Anda di halaman 1dari 17

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Rangkaian Catu Daya

Gambar 2.1 Rangkaian Catu Daya

Pada rangkaian pintu geser otomatis ini menggunakan rangkaian catu daya
penyearah jembatan seperti terlihat pada gambar 2.1 diatas. Transformator (T)
diperlukan untuk menurunkan tegangan AC dari jala-jala listrik pada kumparan
primernya menjadi tegangan AC yang lebih kecil pada kumparan sekundernya.
Penurunan tegangan ini dapat ditentukan dengan persamaan berikut.

Vs =

Di mana:

N2
⋅V p
N1

Vp = Tegangan Primer (Volt)

6

Vout ( peak ) Karena tegangan yang dihasilkan adalah tegangan dc yang berubah-ubah (berdenyut).636 . Cara yang digunakan pada rangkaian ini adalah dengan menggunakan penapis masukan kapasitor. dioda dalam keadaan menghantar dan kapasitor mengalami pengisisan . akan dihasilkan tegangan rata-rata yang dapat ditentukan oleh persamaan berikut Vdc = 0. Pada rangkaian ini. Dari proses penyearahan tegangan AC oleh dioda. ketika setengah siklus positif dari tegangn ac masuk dari trafo.7 Vs = Tegangan Sekunder (Volt) N1 = Lilitan Primer N2 = Lilitan Sekunder (a) Keadaan selama siklus positif (b) Keadaan selama siklus negatif Gambar 2. Tegangan keluaran AC dari Transfomator disearahkan Oleh Dioda Bridge menjadi Tegangan DC. Cara kerja penapisan ini adalah.2 Rangkaian penyearah jembatan. Tegangan yang berubah-ubah itu ditapis atau diperhalus agar keluarannya merupakan tegangan yang hampir tetap. Dioda hanya berperan untuk mengubah tegangan AC menjadi tegangan DC.

Pada saat mendekati puncak tersebut.1 memperlihatkan suatu rangkaian penyearah jembatan yang dilengkapi penapis masukan kapasitor. Berikut diberikan penurunan rumus riak untuk kasus pembebanan ringan yang berbentuk Vrip = I dc ƒC Dengan Vrip = Riak puncak ke pencak (peak. sebagai akibatnya riak tegangan keluar berkurang dan tegangan keluarannya semakin mendekati tegangn DC yang sama dengan puncak tegangan masuk. Rangkaian ini memberi hasil deteksi puncak yang lebih baik karena kapasitor diisi dengan frekuensi yang berlipat ganda. Karena waktu pengosongan ini sangat panjang dibandingkan perioda sinyal masuknya. dan kapasitor mulai melepaskan muatannya melalui beban yang terpasang. Sejenak setelah melewati puncak positif dioda akan terputus.8 muatan.dioda akan menghantar lagi secara singkat dan mengisi kapasitor kembali kepada puncak tegangn yang masuk.to-peak ripple) I dc = Arus beban dc ƒ = frekuensi riak C = kapasitans penapis . Gambar 2. maka tegangan kapasitor hanya berkurang sedikit sebelum tibanya puncak sinyal yang berikutnya. Kapasitor akan mencapai puncak tegangan masuk dalam waktu singkat.

maka harga Vdc yang lebih teliti dapat ditentukan dengan rumus Vdc = V2( peak ) − Vrip 2 Rangkaian catu daya yang digunakan pada rangkaian pintu geser otomatis ini menggunakan IC regulator tegangan 3-terminal seri 78XX untuk mencatu rangkaian yang memerlukan tegangan yang stabil. yaitu 79XX. sebuah regulator 7809 merupakan sebuah piranti daya-rendah yang menghasilkan tegangan 9V. hingga maksimum 1 A. sebuah regulator tegangan 7805 menghasilkan +5 V dan sebuah IC 7812 menghasilkan +12 V. Terdapat juga fitur thermal shutdown. Dua digit terakhir pada nomor seri ini mengindikasikan tegangan teregulasi yang dihasilkan. digunakan untuk mengatur tegangan catu negatif ke sebuah op-amp dan ke perangkat-perangkat lain. Sebagai contoh. yang akan memutuskan arus apabila regulator terlalu panas. Jika riak puncak-ke-puncak telah dihitung. Nomor tipe ini dapat pula menyertakan sebuah huruf untuk mengindikasikan arus output maksimum regulator.9 Frekuensi riak sama dengan 60 Hz untuk penyearah setengah gelombang dan sama dengan 120 Hz untuk penyearah gelombang penuh dan penyearah jembatan. Seri regulator lainnya. yang mampu menghasilkan nilai-nilai arus yang lebih besar. Regulator memiliki beberapa fitur lain yang cukup penting. seperti misalnya pembatas arus. . tersedia juga tipe-tipe lainnya. Selain itu. yang akan menjatuhkan tegangan output apabila arus ditarik dari regulator secara berlebihan. dengan arus hingga 100 mA. Sebagai contoh.

