Anda di halaman 1dari 47
UNIT UTILITAS Unit pendukung proses di Industri dengan tugas utama menyediakan : 1. Air :
UNIT UTILITAS
Unit pendukung proses di Industri dengan tugas utama
menyediakan :
1.
Air : steam, domestik, air pendingin, proses
2.
Bahan bakar
3.
Listrik
4.
Udara tekan
5.
Sistem refrigerasi
6.
Sistem pelumasan
7.
Sistem pengolahan limbah
PENYEDIAAN AIR Dari berbagai bahan baku (air laut; air sungai; sumur dangkal dan sumur dalam;
PENYEDIAAN AIR
Dari berbagai bahan baku (air laut; air sungai;
sumur dangkal dan sumur dalam; air hujan,
danau, dsb)
- Steam  ketel
- Air pendingin  cooling tower
- Chilled water  sistem refrigerasi
- Proses
- Domestik
salju hujan
salju
hujan
“Water, water, everywhere, but nor any drop to drink” (Air, air, dimana-mana air, tetapi setetespun
“Water, water, everywhere, but nor any
drop to drink”
(Air, air, dimana-mana air, tetapi
setetespun tidak ada untuk minum,
Sundstrom, 1979; Vila R.C., 1982)
Perlu teknologi pengolahan air !!!
KUALITAS AIR
Jenis Air Jumlah, km3 % Air Laut 1.338 x 10 6 96,5 Air Tawar 35,03
Jenis Air
Jumlah, km3
%
Air Laut
1.338
x 10 6
96,5
Air Tawar
35,03 x 10 3
2,53
Lain-lain
12,97 x 10 3
0,97
Total
1.386
x 10 6
100
JUMLAH AIR DUNIA
(Okazaki, M, 1985, Kurita Water Handbook)
AIR TAWAR DUNIA (Okazaki, M, 1985, Kurita Water Handbook) Jenis Air Tawar Jumlah, km 3
AIR TAWAR DUNIA
(Okazaki, M, 1985, Kurita Water Handbook)
Jenis Air Tawar
Jumlah, km 3
%
Salju
24,06 x 10 3
68,7
Air tanah
10,85 x 10 3
31,0
Uap air (di udara)
0,01 x 10 3
0,03
Danau
0,108 x 10 3
0,29
Sungai
0,002 x 10 3
0,006
CADANGAN AIR ANTAR BENUA (Suara Merdeka, 24 Jan 04) JML CADANGAN BENUA PENDUDUK AIR TAWAR
CADANGAN AIR ANTAR BENUA
(Suara Merdeka, 24 Jan 04)
JML
CADANGAN
BENUA
PENDUDUK
AIR TAWAR
% dunia
% dunia
ASIA
80
1
AUSTRALIA
2
3
Lainnya
?
?
 “Tidak ada kehidupan tanpa adanya air”  “ The Best of All Things is
 “Tidak ada kehidupan tanpa adanya air”
 “ The Best of All Things is Water (Air
adalah yang terbaik dari segalanya)”
 “Water, water, everywhere, nor any drop
to drink” (penyair terkenal Coloridge,
seorang Pelaut Kuno)
 Mendapatkan air bersih termasuk hak
asasi manusia (Resolusi PBB th 2000
melalui UNESCO)
PENTINGNYA AIR
(PENGOLAHAN AIR)
KUALITAS AIR : PARAMETER PENCEMAR - Air yang murni tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak
KUALITAS AIR :
PARAMETER PENCEMAR
- Air yang murni tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau
- Karena siklus hidrologi, air mengandung berbagai bahan
pencemar/kontaminan
PARAMETER PENCEMAR
PADAT
CAIR
GAS
TAK MENGENDAP
MENGENDAP
(NON SETLEABLE SOLID)
(SETLEABLE SOLID)
TERLARUT
ORGANIK DAN ANORGANIK
TERSUSPENSI
KOLOID
