Anda di halaman 1dari 10

[INFO] PEMBAHASAN ORGANOLOGI I

1. Jelaskan karakteristik struktur anatomi organ akar, batang, dan daun sesuai pustaka.
2. Jelaskan mengenai epidermis, eksodermis, endodermis, dan pita caspary pada akar sesuai
pustaka.
3. Jelaskan tipe akar berdasarkan jumlah jari-jari berkas xilem (pustaka).
4. Deskripsikan karakteristik preparat yang diamati saat praktikum sesuai pustaka.
(Reminder) Laporan dikumpulkan seperti biasa 3 hari setelah praktikum maksimal pukul 15.00 WIB
di Lab. Pengajaran 1. Sekian
Terimakasih
Tim Asisten

Struktur Fungsi Akar Tumbuhan. Akar sebagai organ pada tumbuhan dibentuk dari beberapa
jaringan yang berbeda. Fungsi utama organ akar pada tumbuhan, yaitu sebagai alat absorbsi air,
nutrisi berbagai garam mineral yang terlarut di dalam tanah, dan pengokoh tumbuhan pada tempat
tumbuhnya.
Pada tumbuhan tingkat tinggi, yaitu dikotil dan monokotil akarnya sudah merupakan akar sejati.
Penamaan ini berdasarkan adanya perbedaan dengan struktur akar yang terdapat pada tumbuhan
tingkat rendah, misalnya lumut.
Bagian akar terbagi menjadi struktur luar dan struktur dalam. Struktur luar akar terdiri atastudung
akar, batang akar, percabangan akar (hanya pada dikotil), dan bulu-bulu akar. Sementara itu,
struktur bagian dalam akar (anatomi akar) terbentuk oleh jaringan epidermis, korteks,
endodermis, dan stele (silinder pusat). Bagian-bagian akar tersebut tersusun berurutan dari luar ke
dalam.
Untuk mengetahui struktur bagian dalam akar, anda dapat mengamatinya dengan cara membuat
irisan melintang pada suatu bagian akar. Berikut akan diuraikan setiap bagian dari anatomi akar.

a. Epidermis
Jaringan epidermis akar merupakan lapisan yang hanya terdiri dari satu lapisan sel. Keadaan sel-sel
yang menyusun epidermis akar sangat rapat, tetapi karena dinding sel epidermisnya tipis, akar
mudah ditembus oleh air. Air dan garam-garam mineral yang terlarut di dalamnya masuk pertama
kali melalui rambut-rambut akar, bagian di antara epidermis akar, atau melalui dinding sel epidermis
akar itu sendiri. Rambut akar merupakan hasil dari penonjolan epidermis yang arahnya ke luar.
Dengan adanya rambut-rambut akar ini maka permukaan dinding sel akan semakin bertambah luas,
sehingga proses penyerapan air akan lebih efisien. Jaringan epidermis pada akar tumbuhan tidak
mengandung kutikula. Pada tanaman anggrek terdapat akar yang disebut akar gantung (akar
udara). Akar udara ini dapat berkembang menjadi velamen, yaitu jaringan yang hanya terdiri atas
beberapa lapis sel.

b. Korteks
Korteks adalah bagian dalam akar yang tersusun oleh berbagai sel yang membentuk beberapa
lapisan. Pada korteks ini terdapat jaringan parenkim, kolenkim, dan sklerenkim. Korteks tersusun
oleh sel-sel yang susunannya longgar, yang menghasilkan ruang di antara sel-selnya disebut
rongga antarsel. Rongga antarsel bermanfaat untuk proses pertukaran gas. Dinding-dinding sel
pembentuk korteks keadaannya tipis, hal ini memberikan kelancaran pada proses pertukaran gas.
Di samping itu, di dalam sel korteks kadang-kadang terdapat butir-butir zat tepung.

