Anda di halaman 1dari 32

BAB III

LANDASAN TEORI

3. LANDASAN TEORI
KEPALA SELINDER
Bagian paling atas dari kontruksi mesin sepeda motor adalah kepala
silinder. Kepala silinder berfungsi sebagai penutup lubang silinder pada blok
silinder dan tempat dudukan busi.

Gambar 3.1 kepala selinder

Kepala silinder bertumpu pada bagian atas blok silinder. Titik tumpunya
disekat dengan gasket (paking) untuk menjaga agar tidak terjadi kebocoran
kompresi, disamping itu agar permukaan metal kepala silinder dan permukaan
bagian atas blok silinder tidak rusak. Kepala silinder biasanya dibuat dari bahan
Aluminium campuran, supaya tahan karat juga tahan pada suhu tinggi serta
ringan. Biasanya bagian luar kontruksi kepala silinder bersirip, ini untuk
membantu melepaskan panas pada mesin berpendingin udara.

BLOK SILINDER

Gambar 3.2 blok selinder

Blok silinder merupakan tempat bergerak piston. Tempat piston berada


tepat di tengah blok silinder. Silinder liner piston ini dilapisi bahan khusus agar
tidak cepat aus akibat gesekan. Meskipun telah mendapat pelumasan yang
mencukupi tetapi keausan lubang silinder tetap tak dapat dihindari. Karenanya
dalam jangka waktu yang lama keausan tersebut pasti terjadi. Keausan lubang
silinder bisa saja terjadi secara tidak merata sehingga dapat berupa keovalan atau
ketirusan. Masing-masing kerusakan tersebut harus diketahui untuk menentukan
langkah perbaikannya.
Cara mengukur keausan silinder:
1. Lepaskan blok silinder
2. Lepaskan piston
3. Ukur diameter lubang silinder dengan dial indikator bagian yang diukur
bagian atas, tengah dan bawah dari lubang silinder. Pengukuran dilakukan dua
kali pada posisi menyilang.

PISTON

Gambar 3.3 piston

Piston mempunyai bentuk seperti silinder. Bekerja dan bergerak secara


translasi (gerak bolak-balik) di dalam silinder. Piston merupakan sumbu geser
yang terpasang presisi di dalam sebuah silinder. Dengan tujuan, baik untuk
mengubah volume dari tabung, menekan fluida dalam silinder, membuka-tutup
jalur aliran atau pun kombinasi semua itu. Piston terdorong sebagai akibat dari
ekspansi tekanan sebagai hasil pembakaran. Piston selalu menerima temperatur
dan tekanan yang tinggi, bergerak dengan kecepatan tinggi dan terus menerus.
Gerakan langkah piston bisa 2400 kali atau lebih setiap menit. Jadi setiap detik
piston bergerak 40 kali atau lebih di dalam silindernya. Temperatur yang diterima
oleh piston berbeda-beda dan pengaruh panas juga berbeda dari permukaan ke
permukaan lainnya. Sesungguhnya yang terjadi adalah pemuaian udara panas
sehingga tekanan tersebut mengandung tenaga yang sangat besar. Piston bergerak
dari TMA ke TMB sebagai gerak lurus. Selanjutnya, piston kembali ke TMA
membuang gas bekas. Gerakan turun naik piston ini berlangsung sangat cepat
melayani proses motor yang terdiri dari langkah pengisian, kompresi, usaha dan
pembuangan gas bekas Bagian atas piston pada mulanya dibuat rata. Namun,
untuk meningkatkan efisiensi motor, terutama pada mesin dua langkah,
permukaan piston dibuat cembung simetris dan cembung tetapi tidak simetris.
Bentuk permukaan yang cembung gunanya untuk menyempurnakan pembilasan

campuran udara bahan bakar. Sekaligus, permukaan atas piston juga dirancang
untuk melancarkan pembuangan gas sisa pembakaran.

KATUP (Valve)

Gambar 3.4 katup

Katup digerakkan oleh mekanisme katup, yang terdiri atas:


- Poros cam
- Batang penekan
- Pegas penutup
- Rol baut penyetel
Katup hanya terdapat pada motor empat langkah, sedangkan motor dua
langkah umumnya tidak memakai katup. Katup pada motor empat langkah
terpasang pada kepala silinder. Tugas katup untuk membuka dan menutup ruang
bakar. Setiap silinder dilengkapi dengan dua jenis katup (isap dan buang)
Pembukaan dan penutupan kedua katup ini diatur dengan sebuah poros yang
disebut poros cam (camshaft).
Sehingga silinder motor empat langkah memerlukan dua cam, yaitu camkatup
masuk dan cam katup buang. Poros cam diputar oleh poros engkol melalui
transmisi roda gigi atau rantai. Poros cam berputar dengankecepatan setengah
putaran poros engkol. Jadi, diameter roda gigi padaporos cam adalah dua kali

diameter roda gigi pada poros engkol. Sebabitu lintasan pena engkol setengah kali
lintasan poros cam.Katup dibuat dari bahan yang keras dan mudah menghantarkan
panas. Katup menerima panas dan tekanan yang tinggi dan selalu bergerak naik
dan turun, sehingga memerlukan kekuatan yang tinggi. Selain itu hendaknya
katup tahan terhadap panas dan gesekan.
Fungsi katup sebenarnya untuk memutuskan dan menghubungkanruang silinder di
atas piston dengan udara luar pada saat yang dibutuhkan. Karena proses
pembakaran gas dalam silinder mesin harus berlangsung dalam ruang bakar yang
tertutup rapat.
Jika sampai terjadi kebocoran gas meski sedikit, maka proses pembakaran akan
terganggu. Oleh karenanya katup-katup harus tertutup rapat pada saat pembakaran
gas berlangsung.

Katup masuk dan katup buang berbentuk cendawan (mushroom) dan di


sebut poppet valve. Katup masuk menerima panas pembakaran, dengan
demikian katup mengalami pemuaian yang tidak merata yang akan berakibat
dapat mengurangi efektivitas kerapatan pada dudukankatup. Untuk meningkatkan
efisiensi biasanya lubang pemasukan dibuat sebesar mungkin. Sementara itu katup
buang juga menerima tekanan panas, tekanan panas yang diterima lebih tinggi, hal
ini akan mengurangi efektivitas kerapatan juga, sehingga akibatnya pada dudukan
katup mudah terjadi keausan. Untuk menghindari hal tersebut, kelonggaran
(clearence ) antara stem katup dan kepala stem dibuat lebih besar.
Untuk membedakan katup masuk dengan katup buang dapat dilihat pada diameter
keduanya, diameter katup masuk umumnya lebih besar dari pada katup buang.
Dari berbagai penampang katup yang digambarkan mari kita lihat gambar katup
pada gambar 3.4 berikut ini, disana diperlihatkan dimana katup terpasang, dan
komponen lain yang menyertainya pada pemasanganSebagaimana terlihat pada
gambar bagian lain dari katup adalah kepala katup. Kepala katup mempunyai
peranan yang sangat penting,
karena ia harus tetap bekerja baik, walaupun temperaturnya berubahubah. Bidang
atas kepala katup ini disebut tameng. Bentuknya ada yang cekung dan ada yang
cembung. Tameng cekung disebut tameng terompet dan biasanya dipakai sebagai

katup masuk. Sedangkan tameng cembung dipakai sebagai katup buang karena
kekuatannya yang lebih tinggi. Pada katup juga terpasang pegas-pegas. Pegaspegas katup ditugaskan untuk menutup katup sesuai dengan gerak tuas ungkit
menjauhi ujung batang katup.

