Anda di halaman 1dari 11

Triger Case 5

Tn. A mengajak keluarganya merayakan ulang tahun anaknya di sebuah restoran seafood. Saat
sedang makan sambil bersenda gurau tiba-tiba Tn.A memegang lehernya dan tampak kesulitan
bernapas. Semua keluarga panik, anda bersama teman anda sedang makan ditempat yang sama.

1. Apa yang terjadi pada Tn.A? sebutkan tanda dan gejalanya?
Pada kasus ini, Tn.A menggalami obstruksi laring.
Obstruksi laring adalah kondisi yang serius dan sering kali
fatal. Laring adalah kotak kaku yang dapat meregang.
Laring mengandung ruang sempit antara pita suara (glottis),
dimana udara harus melewati ruang ini, karenanya
pembengkakan membrane mukosa laring dapat menutup
jalan ini dengan rapat, mengarah pada asfiksia. Edema gotis
jarang terjadi pada pasien dengan faringitis akut, kadang
pada pasien dengan urtikaria dan lebih sering pada
inflamasi hebat tenggorok (mis, erysipelas dan demam
scarlet). Kondisi ini kadang menjadi penyebab kematian pada anafilksis hebat (edema
angineurogenik).
jika benda asing seringkali terinspirasi kedalam faring, laring atau trakea dan
menyebabkan masalah ganda. Pertama benda asing ini menyumbat jalan udara dan menyebabkan
kesulitan bernapas yang dapat mengarah ke afiksia kemudian benda asing itu terbawa lebih jauh
ke bawah, memasuki bronki atau percabangan brinkial dan menyebabkan iritasi, seperti batuk
kering, mengeluarkan darah, atau lender atau pernafasan labored.
Benda asing yang teraspirasi dan tersangkut di laring dapat menyebabkan sumbatan total
atau parsial pada saluran pernafasan. Jenis sumbatan bergantung dari ukuran, bentuk, dan posisi
benda asing pada rimaglotis. Kadang-kadang sentuhan benda asing pada pita suara menyebabkan
spasme laring, sehingga benda asing tersebut terjepit di antara kedua pita suara.

dapat berupa pneumonia. edema laring. atau peritonsilar abses. Obstruksi jalan nafas akut biasanya disebabkan oleh: 1. b) fase asimptomatik yaitu interval bebas gejala terjadi karena benda asing tersangkut pada satu tempat. Lalu wajah membiru (sianosis) Gejala aspirasi benda asing dapat dibagi dalam 3 fase yaitu : a) fase awal yaitu saat benda asing teraspirasi. jenis sumbatan adalah sumbatan total laring. batuk-batuk hebat secara tiba-tiba. bekuan darah. Obstruksi saluran napas juga dapat terjadi akibat dari adanya sekresi kental atau pembesaran jaringan pada dinding jalan nafas. Penderita gelisah dan memegang leher dengan jarinya( v-sign). B. derajat obstruksi yang ditimbulkannya dan jenis benda asing yang teraspirasi serta kecenderungan benda asing untuk berubah posisi. rasa tercekik. gigi yang patah. dapat terjadi dari beberapa menit sampai berbulan-bulan setelah fase pertama. sukar bernafas (dispnea sampai apnea). abses dan hemoptisis. wheezing dan obstruksi nafas. 2. kematian pada fase ini sangat tinggi.A. Pada kasus ditemukan tanda dan gejala berupa serangan batuk secara tiba-tiba segera setelah terjadi aspirasi. Lama fase ini tergantung lokasi benda asing. atau pertikel lain yang masuk dan mengobstruksi laring atau trakea. Sebab-sebab eksogen meliputi benda asing seperti partikel makanan. gigi palsu . rasa tersumbat di tenggorok. atelektasis paru.muntahan. karsinoma laring. suara menghilang (afoni). Obstruksi endogen. . seperti: epiglotitis. Tanda-tanda : Pada kasus. dapat juga disertai adanya sianosis terutama perioral. Etiologi Obstruksi saluran nafas bagian atas dapat terjadi oleh beberapa sebab. c) fase komplikasi yaitu telah terjadi komplikasi akibat benda asing.

A yakni: 1. 7. A masih sadar. Bila ditemukan tanda-tanda asfiksia. lakukan teknik pengelolaan jalan nafas yakni Heimlich Manuver karena Tn. . Lakukan pertolongan ini hingga bantuan ambulans datang. Namun bila masih tidak berhasil perlu cepat melakukan trakeostomi. Tindakan Tn. A. dapat diambil dengan tangan. lakukan teknik pengelolaan jalan nafas yang lain seperti chin lift. 8. Bila obstruksi terjadi di laring atau trakea. Jika tidak berhasil. 4. Himbau keluarga untuk tidak panik.dan jaw thrust.A? Tindakan yang dapat kita lakukan pada Tn. 5. Bawa Tn.2. 3. 6. A mengalami “chocking” yang mengakibatkan obstruksi/ sumbatan jalan nafasnya. jika benda asing tersangkut difaring dapat dilihat. A ke tempat yang lebih luas untuk memudahkan pertolongan pertama. dibutuhkan tindakan yang cepat. 2. Dan langsung tunjuk salah satu anggota keluarga untuk segera menghubungi rumah sakit terdekat agar ambulans segera datang. Untuk memberikan lingkungan yang tenang pada korban. head tilt. A yang memegangi lehernya dan tampak kesulitan bernafas menandakan bahwa Tn. Tindakan apa yang harus dilakukan terhadap Tn. Perhatikan lingkungan sekitar Tn.

