Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

Neoplasia secara bahasa diartikan sebagai proses pertumbuhan baru dan
pertumbuhan baru ini disebut neoplasma (Kumar et.al., 2005). Neoplasma sendiri
dapat didefinisikan sebagai massa jaringan abnormal dengan pertumbuhan
berlebihan dan tidak ada koordinasi dengan pertumbuhan jaringan normal dan
tetap tumbuh dengan cara yang berlebihan setelah stimulus yang menimbulkan
perubahan tersebut berhenti (Kumar et.al., 2005). Sifat tumor yang menetap
bahkan setelah stimulus berhenti disebabkan adanya perubahan genetik yang
menyebaban terjadinya proliferasi yang berlebihan dan tidak terkontrol yang
kemudian bersifat otonom.
Neoplasma tulang primer atau neoplasma yang terjadi dan berasal dari
komponen tulang dianggap lebih sedikit terjadi dibanding neoplasma yang terjadi
di tulang akibat metastase dari neoplasma di bagian tubuh lain. Neoplasma tulang
primer menampilkan morfologi dan tampilan klinis yang beragam mulai dari jinak
hingga yang secara agresif merupakan keganasan. Klasifikasi neoplasma tulang
primer berdasarkan asal tumor dan jinak atau ganas ditampilkan pada Tabel 1.
Secara umum, neoplasma yang berasal dari komponen yang menghasilkan matrix
tulang dan neoplasma jaringan ikat merupakan jenis neoplasma yang sering
terjadi, dan diantara tumor jinak, osteochondroma dan defek kortikal metafiseal
merupakan dua jenis yang paling sering terjadi. Untuk tumor ganas, osteosarcoma
merupakan neoplasma yang sering terjadi disusul chondrosarcoma dan Ewing
sarcoma.
Menurut klasifikasi WHO, lesi pada osteochondroma didefinisikan sebagai
penonjolan tulang yang muncul di bagian permukaan luar tulang, penonjolan
tulang ini ditutupi (diliputi) oleh cartilago. Tumor ini mengandung komponen
tulang dan tulang rawan yang merupakan kelanjutan dari tulang dibawahnya
(Kitsoulis et.al., 2008). Osteochondroma terjadi pada 3% populasi umum dan ini

Mayoritas tumor ini merupakan jenis soliter non herediter. Osteochondroma jenis ini pada 80% terjadi pada dekade awal kehidupan. Tabel 1 Klasifikasi Neoplasma Tulang Primer . patella. humerus (26%). Sekitar 15% muncul sebagai osteochodroma yang multipel dan herediter (diturunkan dari gen autosomal dominan). terutama femur (30%). sternum. Osteochondroma multipel herediter lebih sering ditemukan pada laki-laki daripad perempuan. Osteochondroma biasanya ditemukan pada anak dan remaja dan jarang pada infant dan bayi baru lahir. Osteochondroma soliter menunjukkan predileksi pada metafisis pada tulang-tulang panjang. dan tibia (43%). Lesi jarang terjadi pada tulang carpal dan tarsal. tulang cranium dan tulang belakang.menyumbang lebih dari 30% dari seluruh tumor jinak tulang dan 10-15% dari keseluruhan tumor tulang.