Inovasi Penempatan Katup


Berbagai jenis katup dapat pula dibedakan dari cara penempatannya pada
kepala silinder. Inovasi mesin sepeda motor dilakukan untuk mengantisipasi
kecepatan tinggi, penambahan tenaga output dan upaya konstruksi seringan
mungkin. Ada tiga macam inovasi katup dari segi penempatannya, yaitu Katup
Samping (Side-Valve), Overhead-Valve (OHV) dan Single Overhead Camshaft
(SOHC).
Katup samping (SV) merupakan konstruksi yang paling sederhana dan
ringan dan mekanis penggeraknya ditempatkan di samping katup. Model ini
dianggap yang paling tua dan kurang mampu melayani putaran tinggi.
Oleh karena itu, model ini dimodifikasi menjadi model OHV. Katup jenis
ini memiliki batang katup yang lebih panjang karena digerakkan oleh poros cam
yang terletak sejajar dengan poros engkol. Gerakan poros cam dipandu oleh pipa
yang terpasang kuat pada blok silinder. Jenis yang ketiga (SOHC) dirancang
untuk membuat komponen sistem katup lebih ringan. Batang katup digerakkan
bukan oleh poros cam, yang dianggap membuat komponen lebih berat, tetapi
melalui roda gigi.Bahkan, pada inovasi terbaru ada pula yang digerakkan oleh
rantai (cam chain). Inovasi terakhir ini disebut Double Overhead Camshft
(DOHC)

10

Kerenggangan Katup
Tekanan kompresi di dalam ruang bakar sangat dipengaruhi oleh
penyetelan celah katup. Jika celah katup lebih kecil dari standar berarti katup
cepat membuka dan lebih lama menutup, pembukaan yang lebih lama membuat
gas lebih banyak masuk.

Akibatnya bensin lebih boros dan akibat dari keterlambatan katup menutup
adalah tekanan kompresi menjadi bocor karena pada saat terjadi langkah kompresi
(saat piston bergerak dari bawah keatas), katup belum menutup padahal
seharusnya pada saat itu katup harus menutup rapat hal ini mengakibatkan tenaga
mesin berkurang. Mesin tidak bisa stasioner, dan sulit dihidupkan, selain itu
akibat celah katup terlalu sempit dapat terjadi ledakan pada karburator.

Selanjutnya apabila celah katup lebih besar dari standar berarti katup
terlambat membuka dan cepat menutup. Apabila hal ini terjadi pada katup masuk
maka pemasukan campuran bahan bakar udara berlangsung cepat sehingga jumlah
campuran yang masuk sedikit. Tekanan kompresi menjadi rendah karena jumlah
campuran bensin dan udara yang dikompresikan sedikit. Jika tekanan kompresi
rendah maka akan berakibat tenaga motor menjadi berkurang. Akibat selanjutnya
adalah mesin sulit dihidupkan. Setelah hidup maka suara mesinpun berisik sekali.
Karena pemasukan gasnya kurang, mesin akan tersendatsendat pada putaran
tinggi. Sementara itu mesin tidak dapat berputar stasioner. Itulah sebabnya celah
katup harus disetel dengan tepat.
Biasanya besar kerenggangan celah katup masuk dan katup buang sekitar 0,04
0,07 mm.. Pemeriksaan, penyetelan dan perawatan:

a. Penyetelan celah katup sepeda motor satu silinder


1. Kunci kontak OFF. Posisi piston pada top kompresi. Untuk memastikan bahwa
posisi piston pada top kompresi, perhatikan bahwa pada saat ini tanda T pada
rotor magnet tepat dengan tanda garis pada bodi sepeda motor, celah
platina membuka dan kedua katup menutup.

11

2. Jika posisi piston belum tepat pada posisi top kompresi putar poros engkol
dengan kunci. Agar memutarnya ringan maka lepas busi dari dudukannya.

3. Setel celah katup dengan feeler sesuai dengan ketentuan. Untuk menyetel celah
katup, kendorkan mur dan masukkan feeler dengan ketebalan yang sesuai
spesifikasi. Setelah itu putar baut penyetel dan keraskan mur pengunci sedemikian

rupa sehingga feeler hanya dapat ditarik dengan sedikit tahanan (agak berat).
Setelah dikeraskan mur penguncinya, masukkan sekali lagi foler tersebut sebagai
pengecekan apakah penyetelannya sudah tepat.
4. Setelah kedua katup disetel, pasang kembali bagian yang dilepas dan hidupkan
motor untuk pengontrolan. Jika ternyata celah katup terlalu longgar maka akan
timbul suara berisik dari arah kepala silinder. Jika celah katup terlalu sempit
biasanya motor agak sulit dihidupkanb. Penyetelan celah katup sepeda motor dua
silinder
1. Kunci kontak OFF. Posisi piston silinder pertama pada top kompresi. Untuk
memastikan bahwa posisi piston silinder pertama pada top kompresi, perhatikan
bahwa pada saat ini tanda T pada rotor magnet tepat segaris dengan tanda garis
pada bodi motor, celah platina membuka dan kedua katup silinder pertama
menutup.
2. Jika posisi piston belum pada top kompresi, putar poros engkol dengan kunci.
Agar memutarnya ringan, lepas terlebih dahulu busi dari dudukannya.
3. Setel kedua katup silinder pertama seperti cara menyetel katup pada sepeda
motor satu silinder. Katup silinder yang satunya dapat disetel setelah poros engkol
diputar satu kali putaran penuh dari kedudukannya. Perhatikan
1. Jika baut penyetel diputar ke kanan searah putaran jarum jam maka celah katup
menjadi sempit. Jika baut penyetel diputar ke kiri, berlawanan dengan arah putar
jarun jam, celah katup menjadi longgar.
2. Pada saat mengeraskan mur pengunci baut penyetel harus ditahan agar celah
katup tidak berubah.

12

3. Feeler yang sudah aus sekali atau bengkok sebaiknya tidak digunakan untuk
menyetel celah katup.
4. Jangan mengeraskan mur pengunci terlalu keras karena akan menyulitkan untuk
mengendorkannya kembali.
5. Untuk memudahkan penyetelan katup, lepas bagian-bagian yang menggangu,
seperti tangki bensin untuk jenis sepeda motor
tertentu.

CHAMSHAFT (Nokn As)

Gamabr 3.5 chamshaft

Camshaft adalah sebuah alat yang digunakan dalam mesin untuk


menjalankan poppet valve. Dia terdiri dari batangan silinder. Cam membuka
katup dengan menekannya, atau dengan mekanisme bantuan lainnya, ketika
mereka berputar.
Hubungan antara perputaran camshaft dengan perputaran poros engkol
sangat penting. Karena katup mengontrol aliran masukan bahan bakar dan
pengeluarannya, mereka harus dibuka dan ditutup pada saat yang tepat selama
langkah piston. Untuk alasan ini, camshaft dihubungkan dengan crankshaft secara
langsung (melalui mekanisme gear) atau secara tidak langsung melalui rantai
yang disebut rantai waktu. Dalam mesin dua langkah yang menggunakan
sebuah camshaft, setiap valve membuka sekali untuk setiap rotasi crankshaft
dalam mesin ini, camshaft berputar pada kecepatan yang sama dengan crankshaft.

