Anda di halaman 1dari 13

TUGAS MANAJEMEN PRODUKSI

KERIPIK JAGUNG
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Manajemen Produksi

Oleh :

Cholilah Nur Aliefah


Yunus Septiawan
Rofiyanti Amini Wibowo
Yulien Arniansyah
Mayang Ocktaviandini

:
:
:
:
:

113020057
113020063
113020064
113020065
113020066

JURUSAN TEKNOLOGI PANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2013

BAB I
PENDAHULUAN
Bab ini akan menguraikan mengenai: (1) Latar Belakang Pemilihan Produk, (2)
Tujuan Pembuatan Produk, (3) Manfaat Pembuatan Produk, (4) Segmentasi Pasar,
(5) Latar Belakang Pemilihan Lokasi Pabrik, dan (6) Analisa Biaya.
1.1. Latar Belakang Pemilihan Produk
Indonesia merupakan negara agraris yang luas lahan pertaniannya mencapai
sekitar 107 juta hektar dari total luas daratan indonesia yang mencapai 192 juta
hektar. Dari luas lahan pertanian tersebut, luas lahan jagung sekitar 3,35 juta
hektar (tahun 2004) dan mampu menghasilkan jagung sebanyak 11,22 juta ton
(Hambali, 2007).
Hasil produksi jagung belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu cara
meningkatkan nilai tambah produk jagung adalah dengan mengolahnya menjadi
berbagai macam produk olahan jagung yang tahan lebih lama. Produk olahan
jagung dapat diunggulkan karena jagung sebagai bahan baku mengandung
karbohidrat cukup tinggi. Selain itu, jagung juga mengandung protein, lemak, dan
serat (Hambali, 2007).
Melimpahnya ketersediaan jagung diberbagai daerah di indonesia membuka
peluang usaha bagi masyarakat. Salahsatunya adalah membuat aneka produk
olahan jagung. Pengolahan jagung berguna untuk meningkatkan nilai tambah dan
nilai jualnya. Pengembangan produk ini pun masih sangat potensial mengingat
besarnya peluang pasar yang dapat dituju. Hal tersebut membuka peluang bagi
pengembangan usaha industri aneka produk olahan jagung di Indonesia. Di
Indonesia terdapat sekitar 22 industri pengolahan jagung. Industri tersebut
mengolah kerupuk jagung, tepung jagung, marning jagung, brondong jagung,
beras jagung, chiki jagung, keripik jagung, dan jagung goreng (Hambali, 2007).
Salah satu produk olahan jagung yang akan kami produksi adalah Pikgung
(keripik jagung) yaitu produk jagung yang dibuat dengan mengkombinasikan
proses pemasakan, perendaman, penggilingan, dan pemanggangan dengan
penambahan cita rasa yang beragam (Hambali, 2007).

1.2. Tujuan Pembuatan Produk

Melihat produksi jagung di Indonesia sangat banyak , mudah didapat, dan


dapat diolah menjadi suatu produk, kami memutuskan untuk melakukan
diversifikasi dari produk berbahan baku jagung. Tujuannya agar produk kami
dapat menjadi peluang pasar yang baru serta dapat memenuhi permintaan pasar
yang menginginkan produk berkualitas dengan inovasi baru dari berbagai
kalangan masyarakat maka dibuatlah keripik jagung.
1.3. Manfaat Pembuatan Produk
Dalam rangka membuat produk olahan pangan yang bergizi tetapi mudah
untuk dikonsumsi, sehingga kami melakukan diversifikasi produk berbahan baku
jagung dengan penambahan berbagai cita rasa yang disukai di kalangan
masyarakat pada umumnya sebagai contoh adalah penambahan coklat, barbeque,
keju, dan lain-lain. Selain itu pembuatan produk keripik jagung ini juga
bermanfaat untuk meningkatkan nilai jual dari jagung itu sendiri.
1.4. Segmentasi Pasar
Pasar Pikgung (keripik jagung) ini ditujukan untuk semua kalangan
masyarakat. Sekarang ini konsumen lebih menginginkan makanan yang praktis
dan mudah di bawa serta dapat dimakan dimana saja. Pikgung ini memiliki varian
rasa yang berbeda sehingga masyarakat lebih mudah dalam memilih rasa sesuai
dengan selera masing-masing.
1.5. Latar Belakang Pemilihan Lokasi Pabrik
Lokasi merupakan hal penting bagi perusahaan, karena berpengaruh terhadap
kedudukan perusahaan dalam persaingan dan menentukan kelangsungan hidup
perusahaan tersebut. Sebelum suatu perusahaan memulai suatu operasi
produksinya, pimpinan atau pemilik perusahaan itu harus menentukan lebih
dahulu dimana letak gedung perusahaan tersebut.
Penentuan lokasi pabrik dapat dilakukan dengan mempertimbangkan sumber
bahan baku dan pasar yang dituju. Faktor sumber bahan baku dipertimbangkan
bila bahan baku yang digunakan bersifat mudah rusak dan volumenya besar.
Faktor pasar yang dituju dipertimbangkan bila bahan baku bersifat tahan lama dan
volumenya kecil. Selain itu, bila produk yang dihasilkan rawan rusak dan harus

