Anda di halaman 1dari 4

TUGAS TEKNIK PRODUK

PEMURNIAN OKSIGEN
DENGAN CRYOGENIC DISTILLATION

Disusun oleh:
Nama: Desy Rahmawati Putri
NIM: 11/319094/TK/38226

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2014

Oksigen murni dapat dibuat dengan memisahkan oksigen dengan komponen lainnya di
udara. Pemisahan udara untuk memperoleh kedua senyawa nitrogen dan oksigen dalam keadaan
mendekati murni dapat dilakukan secara kriogenik dan non-kriogenik. Ada beberapa metode
non-kriogenik yang dapat digunakan, diantaranya dengan metode elektrolisa, distilasi fractional,
Pressure Swing Adsorption, dan dengan membran. Dalam skala besar di industri pemisahan
dilakukan secara kriogenik dengan melakukan destilasi bertingkat udara cair.
Pemisahan dengan Distilasi secara Kriogenik
Kriogenik diartikan sebagai operasi yang dilangsungkan dalam keadaan temperatur yang
sangat rendah. Secara garis besar, udara dengan komponen-komponen penyusunnya dicairkan
kemudian dilakukan pemisahan dengan metode distilasi yang memanfaatkan konsep
kesetimbangan uap-cair antara nitrogen dan oksigen. Pemisahan udara secara kriogenik
menggunakan perbedaan titik didih antara nitrogen, oksigen, dan argon untuk memisahkan dan
memurnikan produk-produk tersebut.
Ada berbagai macam variasi dalam proses pemisahan udara pada industri gas. Variasi
tersebut bergantung pada berbagai hal diantaranya jumlah produk yang hendak dihasilkan,
kemurnian produk, tekanan gas berkaitan dengan transportasi fluida, dan lain-lain. Namun secara
umum, semua proses pemisahan udara secara kriogenik memiliki tahap-tahap yang sama.
Berikut ini adalah flow diagram proses pemisahan secara kriogenik:

Tahap pertama adalah filtering dan kompresi udara. Kompresi umumnya dilakukan
hingga tekanan 90 psig atau 6 bar. Udara terkompresi kemudian didinginkan hingga mendekati
temperatur ruangan menggunakan alat penukar kalor atau alat dengan sistem refrigerasi.
Tahap kedua adalah proses penyingkiran uap air dan karbon dioksida yang masih
tertinggal pada udara. Keduanya harus dihilangkan karena pada temperatur yang sangat rendah
dapat membeku dan terdeposit pada permukaan alat pemroses. Efisiensi proses penyingkiran ini
ditambah dari proses pendinginan sebelumnya yang membuat uap air mengembun saat udara
dilewatkan pada kompresor dan terpisah dari udara itu sendiri.
Ada dua metode yang umum digunakan untuk menyingkirkan uap air dan karbon
dioksida, yaitu reversing exchangers dan molecular sieve units. Pada reversing exchangers,
udara umpan masuk ke dalam alat penukar panas dan didinginkan hingga air dan karbon dioksida
membeku pada permukaan dinding alat penukar kalor. Setelah udara lewat, fungsi alat penukar
kalor dibalikkan dengan dialirkannya waste gas yang bersifat sangat kering, sehingga
menguapkan air dan menyublimkan karbon dioksida. Sementara untuk menyingkirkan
hidrokarbon diperlukan pengadsorb tambahan.
Pada molecular sieve units, molecular sieve akan mengadsorb uap air serta pengotor
lainnya seperti hidrokarbon (untuk desain tertentu) yang terkandung di dalam udara yang
dilewatkan. Molecular sieve umumnya terdiri dari dua bagian yang bekerja secara bergantian.
Jika salah satu sedang bekerja, maka satu yang lain akan melakukan regenerasi.
Pada tahap berikutnya, udara yang telah bebas pengotor memasuki alat penukar kalor
yang akan membawa udara pada temperatur kriogenik ( -185oC). Proses pendinginan ini
menghasilkan produk dingin dan waste gas. Waste gas ini kemudian dinaikkan lagi
temperaturnya agar kering dan dapat digunakan untuk proses penyingkiran pengotor. Untuk
mencapai temperatur kriogenik sehingga proses distilasi dapat dilakukan, pendinginan dilakukan
dengan proses refrigerasi yang mencakup proses ekspansi.
Tahap selanjutnya adalah proses distilasi. Banyak pabrik proses pemisahan udara
mendasarkan kepada lindes double distillation collumn process yang memiliki dua unit
pemisahan. Unit pertama digunakan untuk mendapatkan produk-produk ringan seperti oksigen

dan nitrogen. Unit ini memiliki dua kolom distilasi. Udara yang telah berada pada temperatur
kriogenik memasuki kolom pertama yang bertekanan rendah. Temperatur kriogenik udara (185oC) berada pada rentang titik didih nitrogen (-195,9oC) dan oksigen (-183,0oC) sehingga
terjadilah kesetimbangan uap-cair pada sistem nitrogen-oksigen. Nitrogen yang lebih mudah
menguap akan lebih mendominasi fasa uap dibandingkan oksigen. Fasa uap yang merupakan
produk atas akan diumpankan ke bagian atas kolom kedua, sedangkan produk bawah
diumpankan di tengah kolom. Di kolom kedua ini, umpan dari recycle unit dua untuk kolom
bagian atas juga masuk. Akhirnya pada kolom kedua inilah produk akhir dihasilkan berupa gas
nitrogen dengan kemurnian sekurang-kurangnya 99-99,5% dan oksigen dengan kemurnian 9599,5%. Cairan yang kaya akan oksigen selanjutnya dilewatkan pada penukar panas tidak
langsung dengan udara umpan sehingga dihasilkanlah produk gas oksigen.

Distillation column in a cryogenic air separation plant