Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK

LABORATORIUM
ALAT PERAGA

Nama : DHEA VIVIN. K


NIM : F05112088
REG A KELAS B

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
2013

A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
Pada suatu pembelajaran, ada kegiatan atau konsep yang sulit
dijelaskan dengan kata-kata verbal. Kondisi ini tentu akan menjadi kendala
dalam pemahaman konsep. Maka dari itu untuk konsep tertentu perlu
dijelaskan dengan bantuan alat peraga. Alat peraga ini ada yang dua dimensi
maupun yang tiga dimensi dan berbentuk model, spesimen dan charta.
Pembelajaran menggunakan alat peraga berarti mengoptimalkan fungsi
seluruh panca indera mahasiswa untuk meningkatkan efektivitas siswa
belajar dengan cara mendengar, melihat, dan meraba, serta menggunakan
pikirannya secara logis dan realistis.
Praktikum ini dilakukan dengan harapan praktikan dapat mengenal
jenis-jenis alat peraga, mengetahui fungsi dan pembagian-pembagiannya,
dan dapat membedakannya. Sehingga alat-alat peraga tersebut dapat
digunakan pada konsep yang sesuai dengan efektif dan efesien.
2. Dasar Teori
The world of education is closely related to the props. Almost all
fields of study require props that are used to describe the details of a theory,
anatomy, etc.. Especially for props anatomy was deliberately made in such a
way similar to the original anatomy. As for the field of study of physics
props are usually created with the objective of a theory can be clearly
received by the students (Johnson, 2009).
Alat peraga diartikan sebagai alat (benda) yang digunakan untuk
memperagakan fakta, konsep, prinsip, atau prosedur tertentu agar tampak
lebih nyata/konkrit. Secara umum pengertian alat peraga didefinisikan
sebagai benda atau alat-alat yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan
pembelajaran. Jika benda atau alat tersebut digunakan untuk pembelajaran
IPA, benda atau alat itu disebut alat peraga IPA (Anonim A, 2010).
Tujuan penggunaan alat peraga adalah untuk mendemonstrasikan
konsep yang abstrak ke dalam bentuk visual. Dalam proses pembelajaran
alat peraga berfungsi :
memecah rangkaian pembelajaran ceramah yang monoton
membumbui pembelajaran dengan humor untuk memperkuat minat
siswa belajar.
menghibur siswa agar pembelajaran tidak membosankan.
memfokuskan perhatian siswa pada materi pelajaran secara kongkrit.
melibatkan siswa dalam proses belajar sebagai rangkaian pengalaman
nyata.

Penggunaan alat peraga menunjang prinsip pembelajaran yang efektif


yang terkait pada upaya :
1. Meningkatkan motivasi siswa belajar karena peraga dapat merangsang
tumbuhnya perhatian serta mengembangkan keterampilan.
2. Peraga dapat memfokuskan perhatian siswa, pendidik dapat
menggunakan peraga dengan melihat benda yang sesungguhnya di luar
kelas atau dalam kelas.
3. Menyajikan pembelajaran dengan memanfaatkan kehidupan nyata dalam
rangka meningkatkan daya antusias siswa terhadap materi pelajaran.
4. Alat peraga pembelajaran dapat mengubah guru sebagai transmisi yang
berfungsi sebagai penghantar menjadi fasilitator, peraga membuat siswa
lebih aktif.
5. Membuat seluruh momen dalam kelas hidup dan berubah dari waktu ke
waktu, pendidikan dapat membangun pertanyaan dengan dukungan alat
yang ada di tangan.
6. Alat peraga membuat siswa menjadi lebih aktif berpikir dan
mengembangkan kemampuan berpikir kritis karena siswa tidak sekedar
mengingat dan mendengarkan, namun mengembangkan pikirannya
dengan fakta.
7. Alat peraga lebih meningkatkan interaksi antar siswa dalam kelas
sehingga transformasi belajar dapat berkembang dinamis.
8. Dengan bantuan alat peraga dapat meningkatkan daya monitor pendidik
sehubungan dengan aktifitas siswa lebih mudah diamati (Anonim B,
2009).
Alat peraga adalah suatu alat yang dapat diserap oleh mata dan telinga
dengan tujuan membantu guru agar proses belajar mengajar siswa lebih
efektif dan efisien (Sudjana, 1991).
Alat peraga dalam mengajar memegang peranan penting sebagai alat
Bantu untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. Proses
belajar mengajar ditandai dengan adanya beberapa unsur antara lain tujuan,
bahan, metode dan alat, serta evaluasi. Unsur metode dan alat merupakan
unsur yang tidak bisa dilepaskan dari unsur lainnya yang berfungsi sebagai
cara atau tehnik untuk mengantarkan sebagai bahan pelajaran agar sampai
tujuan.
Prinsip-prinsip penggunaan alat peraga ialah sebagai berkut:
1. Menentukan alat peraga dngan tepat
2. Menetapkan /memperhitungkan subjek dengan tepat.
3. Menyajikan alat peraga dengan tepat.
4. Menempatkan atau memperlihatkan alat peraga tepat waktu, tempat dan
situasi yang tepat.