cepat diterima konsumen maka faktor pasar menjadi pertimbangan kuat (Hambali,
2007).
Lokasi industri olahan jagung sebaiknya ditentukan berdasarkan sumber
bahan baku. Jagung termasuk produk pertanian yang mudah rusak dan kamba
(ringan dan volumenya besar). Bila lokasi industri olahan jagung dekat dengan
bahan baku maka resiko kerusakan akibat pengankutan dapat diperkecil. Namun,
bila bahan baku harus dipasok dari daerah yang cukup jauh maka penangan
pengangkutan bahan baku harus dilakukan sebaik mungkin (Hambali, 2007).
Penentuan lokasi pabrik juga harus mempertimbangkan keadaan lingkungan
sekitar pabrik. Industri olahan jagung adalah industri pengolahan pangan sehingga
memerlukan lingkungan yang bebas pencemaran, semak belukar, dan genangan
air. lingkungan industri olahan jagung juga harus bebas dari sarang hama seperti
tikus dan serangga. Selain itu, lokasi industri harus berjauhan dengan tempat
pembuangan sampah, daerah penumpukan barang bekas, dan daerah pemukiman
kumuh (Hambali, 2007).
Oleh sebab industri olahan jagung menghasilkan limbah cair maka pabrik
harus dijauhkan dari lingkungan pemukiman. Industri olahan jagung juga akan
menjadi lebih baik bila mempunyai pengolahan limbah selain itu industri olahan
jagung sebaiknya dekat dengan saluran pembuangan limbah cair (Hambali, 2007).
Beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan lokasi
industri, diantaranya sebagai berikut.
1.

Bahan mentah
Bahan mentah merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi dalam

kegiatan industri, sehingga keberadaannya harus selalu tersedia dalam jumlah


yang besar demi kelancaran dan keberlanjutan proses produksi. Apabila bahan
mentah yang dibutuhkan industri, cadangannya cukup besar dan banyak
ditemukan maka akan mempermudah dan memperbanyak pilihan atau alternatif
penempatan lokasi industri. Apabila bahan mentah yang dibutuhkan industri
cadangannya terbatas dan hanya ditemukan di tempat tertentu saja maka akan
menyebabkan biaya operasional semakin tinggi dan pilihan untuk penempatan
lokasi industri semakin terbatas.

2.

Modal
Modal yang digunakan dalam peoses produksi merupakan hal yang sangat

penting. Hal ini kaitannya dengan jumlah produk yang akan dihasilkan,
pengadaan bahan mentah, tenaga kerja yang dibutuhkan, teknologi yang akan
digunakan, dan luasnya sistem pemasaran
3.

Tenaga kerja
Tenaga kerja merupakan tulang punggung dalam menjaga kelancaran proses

produksi, baik jumlah maupun keahliannya. Adakalanya suatu industri


membutuhkan tenaga kerja yang banyak, walaupun kurang berpendidikan. Tetapi,
ada pula industri yang hanya membutuhkan tenaga-tenaga kerja yang
berpendidikan dan terampil. Dengan demikian, penempatan lokasi industri
berdasarkan tenaga kerja sangat tergantung pada jenis dan karakteristik kegiatan
industrinya.
4.