c. Endodermis
Endodermis merupakan bagian dari jaringan akar yang terdiri atas satu lapisan sel. Pada arah radial
dan transversal lapisan dinding sel endodermis terdapat penebalan yang dihasilkan dari endapan
zat yang disebut suberin. Zat suberin (gabus) memiliki sifat kedap air (tidak dapat ditembus).
Penebalan pada dinding sel jaringan endodermis tampak berupa titik-titik yang disebut titik caspary.
Deretan titik caspary selanjutnya membentuk pita caspary. Penebalan oleh lapisan gabus
menyebabkan dinding selnya sukar untuk dilalui air, sedangkan air harus melalui lapisan
endodermis agar mencapai silinder pusat. Oleh karena itu, air mengambil jalan lain, yaitu melalui
lapisan endodermis yang dindingnya tidak mengalami penebalan. Sel-sel endodermis yang dinding
selnya tidak mengalami penebalan ini disebut sel penerus. Dengan adanya sel penerus, air dapat
mencapai silinder pusat tanpa harus mengalami hambatan lain. Dilihat dari letaknya, endodermis
memiliki peranan untuk lewatnya air yang mengandung unsur hara dari korteks menuju silinder
pusat. Oleh karena itu, endodermis memiliki bentuk dan susunan sel yang khas.

d. Stele (Silinder Pusat)


Silinder pusat terbentuk oleh berkas-berkas pengangkut dan beberapa jaringan lain. Berkas
pengangkut yang membentuk silinder pusat, yaitu xilem, floem, dan perisikel. Letak xilem dan floem
pada silinder pusat tumbuhan monokotil berselingan tersusun secara teratur sehingga membentuk
jari-jari atau radial (berbentuk lingkaran). Pada tumbuhan dikotil, xilemnya terletak di pusat akar dan
floemnya mengelilingi xilem. Oleh karena itulah, lapisan ini disebut silinder pusat. Pada tumbuhan
dikotil, di antara xilem dan floemnya terdapat lapisan kambium. Fungsi lapisan kambium ke arah luar
yaitu untuk membentuk bagian kulit, sedangkan ke arah dalam untuk membentuk bagian kayu.
Selain ke empat lapisan akar di atas, pada lapisan terluar dari akar, yaitu di lapisan terluar silinder
pusat, juga terdapat perisikel atau perikambium. Perisikel ini merupakan jaringan khusus yang
berfungsi untuk membentuk percabangan pada akar.

Fungsi Akar Tumbuhan


1. Jangkar serta dukungan tanaman
2. Menyerap dan mengalirkan air dan mineral
3. Produk toko fotosintesis (karbohidrat, gula, protein)

4. Musim dingin kelangsungan hidup tanaman keras


5. Makanan dan pakan
6. Perambatan
7. Pengendalian erosi tanah

Batang
Berfungsi dalam pengangkutan air dan unsure hara dari akar, memperluas tajuk tumbuhan dlm
efisiensi menangkap cahaya matahari, tempat tumbuh organ generative, efisiensi penyerbukan dan
pemancaran benih,tempat pemyimpanan cadangan makanan.
Jaringan penyusunnya terdiri atas:
1. Epidermis: tersusun oleh selapis sel, rapat, dinding luar terdapat kutikula, dan pada tumbuhan
kayu yang tua terdapat kamium gabus
2. KOrteks: mengandung amilum dan tersusun oleh sel-sel parenkim, kolenkim dan sklerenkim
3. Stele: terdapat perisikel, sel parenkim, dan berkas pengangkut
Kambium hanya di miliki oleh tumbuhan dikotil, dibedakan menjadi 2:
1. Kambium intravaskuler: cambium terletak di antara xylem dan floem
2. Kambium intervaskuler: cambium terletak di antara dua berkas pengangkut

Daun
Berfungsi sebagai tempat fotosintesis, tempat terjadinya transpirasi dan gutasi, penyimpanan
cadangan makanan (pada vakuola amilum), transpirasi dan pertukaran gas(pada stomata).
Daun lengkap terdiri atas: tangkai daun, pelepah daun, dan helaian daun.
Jaringan penyusun daun:
1. Epidermis: berupasatu lapis sel, dinding sel mengalami penebalan dari zat kutin (kutikula) atau
lignin, terdapat stomata, dan terkadang ada trikoma dan sel kipas
2. Mesofil: terdapat parenkim palisade (jaringan tiang), dan parenkim spons (jaringan bunga
karang)
3. Berkas pengangkut terdapat dalam tulang daun (xylem dan floem)

