Anda di halaman 1dari 14

CHAPTER 19

PENYELESAIAN AUDIT/TANGGUNG JAWAB SESUDAH AUDIT


Pada bab ini akan dibahas dua bidang tambahan yang penting dari aktivitas dalam audit
laporan keuangan. Pertimbangan pertama ditujukan pada penyelesaian audit. Prosedur yang
dilaksanakan dalam aktivitas tersebut mempunyai beberapa karakteristik yang berbeda sebagai
berikut ini :
1. Prosedur itu tidak bersangkutan dengan siklus transaksi atau akun- akun spesifik
2. Prosedur itu dilaksanakan sesudah tanggal neraca
3. Prosedur itu melibatkan banyak pertimbangan subyektif oleh auditor
4. Prosedur itu biasanya dilaksanakan oleh manajer audit atau anggota senior lainnya dari
tim audit yang mempunyai pengalaman yang luas dengan klien
Dalam menyelesaikan audit, auditor seringkali menghadapi kendala waktu, terutama ketika
klien berusaha mendapatkan tanggal yang paling cepat untuk penerbitan laporan audit. Auditor
harus menggunakan waktu tersebut untuk membuat pertimbangan professional yang baik dan
menyatakan pendapat yang tepat dalam situasi bersangkutan. Tanggung jawab auditor dalam
menyelesaikan audit dibagi menjadi tiga kategori berikut ini :
1. Menyelesaikan pekerjaan lapangan
2. Mengevaluasi temuan
3. Berkomunikasi dengan klien

19.1 MENYELESAIKAN PEKERJAAN LAPANGAN


Dalam menyelesaikan pekerjaan lapangan, auditor melaksanakan prosedur audit
spesifik untuk mendapatkan bukti audit tambahan. Prosedurnya adalah :
19.1.1 Melaksanakan Review Atas Peristiwa Kemudian

Tanggung jawab auditor untuk menilai kewajaran laporan keuangan klien tidak
terbatas pada pemeriksaan atas peristiwa dan transaksi yang terjadi hingga
tanggal neraca. AU 560, Subsequent Events, menyatakan bahwa auditor juga
mempunyai tanggung jawab spesifik atas peristiwa dan transaksi yang :

a. Mempunyai pengaruh material terhadap laporan keuangan


b. Terjadi sesudah tanggal neraca tetapi sebelum penerbitan laporan keuangan
serta laporan auditor
Peristiwa atau transaksi di atas dikenal sebagai peristiwa kemudian.

Jenis Peristiwa
Berikut adalah dua jenis peristiwa kemudian menurut AU 560.03 dan .05 :
a. Peristiwa Kemudian Jenis 1
Memberikan bukti tambahan berkenaan dengan kondisi yang ada pada
tanggal neraca dan mempengaruhi estimasi yang inheren dalam proses
penyusunan laporan keuangan. Peristiwa jenis 1 tersebut memerlukan
penyesuaian atas laporan keuangan.
b. Peristiwa Kemudian Jenis 2
Memberikan bukti berkenaan dengan kondisi yang tidak ada pada tanggal
neraca tetapi muncul setelah tanggal tersebut. Peristiwa jenis 2 tersebut
memerlukan pengungkapan dalam laporan, atau dalam kasus yang sangat
material, menyertakan data pro-forma pada laporan keuangan.

Prosedur Audit Dalam Periode Setelah Tanggal Neraca


Auditor harus mengidentifikasi dan mengevaluasi peristiwa kemudian sampai
tanggal laporan auditor. Tanggung jawab tersebut dapat dilaksanakan dalam
dua cara berikut :
a. Mewaspadai peristiwa kemudian dalam melaksanakan pengujian substantif
akhir tahun seperti pengujian pisah batas dan mencari kewajiban yang
belum tercatat
b. Melaksanakan prosedur audit yang ditetapkan dalam AU 560.12 atau
mendekati akhir pekerjaan lapangan.