Sumber energi
Kegiatan industri sangat membutuhkan energi untuk menggerakkan mesin-

mesin produksi, misalnya: kayu bakar, batubara, listrik, minyak bumi, gas alam,
dan tenaga atom/nuklir. Suatu industri yang banyak membutuhkan energi,
umumnya mendekati tempat-tempat yang menjadi sumber energi tersebut.
5.

Transportasi
Kegiatan industri harus ditunjang oleh kemudahan sarana transportasi dan

perhubungan. Hal ini untuk melancarkan pasokan bahan baku dan menjamin
distribusi pemasaran produk yang dihasilkan.
6.

Pasar
Pasar sebagai komponen yang sangat penting dalam mempertimbangkan

lokasi industri, sebab pasar sebagai sarana untuk memasarkan atau menjual
produk yang dihasilkan. Lokasi suatu industri diusahakan sedekat mungkin
menjangkau konsumen, agar hasil produksi mudah dipasarkan.
7.

Teknologi yang digunakan


Penggunaan teknologi yang kurang tepat dapat menghambat jalannya suatu

kegiatan industri. Penggunaan teknologi yang disarankan untuk pengembangan


industri pada masa mendatang adalah industri yang: memiliki tingkat pencemaran

(air, udara, dan kebisingan) yang rendah, hemat air, hemat bahan baku, dan
memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
8.

Perangkat hukum
Perangkat hukum dalam bentuk peraturan dan perundang-undangan sangat

penting demi menjamin kepastian berusaha dan kelangsungan industri, antara lain
tata ruang, fungsi wilayah, upah minimum regional (UMR), perizinan, sistem
perpajakan, dan keamanan. Termasuk jaminan keamanan dan hokum penggunaan
bahan baku, proses produksi, dan pemasaran.
9.

Kondisi lingkungan
Faktor lingkungan yang dimaksud ialah segala sesuatu yang ada di sekitarnya

yang dapat menunjang kelancaran produksi. Suatu lokasi industri yang kurang
mendukung, seperti keamanan dan ketertiban, jarak ke pemukiman, struktur
batuan yang tidak stabil, iklim yang kurang cocok, terbatasnya sumber air, dan
lain-lain, hal ini dapat menghambat keberlangsungan kegiatan industri.
Berikut ini merupakan beberapa lokasi yang akan dipilih untuk mendirikan
pabrik.
1 Kabupaten Sumenep (Madura)
Sumenep (bahasa Madura: Songnb) adalah sebuah kabupaten di provinsi
Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.093,45 km dan
populasi 1.041.915 jiwa. Ibu kotanya ialah Kota Sumenep. wilayahnya terbagi
menjadi dua puluh tujuh kecamatan.Kabupaten sumenep merupakan penghasil
utama jagung di Jatim. Tanaman berambut cokelat ini merupakan jantung
kehidupan masyarakat kabupaten ini. Selain untuk bahan pangan jagung ini juga
menjadi pakan ternak dan benih yang di ekspor ke hongkong, taiwan, jepang dan
Amerika Serikat.
Sesuai data di Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, lahan panen jagung di
Sumenep pada 2011 seluas 140.207 hektare dengan produksi sebanyak 426.229
ton dalam bentuk pipilan kering.
2. Kabupaten Garut (Jawa Barat)
Kabupaten Garut adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Barat. Indonesia.
Ibukotanya adalah Tarogong Kidul. Kabupaten ini berbatasan dengan kabupaten
Sumedang di utara, kabupaten Tasikmalaya di timur, Samudra Hindia di selatan,
serta kabupaten Cianjur dan kabupaten Bandung di barat. Menurut data pertanian

kabupaten Garut produksi jagung mencapai 365.687 ton dengan lahan panen
seluas 51.594 hektar pada tahun 2012.
3. Kabupaten Kediri (Jawa Timur)
Kabupaten Kediri merupakan salah satu Kabupaten yang berada di propinsi
Jawa Timur, secara geografis diapit dua gunung besar yaitu Gunung Kelud
disebelah timur dan Gunung Wilis disebelah barat. Adapun kondisi geografis pada
bagian tengah wilayah Kabupaten Kediri adalah DAS Brantas, yang membelah
wilayah Kabupaten Kediri menjadi dua bagian dengan hamparan persawahan
ditepian Sungai Brantas yang sangat subur. Posisi geografi Kabupaten Kediri
terletak antara 111 47' 05" sampai dengan 112 18' 20" Bujur Timur dan 7 36'
12" sampai dengan 8 0' 32 Lintang Selatan, Wilayah Kabupaten Kediri diapit
oleh 5 Kabupaten, yakni : Sebelah Utara Jombang dan Nganjuk, Sebelah Timur
Jombang dan Malang, Sebelah Selatan Tulungagung dan Blitar, Sebelah
Barat Tulungagung

dan

Nganjuk.