Bagian bagian yang menyusun organ batang


a. Lapisan epidermis
Lapisan epidermis terletak paling luar dari organ batang. Terdiri atas lapis sel yang
dinding selnya sudah mengalami penebalan yang disebut kutikula. Sel sel epidermis
biasanya berbentuk rektangular dan tersusun rapat tanpa adanya ruang anatar sel,
menyebabkan terjadinya pengurang transpirasi dan dapat melindungi jaringan di
dalamnya dari kerusakan dan serangan hama.
b. Korteks
Korteks terdiri atas kolenkim yang susunannya berdesakan rapat, dan parenkim yang
longgar dengan banyak ruang antar sel. Pada beberapa tumbuhan, parenkim korteks

bagian tepi mengandung kloroplas sehingga mampu melakukan fotosintesis. Pada


tumbuhan monokotil, korteks merupakan kulit batang.
c. Floeterma (endodermis)
Disebut juga sarung amilum karena banyak berisi butir butir amilum. Endodermis terdiri
atas satu lapis sel yang berfungsi sebagai pemisah antara korteks dan silinder pusat.
d. Silinder pusat
Dibagi menjadi 2, yaitu :
Perisikel (perikambium)
Bersifat meristematis yang selnya aktif membelah dan menghasilkan sel sel baru,
sehingga menyebabkan batang dikotil menjadi membesar.
Berkas pengangkut (xylem dan floem)
Diantara xylem dan floem terdapat kambium intravaskuler yang menyebabkan
pertumbuhan sekunder, yang terus menerus.
2. Jaringan jaringan yang menyusun organ batang dan fungsinya
a. Jaringan epidermis
Sebagai pelindung jaringan yang ada di dalamnya, dan melindungi dari kehilangan air.
b. Jaringan meristem dasar
Berfungsi untuk pertumbuhan sekunder maupun primer.
c. Jaringan parenkim
Tempat bagi beberapa proses penting pada tumbuhan (sekresi, ekskresi, transportasi,
dll.)
d. Jaringan kolenkim
Sebagai jaringan penyokong bagi batang muda dan batang yang sedang tumbuh.
e. Jaringan berkas pengangkut
Xylem : Untuk mengangkut zat garam mineral dan air dari akar ke batang dan daun.
Floem : Mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan.
3. Perbedaan struktur mengenai batang dikotil dan monokotil
a. Batang monokotil terdapat jaringan tipis, yakni jaringan sklerenkima yang merupakan
kulit batang. Jaringan skelerenkima berperan memperkuat dan melindungi batang
monokotil.
b. Keberadaan kambium vaskeler umumnya hanya pada batang dikotil, meskipun ada
beberapa spesies dari monocotiledone yang memiliki kambium. Kambium
vaskeler terdapat di dalam berkas pengangkutan (di antara phloem dan xylem).
c. Tipe berkas pengangkutan pada monokotil yaitu kolateral tertutup karena tidak terdapat
kambium, bilateral misalnya pada solonaceae, dan konsentris. Sedangkan untuk dikotil
yaitu tipe kolateral terbuka dimana diantara xylem dan floem terdapat kambium.
d. Susunan berkas pengangkutan pada dikotil tersusun teratur dalam lingkaran, meliputi
xilem, floem, dan kambium pembuluh. Xilem terletak di bagian dalam sedangkan floem
teletak lebih luar, dan kambium pembuluh terletak di antara keduanya.

