Anda di halaman 1dari 29

BAB 3

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa sistem yang berjalan ( program


Link 5000 ) kemudian membuat aplikasi untuk memonitoring dan kontrol dari genset.
Penelitian dilakukan di PT Kita Maju Niaga ( distributor utama Deep Sea Electronics
Plc untuk Indonesia ). Penelitian terhadap cara program Link 5000 memonitoring dan
melakukan kontrol terhadap modul 5510 ( kontroler genset ) menghasilkan parameterparameter yang menjadi acuan untuk perancangan aplikasi kontrol dan pengawasan
multigenset via jaringan LAN. Cara pengambilan parameter-parameter ini dilakukan
dengan perintah dari Link 5000 serta respon dari kontroler genset diambil dengan modul
trapping.
Pada perancangan aplikasi dibuat flowchart program dan tampilan GUI
(Graphical User Interface) yang sesuai dengan parameter-parameter yang dibutuhkan.
Pada rancangan GUI, dibuat tampilan status untuk semua kontroler genset yang
terhubung atau hanya satu tampilan (single) kontroler genset yang diinginkan. Pada
rancangan GUI, juga dibuat tampilan (hanya dapat single kontroler genset) untuk
melakukan fungsi kontrol kontroler genset dengan mimic. Pada perancangan aplikasi
juga dibuat client dapat memonitoring dan kontrol terhadap kontroler genset lewat
server.

53

54
3.1

Analisis Sistem Berjalan


Untuk memenuhi tujuan dari penelitian, sebagai langkah awal dilakukan

observasi (penelititan lapangan). Observasi ditujukan untuk mengetahui sistem yang


sedang berjalan dan menganalisis permasalahannya. Pada sistem yang berjalan,
digunakan program Link 5000 untuk memonitoring dan melakukan kontrol terhadap
modul 5510 (kontroler genset).

3.1.1

Program Link 5000


3.1.1.1 Blok Diagram

Gambar 3.1 Gambar Blok Diagram Program Link 5000

Pada program Link 5000, hanya satu modul 5510 yang dapat
berkomunikasi dengan client menggunakan converter RS-232 to RS-485
dalam suatu waktu. Ketika client ingin melihat status dan kontrol ke
modul 5510 (kontroler genset) yang lain, maka program link 5000 harus
disconnect terlebih dahulu dan mengganti slave id (pada setting awal

55
program ini) dengan slave id dari genset yang diinginkan. Pada program
Link 5000, user harus langsung menghubungkan modul 5510 dengan
komputer/laptop di tempat modul tersebut berada. Hal ini menjadi
kelemahan dari program Link 5000 sehngga menjadi fokus penelitian ini,
dimana dibuat suatu aplikasi yang mampu melihat status dan melakukan
kontrol dari semua genset yang terhubung di modul kontroller, baik itu
secara langsung, maupun secara remote dengan jaringan LAN.

3.1.1.2 Kelemahan Link 5000


Pada program Link 5000, user memiliki keterbatasan membaca
status dan melakukan kontrol hanya pada satu modul 5510. Pembacaan
status dan pengkontrol tidak dapat dilakukan pada beberapa modul 5510
secara bersamaan. Bila user ingin berkomunikasi dengan modul 5510
yang lain, maka user harus disconnect terlebih dahulu dengan modul
5510 sebelumnya serta mengganti modul slave id sesuai dengan nomor
slave id dari modul 5510 yang ingin dilihat statusnya serta dikontrol.

56

Gambar 3.2 Gambar Setting Slave id Program Link 5000

Gambar 3.3 Gambar Connect Program Link 5000

Setelah user melakukan setting slave id, baud rate, dan


komunikasi RS-485, kemudian user mengklik tombol connect via 485.

57
Ketika user mengklik tombol connect, maka program Link 5000 hanya
menampilkan status dan kontrol modul 5510 yang sesuai dengan slave id
yang diminta oleh user pada setting awal program ini.
Pada program Link 5000, user harus pergi ke ruangan genset
untuk membaca status dan melakukan kontrol pada modul 5510. Program
aplikasi ini tidak memiliki kemampuan untuk membaca status dan
melakukan kontrol secara remote sehingga dapat mengurangi efisiensi
dan efektifitas dari program aplikasi ini.

3.1.2. Parameter-parameter dari Link 5000 sebagai Acuan Perancangan


3.1.2.1 Status Engine

Gambar 3.4 Gambar Status Engine Program Link 5000

58
Pada tampilan status engine, berisi tentang segala informasi
mengenai engine genset, seperti engine speed, tegangan baterai, charge
alt, dan lain sebagainya. Tampilan diatas menjadi acuan dalam
perancangan pada penelitian ini.