13

Dalam mesin empat langkah katup-katup akan membuka setengah lebih sedikit,
oleh karena itu dua putaran penuh crankshaft terjadi di setiap putaran camshaft.
Gesekan luncur antara bagian muka cam dengan follower tergantung kepada
besarnya gesekan. Untuk mengurangi aus ini, cam dan follower mempunyai
permukaan yang keras, dan minyak pelumas modern mengandung bahan yang
secara khusus mengurangi gesekan luncur. Lobe (daun telinga) dari camshaft
biasanya meruncing, mengakibatkan follower atau pengangkat katup berputar

sedikit dalam setiap tekanan, dan membuat aus komponen. Biasanya bagian muka
dari cam dan follower dirancang untuk aus bersamaan, jadi ketika salah satu
telah aus maka keduanya harus diganti untuk mencegah aus yang berlebihan.

RANTAI CAM DAN PERENGGANGANNYA

Gambar 3.6 rantai cam dan pegangannya

Katup masuk dan katup buang pada sepeda motor membuka dan menutup
sesuai dengan proses yang terjadi pada ruang bakar. Proses yang terjadi pada
ruang bakar motor ditentukan oleh langkah piston di mana langkah piston tersebut
ditentukan oleh putaran poros engkol. Sebaliknya putaran poros engkol
dipengaruhi pula oleh proses yang terjadi dalam ruang bakar. Dengan demikian

14

ada hubungan timbal-balik antara putaran poros engkol dan proses yang terjadi
dalam ruang bakar Agar pembukaan katup-katup sesuai dengan proses yang
terjadi dalam ruang bakar maka mekanisme pembukaan dan penutupan katup
katup tersebut digerakkan oleh putaran poros engkol. Ada tiga macammekanisme
penggerak katup, yaitu dengan batang pendorong, roda gigi, dan rantai (rantai
camshaft).
Rantai camshaft sepeda motor harus dipasang dengan tegangan yang cukup.
Rantai camshaft yang terlalu tegang akan menimbulkan bunyi mendesing

terutama pada putaran tinggi sedangkan rantai camshaft yang terlalu


kendor akan menimbulkan suara berisik. Untuk menyetelnya harus diperhatikan
terlebih dahulu mekanisme penyetelannya. Cara penyetelan rantai camshaft untuk
setiap sepeda motor tidak sama.
Jika kekencangan rantai berubah-ubah, akan berpengaruh pada putaran mesin,
valve timing atau saat pengapian akan berubah-ubah pula. Untuk menghasilkan
setelan rantai yang standar, ada 3 tipe penyetelan rantai:
- Tipe penyetelan manual
Tipe ini memerlukan penyetelan kekencangan secara berkala.
Cara penyetelan dengan menekan batang penekan
- Tipe penyetelan otomatis
Jika rantai mengalami kekendoran, maka secara otomatis batang penekan akan
menekan chain guide (karet), karena adanya per penekan. Karet akan melengkung,
dan akan menekan rantai sehingga rantai mengalami ketegangan. Selanjutnya
batang penekan yang berbentuk rachet bergerak searah dan tidak dapat kembali
- Tipe semi otomatis
Ketegangan rantai secara otomatis menyetel sendiri, jika baut pengunci dilepas,
sehingga batang penekan akan masuk kedalam.

15

3.1 PEMBAHASAN MASALAH


KERUSAKAN DAN PERBAIKAN
1. Permukaan kepala silinder tidak rata
Akibatnya : kompresi bocor
Perbaikan : amplas permukaan
silinder cop sampai rata-ganti
silinder cop
2. Dudukan katup rusak
Akibatnya : kompresi bocor
Perbaikannya : Skur klep/katup,
Ganti dudukan katup
3. Baut & mur kendor
Akibatnya : bocor kompresi
Perbaikannya:-Kencangkan mur
4. baut-Baut &mur kendor
Akibatnya : bocor kompresi
Perbaikannya : -Ganti mur
5. baut-Silinder cop retak
Akibatnya : bocor kompresi
Perbaikannya : Silinder cop di
las, Ganti silinder cop
6. Lubang busi dol
Akibatnya : Bocor kompresi
Perbaikannya:Lubang busi
diverbus
7. Paking silinder cop rusak
Akibatnya:bocor kompresi
Perbaikannya:ganti packing
silinder cop
8. Ruang bakar kotor
Akibatnya : mesin cepat panas &
suara kasar
Perbaikannya : Bersihkan ruang
bakar
9. Dudukan noken as aus
Akibatnya : Suara kasar dari
silinder cop

16

Perbaikan : Silinder cop


diverbus
10. Dudukan as timlar aus
Akibatnya : suara kasar dari
arah katup
Perbaikannya : Dudukan as
diverbus

17

RING PISTON BERMASALAH

Performa mesin adalah salah satu perhatian penting para pengendara.


Paling enak, begitu gas diinjak dapur pacu mobil merespon dengan amat
maksimal. Pengendara pasti mengeluh bila mesin terasa tak bertenaga. Bukan
hanya karena mesin payah, tapi praktis gejala semacam ini juga menunjukkan
konsumsi bahan bakar yang boros.

Pada umumnya, salah satu yang menyebabkan kondisi ini adalah adanya
kebocoran kompresi mesin. Kompresi yang normal akan menghasilkan tenaga
mesin yang maksimal. Kompresi menjadi tidak normal ketika terdapat kebocoran.
Kebocoran dapat menyebabkan kompresi mesin menurun sehingga output yang
dihasilkan mesin pun kecil.

Diantara beberapa kemungkinan yang dapat menyebabkan kebocoran adalah


kerusakan pada ring piston. Komponen yang terletak di dalam mesin ini dapat
tergores (aus), atau kotor. Hubungan antara kondisi ring piston dan kebocoran
mesin sangat kuat mengingat ring piston memegang peranan penting dalam
menjaga kerapatan antara piston dan dinding silinder.
Dengan kerapatan ini, ring piston akan mencegah terlalu banyaknya
campuran bahan bakar dan udara masuk ke ruang oli. Ini perlu dicegah karena bila
terlalu banyak masuk ke ruang oli, akan menyebabkan tekanan kompresi mesin
menurun. bila merasakan tenaga mesin yang lemah disertai gejala-gejala seperti di
atas, maka coba fokuskan perhatian ke masalah kompresi.
Caranya:
Lakukan tes tekanan kompresi.
Ada alat khusus yang bisa digunakan yang bisa menunjukkan standar tekanan
kompresi yang diijinkan oleh masing-masing kendaraan. Bila tekanan kompresi

18

ternyata di bawah standar, langkah selanjutnya adalah menemukan penyebab


masalah kompresi.

Hubungan antara kompresi dan kerusakan ring piston dapat diketahui dengan cara
menambahkan oli ke dalam silinder pada saat melakukan tes kompresi. Tes ini
perlu dilakukan mengingat penyebab kompresi bocor tidak hanya kerusakan pada
ring piston. Bisa juga disebabkan oleh seal katup dan katupnya aus; paking
silinder head (gasket) tidak dapat merapatkan blok silinder dan silinder head.
Apabila, kompresi naik setelah ditambahkan oli, maka penyebab utamanya hanya
dua:dinding silinder dan ring piston. Bila sudah terbukti ring piston rusak,
solusi satu-satunya adalah overhaul.

Sebetulnya, masalah di atas dapat kita hindari. Yaitu, dengan melakukan


perawatan rutin. Terutama, yang terkait dengan oli mesin dan sistem pendinginan
mesin (air radiator). Oli harus diperiksa dan diganti secara rutin. Pergantian oli
tergantung pada tipe yang digunakan. Bisa setiap 5.000 km, 10.000 km dst.
Tergantung rekomendasi produsen oli. Kuantitas dan kualitas oli juga harus
diperiksa. Harus diantara garis E F. Lebih save bila berada di posisi F.

