Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang
Rentang tahun 1800-1900 jumlah penduduk Indonesia bertambah tiga kali lipatnya.

Sedangkan 1900 -2000 terjadi pertambahan penduduk lima kali lipat dari 40,2 juta orang
menjadi 205,8 juta orang. Selama rentang 1900-2000, progran Keluarga Berencana (KB)
berhasil mencegah kelahiran 80 juta orang.Tanpa program KB jumlah penduduk hingga
tahun 2000 diprediksi 285 juta orang .
Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu pelayanan kesehatan preventif yang
paling dasar dan utama bagi wanita, meskipun tidak selalu diakui demikian. Peningkatan dan
perluasan pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu usaha untuk menurunkan
angka kesakitan dan kematian ibu yang sedemikian tinggi akibat kehamilan yang dialami
oleh wanita. Banyak wanita harus menentukan pilihan kontrasepsi yang sulit, tidak hanya
karena terbatasnya jumlah metode yang tersedia tetapi juga karena metode-metode tertentu
mungkin tidak dapat diterima sehubungan dengan kebijakan nasional KB, kesehatan
individual dan seksualitas wanita atau biaya untuk memperoleh kontrasepsi (Depkes RI,
1998).

B.

Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengertian KB
2. Mengetahui tujuan KB
3. Mengetahui manfaat KB
4. Metode kontrasepsi KB

C.

Sasaran
Hasil yang diharapkan dalam penelitian ini adalah:
1. Sedikitnya pembaca dapat mengetahui tentang Keluarga Berencana
2. Pembaca paham tentang Keluarga Berencana
3. Pembaca dapat menyebarkan informasi mengenai program ini kepada orang yang
kurang pengetahuannya tentang betapa pentingnya program KB .

BAB II
PEMBAHASAN

A.

Pengertian
Menurut World Health Organisation (WHO) expert committee 1997: keluarga

berencana adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari
kehamilan yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang sangat diinginkan,
mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan
dengan umur suami istri serta menentukan jumlah anak dalam keluarga.
Keluarga

berencana

menurut

Undang-Undang no

10 tahun 1992 (tentang

perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera) adalah upaya


peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan
(PUP), pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan
keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Keluarga berencana adalah suatu usaha untuk
menjarangkan jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai kontrasepsi.
Secara umum keluarga berencana dapat diartikan sebagai suatu usaha yang mengatur
banyaknya kehamilan sedemikian rupa sehingga berdampak positif bagi ibu, bayi, ayah serta
keluarganya yang bersangkutan tidak akan menimbulkan kerugian sebagai akibat langsung
dari kehamilan tersebut. Diharapkan dengan adanya perencanaan keluarga yang matang
kehamilan merupakan suatu hal yang memang sangat diharapkan sehingga akan terhindar
dari perbuatan untuk mengakhiri kehamilan dengan aborsi.

B.

Tujuan Keluarga Berencana


Gerakan KB dan pelayanan kontrasepsi memiliki tujuan:
1. Mengatur kehamilan dengan menunda perkawinan, menunda kehamilan anak
pertama dan menjarangkan kehamilan setelah kelahiran anak pertama serta
menghentikan kehamilan bila dirasakan anak telah cukup.
2. Mengobati kemandulan atau infertilitas bagi pasangan yang telah menikah lebih dari
satu tahun tetapi belum juga mempunyai keturunan, hal ini memungkinkan untuk
tercapainya keluarga bahagia.
3. Married Conseling atau nasehat perkawinan bagi remaja atau pasangan yang akan
menikah dengan harapan bahwa pasangan akan mempunyai pengetahuan dan

pemahaman yang cukup tinggi dalam membentuk keluarga yang bahagia dan
berkualitas.
4. Tujuan akhir KB adalah tercapainya NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia dan
Sejahtera) dan membentuk keluarga berkualitas, keluarga berkualitas artinya suatu
keluarga yang harmonis, sehat, tercukupi sandang, pangan, papan, pendidikan dan
produktif dari segi ekonomi.
5. Meningkatkan jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi.
6. Menurunnya jumlah angka kelahiran bayi.

C.

Manfaat Keluarga Berencana


1.