Kelebihan dan kekurangan penggunaan alat peraga


Adapun kelebihan dan kekurangan penggunaan alat peraga dalam
pengajaran yaitu:

Kelebihan penggunaan alat peraga yaitu:


Menumbuhkan minat belajar siswa karena pelajaran menjadi lebih
menarik.
Memperjelas makna bahan pelajaran sehingga siswa lebih mudah
memahaminya.
Metode mengajar akan lebih bervariasi sehingga siswa tidak akan mudah
bosan.
Membuat lebih aktif melakukan kegiatan belajar seperti :mengamati,
melakukan dan mendemonstrasikan dan sebagainya.

Kekurangan alat peraga yaitu:


Mengajar dengan memakai alat peraga lebih banyak menuntuk guru.
Banyak waktu yang diperlukan untuk persiapan.
Perlu kesediaan berkorban secara materiil
Alat peraga yang di gunakan harus memiliki sifat sebagai berikut:
1. Tahan lama (terbuat dari bahan yang cukup kuat).
2. Bentuk dan warnanya menarik.
3. Sederhana dan mudah dikelola (tidak rumit).
4. Ukurannya sesuai (seimbang) dengan ukuran fisik anak.
5. Dapat mengajikan konsep matematika (tidak mempersulit pemahaman).
6. Sesuai dengan konsep pembelajaran.
7. Dapat memperjelas konsep (tidak mempersulit pemahaman).
8. Peragaan itu supaya menjadi dasar bagi tumbuhnya konsep berpikir yang
abstrak bagi siswa.
9. Bila kita mengharap siswa belajar aktif (sendiri atau berkelompok) alat
peraga itu supaya dapat dimanipulasikan, yaitu: dapat diraba, dipegang,
dipindahkan, dimainkan, dipasangkan, dicopot, (diambil dari
susunannya) dan lain-lain.
10. Bila mungkin alat peraga tersebut dapat berfaedah lipat (banyak)
(Soeharto, 2003).
Alat peraga terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu dua dimensi
dan tiga dimensi. Alat peraga dua dimensi dapat dibagi lagi menjadi
kelompok yang lebih kecil, yaitu alat peraga dua dimensi pada bidang tidak
transparan dan alat peraga pada bidang tidak transparan.