Begitu juga air radiator. Kuantitas dan kulitasnya harus dijaga. Jangan
sampai timbul korosi berlebihan yang dapat menghambat proses pendinginan
mesin.
Piston dibuat dari campuran aluminium karena bahan ini dianggap ringan tetapi
cukup memenuhi syarat-syarat :

1. Tahan terhadap temperatur tinggi.


2. Sanggup menahan tekanan yang bekerja padanya.
3. Mudah menghantarkan panas pada bagian sekitarnya
4. Ringan dan kuat.

19

Piston terdiri dari piston, ring piston dan batang piston. Setiap piston
dilengkapi lebih dari satu buah ring piston. Ring tersebut terpasang longgar pada
alur ring. ring piston dibedakan atas dua macam yaitu:
1. Ring Kompresi, jumlahnya satu, atau dua dan untuk motor-motor yang lebih
besar lebih dari dua. Fungsinya untuk merapatkan antara piston dengan dinding
silinder sehingga tidak terjadi kebocoran pada waktu kompresi.
2. Ring oli, dipasang pada deretan bagian bawah dan bentuknya sedemikian rupa
sehingga dengan mudah membawa minyak pelumas untuk melumasi dinding
silinder Ring piston mesin dua langkah sedikit berbeda dangan ring piston mesin
empat langkah. Ring piston mesin dua langkah biasanya hanya 2 buah, yang
keduanya berfungsi sebagai ring kompresi. Pemasangan ring piston dapat
dilakukan tanpa alat bantu tetapi harus hati-hati karena ring piston mudah patah.
Kerusakan-kerusakan yang terjadi pada ring piston dua langkah dapat berakibat:

1. Dinding silinder bagian dalam cepat aus


2. Mesin tidak stasioner
3. Suara mesin pincang
4. Tenaga mesin kurang
5. Mesin sulit dihidupkan
6. Kompresi mesin lemah

20

GERAKAN LANGKAH PISTON

Untuk menjamin agar mesin tetap beroperasi, piston harus selalu bergerak
secara berkesinambungan, gerakan piston akan berhenti di TMA (Titik Mati Atas)
atau di TMB (Titik Mati Bawah). Kedua titik ini disebut dead center. Ketika
piston bergerak keatas, dari TMB ke TMA, atau bergerak turun dari TMA ke
TMB, satu kali gerak tunggal dari piston dinamakan langkah, jarak pergerakan
piston ini diukur dengan satuan mm.

Untuk menghasilkan tenaga yang lebih, dilakukan penelitian terhadap


hubungan antara panjang langkah dengan ukuran diameter piston.
Mesin langkah pendek dapat membuat kecepatan lari lebih tinggi, dan
memungkinkan untuk tenaga lebih tinggi juga. Pada motor dua langkah
pemasangan ring piston harus tepat pada spi yang terdapat pada alur ring piston.
Spi pada ring piston harus masuk pada lekukan di dalam alur pistonnya. Spi (pen)
tersebut berfungsi untuk mengunci ring piston agar tidak mudah bergeser ke kiri
atau ke kanan. Berbeda dengan ring piston mesin empat langkah di mana ring
tidak dikunci dengan spi. Bergesernya ring piston mesin empat langkah tidak
begitu berbahaya tetapi pada mesin dua langkah ring dapat menyangkut di lubang
bilas atau lubang buang sehingga ring dapat patah.

Sebelum piston dipasang ke dalam silinder, ring piston harus dipasang


terlebih dahulu. Pemasangan ring piston yang baik dan benar adalah dengan
memperhatikan tanda-tanda yang ada. Ring piston pertama harus dipasang di
bagian paling atas. Biasanya pada permukaan ring piston sudah ada nomornya.
Tulisan dan angka pada permukaan ring piston harus ada di bagian atas atau dapat
dibaca dari atas. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah penempatan sambungan
ring pistonnya.

21

Sambungan ring piston (celah) tidak boleh segaris, artinya jika ada tiga
ring piston maka jarak antar sambungan ring piston harus sama yaitu 1200. jika
ada dua ring piston jarak antar sambungannya adalah 1800. Di samping itu
sambungan ring piston tidak boleh segaris dengan pena pistonnya. Kesemua ini
untuk mencegah kebocoran kompresi. Untuk pemasangan ring piston sepeda
motor dua langkah, spi pada ring piston harus masuk pada lekukan di dalam alur
pistonnya.

Ring piston dipasang pada piston untuk menyekat gas diatas piston agar
proses kompresi dan ekspansi dapat berlangsung dengan sebaik-baiknya, karena
saat proses tersebut ruang silinder di atas piston harus betul-betul tertutup rapat,
ring piston ini juga membantu mendinginkan piston, dengan cara menyalurkan
sejumlah panas dari piston ke dinding silinder.

Fungsi ring piston adalah untuk mempertahankan kerapatan antara piston


dengan dinding silinder agar tidak ada kebocoran gas dari ruang bakar ke dalam
bak mesin. Oleh karena itu, ring piston harus mempunyai kepegasan yang yang
kuat dalam penekanan ke dinding silinder.

Piston bersama-sama dengan ring piston berfungsi sebagai berikut:


1. Mengisap dan mengkompresi muatan segar di dalam silinder
2. Mengubah tenaga gas (selama ekspansi) menjadi usaha mekanis
3. Menyekat hubungan gas di atas dan dan di bawah piston Pada pemasangan
piston kita mengenal adanya pena piston. Pena piston berfungsi untuk mengikat
piston terhadap batang piston. Selain itu, pena piston juga berfungsi sebagai
pemindah tenaga dari piston ke batang piston agar gerak bolak-balik dari piston
dapat diubah menjadi gerak berputar pada poros engkol. Walaupun ringan
bentuknyatetapi pena piston dibuat dari bahan baja paduan yang bermutu tinggi
agar tahan terhadap beban yang sangat besar.

22

Bagian lain dari piston yaitu batang piston sering juga disebut dengan
setang piston, ia berfungsi menghubungkan piston dengan poros engkol. Jadi
batang piston meneruskan gerakan piston ke poros engkol. Dimana gerak bolakbalik piston dalam ruang silinder diteruskan oleh batang piston menjadi gerak
putaran (rotary) pada poros engkol. Ini berarti jika piston bergerak naik turun,
poros engkol akan berputar. Ujung sebelah atas di mana ada pena piston
dinamakan ujung kecil batang piston dan ujung bagian bawahnya disebut ujung
besar. Di ujung kecil batang piston ada yang dilengkapi dengan memakai bantalan
peluru dan dilengkapi lagi dengan logam perunggu atau bush boaring (namanya
dalam istilah di toko penjualan komponen kendaraan bermotor). Ujung besarnya
dihubungkan dengan penyeimbang poros engkol melalui king pin dan bantalan
peluru.