Memungkinkan wanita untuk mengontrol kesuburan mereka sehingga dapat


memutuskan bila dan kapan mereka ingin hamil dan memiliki anak. Wanita dapat
mengambil jeda kehamilan selama sedikitnya dua tahun setelah melahirkan, yang
memberikan banyak manfaat bagi perempuan dan bayi mereka.

2.

Wanita yang hamil segera setelah melahirkan berisiko memiliki kehamilan yang
buruk. Mereka lebih mungkin menderita kondisi medis yang serius atau meninggal
selama kehamilan. Bayi mereka juga lebih cenderung memiliki masalah kesehatan
(misalnya lahir dengan berat badan rendah). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
memperkirakan bahwa secara global, 100.000 kematian ibu dapat dicegah setiap
tahun, jika semua wanita yang tidak ingin anak lagi mampu menghindari
kehamilan. Kematian ini terjadi sebagian besar di negara berkembang di mana
cakupan kontrasepsi rendah.

3.

Wanita lebih dapat berpartisipasi dalam kehidupan sosial, mencari pekerjaan dan
meraih pendidikan ketika mereka menggunakan alat kontrasepsi dan tidak berisiko
hamil. Karena kegiatan ini umumnya meningkatkan status perempuan dalam
masyarakat, kontrasepsi secara tidak langsung mempromosikan hak-hak dan status
perempuan.

4.

Memberikan manfaat kesehatan non-reproduksi. Metode kontrasepsi hormonal


gabungan (yaitu estrogen dan progesteron) dapat menurunkan risiko kanker
ovarium dan endometrium. Injeksi progesteron juga melindungi terhadap kanker
ini dan juga terhadap fibroid rahim. Kontrasepsi implan dan sterilisasi wanita telah
terbukti mengurangi risiko penyakit radang panggul.

5.

Mencegah efek kesehatan jiwa dari kehamilan yang tidak diinginkan dan
mengurangi aborsi.
3

6.

Kemampuan untuk mengontrol kesuburan juga memungkinkan wanita untuk lebih


mengontrol aspek lain dari kehidupan mereka, misalnya memutuskan kapan dan
mengapa mereka menikah. Sejak kontrasepsi tersedia secara luas pada 1970-an,
pola perkawinan telah berubah. Wanita sekarang menikah dan memiliki anak di
usia yang lebih matang dan rata-rata memiliki anak lebih sedikit. Perubahan
demografis cenderung telah mengurangi beban emosional dan ekonomi untuk
membesarkan anak, karena keluarga sekarang biasanya memiliki lebih banyak
waktu untuk mengumpulkan sumber daya keuangan sebelum kelahiran anak.
Ukuran keluarga yang lebih kecil juga berarti bahwa orang tua memiliki lebih
banyak waktu dan sumber daya yang diberikan per anak.

D.

Metode kontrasepsi
1.

KB Suntik

Metode Keluarga Berencana ini dapat menghalangi ovulasi (masa subur),


mengubah lendir serviks (vagina) menjadi kental, menghambat sperma dan
menimbulkan perubahan pada rahim. Cara kerja KB suntik pun dapat mencegah
terjadinya pertemuan sel telur dengan sperma dan mengubah kecepatan transportasi
sel telur.
Suntikan Keluarga Berencana terbagi menjadi suntik perbulan atau suntikan
terpadu, contohnya dan suntikan per tiga bulan (suntikan progestin). Suntikan
progestin (Depo Provera atau Niisterat) atau suntikan yang diberikan tiap dua atau
tiga bulan sekali ini aman untuk ibu menyusui atau yang tidak boleh menggunakan
tambahan estrogen. Suntikan progestin lebih menyebabkan perubahan seputar haid
dan berat badan bertambah.
Suntikan perbulan atau suntikan terpadu, mengandung hormon progestin dan
estrogen. Jika Anda ingin siklus haid tetap teratur dapat menggunakan kontrasepsi
ini. Sayangnya, suntikan ini sulit diperolah dan biayanya mahal dibandingkan
suntikan progestin.