Alat peraga tiga dimensi mempunyai kelebihan dibandingkan alat


peraga dua dimensi (charta misalnya), yaitu selain dapat dilihat (dengan
mata) dan didengar (dengan telinga), juga dapat diraba (dengan kulit).
Kelebihan yang lain adalah membantu siswa untuk memformalisasi suatu
konsep lebih jelas tentang suatu benda (Adijuwana, 1992).
Media asli atau specimen merupakan objek sebenarnya yang
digunakan sebagai alat bantu pembelajaran. Cakupan media asli dalam
pembelajaran biologi sangat luas, mulai dari bagian kecil dari suatu objek
sampai ke objek utuh lengkap dengan habitatnya . berdasarkan ukurannya
mulai dari objek yang besar sampai dengan objek mikroskopis yang hanya
bisa dilihat dengan bantuan mikroskop. Media asli juga disebut sebagai
realita karena media tersebut adalah objek nyata (real), dalam kaitan materi
biologi adalah makhluk hidup utuh atau bagian-bagiannya (Gillespie dan
Spirt, 1973).
Media asli dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa cara, misalnya
dari ukurannya, keutuhannya, kondisinya, dan sebagainya. Berdasarkan
ukurannya, media asli dapat dikelompokkan menjadi media makroskopis
dan mikroskopis. Apabila pengelompokkan tersebut didasarkan pada
keutuhannya, media asli dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu media
dengan menampilkan bagian dari tubuh individu terebut dan media dengan
menampilkan satu atau sekelompok individu utuh. Sedangkan apabila
didasarkan pada kondisinya, media asli dapat dikelompokkan menjadi
media segar dan media awetan (Arsyad, 1997).
Model merupakan media tiga dimensi yang dapat dilihat, diraba, dan
mungkin dimanipulasi. Media model dibuat dalam usaha membantu
mewujudkan realitas. Hal ini dimaksudkan untuk mensiasati kelemahan dari
media asli yang tidak mungkin dijadikan alat pembelajaran di kelas yang
disebabkna oleh berbagai alasan (Roy, 1998).
Pada kegiatan belajar mengajar IPA Biologi di kenal ada berbagai
macam alat peraga, misalnya spesimen, model torso, carta, dan lain-lain.
Model Torso sebagai alat peraga dalam penyajian materi biologi karena
karakteristik yang dimilikinya. Model Torso adalah alat peraga yang
berbentuk model. Model adalah benda-beda pengganti yang menggantikan
benda sebenarnya dalam bentuk sederhana, menghilangkan bagain yang
kurang perlu serta menonjolkan bagai yang perlu saja. Model are scaled
representations of thing. Besarnya dapat sama, lebih kecil atau lebih besar,
tapi bentuknya biasanya selalu sama seperti benda yang asli (Hamalik,
1994).
Model torso adalah alat peraga yang didesain sebagai pengganti tubuh
atau jasad manusia tanpa lengan dan kaki dan lebih menonjolkan
penampakkan organ-organ dalam seperti jandung, paru-paru, hati, lambung,
usus halus, usus besar, ginjal dan penampakan berbagai organel lain yang

mendukung gambaran lengkap dari fungsi dan proses-proses yang terjadi


mendukung gambaran lengkap dari segi pandang Model Torso mempunyai
tiga permukaan yaitu panjang, lebar dan tinggi. Oleh sebab itu Model Torso
termasuk kategori alat peraga tiga dimensi. Alat peraga dengan bentuk tiga
dimensi akan banyak mengandung pemahaman dibandingkan dengan yang
lain serta memberi pengalaman yang lengkap dan mendalam (Hamalik,
1994).

B. Tujuan
Praktikum yang berjudul Alat Peraga ini bertujuan untuk mengetahui
dan mengenal alat-alat peraga dalam laboratorium biologi, mengetahui
pembagian-pembagian dan fungi alat peraga, membedakan jenis-jenis alat
peraga dalam laboratorium biologi serta mengetahui perbedaan alat peraga 2
dimensi dan tiga dimensi.

C. Metodologi
Dalam praktikum Alat Peraga ini menggunakan alat-alat peraga seperti
awetan kering capung (Castoraeschna dearvata), awetan basah Padina
australis, model DNA, preparat sel saraf, model jaringan kulit, model Rana sp.,
herbarium Crotalaria striata, charta sendi, model belahan bunga, model rangka
manusia, dan piramida makanan. Untuk alat, kami tidak menggunakannya
karena praktikum ini hanya membahas tentang alat peraga. Dan untuk cara
kerjanya yang pertama beberapa alat peraga ditunjukkan dan disebutkan
namanya oleh asisten, kemudian kategori, fungsi, konsep yang sesuai,
kemenarikan, durability, dan kisaran harga dari alat-alat peraga tersebut
disebutkan oleh praktikan dibantu oleh asisten. Setelah itu kategori, fungsi,
konsep yang sesuai, kemenarikan, durability, dan kisaran harga dari alat-alat
peraga tersebut dituliskan oleh praktikan beserta nama alatnya di tabel
pengamatan.

D. Hasil Pengamatan
No.

Nama Alat

Awetan
1.

kering
capung

Awetan
2.

basah Padina
australis

3.