Pengaruh Terhadap Laporan Auditor


Kelalaian untuk mencatat atau mengungkapkan secara tepat peristiwa kemudian
dalam laporan keuangan akan menimbulkan penyimpangan dari laporan standar
auditor.

19.1.2 Membaca Notulen Rapat

Notulen rapat pemegang saham, dewan komisaris, dan subkomitenya, seperti


komite keuangan dan komite audit, dapat memuat hal-hal yang mempunyai
2

signifikansi audit. Contohnya : dewan komisaris dapat mengotorisasi penerbitan


obligasi baru,pembelian saham treasuri,dll.

Pembacaan notulen rapat biasanya dilakukan segera setelah hal itu tersedia,
guna memberikan auditor kesempatan maksimum untuk menilai signifikansi
auditnya. Misal : informasi yang dipelajari dari catatan tersebut menyebabkan
auditor untuk mengubah pengujian substantif. Dan pembacaan notulen rapat
oleh auditor harus didokumentasikan dalam kertas kerja.

19.1.3 Mendapatkan Bukti Mengenai Litigasi, Klaim, dan Penilaian

FASB dalam SFAS 5, mendefinisikan kontinjensi sebagai kondisi, situasi, atau


serangkaian situasi yang ada yang melibatkan ketidakpastian mengenai
kemungkinan keuntungan (kontinjensi keuntungan) dan kerugian (kontinjensi
kerugian). Kontinjensi keuntungan hanya akan menimbulkan masalah yang
relatif kecil, sedangkan kontinjensi kerugian seringkali merupakan masalah
yang signifikan bagi auditor. Kontinjensi kerugian meliputi kewajiban yang
potensial

dari

perselisihan

pajak

penghasilan,klaim,dll.

GAAP

mempersyaratkan bahwa kontinjensi kerugian harus :


a. Dicatat sebagai kewajiban
b. Diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan
c. Diabaikan

Pertimbangan Audit
SAS 12 (AU 337.04) menyatakan bahwa auditor harus mendapatkan buktibukti tentang :
a. Eksistensi kondisi, situasi, atau serangkaian situasi yang menunjukan
ketidakpastian mengenai kemungkinan terjadinya kerugian pada suatu
entitas dari litigasi, klaim, dan penilaian (LCA).
b. Periode di mana penyebab yang mendasari tindakan hukum terjadi.
c. Tingkat probabilitas hasil yang tidak menguntungkan.
d. Jumlah atau rentang kerugian yang potensial.

Surat Pertanyaan Audit


AU 337.08 menunjukkan bahwa surat pertanyaan audit kepada ahli hukum
klien merupakan sarana utama bagi auditor untuk mendapatkan informasi
pendukung tentang LCA yang diserahkan oleh manajemen. Surat tersebut harus

dikirimkan oleh manajemen kepada setiap ahli hukum yang telah ditugaskan
oleh klien.

Pengaruh Jawaban Terhadap Laporan Auditor


Jawaban ahli hukum mungkin tidak mempunyai pengaruh terhadap laporan
auditor. Yaitu, auditor dapat mengeluarkan suatu laporan standar dengan
pendapat wajar tanpa pengecualian. Hal ini dapat terjadi apabila jawabannya
menunjukkan bahwa berdasarkan penyelidikan yang layak atas masalah yang
dihadapi, terdapat :
a. Probabilitas yang tinggi atas hasil yang menguntungkan
b. Masalah yang dihadapi adalah tidak material

19.1.4 Mendapatkan Surat Representasi Klien

Auditor diwajibkan untuk mendapatkan representasi tertulis tertentu dari


manajemen dalam memenuhi sandar ketiga pekerjaan lapangan. Hal ini dapat
dicapai melalui surat representasi klien, yang umumnya dikenal sebagai surat
rep. AU 333, Management Representations, menjelaskan bahwa representasi
merupakan bagian dari barang bukti tetapi bukan pengganti penerapan prosedur
audit yang diperlukan untuk mendapatkan dasar yang layak atas suatu pendapat.