Pada umumnya panjang batang penggerak kira-kira sebesar dua


kali langkah gerak torak. Batang piston dibuat dari bahan baja atau besi
tuang.
Piston pada sepeda motor dibedakan menjadi dua macam yaitu piston
untuk sepeda motor empat langkah dan piston untuk sepeda motor dua langkah.
Secara umum kedua bentuk piston tersebut tidak samaPiston untuk sepeda motor
dua langkah biasanya tidak mepunyai alur untuk ring oli sehingga jumlah alur
pada piston sepeda motor dua langkah biasanya hanya dua. pada sisi piston di
dalam alurnya terdapat lekukan untuk menjamin agar ring piston tidak bergeser
memutar setelah dipasang. Piston dua langkah berlubang pada sisinya. Fungsi
lubang tersebut untuk mengalirkan gas baru ke dalam ruang engkol. Piston yang
digunakan untuk keperluan sepeda motor berbeda dengan yang digunakan untuk
kendaraan roda empat. Piston untuk sepeda motor mempunyai ukuran khusus
yang sudah ditentukan, ukuran piston disebut STD (standar) merupakan ukuran
yang pokok dari pabrik pembuatnya, merupakan ukuran yang masih asli dan
belum pernah mengalami perubahan. Jadi dilihat dari ukurannya maka ada dua
ukuran piston yaitu ukuran standard dan ukuran piston over size. Piston standar

23

digunakan pada silinder mesin standard sedangkan piston over size digunakan
pada silinder yang sudah over size. Yang dimaksud dengan over size adalah
perluasan diameter silinder. Diperluasnya diameter silinder tersebut karena
keausan dinding silinder. Ukuran-ukuran piston untuk keperluan sepeda motor
antara lain adalah:
- + STD = Piston yang masih asli/baru
- Ukuran + 0,25 mm = Piston over size 25
- Ukuran 0,25 mm
- Ukuran 0,50 mm
- Ukuran 0,75 mm
- Ukuran 1,0 mm
Pemasangan piston ke dalam silindernya harus memperhatikan tanda-tanda
yang ada. Tanda yang ada biasanya berupa anak panah. Anak panah tersebut harus
menghadap ke saluran buang (knalpot), jika pemasangan piston terbalik maka
akibatnya sangat fatal yaitu keausan yang terjadi antara dinding silinder dengan
sisi pistonnya menjadi sangat besar. Tanda lain yang harus diperhatikan adalah
apabila kita hendak mengganti piston, jika pada permukaan kepala piston tertulis
angka tertentu, angka tersebut menunjukkan bahwa diameter silinder sepeda
motor sudah mengalami over size. Piston pengganti harus sesuai dengan ukuran
silindernya atau sama dengan piston yang diganti. Dalam perawatannya piston
perlu di servis, tahapan perlakuannnya adalah:

1. Piston dilepaskan dari dudukannya


2. Rendam piston dalam cairan pembersih bersama-sama dengan batang piston,
lalu keringkan.
3. Bersihkan kotoran arang pada alur ring piston.
4. Amati alur ring piston kemungkinan aus. Keausan terbesar biasanya terjadi
pada alur ring kompresi.
5. Periksa kebebasan alur ring piston dengan feeler gauge. Alur ring piston dapat
diperbaiki dengan memotong alur lebih besar danmemasang ring baja di sisi atas.

24

6. Periksa apakah terjadi keretakan pada piston. Keretakan piston sekecil apapun
harus diganti.
7. Lepas pen piston. Sebelum pen piston dilepas beri tanda sehingga mudah
dipasang kembali seperti posisi semula.
8. Bila pen piston tipe apungan, lepas ring pengunci sehingga pen mudah
dikeluarkan. Hati-hati waktu melepas ring, jangan sampai rusak. Umumnya mesin
saat ini menggunakan pen yang dapat bergerak dalam piston dan dipres pada
batang piston.
9. Setelah pemeriksaan terhadap pen piston selesai pasang kembali seperti semula.
Karena kebebasan pen terhadap pistonnya sangat kecil yaitu antara 0,005 sampai
0,0127 mm untuk piston dari almunium maka perlu pemasangan dengan teliti.
Kebebasan pada batang piston yang menggunakan bantalan sedikit lebar besar
yaitu sekitar 0,0127 mm.

KERUSAKAN PADA NOKEN AS

Ganggunan poros nok dapat menyebabkan mesin sulit stasioner, mesin


pincang, saat pengapian tidak stabil. Permasalahan yang sering dihadapi sehingga
menyebabkan gangguan tersebut antara lain: 1) Poros bengkok Kebengkok poros
menyebabkan putaran poros tidak sesumbuh, hal ini menyebabkan platina terbuka
dan lama buka tidak sama antara bagian nok satu dengan yang lain atau silinder
satu dengan yang lain sehingga saat pengapian dan kuat percikan api yang
dihasilkan tiap silinder berubah-ubah, putaran mesin tidak stabil. 2) Keausan pada
poros pengerak dan nok Akibat tekanan pegas platina maka celah antara poros
dengan nok menjadi menjadi kecil, sumbuh poros tidak segaris dengan sumbuh
nok, namun saat putaran tinggi akibat gaya centrifugal nok akan bergerak
sehingga poros dan nok sesumbuh. Gerakan tersebut akan mendorong rubbing
block sehingga celah pemutus arus membesar, saat pengapian maju. 3) Poros
penggerak dan nok macet Antara poros dengan nok harus dapat bergerak sehingga
nok dapat berputar saat centrifugal advancer bekerja. Kelonggaran antara poros
dengan nok sangat kecil sehingga sering menjadi macet, untuk menghindari macet
25

maka kedua bagian tersebut perlu dilumasi. Macetnya poros dan nok
menyebabkan centrifugal advancer tidak dapat berfungsi sehingga tenaga mesin
lemah saat putaran menengah maupun tinggi karena saat pengapian kurang maju.
Bila dilakukan penyetelan tenaga mesin baik pada putaran menengah dan tinggi
maka mesin tidak dapat stasioner karena saat stasioner pengapian terlalu maju,
atau sebaliknya. Memeriksa apakah poros dengan nok macet dengan cara
memutar rotor dengan tangan searah putaran rotor saat poros tertahan, bila rotor
dapat bergerak dan saat dilepas kembali lagi maka hubungan poros dengan nok
normal. Pemeriksaan juga dapat menggunakan timing tester dan selang vacuum
advancer dilepas. Hidupkan mesin dan tambah putaran mesin, maka pengapian
harus semakin maju sebanding dengan bertambahnya putaran, bila tetap maka
poros macet. 4). Nok aus. Nok selalu bergesekan dengan rubbing blok, sehingga
bila tidak diperhatikan pelumasanya menyebabkan cepat aus. Keausan nok
menyebabkan celah semakin sempit untuk sudut dweel yang sama, sempitnya
celah menyebabkan percikan api pada permukaan kontak pemutus arus besar,
waktu pemutusan lambat dan induksi tegangan tinggi menjadi kecil. Selain itu
percikan api pada permukaan kontak pemutus arus yang besar menyebabkan
pemutus arus cepat aus. Keausan nok sering tidak merata antara nok silinder satu
dengan yang lain, akibatnya saat dilakukan penyetelan celah pemutus arus celah
berubah-ubah saat dilakukan pengecekan ulang. Misalnya saat penyetelan berada
di rubbing blok yang aus, celah disetel 0,40 mm dan kemudian mesin dihidupkan.
Setelah beberapa saat dilakukan pengecekan, saat pengecekan rubbing block
berada pada nok yang normal, maka hasil pengecekan akan menunjukkan celah
yang lebih lebar dari 0,40 mm.