Suntikan terpadu memiliki efek samping yang sama dengan pil KB terpadu,
serta dilarang dipakai oleh ibu menyusui. Anda bisa menghentikan metode ini
kapan saja, namun baru bisa hamil satu tahun kemudian bahkan lebih, demikian
pula haid akan kembali normal setelah jangka waktu itu. Namun ada sebagian
perempuan yang mendapat haid serta hamil dalam waktu lebih cepat dari itu.Selain
menjadi kontrasepsi sementara yang paling baik, suntikan ini juga telah
mengurangi angka kegagalan kurang dari 0,1% per tahun.
Suntikan Keluarga Berencana tidak mengganggu kelancaran ASI, kecuali
Anda menggunakan suntikan terpadu. Alat kontrasepsi ini juga dapat melindungi
Anda dari anemia, dan memberikan perlindungan pada radang panggul. KB suntik
memiliki reaksi sangat cepat (kurang dari 24 jam), dapat digunakan perempuan di
atas 35 tahun, serta tidak menimbulkan ketergantungan, namun Anda harus rajin
kontrol setiap 1, 2 atau 3 bulan.
Kerugian penggunaan KB suntik ialah Anda akan mengalami gangguan haid,
dimana siklus haid bisa memendek atau memanjang, pendarahan banyak atau
sedikit, spotting, sampai tidak haid sama sekali. KB suntik pun tidak dapat
dihentikan sewaktu-waktu, naiknya berat badan, terlambatnya kembali kesuburan
setelah penghentian pemakaian, dan jika digunakan dalam jangka panjang dapat
terjadi perubahan pada lipid serum, menurunkan densitas tulang, serta keringnya
vagina yang dapat menurunkan libido, gangguan emosi, sakit kepala, dan jerawat.

2.

Pil KB

Komposisi Pil KB Andalan berbentuk kemasan untuk dikonsumsi selama 28


hari. Terdiri dari 21 tablet pil berwarna kuning yang setiap tabletnya mengandung
0.15 mg Levonorgestrel (hormon Progestin) dan 0.03 mg Etinilestradiol (hormon
Estrogen) dan 7 tablet salut gula berwarna putih yang tidak mengandung hormon.

Mekanisme KerjaPil KB Andalan akan mencegah pelepasan sel telur yang


telah diproduksi oleh indung telur sehingga tidak akan terjadi pembuahan. Hormon
yang terkandung dalam pil KB Andalan akan memperkental lendir leher rahim
sehingga mempersulit sel sperma masuk kedalam rahim. Hal ini berguna untuk
mengurangi kemungkinan terjadinya pembuahan dan kehamilan. Selain itu, Pil KB
Andalan akan menebalkan dinding rahim, sehingga tidak akan siap untuk
kehamilan.
Kualitas Apabila digunakan secara rutin dan tepat waktu, Pil KB Andalan
99,7% ampuh mencegah kehamilan. Kualitas telah memenuhi standard
internasional , Membantu mencegah kehamilan di luar rahim, kanker indung telur,
kanker rahim, kista dan kanker payudara.
Hormon yang terkandung pada setiap pil merupakan perpaduan bahan yang
sangat baik, sehingga kandungan hormon dan komposisi zat disetiap pil adalah
sama. Hal ini tentu sangat berpengaruh untuk meminimalisasi kemungkinan efek
samping dan meningkatkan efektifitas kerja dari pil ini.
Keunikan Setiap produk tentu saja memiliki keunikan. Pil KB Andalan
memiliki juga memiliki keunikan, antara lain:
Efek samping rendah
Nyaman
Menjaga siklus haid agar lebih teratur
Menjaga kestabilan berat badan
Menjaga kesehatan kulit
Kandungan hormon rendah
Kembali subur dengan cepat
Efek Samping Pada umumnya, efek samping yang mungkin terjadi
bersifat individual dan sementara dan terjadi di awal pemakaian
seperti:

Mual

Sakit kepala ringan

Pada masa 3 bulan pertama mungkin akan terjadi spotting diantara


masa haid

Perhatian

Pada umumnya, efek samping yang mungkin terjadi bersifat individual


dan sementara dan terjadi di awal pemakaian seperti:

Pil KB Andalan diminum di hari pertama haid

Pil KB Andalan harus diminum satu tablet setiap hari pada waktu
yang sama untuk mengurangi kemungkinan efek samping

Pil KB Andalan tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit


kelamin dan HIV/AIDS

Bila lupa minum 1 butir pil hormonal (berwarna kuning) maka


harus minum 2 butir pil hormonal segera setelah Anda
mengingatnya

Apabila lupa meminum 2 butir atau lebih pil hormonal (berwarna


kuning), maka dalam 7 hari gunakan kondom apabila melakukan
hubungan seksual atau hindari hubungan seksual selama 7 hari

Apabila lupa meminum 1 butir pil pengingat (berwarna putih)


maka buang pil pengingat yang terlupakan.

3.

IUD / AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)

Komposisi Batang plastik berbentuk T berukuran 3 cm dengan balutan tembaga


seluas kurang lebih 380 mm2. Mekanisme Kerja IUD Andalan akan mencegah
pelepasan sel telur sehingga tidak akan terjadi pembuahan. Selain itu mengurangi
mobilitas sperma ag`r tidak dapat membuahi sel telur serta mencegah sel telur yang
telah dibuahi menempel pada dinding Rahim . Kualitas IUD Andalan efektif mencegah
kehamilan hingga 99,4% apabila dipasang sesuai dengan prosedur oleh bidan atau
dokter terlatih.

Keunikan
Sangat murah dan efisien karena cukup sekali pemakaian yang dibantu oleh
tenaga medis
Pilihan kontrasepsi non hormonal jangka panjang yang minim efek samping
Efektif mencegah kehamilan selama 10 tahun
Cepat mengembalikan kesuburan, sehingga dapat segera hamil jika diinginkan
Tidak mempengaruhi produksi dan kualitas ASI
Efektif mencegah kehamilan ektopik
Efek Samping
Secara umum, efek samping yang timbul tidak akan bersifat permanen. Efek
samping hanya akan bersifat sementara tergantung dari penerimaan tubuh
terhadap IUD. Efek samping yang bersifat sementara tersebut antara lain:

Perubahan siklus haid pada 3 bulan pertama pemakaian

Pembengkakan panggul bisa terjadi setelah terkena infeksi penyakit


kelamin

Tidak memberikan perlindungan terhadap IMS dan HIV dan AIDS

Perhatian

Anda hanya perlu sekali dalam setahun untuk datang ke dokter atau bidan
untuk memeriksakan keberadaan IUD Anda

Pemasangan IUD harus dilakukan oleh tenaga medis yang telah dilatih

IUD dapat dipasang segera setelah melahirkan, setelah plasenta keluar

Kapan saja bisa dipasang tidak harus sedang haid asalkan Anda tidak
sedang hamil

4.

Implan

Implant adalah obat kontrasepsi yang berbentuk seperti tabung kecil, sebesar
korek api-lah kira-kira.Didalamnya terkandung hormon progesteron yang akan
dikeluarkan sedikit demi sedikit.
8

Dosis
Norplant terdiri dari 6 kapsul silastik, dimana setiap kapsulnya berisi
levornorgestrel sebanyak 36 mg. Sedang Implanon terdiri 1 kapsul silastik
yang berisi etonogestrel sebanyak 68 mg, yang dilepas tiap hari kurang lebih
30 microgram/hari
Cara kerja Implant.
Dengan disusupkannya 6 kapsul/1 kapsul silastik implant di bawah kulit, maka
setiap hari dilepaskan secara tetap sejumlah leveonorgestrel ke dalam darah
melalui proses difusi dari kapsul-kapsul yang terbuat dari bahan silastik. Besar
kecilnya levonogestrel yang dilepas tergantung besar kecilnya permukaan
kapsul silastik dan ketebalan dari dinding kapsul tersebut.
Satu set Implant yang terdiri dari 6 kapsul dapat bekerja secara efektip selama
5 tahun. Sedang Implanon yang terdiri dari 1 kapsul dapat bekerja secara
efektip selama 3 tahun.
Cara kerja dalam pencegahan kehamilan.
Dengan dilepaskannya hormon levonargestrel secara konstan dan kontinyu
maka cara kerja implant dalam mencegah kehamilan pada dasarnya terdiri atas
3 mekanisme dasar yaitu :

Menghambat terjadinya ovulasi

Menyebabkan endometrium tidak siap untuk nidasi

Mempertebal lendir serviks

Menipiskan lapisan endometrium.