B. Letakkan tangan lain penolong di atas genggaman pertama lalu hentakkan tangan penolong kearah belakang dan atas posisi kedua siku penolong kearah luar. 1. dalam posisi terlentang. Lakukan berulang-ulang sampai berhasil. dengan cara . dengan cara . 3. 2. Penolong berdiri di belakang korban. Upayakan memberikan bantuan pernapasan.A? Pada kasus Tn. Hentakan perut pada korban dewasa dan anak-anak ada respon. 4. kemudian lakukan hentakkan sambil meminta pasien memuntahkannya. Hentakan perut pada korban dewasa dan anak tidak ada respon. namun tetap harus berhati-hati. Baringkan korban. Sisi genggaman tangan penolong diletakkan diatas perut korban tepat pada pertengahan antar pusar dan batas pertemuan iga kiri dan kanan. posisikan tangan penolong memeluk di atas perut korban melalui ketiak korban. Berjongkoklah di atas paha korban dan tempatkan tumkt tangan sedikit di atas pusat tepat pada garis tengah antara pusat dan pertemuan rusuk kiri dan kanan. namun jika masih gagal segera lakukan langkah berikut . 1.3. Bagaimana teknik pengelolaan jalan napas pada Tn. . Ada beberapa cara melakukan perasat Heimlich yaitu : A. 2. A teknik pengelolaan jalan napas yang dapat dilakukan yakni: Melakukan teknik manuver dorongan abdominal (Heimlich Mauever) Sumbatan jalan napas yang disebabkan benda asing dapat dilakukan tindakan berupa Abdominal Thrust atau Heimlich manuever jika pasien dalam keadaan sadar. bila gagal upayakan perbaikan posisi dan coba ulangi pemberian napas bantuan. 3.

dengan cara . Pemeriksaan sumbatan jalan nafas di daerah mulut dengan menggunakan teknik cross finger . hanya posisi penolong dari samping korban. 2. Langkah yang dilakukan sama seperti pada point B.A. 1. Bila perlu dapat dilakukan penarikan rahang bawah. 3. 1. Posisikan tangan membentuk kepalan seperti pada hentakan perut di atas pertengahan tulang dada. Hentakan dada pada korban dewasa kegemukan atau wanita hamil yang tidak adarespon. Bila belum berhasil juga. Berdirilah dibelakang korban. 5. Jika tidak berhasil melakukan teknik pengelolaan jalan nafas Heimlich Mauever pada Tn. D. Lakukan hentakan dada 4. untuk bayi dan anak hanya dilakukan jika bendanya terlihat. lengan memeluk korban melalui bawah ketiak dada. bisa melakukan teknik yang lain seperti chin lift. Periksa mulut penederita dan lakukan sapuan jari. dengan cara. maka segera ulangi langkah nomor 2-5 berulang-ulang hingga jalan napas terbuka. 6. head tilt. Hentakan dada pada korban dewasa yang kegemukan atau wanita hamil yang ada respon. C.dan jaw thrust. Lakukan 5 kali hentakan perut ke arah atas.4. Lanjutkan sampai jalan napas terbuka .

Membersihkan jalan nafas dengan teknik finger sweep Sapuan jari (finger sweep) Dilakukan bila jalan nafas tersumbat karena adanya benda asing pada rongga mulut belakang atau hipofaring seperti gumpalan darah.Dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk yang disilangkan dan menekan gigi atas dan bawah. 2. Membuka jalan nafas dengan teknik chin lift. head tilt.dan jaw thrust Ingat tempatkan korban pada tempat yang datar! Kepala dan leher korban jangan terganjal! . Cara melakukannya :  Miringkan kepala pasien (kecuali pada dugaan fraktur tulang leher) kemudian buka mulut dengan jaw thrust dan tekan dagu ke bawah bila otot rahang lemas (maneuver emaresi)  Gunakan 2 jari (jari telunjuk dan jari tengah) yang bersih atau dibungkus dengan sarung tangan/kassa/kain untuk membersihkan rongga mulut dengan gerakan menyapu. 3. benda asing lainnya sehingga hembusan nafas hilang. muntahan.

