Anda di halaman 1dari 7

http://library.um.ac.id/free-contents/index.php/pub/search/by-month.2012.

html

Pengantar Ilmu Administrasi


Perbedaan Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Administrasi Niaga

1.
2.
3.
4.

Perkembangan Administrasi Negara sebagai ilmu.


Arti dan definisi Administrasi Negara.
Arti Administrasi Niaga.
Perbedaan arti laba (untung) dalam pengertian ekonomi dan laba (untung) dalam pengertian Niaga.
Perbedaan antara Administrasi Negara dan Administrasi Niaga (swasta).
Administrasi Negara dan Administrasi Pembangunan
Administrasi Pembangunan timbul karena adanya tuntutan dan kebutuhan bagi negara-negara yang sedang
berkembang, yang berusaha mengatasi masalah-masalah keterbelakangan, kemiskinan, kebodohan, dan
sebagainya. Hal ini disebabkan oleh prinsip-prinsip dan teori-teori dari Administrasi Negara yang tradisional,
yang dikembangkan di negara-negara Barat, terutama di negara Amerika Serikat dirasakan tidak sesuai lagi
negara-negara yang sedang berkembang. Oleh karena itu Administrasi Pembangunan adalah Administrasi
Negara yang berorientasi terhadap pembangunan. Di samping itu Administrasi Pembangunan juga masih
mendasarkan diri atas prinsip-prinsip dan analisis Administrasi Negara. Beberapa pendapat dan definisi
Administrasi Pembangunan telah dikemukakan oleh beberapa ahli sebagai bahan perbandingan dan untuk
memperluas wawasan. Selanjutnya dikemukakan perbedaan antara Administrasi Negara dan Administrasi
Pembangunan untuk lebih memperjelas batas-batas dan ruang lingkupnya.
Pengelompokan Ilmu Administrasi
Pengelompokan Ilmu Administrasi terdiri atas (a) pengelompokan yang bersifat administrasi umum, (b)
pengelompokan di bidang pembangunan, (c) pengelompokan yang bersifat sektoral, dan (d) pengelompokan
atas dasar Pelayanan administratif (administrative services). Pengelompokan yang terakhir yaitu pelayanan
administratif dilakukan oleh satuan kerja yang disebut dengan Kantor (Perkantoran) atau Manajemen Kantor
(Perkantoran). Administrasi Perkantoran bertugas membantu pelaksanaan tugas pokok/tujuan
Organisasi/Badan Usaha. Administrasi Kantor/Perkantoran biasanya disebut Sekretariat atau Tata Usaha
yang bertugas melakukan pelayanan administratif, berupa urusan: Kerumahtanggaan, Ketatausahaan,
Kepegawaian, Keuangan, dan sebagainya yang bersifat pelayanan intern (internal services).

1.
2.
3.
4.
5.
1.
2.
3.
4.
1.
2.
3.
5.

1.
2.
3.
4.
5.

PERKEMBANGAN ADMINISTRASI SEBAGAI ILMU


Pengalaman dan Penelitian Hennry Fayol dalam Mengembangkan lmu Administrasi
Upaya yang dilakukan oleh Henry Fayol dalam usaha menyelamatkan industri pertambangan yang mengalami
kemunduran.
Alasan diperlukan latihan dan teori Administrasi, serta upaya yang dilakukan oleh Henry Fayol untuk
memenuhi kebutuhan tersebut.
Alasan diperlukan pengajaran Administrasi yang bersitat umum, menurut Henry Fayol.
Alasan Henry Fayol menganjurkan latihan Administrasi bagi jabatan pimpinan.
Upaya yang dianjurkan oleh Henry Fayol untuk mengembangkan teori administrasi.
Hasil Penelitian Henry Fayol
Ada 6 kegiatan dari suatu badan usaha, dimana administrasi merupakan bagian dari kegiatan itu
Adanya unsur-unsur administrasi, sebagai pedoman kegiatan dari suatu badan usaha
Fayol menerapkan 14 prinsip-prinsip umum dari Administrasi
Teori Administrasi yang lain, misalnya.
One head for one body
Many brains to help
Unity of comnand and unity of direction ,
Teori komunikasi yang diperkenalkan oleh Fayol yang disebut Jalan Pintas (the gangplank)
PERKEMBANGAN ILMU ADMINISTRASI DI INDONESIA
Ilmu Administrasi pada Waktu Pemerintahan Hindia Belanda dan Pengaruh Administrasi Militer
Penggunaan istilah administrasi di bidang pemerintahan pada pemerintahan Hindia Belanda.
Pembagian wilayah administrasi.
Lembaga-lembaga pemerintah Hindia Belanda.
Susunan organisasi pemerintah Hindia Belanda.
Daerah-daerah Otonom.

http://library.um.ac.id/free-contents/index.php/pub/search/by-month.2012.html

6.
7.