Efektifitas
Sangat tinggi, kegagalannya teoritis 0,2%, dalam praktek 1 3%.
Keuntungan Implant :

Tidak menekan produksi ASI

Praktis, efektif

Tidak ada faktor lupa

Masa pakai panjang

Membantu mencegah anaemia

Khasiat kontrasepsi susuk berakhir segera setelah pengangkatan

Dapat digunakan oleh ibu yang tidak cocok dengan hormon estrogen.

Kekurangan Implant :
9

Implant harus dipasang dan diangkat oleh petugas kesehatan yang terlatih

Petugas kesehatan harus dilatih khusus

Implant mahal

Implant sering mengubah pola haid. karena adanya hormon progesterone


yang terkandung di dalamnya, perdarahan ringan diantara masa haid, juga
timbul sakit kepala ringan. karena mengandung hormone maka tentu saja
akan berpengaruh pada metabolism tubuh. Sama seperti halnya pil atau
suntik, tidak jarang pengguna implant yang tidak cocok akan mengalami
masa menstruasi yang berbeda-beda

Susuk mungkin dapat terlihat dibawah kulit.

Sebelum tindakan pemasangan.


Perlu diberi konseling secara mantap untuk peserta KB mengingat pemkaian
kontrasepsi yang lama dan harga susuk yang mahal.
Pemasangan implant.
Pemasangan dilaksanakan pada bagian tubuh yang jarang bergerak.
Berdasarkan penelitian, lengan kiri merupakan tempat terbaik untuk
pemasangan, yang sebelumnya dilakukan anaestesi lokal.
Tahap Pasca tindakan.
a. Peserta KB Susuk sebaiknya menjaga agar daerah sayatan tetap kering
minimal selama 3 hari untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi
kemungkinan infeksi.
b. Lengan akseptor kadang-kadang terasa membengkak dan berwarna kebirubiruan. Hal tersebut biasanya akibat tindakan suntikan atau pemasangan
implant dan akan menghilang dalam 3 hari hingga 5 hari.
c. Setelah 5 tahun implant atau 3 tahun untuk Implanon pemakaian, implant
dapat dilepas.
Kontraindikasi :
a. Hamil atau diduga hamil
b. Tumor
c. Penyakit jantung, kelainan haid, darah tinggi, kencing manis
Efek samping.
Pada dasarnya keluhannya sama dengan kontrasepsi suntik yaitu :
10

a. Gangguan haid
b. Jerawat
c. Perubahan libido
d. Keputihan
e. Perubahan berat badan
Bila terjadi hal-hal tersebut diatas konsultasikan kepada dokter anda untuk
memperoleh konseling dan penanggulangan.

4.

Kontrasepsi Mantap Tubektomi

Tubektomi adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas


(kesuburan) seorang perempuan secara permanen. Sterilisasi tuba bisa dilakukan
24-48 jam pasca melahirkan pada persalinan tanpa komplikasi dan bayi diyakinkan
sehat.
Kelebihan:

Konseling mutlak diperlukan

Tidak mempengaruhi proses menyusui

Tidak mengganggu hubungan seks dan perubahan dalam fungsi seksual

Sangat efektif dan permanen

Tindakan pembedahan yang aman dan sederhana

Tidak ada efek samping

Kelemahan:

Dapat menyesal di kemudian hari saat ingin memiliki anak lagi

Rasa sakit atau tidak nyaman dalam jangka pendek setelah tindakan

Harus dilakukan dojter terlatih atau dokter spesialis


11

Harus dipertimbangkan dengan baik karena bersifat permanen (tidak dapat


dipulihkan kembali) kecuali dengan operasi rekanalisasi

5.