osteochondroma dianggap merupakan tumor yang berasal dari kartilago karena massa tumor dihasilkan oleh proses ossifikasi endochondral progressif oleh kapsul pembungkus kartilago (Barnes. 2000). Meskipun dominan komponen tulang. 2001). Keith menjelaskan bahwa osteochondroma kemungkinan besar disebabkan oleh herniasi dari fragmen lempeng epifisis pertumbuhan melalui defek manset tulang periosteal. 2001). Foci kartilago ini dengan pertumbuhan dan osifikasi endochondral dapat bermanifestasi sebagai exostosis (Barnes. Etiologi Pada 1891.. Penyebab utama dari berbagai kemungkinan proses terbentuknya osteochondroma ini masih belum diketahui dengan jelas namun salah satu teori yakni herniasi fragmen lempeng epifisis pertumbuhan diduga merupakan akibat dari trauma atau idiopatik atau defisiensi cincin perichondrial (Dickey.al. Proses normal remodelling tulang panjang dan kelainan . Sementara itu menurut Lichtenstein osteochondroma merupakan hasil dari aktivitas tidak lazim periosteum yang membentuk foci anomali kartilago metaplastik. Virchow menyampaikan postulat bahwa osteochondroma berasal dari fragmen kartilago epifiseal yang lepas dan kemudian rotasi 900 lalu berkembang dengan arah transversal sepanjang axis tulang. Definisi Osteoma ialah tumor yang seluruh komponennya terdiri dari tulang. B. Chondroma ialah tumor yang seluruh komponennya terdiri dari kartilago atau tulang rawan.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Radiasi juga disinyalir dapat memberikan efek merusak pada lempeng epifisis sehingga terjadi migrasi jaringan kartilago ke metafisis yang dengan pertumbuhan selanjutnya dapat menjadi osteochondroma (Murphey et. Sehingga osteochondroma (osteocartilogenous exostosis) diartikan sebagai pertumbuhan tulang yang berasal dari permukaan tulang (biasanya di dekat lempeng pertumbuhan) yang dilapisi pembungkus dari kartilago. 2013).

D. pembentukan tulag enchondral terjadi dan berkembangnya bony stalk atau daun/bunga tulang (Dickey. 2013) .. Tetapi tanda awal yang mungkin muncul adalah benjolan tidak nyeri di dekat sendi.al. otot. Patofisiologi Herniasi fragmen kartilago lempeng pertumbuhan epifiseal kemudian menjadi kartilago metaplastik yang memberi respon pada faktor-faktor yang menstimulasi lempeng pertumbuhan.genetik juga dapat menjadi sebab terjadinya osteochondroma (Murpheyet. dan ossifikasi. kolumniasi. Sehingga ketika kartilago metaplastik ini distimulasi. Kadang bursa dapat tumbuh diatas tumor (bursa exotica) dan bila mengalami inflamasi pasien dapat mengeluh bengkak dan sakit. Penonjolan tulang ini harus tetap memiliki kelanjutan/hubungan langsung dengan korteks dan medulla tulang di bawahnya untuk dikatakan sebagai osteochondroma (Murphey et. C. Lutut dan bahu lebih sering terlibat. Iritasi tendon sekitarnya. Nyeri biasanya disebabkan oleh efek langsung mekanik massa osteochondroma pada jaringan lunak di atasnya. 2000). kalsifikasi. Bila tumor ini menekan jaringan saraf atau pembuluh darah akan menimbulkan rasa sakit.al. Gambaran Klinis Tumor ini tidak memberikan gejala sehingga sering ditemukan secara kebetulan pada pemeriksaan radiologi dan biasanya terdiagnosis pada usia dibawah 20 tahun. terutama pada bagian tangkai tipis. Dapat juga rasa sakit ditimbulkan oleh fraktur patologis pada tangkai tumor.. Gejala nyeri terjadi bila terdapat penekanan pada bursa atau jaringan lunak sekitarnya. 2000). Suatu osteochondroma dapat terletak di bawah . Pulau-pulau kartilago tersusun menjadi struktur yang mirip dengan epifisis yang dibuktikan dengan tampakan histologi pada kapsul kartilago yang mencerminkan zona yang juga ditemuka pada lempeng pertmbuhan yakni zona proliferasi. atau saraf juga dapat mengakibatkan rasa sakit. Kapsul pembungkus tulang mungkin infark atau mengalami nekrosis iskemik. hipertrofi.