6. maka sensor akan mengaktifkan sel pertama dan sel kedua sehingga akan menghasilkan bentuk . Gambar 2. Jika ada sumber panas yang lewat di depan sensor tersebut.4 Arah dan Jarak Deteksi Sensor PIR PIR sensor mempunyai dua elemen sensing yang terhubungkan dengan masukan dengan susunan seperti yang terdapat dalam Gambar 2.5. Gambar 2. Proses kerja sensor ini dilakukan dengan mendeteksi adanya radiasi panas tubuh manusia yang diubah menjadi perubahan tegangan.10 2.2 Sensor PIR (Passive Infra Red) PIR atau Passive Infra Red merupakan sebuah sensor yang biasa digunakan untuk mendeteksi keberadaan manusia.3 Gambar Sensor PIR Sensor PIR (Passive Infra Red) dapat mendeteksi sampai dengan jarak 5m. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 2.

. Benda yang dapat memancarkan panas berarti memancarkan radiasi infra merah.6. Tubuh manusia dan binatang dapat memancarkan radiasi infra merah terkuat yaitu pada panjang gelombang 9. Radiasi infra merah tidak dapat dilihat tapi dapat dideteksi.5 Arah Jangkauan Sensor PIR Radiasi infra merah berada pada spectrum elektromagnetik dengan panjang gelombang lebih besar daripada cahaya tampak. Gambar 2.4 μ m. Benda–benda ini termasuk makhluk hidup seperti binatang dan tubuh manusia.11 gelombang seperti ditunjukkan dalam Gambar 2. Sinyal yang dihasilkan sensor PIR mempunyai frekuensi yang rendah yaitu antara 0.2 – 5 Hz.

Hubungan antara frekuensi dan panjang gelombang dapat dirumuskan dengan persamaan 1. Pada dasarnya yang membedakannya adalah panjang gelombang dan frekuensinya. Cahaya merupakan suatu bentuk radiasi dari gelombang elektromagnetik yang pada prinsipnya sama dengan gelombang radio. (1) Dimana : C = Kecepatan Cahaya 3. ultraviolet. λ = C / ƒ ……………………………. misalnya infrared. Panjang gelombang dari cahaya tampak yakni 400 nm hingga 800 nm.6 Diagram Internal Rangkaian Sensor PIR .108 m/s λ = Panjang Gelombang Dalam Meter ƒ = Frekuensi Dalam Hertz Gambar 2. dan sinar-X. dan ultraviolet memiliki panjang gelombang lebih pendek dari 400 nm [2].12 Radiasi infra merah yang dipancarkan inilah yang menjadi sumber pendeteksian bagi detektor panas yang memanfaatkan radiasi infra merah.

penguat operasional memerlukan tegangan catu yang simetris yaitu tegangan yang berharga positif (+V) dan tegangan yang berharga negatif (-V) terhadap tanah (ground). Berikut ini adalah konfigurasi Op Amp yang bekerja sebagai komparator . Untuk dapat bekerja dengan baik.7 Konfigurasi Keoneksi Pin IC OP-Amp LM324 Penguat operasional (Op-Amp) adalah suatu rangkaian terintegrasi yang berisi beberapa tingkat dan konfigurasi penguat diferensial.3 Penguat Operasional Gambar 2. Penguat operasional memilki dua masukan dan satu keluaran serta memiliki penguatan DC yang tinggi. Rangkaian yang akan dijelaskan dan dianalisa dalam tulisan ini menggunakan penguat operasional yang bekerja sebagai komparator dan sekaligus bekerja sebagai penguat.13 2.