Kontrasepsi Mantap Vasektomi

Sterilisasi berencana bisa dilakukan pada 6-8 minggu postpartum pada


pasangan yang benar-benar yakin dan bayi dalam keadaan sehat. Vasektomi adalah
prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas reproduksi prida dengan jalan
melakukan okusi vasa deferensia sehingga alur transportasi sperma terhambat dan
proses fertilisasi (penyatuan dengan ovum) tidak terjadi.
Kelebihan:

Sangat efektif dan permanen

Tidak ada efek samping jangka panjang

Konseling dan persetujuan mutlak diperlukan

Kelemahan:
Komplikasi dapat terjadi saat prosedur berlangsung atau beberapa saat
tindakan, akibat reaksi anafilaksi yang disebabkan oleh penggunaan lidokain
atau manipulasi berlebihan terhadapa anyaman pembuluh darah di sekitar vasa
deferensia.

6.

Ligasi tuba

12

Ligasi tuba adalah pemotongan dan pengikatan atau penyumbatan tuba falopii
(saluran telur dari ovarium ke rahim). Pada ligasi tuba dibuat sayatan pada perut
dan dilakukan pembiusan total. Ligasi tuba bisa dilakukan segera setelah
melahirkan atau dijadwalkan di kemudian hari. Sterilisasi pada wanita seringkali
dilakukan melalui laparoskopi. Selain pemotongan dan pengikatan,bisa juga
dilakukan kauterisasi (pemakaian arus listrik) untuk menutup saluran tuba.Untuk
menyumbat tuba bisa digunakan pita plastik dan klip berpegas. Pada penyumbatan
tuba,kesuburan akan lebih mudah kembali karena lebih sedikit terjadi kerusakan
jaringan.Teknik sterilisasi lainnya yang kadang digunakan pada wanita adalah
histerektomi

(pengangkatan

rahim)

ovarium/indung telur).

13

dan

ooforektomi

(pengangkatan

ASUHAN KEPERAWATAN

1.

Pengkajian
a. Riwayat menstruasi
Frekuensi, siklus dan lama haid terakhir
b. Riwayat kontrasepsi
-

Metode yang pernah digunakan dan alasan penghentian.

Metode yang terakhir digunakan dan pemakaian terakhir

c. Riwayat obstetric

d.

Tipe kelahiran

Gender

Lama gestasi

Komplikasi

Lama persalinan

Berat lahir

kesehatan anak-anak saat ini dan tempat tinggalnya

perasaan tentang kehamilan terdahulu atau pengalaman melahirkan

Riwayat pembedahan
-

Masalah gynekologi termasuk HPV, herpes, gonorhoe, sifilis

Pembedahan, kecelakaan, hospitalisasi

Masalah psikiatri, termasuk penyakit jiwa, depresi, ansietas, mania, serangan


panic

e.

Obat-obatan (saat ini dan masa lalu)

Riwayat keluarga
-

Risiko penyakit genetic, termasuk latar belakang etnis

Riwayat obstetric, termasuk riwayat keguguran, kembar, preeklamsi

Hubungan kekerabatan

f.

Kebiasaan tidak sehat (merokok, mengkonsumsi alcohol, obat-obatan)

g.

Status Perkawinan

h.

Riwayat Sosial
-

Tempat lahir

Situasi hidup

Pekerjaan
14

2.

Pendidikan

Sumber pendukung

Sumber stress

Diagnosa Keperawatan
a. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kondisi, kebutuhan tindakan dan
pemilihan yang tepat tentang alat kontrasepsi
b. Ansietas

berhubungan

dengan

kemungkinan

terjadinya

kegagalan

akibat

pemasangan / pemakaian alat KB

3.

Rencana Asuhan Keperawatan


a. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kondisi, kebutuhan tindakan dan
pemilihan yang tepat tentang alat kontrasepsi
Tujuan : pengetahuan klien tentang alat kontrasepsi bertambah
Kriteria hasil :
o Mampu memilih alat kontrasepsi yang sesuai
o Mampu menyebutkan manfaat dari penggunaan alat kontrasepsi (KB)

Intervensi Keperawatan :

