Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA

SIZE REDUCTION
I.

TUJUAN PRAKTIKUM
a. Mengetahui pengukuran partikel dengan metode sieving.
b. Mengetahui pengukuran reduction ratio untuk bahan yang berbeda.
c. Mengatahui pengukuran daya (energi) yang terpakai pada size
reduction dengan kapasitas yang berbeda.
d. Mengetahui pengukuran power transmission factor.
e. Mengetahui penerapan hukum kick dan rittinger dan menghitung
indeks kerja.

II.

DASAR TEORI
Size reduction adalah salah satu operasi untuk memperkecil ukuran

dari suatu padatan dengan cara memecah, memotong, atau menggiling bahan
tersebut sampai didapat ukuran yang diinginkan. Menurut ukuran produk
yang dihasilkan alat size reduction dibedakan menjadi crusher, grinder,
ultrafine grinder, dan cutter. (Mc.Cabe, 1985).
A. Macammacam Alat Size Reduction Menurut Produk
a. Crusher
Alat size reduction yang memecahkan bongkahan padatan yang besar
menjadi bongkahanbongkahan yang lebih kecil, dimana ukurannya
sampai batas beberapa inch.
Primary crusher
Mampu beroperasi untuk segala ukuran feed. Produk yang dihasilkan
mempunyai ukuran 610 inch.
Secondary crusher
Mampu beroperasi dengan ukuran feed, seperti di produk primary
crusher dengan ukuran /4 inch.
b. Grinder

Alat ini beroperasi untuk memecah bongkahan yang dihasilkan crusher,


sehingga bongkahan ini menjadi bubuk.Untuk intermediate grinder,
produk yang dihasilkan 40 mesh. Ultrafine grinder hanya dapat
menerima ukuran feed lebih kecil /4 mesh.

c. Cutter
Alat ini mempunyai cara kerja yang berbeda dengan size reduction
sebelumnya. Pada cutter ini, cara kerjanya dengan memotong. Alat ini
dipakai untuk produk ulet dan tidak bisa diperkecil dengan cara
sebelumnya. Ukuran produk 210 mesh. (Steffanny yuliana, 2013)

Operasi size reduction sering digunakan pada indusriindustri yang


memerlukan bahan baku dalam ukuran tertentu dan produk dalam ukuran
tertentu, misalnya industri semen, batu bara, pertambangan, pupuk, keramik,
dll. Pemilihan jenis alat yang digunakan biasanya berdasarkan ukuran feed
pada produk, sifat bahan, kekerasan bahan, dan kapasitasnya.
Energi yang dibutuhkan untuk operasi size reduction sangat
bergantung dari ukuran partikel yang dihasilkan.Makin kecil partikel, maka
makin besar energi yang dibutuhkan.

B. Hukum-hukum Size Reduction


a. Hukum Kick
Kick beranggapan bahwa energi yang dibutuhkan untuk
pemecahan partikel zat padat adalah berbanding lurus dengan ratio dari
feed dengan produk. Secara matematis dinyatakan dengan:

dimana,
E

: tenaga yang dibutuhkan untuk memecahkan partikel zat


padat atau feed

k : konstanta Kick

Xf

: diameter rata-rata feed

( A. Jankovic*, H. Dundar, and R. Mehta)

b. Hukum Rittinger
Rittinger beranggapan bahwa besarnya power yang diperlukan untuk
size reduction berbanding lurus dengan selisih diameter partikel awal
dan akhir dari bahan,( A. Jankovic*, H. Dundar, and R. Mehta)

c. Hukum Bond
Persamaan lain yang bisa digunakan adalah persamaan Bond.
Bond beranggapan bahwa energi yang dibutuhkan untuk membuat
partikel dengan ukuran Dp dari feed dengan ukuran sangat besar adalah
berbanding lurus dengan volume produk. Dengan memecahkan factor
sphericity:
Cp / Vp = G / (v). (Dp)
dimana,

Cp : luasan partikel produk


Vp : volume partikel produk
: sphericity
Tenaga sphericity untuk berbagai macam produk dapat dilihat

dari bermacam buku, misalnya Mc Cabe table 261 halaman 80.


Besarnya energi yang dibutuhkan :
p / M = Kb / (Dp)^0,5
Dimana Kb adalah suatu konstanta yang besarnya sama, tergantung pada
tipe mesin dan material yang akan direduksi. Hubungan antara Kb dan W
sebagai berikut:
Kb = Wi = 0,3162 Wi
dimana, Wi adalah energi dalam Kwh tiap ton feed yang dibutuhkan
untuk mereduksi feed dengan ukuran yang sangat besar sampai
menghasilkan produk yang 90% mampu melewati saringan 100,
dimana:

: dalam satuan kwh

: dalam satuan ton/jam

Dp

: dalam satuan mm

Bila 80% feed mampu melewati screen dengan ukuran Dpa dan 80%
produk mampu melewati screen dengan ukuran, maka gabungan
persamaan sebagai berikut :

Harga indeks tenaga Wi dapat dibaca pada Mc Cabe hal 77 tabel 271.
Peramaan umum : dE = dx/xn
dimana,

E : energi yang dibutuhkan


x : ukuran partikel

Bila harga n = 1, maka integrasi akan menghasilkan persamaan Rittinger:


E=C ( 1/xp 1/xf)
Untuk n = 1,5, maka pada integrasi akan muncul:

Sedangkan untuk n>1, secara umum persamaan differensial di atas


mempunyaiintegrasi :

Persamaan lain yang harus dicatat adalah grindability suatu


bahan. Didefinisikan sebagai ton/jam bahan yang dapat dihasilkan
menjadi ukuran tertentu dalam pesawat tertentu.Grindabilitas relatif
adalah perbandingan suatu bahan standar dan data grindabilitas tersebut
dapat digunakan untuk memperkirakan kebutuhan energi mereduksi
bahan,

memperkirakan

ukuran

jenis

pesawat.

(Mc

Cabe)

III.

ALAT DAN BAHAN

3.1 Alat
a. Saringan 34 mesh
b. Baskom
c. Serbet kain
d. Mortar
e. Cawan porselen
f. Timbangan digital
3.2 Bahan
a. Kedelai
b. Kacang
c. Batu bata
3.3 Gambar Alat

Saringan

Baskom

Serbet kain

Cawan porselen

Mortar

Timbangan digital

Gambar 3.1 Alat percobaan praktikum size reduction

IV. SKEMA KERJA

Biji Kedelai
-

pengukuran partikel bahan

- bahan ditumbuk
Serbuk kedelai yang halus
- -

Penyaringan dengan ukuran


34 mesh

80 % Serbuk kedelai yang lolos


dalam saringan
-

Hukum kick

Hukum rittinger

Perhitungan

Hukum bond