26

3.2 MELEPAS, MEMBONGKAR DAN MERAKIT KEPALA SILINDER


a. Melepas Kepala Silinder 4 tak

Lepaskan motor starter, tutup lubang poros engkol dan lubang


pemeriksaan waktu pengapian
Lepaskan baut-baut pengangkat penekan ratai mesin dan gasket
Lepaskan tanda T pada flywheel dengan tanda penyesuai pada
tutup bak mesin kiri dengan memutar poros engkol berlawanan arah
jarum jam
Lepaskan tutup-tutup lubang penyetelan klep dan pastikan bahwa
torak berada pada TMA pada langkah kompressi dengan memeriksa
adanya kelonggaran pada kedua
pelatuk
Jika torak tidak pada posisi TMA, pada saat langkah kompressi
putarlah poros engkol 3600 berlawanan arah jarum jam dan cobalah
periksa kembali apakah sudah berada pada posisi TMA
Lepaskan tutup sprocket poros bubungan .
Lepaskan baut-baut sprocket sementara
menahan poros engkol
Lepaskan sprocket bubungan dan flens
poros bubungan
Lepaskan rantai mesin
Lepaskan pelat penggantung mesin, lepaskan mur tutup kepala
silinder/cincin sil dan baut flens secara bertahap dalam pola bersilang
Lepaskan tutup kepala silinder
Keluarkan poros bubungan, lepaskan tutup karet, jaga agar tidak
hilang dan lepaskan pena belah.
Bersihkan permukaan bidang kontak antara tutup kepala silinder
dengan kepala silinder dan sisa-sisa gasket yang masih tertinggal.

b. Membuka Tutup Kepala Silinder

Lepaskan pelat pemasangan peatuk dengan mengeluarkan sekrup


pemasangannya
Keluarkan poros-poros pelatuk dengan memasang sebuah baut
pada ujing berulir
Keluarkan pelatuk-pelatuknya
Periksa permukaan bidang kontak dengan bubungan terhadap
keausan berlebihan
Periksa pelatuk dan poros pelatuk terhadap keausan atau kerusakan
Jika pelatuk memerlukan perbaikan atau penggantian, periksalah

27

bubungan terhadap goresan, serpihan atau bagian-bagian yang datar


Lepaskan tutup kepala silinder, turunkan mesin, baut soket/cincin
kepala silinder lalu lepaskan kepala silinder, penghantar rantai mesin,
gasket dan pena belah
Bersihkan permukaan bidang kontak antara kepala silinder dan
silinder sisa-sisa gasket
Keluarkan penekan rantai mesin, periksa penekan rantai mesin
terhadap keausan berlebihan
Periksa penghantar rantai mesin terhadap keausan berlebihan

c. Membuka Kepala Silinder

Lepaskan baut engsel penekan rantai mesin, cincin dan penekan rantai mesin
Lepaskan baut-baut soket dan isolator karburator
Sementara menekan pegas klem dan kunci perkakas penekan pegas klep,
lepaskan cotter klep
Agar tegangan pegas tidak melemah jangan menekan pegas klep lebih dari
daripada yang diperlukan untuk melepaskan cotter klep
Longgarkan penekan klep pegas dan keluarkan penahan pegas, pegas klep
luar dan dalam, dudukan klep, klep masuk dan buang, sil tangkai klep
Tandailah semua suku cadang yang dibongkar untuk memastikan
pemasangan kembali yang tepat
Bersihkan ruang pembakaran dari kerak karbon
Bersihkan permukaan pemasangan kepala silinder dari sis-sisa gasket
Periksa kepala silinder dari perubahan bentuk dengan penggaris pengukur
kedataran permukaan
Periksa klep terhadap perubahan bentuk, keadaaan terbakar, goresan atau
keausan tangkai yang berlebihan
Masukkan masing-masing klep ke dalam bos klep dan periksalah pergerakan
klep di dalam bush klep
Lakukan reaming pada bush klep untuk membersihkan pertumbuhan
karbon sebelum memeriksa bush klep. Perhatikan untuk selalu memutar
reamer searah jarum jam sewaktu memasukkan, mengeluarkan dan saat
mereamer
Jika jarak kelonggaran antara tangkai klep ke bush klep melebihi batas
servis, tentukan apakah dengan memasang bush klep baru dengan ukuran
standar akan mengembalikan jarak kelonggran dalam toleransi
Lakukan skur pada dudukan klep jika memasang bush klep baru
Setelah memasang bush klep baru, direamer dengan menggunakan reamer
penghantar katup/klep. Dan selama pengerjaan jangan lupa menggunakn
minyak mesin bubut
Bersihkan kepala silinder secara menyeluruh untuk mengeluarkan serpihan
logam, skur, dudukan klep
Bersihkan klep masuk dan buang secara menyeluruh dari kerak karbon

28

Putar klep pada dudukan klep menggunakan selang karet atau alat
tangan lainnya untuk skur klep
Lepaskan alat perkakas dan pemeriksaan lebar daripada masingmasing dudukan klep. Jika dudukan klep terlalu lebar, maka harus
diskur. Jika klep tidak dapat diskur maka gantilah dengan yang baru.
Untuk memperbaiki dudukan klep yang aus, gunakan alat pengasah
atau peralatan skur dudukan klep yang setaraf.

d.Pemasangan Kepala Silinder

Pasang dudukan pegas klep dalam/luar dan sil tangkai klep baru. Jangan lupa
untuk melumasinya dengan minyak mesin
Masukkan klep masuk dan buang pada bush klep
Pasang dudukan pegas klep dengan ulir yang pendek dekat dengan ruang
pembakaran
Tekan pegas klep dan pasang kuku klep (cotter klep)
Pukul tangkai klep dengan ringan dengan palu plastic untuk mendudukkan
kuku dengan erat
Ganjal kepala silinder diatas permukaan meja kerja untuk mencegah
terjadinya kerusakan pada klep
Periksalah bahwa cincin bulat isolator berada dalam kondisi yang baik,
sebaiknya gantilah dengan yang baru, pasang isolator
Kencangkan baut engsel sesuai torsi yang ditentukan
Letakkan ujung bawah penghantar rantai mesin pada alur di dalam bak mesin
kiri dan bagian atasnya pada alur di permukaan atas silinder
Bersihkan bidang penempatan gasket pada kepala silinder dari sisa-sisa
gasket lama
Pasang pena bilah dan gasket kepala silinder baru
Pasang kepala silinder
Pasang sebuah cincin sil baru dan baut engsel penekan melalui lubang
penekan, dankencangkan sesuai torsi yang ditentukan
Olesi oli pada poros-poros pelatuk, kemudian pasang pelatuk dan pompa
pelatuk pada tutup kepala silinder
Pasang pelat penahan poros pelatuk dengan menempatkan pelat dengan
potongan pada pompa pelatuk yang diletakkan di sebalah dalam
Kencangkan sekrup pemasangan dengan erat
Pasang pena belah dan tutup karet
Olesi bubungan dan bantalan poros bubungan dengan oli, kemudian pasang
pada kepala slinder
Tuangkan oli baru pada rongga-rongga oli pada kepala silinder sampai
bubungan terendam oli
Olesi cairan perapat pada permukaan pemasangan daripada tutup kepala
silinder
Pasang tutup kepala silinder pada kepala silinder
Olesi oli pada ulir mur topi
Pasang cincin sil baru, mur-mur topi dan baut-baut flens
29

