Anda di halaman 1dari 11

I.

NOMOR PERCOBAAN

: VII

II.

TANGGAL PRAKTIKUM

: 13 November 2014.

III. JUDUL PRAKTIKUM


IV. TUJUAN PRAKTIKUM

: Karbohidrat
: Mengetahui cara identifikasi karbohidrat secara
kualitatif membuktikan adanya gula pereduksi atau
gula inversi

V.

DASAR TEORI
Pada hewan dan manusia, energi disimpan sebagai glikogen dan pada tanaman

energinya adalah pati, karbohidrat yang pembentuk struktur adalah selulosa (pada dinding
sel tumbuhan). Pada tumbuhan karbohidrat dibentuk dari reaksi CO2 dan H2O dengan
bantuan sinar matahari melalui proses fotosintesis dalam sel tanaman yang berklorofil.
CO2 + H2O (C6H12O6)n + O2
Karbohidrat berasal dari pengertian atom karbon yang terhidrasi dengan rumus
(CH2O)n, tetapi pengertian ini tidak tepat karena perbandingan atom H dan atom O yang
tidak tepat (2:1), contoh gula deoksiribosa C5H10O4, biarpun demikian istilah karbohidrat
tetap digunakan.
Kabohidrat merupakan sumber kalori utama yakni 1 gram karbohidrat memberikan
4 kkal, beberapa karbohidrat menghasilkan serat-serat (dietary fiber) yang berguna untuk
pencernaan.
Pada tumbuhan karbohidrat terdapat sebagai selulosa, yaitu senyawa yang
membentuk dinding sel tumbuhan. Serat kapas dapat dikatakan seluruhnya terdiri atas
selulosa. Batang tebu terdiri juga atas selulosa, sedangkan cairan yang terasa manis yang
terkandung dalam tubuh tebu ialah gula.

Karbohidrat yang berasal dari makanan, dalam tubuh mengalami perubahan atau
metabolisme. Hasil metabolisme karbohidrat antara lain glukosa yang terdapat dalam
darah, sedangkan glikogen adalah karbohidrat yang disintesis dalam hati dan digunakan
oleh sel-sel pada jaringan otot sebagai sumber energi. Jadi ada berbagai macam senyawa
yang termasuk dalam golongan karbohidrat. Dari contoh di atas diketahui bahwa amilum
atau pati, selulosa, glikogen, sukrosa dan glukosa merupakan

beberapa senyawa

karbohidrat yang penting dalam kehidupan manusia.


Energi yang terkandung dalam karbohidrat pada dasarnya berasal dari energi
matahari. Karbohidrat dalam hal ini glukosa, dibentuk dari karbon dioksida dan air dengan
bantuan sinar matahari dan klorofil dalam daun. Selanjutnya glukosa yang terjadi diubah
menjadi amilum dan disimpan pada bagian lain, misalnya pada buah atau umbi. Proses
pembentukan glukosa dari karbon dioksida dan air disebut proses fotosintesis.
Karbohidrat adalah senyawa-senyawa aldehida atau keton dengan banyak gugus
hidroksil. Senyawa-senyawa ini menyusun sebagian besar bahan organik karena peran
multipelnya pada semua bentuk kehidupan.
Pada Uji Fehling Pereaksi ini dapat direduksi oleh selain karbohidrat yang
mempunyai sifat mereduksi juga dapat direduksi oleh reduktor lain. Pereaksi Fehling
terdiri dari dua larutan yaitu Fehling A dan Fehling B. Larutan Fehling A adalah CuSO4
dalam air, sedangkan Fehling B adalah larutan garam KNatrat dan NaOH dalam air. Kedua
macam larutan ini disimpan terpisah dan baru dicampur menjelang digunakan untuk
memeriksa suatu karbohidrat. Dalam pereaksi ini ion Cu+ direduksi menjadi ion Cu+ yang
dalam suasana basa akan diendapkan menjadi CuO2. Fehling B berfungsih mencegah Cu+
mengendap dalam suasana alkalis.
2 Cu+ + 2 OH-

Cu2O + H2O
Endapan

Uji
pereduksi.