Pola susunan berkas pembuluh pada monokotil tersusun tersebar, namun tetap
mengikuti pola kolateral. Artinya, xilem terletak pada posisi lebih dalam dari pada floem,
seperti diperlihatkan pada gambar. Bulatan besar adalah xilem (protoxilem &metaxilem)
sedangkan bulatan kecil berwarna biru yang terletak lebih luar adalah floem, bukan
mengelilingi xilem.
Tudung Akar
Tudung akar terletak pada ujung akar, berfungsi melindungi promeristem akar serta
membantu penembusan tanah oleh akar. Tudung akar terdiri atas sel-sel parenkimatis
dengan berbagai tingkatan diferensiasi. Selnya terkadang tersusun atas deretan radial yang
berasal dari permulaan tudung akar. Pada beberapa tumbuhan, sel sentral di tudung akar
membentuk struktur yang lebih jelas dan tetap yang disebut kolumela (Hidayat, 2005).
Secara fisiologis tudung akar mempunyai fungsi penting, yaitu menentukan arah
gravitasi pertumbuhan akar. Telah diketahui bahwa pemotongan ujung akar akan
mempengaruhi responnya terhadap gaya berat, dikarenakan tudung akar mengandung
amiloplas yang dapat yang dapat mempengaruhi geotropisme. Amiloplas pada tudung akar
ini membentuk inklusiones yang berbentuk padat, berupa butir tepung yang disebut statolit
(Sumardi, 1993).
2.3.2 Epidermis
Pada kebanyakan akar, epidermis berdinding tipis. Rambut-rambut akar berkembang dari
yang khusus, dan sel tersebut mempunyai ukuran yang berbeda dengan sel epidermis,
dinamakan trikhoblas. Trikhoblas sendiri berasal dari pembelah protoderm. Epidermis akar
yang berfungsi untuk penyerapan.sertabulu-bulu akar yang memiliki kutikula tipis
(Sumardi, 1993).
Ciri khas dari epidermis akar ialah pembentukan rambut akar yang merupakan organ
yang sangat sesuai untuk pengambilan air dan garam yang efisien. Daerah rambut akar
biasanya terbatas beberapa sentimeter dari ujung akar. Rambut akar tidak ada di dekat
meristem apikal dan biasanya mati/mengering pada bagian akar yang lebih dewasa (Fahn,
1995).

2.3.3 Korteks Akar


korteks akar umumnya terdiri atas sel-sel prenkimatis selama perkembangannya,
ukuran sel-sel korteks yang mengalami differensiasi bertambah, sebelum terjadi vakuolisasi
dalam sel tersebut (Sumardi, 1993).

korteks akar lebih lebar daripada korteks batang, karena itulah korteks akar berperan
lebih banyak dalam penyimpanan. Lapisan paling dalam dari korteks merupakan
endodermis (Kartasapoetra,1991).
2.3.4 Endodermis
Endodermis tersusun oleh satu lapis sel yang berbeda secara fisiologi, struktur, dan
fungsi dengan lapisan sel di sekitarnya. Berdasarkan perkembangan dicincin selnva,
endodermis dapat dibedakan menjadi:
1. Endodermis tersier apabila penebalan membentuk huruf U yang mengandung lapisan
suberin dan selulose pada dinding radial dan tangensial bagian dalam. Di antara sel-sel
endodermis terdapat beberapa sel yang tidak mengalami penebalan dinding, yaitu selsel yang terletak berhadapan dengan protoxilem. Sel-sel ini disebut sel peresap
(Nugroho, 2006).
2. Endodermis primer yang mengalami penebalan berupa titik-tirik Caspary dari suberin
dan kutin.
3. Endodermis sekunder, apabila penebalan berupa pita Caspary dari zat lignin.
Pita Caspary adalah pita-pita suberin yang mengelilingi dinding radial dan melintang pada
daerah penyerapan pada akar di dinding sel endodermis. Pita caspary berfungsi untuk
mengendalikan pergerakan larutan (air dan mineral) dari daerah korteks yang akan menuju
silinder pusat (Savitri, 2009).
Kehadiran pita caspary membagi akar menjadi dua bagian yang terpisah. Pembagian ini
penting dalam gerak selektif garam mineral dan air. Setiap ion dalam larutan air tanah
mampu menembus epidermis dan korteks akar. Bahkan jika seluruh sel korteks memiliki
plasmalema yang tidak permeable terhadapnya, ion tersebut dapat menembus korteks
melalui air dalam dinding dan ruang antarsel. Namun, pita caspary merupakan
penghalangnya. Agar dapat masuk steledan memasuki arus transpirasi xylem, ion harus
melewati plasmalema sel endodermis. Disinilah terjadi seleksi anatara ion yang dapat
masuk dan ion yang harus tetap di luar (Hidayat, 1995).
2.3.5. Eksodermis
Pada sebagian besar tumbuhan, dinding sel pada lapisan sel terluar korteks akan
membentuk gabus, sehingga terbentuk jaringan pelindung baru yaitu eksodermis yang akan
menggantikan epidermis. Struktur dan sifat sitokimiawi sel eksodermis mirip sel
endodermis. Dinding primer dilapisi suberin dan lapisan itu dilapisi lagi oleh selulosa.
Lignin juga ditemukan disana (Hidayat, 2005).

