Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA

GEN YANG TERANGKAI SEKS

KELOMPOK 6 KROMOSOM

Nama Anggota Kelompok :

PUTRI WAHYU SEPTIANA

(4401412089)

TEMUNINGSIH

(4401412102)

ARNI PURWANINGTYAS

(4401412123)

PENDIDIKAN BIOLOGI ROMBEL 4
Tanggal Pelaksanaan Praktikum :
Senin, 13 Oktober 2014

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
TAHUN 2014

alel dari gen. (Suryo. Mempelajari menurunnya warna bunga atau sifat albino pada manusia. Gen ini disebut gen. Alel. Bagaimanakah sifat genetik manusia yang ditentukan oleh gen yang terangkai pada kromosom seks? 2. Kerena lalat mudah berkembang biak dan disamping itu lalat mempunyai empat pasang kromosom. Tiga pasang kromosom autosom dan satu . Peristiwanya disebut rangkai kelamin atau dalam bahasa inggrisnya “sex linkage”.gen yang terletak pada kromosom yang sama. Penelitian ini dilakukan oleh Thomas Hunt Morgan. TUJUAN PRAKTIKUM Tujuan dari praktikum “ Gen yang Terangkai Seks ( Buta Warna ) ” ini adalah : 1) Mengenal sifat genetic manusia yang ditentukan oleh gen yang terangkai pada kromosom seks. 3) Mengetahui penyebab kelainan buta warna. Apakah penyebab dari buta warna? C.gen yang terdapat pada kromosom kelamin. Penelitian ini menggunakan lalat.gen terangkai kelamin. Tautan autosomal adalah gen. Sehingga gen. Terdapat juga gen. Sedangkan pada tautan kelamin disebut tautan seks.Tautan yang terjadi pada kromosom tubuh disebut tautan atau tautan non kelamin (tautan autosomal). JUDUL PRKTIKUM Judul praktikum pada tanggal 13 Oktober 2014 adalah: Gen yang Terangkai Seks (Buta Warna). Tautan-tautan ini dapat terjadi pada kromosom tubuh ataupun pada kromosom kelamin. 2) Mengetahui perbedaan jumlah penderita buta warna berdasarkan jenis kelamin.1994). akan tetapi letaknya berdekatan seingga dipindahkan secara bersama.gen tersebut mengalami tautan terlebih gen. 1. Tautan autosomal. RUMUSAN MASALAH Rumusan masalah pada percobaan ini adalah: 1. B. Berapakah perbedaan jumlah penderita buta warna dalam populasi kelas berdasarkan jenis kelamin? 3.gen yang berbeda terletak pada satu kromosom yang sama tidak mengikuti hokum Mendel 2 tentang pemisahan secara bebas.gen yang berbeda.sama. D. LANDASAN TEORI Sifat keturunan atau kejadian yang diterangkan di muka itu ditentukan oleh gen yang terdapat pada autosom..A. keturunan F1 maupun F2 tidak pernah disebut jenis kelaminnya. sehingga tidak dapat bersegregasi secara bebas dan cenderung diturunkan bersama.

