah
menggunakan kondensor, lupa memasukkan batu didih
(porselen atau pecahan kaca) sehingga bisa
mengakibatkan ledakan akibat tekanan yang tinggi dari
dalam, ketelitian saat menentukan suhu pada tetesan
pertama, tidak terampil memasangkan selang dari kran
atau saluran air ke kondensor sehingga lepas. (Anonim,
2013)
Destilasi adalah suatu metode pemisahan bahan
kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau
kemudahan menguap (volalitas) bahan. Larutan atau
sampel yang didestilasi disebut destilat.
Jenis destilasi yang digunakan di laboratorium
adalah destilasi biasa. Cara ini digunakan untuk
memisahkan 2 macam zat atau lebih yang mempunyai
perbedaan titik didih yang cukup besar.
Berdasarkan tekanan uap dari atas cairan
berdasarkan kesetimbangan (kecepata penguapan =
kecepatan pengembunan), bersifat khas dan naik dengan
kenaikan suhu. Dalam destilasi, campuran zat dididihkan
sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan
kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik
didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. Setelah

melalui proses pendinginan larutan akan mengalir ke


adafter menuju labu erlenmeyer yang telah disediakan
sebagai tempat penampunagn destilat. Proses yang
terjadi pada destilasi ialah perubahan fasa cair menjadi
fasa uap atau gas dengan pendidihan dan kondensasi
pengembun.
Tahapan kerja yang terjadi pada proses destilasi
yaitu :
Pertama, sampel mendidih.
Kemudian, uap sampel yang tidak menempel di
dinding labu destilasi masuk ke kondensor.
Setelah itu, uap yang masuk ke kondensor
didinginkan oleh aliran air yang ada pada bagian
kondensor agar mencair.
Dan akhirnya, uap itu masuk ke wadah destilat
melalui adafter dalam bentuk cairan.
Fungsi dari alat-alat yang digunakan pada proses
destilasi antara lain :
Labu Destilasi, berfungsi sebagai wadah untuk
menyimpan sampel yang akan didestilasi.
Termometer, berfungsi untuk mengukur suhu larutan.
Kawat Kasa, berfungsi sebagai alas dan sebagai
penyebar panas.
Bunsen, berfungsi sebagai sumber panas.
Klem dan Statif, berfungsi sebagai penyangga
kondensor alat lain agar tidak jatuh.
Kondensor lurus, berfungsi untuk mengkondensorkan uap bebas dari turbin.
Adafter, berfungsi sebagai penghubung antara
kondensor dan wadah destilat.
Erlenmeyer, berfungsi sebagai wadah untuk
menampung destilat. (Anonim, 2011)
Destilasi dapat dibagi menjadi 4 macam, yaitu
destilasi biasa, destilasi uap, destilasi vacum (tekanan
rendah), destilasi terfraksi. Destilasi biasa digunakan
untuk memisahkan 2 macam zat atau lebih yang
mempunyai perbedaan titik didih cukup besar. Destilasi
uap merupakan suatu cara untuk memisahkan dan
memurnikan senyawa organik yang tidak larut ataupun
sukar larut dalam air. Destilasi uap berguna untuk
memisahkan zat (tak larut dalam air0 yang mempunyai
tekanan uap relatif rendah (5-10 mg Hg) pada sekitar
1000C. Destilasi vacum digunakan untuk cairan yang
terurai dekat titik didihnya, sehingga untuk memisahkan
dari komponennya tidak dapat dilakukan dengan destilasi
biasa.destilasi terfraksi, hukum Roult mengatakan bahwa
tekanan uap dari sebuah komponen tertentu sebanding
dengn tekanan uap murni dikalikan dengan fraksi molnya
dalam larutan tersebut.

Aplikasi dalam bidang pangan adalah untuk


pemekatam alkohol dengan penerapan panas terhadap
larutan hasil fermentasi untuk menghasilkan minuman
suling.

KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil pengamatan percobaan
Destilasi adalah suatu metode pemisahan bahan kimia
berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan
menguap (volalitas) bahan. Diketahui bahwa volume awal
dari sampel larutan jambu 25 mL dan setelah didestilasi
didapat volume akhir dari sampel yaitu 20 mL.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim.2011.Fungsi alat-alat destilasi. Diakses dari
http://www.ilmu-kima/2011/fungsi-alat-alatdestilasi/ (diakses pada 24 Nopember 2013)
Brady, E., James, 1999. Kimia Universitas Asas
dan Stuktur. Jakarta : Binarupa Aksara.
Pujiansyah, Raka.2011.Destilasi dalam kimia.
Diakses dari http://www.blogspot.com (diakses
pada 24 Nopember 2013)
Purba,

Michael.,
Erlangga

2003.

Kimia

2000.

Jakarta

Sutrisno, E.T. dan Nurminabari, I.S. 2013. Penuntun


Praktikum Kimia Dasar. Bandung :
Universitas
Pasundan