Sel-sel eksodermis juga mengandung protoplas. Tebalnya eksodermis ini berbedabeda pada lapisan sel tunggal sampai yang berlapis-lapis. Eksodermis biasanya disertai pula
oleh jaringan sklerenkim seperti pada
akar Ananas ,Graminae dan Cyperaceae (Sumardi, 1993).

Anatomi Zea mays


Anatomi Zea mays
Akar

Struktur akar Zea maysdari lapisan paling luar ke lapisan terdalam adalah: epidermis, korteks,
endodermis, floem, xilem, dan empulur.
Endodermis terdiri dari satu lapis sel,yang tersusun secara padat. Pada jaringan epidermis dapat
ditemukan derivat epidermis berupa rambut akar, yang terutama terdapat pada zona diferensiasi.
Rambut akar memiliki fungsi untuk memperluas daerah penyerapan air dan unsur hara yang terlarut di
dalam tanah. Sementara fungsi dari epidermis yaitu melindungi kerusakan mekanis pada jaringan lunak
yang berada di sebelah dalam jaringan epidermis dan mencegah penguapan air yang berlebihan pada
jaringan dalam.
Di bawah epidermis terdapat jaringan yang terdiri dari beberapa lapis sel yang disebut jaringan
korteks. Sel-sel yang menyusun jaringan korteks memiliki ruang antar sel. Di dalam korteks akar Zea
mays membentuk serabut sklerenkim dari berbagai sel yang berdinding tebal sebagai penguat.

Di sebelah dalam korteks terdapat endodermis yang terdiri atas satu lapis sel dengan dinding
tebal yang mengandung suberin dan lignin. Penebalan pada dinding sel endodermis tersebut
menghasilkan tampilan seperti pita yang disebut sebagai pita kaspari. Endodermis berfungsi untuk
mengatur pemasukan air ke dalam jaringan angkut (xilem).
Pita kaspari merupakan lapisan lilin sehingga mencegah aliran air secara apoplas. Sehingga air
harus melewati membran plasma dan masuk secara simplas. Plasma membran sel endodermis memiliki
banyak protein transport yang secara aktif menyalurkan molekul ke dalam dan ke luar. Setelah air
melewati pita kaspari di sel endodermis, maka air bebas mengalir secara apoplas ke sel xilem.
Di sebelah dalam endodermis, terdapat daerah silinder pusat. Silinder pusat menempati bagian
tengah akar. Silinder pusat meliputi :
Jaringan perisikel
Perisikel merupakan lapisan tunggal yang terletak di sebelah dalam endodermis yang terdiri dari
sel-sel parenkimatis, letaknya berbatasan dengan jaringan pengangkut . Perisikel berfungsi membentuk
primordial akar lateral, dan sebagian dari cambium pembuluh yang nantinya akan menghasilkan xylem
dan floem sekunder.
Jaringan pengangkut
Xylem dan floem akar tersusun secara radial, dan ujuran sel xilem lebih besar daripada sel floem.
Batang

Zea maysmerupakan tumbuhan monokotil, maka struktur anatomi batangnya memiliki


struktur batang monokotil.