Representasi manajemen harus dapat :


a. Mengkonfirmasikan representasi lisan yang diberikan kepada auditor
b. Mendokumentasikan kelayakan yang berkelanjutan dari representasi
tersebut
c. Mengurangi

kemungkinan

kesalahpahaman

mengenai

representasi

manajemen

Isi Surat Representasi


Menurut AU 333.06 terdapat empat kategori utama dari representsi spesifik
yang harus termasuk dalam surat rep. Surat representasi itu harus mencakup
representasi mengenai :
a. Laporan keuangan
b. Kelengkapan informasi
c. Pengakuan, pengukuran, dan pengungkapan
d. Peristiwa kemudian

Pengaruh Terhadap Laporan Auditor

Apabila auditor menerima surat rep dan mampu mendukung representasi


manajemen, maka suatu laporan audit standar dapat dikeluarkan. Tetapi, jika
ada keterbatasan pada lingkup audit jika auditor tidak dapat :
a.

Memperoleh surat rep

b.

Mendukung representasi manajemen yang bersifat material bagi laporan


keuangan dengan prosedur audit lainnya

Pembatasan lingkup tersebut akan mengakibatkan penyimpangan dari laporan


standar auditor baik melalui pendapat wajar dengan kualifikasi maupun
penolakan pemberian pendapat.
19.1.5 Melaksanakan Prosedur Analitis

Prosedur analitis disyaratkan dalam penyelesaian audit sebagai review


keseluruhan atas laporan keuangan. SAS 56 (AU 329.22) menyatakan bahwa
tujuan dari review keseluruhan adalah untuk membantu auditor menilai
kesimpulan yang dicapai dalam audit dan dalam mengevaluasi penyajian
laporan keuangan secara keseluruhan.

Dalam melakukan review keseluruhan, auditor membaca laporan keuangan dan


catatan serta mempertimbangkan kelayakan bukti yang diperoleh dalam
menanggapi saldo dan hubungan yang tidak biasa serta tidak terduga yang :
a. Diantisipasi dalam perencanaan audit
b. Diidentifikasi selama audit dalam pengujian substantif

Berbagai prosedur analitis dapat digunakan dan prosedur itu harus :


a. Diterapkan pada bidang-bidang audit yang kritis yang diidentifikasi selama
audit
b. Didasarkan atas laporan keuangan sesudah semua penyesuaian dan
reklasifikasi audit telah diakui

19.2 MENGEVALUASI TEMUAN


Terdapat dua tujuan auditor dalam mengevaluasi temuan-temuan, yaitu :
a. Menentukan jenis pendapat yang harus dinyatakan
b. Menentukan apakah GAAS telah dipenuhi dalam audit
Untuk mencapai tujuan tersebut, auditor menyelesaikan langkah-langkah berikut :

19.2.1 Membuat Penilaian Akhir Atas Materialitas Dan Risiko Audit

Prasyarat yang esensial dalam memutuskan suatu pendapat yang akan


dikeluarkan adalah penilaian akhir atas materialitas dan risiko audit. Titik tolak
untuk melakukan proses ini adalah menjumlahkan salah saji-salah saji yang
ditemukan ketika memeriksa semua akun yang belum dikoreksi oleh klien.
Penentuan auditor atas salah saji dalam suatu akun dapat mencakup komponen
berikut :
a. Salah saji yang belum dikoreksi yang secara spesifik diidentifikasi melalui
pengujian substantive atas rincian transaksi dan saldo
b. Proyeksi salah saji yang belum dikoreksi yang diestimasi melalui teknik
sampling audit
c. Estimasi salah saji yang dideteksi melalui prosedur analitis dan
dikuantifikasi oleh prosedur audit lainnya

Semua komponen yang terdapat dalam suatu akun dikenal sebagai salah saji
yang mungkin , sementara jumlah salah saji yang mungkin dalam semua akun
disebut sebagai salah saji agregat yang mungkin. Penilaian auditor atas salah
saji agregat yang mungkin dapat mencakup pengaruh dari semua salah saji yang
mungkin belum dikoreksi selama periode sebelumnya terhadap laporan
keuangan periode berjalan.