Terdapat dua jenis gen tertaut kelamin. Tautan kelamin.sifat yang ditentukan oleh gen. a. yaitu gen tertaut kelamin tidak sempurna dan gen tertaut kelamin sempurna. tidak heran jika sifat. berarti sifat yang diturunkan hanya terdapat pada laki. Gen tertaut kelamin tidak sempurna adalah gen yang terletak pada bagian homolog. Pindah silang (Crossing Over). 2.gen yang terletak pada bagian yang tidak homolog. sedangkan Drosophila jantan mempunyai satu kromosom X dan satu kromosom Y. akan tetapi tidak akan diwariskan pada anak perempuannya. Hal ini menjadikan hokum dominansi dan resesif bagi sifat. Dan juga pada kromosom Y sangat langka. Organism yang memiliki kromosom XY.sifat yang ditentukan oleh gen. sebagian besar kromosom Y tidak mempunyai homolog pada kromosom X. Gen ini merupakan gen yang tertaut kelamin tidak sempurna. Berarti jika pada 1/3 kromosom X. baik kromosom yang homolog maupun dengan kromosom yang berbeda. dan sekitar 1/3 bagian kromosom X adalah kromosom nonhomolog. Sedangkan gen tertaut kelamin sempurna adalah gen. Jadi. b. Walaupun ada gen pada kromosom Y tersebut akan diwariskan dari ayah kepada semua anak laki. Contohnya pada penyakit buta warna dan hemophilia.laki. Makin panjang kromosom makin banyak kemungkinan terjadinya pindah silang. terdapat sepasang kromosom seks yang benar. Perempuan memiliki susunan kromosom kelamin XX. Kromosom kelamin terdiri dari kromosom X dan Y. (Wijaya.gen tertaut kromosom X pada perempuan sama seperti tautan pada sifat.laki XY. Drosophila betina mempunyai kromosom X yang homolog.laki saja.yaitu: . (Aryulina. Pindah silang adalah pertukaran bagian kromosom satu dengan bagian kromosom lainnya. Gen tertaut kelamin merupakan gen yang terletak pada kromosom kelamin dan sifat yang ditimbulkan gen pada kromosom ini diturunkan bersamasama dengan jenis kelamin.benar homolog. maka tidak ada gen pasangannya yang berfungsi sebagai alel gen tersebut. c. Contoh penyakit yang disebabkan oleh gen pautan seks. Gen terpaut kromosom Y.gen autosom. Gen tertaut kromosom X adalah gen yang terdapat pada kromosom X. Seperti yang telah dibahas bahwa kromosom kelamin (gonosom) pada individu jantan pada umumnya kromosom XY. Gen tertaut kromosom X. Hendra. Contohnya pada hyipertrichosis (pertumbuhan rambut pada telinga) dan keratoma dissipatum (penebalan kulit pada tangan dan kaki). nonhomolog itu terdapat gen penyakit. 2005).lakinya.sifat tersebut lebih sering diekspresikan pada laki. Gen tertaut kromosom Y adalah gen tertaut kelamin sempurna. Diah. Pada gen tertaut kromosom ini disebut holandrik. Pada perempuan kromosomnya XX sedangkan pada laki. Kelemahannya tidak dapat ditutupi oleh alel pasangannya.pasang kromosom seks. 1987).

dan pada lebah sistem haplo-diploid (haploid Jantan. maka semua keturunan F1 betina akan berfenotipe mutan. pada belalang menggunakan sistem X-0 (22 + X Jantan. bentuk gonadnya cenderung sama dan masih bisa berubah menjadi ovarium atau testis. Contohnya. Generasi berikutnya akan diperoleh keturunan betina maupun jantan 50% berfenotipe mutan dan 50% berfenotipe normal. Gen pada penderita buta warna terdapat pada kromosom X nonhomolog dan bersifat resesif. pada ayam sistem Z-W (76 + ZZ Jantan. 22 + XX Betina). fenotipenya normal menikah dengan pria normal. Dan jika mutan jantan yang dijadikan sebagai induk penyilangan. Generasi berikutnya semua bergenotipe mutan. Sedangkan pada manusia. yaitu gen H yang normal sedang pada pria tidak. Pada wanita heterozigot. 76 + ZW Betina). karena sebelum waktu itu. (Syamsuri. 2) Buta warna. Dan penyakit ini lebih banyak diderita oleh pria. Gen yang bersifat dominan diberi symbol “H (mampu memproduksi factor pembeku darah)” sedangkan resesif “h (tidak dapat memproduksi factor pembeku darah)”. hasilnaya semua generasi F1-nya untuk yang betina mempunyai fenotipe normal sedangkan untuk yang jantan memunyai fenotipe mutan. Pada wanita mempunyai alel pasangannya dan pada pria tidak. terkandung pada kondisi hormon di tubuh embrio tersebut elain untuk .lakinya akan menderita buta warna. maka semua F1-nya mempunyai fenotipe induk betina. maka mempunyai ketutunan ½ dari anak laki. Gen pembentuk factor pembeku adalah pada kromosom nonhomolog. diploid Betina). Dan menjadikan penyakit Hemofilia lebih banyak diderita oleh kaum pria daripada wanita.1) Hemofilia. Penentuan seks pada makhluk hidup ditentukan oleh kromosom seksnya. Sehingga jika terjadi luka kecil maka akan menyebabkan kematian. Persilangan dengan gen resesif. dan pada jantannya 50% mutan dan 50% normal. Mutan betina disilangkan dengan jantan normal. Karena penderita tidak bisa membentuk atau memproduksi factor pembeku. Hemophilia adalah penyakit yang mengakibatkan darah sukar membeku. Jika mutan jantan disilankan dengan betina normal maka fenotipenya normal. sedangkan pada jantan maka akan berfenotipe normal.2004). Sehingga pengaruh gen h pada wanita ditutup oleh pasangannya. sedang pada jantan 50% normal dan 50% mutan. Betina normal akan dihasilkan jika kromosom seksnya XX dan jantan normal jika kromosom seksnya XY. Keturunan berikutnya semua betina mempunyai fenotipe normal. Tanda-tanda jenis kelamin manusia secara anatomi baru akan mulai terlihat pada umur embrio sekitar dua bulan. Terdapat beberapa macam cara yang digunakan untuk menentukan jenis kelamin makhluk hidup berdasarkan kromosom seksnya. Persilangan dengan gen dominan Jika mutan betina dulu. Sedangkan F2-nya mempunyai genotip 50% nomal dan 50% mutan. sistem yang digunakan adalah X-Y.