Tegangan acuan yang diterapkan pada masukan inverting adalah positif dan sama dengan . tegangan keluaran yang dihasilkan rendah. Apabila tegangan masukan non inverting lebih besar dari masukan inverting.8 Konfigurasi Op Amp sebagai komparator Komparator adalah sebuah rangkaian dengan dua tegangan masukan (inverting dan non-inverting) dan satu tegangan keluar. dengan VCC sama dengan +15 V. Keluaran tinggi melambangkan ”ya” dan keluaran yang rendah melambangkan jawaban ”tidak” Seperti yang ditunjukkan dalam gambar 2. kepatuhan ac-nya dari 1 atau 2 (keadaan rendah) sampai sekitar 13 atau 14 V (keadaan tinggi).14 Gambar 2.8 tegangan keluaran yang akan dihasilkan hanya mempunyai satu polaritas. Apabila tegangan masukan noninverting lebih kecil daripada yang inverting. maka komperator menghasilkan tegangan keluaran yang tinggi. tegangan positif yang rendah atau tinggi. Misalnya.

Pada dasarnya relay terdiri dari sebuah lilitan kawat yang terlilit pada suatu inti dari besi lunak berubah menjadi magnet yang menarik atau menolak suatu pegas sehingga kontak pun menutup atau membuka. apabila Vin kurang dari Vref maka keluarannya rendah. 1992). 2.15 Vref = R2 Vcc R 1 + R2 Apabila Vin lebih besar daripada Vref. dan yang digunakan pada rangkaian ini adalah relai yang mempunyai anak kontak NO (normally open). sehingga inti besi menjadi magnet dan manarik kontak bila gaya magnet mengalahkan gaya pagas yang melawannya. (Loveday. maka keluarannya tinggi. Pada dasarnya relai adalah sakelar elektromagnetik yang bekerja apabila arus mengalir melalui kumparannya. .4 Relay Sebagai Pengendali Arah Putaran Motor Relay adalah sebuah saklar magnetik yang biasanya menggunakan medan magnet dan sebuah kumparan untuk membuka atau menutup satu atau beberapa kontak saklar pada saat relay dialiri arus. Relay mempunyai anak kontak yaitu NO (Normally Open) dan NC (Normally Closed).

. pengaturan arah putaran itu tergantung pada keadaan mana yang diinginkan. kemudian meng ON kan Relai (relai ON 1). Keluaran Mikrokontroler itu akan memberikan kode logika 1 dengan sumber tegangan 5 volt untuk memicu relai driver. relai/saklar berfungsi untuk menanggapi perubahan data kontrol yang berasal dari Mikrokontroler. sesuai dengan penyambungan atau pemutusan gerakan motor yang direncanakan. Relai ON 1 juga akan mengaktifkan perubahan polaritas tegangan pada relai-relai sesuai dengan pengontrolan motor yang diinginkan.9 Skema Relai Dalam Keadaan Terbuka dan Menutup Pada rangkaian pintu geser otomatis ini relai difungsikan Sebagai pengontrol arah putaran motor.16 Gambar 2.

.10 Perubahan Polaritas pada Motor http://www.10 memperlihatkan bagaimana proses perubahan polaritas yang terjadi karena adanya dua kondisi relai yang mendapat polaritas tegangan yang berbeda dengan waktu yang dibedakan.17 12 VOLT DC RELAY 12 V DRIVER 1 1 0 DRIVER 2 GND GND 12 VOLT DC RELAY 12 V 1 0 GND 12 V M Gambar 2.com/ Gambar 2.relay aplication.