Data yang telah diakumulasi kemudian dibandingkan dengan pertimbangan


pendahuluan auditor mengenai materialitas yang dibuat ketika merencanakan
audit. Dalam merencanakan audit, auditor menetapkan tingkat risiko audit yang
dapat diterima. Jika salah saji agregat meningkat, maka risiko bahwa laporan
keuangan mengandung salah saji yang material juga meningkat.

Jika auditor merasa bahwa risiko audit tidak dapat diterima, maka auditor harus:
a. Melaksanakan pengujian substantif tambahan
b. Meyakinkan klien untuk melakukan koreksi yang diperlukan untuk
mengurangi risiko salah saji yang material

19.2.2 Mengevaluasi Kelanjutan Usaha

AU 341 menetapkan tanggung jawab auditor untuk mengevaluasi apakah ada


keraguan yang substansial tentang kemampuan klien untuk mempertahankan

kelanjutan usahanya selama suatu periode waktu yang layak, yaitu tidak
melebihi satu tahun di luar tanggal laporan keuangan yang sedang diaudit.
Biasanya, informasi yang akan menimbulkan keraguan yang substansial
tentang asumsi kelanjutan usaha berkaitan dengan ketidakmampuan entitas
untuk terus memenuhi kewajibannya ketika jatuh tempo tanpa diposisi aktiva
yang besar di luar arah bisnis yang biasa, merestrukturisasi hutang, merevisi
operasinya yang dipaksa dari luar, atau melakukan tindakan yang serupa.

Auditor bisanya mengevaluasi apakah ada keraguan yang substansial mengenai


kemampuan klien untuk mempertahankan kelanjutan usahanya. Jika auditor
merasa yakin bahwa terdapat keraguan yang substansial mengenai kemampuan
perusahaan untuk mempertahankan kelanjutan usahanya, maka auditor
harus :
a. Mendapatkan informasi mengenai rencana manajemen untuk mengurangi
pengaruh kondisi atau peristiwa tersebut
b. Menilai kemungkinan bahwa rencana tersebut dapat diterapkan secara
efektif
Tetapi jika auditor menyimpulkan terdapat keraguan yang substansial mengenai
kelanjutan usaha, maka auditor harus :
a. Mempertimbangkan kelayakan pengungkapan mengenai kemungkinan
ketidakmampuan entitas untuk mempertahankan kelanjutan usahanya
selama periode waktu yang layak
b. Menyertakan suatu paragraf penjelasan
Jika auditor menyimpulkan tidak ada keraguan yang substansial, maka auditor
tetap harus mempertimbangkan kebutuhan akan pengungkapan.

19.2.3 Melakukan Review Teknis Atas Laporan Keuangan

Sebelum mengeluarkan laporan audit atas klien yang merupakan perusahaan


terbuka, review teknis juga harus dilakukan atas laporan itu oleh partner yang
bukan anggota tim audit. Daftar periksa tersebut mencakup hal-hal yang
berkenaan dengan bentuk dan isi dari masing-masing laporan keuangan dasar
termasuk pengungkapan yang disyaratkan.

19.2.4 Merumuskan Pendapat Dan Menulis Naskah Laporan Audit

Dalam penyelesaian audit, auditor perlu memisahkan temuan-temuan dengan


mengikhtisarkan dan mengevaluasinya untuk tujuan menyatakan pendapat atas

laporan keuangan secara keseluruhan. Tanggung jawab akhir atas langkahlangkah ini terletak pada partner yang melakukan penugasan itu. Sebelum
mengambil keputusan akhir tentang pendapat, biasanya diadakan suatu
konferensi dengan klien.