NO
1

INTERVENSI
Jelaskan / informasikan tentang
Keluarga Berencana (KB)
meliputi tujuan KB, sasaran
KB, metode yang efektif
Kaji tingkat pengetahuan
klien/pasangan, kesiapan dan
kemampuan untuk belajar.
Dengarkan , bicara dengan
tenang dan berikan waktu
untuk bertanya dan meninjau
materi
Diskusikan dengan
klien/pasangan implikasi
jangka pendek dan jangka
panjang penggunaan alat
kontrasepsi
15

RASIONAL
Memberikan informasi untuk membantu
klien/pasangan memahami dan memutuskan
sesuatu
Memberikan informasi yang perlu untuk
mengembangkan rencana perawatan

Memungkinkan klien/pasangan untuk


membuat keputusan berdasarkan informasi

Kolaborasi dengan dokter


Mendukung keputusan klien/pasangan dan
untuk pemilihan yang tepat dan membantu mengurangi risiko terganggunya
terapi yang sesuai apabila ada
kesehatan
gangguan

b. Ansietas

berhubungan

dengan

kemungkinan

terjadinya

kegagalan

akibat

pemasangan / pemakaian alat KB


Tujuan : klien mengungkapkan kenyamanan dan tidak terjadi kecemasan
Kriteria hasil :
o

klien tampak rileks

P : 60-100x/menit

N : 20x/menit

Intervensi Keperawatan :

NO

INTERVENSI

RASIONAL

Observasi tanda-tanda vital


(TD, SUHU, NADI, TEMP)

Tinjau ulang penyebab,


sumber dan manifestai
kecemasan

Tanda vital klien mungkin berubah karena


kecemasan. Tanda vital yang stabil
menunjukkan penurunan tingkat kecemasan
Mengidentifikasi perhatian pada bagian
khusus
dan
menentukan
arah
dan
kemungkinan pilihan/intervensi

Jelaskan prosedur,
intervensi keperawatan dan
tindakan

Pengetahuan tentang alas an aktivitas ini


dapat menurunkan rasa takut akibat
ketidaktahuan

Pertahankan komunikasi
terbuka, diskusikan
kemungkinan efek samping
dan keuntungan penggunaan
alat KB

Informasi dan jawaban atas pertanyaan dapat


membantu
menurunkan
ansietas
dan
meningkatkan kepercayaan diri klien dan
pasangan

Anjurkan penggunaan
teknik relaksasi (misal :
latihan nafas dalam)

Mencegah kelelahan otot dan memberikan


kesempatan untuk partisipasi aktif dan
meningkatkan rasa kontrol

Kolaborasi dengan dokter


dalam pemberian obat
anticemas

Memblok system syaraf yang meningkatkan


kecemasan

16

4.

Evaluasi
1.

Klien dan pasangan memiliki pengetahuan tentang keluarga berencana

2.

Klien mampu memilih alat kontrasepsi yang tepat dan sesuai

3.

Klien mengungkapkan kenyamanan dan tidak terjadi kecemasan

17

BAB III
PENUTUP

1.

KESIMPULAN

Keluarga berencana adalah salah satu cara untuk menunda perkawinan dan
mengurangi kelahiran bayi kedunia dengan tujuan membuat keluarga yang sederhana
dan tercukupi diantaranya dengan berbagai metode seperti pil KB , IUD , KB suntik
dan implant

2.

SARAN

Selaku umat manusia kita harus memperhatikan berbagai kondisi dalam


berkeluarga merencanakan sebelum kelahiran dan mengantisipasi banyaknya kelahiran
dengan metode metode keluarga berencana .
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok
bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya,
kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada
hubungannya dengan judul makalah ini. Penyusun banyak berharap para pembaca
memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya
makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan kesempatan berikutnya.
Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembacanya

18

DAFTAR PUSTAKA
Doenges, Marylinn E 2001. Rencana Perawatan Maternal/Bayi : Pedoman untuk perencanaan
dan dokumentasi perawatan klien. Jakarta : EGC
Doenges, Marylinn E. (2000). Rencana Asuhan keperawatan, edisi 3, penerbit buku
kedokteran, Jakarta.
Manuaba, Ida Bagus Gde. 1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta ; EGC
Sarwono P. ( 1999). Ilmu Kandungan, Yayasan bina pustaka, edisi 2, Jakarta

19

Anda mungkin juga menyukai