Cara pewarisan sifatnya sama dengan pewarisan yang lain. Terdapat beberapa macam cara yang digunakan untuk menentukan jenis kelamin makhluk hidup berdasarkan kromosom seksnya.menentukan jenis kelamin. E. Selain gen-gen yang terdapat pada kromosom kelamin dikenal pula gen-gen yang dipengaruhi oleh jenis kelamin. maka kita dapat ketahui apakah jari telunjuk kita akan lebih panjang atau apakah lebih pendek dari jari manis. ALAT DAN BAHAN Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum “ Gen terangkai seks ( buta warna)” ini adalah buku isihara dan alat tulis. Selain gen-gen dikenal pula gen-gen yang demikian ini disebut gen-gen terangkai kelamin. Biasanya gen dominan memperlihatkan pengaruhnya pada individu laki-laki atau jantan maupun perempuan atau betina. . Akan dihasilkan betina normal jika kromosom seksnya XX dan dihasilkan jantan normal jika kromosom seksnya XY. Sifat akan tampak dikedua jenis kelamin. tetapi anak laki-lakinya tidak akan memperoleh satupun dari alel tersebut. kromosom seks pada manusia juga memiliki banyak gen. Misalnya pada manusia sistem yang digunakan yaitu X-Y. khususnya pada kromosom X. penurunan sifat terpaut seks pada manusia ditentukan oleh kromosom X. Penentuan seks pada makhluk hidup ditentukan oleh kromosom seksnya. Baru dalam keadaan homozigot resesif pengaruh dominan itu tidak akan menampakkan diri dalam fenotif. Apabila kita meletakkan tangan kanan atau kanan kiri pada suatu alas yang terdapat suatu garis mendatar sedemikian rupa sehingga ujung jari manis menyentuh garis tersebut. penentuan sifat terpaut seks pada manusia ditentukan oleh kromosom X. Pada kebanyakan orang jari telunjuk tidak akan mencapai garis tersebut yang mengidentifikasi bahwa suatu individu-individu mungkin mempunyai kandungan gen absolute yang sama ketidakaktifan kromosom menciptakan sub populasi dengan membedakan kandungan gen aktif. Namun perlu dicatat. bahwa alel terpaut seks dari seorang ayah akan diwariskan kepada seluruh anak perempuannya. Umumnya. Peristiwa dinamakan rangkai kelamin atau dalam inggrisnya disebut Sex Lingkange. Umumnya. keadaan yang demikian disebut dengan sex influence genes atau biasa disebut dengan gen yang dipengaruhi jenis kelamin. walaupun pada beberapa kasus terdapat juga pada kromosom Y. walaupun pada beberapa kasus terdapat juga pada kromosom Y. tetapi salah satu jenis kelamin menampakkan ekspresi yang lebih besar dibandingkan dengan jenis kelamin lainnya. Semua jenis keturunan atau kejadian yang diterangkan di muka ditentukan oleh gen yang terdapat pada autosom. Berbeda sekali dengan seorang ibu yang bisa mewariskan alel terpaut seksnya kepada anak laki-laki dan perempuannya.

7 45 45 45 45 kelompok Arni P.F. Mengambil kesimpulan dari kegitan ini. Buta warna HALAMAN NAMA YANG DIBACA ANGKA SEBENARNYA ANGKA TERBACA 1 2 3 KESIMPULAN 1 12 12 12 12 2 8 8 8 8 3 5 5 5 5 4 29 29 29 29 5 74 74 74 74 Temuningsih 6 7 7 7 7 Semua anggota Putri WS. c. LANGKAH KEGIATAN Meminta anggota kelompok yang F. LANGKAH KERJA Menetukan anggota kelompok yang diuji ditunjuk untuk membaca angka yang terdapat pada setiap lembar buku isihara Melakukan hal yang sama pada anggota Setiap hasil pembacaan angka kelompok yang lain secara bergantian dicatat pada table pengamatan yang telah tersedia yang Data kelompok dihimpun menjadi terdapat pada buku isihara. dibedakan berdasrkan fenotip dan kemungkinan genotip dari jenis kelamin Dengan menggunakan kunci masing. 8 2 2 2 2 normal 9 - - - - 10 Alur A A A 11 35 35 35 35 12 96 96 96 96 13 Alur A A A . ditentukan data kelas .masing anggota kelompok.