fehlings

bertujuan

untuk

memperlihatkan

ada

atau

tidaknya

gula

Karena prinsip kerjanya adalah grafimetri sehingga dengan mudah dapat

ditentukan cuplikan yang mengandung karbohidrat. Pada percobaan terlihat bahwa

dari 5 (glukosa, sukrosa, laktosa, kanji, madu) sampel yang diujikan hanya 3 sampel yang
positif terhadap uji ini, sampel yang memberikan hasil positif adalah glukosa, laktosa
dan madu. Sedangkan pada sukrosa dan kanji diperoleh reaksi yang negatif. Sudah
diketahui bersama bahwa sukrosa tidak mengahasilkan hasil positif terhadap uji fehling
(lihat dasar teori), sedangkan kanji adalah polisakarida atau biasa disebut juga
karbohidrat kompleks sebab polisakarida tidak memiliki gugus gula reduksi sehingga
memberikan reaksi yang negatif pada uji Fehling
Uji benedict Merupakan uji umum untuk karbohidrat yang memiliki gugus aldehid
atau keton bebas. Uji benedict berdasarkan reduksi Cu2+ menjadi Cu+ oleh gugus aldehid
atau keton bebas dalam suasana alkalis. biasanya ditambahkan zat pengompleks seperti
sitrat atau tatrat untuk mencegah terjadinya pengendapan CuCO3. uji positif ditandai
dengan terbentuknya larutan hijau, merah, orange atau merah bata serta adanya endapan.
Dilakukan untuk membuktikan adanya gula pereduksi. Larutan uji dicampurkan
dengan

pereaksi Benedict kemudian dipanaskan. Hasil positif ditunjukkan dengan

terbentuknya endapan berwarna biru kehijauan, merah, atau kuning tergantung kadar gula
pereduksi yang ada

VI. ALAT DAN BAHAN


Alat :

:
Bahan :

1. Tabung reaksi

1. Amilum

7. Fehling A

2. Pipet tetes

2. Fruktosa

8. Fehling B

3. Pemanas Bunsen

3. Laktosa

9. Reagen Benedict

4. Stopwatch

4. Pati kentang

5. Rak tabung reaksi

5. Susu

6. Penjepit tabung

6. Larutan apel

VII. PROSEDUR PERCOBAAN


Uji Fehling
1. Masukkan sampel (ada 6 sampel, 3 standar, 3 di alam kedalam masing masing tabung
reaksi sebanyak 10 tetes
2. Ditambahkan reagen Fehling A 1ml dan fehling B 1ml pada setiap tabung reaksi
3. Amati perubahan warna larutan dan catat waktu setiap terjadi perubahan warna.
4. Panaskan di atas Bunsen hingga terjadi perubahan warna yang konstan dan catat waktu
perubahan.
Uji Benedict
1. Tabung reaksi yang bersih dan kering dimasukkan 2ml larutan karbohidrat dan 3 tetes
larutan alpha naftan.
2. Melalui dinding tabung tambah secara perlahan-lahan lautan asam sulfat pekat sampai
terbentuk cincin coklat.
3. Ulangi percobaan diatas dengan mempegunakan 2 ml air sebagai pengganti 2ml larutan
air sebagai pengganti 2ml larutan karbohidrat (percobaan blanko) amati yang terjadi.

VIII. HASIL PENGAMATAN

No
Sampel
1
Amilum 1%
Amilum 2%
Amilum 3%
amilum 4%
Amilum 5%
Amilum 6%
Amilum 7%
Amilum 8%
Amilum 9%
Amilum 10%
2

Fruktosa 1%
Fruktosa 2%
Fruktosa 3%
Fruktosa 4%
Fruktosa 5%
Fruktosa 6%
Fruktosa 7%
Fruktosa 8%
Fruktosa 9%
Fruktosa 10%