Pada pertemuan ini, auditor melaporkan semua temuannya secara lisan dan
berusaha memberikan dasar pemikiran untuk melakukan penyesuaian yang
diusulkan dan / atau pengungkapan tambahan yang pada akhirnya dapat dicapai
beberapa kesepakatan yang dapat dicapai. Jika kesepakatan tersebut tidak dapat
dicapai, auditor akan mengeluarkan jenis pendapat lainnya. Penyampaian
pendapat tersebut dilakukan melalui suatu laporan audit.

19.2.5 Melakukan Review Akhir Atas Kerja

Review ini dilakukan untuk mengevaluasi pekerjaan yang dilakukan, bukti yang
diperoleh, dan kesimpulan yang dibuat oleh penyusun kertas kerja. Review
tambahan atas kertas kerja dapat dilakukan pada akhir pekerjaan lapangan oleh
anggota tim audit. Tingkatan review yang dapat dilakukan dalam penyelesaian
audit yaitu :
REVIEW

SIFAT REVIEW

Manajer

Mereview kertas kerja yang disiapkan


oleh

auditor

senior

dan

mereview

beberapa atau semua kertas kerja yang


direview oleh auditor
Partner Yang Bertanggung jawab Atas Mereview kertas kerja yang disiapkan
Penugasan

oleh manajer dan mereview kertas kerja


lainnya atas dasar selektif

19.3 MENGKOMUNIKASIKAN DENGAN KLIEN


Komunikasi antara auditor dengan klien pada penutupan audit melibatkan komite audit
dan manajemen. Komunikasi komite audit membicarakan hal-hal berkenaan dengan:
a. Pengendalian internal klien
b. Pelaksanaan audit

Sedangkan komunikasi dengan manajemen dilakukan melalui surat manajemen.


19.3.1 Mengkomunikasikan Hal-hal Yang Berkaitan Dengan Pengendalian Internal

AU 325 mempersyaratkan auditor untuk menyampaikan kondisi-kondisi yang


dapat dilaporkan, yang didefinisikan sebagai hal yang merupakan kekurangan
yang signifikan dalam perancangan atau operasi pengendalian internal, yang
dapat berpengaruh buruk terhadap kemampuan organisasi untuk mencatat,
memproses, mengikhtisarkan, dan melaporkan data keuangan yang konsisten
dengan asersi manajemen dalam laporan keuangan.

AU 325.11 menyatakan bahwa setiap laporan yang diterbitkan mengenai


kondisi yang dapat dilaporkan harus :
a. Menunjukkan bahwa tujuan audit adalah melaporkan tentang laporan
keuangan dan bukan memberikan kepastian tentang pengendalian internal
b. Menyertakan definisi tentang kondisi yang dapat dilaporkan
c. Menyertakan pembatasan pembagian

19.3.2 Mengkomunikasikan Hal-hal Yang Berkenaan Dengan Pelaksanaan Audit

AU 380 mempersyaratkan auditor untuk menyampaikan hal-hal tertentu


berkenaan dengan pelaksanaan audit kepada mereka yang bertanggung jawab
mengawasi proses pelaporan keuangan.

AU 380.06-14 menyatakan bahwa komunikasi dengan komite audit dapat


mencakup hal-hal berikut :
a. Tanggung jawab auditor menurut GAAS
b. Kebijakan akuntansi yang signifikan
c. Pertimbangan auditor tentang mutu prinsip akuntansi entitas
d. Pertimbangan manajemen dan estimasi akuntansi
e. Penyesuaian audit yang signifikan
f. Ketidak sepakatan dengan manajemen
g. Konsultasi dengan akuntan lain
h. Masalah penting yang dibahas dengan manajemen sebelum penarikan diri
i. Kesulitan yang dihadapi dalam pelaksanaan audit