. maka didapatkan dua hasil prcobaan. yaitu percobaan test buta warna.Data kelas NO NAMA MAHASISWA KEBERHASILAN MEMBACA BUKU ISHIHARA 1 Amalina Indratun 100% 2 Farida Hidayah 100% 3 Muhammad Anwarudin Zuhri 83% 4 Ana Fatonah 100% 5 Arista Novihana 100% 6 Dewi Masitoh 100% 7 Debbie Linda Fatma 100% 8 Elen Dining Riani 100% 9 Nur Rohmiatun 100% 10 Ulfa Damayanti 100% 11 Filda Syahfitri Andzani 100% 12 Agus Setiowati 100% 13 Maya Puspita Rini 100% 14 Yesy Milada Paula Pratama 100% 15 Eramona Dahiya 100% 16 Putri Wahyu Septiana 100% 17 Temuningsih 100% 18 Arni Purwaningtyas 100% 19 Afifudin 100% 20 Septa Ariani 100% 21 Zumala Nila Sari 100% 22 Rizky Amaliyah 100% 23 Muhammad Alifian Febrianto 100% 24 Nur Khikmah Fitri 100% 25 Rivetta Astri Novitasari 100% 26 Soimatun Febriyani 100% 27 Joko Purwanto 100% 27 Idha Meyasa 100% 29 Wafak Bunaya 100% 30 Muhammad Safi Fadli 100% 2. Analisis Data Berdasarkan hasil percobaan yang telah dilaksanakan.

8 29.2 29 28. Buta warna merupakan kelainan yang gennya terdapat dalam kromosom X.4 29. terdapat gambar angka yang dibentuk dari titik-titik berwarna yang kemudian akan ditebak oleh orang tersebut. Praktikum ini bertujuan untuk megetahui apakah seseorang mengalami buta warna dan mengetahui penyebab buta warna. Sehingga indikator yang kami gunakan yaitu kecocokan angkan yang disebut probandus pada buku Ishihara tes dengan angka yang terlihat oleh pembanding. Cara mengetahui apakah seseorang buta warna atau tidak adalah dengan mengidentifikasi angka atau huruf dengan latar belakang warna tertentu. kemungkinan dapat normal homozigot (CC).8 28. yaitu dengan menggunakan tes Ishihara. Grafik Keberhasilan Membaca Buku Ishihara 30. Pada buku Ishihara.6 28.4 Angka Angka Angka Angka Angka Angka Angka Angka Kosong Alur Angka Angka Alur 12 8 5 29 74 7 45 2 35 96 3. Berikut adalah grafik persebaran keberhasilan membaca buku Ishihara di kelas Rombel 4 Pendidikan Biologi 2012. Sedangkan pada data kels dadapat diketahui bahwa ada 29 anak yang dapat membaca buku Ishihara dengan benar semua dan 1 oarang yang hanya benar 83%.Pada percobaan tes buta warna menggunakan buku Ishihara. Namun berdasarkan data populasi rombel 4 semuanya normal dan tidak ada yang buta warna. menunjukkan bahwa kelompok VI (Kromosom) tidak ada yang mengalami kelainan buta warna.2 30 29. Seorang perempuan yang memiliki dua kromosom X. yaitu Anwar. Hal ini terbukti . normal heterozigot (Cc) atau yang amat jaranf dijumpai homozigot (cc) sehingga buta warna. hasil tes buta warna kelompok 6 yang diperoleh setelah melakukan tes buta warna adalah semua anggota dapat menjawab semua angka yang terdapat pada buku Ishihara. Berdasarkan hasil data pengamatan yang telah dilakukan. Buta Warna Buta warna merupakan penyakit ketunan berupa gangguan penglihatan dimana seseorang tidak dapat membedakan warna yang disebabkan oleh gen resesif c.6 29.