UJI FEHLING
Hasil pengamatan
Amilum(bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan berwarna hijau bening
Amilum(bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan berwarna biru bening
Amilum(bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan berwarna hijau pekat
Amilum(bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan berwarna coklat bening
Amilum(bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan berwarna kuning pekat
Amilum(bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan berwarna hijau pekat
Amilum(bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan berwarna hijau pekat
Amilum(bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan berwarna kuning pekat
Amilum(bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan berwarna kuning pekat
Amilum(bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan berwarna orange
Fruktosa (bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan berwarna coklat
Fruktosa (bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan berwarna coklat
Fruktosa (bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan berwarna coklat
Fruktosa (bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan berwarna coklat
Fruktosa (bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan berwarna coklat
Fruktosa (bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan berwarna coklat
Fruktosa (bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan berwarna coklat
Fruktosa (bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan berwarna coklat
Fruktosa (bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan berwarna coklat
Fruktosa (bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan berwarna coklat

larutan biru
larutan biru
larutan biru
larutan biru
larutan biru
larutan biru
larutan biru
larutan biru
larutan biru
larutan biru
larutan biru
larutan biru
larutan biru
larutan biru
larutan biru
larutan biru
larutan biru
larutan biru
larutan biru
larutan biru

Laktosa 1%
Laktosa 2%
Laktosa 3%
Laktosa 4%
Laktosa 5%
Laktosa 6%
Laktosa 7%
Laktosa 8%
Laktosa 9%
Laktosa 10%

Susu 1%

Pati 1%

Apel 1%

No
1

Sampel
Fruktosa 1%
Fruktosa 2%
Fruktosa 3%
Fruktosa 4%
Fruktosa 5%
Fruktosa 6%
Fruktosa 7%

Laktosa (bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)


larutan biru
menjadi warna orange terdapat endapan
larutan berwarna coklat
Laktosa (bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan biru
menjadi warna orange terdapat endapan
larutan berwarna coklat
Laktosa (bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan biru
menjadi warna orange terdapat endapan
larutan berwarna coklat
Laktosa (bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan biru
menjadi warna orange terdapat endapan
larutan berwarna coklat
Laktosa (bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan biru
menjadi warna orange terdapat endapan
larutan berwarna coklat
Laktosa (bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan biru
menjadi warna orange terdapat endapan
larutan berwarna coklat
Laktosa (bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan biru
menjadi warna orange terdapat endapan
larutan berwarna coklat
Laktosa (bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan biru
menjadi warna orange terdapat endapan
larutan berwarna coklat
Laktosa (bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan biru
menjadi warna orange terdapat endapan
larutan berwarna coklat
Laktosa (bening) +fehling A(biru) +fehling B(bening)
larutan biru
menjadi warna orange terdapat endapan
larutan berwarna coklat
Susu(putih)+ fehling A(biru)+fehling B(bening)
larutan berwarna
biru
larutan berwarna abu-abu
Pati(putih keruh)+ fehling A(biru)+fehling B(bening)
larutan
berwarna biru
larutan berwarna biru
Apel (bening)+ fehling A(biru)+fehling B(bening)
larutan
berwarna biru
larutan bening terdapat endapan
UJI BENEDICT
Hasil pengamatan
Fruktosa 1% (kuning) + benedict (biru)
orange
Fruktosa 2% (kuning) + benedict (biru)
orange
Fruktosa 3% (kuning) + benedict (biru)
orange
Fruktosa 4% (kuning) + benedict (biru)
orange
Fruktosa 5% (kuning) + benedict (biru)
orange
Fruktosa 6% (kuning) + benedict (biru)
orange
Fruktosa 7% (kuning) + benedict (biru)
orange

larutan hijau

larutan

larutan hijau

larutan

larutan hijau

larutan

larutan hijau

larutan

larutan hijau

larutan

larutan hijau

larutan

larutan hijau

larutan

Fruktosa 8%
Fruktosa 9%
Fruktosa 10%
2

Amilum 1%
Amilum 2%
Amilum 3%
Amilum 4%
Amilum 5%
Amilum 6%
Amilum 7%
Amilum 8%
Amilum 9%
Amilum 10%
Laktosa 1%
Laktosa 2%
Laktosa 3%
Laktosa 4%
Laktosa 5%
Laktosa 7%
Laktosa 8%
Laktosa 9%
Laktosa 10%
Susu 1%