1.

2.

1.
2.
3.
4.
5.

6.
7.

Istilah administrasi di bidang hukum dan di bidang perekonomian.


Pengaruh Administrasi Militair pada waktu Perang Dunia II.
Perkembangan Administrasi sesudah Kemerdekaan
Praktik-praktik administrasi yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda, baik di bidang Pemerintahan,
Hukum dan Perekonomian. Namun praktik-praktik administrasi tersebut, dimonopoli oleh orang-orang Belanda.
Sehingga ilmu Administrasi kenyataannya menjadi milik bangsa penjajah. Orang-orang Indonesia hanya
sekedar sebagai pelaksana saja. Mereka pada umumnya hanya memiliki pangkat sebagai Mandor/Krani, Juru
Tulis (Klerk), sehingga mereka hanya mengenal arti administrasi dalam arti sempit.
Pengaruh keberhasilan Administrasi Militer pada Perang Dunia II, menyebabkan bangsa-bangsa di dunia
banyak mempelajari ilmu administrasi.
Menyadari atas kekurangannya di bidang administrasi, pemerintah Indonesia mendatangkan Misi Ahli dari
Amerika Serikat untuk memperbaiki kekurangan tersebut.
Akhirnya Misi Ahli memberikan rekomendasinya, yaitu: Perlunya Pendidikan dan Latihan Administrasi di
Indonesia (Training for Administration in Indonesia)
HUBUNGAN DAN KAITAN ANTARA ADMINISTRASI, ORGANISASI DAN MANAJEMEN
Persamaan dan Perbedaan antara Adiministrasi dan Manajemen
Pendapat yang menyatakan bahwa administrasi sama dengan manajemen. Seperti pendapat yang dikemukakan
oleh PBB bahwa kedua istilah itu dipakai secara sinonim, di mana administrasi banyak dipergunakan di bidang
administrasi Negara, sedangkan manajemen banyak dipergunakan di bidang administrasi Niaga (swasta) dan
Administrasi Niaga (negara).
Pendapat yang menyatakan bahwa administrasi berbeda dengan manajemen. Hal ini terutama di bidang
administrasi Negara, administrasi Pemerintah yang dilakukan oleh Presiden dan para Menteri sebagai penentu
kebijaksanaan dalam rangka mencapai tujuan negara. Sedangkan yang wajib melaksanaan kebijaksanaan
tersebut ialah manajemen. Manajer bertanggung jawab untuk melaksanakannya ke arah tercapainya tujuan
tersebut.
Hubungan dan Kaitan antara Administrasi, Organisasi dan Manajemen
Pendapat tentang administrasi yang terdiri atas organisasi dan manajemen.
Berdasarkan pendapat tersebut, administrasi mempunyai arti yang lebih luas daripada manajemen.
Administrasi sesuai dengan prosesnya ialah menentukan tujuan dan kebijaksanaan, sedangkan organisasi
sebagai wadah untuk mencapai tujuan.
Untuk merealisasikan tercapainya tujuan diperlukan manajemen.
Sesuai dengan tingkat-tingkatnya, maka kemampuan manajemen (managerial skill) meliputi kemampuan
konsepsional, kemampuan melakukan hubungan dengan manusia yang lain (human skill), dan kemampuan
teknis (tecnical skill).
Arti, definisi, ciri-ciri dan prinsip-prinsip organisasi, perbedaan sentralisasi dengan desentralisasi organisasi,
dan organisasi formal dengan organisasi informal.
Arti, definisi, dan proses atau fungsi manajemen, menurut: W.H. Newman, Luther Gulick, G. R. Terry, H. Koontz
& ODonnell, dan John F. Mee.