KONTAMINAN AIR KONTAMINAN AIR IONIK & TERLARUT NON IONIK & TIDAK TERLARUT ION POSITIP ION
KONTAMINAN AIR
KONTAMINAN AIR
IONIK & TERLARUT
NON IONIK & TIDAK TERLARUT
ION POSITIP
ION NEGATIF
SUSPENSI
KOLOID
GAS
Ca 2+
SO 4
= tanah liat
tanah liat
CO 2
Mg 2+
Cl -
debu
virus
O
2
Fe 2+
NO 3
-
N
bakteri
2
Mn 2+
HCO 3
-
H
alga
2 S
Na +
OH -
K +
CO 3
=
KONTAMINAN AIR KONTAMINAN AIR FISIKA KIMIA BIOLOGI T, pH, Padatan Tersuspensi, Kation terlarut, Jml bakteri
KONTAMINAN AIR
KONTAMINAN AIR
FISIKA
KIMIA
BIOLOGI
T,
pH,
Padatan Tersuspensi,
Kation terlarut,
Jml bakteri koli
dsb
Padatan terlarut,
Anion terlarut,
Padatan total,
Alkalinitas,
Konduktifitas, dll
Kesadahan, dsb
ANALISA KIMIA Kandungan kontaminan dinyatakan dengan : 1. miligram per liter (mg/l), bagian per juta
ANALISA KIMIA
Kandungan kontaminan dinyatakan dengan :
1.
miligram per liter (mg/l), bagian per juta (part per million,
ppm), dan ppb (part per billion).
2.
mol per liter
3.
miliekuivalen per liter (meq/l): jumlah ekuivalen solut per
liter larutan disebut juga dengan normalitas (N).
4.
persen berat : massa zat terlarut per massa total larutan
dikalikan 100 %
5.
milligram per liter sebagai CaCO 3 (mg/l sebagai CaCO 3 ).
 Konsentrasi zat terlarut dinyatakan dalam miligram per
liter sebagai CaCO 3
Contoh Parameter Analisa Air Keterangan / Penggunaan Hasil No Uji Simbol Pengujian 1 pH Untuk
Contoh Parameter Analisa Air
Keterangan /
Penggunaan Hasil
No
Uji
Simbol
Pengujian
1
pH
Untuk mengukur
tingkat keasaman
atau kebasaan suatu
larutan encer
2
Kation terlarut
Kalsium
Magnesium
Kalium
Natrium
Ca 2+
Mg 2+
K
+
Na +
Untuk menentukan
komposisi kimia ionik
air dan untuk
mengkaji kelayakan
air untuk berbagai
alternatif
penggunaan.
Contoh Parameter Analisa Air No Uji Keterangan / Simbol Penggunaan Hasil Pengujian 3 Anion terlarut
Contoh Parameter Analisa Air
No
Uji
Keterangan /
Simbol
Penggunaan Hasil
Pengujian
3
Anion
terlarut
Bikarbonat
HCO 3
-
Untuk menentukan
Karbonat
CO 3
=
Klorida
Cl -
Hidroksida
-
komposisi kimia ionik
air dan untuk
mengkaji kelayakan
air pada berbagai
Nitrat
-
alternatif
3
Sulfat
=
penggunaan.
4
Alkalinitas
OH
NO
SO 4
HCO 3 - + CO 3 = +
OH -
Untuk mengukur
kapasitas air untuk
menetralkan asam
Contoh Parameter Analisa Air No Uji Keterangan / Simbol Penggunaan Hasil Pengujian 5 Kesadahan kation
Contoh Parameter Analisa Air
No
Uji
Keterangan /
Simbol
Penggunaan Hasil
Pengujian
5
Kesadahan
kation
multivalensi
Untuk mengukur kapasitas
konsumsi sabun dan
kecenderungan air untuk
membentuk kerak
6
Konduktifitas
 mhos
(micromhos)/c
pada 25 o C
Untuk memperkirakan total
padatan terlarut atau check
terhadap hasil analisa
lengkap (Total Padatan