19.3.3 Menyiapkan Surat Manajemen

Ketika menyelesaikan suatu audit, banyak auditor menganggap bermanfaat


untuk menulis surat kepada manajemen, yang dikenal sebagai surat
manajemen, yang memuat rekomendasi yang tidak termasuk dalam

komunikasi yang disyaratkan dengan komite audit. Surat manajemen dapat


mencakup komentar tentang :
a. Hal-hal

yang

berkaitan

dengan

pengendalian

internal

yang

tidak

dipertimbangkan sebagai kondisi yang dapat dilaporkan


b. Rekomendasi mengenai pengelolaan sumber daya dan jasa bernilai tambah
yang tercatat selama audit
c. Hal-hal yang bersangkutan dengan pajak
19.4 TANGGUNG JAWAB SETELAH AUDIT
Tanggung jawab setelah audit mencakup pertimbangan atas :
19.4.1 Peristiwa Kemudian Yang Terjadi Antara Tanggal Dan Penerbitan Laporan
Auditor

SAS 1 (AU 530), menyatakan bahwa auditor tidak mempunyai tanggung jawab
untuk mengajukan pertanyaan atau melaksanakan suatu prosedur audit apapun
selama periode waktu ini guna menemukan peristiwa kemudian yang material.

Auditor dapat menggunakan tanggal ganda dalam laporan audit. Tanggal ganda
merupakan praktik yang paling umum karena member tanggal kembali atas
keseluruhan laporan akan memperluas tanggung jawab auditor secara keseluruhan
di luar penyelesaian pekerjaan lapangan.

19.4.2 Penemuan Fakta Yang Ada Pada Tanggal Laporan

Auditor tidak mempunyai tanggung jawab untuk menemukan fakta yang ada
setelah audit pada tanggal laporan audit. Namun, SAS 1 (AU 561.04),
menunjukkan bahwa jika (1) auditor menyadari adanya fakta tersebut dan (2) fakta
itu mungkin mempengaruhi laporan yang telah dikeluarkan, maka auditor
diwajibkan untuk memastikan reliabilitas informasi itu.

Jika klien menolak untuk mengungkapkan fakta yang baru ditemukan, maka
auditor harus member tahu setiap anggota dewan komisaris mengenai penolakan
tersebut.

Jika klien tidak bersedia bekerja sama dan auditor tidak dapat melakukan
penyelidikan yang memuaskan, maka tanpa mengungkapkan informasi spesifik,
auditor harus (1) menunjukkan tidak adanya kerjasama itu dan (2) menyatakan
bahwa jika informasi itu benar, laporan audit tidak dapat lagi diandalkan.

19.4.3 Penemuan Prosedur Yang Dihilangkan

10

Ketika menemukan suatu prosedur yang telah dihilangkan, auditor harus


menilai kepentingan hal itu bagi kepentingan hal itu bagi kemampuannya saat
ini untuk mendukung pendapat yang dinyatakan atas laporan keuangan.

AU 390.05 menunjukkan jika auditor memutuskan bahwa pendapatnya tidak


dapat didukung dan auditor yakin bahwa orang-orang saat ini mengandalkan
pada laporan itu, maka auditor harus segera melaksanakan prosedur yang
dihilangkan atau prosedur alternative yang akan memberikan dasar yang
memuaskan atas pendapatnya.

Apabila dasar yang memuaskan untuk menyatakan pendapat telah diperoleh dan
bukti-bukti mendukung pendapat yang dinyatakan, auditor tidak mempunyai
tanggung jawab lagi. Tetapi, jika pelaksanaan prosedur yang dihilangkan
mengungkapkan fakta yang ada pada tanggal laporan sehingga akan mengubah
pendapat yang dinyatakan sebelumnya, auditor harus mengikuti prosedur
pemberitahuan yang diuraikan dalam paragraph terakhir dari bagian terdahulu
untuk mencegah ketergantungan selanjutnya atas laporan bersangkutan. Jika
auditor tidak dapat melaksanakan prosedur alternatif atau yang dihilangkan,
maka auditor dapat berkonsultasi dengan pengacara untuk menentukan tindakan
yang tepat.