8. PERKEMBANGAN KEILMUAN ADMINISTRASI PUBLIK


9. 6 03 2009
10.
11. Pada tataran keilmuan, administrasi publik mengalami perubahan dewasa ini terutama sejak
tahun 1990an. Administrasi publik yang semula dianggap sebagai konsep ekslusif yang
berfokus kepada masalah efisiensi dan efektifitas telah bergeser menjadi konsep yang
multidisipliner. Administrasi publik tidak saja berfokus kepada efisiensi tetapi lebih luas lagi
seperti isu demokrasi, pembedayaan, afirmative action dsb. Secara garis besar konsep
administrasi publik dibagi menjadi empat generasi yaitu generasi pertama yang menonjolkan
karakteristik scientific administration, generasi kedua yaitu pluralism administration dimana
administrasi berkembang berkat dukungan atau kontribusi ilmu ilmu sosial yang lain,
generasi ketiga yang ditandai dengan kedewasaan jatidiri administrasi publik sebagai domain
studi tersendiri dan generasi keempat dimana administrasi dipandang sebagai proses
governance.

http://library.um.ac.id/free-contents/index.php/pub/search/by-month.2012.html

12.
13. Generasi pertama
14. Kendati pengajaran ilmu administrasi telah dimulai sejak abad 18 terutama melalui
pengajaran kameralisme di Jerman oleh Frederick William (1788) dan di Prancis pada era
Napoleon, dalam literatur administrasi publik, karya Wilson lebih banyak dikenal sebagai
tonggak perkembangan awal pemikiran administrasi publik. Generasi pertama pemikiran
administrasi publik banyak menekankan sisi scientifik dan prinsip prinsip universal untuk
mencapai efisiensi dan efektifitas. Woodrow Wilson melalui karyanya the study of
administration, tahun 1887, berpendapat bahwa administrasi merupakan hasil
perkembangan dari ilmu politik. Seperti yang dikatakannya bahwa The science of
administration is the latest fruit of that study of the science politics which was begun some
twenty-two hundred years ago... meskipun merupakan hasil dari perkembangan ilmu politik,
Wilson menegaskan bahwa ilmu administrasi berbeda dengan ilmu politik. Wilson yang
tertarik dengan administrasi yang dikembangkan di Prancis dan Jerman pada masa itu,
berpendapat bahwa administrasi berfungsi untuk membantu executif untuk menjalankan
pekerjaan secara efektif dan efisien sehingga harus dipisahkan dari politik.
15. The field of administration is a field of business. It is removed from hurry and strife of
politics; it is at most points stands apart even from debatable ground of constitutional study
(..) the object of administrative study is to rescue executive methods from confussion and
costliness of empirical experiment and set them upon foundation laid deep in stable
principle.
16.
17. Pendirian Wilson ini menjadi dasar pemikiran awal kelahiran ilmu administrasi publik di
awal abad 20. Karya penting yang memperkuat pandangan dikotomi antara administrasi dan
politik adalah dikemukakan oleh Frank J Goodnow (1900) dan Leonard D White. Goodnow
menegaskan bahwa terdapat dua fungsi yang berbeda dalam pemerintahan. Pertama, politik
yaitu fungsi menyangkut pembuatan kebijakan atau expresi dari kehendak negara. Dan
administrasi yaitu fungsi yang terkait dengan pelaksanaan kebijakan tersebut. Perbedaan ini
didasarkan pada pemisahan kekuasaan. Cabang legislatif dibantu oleh kemampuan
intrepretatif dari cabang kekuasaan judisial, bertugas menjalankan kehendak negara.
Sedangkan cabang kekuasaan eksekutif bertugas untuk mengadministrasikan kebijakan
tersebut secara imparsial dan non diskriminatif.
18. Pemisahan administrasi publik dari ilmu politik menjadi semakin kokoh dengan kontribusi
dari prinsip prinsip saintifik dalam administrasi. Pada masa itu beberap pemikiran saintifik
manajemen seperti yang dipublikasikan oleh Frederick Taylor (1912) dan Frederick Henry
Fayol (1916) berjudul Administration Industrielle et Gnral sangat berpengaruh dalam
perkembangan administrasi publik saat itu. Pengaruh pemikiran manajemen saintifik tersebut
diperkuat dengan karya Luther Gullick dan Lyndall Urwick yang berjudul Papers on the
science of administration (1937). Kedua penulis tersebut, hampir sama dengan Fayol dan
Taylor berkeyakinan bahwa terdapat prinsip prinsip universal yang dapat diterapkan dalam
mengelola di setiap organisasi baik pemerintah, perusahaan, organisasi sosial dsb. Prinsip
tersebut adalah Planning, Organising, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting dan
Budgeting.
19.
20.
21. Generasi kedua
22. Memasuki tahun 1950an, ilmu administrasi publik dipengaruhi oleh dua pandangan yang
berbeda. Peter Self menyebut masa ini adalah muncul adanya pluralisme teori administrasi
publik. Ada dua pengaruh dalam perkembangan administrasi publik saat itu yaitu ilmu politik
dan manajemen. Menguatnya pengaruh ilmu politik, dimulai dari pernyataan D. Waldo