Terlarut atau TDS = 0,55 -
0,7 x konduktifitas sampel)
Kation ANION Terlarut : Kesetimbangan muatan 1. Jumlah ekuivalen kation = jumlah ekuivalen anion 2.
Kation ANION Terlarut :
Kesetimbangan muatan
1. Jumlah ekuivalen kation =
jumlah ekuivalen anion
2. Jumlah kation dan anion dalam mg/L =
Total padatan terlarut
Review hasil analisa kimia Anggap bahwa analisa kimia air permukaan sebagai berikut : Ion Konsentrasi,
Review hasil analisa kimia
Anggap bahwa analisa kimia air permukaan sebagai berikut :
Ion
Konsentrasi, mg/l
Ca 2+
90
Mg 2+
30
Na +
72
K +
6
Cl -
120
SO 4
=
225
HCO 3
-
165
pH
7,5
(a). Periksa ketelitian hasil analisa di atas;
(b) tentukan alkalinitas air dinyatakan sebagai CaCO 3 ;
(c) tentukan kesadahan yang dinyatakan sebagai CaCO 3; dan
(d) perkirakan kandungan padatan terlarut total.
Penyelesaian: Neraca kation-anion digunakan untuk memeriksa ketelitian analisa. Kation Anion Konsentrasi Konsentrasi
Penyelesaian:
Neraca kation-anion digunakan untuk memeriksa ketelitian analisa.
Kation
Anion
Konsentrasi
Konsentrasi
Ion
Ion
mg/l
mg/meq
meq/l
mg/l
mg/meq
meq/l
Ca 2+
90
20
4,50
Cl
-
120
35,5
2,82
Mg 2+
30
12,2
2,46
SO 4
=
225
48
4,69
Na +
72
23,0
3,13
HCO 3
-
165
61
2,70
K
+
6
39,1
0,15
Total
198
10,24
490
10,21
Keterangan : mg/meq = miligram/miliequivalen Untuk Kalsium, berat eqivalen = 20 : gram/equivalen (40/2) =
Keterangan :
mg/meq
= miligram/miliequivalen
Untuk Kalsium, berat eqivalen = 20 : gram/equivalen (40/2) = 20 mg/miliequivalen
meq/l = miliequivalen/liter.
Untuk kalsium, meq/l = 90 mg/l / 20 mg/meq = 4,50
(a). Karena jumlah kation dan anion sama maka hasil analisa dapat diterima.
(b). Menentukan alkalinitas. Dari hasil analisa diatas, alkalinitas hanya disebabkan oleh
ion HCO 3 - .
Alkalinitas dinyatakan sebagai CaCO 3 :
= 2,70 meq/l x 50 mg CaCO 3 /meq
= 135,3 mg/l sebagai CaCO 3
Catatan : berat equivalen CaCO 3 = 100 g/2 = 50 g/eq = 50 mg/meq
(c). Menentukan kesadahan.
Untuk hasil analisa yang disajikan, kesadahan air disebabkan oleh ion kalsium dan
magnesium.
Kesadahan dinyatakan sebagai CaCO 3
= (4,5 meq/l + 2,46 meq/l) x 50 mg CaCO 3 /meq
= 348,0 mg/l sebagai CaCO 3
(d). Perkiraan total padatan terlarut (TDS)
TDS
=  kation +  anion dinyatakan dalam mg/l
= 198 mg/l + 490 mg/l
= 688 mg/l
PENGOLAHAN AIR I. SATUAN PROSES KOAGULASI, PRESIPITASI, AERASI, DESINFEKSI, ION EXCHANGE, dll TUJUAN PENGGUNAAN BAHAN
PENGOLAHAN AIR
I. SATUAN PROSES
KOAGULASI, PRESIPITASI, AERASI,
DESINFEKSI, ION EXCHANGE, dll
TUJUAN PENGGUNAAN
BAHAN BAKU AIR
(KUALITAS AIR)
Air laut, Air sumur,
Air sungai, Air danau
TEKNOLOGI PENGOLAHAN
(SPESIFIKASI)
Air minum, MCK, proses,
pendingin, ketel / steam, dll