Diagnosis (Gambaran Radiologis) Ada 2 tipe osteokondroma yaitu bertangkai (pedunculated) / narrow base dan tidak bertangkai (sesile) / broad base.tendon. Untuk pemeriksaan radiologis dapat menggunakan: 1. Penonjolan ini berbentuk seperti bunga kol (cauliflower) dengan komponen osteosit sebagai tangkai dan komponen kondrosit sebagai bunganya. patah jaringan di atas tumor dapat menyebabkan aktivitas yang berhubungan dengan nyeri. Ketika itu. Lihat gambar di bawah : . melibatkan porsi yang besar dari circumference tulang (dimensi dasar lesi melebihi panjangnya). Pada tipe sessile. Radiograf dengan kualitas yang baik harus diperoleh dalam 2 bidang untuk mendapatkan ciri lesi sepenuhnya. Pada tipe pedunculated. Densitas penonjolan tulang inhomogen (opaq pada tangkai dan lusen pada bunga). tumor lebih luas. Terkadang tampak adanya kalsifikasi berupa bercak opaq akibat komponen kondral yang mengalami kalsifikasi. Fitur radiografi klasik yang ditemukan termasuk orientasi lesi dari fisis dan kontinuitas meduler. Ditemukan adanya penonjolan tulang yang berbatas tegas sebagai eksostosis yang muncul dari metafisis tetapi yang terlihat lebih kecil dibanding dengan yang ditemukan pada pemeriksaan fisik oleh karena sebagian besar tumor ini diliputi oleh tulang rawan. Pada tipe pedunculated dan sessile. pada foto polos tampak penonjolan tulang yang menjauhi sendi dengan korteks dan spongiosa masih normal. E. tumor dapat bersifat tunggal atau multiple. Foto Polos Radiografi polos adalah pemeriksaan penunjang dalam pencitraan untuk osteochondroma.

Gambar 1. Anteroposterior radiograf dari osteochondroma sessile humerus. . Gambar 3. Gambar 2. Foto polos menunjukkan dengan jelas gambaran cauliflower (panah putih) pada distal femur. Foto polos lutut menunjukkan osteochondroma pedunculated dengan panah putih menunjukkan kontinuitas tulang femur dan area lusen (panah hitam) menunjukkan fraktur.

Foto polos menunjukkan kecurigaan osteochondroma soliter di pelvis (gambar kiri dengan tanda panah hitam). CT scan merupakan tambahan yang berguna untuk melokalisasi lesi. seperti panggul dan tulang belikat. Gambar 4. CT scan dari osteochondroma sessile humerus .2. CT Scan Pada tulang tertentu teutama di area dengan struktur anatomi kompleks. Lokalisasi CT dapat berguna ketika merencanakan reseksi. Gambar kanan yang merupakan hasil CT-scan lebih jelas melihat gambaran tmor dengan kontinuitas tulang dan kapsul kartilago. Gambar 5.

Osteochondroma pedunkulata di lutut yang paling mungkin . MRI (Magnetic resonance Imaging) MRI diperlukan hanya dalam kasus-kasus yang curiga terjadinya keganasan atau anatomi jaringan lunak yang relevan perlu digambarkan. Komplikasi 1. Fraktur Fraktur pada osteochondroma adalah komplikasi yang tidak biasa yang merupakan hasil dari trauma yang terlokalisir dan biasanya melibatkan dasar dari tangkai lesi . G. seperti pada gambar di bawah. Andalan pengobatan nonoperative adalah observasi karena lesi kebanyakan tanpa gejala. terutama bila hal ini terjadi pada orang dewasa.3. ketebalan dari cartilage cap berhubungan dengan keganasan. Tebal cartilage cap yang > 4 cm adalah sugestif degenerasi ganas. Gambar 6. MRI sessile osteochondroma femur menunjukkan ketebalan kapsul tulang rawan. terutama ketika mereka berhubungan dengan nyeri. Tidak ada terapi medis saat ini ada untuk osteochondromas. F. MRI adalah modalitas pilihan untuk menilai ketebalan tulang rawan tutup. Meskipun tidak merupakan indikasi mutlak. Terapi Apabila terdapat gejala penekanan pada jaringan lunak misalnya pembuluh darah atau saraf sekitarnya atau tumor tiba-tiba membesar disertai rasa nyeri maka diperlukan tindakan operasi secepatnya.