http://library.um.ac.id/free-contents/index.php/pub/search/by-month.2012.html

(1950) yang menyatakan bahwa A theory of Public Administration means in our time a
theory of politics also. Ilmu politik sebagai ibu dari administrasi publik menyumbangkan
pemikiran yang signifikan terhadap konsep konsep demokrasi, masyarakat pluralist,
kesetaraan, dan birokrasi. Sumbangan ilmu politik ini lahir dari konteks dunia khususnya
negara barat waktu itu yang dihadapkan pada masalah perang ideologi, dominasi birokrasi
dalam menopang wellfare state. Ilmu politik menyumbangkan studi birokrasi dalam
kaitannya dengan pembangunan politik. Hal ini misalnya terlihat dari karya La
Palombara, Bureaucracy and political development (1963), Lucian W Pye (Crisis in political
development, l972). Pengaruh ilmu politik juga membuahkan pendekatan baru dalam
administrasi publik yaitu ilmu kebijakan publik. Hal ini dipelopori oleh karya terutama
Linbolm (1968), Wildavsky (1964).
23.
24. Demikian pula halnya dengan ilmu manajemen. Pengaruh ilmu manajemen dalam
administrasi publik adalah cara pandang adanya prinsip prinsip manajemen yang dapat
diterapkan di semua jenis organisasi. pandangan ini mendorong para sarjana administrasi
publik membuat jurnal administrative science quarterly pada tahun 1956. Jurnal ini
menggambarkan sikap para sarjana administrasi publik yang berpendapat bahwa ilmu
administrasi adalah sama dengan ilmu manajemen (generic management) yang dapat
diterapkan disegala bentuk organsisasi, publik, privat, sosial dsb. Karena pengaruh
manajemen yang kuat dalam administrasi publik, banyak sekolah di awal tahun 1960an
menempatkan studi administrasi bisnis dan administrasi publik dan ilmu sosial lainnya dalam
satu naungan.
25. Perlu perkembangan karakter pluralisme dalam ilmu administrasi di dorong oleh ketertarikan
masyarakat keilmuan terhadap peran birokrasi yang dominan setelah perang dunia kedua.
Berbagai sumbangan dari disiplin ilmu lain disamping politik dan manajemen yang sangat
signifikan adalah berasal dari ilmu sosiologi. Karya Michel Crozier Le phenomenon
bureaucratic (1964), Merton (1954), Parkinson (1955), dsb. Para sosiolog memberikan
sumbangan dalam pemahaman lebih mendalam mengenai dinamika birokrasi dalam
masyarakat.
26.
27. Generasi ketiga administrasi publik sebagai administrasi publik (1970-sekarang)
28. Perkembangan administrasi publik masa sebelumnya membentuk sikap percaya diri bagi
sarjana dan penyelenggara pendidikan administrasi publik untuk menjadikan administrasi
publik sebagai suatu disiplin tersendiri. Di Amerika, sekolah yang menyelenggarakan
program administrasi publik mendirikan persatuan yaitu National Association of Schools of
Public Affairs and Administration (NASPAA) pada tahun 1970. Sebanyak 250 akademi dan
universitas yang tergabung dalam asosiasi tersebut membuka program Master of Public
Administration yang memberikan gelar MPA bagi lulusannya. Di tingkat internasional, pada
tahun 1970 dibentuk IASIA (International Association of School and Institut of
Administration) dengan anggota lebih dari 160 sekolah dan institut ilmu administrasi.
29.
30. Generasi keempat
31. Menguatnya konsep konsep manajerialisme di awal tahun 1980an memiliki pengaruh yang
kuat terhadap perkembangan konsep administrasi publik di tahun 1990an. Berawal dari kritik
pendekatan public choice yang berkembang di tahun 1970an terhadap model birokrasi dalam
negara negara yang menganut ideologi wellfare state, para akademisi dan praktisi di negara
negara barat terdorong untuk menerapkan pendekatan manajemen sektor privat ke dalam
sektor publik. Cara kerja sektor swasta yang menekankan kinerja, efisiensi, dan fleksibilitas
dianggap merupakan formula yang tepat untuk memperbaiki masalah pemborosan,
inefisiensi, iresponsifitas pemerintah yang banyak dikritik oleh para akademisi public