3.1.2.2 Status Generator

Gambar 3.5 Gambar Status Generator Program Link 5000

Pada tampilan status generator, berisi tentang segala informasi


mengenai

generator instrument, seperti tegangan generator phase-

neutral; tegangan generator phase-phase; generator power L1, L2, L3,


dan total; serta Power Factor L1, L2, L3, dan average. Tampilan diatas
menjadi acuan dalam perancangan pada penelitian ini.

59
3.1.2.3 Status Main

Gambar 3.6 Gambar Status Main Program Link 5000

Pada tampilan status main, berisi tentang segala informasi


mengenai

supply listrik PLN, seperti tegangan main phase-neutral;

tegangan main phase-phase; main power L1, L2, L3, dan total; serta
Main Power Factor L1, L2, L3, dan average. Tampilan diatas menjadi
acuan dalam perancangan pada penelitian ini.

60
3.1.2.4 Status Mimic

Gambar 3.7 Gambar Mimic Program Link 5000

Gambar diatas adalah tampilan Mimic dari Link 5000 yang


berfungsi sebagai fungsi kontrol dari modul genset yang terhubung. Pada
Mimic, terdapat 5 buah tombol untuk modul 5510 dan 1 tombol sebagai
tombol tambahan yang hanya terdapat pada modul 5560. Keenam tombol
tersebut mempunyai fungsi masing-masing, yaitu sebagai berikut :

Tombol pertama ( dari kiri ) adalah tombol stop mode

Tombol kedua ( gambar tangan ) adalah tombol manual mode

Tombol ketiga ( Test-on-Load ) adalah tombol untuk memilih


supply listrik dari genset walaupun terdapat supply listrik dari
PLN. Tombol ini terdapat pada kontroler genset tipe 5560.

Tombol keempat ( gambar auto ) adalah tombol auto mode

61

Tombol kelima adalah tombol untuk mematikan suara alarm.

Tombol keenam adalah tombol start digunakan oleh kontroler


genset untuk menjalankan generator.

3.2

Perancangan Aplikasi
3.2.1

Pengambilan Data dengan Modul Trapping dan Program Mscomm


Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan modul trapping

dimana terdapat terdapat 2 komputer/laptop dan 1 modul 5510. Satu komputer


menjalankan program Link 5000 dan komputer yang lain menjalankan program
Mscomm. Komputer yang menjalankan program Mscomm diletakkan di antara
komputer yang menjalankan program Link 5000 dan modul 5510. Komputer
(yang menjalankan Mscomm) dapat mengambil respon genset dan perintah dari
Link 5000 dengan memindahkan switch pada modul trapping. Data transfer hasil
dari trapping dalam bentuk bilangan hexadesimal.

Modul Trapping
Genset

PC ( Link 5000)

PC ( Mscomm)

Gambar 3.8 Gambar Blok Diagram modul trapping

62
Genset

PC (Mscomm)

PC (Link 5000)

Gambar 3.9 Gambar Modul Trapping

Gambar 3.10 Gambar respon data dari kontroler genset

63
3.2.1.1 Menganalisa dan Mengirim Data dari Mscomm
Data-data yang didapat dari Mscomm terdapat di dalam
lampiran LA-1. Berikut contoh cara baca data yang dikirim dari
Link 5000 :
Perintah dari program : 0a 03 03 06 00 01 65 34
0a

: slave address

03

: function code 03 ( Read Holding Register )

03

: first register address ( High Byte )

page number

06

: first register address ( Low Byte )

register offset

00

: number of register ( High Byte )

01

: number of register ( Low Byte )

65 34 : error check (CRC)

Protocol Data Unit (PDU) pada perintah diatas adalah 03 03 06


00 01, sedangkan Application Data Unit (ADU) adalah 0a 03 03 06 00 01
65 34 ( semua code perintah tersebut ).
Setelah mengetahui perintah di atas merupakan satu request,
maka cara tersebut digunakan untuk membagi-bagi perintah dari Link
5000. Untuk lebih mempermudah, maka perintah-perintah yang dibagi
disimbolkan menjadi beberapa huruf kapital dimana perintah yang sudah
diringkas tersebut terdapat pada lampiran LA-4.
Setelah

mengetahui

perintah-perintah

tersebut,

selanjutnya

perintah-perintah tersebut dikirim menggunakan Mscomm pada komputer


yang satunya, sedangkan komputer lain juga menjalankan Mscomm untuk

64
mengambil respon dari modul 5510. Hasil dari respon modul 5510 dapat
dilihat pada lampiran LA-7. Berikut contoh perintah dan cara baca data
respon dari modul 5510 :
Respon dari device : 0a 03 02 00 00 1d 85
0a