Wanita yang mempunai istilah „pembawa sifat‟ hal ini menunjukkan ada sat kromosom X yang membawa sifat buta warna. Spektra absorpsi untuk pigmen ini saling tumpang tindih dan persepsi otak terhadap corak intermediet tergantung pada perbedaan stimulasi dua atau lebih kerucut. Sel batang tidak dapat membedakan warna dan lebih sensitif terhadap cahaya. pada kromosom X. Hal ini berarti pada retina terdapat sel-sel kerucut protan yaitu sel kerucut warna merah yang dapat melihat kecerahan warna merah. Sel keurucut emerlukan pencahayaan lebih banya untuk merangsang sel tersebut. Apabila pada kromosom X mengandung faktor buta warna maka seorang wanita tersebut menderita buta warna. sel-sel kerucuk deuteron yaitu sel kerucut yang peka terhadap warna hijau dan sel-sel kerucut tritan yaitu sel kerucut yang peka terhadap warna biru. secra fisik tidak mengalami kelaian buta warna sebagaimana wanita normal pada umumnya. masing-masing memiliki jenis opsinya sendiri dan berkaitan dengan retina untuk membentuk pigmen visual fotopsin. Buta warna lebih banyak ditemukan pada laki-laki dibandingkan dengan wanita karena umumnya diwariskan sebagai sifat yang terpaut seks (Camphbell. Wabita dengan pembawa sifat. Mengingat bahwa salah satu penyebab buta warna yaitu gen yang diwariskan dari keturunan dimana gen yang mengatur buta warna in terpaut oleh kromosom seks. maka kita mungkin akan melihat warna kuning atau orange. Artinya kromosom Y tidak membawa faktor buta warna. Fotoreseptor sebagai kerucut merah. 2010). J. Bisa saja probandus perempuan normal atau karier buta warna. KESIMPULAN Berdasarkan percobaan tentang test buta warna yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahawa: .dengan pembacaan angka pada buku Ishihara tes sesuai yang terlihat oleh pembanding. Buta warna merupakan kelainan genetik/bawaan yang turunkan dari orang tua kepada anaknya. Sel kerucut dan sel batang pada retina mempunyai fungsi yang berbeda. Contoh. karena kelainan ini dibawa oleh kromosom X. hijau dan biru. Hal inilah yang membedakan antara penderita buta warna pada laki-laki dan wanita. Namun pada praktikum ini kami belum dapat mengetahui genotip setiap probandus karena mengingat biaya tes DNA yang memungut dana besar. Kemampuan sel-sel kerucut pada retina masing-masing probandus tidak memungkinkan bahwa silsilah keluarga probandus tidak ada yang mengalami buta warna. Tetapi wanita dengan pembawa sifat berpotensi menurunkan faktor buta warna kepada anaknya kelak. ketika sel kerucut merah dan hijau dirangsang . tergantung pada sel kerucut mana yang paling kuat dirangsang. Kalainan ini juga disebut sex linked. Pengliatan warna ditimbulkan adanya tiga subkelas sel kerucut.

Hasil yang diperoleh dari tes buta warna pada anggota kelompok 6 dan populasi Rombel 4 Pendidikan Biologi 2012 (Kromosom). Endang Widi. XcY. 2008. Bandung : CV Poinir Jaya Bandung L.Purwokerto : UMP. perempuan= 0% Berdasarkan teori apabila dibandingkan antara laki-laki dan wanita perbandingan yang terkena buta warna adalah 8:2. Xcb X ♂ Xc.. 1987. Manaf. Istamar. Diah. Choirul. Jakarta: Erlangga Sisunandar. 2000. Biologi.Penuntun Praktikum genetika. Jakarta : Esis Campbell. 2. K. JAWABAN PERMASALAHAN 1) Laki-laki= 0%. DAFTAR PUSTAKA Aryulina. laki-laki buta warna: 25%. XcbY Keturunannya: perempuan normal: 25%. Suryo. laki-laki normal: 25% Silsilah keluarga dengan buta warna: . Biologi 3A Untuk Kelas XII Semester 1. 2005. Xcb Xc. Yogyakarta: UGM. Ph. Kelainan buta warna dapat diketahui dengan melakukan test buta warna dengan menggunakan buku Ishihara. Muslim. Y F1= Xc Xc. Malang : Erlangga. 3. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada Syamsuri. Biologi SMA Untuk Kelas XII.2011.Y G= Xc. Genetika Strata 1. 2004. Hendra. Suryo. Genetika. perempuan carrier: 25%. Penuntun Biologi Untuk SMA Kelas III A2. Syalfinaf.1. 2) P= ♀ Xc.D. semua popuasi normal karena dapat menjawab angka dengan benar pada buku Ishihara. Wijaya. Winarni. Buta warna merupakan kelainan genetika yanng terpaut kromosom X yang sifatnya resesif dan biasanya banyak dimiliki oleh laki-laki. 2004. Xcb Xc.

LAMPIRAN-LAMPIRAN .Keterangan: Xc Xc: ♀ normal c X Y: ♂ normal c e Hasil: ♀ normal: 4 orang ♀ carrier: 5 orang X X : ♀ carrier ♂ normal: 6 orang Xe Xe: ♀ buta warna ♂ buta warna: 1 orang XeY: ♂ buta warna M.