Tepatkan roda T pada roda penerus dengan tanda penyesuai pada tutup bak
mesin kiridengan memutar poros engkol dalam arah berlawanan putaran
jarum jam
Pasang sprocket pompa bubungan dan ranati mesin pada sprocket
Olesi baut-baut sprocket poros bubungan dengan oli kemudian pasang
dan kencangkan sesuai torsi yang ditentukan
Putar poros penekan searah jarum jam dengan obneg kecil untuk menarik
mundur penekan dari tahan dalam posisi tertarik penuh, penekan akan
terdorong keluar oleh pegas ketika dilepaskan
Ganjal poros penekan dengan kawat untuk menahan penekan
Pasang sebuah gaskt baru pada pengangkat penekan rantai mesin dan
kencangkan baut soketnya, kemudian lepaskan kawat penahannya
Pasang dan kencangkan sekrup bersama sebuah cincin bulat baru
Putar poros engkol berlawanan arah jarum jam beberapa kali dan
periksalah waktu pembukaan klep
Pasang sebuah gasket baru dan cincin bulat baru pada tutup sprocket
Pasang tutup sprocket dengan kantong oli di sebelah bawah dan
kencangkan baut-baut tutup dengan erat
Olesi minyak mesin baru ke cincin bulat daripada tutup
lubang penyetelan klep
Pasang dan kenangkan baut-baut tutup
Pasang dan kencangkan tutup lubang pemeriksaan waktu pengapian
dan tutup lubang pada ujung poros engkol

3.3 HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN PADA SAAT MERAKIT


KEPALA SILINDER.
1. Gantilah seal klep dengan yang baru.
2. Lumasi lebih dulu batang-batang klep, sebelum dipasang.
3. Pasanglah per klep dengan memasang bagian yang rapat berada dibawah.
4. Jangan terlalu menekan per klep melewati batas maksimum, pada saat memasang
kuku klep, hal ini akan mengakibatkan melemahnya kepegasan per.
5. Untuk memudahkan pemasangan kuku klep, lapisi dulu dengan gemuk.
6. Ketuklah dengan pukunan yang ringan pada klep yang sudah
terpasang untuk memastikan bahwa klep sudah pada posisi yang tepat.
7. Lumasi noken as (Cam Shaft) sebelum dipasang.
8. Berikan beberapa cm oil pada ruang kepala siiinder, sebagai pelumasan awal.
9. Bersihkan sisa-sisa gasket pada permukaan kepala silinder.
Pemeriksaan Kerataan Permukaan Kepala Silinder.
Buang endapan carbon dan ruang bakar dan bersihkan permukaan
cylinder head, sebelum pengukuran. CATATAN : Gasket akan mudah terlepas
bila direndam dalam larutan pembersih yang mempunyai titik didih yangtinggi.
PERINGATAN
Hindari pengrusakan gasket dan permukaan kedudukan katup.
30

Check lubang busi dan daerah sekitar katup dan check kelengkungan
cylinder head dengan straight edge (water pass) dan feeler gauge.
Jika hasil pengukuran kelengkungannya melewati : servis maka
cylinder head harus diperbaiki atau diganti.

Pemeriksaan Pengantar Katup /Bos Katup


Masukan valve guide Reamer dan sisi ruang bakar dan arah pengantar katup
tersebut untuk menghilangkan endapan carbon, sebelum pengukuran.
CATATAN
1. Hati-hati jangan memiringkan Reamer di dalam guide selama proses.
Akibatnya katup akan terpasang miring, sehingga akan ferjadi kebocoran oli
dan stem seal akibat dudukan katup yang tidakbenar.
2. Putarlah Reamer searah putaran larum lam jangan sekali-kali memutar
kearah yang berlawanan baik pada saat memasukan maupun mengeluarkan.
3. Ukur dan catat diameter dalam tiap valve guide dengan menggunakan dial
gauge atau inside micrometer.
Kelonggaran Antara Guide Dan Stem.
Ketika menggunakan dial indicator.Ukur kelonggaran antara
batang katup dengan pengantar katup dengan dial indicator.
Check kembali dudukan katup jika mengganti Valve Guide untuk
mencegah peletakan yang tidak benar.
Pemeriksaan Dudukan Klep
1. Bersihkan katup masuk dan katup buang dengan teliti untuk membuang
endapan karbon.Gunakan lapisan tipis dan Prussian Blue pada setiap
permukaan katup.
CATATAN
Ketuk bagian katup berlawanan arah dengan dudukan katup beberapa kahi
dengan menggunakan jar fanpa memutar katup, untuk memeriksa kontak
dudukan katup yang tepat.
2. Lepaskan katupnya dan periksa permukaan dudukan katup.
3. Kontak pada dudukan katup seharusnya meliputi seluruh kelebaran katup dan
merata di seluruh keliling lingkaran.
4.Jika lebar dudukan tidak masuk dalam spesifikasi yang telah ditentukan
maka dudukan katup harus di skir.

31

3.4 CARA PENYETELAN KLEP


setelan klep yang benar atau salah akan mempengaruhi terhadap performa
mesin Sepeda Motor.
Berikut ini cara-cara ringkas yang tepat menyetel klep pada Sepeda Motor Honda
vario.
1. Persiapkan alat-alat antara lain:

Obeng (-) besar

Ring 8-9 (untuk motor tipe bebek)

Ring 24 (untuk motor tipe bebek)

Fuller gauge 1set

Valve Adjusting wrech (kunci klep)


2. Buka kedua tutup klep (In dan Ex) dengan menggunakan kunci Ring 17(tipe
bebek) atau Kunci Ring 24(tipe Sport)
3. Awalnya posisikan agar kondisi valve bebas atau posisi piston pada Titik Mati
Atas (TMA), dengan cara buka tutup magnet pada blok mesin kiri dengan
menggunakan Obeng (-) besar (ada 2 buah ), pergunakan kunci Ring 14/17 untuk
memutar poros engkol berlawanan dengan jarum jam,
4. Sambil memutar poros engkol, perhatikan pada saat valve In bergerak, lihat pada
lubang kecil di blok magnet, posisikan tanda T pada garis lurus di lubang kecil
blok magnet,
5. Kemudian pegang dan gerak-gerakkan kedua klep untuk memastikan keduanya
sudah dalam posisi bebas,
6. Jika langkah diatas sudah benar, maka lakukan penyetelan valve dengan ukuran
untuk tiap-tiap motor sbb:
-Tipe Matic (Vario) ukuran celah klep ( Klep In : 0,15mm (0,01mm) Klep Ex :
0,26mm (0,01mm) )
Cara penyetelannya adalah, kendorkan mur pengikat tappet adjuster (baut stelan
klep) dengan menggunakan Ring 8-9 / 10-11,
1. Lalu letakkan Fuller gauge sesuai ukuran celah klep kedalam ujung batang klep,
putar tappet adjuster(baut stelan klep) sampai terasa apabila fuller gauge di tarik
terasa seret dan apabila didorong tidak bisa,
2. Kemudian keraskan lagi mur stelan klep dan cek ulang hasil stelan klep tadi,
sampai hasilnya tepat, (bila fuller gauge terasa ditarik seret dan di dorong tidak
bisa),
3. Tutup kembali semua komponen yang tadi dibuka kemudian rasakan hasilnya.
TIPE-TIPE BUSI
- Busi Standart
Busi standar dipakai pada mesin bensin, kendaraan roda-4 (mobil),
maupun kendaraan roda-2 (motor) untuk pemakaian seharihari
- Busi Resistor
Sistem Kelistrikan pada kendaraan dengan teknologi digital atau
elektronik (EFI) dengan arus kecil dengan terganggu dengan pemakaian busi