: slave address

03

: function code 03

02

: byte count

00

: first register address ( High Byte )

00

: first register address ( Low Byte )

Setelah mengetahui respon dari modul 5510 tersebut, selanjutnya


perintah dan respon tersebut dapat diketahui artinya dengan melihat
dokumen gencomm (terdapat dalam lampiran). Dari perintah dan respon
diatas dapat diartikan sebagai berikut :

Perintah dimasukkan lewat Mscomm : 0a 03 03 06 00 01 65 34


Respon dari device :

0a 03 02 00 00 1d 85

Isi data dari genset adalah byte ke 4 dan 5 (00 00)

Page 3 - Generating Set Status Information


Register offset 6 :

control unit not configured = 0

(bit ke-16 dari 16 bit)

unimplemented = 0

(bit ke-15 dari 16 bit)

65

control unit falure = 0

(bit ke-14 dari 16 bit)

shutdown alarm active = 0

(bit ke-13 dari 16 bit)

electrical trip alarm active = 0

(bit ke-12 dari 16 bit)

warning alarm active = 0

(bit ke-11 dari 16 bit)

telemetry alarm flag = 0

(bit ke-10 dari 16 bit)

satellite telemetry alarm flag = 0

(bit ke-19 dari 16 bit)

no font file = 0

(bit ke-8 dari 16 bit)

unimplemented

(bit ke-1 s/d 8 dari 16 bit)

0 = berarti nilainya No ( Not Active )


1 = berati nilainya Yes ( Active )

Cara membaca perintah tersebut sama dengan cara membaca


perintah-perintah yang lain sehingga dapat diketahui perintah-perintah
apa yang diperlukan untuk membaca status dan melakukan kontrol
terhadap modul 5510. Perintah-perintah tersebut yang nanti akan
digunakan untuk membuat program genset manager.

66
3.2.2

Flowchart

Gambar 3.11 Main Flowchart

Penjelasan Flowchart diatas :


Pada awalnya, program akan mengeset inisialisasi COM Port, setting
com-port (serial com dari computer), dan variabel yang digunakan, sebagai
setting awal. Kemudian user dapat memilih apakah genset manager akan menjadi
server atau client. Apabila genset manager sebagai server, maka flowchart ini
akan masuk ke flowchart prosedur server. Jika genset manager sebagai client,
maka flowchart ini akan masuk ke flowchart prosedur client. Bila user
disconnect, apakah user keluar dari program atau tidak. Jika user keluar dari
program, maka program selesai.

67

Gambar 3.12 Flowchart Prosedur Server

68
Penjelasan Flowchart diatas :
Bila genset manager berfungsi sebagai server, maka pada awalnya
program akan menunggu perintah connect dari user. Bila perintah connect telah
diterima, maka program akan mengecek berapa jumlah genset yang terhubung.
Kemudian program akan me-load component GUI sejumlah genset yang
terhubung.
Setelah itu, program akan mengirimkan perintah untuk membaca register
pada salah satu genset. Hasil bacaan register akan diperiksa apakah crc-nya benar
atau tidak, bila salah maka perintah akan dikirim ulang. Bila benar maka hasilnya
akan ditampung program pada variabel masing-masing dan dikirimkan kepada
client (jika ada). Selanjutnya program akan mengecek apakah program
beroperasi pada fungsi status atau mimic.
Dalam fungsi status, genset manager akan menampilkan data status
genset dalam dua mode, yaitu mode all atau single. Dalam mode all, data seluruh
genset akan ditampilkan pada satu screen, sedangkan mode single, akan
menampilkan data genset sesuai dengan address yang dipilih oleh user. Dalam
satu kali cycle, status genset di layar hanya akan terupdate untuk satu genset dan
selanjutnya akan digilir.
Dalam fungsi mimic, mula-mula genset manager akan mengecek control
mode pada genset yang dipilih oleh user dan kemudian menampilkan hasil
tersebut pada screen serta mengirimkannya kepada client. Setelah itu, user dapat
memberikan perintah untuk merubah kontrol mode pada genset tersebut.
Setelah itu, program akan mengecek apakah ada pengiriman perintah
dari client. Pengiriman perintah tersebut dapat memiliki dua arti. Arti pertama

69
adalah client sedang meminta jumlah total genset yang terhubung. Arti kedua
adalah client sedang mengirimkan perintah mimic yang harus server teruskan ke
genset. Selanjutnya program menunggu apakah ada perintah disconnect dari
user. Jika tidak ada, maka program akan mengecek status genset selanjutnya.
Jika ada perintah disconnect, maka program akan kembali ke main flowchart.

