Anda di halaman 1dari 4

PERHITUNGAN :

TEORI TAMBAHAN

Pembibitan (Seeding)
Proses seeding dilakukan untuk mengembangbiakkan mikroorganisme
sehingga didapatkan jumlah biomassa yang mencukupi untuk mengolah air
buangan pabrik minyak kelapa sawit. Bibit organisme diambil dari lulpur kolam
pengolahan air buangan pabrik minyak kelapa sawit yang ditumbuhkan secara
aerob. Pada tahap seeding ini yang perlu diperhatikan adalah konsentrasi zat
organic (substrat) dan VSS.
Selama periode waktu detensi tertentu dilakukan pemeriksaan parameter
organic, VSS, TSS, pH, dan temperature. Terjadinya penambahan biomassa
ditandai dengan warna lumpur yang semakin gelap (coklat kehitaman).
Konsentrasi oksigen terlarut (DO) yang dijaga diatas 4 mg/L untuk memastikan
proses aerob dapat berlangsung dengan baik. Temperature juga dijaga pada
suhu kamar, selain itu pH juga dijaga agar tetap dalam kisaran normal yaitu
berkisar antara 7,0 8,5.

Aklimatisasi
Proses aklimatisasi dilakukan untuk mendapatkan suatu kultur
mikroorganisme yang stabil dan dapat beradaptasi dengan air buangan pabrik
kelapa sawit yang telah disiapkan. Selama masa aklimatisasi kondisi dalam
reactor dibuat tetap aerob dengan menjaga konsentrasi, temperature dan pH.
Proses ini dilakukan secara bacth.
Proses aklimatisasi dapat dianggap seleasi jika pH, VSS, temperaturdan
efisiensi penyisihan senyawa organic yang telah konstan dengan fluktasi yang
tidak lebih dari 10%.

TAHAP PEMBIBITAN (SEEDING) dan AKLIMATISASI


Kebutuhan nitrogen dan fosfor secara umum didasarkan pada rasio air
buangan dengan rasio COD:N:P sebesar 100:5:1 (Benefild dan Randall,1980).
Pada proses seeding dan aklimatisasi diperlukan suatu kondisi lingkungan yang
mendukung untuk tumbuh dan berkembangnya mikroorganisme secara optimal.
Jika pH cenderung asam, dilakukan penamugbahan basa (NaOH), sebaliknya
jika pH cenderung basa dilakukan penambahan asam (H2SO4). Jika terjadi
kekurangan biomassa pada reaktor (ditentukan dengan pengukuran VSS), maka
ditambahkan biomassa dari reaktor cadangan. Pada masa aklimatisasi
parameter yang diukur adalah persentase penyisihan zat organik (COD), VSS,
pH, DO dan temperatur. Pemeriksaan kandungan organik air buangan dilakukan
pada influen dan efluen hasil pengolahan, sehingga diperoleh persentase
penyisihan.
Proses aklimatisasi dilakukan dengan rasio waktu yang sama dengan
waktu running. Proses ini dilakukan sampai didapatkan kandungan organik, pH,
dan temperatur di dalam reaktor cenderung konstan dengan fluktuasi yang tidak
lebih dari 10%.

7. PERHITUNGAN
Untuk membuat 1 liter limbah dengan BOD 400 mg/L
1. Glukosa yang dibutuhkan:
{

= 0,375 gram

2. KNO3 yang dibutuhkan:

3. KH2PO4 yang dibutuhkan:

PENETAPAN KONSENTRASI BIOMASSA

= 13342,5 mg/L

= 130 mg/L

8. ANALISIS PERCOBAAN
Pada percobaan yang telah dilakukan dapat dianalisis bahwa pada
pembenihan dan perkembangbiakan mikroorganisme pengolahan limbah cair
secara aerob. Media yang digunakan yaitu tanah sebanyak 200 gram pada 2 liter
air. Pada pembenihan substrat sebagai sumber karbon yaitu digunakan glukosa
(C6H12O6), sebagai sumber nitrogen (KNO3), sebagai sumber fosfat (KH2PO4)
dibuat pada 1 liter aquasdest dan setiap 2 hari sekali diberi makan sebanyak 200
ml dan diukur pH, TSS, dan suhu dari media. Pada hari pertama pH yang
didapat yaitu 7 dengan suhu 29,3oC dan TDS = 3 mg/L. pada hari ketiga pH yang
didapat yaitu 7 dengan suhu 28,7oC dan TDS = 5 mg/L. pada hari kelima pH
yang didapat yaitu 7 dengan suhu 27oC dan TDS = 5 mg/L, dan pada hari
terakhir pH yang didapat yaitu 7 dengan suhu 27,5oC dan TDS = 6 mg/L. setalah
hari ketujuh menghitung konsentrasi biomassa dengan pengukuran berdasarkan
gravimetric sehingga didapat TSS sebesar 13342,5 mg/L dan VSS sebesar 130
mg/L.

9. KESIMPULAN
Dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa:
1. Hari ke-1 pH = 7, suhu = 29,3oC, TDS = 3 mg/L
2. Hari ke-3 pH = 7, suhu = 28,7oC, TDS = 5 mg/L
3. Hari ke-5 pH = 7, suhu = 27oC, TDS = 5 mg/L
4. Hari ke-7 pH = 7, suhu = 27,5oC, TDS = 6 mg/L
5. TSS = 13342,5 mg/L
6. VSS = 130 mg/L

10. DAFTAR PUSTAKA


Jobsheet Petunjuk Praktikum TPL, Seeding dan Aklimatisasi Aerob. Politeknik
Negeri Sriwijaya. 2014