Pati 1%

Apel 1%

Fruktosa 8% (kuning) + benedict (biru)


larutan hijau
larutan
orange
Fruktosa 9% (kuning) + benedict (biru)
larutan hijau
larutan
orange
Fruktosa 10% (kuning) + benedict (biru)
larutan hijau
larutan orange
Amilum 1% (bening) + benedict (biru)
larutan biru kehijauan
Amilum 2% (bening) + benedict (biru)
larutan biru kehijauan
Amilum 3% (bening) + benedict (biru)
larutan biru kehijauan
Amilum 4% (bening) + benedict (biru)
larutan biru kehijauan
Amilum 5% (bening) + benedict (biru)
larutan biru kehijauan
Amilum 6% (bening) + benedict (biru)
larutan biru kehijauan
Amilum 7% (bening) + benedict (biru)
larutan biru kehijauan
Amilum 8% (bening) + benedict (biru)
larutan biru kehijauan
Amilum 9% (bening) + benedict (biru)
larutan biru kehijauan
Amilum 10% (bening) + benedict (biru)
larutan biru kehijauan
Laktosa 1% (bening) + benedict (biru)
larutan orange
Laktosa 1% (bening) + benedict (biru)
larutan orange
Laktosa 1% (bening) + benedict (biru)
larutan orange
Laktosa 1% (bening) + benedict (biru)
larutan orange
Laktosa 1% (bening) + benedict (biru)
larutan orange
Laktosa 1% (bening) + benedict (biru)
larutan orange
Laktosa 1% (bening) + benedict (biru)
larutan orange
Laktosa 1% (bening) + benedict (biru)
larutan orange
Laktosa 1% (bening) + benedict (biru)
larutan orange
susu (putih) + Benedict (biru)
larutan biru
Larutan hijau lumut
Laruta pati (putih) + Benedict (biru)
larutan biru
Larutan biru
Laruta Apel (kuning) + Benedict (biru)
larutan biru
Larutan Orange

Larutan apel memiliki konsentrasi 6% pada larutan fruktosa


Larutan pati memiliki konsentrasi 6% pada larutan amilum
Larutan susu memiliki konsentrasi 6% pada larutan laktosa

IX. REAKSI
Uji Fehling

Uji Benedict
O

RCH + Cu2+ 2OH- RCOH + Cu2O(s)


Gula Pereduksi

2O

Endapan Merah Bata

X. PEMBAHASAN
Pada percobaan kali ini mengenai karbohirat untuk mengidentifikasi karbohidrat.
Dengan 2 pengujian yaitu uji fehling dan uji benedict. Sampel yang digunakan adalah 3
sampel standar berupa amilum,fruktosa dan laktosa. Dan sampel dari alam yaitu larutan
susu,larutan pati kentang, dan larutan apel.
Uji fehling diawali dengan menambahkan fehling A dan fehling B ke dalam sampel
yaitu amilum1% sehingga larutan berubah menjadi warna biru. Setelah beberapa detik
larutan tetap berwarna biru. Setelah dipanaskan larutan berubah menjadi warna biru bening.
Pada sampel yang sama dengan konsentrasi yang berbeda-beda larutan tetap berwarna biru
setelah di biarkan beberapa menit,sedangkan warna larutan setelah dipanaskan berbedabeda. Pada konsetrasi 2% berwana biru bening,pada konsentarasi 3% larutan menjadi
warna hijau pekat,pada konsentrasi 4% larutan menjadi warna coklat pekat setelah
pemanasan.