Model DNA

Kategori

3
Dimensi

Fungsi

Mengetahui
morfologi
capung

konsep

Menarik

Morfologi
&
Taksonomi

Mengetahui

&

Dimensi

morfologi

Taksonomi

Dimensi

struktur

saraf

Dimensi

anatomi sel
saraf

tahan

Murah

Tidak
Genetika

DNA

Preparat sel

Murah

lama

Mengetahui
struktur

tahan

Tidak

Tumbuhan
3

Harga

lama

Hewan

Durability

Tidak

Morfologi

Mengamati
4.

Sesuai dgn

tahan

Murah

lama
Anatomi &
Jaringan

Hewan

Tahan
lama

Mahal

Mengetahui
5.

Model

struktur

Sistem

jaringan kulit

Dimensi

jaringan

Ekskresi

Tahan
lama

Mahal

kulit
Model
6.

anatomi Rana
sp.

3
Dimensi

Mengetahui
anatomi
Rana sp.
Mengetahui

Herbarium
7.

Crotalaria
striata

3
Dimensi

morfologi
&
klasifikasi
tumbuhan

Anatomi
Hewan

Morfologi
&
Klasifikasi

8.

jenis-jenis

Sistem

persendian

Dimensi

sendi

Gerak

9.

belahan
bunga

3
Dimensi

Mengetahui
morfologi
bunga

Reproduksi
Bunga

tahan

Murah

Tidak

tahan

Murah

lama

manusia
Model

Mahal

lama

Mengetahui
2

lama

Tidak

Tumbuhan

Charta

Tahan

Tahan
lama

Mahal

10.

Kerangka

manusia

Dimensi

Mengetahui
kerangka
manusia

Sistem
Gerak

Mengetahui
11.

Piramida

tingkat

makanan

Dimensi

trofik
makanan

Tahan
lama

Mahal

Tidak
Ekosistem

tahan

Murah

lama

E. Pembahasan
Praktikum yang berjudul Alat Peraga dilakukan dengan tujuan untuk
mengetahui dan mengenal alat-alat peraga dalam laboratorium biologi,
mengetahui pembagian-pembagian dan fungi alat peraga, membedakan jenisjenis alat peraga dalam laboratorium biologi serta mengetahui perbedaan alat
peraga 2 dimensi dan tiga dimensi.
Alat peraga adalah suatu set alat yang membantu memudahkan dalam
memahami sutu konsep secara tidak langsung. Pada prakyikum ini dilakukan
analisis terhadap 11 alat peraga, yaitu awetan kering capung, awetan basah
Padina australis, model DNA, preparat sel saraf, model jaringan kulit, model
Rana sp., herbarium Crotalaria striata, charta sendi, model belahan bunga,
model rangka manusia, dan model piramida makanan.
Alat peraga terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu dua dimensi dan
tiga dimensi. Alat peraga dua dimensi dapat dibagi lagi menjadi alat peraga dua
dimensi pada bidang transparan dan alat peraga pada bidang tidak transparan.
Alat peraga tiga dimensi mempunyai kelebihan dibandingkan alat peraga
dua dimensi (charta misalnya), yaitu selain dapat dilihat (dengan mata) dan
didengar (dengan telinga), juga dapat diraba (dengan kulit). Kelebihan yang
lain adalah membantu siswa untuk memformalisasi suatu konsep lebih jelas
tentang suatu benda (Adijuwana, 1992).
Alat peraga dua dimensi hanya dapat dilihat dari tampilan depan, berbeda
dengan alat peraga tiga dimensi yang dapat diamati dari segala arah, bahkan
dapat diraba dan dimanipulasi. Alat peraga tiga dimensi memang lebih efektif
dalam menjelaskan suatu konsep, namun alat peraga tiga dimensi pada
umumnya lebih sulit dibawa-bawa dan harganya cenderung lebih mahal
daripada alat peraga dua dimensi.
Pada praktikum yang termasuk alat peraga dua dimensi adalah preparat el
sarf, dan charta sendi. Sedangka yang termasuk alat peraga riga dimensi adalah
awetan kering capung, awetan basah Padina australis, model DNA, model
jaringan kulit, model Rana sp., herbarium Crotalaria striata, model belahan
bunga, model rangka manusia, dan model piramida makanan.