II. SATUAN OPERASI
MIXING, SEDIMENTASI, FILTRASI,
ADSORPSI, FLOKULASI,
DEAERASIdll
PENGOLAHAN AIR CONTOH SEDERHANA: Pengolahan air sumur menjadi air minum TEKNOLOGI Air sumur Kualitas ???
PENGOLAHAN AIR
CONTOH SEDERHANA:
Pengolahan air sumur menjadi air minum
TEKNOLOGI
Air sumur
Kualitas ???
PENGOLAHAN ???
Air minum
Spesifikasi ????
Satuan pengolahan ???
Kuman
Bebas kuman
Desinfeksi !!!
== Pemilihan satuan-satuan operasi maupun proses untuk pengolahan air sangat tergantung pada kualitas dan jenis
== Pemilihan satuan-satuan operasi
maupun proses untuk pengolahan air
sangat tergantung pada kualitas dan jenis
bahan baku serta tujuan penggunaan dari
air yang telah diolah.
== bisa melibatkan bagian-bagian
kecil dari satuan operasi dan proses,
tetapi bisa juga melibatkan hampir semua
satuan operasi dan proses yang ada.
BEBERAPA SATUAN OPERASI DAN SATUAN PROSES DALAM PENGOLAHAN AIR
BEBERAPA SATUAN OPERASI DAN
SATUAN PROSES
DALAM PENGOLAHAN AIR
Satuan operasi 1.Saringan (screening) Saringan kuarsa digunakan untuk melindungi pompa dari padatan mengapung. Saringan
Satuan operasi
1.Saringan (screening)
Saringan kuarsa digunakan untuk melindungi pompa dari
padatan mengapung. Saringan halus digunakan untuk
menghilangkan padatan mengapung dan tersuspensi
2.Saringan mikron
Digunakan menghilangkan impuritas yang halus seperti
alga, pasir, dsb.
3. Aerasi
Untuk menambah maupun mengeluarkan gas-gas dari air.
Misal : aerasi untuk menghilangkan Fe 2+ dan Mn 2+ terlarut.
4.Mixing
Untuk mencampur bahan-bahan kimia dan gas-gas yang
diperlukan untuk pengolahan.
5.Flokulasi
Untuk mempercepat penggumpalan partikel dengan
pengadukan sangat lambat.
6.Sedimentasi
Untuk menghilangkan partikel-partikel seperti tanah dan
pasir atau padatan (flok) tersuspensi.
7.Filtrasi
Untuk
menyaring
padatan
yang
masih
tersisa
setelah
pengendapan/sedimentasi
Satuan Proses 1.Koagulasi 2.Disinfeksi 3.Presipitasi Proses penambahan bahan-bahan kimia untuk membentuk gumpalan
Satuan Proses
1.Koagulasi
2.Disinfeksi
3.Presipitasi
Proses penambahan bahan-bahan kimia untuk membentuk
gumpalan (flok) yang selanjutnya dipisahkan pada proses
flokulasi.
Digunakan untuk mematikan bakteri patogen yang ada
dalam air.
Penghilangan komponen ion terlarut seperti kalsium dan
magnesium (kesadahan) dengan penambahan bahan-
bahan kimia sehingga akan menimbulkan endapan
4.Ion exchange
5.Adsorpsi
Untuk penghilangan sebagian maupun keseluruhan kation
dan anion terlarut dalam air
Untuk penghilangan senyawa-senyawa organik yang
menyebabkan warna, rasa dan bau.
6.Oksidasi kimia
Untuk mengoksidasi berbagai senyawa yang ditemukan di
dalam air, yang menyebabkan rasa, warna dan kerak.