http://library.um.ac.id/free-contents/index.php/pub/search/by-month.2012.html

choice. Trend manajerialisme di sektor publik mendorong pendekatan baru yang dikenal
sebagai pendekatannew public management. Istilah new ini digunakan untuk membedakan
dengan public management yang lama. Yang disebut belakangan ini, diartikan sebagai
tindakan manajerial didalam konteks kebijakan tertentu dan kelembagaan. Menurut Ott, Hyde
dan Shafritz dalam bukunya Public Management : The essential Readings (1991) public
managementmemberikan tekanan bahwa administrasi publik merupakan suatu profesi dan
para public managers sebagai praktisi dari profesi tersebut. Kendati menekankan aspek
manajerialisme dalam penyelenggaraan kebijakan, konsep public management secara tegas
berbeda denganprivate sector management. Menurut Les Metclafe dan Sue Richards (1993
:115) what distinguishes public management is explicit acknowledgement of responsibility
for dealing with structural problems at the level of the system as a whole. Public
management adalah penerapan manajemen oleh para manajer publik di birokrasi dalam
rangka pelaksanaan kebijakan publik. Berbeda dengan konsep public management lama,
menurut Christopher Hood (1991) new public management lebih menekankan pada
pengukuran kinerja daripada proses penerapan kebijakan, lebih menitiknberatkan pada
pelayanan yang kompetitif yang dijalankan melalui organisasi publik semi otonom atau
sistem kontrak dengan swasta ketimbang melalui pelayanan oleh birokrasi dan memberikan
kebebasan kepada manajer publik bekerja seperti rekannya di sektor swasta. Kendati
demikian konsep new public management (NPM) tidak sepi dari kritik. Richard Rhodes
(1994 :148) misalnya konsep tersebut cenderung menciptakan bahaya adanya fragmentasi
kelembagaan pemerintah, hilangnya akuntabilitas, dan merosotnya kemampuan pemerintah
mengendalikan sistem. Secara tegas, Rhodes berpendapat bahwa NPM could be a disaster
waiting to happen (1994: 149).
32. Perdebatan antara Old Public Management dan New Public Management mendorong
pendekatan baru yang memandang administrasi publik sebagai governance. Fokus utama
bukan lagi pada pemerintah (government) sebagai sebuah institusi yang diberikan
kewenangan untuk mengatur masyarakat dan menjadi penyedia utama pelayanan publik
melainkan lebih pada proses. Governance merupakan proses pemecahan masalah publik yang
melibatkan instrumen hukum, kebijakan, kemitraan pemerintah dengan swasta maupun
pemberdayaan masyarakat dalam rangka mencapai tujuan pemerintahan secara efektif dan
efisien. Implikasi dari pendekatan ini adalah :
33. a.
Kaburnya batasan konsep pemerintah sebagai lembaga yang ekslusif dalam
penyelenggaraan pemerintahan. Sebagai bentuk penguatan gagasan demokrasi dalam proses
penyelenggaraan pemerintahan, pemerintah diharapkan mampu mendorong partisipasi swasta
dan masyarakat dalam memecahkan masalah masalah publik. Dalam konteks ini, konsep
kunci pemerintahan telah bergeser dari konsep pemerintah sebagai ruler atau penguasa
kepada konsep pemerintah sebagai pemberdaya (enabler). Demikian halnya gambaran proses
pemerintahan yang bersifat hirarkis dan ekslusif bergeser kepada proses interaksi dalam
sistem jejaring (network) dan kemitraan.
34. b.
Menguatnya pendekatan multidispliner dalam studi ilmu administrasi publik.
Mengaburnya batasan lembaga pemerintah yang tidak lagi bersifat ekslusif, membawa
implikasi dalam dimensi keilmuan. Studi administrasi publik semakin bersifat multidipliner
dengan kontribusi terutama dari displin ilmu politik, manajemen dan hukum. Ilmu politik
memberikan pemahaman terhadap konteks operasional administrasi publik, sedangkan
manajemen dan hukum memperkuat pemahaman atas sarana bertindak dari para manajer
publik.
35. c. Menguatnya gagasan bahwa manajemen publik adalah sebuah profesi. Pemahaman
bahwa penyelenggaraan pemerintahan merupakan proses pemecahan masalah menuntut
kemampuan konseptual dan teknis. Hal ini menciptakan kebutuhan untuk memperkuat

http://library.um.ac.id/free-contents/index.php/pub/search/by-month.2012.html

profesionalisme tidak saja bagi para manajer publik tetapi juga para pimpinan organisasi
swasta dan masyarakat yang menjalankan kerjasama dengan insitusi pemerintah.
36.
TIM Reformasi STIA-LAN.
Perkembangan Teori Administrasi
A. Periode Tradisional

1.