Epidermis adalah bagian terluar dari batang yang terdiri dari satu lapis sel parenkim yang
tersusun padat tanpa adanya celah antar sel. Epidermis batang dilindungi oleh lapisan kutikula. Di
lapisan epidermis batang dapat ditemukan adanya derivat epidermis berupa stomata.
Korteks batang Zea mays berukuran cukup luas, bagian dalam korteks utamanya terdiri dari
parenkim dan beberapa lapis terdiri dari sklerenkim (tepat di bawah epidermis). Sklerenkim juga
terdapat pada sekeliling berkas pengangkut. Sel sklerenkim memiliki fungsi untuk mendukung batang
dan melindungi berkas pengangkut. Sel sklerenkim memiliki ukuran yang kecil, dan memiliki dinding sel
yang kuat dan tebal. Dinding sel dipenuhi dengan lignin, maka dari itu dinding sel memiliki sifat kaku.
Sel parenkim memiliki ukuran yang lebar dengan dinding sel tipis. Sel parenkim tetap hidup
sampai tumbuhan dewasa. Sel parenkim memiliki fungsi untuk menyimpan zat tepung yang dihasilkan
dari fotosintesis. Sel parenkim juga memiliki kloroplas sehingga dapat melakukan fotosintesis.

Jaringan pengankut terdiri dari dua jaringan yaitu xilem dan floem. Xilem selalu berada lebih
dalam daripada floem dan memiliki ukuran sel yang lebih lebar dibandingkan dengan floem. Fungsi xilem
adalah menyalurkan air dan mineral yang terlarut dari akar ke bagian tubuh yang melakukan
fotosintesis. Sedangkan fungsi dari floem adalah untuk menyalurkan makanan hasil fotosintesis dari
bagian tanaman yang melakukan fotosintesis ke bagian lain yang membutuhkan suplai makanan.
Daun

Daun Zea maysmemiliki tulang daun yang melengkung dan sejajar. Jaringan paling luar disebut
epidermis yang terdiri dari satu lapis sel (unilateral) yang berbentuk batang dan memiliki kutikula

sehingga bersifat kasar dan tahan air. Jaringan epidermis atas berbeda dengan epidermis bawah.
Permukaan atas daun disebut permukaan adaksial dan permukaan bawah daun disebut dengan
permukaan abaksial.
Pada permukaan adaksial terdapat derivat epidermis seperti sel kipas (bulliform cell) dan
stomata Sel kipas pada daun Zea mays terletak pada epidermis sebelah atas, dan memiliki ukuran yang
lebih besar daripada ukuran sel epidermis sekitarnya, sedikit bahkan hampir tidak memiliki klorofil, dan
memiliki fungsi dalam proses pembukaan gulungan daun dalam tunas dan untuk mengurangi penguapan
yang berlebihan. Proses ini terjadi pada musim dimana air sulit diperoleh. Untuk mengatasi kekurangan
air yang berlebih, maka sel kipas akan mengkerut dengan mengurangi tekanan turgornya, sehingga daun
menggulung dan akan kembali lagi ketika air mudah didapatkan kembali.
Stomata yang ada pada daun Zea mays tersebar secara merata di kedua sisi epidermis
(epidermis atas dan epidermis bawah) atau disebut juga dengan amfistomata. Stomata di batasi oleh
dua sel penjaga yang memiliki klorofil
Di bawah jaringan epidermis, terdapat jaringan mesofil yang memenuhi bagian tengah daun.
Pada tanaman monokotil seperti jagung, daun tidak memiliki jaringan palisade. Di dalam jaringan
mesofil terdapat berkas pengangkut tipe kolateral tertutup. Setiap berkas pengangkut terletak berjajar,
dan dikelilingi oleh jaringan parenkim yang keras namun tipis. Jaringan pengangkut diselubungi oleh
sebuah selubunga yang terdiri dari sel-sel parenkim yang di dalamnya terdapat klorofil sehingga dapat
melakukan fotosintesis. Jagung adalah tipe tanaman C4. Tanaman C4 memiliki sel kloroplas yang besar
dan tersebar secara kaku. Kloroplas terletak di daerah mesofil daun yang terletak pada bagian tengah
jaringan daun.