Gambar 3.13 Flowchart Prosedur Client

Penjelasan flowchart diatas :

70
Penjelasan flowchart diatas :
Bila genset manager berfungsi sebagai client, maka pada awalnya
program akan menunggu perintah connect dari user. Bila perintah connect telah
diterima, maka program akan menset IP server dan connect ke server. Kemudian
program akan me-load component GUI sejumlah genset yang terhubung.
Setelah itu, program akan menanyakan apakah program menerima packet
data dari server atau tidak. Jika program menerima packet data dari server,
maka client akan membaca packet data tersebut dan meng-update register.
Selanjutnya program akan mengecek apakah program beroperasi pada fungsi
status atau mimic.
Dalam fungsi status, genset manager akan menampilkan data status
genset dalam dua mode, yaitu mode all atau single. Dalam mode all, data seluruh
genset akan ditampilkan pada satu screen, sedangkan mode single, akan
menampilkan data genset sesuai dengan address yang dipilih oleh user. Dalam
satu kali cycle, status genset yang terupdate di layar hanya satu dan selanjutnya
akan digilir.
Dalam fungsi mimic, mula-mula genset manager akan mengecek control
mode pada genset yang dipilih oleh user dan kemudian menampilkan hasil
tersebut pada screen. Setelah itu, user dapat memberikan perintah untuk merubah
control mode pada genset tersebut melewati server..
Selanjutnya program menunggu apakah ada perintah disconnect dari user.
Jika tidak ada, maka program akan kembali mengecek status genset. Jika ada
perintah disconnect, maka program akan kembali ke main flowchart.

71
3.2.3

Tampilan GUI
3.2.3.1 GUI Awal

Gambar 3.14 Gambar Awal Genset Manager

Pada GUI awal ( sebelum connect ) diset baudrate, com-port


yang digunakan (dalam interface), dan user dapat memilih operation
mode sebagai server atau client, bila server yang dipilih maka frame
server setting harus diset sedangkan bila client yang dipilih maka frame
client settings harus diset dengan mengeset IP server dan server portnya
yang sesuai pada settingan di server ( dalam netsetting ).

72

Gambar 3.15 Gambar Network Setting Genset Manager

Berikut ini merupakan tampilan awal sebelum connect dari


parameter-parameter yang akan di tampilkan di program genset
manager :

Gambar 3.16 Gambar Awal Main Genset Manager

73

Gambar 3.17 Gambar Awal Generator Genset Manager

Gambar 3.18 Gambar Single View Genset Manager

74

Gambar 3.19 Gambar Awal Mimic Genset Manager

Gambar 3.20 Gambar Connect Genset Manager

75
Tampilan diatas merupakan tampilan ketika user menekan
tombol connect dimana terdapat progress ketika program genset manager
sedang mencari satu atau beberapa modul 5510 yang terhubung.

Gambar 3.21 Gambar Connection Failed Genset Manager


Tampilan diatas merupakan tampilan jika tidak ada satupun
modul 5510 yang terhubung dengan server.

76
3.2.3.2 GUI Menampilkan Status Genset
Bila terdapat satu atau beberapa modul 5510 yang terhubung,
maka user dapat memonitoring semua genset atau satu genset saja, serta
user juga dapat memilih TAB manakah yang akan ditampilkan, pada
gambar 3.22 ditampilkan sebuah TAB engine yang menampilkan
semua genset modul 5510 yang terhubung dengan parameter- parameter
seperti pada Link 5000, TAB mains pada gambar 3.23 dan generator
pada gambar 3.24.

Gambar 3.22 Gambar Status Engine Genset Manager

77

Gambar 3.23 Gambar Status Generator Genset Manager

Gambar 3.24 Gambar Status Main Genset Manager

78

Gambar 3.25 Gambar Status Engine Single View Genset Manager


Pada gambar diatas ditampilkan sebuah engine dengan single
view pada modul 5510 yang memiliki address 60.

Gambar 3.26 Gambar Status Generator Single View Genset Manager

79

Gambar 3.27 Gambar Status Main Single View Genset Manager

3.2.3.3 GUI Menampilkan Kontrol Genset


Fungsi kontrol (Mimic) pada genset manager difokuskan untuk
menyerupai tombol-tombol kontrol pada fisik kontroler genset. Berikut
merupakan tampilan Mimic ketika manual mode, stop mode, dan auto
mode.

80

Gambar 3.28 Gambar Mimic Manual Mode Genset Manager

Gambar 3.29 Gambar Mimic Auto Mode Genset Manager

81

Gambar 3.30 Gambar Mimic Stop Mode Genset Manager