Kabupaten

Kediri

terdiri

dari

26

Kecamatan, 343 Desa dan 1 Kelurahan, dengan luas wilayah 1.386,05


km, Masyarakat Kabupaten Kediri masih bercorak agraris dimana sebagian besar
penduduk masih sangat bergantung pada sektor pertanian sebagai mata
pencaharian. Jumlah penduduk Kabupaten Kediri mencapai 1.475.815 jiwa.
Menurut data badan pusat statistik tingkat produktivitas tanaman jagung untuk
kabupaten Kediri adalah sebesar 58,94 kw/Ha. Produksi tanaman jagung di
Kabupaten Kediri juga terdapat pada Kecamatan Pare dengan total produksi
347.052 Kw diikuti oleh Kecamatan Pagu dengan produksi sebanyak 316.755 Kw.
1.6. Analisa Biaya
2.2.1. Perolehan data
Dalam pemilihan dan pembuatan lokasi pabrik produksi pembuatan pikgung
yang akan dibangun, dipertimbangkan tiga lokasi dengan luas lahan yang
ditentukan adalah 1000 m2 dan tenaga kerja yang dibutuhkan adalah 51 orang
karyawan yang terdiri dari 1 orang direktur, 5 orang staf ahli, dan 45 orang tenaga
kerja.
2.2.2. Harga Tanah

Lokasi Kabupaten Sumenep (Madura) diperlukan luas lahan 1000 m2


dengan harga per m2 adalah Rp.100.000,- maka biaya yang harus disediakan
adalah Rp 120.000,- x 1000 m2 = Rp. 100.000.000,-.
Lokasi Kabupaten Garut diperlukan luas lahan 1000 m2 dengan harga per
m2 adalah Rp. 140.000,- maka biaya yang harus disediakan adalah Rp. 140.000,x 1000 m2 = Rp. 140.000.000,-.
Lokasi Kediri diperlukan luas lahan 1000 m2 dengan harga per m2 adalah
Rp. 115.000,- maka biaya yang harus disediakan adalah Rp. 115.000,- x 1000 m2
= Rp.115.000.000,-.
2.2.3. Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang diperlukan untuk produksi ini sebanyak 51 orang
karyawan yang terdiri dari 1 orang direktur, 5 orang staf ahli, dan 45 orang tenaga
kerja.
Lokasi Kabupaten Sumenep (Madura): 1 orang direktur dibayar sebesar
Rp. 4.000.000,-/bulan, 5 orang staf ahli dibayar sebesar Rp. 1.500.000,-/bulan,
dan 30 orang tenaga kerja dibayar sebesar Rp. 965.000,-/bulan.
Maka total biaya tenaga kerja pada lokasi A/bulan adalah :
a. Direktur,

1 orang = Rp. 4.000.000,-

b. Staf ahli,

5 orang = Rp. 7.500.000,-

c. Tenaga kerja, 45 orang =


Total

Rp. 43.425.000,Rp. 54.925..000,-

Lokasi Kabupaten Garut:

1 orang direktur dibayar sebesar Rp.

4.500.000,-/bulan, 5 orang staf ahli dibayar sebesar Rp. 2.000.000,-/bulan, dan 45


orang tenaga kerja dibayar sebesar Rp. 965.000,-/bulan.
Maka total biaya tenaga kerja pada lokasi A/bulan adalah :
a. Direktur,

1 orang = Rp. 4.500.000,-

b. Staf ahli,

5 orang = Rp. 10.000.000,-

c. Tenaga kerja, 45 orang = Rp. 43.425.000,Total

Rp. 57.925..000,-

Lokasi Kediri : 1 orang direktur dibayar sebesar Rp. 4.750.000,-/bulan, 5


orang staf ahli dibayar sebesar Rp.2.200.000,-/bulan, dan 45 orang tenaga kerja
dibayar sebesar Rp. 1.128.000,-/bulan.