Cara Pengolahan Air dari Berbagai Zat Pengotor

No.

Komponen

Rumus

Masalah yang Ditimbulkan

Cara Pengolahan

 

Turbidity

Tidak ada

Air menjadi keruh, membentuk

Koagulasi, pengendapan dan filtrasi

1

deposit pada pipa-pipa, alat-alat,

ketel dan lain-lain

2

Warna

Tidak ada

Timbul buih dalam ketel, menghambat proses pengendapan pada penghilangan besi dan hot phosphate softening

Koagulasi, filtrasi, khlorinasi, adsorbsi dengan karbon aktif

 

Hardness

Kalsium dan magnesium yang dinyatakan sebagai CaCO 3

Membentuk Scale / kerak pada sistem penukar panas, ketel, pipa menghambat daya cuci dengan sabun

Pelunakan, destilasi, pengolahan internal

3

(kesadahan)

 

Alkalinity

Bikarbonat (HCO 3 )

Timbul buih dan carry over (lolosnya) padatan ke dalam uap panas mengakibatkan karatan pada pipa ketel, bikarbonat dan karbonat menghasilkan CO 2 dalam uap panas, sehingga bersifat korosif.

Pelunakan dengan kapur dan kapur- soda, demineralisasi, penambahan asam, dealkilasi dengan penukar ion, distilasi

(alkalinitas)

4

Karbonat (CO 3 ) Hidroksida (OH)

Dinyatakan sebagai CaCO 3

 

5

Asam mineral bebas

H 2 SO 4 ,HCl dan sebagainya dinyatakan sebagai CaCO 3

Korosif

Netralisasi dengan alkali

6

Karbondioksida

CO 2

Korosif terhadap jaringan

Aerasi, deaerasi,

pipa

netralisasi dengan alkali, filming dan neutralizing amines

7

pH

Konsentrasi ion hydrogen pH = -log (H + )

Perubahan pH dipengaruhi oleh keasaman atau kebasaan dalam air. Air dalam biasanya pH = 6-8

PH dapat dinaikkan dengan penambahan Al dan sebaiknya dengan asam

8

Sulfat

SO 4

=

Menaikkan kandungan padatan dalam air, bereaksi dengan Ca membentuk kerak CaSO 4

Demineralisasi, distilasi

9

Chlorida

Cl -

Menaikkan kandungan padatan dalam air dan bersifat korosif

 

10

Silika

SiO 2

Membentuk kerak pada ketel dan sudut-sudut turbin

 

11

Besi

Fe 2+ (ferro) Fe

3+

Terbentuk deposit pada pipa-pipa dan boiler

Aerasi, koagulasi dan filtrai pelunakan kapur, penukar kation

12

Mangan

Mn

Terbentuk deposit

Aerasi, pelunakan kapur

13

Minyak

Dinyatakan sebagai oil atau Ichloroform extractible matter

Terbentuk kerak, lumpur dan buih dalam ketel

Raffle reparation stainers koagulan dan filktrasi, filtrasi dengan diatamaceous earth

14

Oksigen

O

2

Korosi

Deaerasi, sodium sulfate, hyrazine, zat pencegah korosi

15

Hidrogen

H

2 S

Bau telur busuk, korosi

Aerasi, khlorinasi, penukar anion berbasa tinggi

Sulfida

 

16

Amoniak

NH 3

Korosi pada tembaga dan seng

Penukar kation dengan zeolite hidrogen, khlorination, daeaerasi

17

Konduktivitas

Dinyatakan dalam

Konduktivitas yang tinggi

Demineralisasi, pelunakan kapur, dan sebagainya

Micrombos,

maka sifat korosi makin tinggi

konduktansi spesifik

 
 

18 Padatan

Tidak ada

Padatan terlarut menunjukkan jumlah zat-zat yang terlarut, menyebabkan buih

Pelunakan kapur, penukar kation dengan zeolite hidrogen, demineralisasi, distilasi

terlarut

 

19 Padatan

Tidak ada

Menyebabkan deposit

Pengendapan, filtrasi dan koagulasi

tersuspensi

 