Teori administrasi ilmiah


Teori ini dikembangkan oleh Frederick taylor (1856-1915 M) dikenal sebagai bapak managemen ilmiah, yang
mendasarkan teorinya pada hasil eksperimen yang ia lakkan yang dituangkan dalam karya tulisnya yang berjudul the
principles of scientific management sekitar tahun 1911, yang dipopulerkan oleh Louis brandeis yng berisi beberapa
prinsip:

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Prinsip studi waktu.


Prinsip hasil upah
Prinsip pemisahan antara perencanaan dan pelaksanaan
Prinsip metode kerja ilmiah
Prinsip control managerial
Prinsip management fungsional
Berdasarkan prinsip diatas, administrasi pendidikan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1.
2.
3.
4.
5.

Menggunakan disiplin yang keras


Pemusatan pada tugas yang harus dikerjakan oleh bawahan
Kurangnya hubungan interpersonal antara pekerja
Aplikasi yang kaku dari system yang intensif dalam pemahaman administrasi
Teori birokrasi
Ada lima cirri dari teori birokrasi ini yaitu:

1.
2.
3.
4.
5.

Adanya pembagian tugas dan spesialisasi dari setiap individu dalam organisasi
mepunyai wewenang dan juru diksi yang diatur oleh berbagai peraturan
Bersifat impresioanl
Dalam organisasi ada hirarki kewenangan
Didasarkan atas dokumen tertulis
Pembinaan pegawai berorientasi pada pengembangan karir
Birokrasi jadi tidak berfungsi bila:

1.
2.
3.
4.

Orang dalam organisasi terkurung dalam bidang espesialisasi tertentu


Setiap orang hanya berorientasi untuk memegang jabatan yang lebih tinggi
sehinggga anggota organisasi kehilangna kebebasan pribadinya.
Orientasi pertumbuhan karir menyebabkan orang mengejarnya dan melupakan
unsure pelayanan organisasi
Teori klasik

http://library.um.ac.id/free-contents/index.php/pub/search/by-month.2012.html
Teori ilmiah dan teori birokrasi biasanya digolongkan kepada teori klasik, filley mengemukakan beberapa kelemahan
dari teori klasik ini yaitu:

1.
2.
3.
4.

Teori kalsik merupakan teori yang terikat waktu


Bersifat deterministic
Tidak memperhitungkan berbagai dimensi dalam administrasi
Lebih banyak menggunakan asumsi yang lemah
B. Periode Transisional

1.

Teori hubungan antar manusia (human relation teori)


Teori ini ditandai dengan timbulnya hubungan antara manusia. faktor manusia merupakan faktor yang sangat penting
dalam menenutkan tingkat produktifitas kerja, hingga konsep moral dinamika kelompok dan hubungan interpersonal
menjadi popular dikalangan administrator serta dalam teori administrasi.

1.

Teori tingkah laku


Teori tingkah laku dipelopori oleh Chester I banard, konsep Banard tentang administrasi menggunakan pendekatan
interdisipliner dengan memakai berbagai pendekatan tingkah laku seperti psikologi, sosiologi, antropologi, ekonomi, dan
psikologi social. Disamping itu Herbert Simon mengemukakan teori administrasi dalam bukunya Administration
Behavior bahwa masalah tingkah laku administrasi dari sudut proses pengambilan keputusan yang terus menerus
dalam suatu organisasi. Teorinya meliputi proses administrasi.

1.

Periode teori pendekatan system


Teori ini dikemukakan oleh Ludwig Von Bertalenfy mengemukakan system adalah susunan elemen yang berinteraksi
satu dengan yang lain. Suatu system menghasilkan out put yang mempunyai aktifitas, menjaga integrasi serta kesatuan
dari element-elementnya.
Dalam teori system dikenal istilah homestatis dan umpan balik. Homestatia merupakan aplikasi dari prinsip umpan
balik atau sebab akibat yang menyediakan mekanisme untuk tingkah laku mencari tujuan dan control terhadar diri
sendiri.