11 Kontruksi Motor DC (Arus Searah). Lilitan Medan Berfungsi untuk membangkitkan fluksi medan utama dimana fluksi ini akan berinteraksi dengan fluksi jangkar yang akan menghasilkan putaran. Jangkar Jangkar terdiri dari 3 Bagian : . 3. Keterangan Gambar diatas : 1.18 2. Gambar 2.5 Motor DC (Arus Searah). Sepatu Kutub Dengan adanya sepatu kutub ini fluksi medan utama akan tersebar merata melingkupi seluruh belitan jangkar. 2.

dan kumparan jangkar merupakan rotor (bagian yang berputar). Kumparan medan yang berbentuk kutub sepatu merupakan stator (bagian yang tidak berputar). Sikat Arang Berfungsi menghubungkan belitan medan dan belitan jangkar 5.1 Bagian Stator Pada Motor DC. 4. 2.5. .12 stator merupakan bagian yang tinggal tetap (tidak bergerak) yang terdiri dari rumah dengan kutub magnet yang dibuat dari pelat – pelat yang dipejalkan dengan gulungan magnet berikut tutup rumahnya. Bantalan (bearing) Bantalan berfungsi motor agar jangkar berputar dengan baik 8. Poros Berfungsi meletakan jangkar agar dapat berputar 7. Belitan jangkar berfungsi untuk membangkitkan fluksi jangkar yang bersama – sama dengan fluksi utamaakan menimbulkan kopel. Inti jangkar berfungsi untuk melakukan fluksi medan b.19 a. Komutator Komutator berfungsi untuk merubah polaritas arus belitan jangkar 6. Body Body berfungsi untuk melindungi bagian yang bergerak dan untuk meletakkan bantalan. c. Komutator berfungsi untuk menyearahkan arus dan tegangan jangkar. Pada gambar 2.

2 Bagian Rotor Rotor adalah bagian penggerak yang terdiri dari silinder dibuat dari plat – plat yang dipejalkan yang diberi saluran sebagai tempat kumparan yang biasa disebut angker/jangkat. Pada angker terpasang kolektor/komutator yang terdiri dari sigmen–sigmen yang berhubungan dengan gulungan angker.5.20 Gambar 2.12 Stator 2.13 Rotor . Gambar 2.

medan magnet disini selain berfungsi sebagi tempat penyimpanan energi juga sekaligus proses perubahan energi. Pada motor DC. Apabila komutator ini dihubungkan dengan suatu sumber tegangan contoh . dimana proses perubahan energi pada motor arus searah dapat digambarkan pada gambar 2.6 Cara kerja Motor DC (Arus Searah) dapat diuraikan sebagai berikut Gambar 2. Energi yang akan diubah dari suatu sistem ke sistem yang lain.22 Prinsip Kerja Motor Power Window Prinsip dari motor DC ini dapat diuraikan sebagai berikut.1(Zuhal. Komutator ini dihubungkan dengan kutub positif (+) dan kutup (-) dari catu daya melalui sikatsikat. Dengan demikian.21 2. kumparan medan yang dialiri arus listrik akan menghasilkan medan magnet yang melingkupi kumparan jangkar dengan arah tertentu. dan stator (bagian mantap) yang berupa koil atau gulungan kawat tembaga. sementara akan tersimpan pada medium medan magnet untuk kemudian dilepaskan menjadi energi system lainya. 1991) Motor DC mempunyai rotor (bagian yang bergerak) magnet permanen. Konverter energi baik energi listrik menjadi energi mekanik (motor) maupun sebaliknya dari energi mekanik menjadi energi listrik (generator) berlangsung melalui medium medan magnet. dimana setiap ujungnya tersambung dengan komutator.

Karena putaran motor.22 nya batery maka Arus listrik dari kutub positif akan masuk melalui komutator. . arus listrik didalam kawat akan berjalan bolakbalik. maka rotor akan selalu berputar terus menerus selama arus listrik tetap mengalir didalam kawat. karena jalannnya sesuai dengan medan magnet. kemudian berjalan mengikuti gulungan kawat sebelumnya. akhirnya masuk ke kutub negatif dari bateray. Mengalirnya arus pada kumparan menyebakkan terbangkitnya medan elektromagnetik pada kumparan sehingga terjadi gaya tolak menolak antara magnet permanen pada motor dengan medan magnet pada kumparan motor sehingga motor berputar.