20 Padatan total

Tidak ada

Padatan total adalah padatan terlarut ditambah padatan tersuspensi

Sama dengan 19 dan 20

SATUAN OPERASI DAN PROSES SEDIMENTASI : MEMEMISAHKAN PADATAN MENGENDAP t = 0 t > t>>
SATUAN OPERASI DAN PROSES
SEDIMENTASI : MEMEMISAHKAN PADATAN
MENGENDAP
t = 0
t >
t>>
padatan
mengendap
Padatan tak mengendap
 KLARIFIER  THICKENER  FLOTASI (kebalikan sedimentasi) SEDIMENTASI
 KLARIFIER
 THICKENER
 FLOTASI (kebalikan sedimentasi)
SEDIMENTASI
SATUAN OPERASI DAN PROSES : SEDIMENTASI Waktu Pengendapan Berbagai Ukuran Partikel Diameter Partikel (mm) Nama
SATUAN OPERASI DAN PROSES :
SEDIMENTASI
Waktu Pengendapan Berbagai Ukuran Partikel
Diameter
Partikel (mm)
Nama Partikel
Waktu Pengendapan
pada Ketinggian
1 ft
10
Kerikil
0,3
detik
1
Pasir kasar
3
detik
0,1
Pasir halus
38
detik
0,01
Lumpur
33
menit
0,001
Bakteri
35
jam
0,0001
Partikel tanah liat
230
hari
0,00001
Partikel koloid
63 tahun
(a) (b) SEDIMENTASI : Pola pengendapan partikel diskrit (a) dan partikel flokulen (b)
(a)
(b)
SEDIMENTASI : Pola pengendapan partikel
diskrit (a) dan partikel flokulen (b)
SATUAN OPERASI DAN PROSES KOAGULASI DAN FLOKULASI : memisahkan padatan tersuspensi dan koloid Padatan terlarut
SATUAN OPERASI DAN PROSES
KOAGULASI DAN FLOKULASI : memisahkan padatan
tersuspensi dan koloid
Padatan terlarut
koagulan
Padatan tersuspensi
koagulan
PRESIPITASI : menghilangkan kation/anion terlarut dengan penambahan bahan kimia Bahan kimia Kation/anion terlarut
PRESIPITASI : menghilangkan kation/anion
terlarut dengan penambahan bahan kimia
Bahan kimia
Kation/anion
terlarut
ION EXCHANGE : menghilangkan kation/anion terlarut Air Kation/anion dalam air Padatan penukar ion Kation/anion
ION EXCHANGE
: menghilangkan
kation/anion terlarut
Air
Kation/anion
dalam air
Padatan penukar ion
Kation/anion
Kolom penukar ion
Air
 Koagulasi : rapid mixing, dengan penambahan bahan kimia  Flokulasi : slow mixing, kadang-
 Koagulasi : rapid mixing, dengan
penambahan bahan kimia
 Flokulasi
: slow mixing, kadang-
kadang dengan penambahan koagulan aid
(flokulan)
KOAGULASI FLOKULASI :
Definisi
KOAGULASI FLOKULASI : Ukuran partikel yang terlibat dalam koagulasi Diameter A o A.Sistem Koloidal -
KOAGULASI FLOKULASI :
Ukuran partikel yang terlibat dalam koagulasi
Diameter A o
A.Sistem Koloidal
-
Warna
anorganik) Koloid inert (tanah liat, garam
-
50
- 1.000
-
1.000
- 30.000
-
Bakteri Emulsi
-
B.
Alga Kation (Na
+
, Ca
2+
, Mg
2+
, Al
3+
)
C.
Polyelektrolit (BM 100.000 –
2.000
- 100.000
15.000.000)
D.
Air
5.000
- 100.000
50.000
- 8.000.000
1
- 2
250.000
- 40.000.000
4
KOAGULASI FLOKULASI Distribusi muatan lapisan ganda
KOAGULASI FLOKULASI
Distribusi muatan lapisan ganda