Maka total biaya tenaga kerja pada lokasi C/bulan adalah :


a. Direktur,

1 orang = Rp.

4.750.000,-

b. Staf ahli,

5 orang = Rp.

11.000.000,-

c. Tenaga kerja, 45 orang = Rp.

50.760.000,-

Total

Rp.

66.510.000,-

2.2.4. Bahan Baku


Rencana penjualan adalah 1 unit seberat 50 g. Target penjualan adalah
10000 unit per minggu, mengacu pada target tersebut maka diperlukan bahan
baku sebanyak 1200 Kg.
Lokasi Kab Sumenep: harga bahan baku Rp. 2.800,-/kg Total Rp. 3.360.000,Lokasi Kab Garut : harga bahan baku Rp. 4.000,-/kg Total Rp. 4.800.000,Lokasi Kediri : harga bahan baku Rp. 3.100,-/kg Total Rp 3.720.000,2.2.5. Biaya-Biaya (Cost)
Tabel 1. Biaya Tetap (Fixed Cost)

Tanah

Lokasi Pabrik
Kab Sumenep
Kab Garut
Kediri
Rp. 120.000.000,- Rp. 140.000.000,- Rp. 115.000.000,-

Bangunan

Rp. 70.000.000,- Rp. 70.000.000,-

Mesin dan Peralatan

No

Uraian

Rp. 75.000.000,-

-Timbangan
- Timbangan besar

Rp. 2.500.000,-

Rp. 2.500.000,- Rp. 2.500.000,-

Rp. 7.500.000,-

Rp. 7.500.000,- Rp. 7.500.000,-

(2 x @Rp. 1.250.000)
-Mesin Pencuci
(2 x @Rp. 3.750.000)
-Mesin Perebus

Rp. 10.000.000,- Rp. 10.000.000,- Rp. 10.000.000,-

-Mesin Penggiling

Rp. 10.500.000,- Rp. 10.500.000,- Rp. 10.500.000,-

-Mesin Pengering

Rp. 10.500.000,- Rp. 10.500.000,- Rp. 10.500.000,-

-Mesin Penggoreng

Rp. 15.500.000,- Rp. 15.500.000,- Rp. 15.500.000,-

-Mesin Peniris minyak


-Mesin Pengemas

Rp. 9.600.000,-

Rp. 9.600.000,-

Rp. 9.600.000,-

Rp. 10.400.000,- Rp. 10.400.000,- Rp. 10.400.000,-

- Mesin Pemberi Bumbu Rp.

3.500.000,- Rp.

3.500.000,- Rp.

-Mesin Pencetak

5.000.000,- Rp.

5.000.000,- Rp.

Pemeliharaan Mesin

Rp.

Rp. 7.500.000,- Rp. 7.500.000,-

3.500.000,5.000.000,-

Rp. 7.500.000,-

dan Peralatan
5

PBB (5% /tahun)

Gaji :
- Gaji Direktur
- Gaji Staf Ahli

Rp. 8.000.000,-

Rp. 9.000.000,- Rp. 10.000.000,-

Rp. 4.000.000,- Rp.


Rp. 7.500.000,- Rp.

4.500.000,- Rp.

4.750.000,-

10.000.000,- Rp. 11.000.000,-

(@ 5 orang)
- Gaji Tenaga Kerja

Rp. 43.425.000,- Rp. 43.425.000,- Rp. 50.760.000,-

(@ 45 orang)
7

Asuransi

Kendaraan
-Truk

Rp. 15.000.000,- Rp. 15.000.000,- Rp. 15.000.000,Rp.180.000.000,- Rp.180.000.000,- Rp.180.000.000,-

(2 x @Rp 90.000.000)
-Forklift

Rp.220.000.000,- Rp.220.000.000,- Rp.220.000.000,-

(2 x @Rp110.000.000)
-Trolley

Rp. 2.000.000,-

Rp. 2.000.000,- Rp. 2.000.000,-

(2 x @Rp 1.000.000)
9

Perizinan
Jumlah

Rp. 10.000.000,- Rp. 10.000.000,- Rp. 10.000.000,Rp.773.425.000,- Rp .797.425.000,- Rp.787.010.000,-

Tabel 2. Biaya Tidak Tetap (Variable Cost)


No
1

Uraian

Kab Sumenep
Rp. 3.360.000,-

Bahan Baku Utama

Lokasi pabrik
Kab Garut
Rp. 4.800.000 ,-

Rp

Kediri
3.720.000,-

(Jagung pipilan )
2

Bahan Baku Penunjang


-Bawang merah (40 kg) Rp.