Alat peraga yang telah dipraktikumkan dikategorikan juga dalam bentuk


model, spesimen dan charta.
Model adalah alat peraga 3 dimensi yang dapat dilihat, diraba, dan
dimanipulasi. Untuk alat peraga jenis ini umumnya harganya mahal dan cukup
tahan lama. Kelebihan alat peraga ini umumnya bentuknya hampir menyerupai
bentuk asli dengan materi yang akan disampaikan, sebagai contoh rangka
manusia, praktikan akan lebih mudah mengetahui nama tulang-tulang, jenis
dan bentuk tulang. Alat-alat peraga yang terrmasuk kategori model adalah
DNA manusia, jaringan kulit manusia, Rana sp., belahan bunga, rangka
manusia, dan piramida makanan.
Spesimen adalah awetan, biasanya berupa binatang ataupun tumbuhtumbuhan. Spesimen biasanya bisa dibuat sendiri karena itu biaya yang
dikelurkan juga cukup murah. Dengan spesimen praktikan akan lebih tahu
bentuk asli hewan maupun tumbuhan. Spesimen biasanya berupa awetan
keringmaupun basah dan herbarium. Alat-alat peraga yang tergolong kategori
spesimen adalah awetan kering capung, awetan basah Padina australis,
preaparat sel saraf, dan herbarium Crotalaria striata.
Charta merupakan alat peraga 2 dimensi berupa lembaran berisi gambar
materi yang akan dijelaskan. Charta dapat dibuat sendiri sehingga cenderung
lebih murah. Kelemahan charta adalah tidak dapat menampilkan bentuk asli
hanya berupa gambaran saja.
Semua alat peraga menarik. Alat peraga pembelajaran sederhana dapat
dibuat dari bahan-bahan sederhana seperti karton, kardu, stryrofoam, dan juag
bisa memanfaatkan software-software komputer. Durability dan harga suatu
alat peraga tergantung pada bahan pembuatnya dan cara pembuatannya. Alat
peraga yang terbuat dari kertas karton umumnya murah dan tidak tahan lama.
Cara memperpanjang durability alat peraga dari karton, misalnya charta, dapat
dilakukan dengan menyampulnya dengan plastik. Sedangkan untuk alat peraga
yang terbuat dari bahan alami yang diawetkan atau dari plastik umumnya lebih
tahan lama. Bahan alami yang diawetkan harganya pun cenderung murah
karena dapat langsung ditemukan di alam.

Berikut penjelasan lebih rinci untuk masing-masing alat peraga:


1. Awetan kering capung (Castoraeschna dearvata)

Alat peraga ini merupakan alat peraga 3 dimensi yang termasuk ke dalam
kategori spesimen. Fungsinya untuk mengetahui morfologi capung. Sesuai
dengan konsep Morfologi dan Klasifikasi Hewan, sifatnya menarik, tidak
tahan lama, dan kisaran harganya murah.
2. Awetan basah Padina australis

Alat peraga ini merupakan alat peraga 3 dimensi yang termasuk ke dalam
kategori spesimen. Fungsinya untuk mengetahui morfologi. Sesuai dengan
konsep Morfologi dan Klasifikasi Tumbuhan, sifatnya menarik, tidak
tahan lama, dan kisaran harganya murah.
3. DNA

Alat peraga ini merupakan alat peraga 3 dimensi yang termauk ke dalam
kategori model. Funginya untuk mengetahui struktur DNA. Sesuai dengan
konsep Genetika, sifatnya menarik, tidak tahan lama, dan kisaran
harganya murah.

4. Preparat sel saraf

Alat peraga ini merupakan alat peraga 2 dimensi yang termasuk ke dalam
kategori spesimen. Fungsinya untuk mengamati struktur anatomi sel saraf.
Sesuai dengan konsep Anatomi dan Jaringan Hewan, sifatnya menarik,
tahan lama, dan kisaran harganya mahal.
5. Jaringan kulit

Alat peraga ini merupakan alat peraga 3 dimensi yang termasuk ke dalam
kategori model. Fungsinya untuk mengetahui anatomi atau struktur jaringan
kulit. Sesuai dengan konsep Sistem Ekskresi, sifatnya menarik, tahan
lama, dan kisaran harganya mahal.
6. Rana sp.

Alat peraga ini merupakan alat peraga 3 dimensi yang termasuk ke dalam
kategori model. Fungsinya untuk mengetahui anatomi Rana sp. Sesuai
dengan konsep Anatomi Hewan, sifatnya menarik, tahan lama, dan
kisaran harganya mahal.