Pada percobaan ke dua, yaitu dengan sampel standar fruktosa 1% dengan prosedur
percobaan yang pertama.setelah ditambah dengan fehling A dan fehling B, larutan menjadi
warna biru. Kemudian dilakukan pemanasan sehingga menghasilkan warna coklat. Pada
sampel yang sama dengan konsentrasi yang berbeda-beda yaitu 1% sampai dengan 10%
perubahan warna yang terjadi adalah sama yaitu berwarna coklat setelah pemanasan.
Perbedaannya terletak pada tingkat kekeruhan warna larutan yang semakin pekat pada
konsentrasi yang lebih besar.
Pada percobaan ke tiga menggunakan sampel laktosa setelah dicampur
dengan fehling A dan fehling B larutan berwarna biru,kemudian berubah menjadi warna
orange. Setelah dipanaskan larutan berubah menjadi warna coklat.tingkat kekeruhan larutan
semakin tinggi konsentrasi, warna larutan semakin pekat.
Pemanasan dalam reaksi ini bertujuan agar gugus aldehida pada sampel terputus
ikatannya dan dapat bereaksi dengan ion OH- membentuk asam karboksilat. Cu2O (endapan
merah bata) yang terbentuk merupakan hasil sampingan dari reaksi pembentukan asam
karboksilat.
Hasil dari percobaan ini tida sesuai dengan literatur yang menyebutkan uji positif
fehling ditandai dengan terbentuknya endapan merah bata. Sedangkan pada percobaan
kami,larutan menjadi warna coklat. Hal ini dapat terjadi disebabkan oleh pemanasan yang
berlebihan.
Fehling dibuat dengan mencampurkan kedua larutan tersebut, sehingga diperoleh
suatu larutan yang berwarna biru. Dalam pereaksi Fehling, ion Cu2+ terdapat sebagai ion
kompleks. Pereaksi Fehling dapat dianggap sebagai larutan CuO.Dalam pereaksi ini ion
Cu2+ direduksi menjadi ion Cu+ yang dalam suasana basa akan diendapkan sebagai Cu2O.
Dengan larutan fruktosa 1%, pereaksi Fehling menghasilkan endapan berwarna coklat .
Pada uji benedict, pada sampel fruktosa setelah ditambah dengan benedict larutan
menjadi warna hijau setlah dilakukan pemanasan,larutan berubah menjadi warna orange.
Semakin besar konsentrasi fruktosa,larutan semakin keruh. Hal yang sama dengan sampel
laktosa yang berubah menjadi larutan orange setelah dipanaskan. Sedangkan pada sampel
amilum larutan menjadi warna hijau setalah dipanaskan.

Dalam uji ini, suatu gula reduksi dapat dibuktikan dengan terbentuknya endapan
yang berwarna merah bata. Akan tetapi tidak selamanya warna larutan atau endapan yang
terbentuk berwarna merah bata, hal ini bergantung pada konsentrasi atau kadar gula reduksi
yang dikandung oleh tiap-tiap larutan uji .pada percobaan ini fruktosa dan laktosa
menunjukan hasil yang positif . Terbentuknya endapan orange ini sebagai hasil reduksi ion
Cu2+ menjadi ion Cu+ oleh suatu gugus aldehid atau keton bebas yang terkandung dalam
gula reduksi yang berlangsung dalam suasana alkalis (basa). Sifat basa yang dimilki oleh
pereaksi Benedict ini dikarenakan adanya senyawa natrium karbonat. Selain itu, amilum
dan sukrosa tidak membentuk endapan merah bata dan warna larutan setelah dipanaskan
menjadi biru. Hal ini membuktikan amilum dan sukrosa tidak mengandung gula pereduksi,
oleh karena itu amilum dan sukrosa memperlihatkan hasil yang negatif.
larutan susu memiliki konsentrasi 6% setelah dibandingkan dengan larutan laktosa.
Larutan apel memiliki konsentarasi 6% setelah dibandingkan dengan fruktosa, dan larutan
pati juga memiliki konsentrasi 6% setelah di bandingkan dengan larutan amilum.

XI. KESIMPULAN
1. Fruktosa dan laktosa bereaksi positif dengan uji fehling.
2. Uji positif fehling ditunjukkan dengan larutan merah bata.
3. Pemanasan dalam uji fehling bertujuan agar gugus aldehida pada sampel terputus
ikatannya dan dapat bereaksi dengan ion OH- membentuk asam karboksilat
4. Endapan merah bata adalah Cu2O
5. Konsentrasi susu,larutan apel, dan pati adalah 6%
6. fruktosa dan laktosa menunjukan hasil yang positif pada uji benedict
7. semakin tinggi konsentrasi,semakin keruh warna larutan
8. gula reduksi menentukan warna yang terbentuk pada uji benedict

XII. DAFTAR PUSTAKA


Anonim. 2013. Karbodrat dan Uji Karbohidrat. http://ladangsantri.wordpress.com/ilmupengetahuan/biologi/karbohidrat-dan-uji-karbohidrat/.

Diakses

pada

16

november 2014.
Bella,Madjid

Dian.

2013.

Karbohidrat

http://organiksmakma3c10.blogspot.com/

2013/03/uji-fehling-pereaksi-ini-dapat.html. diakses pada 16 november 2014.


Veronica. 2013. Biokimia Karbohidrat. http://veronikafoju.wordpress.com/i-love-biology/
biokimia/biokimia-karbohidrat/. Diakses pada 16 november 2014