800.000,-

Rp.

720.000,-

Rp.

820.000,-

-Kapur sirih (60kg)

Rp.

120.000,-

Rp.

100.000,-

Rp.

126.000,-

-Garam (60kg)

Rp.

150.000,-

Rp.

180.000,-

Rp.

165.000,-

-Flavour (40kg)

Rp.

600.000,-

Rp.

400.000,-

Rp.

480.000,-

-Minyak Goreng

Rp. 7.000.000,-

Rp. 6.500.000,-

Rp.

7.500.000,-

Listrik

Rp. 9.000.000,-

Rp. 7.000.000,-

Rp.

9.500.000,-

Pengemas

Rp. 6.000.000,-

Rp. 5.500.000,-

Rp.

5.500.000,-

Biaya bahan bakar

Rp. 7.000.000,-

Rp. 5.000.000,-

Rp.

6.000.000,-

Air

Rp. 5.500.000,-

Rp. 5.000.000,-

Rp.

6.000.000,-

Transportasi :
Rp. 5.000.000,Pemasaran
Jumlah
Rp.44.530.000,Persamaan Umum (FC + VC.X)

Rp. 4.000.000,Rp. 39.200.000,-

Rp. 3.000.000,Rp. 42.811.000,-

a. Kab Sumenep

= 773.425.000+ 44.530.000x .(A)

b. Kab Garut

= 797.425.000+ 39.200.000x .(B)

c. Kediri

= 787.010.000+ 42.811.000x .........(C)

Total Cost (TC)


TCA = TCB = TCC
Jika TCA = TCB
FCA + VCA = FCB + VCB
773.425.000+ 44.530.000x
5.330.000 x
x

= 797.425.000+ 39.200.000x
= 24.000.000
= 4.5

Jika TCA = TCC


773.425.000+ 44.530.000x
1.719.000 x
x
Jika TCB = TCC

= 787.010.000+ 42.811.000x
= 13.585.000
= 7.9

797.425.000+ 39.200.000x = 787.010.000+ 42.811.000x


3.611.000 x
x

= 10.415.000
= 2.88

TC = FC + VC.X
Untuk 12000 unit
TC Kab. Sumenep

= 773.425.000+ 44.530.000x
= 773.425.000+ 44.530.000(12000)
= 53.513.342.500

TC Kab. Garut

= 797.425.000+ 39.200.000x
= 797.425.000+ 39.200.000(12000)
= 47.119.742.500

TC Kediri

= 787.010.000+ 42.811.000x
= 787.010.000+ 42.811.000(12000)
= 51.451.901.000

Cost

53.513.342.500
51.451.901.000

Total Cost Kab Sumenep


Total Cost Kediri

47.119.742.500
1.125.216.900

Total Cost Kab Garut

973.810.000
910.321.000

797.425.000

Fixed Cost Kab Garut


Fixed Cost Kediri

787.010.000
Fixed Cost Kab Sumenep
773.425.000

2,88

4,5

7,9

10.000

12000

Unit

Gambar 1. Grafik Perbandingan Biaya dan Jumlah Produksi


Keputusan Penetapan Lokasi
Dilihat dari prospek pemasaran dan jarak distribusi dari produsen
ke konsumen kami memilih daerah Kab Garut sebagai termpat produksi Keripik
jagung. Karena daerah Kab Garut dekat dengan pemasaran yang potensial serta
biaya

transportasi

yang

dapat

diminimalisir.

Kapasitas

produksi

yang

direncanakan akan dibuat sebanyak 12000 unit, jika dilihat dari grafik daerah
yang memungkinkan untuk membuat suatu pabrik yaitu di daerah Kab Garut
karena memiliki biaya total paling minimum.