Berikut ini adalah gambar bagan tanggung jawab auditor dalam fase penyelesaian audit :
PENYELESAIAN PEKERJAAN

EVALUASI

LAPANGAN
Melakukan review atas
peristiwa kemudian

TEMUAN
Melakukan penilaian akhir atas
materialitas dan risiko audit

11

KOMUNIKASI
KLIEN
Mengkomunikasikan
hal-hal pengendalian
internal

Membaca Notulen Rapat

Mengevaluasi keraguan yang


substansial tentang kemampuan
entitas untuk mempertahankan
kelanjutan usaha

Mengkomunikasikan
hal-hal berkenaan
dengan pelaksanaan
audit

Melakukan review teknis atas


laporan keuangan

Menyiapkan surat
manajemen

Mendapatkan bukti mengenai


litigasi, klaim dan asesmen

Mendapatkan surat representasi


klien
Merumuskan pendapat dan
menulis naskah laporan audit
Melaksanakan prosedur analitik

Melakukan review akhir atas


kertas kerja

COMPREHENSIVE CASE CQ 19-23


MELAKUKAN REVIEW ATAS SUBSEQUENT EVENT
a.

Jenis umum dari subsequent event yang memerlukan pertimbangan dan evaluasi dari Green
berdasar pada AU 560.03 dan 05 adalah :
1. Subsequent Event Jenis Pertama

12

Subsequent event ini memberikan bukti tambahan berkenaan dengan kondisi yang ada
pada tanggal neraca dan mempengaruhi estimasi yang inheren dalam proses penyusunan
laporam keuangan. Subsequent event ini memerlukan penyesuaian atas laporan
keuangan.
Contoh :
Realisasi aktiva akhir tahun yang dicatat (seperti piutang usaha dan persediaan pada
jumlah yang berbeda dari yang dicatat).
Penyelesaian estimasi kewajiban akhir tahun yang dicatat (seperti perkara pengadilan
atau litigasi dan jaminan produk pada jumlah yang berbeda dari yang dicatat).
2. Subsequent Event Jenis Kedua

Subsequent event ini memberikan bukti berkenaan dengan kondisi yang tidak ada pada
tanggal neraca tetapi muncul setelah tanggal itu. Subsequent event ini memerlukan
pengungkapan dalam laporan atau dalam kasus yang sangat material menyertakan data
pro-forma pada laporan keuangan.
Contoh :
Penerbitan obligasi jangka panjang atau saham preferen atau saham biasa.
Pembelian suatu perusahaan.
Kerugian dari bencana alam.

b.

Prosedur audit yang harus dipertimbangkan Green untuk mendapatkan bukti mengenai
subsequent event berdasarkan pada AU 560.12 adalah :
1. Membaca laporan keuangan interim terakhir yang tersedia serta membandingkannya
dengan laporan yang sedang dilaporkan dan melakukan perbandingan lainnya yang
sesuai dalam situasi-situasi itu.
2. Menanyakan kepada manajemen yang bertanggung jawab atas hal-hal keuangan dan
akuntansi mengenai :
Setiap kewajiban kontijen atau komitmen besar yang ada pada tanggal neraca atau
tangggal pertanyaan itu diajukan.
Setiap perubahan yang signifikan pada modal saham, utang jangka panjang, atau
modal kerja sampai tanggal pertanyaan diajukan.
Status saat ini dari pos-pos yang sebelumnya dipertanggungjawabkan atas dasar data
sementara, pendahuluan, atau tidak konklusif.
Apakah setiap penyesuaian yang tidak biasa telah dilakukan sejak tanggal neraca.
13

3. Membaca notulen rapat dewan komisaris, pemegang saham, dan komite lainnya yang
sesuai.
4. Menanyakan ahli hukum klien mengenai litigasi, klaim, dan penilaian.
5. Mendapatkan surat representasi dari klien mengenai subsequent event yang menurut
pendapatnya akan memerlukan penyesuaian atau pengungkapan.
6. Melakukan tanya jawab tambahan atau melaksanakan prosedur tambahan yang
dipandang perlu dalam situasi-situasi itu.

14