KOAGULASI FLOKULASI :

contoh pengukuran potensial zeta Koagulasi air menggunakan alum
contoh pengukuran potensial
zeta
Koagulasi air menggunakan alum
KOAGULASI FLOKULASI 1.Tawas Al 2 (SO 4 ) 3 .18H 2 O + 3Ca(OH) 2
KOAGULASI FLOKULASI
1.Tawas
Al 2 (SO 4 ) 3 .18H 2 O + 3Ca(OH) 2
Al(OH) 3 + 18 H 2 O
----->
3CaSO 4 +
2
2. Ferro sulfat
FeSO 4 .7H 2 O
+ 7 H 2 O
+ Ca(OH) 2 -----> Fe(OH) 2 + CaSO 4
3. Ferri sulfat Fe 2 (SO 4 ) 3 + 3Ca(HCO 3 ) 2 ---->
3. Ferri sulfat
Fe 2 (SO 4 ) 3 + 3Ca(HCO 3 ) 2 ----> 2Fe(OH) 3 + 3CaSO 4 +
6CO 2
4. Ferri khlorida
2 FeCl 3 + 3 Ca(OH) 2
---------> 3 CaCl 2 + 2 Fe(OH) 3
5. PAC
KOAGULASI FLOKULASI :
beberapa jenis koagulan
KOAGULASI FLOKULASI : beberapa jenis flokulan
KOAGULASI FLOKULASI :
beberapa jenis flokulan
KOAGULASI FLOKULASI : PE kationik  PE kationik seperti polyamine  terhidrolisa dalam air 
KOAGULASI FLOKULASI :
PE kationik
 PE kationik seperti polyamine  terhidrolisa
dalam air
R
R
NH + H 2 O
---
NH.H +
+
OH -
R
R
== pada pH tinggi reaksi akan menyebabkan
reaksi bergeser ke kiri, dan polimer menjadi
tidak bermuatan (non ionik).  akan
menurunkan kapasitas penukaran ion PE pada
pH tinggi.
Polymer anionik memiliki guhus karboksil dalam struktur molekulnya. Molekul ini akan terionisasi dalam air sebagai
Polymer anionik memiliki guhus karboksil
dalam struktur molekulnya. Molekul ini
akan terionisasi dalam air sebagai berikut.
R-COOH === R-COO - + H +
Ion hydrogen akan memaksa reaksi ke kiri
sehingga molekul ini akan menjadi non
ionik pada pH rendah.
KOAGULASI FLOKULASI :
PE anionik
Contoh Diagram Alir : Pengolahan air sumber menajdi air minum dalam kemasan Air sumber Bak
Contoh Diagram Alir : Pengolahan air
sumber menajdi air minum dalam
kemasan
Air sumber
Bak Tandon
Ozone
Tanki Umpan
Generator
Ozone
Filter multimedia
Karbon Aktif
Mesin Cup
Cartridge filter 5, 3, 1 µ
Mesin Gallon
Lampu Ultraviolet
(UV)
Tanki produk
Mesin Botol

Air baku (air sungai)

Alum, flokulan, Bak Pencampur NaOH, kaporit Bak Lumpur Air Klarifier Dekanter Air untuk Saringan Pasir
Alum, flokulan,
Bak Pencampur
NaOH, kaporit
Bak Lumpur
Air
Klarifier
Dekanter
Air untuk
Saringan Pasir
service
Lumpur
Bak air
Air Pendingin
padat
Air sanitasi
terfiltrasi
Unit demineralisasi
Contoh diagram
penyediaan/pengolahan air
sungai untuk berbagai
keperluan di industri
Filter karbon
Penukar kation
Penghilangan Cl 2 ,
warna, bau, zat-zat
organik
Penghilangan Ca 2+ , Mg 2+ ,
Na + , K + , Fe 2+ , Mn 2+ , Al 3+
Dekarbonator
Peghilangan CO 2
Penukar Anion
Penghilangan Cl-,
NO 3 - , SiO 3
-
Zat pengikat O2
(Hidrazin, dll)
Deaerator
Zat anti kerak (Senyawa
Phosphat, dsb)
Unit Injeksi Kimia
Air umpam boiler
Air Proses
Contoh Blok Diagram pengolahan air di kolam renang kaporit Balancing tank Air sumur Desinfeksi artetis
Contoh Blok Diagram pengolahan air di kolam renang
kaporit
Balancing tank
Air sumur
Desinfeksi
artetis
overflow
Saringan pasir
Kaporit, HCl,
KOLAM
PAC,
RENANG
Soda abu