32

standard,
Gangguan tersebut juga bisa dirasakan pada televisi dan radio akibat interfrensi
gelombang
-Busi Platinum (ZU)
Busi platinum dirancang untuk pemakaian sehari-hari maupun untuk
racing. Dengan daya hantar platinum yang lebih baik, menjamin unjuk kerja
mesin lebih baik walaupun pada suhu tinggi dan beban berat.Kebutuhan tegangan
busi platinum juga lebih kecil dibanding busi standar sehingga memberikan
kemudahan start.
-Busi Iridium
Busi Iridium adalah busi generasi baru dengan ujung elektroda positif
berdiameter 0,7 mm untuk pemakaian standar dengan umur pemakaian lebih
panjang.Sedangkan diameter 0,4 mm merupakan yang terkecil didunia dipakai
untuk kecepatan tinggi atau balapan.Bahan ujung inti elektroda yang digunakan
adalah campuran Iridium dan Rhodium (Iridium alloy).Keiistimewaan Busi
Iridium antara lain dapat menambah campuran bahan bakar udara yang miskin
sehingga meningkatkan performa pembakaran baik pada kondisi idle maupun saat
berkendara.Kebutuhan tegangan juga lebih baik disetiap kondisi, demikian juga
dengan daya akselerasinya.
info teknik
Untuk menghasilkan unjuk kerja busi yang baik, diperlukan pemasangan
yang baik pula. Pemasangan busi yang salah dapt merusak busi ataupun mesin.
Prosedure :
- pasang busi menggunakan tangan sampai putaran maksimal
- lanjutkan dengan menggunakan kunci busi sebesar setengan putaran
- bila menggunakan kunci mpment, perhatikan tabel di bawah ini
8 mm 0.8 ~1.0 kg.m
10 mm 1.0~1.2 kg.m
12 mm 1.5~2.0 kg.m
14 mm 2.0~2.5 kg.m
18 mm 3.0~4.0 kg.m
Tingkat Panas Busi
Tingkat panas busi adalah kemampuan busi dalam menyerap & membuang
panas.Menurut tingkat panasnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu Busi Dingin
&Busi Panas.Tingkat panas busi ditunjukan dengan nomor tingkat panasnya.
Kondisi Busi Normal:
-Insulator terlihat coklat atau keabu-abuan. Hanya sedikit terdapat bekas
pembakaran yang menutupi electroda-electrodanya.

33

-Mudah dihidupkan, juga pada putaran mesin tinggi ataupun rendah, mesin
bekerja
dengan
baik.
Kondisi Busi Abnormal
-KOTORAN OLEH KARBON (CARBON FOULING)
Ciri: Insulator dan elektroda tertutup oleh lapisan serbuk karbon kering berwarna
hitam.
Kondisi Mesin: Mesin susah dihidupkan, mesin tidak stabil pada kecepatan
rendah. Penambahan kecepatan tidak bekerja lagi, dan terjadi mesin mati.
Penyebabnya:
1. Kesalahan pemakaian nomor tingkat panas busi.
2. Campuran bahan berlebihan (Karburator banjir).
3. Saringan udara tersumbat (kotor)
4. Bahan bakar tidak baik mutunya
5. Terlalu lama dipakai pada kecepatan rendah
6. Cuk tidak pada posisi off
7. Kelambatan pada waktu penyalaan
Solusi:
1. Penggunaan bahan bakar yang baik
2. Diperlukan perbaikan (service).
3. Gantilah busi dengan nomor tingkat panas busi yang setingkat lebih panas
(nomor kecil)
-KOTORAN OLEH OLI (OIL FOULING)
Ciri: Basah oleh oli yang melapisi permukaan insulator dan elektroda. Kelihatan
hitam dan basah.Kondisi Mesin: Hampir 90% gangguan mesin yang disebabkan
oleh busi, dikarenakan kotor oleh endapan karbon (carbon fouling), kotor oleh
endapan oli dan kotor oleh endapan timah hitam.
Penyebabnya:
1. Kerusakan pada piston ring (piston ring aus) atau renggangnya klep tidak tepat.
2. Campuran gas bensin dan udara berlebihan (terlalu banyak bensin)
3. Pada mesin 2 tak, campuran oli terlalu banyak/melebihi pemakaian standar.
4. Mesin baru saja turun mesin (overhaul) dimana pada waktu pemasangan bagian
mesin menggunakan banyak oli.
Solusi:
1. Ganti/perbaiki bagian mesin yang sudah aus/rusak.
2. Stel/bersihkan karburator.
3. Gantilah busi dengan nomor tingkat panas busi yang setingkat lebih panas
(nomor kecil)
4. Pada mesin 2 tak, stel pompa oli sesuai dengan standar
5. Gunakan Spesifikasi oli mesin yang tepat (sesuai Standar) dan bermutu baik.
-KOTORAN OLEH TIMAH HITAM
Ciri: Insulator berwarna kuning juga coklat

34

Kondisi Mesin: Mesin terasa tersendat-sendat pada waktu menambah kecepatan


(akselerasi) atau pada waktu kecepatan tinggi.
Penyebabnya: Bensin yang bercampur dengan senyawa timah hitam. Bekas
pembakaran senyawa ini, menempel pada ujung busi. Bila kendaraan akselerasi
atau dengan kecepatan tinggi, senyawa itu akan meleleh sehingga menimbulkan
kebocoran listrik dan kegagalan pembakaran.
Solusi:
1. Gantilah busi dengan nomor tingkat panas busi yang setingkat lebih panas
(nomor
kecil)
2. Pergunakan bensin premium
3. Jangan mengemudi dengan kecepatan rendah terlalu lama
-KOTORAN OLEH ENDAPAN (DEPOSIT FOULING)
Ciri: Endapan sisa penbakaran atau kerak busi, banyak menempel pada
permukaan insulator dan elektroda busi dengan warna yang bermacam-macam.
Kondisi Mesin: Terasa ada gangguan pembakaran pada waktu menambah
kecepatan atau pada waktu kecepatan tinggi.
Penyebabnya:
1. Oli yang dipakai kurang baik mutunya.
2. Saringan udara tidak ada (dilepas).
3. Untuk mesin 4 tak, oli mesin naik ke ruang bakar (piston & piston ring aus).
Solusi:
1. Perbaiki/ganti bagian yang rusak.
2. Perbaiki/ganti saringan udara.
3. Pergunakanlah oli yang bermutu baik dan campuran yang tepat
4. Gunakan Spesifikasi oli mesin yang tepat (sesuai Standar) dan bermutu baik.

-PANAS BERLEBIHAN (OVER HEATING)


Ciri: Bagian insulator berwarna putih pucat dan elektroda-elektrodanya terbakar
berwarna keungu-unguan serta terlihat aus. Bila kondisi ini diteruskan, ujungujung elektrodanya dapat meleleh.
Kondisi Mesin: Tenaga mesin menjadi hilang dan kecepatan pun berkurang. Hal
ini timbul apabila dalam kecepatan tinggi, pendakian yang lama atau dengan
muatan yang berat. Bila elektroda busi sudah meleleh, pistonpun dapat menjadi
rusak (berlubang).
Penyebabnya:
1. Kekeliruan memilih nomor tingkat panas busi.
2. Waktu penyalaan (ignition timing) terlalu cepat.
3. Sistim pendinginan kurang baik.
4. Campuran gas bensin dan udara terlalu tipis (terlalu banyak udara).

35

Solusi:
1. Pergunakanlah busi dengan nomor tingkat panas busi (heat range) yang
setingkat
lebih
dingin.
2. Sesuaikanlah waktu pengapian (ignition -> timing).
3. Periksa/perbaiki sistim pendinginan
4. Stel dan bersihkan karburator.

36