Tahapan Prosedur Head Tilt Dilakukan bila jalan nafas tertutup oleh lidah pasien. tangan kanan melakukan Chin lift ( dagu diangkat). Tahapan Prosedur Jaw thrust Caranya : dorong sudut rahang kiri dan kanan ke arah depan sehingga barisan gigi bawah berada di depan barisan gigi atas . Pangkal lidah tidak lagi menutupi jalan nafas. Caranya : letakkan satu telapak tangan di dahi pasien dan tekan ke bawah sehingga kepala menjadi tengadah dan penyangga leher tegang dan lidahpun terangkat ke depan.Tahapan Prosedur Chin Lift Dilakukan dengan maksud mengangkat otot pangkal lidah ke depan Caranya : gunakan jari tengah dan telunjuk untuk memegang tulang dagu pasien kemudian angkat. Ingat! Tidak boleh dilakukan pada pasien dugaan fraktur servikal. dan tangan kiri melakukan head tilt. Gambar .

atau cairan dari saluran nafas.4. a. benda padat. Kaji kepatenan jalan napas b. atau cairan ke dalam saluran nafas. C. Tujuan : mengeluarkan sekret. atau wheezing? Apakah suara nafas terdengar pada kedua bagian di seluruh lobus? B. tindakan Keperawatan (SOP) yang dapat dilakukan adalah A. kedalaman dan kemudahan bernapas dan auskultasi bunyi paru . Palpasi: apakah kedua sisi dari dada berkembang secara simetris saat inspirasi? c. Inspeksi: apakah pasien sadar? Apakah ada usaha untuk bernafas? Apakah dada bergerak secara simetris? Apakah terdapat retraksi otot bantu nafas? Bagaimana warna kulitnya? Apakah terdapat tanda ekstrem? Apakah trachea tegak?sejajar (midline)? b. Diagnosa keperawatan yang muncul: Resiko terhadap aspirasi berhubungan dengan masuknya sekret. Bagaimana tindakan keperawatannya? (SOP) Pada kasus Tn. Pengkajian: Perawat harus mengobservasi untuk mengkaji tanda dan gejala dari obtruksi jalan nafas tersebut. Intervensi: a. benda padat. stridor. Kaji pengembangan dada. A. Auskultasi: apakah terdapat suara pergerakan udara.

Bila peristiwa terjadi di tempat yang tidak terdapat laringoskopi seperti pada kasus maka tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan Heimlich manuver. Prinsip mekanisme Heimlich maneuver adalah dengan memberikan tekanan pada paru-paru. Tata cara pelaksanaan (SOP Heimlich manuver):  Penolong berdiri di belakang penderita sambil memeluk badannya. . kedua tangan diletakkan pada perut bagian atas  Lakukan penekanan rongga perut kearah dalam dan ke atas dengan hentakan beberapa kali (4-5 kali). Tenaga dorongan ini akan mendesak udara dalam paru-paru ke luar. Heimlich manuver adalah suatu cara mengeluarkan benda asing yang menyumbat laring secara total atau benda asing berukuran besar yang terletak di hipofaring. Lakukan tindakan Manuver Heimlich d.c. Kaji/awasi secara rutin keadaan kulit klien dan membran mukosa e. Heimlich manuver dapat dilakukan pada orang dewasa dan anak-anak. Pada Heimlich manuver lakukanlah tekanan ke dalam dan ke atas rongga perut sehingga menyebabkan diafragma terdorong ke atas. Awasi tanda vital dan irama jantung Prinsip penatalaksanaan adanya benda asing di saluran nafas adalah segera mengeluarkan benda asing tersebut.  Tangan kanan dikepalkan dengan bantuan tangan kiri.

com) diakses 16 februari 2014.21 WIB . Nasrani dan Huriawati Hartanto). (online) Diakses pada tanggal 16 Februari 2014. Deden.sudarth.(2000).id/18139/1/Benda%20Asing%20Batu%20Kerikil%20di%20B ronkus. Jakarta:EGC Bresley Michael Jay. Jakarta : EGC Eka. (online).blogspot.html?m=1.) diunduh 15 februari 2014 Http://pertolonganpertamapertolonganpertama.blogspot. Askep obstruksi saluran nafas. Pertolongan Pertama untuk Korban Sadar yang Mengalami Sumbatan Pernapasan Total Haryono.com/2012/10/askep-obstruksi-saluran-nafas. Cindy H.pdf.iman. Khaidir Fadli. Jakarta: Salemba Medika.html) Novialdi dan Ramadan.unand. (2011).blogspot. Somantri. 2001. Manual Kedokteran Darurat Edisi I (Ed. Sirait. Buku Ajar Keperawatn Medikal Bedah. Benda Asing Batu Kerikil di Bronkus.Daftar Pustaka Brunner. 2007. (http://repository. (https://dokter-medis.ac. 2012. Pukul 06. Irman.com/2011/01/pertolongan-pertamauntuk-korban-sadar.2009. Dalam (http://khaidirfadlisirait.pengelolaan jalan napas tanpa alat. Asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem pernafasan.

TRIGER CASE 5 Pengelolaan Jalan Napas (Airway Management) DISUSUN OLEH: Felia Nur Fitrianti (04101003002) Ropiko (04101003003) Riza Umami (04101003004) Nurjana Rachmawati (04101003009) Oktaria Susanti (04101003018) Syofwatun Ngulya (04101003025) Putri Pratiwi (04101003026) Nur Oktafiani (04101003042) Amrina Rasyada (04101003054) PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2014 .