7. Herbarium Crotalaria striata

Alat peraga ini merupakan alat peraga 3 dimensi yang termasuk ke dalam
kategori spesimen. Fungsinya untuk mengetahui morfologi dan klasifikasi
tumbuhan. Sesuai dengan konsep Morfologi dan Klasifikasi Tumbuhan,
sifatnya menarik, tidak tahan lama, dan kisaran harganya murah.
8. Sendi

Alat peraga ini merupakan alat peraga 2 dimensi yang termasuk ke dalam
kategori charta. Fungsinya untuk mengetahui jenis-jenis sendi yang ada
pada manusia. Sesuai dengan konsep Sistem Gerak, sifatnya menarik,
tidak tahan lama, dan kisaran harganya murah.
9. Belahan bunga

Alat peraga ini merupakan alat peraga 3 dimensi yang termasuk ke dalam
kategori model. Fungsinya untuk mengetahui morfologi bunga. Sesuai
dengan konsep Reproduksi Tumbuhan (Bunga), sifatnya menarik, tahan
lama, dan kisaran harganya mahal.

10. Rangka manusia

Alat peraga ini merupakan alat peraga 3 dimensi yang termasuk ke dalam
kategori model. Fungsinya untuk mengetahui kerangka manusia. Sesuai
dengan konsep Sistem Gerak, sifatnya menarik, tahan lama, dan kisaran
harganya mahal.
11. Piramida makanan

Alat peraga ini merupakan alat peraga 3 dimensi yang termasuk ke dalam
kategori model. Fungsinya untuk mengetahui tingkat trofik rantai makanan.
Sesuai dengan konsep Ekosistem, sifatnya menarik, tidak tahan lama, dan
kisaran harganya murah.

F. Kesimpulan
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan
bahwa alat peraga merupakan alat yang membantu menjelaskan konsep/materi
agar lebih jelas dan mudah dipahami. Alat peraga tersebut terbagi menjadi 2
jenis, yaitu alat peraga 2 dimensi dan alat peraga 3 dimensi. Alat peraga 2
dimensi terbagi lagi menjadi alat peraga 2 dimensi pada bidang transparan,
contohnya preparat, dan alat peraga 2 dimensi pada bidang tidak transparan,
contohnya charta. Alat peraga 3 dimensi memiliki kelebihan lebih tahan lama,
dapat dilihat, diraba, dimanipulasi. Kelemahannya harga cenderung lebih
mahal. Alat peraga 2 dimensi hanya dapat dilihat dan diamati, untuk itu charta
harus dibuat semenarik mungkin dan penuh warna.
Alat peraga 2 dimensi dan 3 dimensi terdiri dari bentuk model, charta dan
spesimen. Model dan spesimen termasuk alat peraga 3 dimensi, sedangkan

charta termasuk alat peraga 2 dimensi. Semua alat peraga menarik. Masingmasing alat peraga tersebut penggunaannya harus disesuaikan dengan konsep
yang cocok. Durability dan harga alat peraga tergantung dari bahan
pembuatnya dan cara pembuatannya. Untuk memperpanjang durability charta
dapat disampul dengan plastik.

DAFTAR PUSTAKA
Adijuwana, H. 1992. Manajemen Laboratorium. Bogor : IPB.
Anonim A. 2010. Alat Peraga Praktik IPA. (online). http://118.96216sg/mediapembelajaran.pdf). diunduh tanggal 19 April 2013.
Anonim
B.
2009.
Alat
Peraga
Pembelajaran.
(online).
http://gurupembaharu.com). diakses tanggal 19 April 2013.
Arsyad, Azhar. 1997. Alat Peraga. Jakarta : Rineka Cipta.
Gillespie dan Spirt. 1973. Teaching Aids. Bandung : ITB Press.
Hamalik. 1994. ALAT PERAGA. Jakarta : Erlangga.
Johnson. 2009. General laboratory techniques. Vol 2. 11-12.
Roy, Killen. 1998. Media Pembelajaran. Bogor : IPB Press.
Soeharto, Karti. 2003. Jurnal Teknologi Pembelajaran. Vol 8. 23-25.
Sudjana, Nana dan Rivai Ahmad. 1991. Media Pengajaran. Bandung : Sinar
Baru Algensindo.