2. stenosis. radikulopati. cauda equina syndrome. Komplikasi Vaskuler Komplikasi vaskular yang berhubungan dengan osteochondroma termasuk kelainan pembuluh darah. terutama arteri poplitea atau vena. stenosis tulang belakang. Selanjutnya. Keterlibatan saraf radialis juga telah dijelaskan. Komplikasi ini mempengaruhi pasien muda di dekat akhir pertumbuhan tulang normal dan terjadi dengan lesi soliter dan beberapa dengan frekuensi yang sama. arteri poplitea. . pembentukan kalus menyebabkan sklerosis bandlike pada radiografi terjadi dengan penyembuhan. dan myelomalacia. dan jarang klaudikasio atau massa berdenyut teraba biasanya mempengaruhi pasien muda.untuk terjadinya fraktur. dan arteri tibialis posterior. brakialis. tulang rusuk atau kepala dapat menyebabkan defisit saraf kranial. Gejala sisa neurologis Gejala sisa neurologis dapat dikaitkan dengan kedua (dasar tulang belakang atau tengkorak) osteochondroma yang terjadi di vertebra atau di basis kranii. Pseudoaneurysm formasi yang terkait dengan osteochondroma pertama kali dilaporkan oleh Paulus pada tahun 1953. lokasi dari kelainan komplikasi ini terutama mengenai arteri femoralis. ditemukan regresi atau resorpsi osteochondroma soliter yang terjadi baik secara spontan dan setelah patah tulang. dan pembentukan pseudoaneurysm. Tidak ada kejadian signifikan nonunion yang dilaporkan. menyebabkan dop foot. Trombosis pembuluh darah atau oklusi dapat mempengaruhi baik sistem arteri atau vena dan paling sering terlihat dalam pembuluh tentang lutut. bengkak. oklusi. tulang belakang. dan keterlibatan saraf peroneal dari fibula osteochondroma telah dilaporkan paling sering. Lesi perifer dapat menekan saraf. Menariknya. Osteochondroma yang terjadi pada dasar tengkorak. Gejala klinis pada kasus komplikasi vaskular termasuk rasa sakit. 3.

H. Demikian. tetapi yang terakhir biasanya diamati dalam bentuk turun-temurun beberapa penyakit. hasil dan prognosis setelah operasi sangat baik. Prognosis Untuk osteochondromas soliter. dengan kontrol lokal yang sangat baik dan tingkat kekambuhan lokal kurang dari 2%. Hasil yang lebih buruk biasanya berkaitan dengan morbiditas yang terkait dengan eksposur yang dibutuhkan untuk menghapus lesi atau berhubungan dengan deformitas tulang sekunder. . prognosis biasanya salah satu dari pemulihan lengkap .

biasanya dapat memberikan gambaran diagnostik. dan transformasi ganas. . pembentukan bursa atasnya. Foto polos pada daerah predileksi seperti femur dan tibia baik tipe pedunculated maupun sessile. osteochondroma merupakan tumor tulang yang paling umum. soliter maupun multipel. Banyak komplikasi yang berhubungan dengan osteochondroma termasuk fraktur. Osteochondroma yang melibatkan daerah kompleks anatomi (tulang belakang atau panggul) sering lebih baik dinilai dengan CT atau MRI untuk mendeteksi karakteristik kapsul kartilago dan kontinuitas kortikal. kompresi vaskuler.BAB III KESIMPULAN Singkatnya. neurologis sequelae. dan penampilan radiografi dari lesi terdiri dari tulang kortikal dan menunjukkan kontinuitas meduler dan adanya kapsul kartilago.

2005. Appley System Of Orthopaedics And Fractures. M. Murphey.D. Elsevier Saunders. et al. V et. Access date : 29 June 2014. S. A. Solitary Osteochondroma.. Cambridge: Cambridge University Press. I. 2011. Imaging of osteochondroma : Variant complication with radiologic corelation. Kitsoulis.. Appley.al.. Com.633-646 Kumar. Solomon. G & Blonchi.G & L. 2004. 2008. June.22. 2001. L. 2002. Radiological and Pathological Features’.al. P et. Medscape. ‘Osteochondroma : Review of The Clinical. Oxford: ELBS Barnes. Paediatric Musculoskeletal Disease. Marcel Dekkel Inc. 2000. Robbins and Cotran Pathologic Basis of Disease 7th ed. . www.DAFTAR PUSTAKA Allan. Dickey. pp. Eastern maine medical centre. in vivo vol. Surgical Pathology of the Head and Neck Second Edition Volume 2. et al.