Anda di halaman 1dari 3

BAB II

ISI

sebaliknya adalah pada pasien dewasa dengan kondisi yang baik dan
koperatif maka dapat dilakukan dengan bius lokal.

2.1 Pengertian Nefrostomi

Nefrostomi
merupakan
suatu tindakan diversi urine menggunakan tube, stent, atau kateter melalui
insisi kulit, masuk ke parenkim ginjal dan berakhir di bagian pelvis renalis
atau kaliks. Nefrostomi biasanya dilakukan pada keadaan obstruksi urine
akut yang terjadi pada sistem saluran kemih bagian atas, yaitu ketika terjadi
obstruksi ureter atau ginjal. Nefrostomi dapat pula digunakan sebagai
prosedur endourologi, yaitu intracorporeal lithotripsy, pelarutan batu kimia,
pemeriksaan radiologi antegrade ureter, dan pemasangan double J stent (DJ
stent) (Robert R. Cirillo, 2008).
Imam Rasjidi, 2008, menyatakan nefrostomi adalah suatu tindakan
membuat fistula yang menghubungkan system pelviokalesis ginjal dengan
luar tubuh melalui kulit. Nefrostomi adalah suatu tindakan medis yang
dilakukan untuk membuat saluran (air kencing) dari ginjal menuju ke
permukaan kulit. Tindakan ini pada umumnya dilakukan untuk mengalirkan
kencing oleh karena adanya sumbatan dibawah ginjal yang mungkin karena
batu saluran kencing, tumor, kanker ataupun pendesakan dari luar saluran
kencing.
Tindakan nefrostomi dapat dilakukan dengan kondisi terbius umum
ataupun dibius lokal saja. Pemilihan keduanya didasarkan pada kondisi klinis
pasien. Contohnya : pada pasien anak anak kita tidak dapat memerintahkan
untuk diam, oleh karena itu perlu dilakukan pembiusan umum. Contoh

Nefrostomi
mungkin mungkin permanen ataupun temporer. Nefrostomi permanen
mungkin dilakukan pada pasien dengan kanker di kandung kencing ataupun
kanker leher rahim yang telah menyebar. untuk melakukan nefrostomi
permanen ini dilakukan dengan bius umum. Pasien dengan batu ureter dan
mengalami pembengkakan ginjal yang disertai berkumpulnya nanah harus
dilakukan nefrostomi segera. Nefrostomi dalam kondisi ini dengan anestesi
lokal.
Perlu diingat, jika seseorang dipasang nefrostomi harus menjaga
kondisi nefrostomi tetap steril dan mengganti secara periodik. penggantian
secara periodik mungkin 2 mingguan, bulanan atau 2 bulanan tergantung
bahan nefrostomi dan temuan klinis.
2.2 Fungsi Nefrostomi
Beberapa fungsi nefrostomi, sebagai berikut :
a.
Melarutkan dan mengeluarkan batu ginjal
b.
Membantu prosedur endourologi, yaitu pemeriksaan saluran kemih atas.
c.
Membantu penegakkan diagnosa obstruksi ureter, filling defects, dan
kelainan lainnya melalui radigrafi antegrad.
d.
Memasukkan obat-obatan kemoterapi ke dalam sistem pengumpul ginjal.
e.
Memberikan terapi profilaksis kemoterapi setelah reseksi pada tumor
ginjal.
2.3 Jenis Nefrostomi
Nefrostomi dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu :
1.
Nefrostomi terbuka

Cara ini merupakan cara klasik, terdapat dua macam teknik, yaitu bila
korteks masih tebal dan korteks sudah tipis. Bila kortek masih tebal ginjal
dibebaskan sampai terlihat pelvis dan Folley kateter no 20 dimasukkan
kedalam pyelum melalui pelvis renalis. Bila kortek sudah tipis Folley kateter
langsung dimasukkan melalui sayatan pada kortek.
2. Nefrostomi perkutan
Nefrostomi perkutan adalah pemasangan sebuah selang melalui kulit ke
dalam pelvis ginjal dengan bantuan fluoroskopi. Syarat dilakukannya
nefrostomi perkutan sebagai berikut, ginjal teraba dari luar, kortek tipis dan
tidak gemuk.

Kontraindikasi dilakukannya nefrostomi:

Penggunaan antikoagulan (aspirin, heparin, warfarin)

Gangguan pembekuan darah (heofilia, trombositopeni) dan


hipertensi tidak terkontrol (dapat menyebabkan terjadinya hematom
perirenal dan perdarahan berat renal).

Terdapat nyeri yang tidak dapat diatasi pada saat tindakan


nefrostomi.

Terjadi asidosis metabolik berat.

Terjadi hiperkalemia.

(Aziz et.al, 2008)


Sedangkan kontraindikasi dilakukannya nefrostomi menurut Imam Rasjidi:
2.4 Indikasi dan Kontraindikasi
Indikasi dilakukannya nefrostomi:

Penyakit yang progresif meskipun sedang dalam terapi

Memiliki masalah/komorbiditas yang potensial membahayakan jiwa

Pengalihan urine sementara yang berhubungan dengan adanya


obstruksi urin sekunder terhadap kalkuli

Status performance dengan scoring ecog/zubord >2, atau karlnofsky


<60

Pengalihan urine dari sistem pengumpul ginjal sebagai upaya


penyembuhan fistula atau kebocoran akibat cedera traumatik atau
iatrogenik, fistula ganas atau inflamasi, atau sistitis hemoragik.

Tidak ada terapi yang efektif

Pasien tidak mau diobati

Terdapat nyeri yang tidak dapat diatasi pada saat tindakan nefrostomi

Terdapat tanda overload, seperti oedema paru dan sesak nafas

Terdapat asidosis metabolic yang berat

Terdapat hiperkalemia

Keadaan-keadaan lain yang menyebabkan pasien tidak bisa


diposisikan tengkurap

Pengobatan uropathy obstruktif nondilated

Pengobatan komplikasi yang berhubungan dengan transplantasi


ginjal.

Pengobatan obstruksi saluran kemih yang berhubungan dengan


kehamilan.

Memberikan akses untuk intervensi seperti pemberian substansi


melalui infus secara langsung untuk melarutkan batu, kemoterapi,
dan terapi antibiotik atau antifungi.

Memberikan akses untuk prosedur lain (misalnya penempatan stent


ureter antegrade, pengambilan batu, pyeloureteroscopy, atau
endopyelotomy)

Dekompresi kumpulan cairan nephric atau perinephric (misalnya


abses atau urinomas)

(Robert R. Cirillo, 2012)

2.5 Komplikasi Nefrostomi


Nefrostomi adalah prosedur tindakan pembedahan untuk mengalirkan
urin umumnya aman. Seperti semua operasi, selalu ada risiko reaksi alergi
terhadap anestesi, perdarahan dan infeksi, dan memar di lokasi pemasangan
kateter terjadi pada sekitar setengah dari orang yang dilakukan
nefrostomi. Ini adalah komplikasi minor.
Komplikasi utama meliputi:

Perforasi sistem pengumpul (30%) terjadi biasanya selama 48 jam


setelah pemasangan tube nefrostomi

Efusi pleura, hidrothorax, pneumothorax (<13%)

Perdarahan akut (5%)

Ekstravasasi

Trauma periorgan, seperti perforasi usus besar, trauma hepar, limpa


(<1%).