Anda di halaman 1dari 83

Rencana Bisnis dan Anggaran

MODUL PELATIHAN
PMPK FK UGM
RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 39


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

MODUL 3
PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN

KATA PENGANTAR
Ketentuan informasi yang harus di muat dalam dokumen Rencana Bisnis dan Anggaran
(RBA) menuntut Rumah Sakit yang menerapkan PPK- BLUD untuk memahami apa dan
bagaimana informasi anggaran dihasilkan.

Rumah Sakit perlu memahami secara

mendalam keterkaitan antar komponen dalam RBA. Mengingat banyak hal yang berbeda
yang harus dipersiapkan RS dengan PPK BLUD bila hanya sebagai Satuan Kerja
Perangkat Daerah (SKPD) dan bila RS menerapkan PPK-BLUD. Fleksibilitas yang
diperoleh mensyaratkan akuntabilitas lebih didalamnya.

Pokok bahasan ini akan memberikan pemaham lebih mengenai komponen-komponen yang
ada di dalam RBA dan memberikan contoh format serta contoh contoh aplikasi yang
diharapkan mampu menambah pemahaman pembaca.

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 40


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pelatihan pada sesi ini, diharapkan peserta dapat memahami:
1. Cara melakukan analisis eksternal dan internal di tahun berjalan dan tahun yang
akan datang
2. Cara melakukan analisis pencapaian kinerja tahun berjalan
3. Menentukan target kinerja tahun mendatang
4. Melakukan analisis pencapaian program investasi dan merencanakannnya
5. Mengidentifikasi sumber-sumber pendapatan per unit
6. Mengidentifikasi sumber-sumber biaya per unit
7. Analisis biaya per output dan agregat
8. Strategi tariff
9. Laporan Keuangan BLUD dan proyeksi

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 41


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

POKOK BAHASAN
Sebelum menyusun RBA diperlukan pemahaman mengenai komponen-komponen yang
akan dibuat pada RBA, berikut adalah penjelasan-penjelasan untuk masing-masing
komponen didalam RBA:

Bagian : Ringkasan Eksekutif


Ringkasan Eksekutif ini merupakan ringkasan umum mengenai isi RBA yang disajikan
secara singkat dan padat. Ringkasan Eksekutif memuat uraian ringkas mengenai kinerja
BLUD tahun berjalan dan target kinerja tahun yang akan datang yang hendak dicapai,
termasuk asumsi-asumsi penting yang digunakan serta faktor-faktor internal dan eksternal
yang akan mempengaruhi pencapaian target kinerja tahun berjalan.

Bab.I. Pendahuluan
a. Gambaran Umum
Berisi uraian ringkas yang memuat informasi mengenai landasan hukum keberadaan
BLUD, sejarah berdirinya dan perkembangan BLUD serta peranan BLUD bagi
masyarakat.
Nature of Business BLUD keterangan ringkas mengenai kegiatan utama/pokok BLUD
(terutama yang menjadi layanan unggulan BLUD) dan upaya dalam menghadapi
persaingan global.

b. Visi
Berisi keterangan mengenai suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa
depan yang berisikan cita dan citra yang ingin diwujudkan BLUD. Visi BLUD ini
disesuaikan dengan Visi yang telah tercantum dalam Renstra Bisnis BLUD.

c. Misi
Berisi keterangan mengenai upaya yang akan dilakukan dalam mencapai Visi. Misi
memuat sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan sesuai visi yang ditetapkan, agar
tujuan organisasi dapat terlaksana sesuai dengan bidangnya dan berhasil dengan baik.
Misi mencakup uraian tentang produk/jasa yang akan diberikan, sasaran pasar yang
dituju, dan kesanggupan untuk meningkatkan mutu layanan. Misi BLUD ini disesuaikan
dengan Misi yang telah tercantum dalam Renstra Bisnis BLUD.

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 42


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

d. Maksud dan Tujuan BLUD


Berisi keterangan yang hendak dicapai oleh BLUD melalui upaya-upaya dengan kegiatan
yang telah ditetapkan. Maksud dan tujuan BLUD ini disusun mengacu pada asas dan
tujuan pada pasal 2 dan 3 Permendagri No. 61 Tahun 2007 disesuaikan dengan sesuatu
yang hendak dicapai BLUD yang bersangkutan.

Dimana pada pasal 2 Permendagri No. 61 Tahun 2007 disebutkan bahwa BLUD
beroperasi sebagai perangkat kerja pemerintah daerah untuk tujuan pemberian layanan
umum secara lebih efektif dan efisien sejalan dengan praktek bisnis yang sehat, yang
pengelolaannya dilakukan berdasarkan kewenangan yang didelegasikan oleh kepala
daerah. BLUD merupakan bagian dari perangkat pemerintah daerah yang dibentuk untuk
membantu pencapaian tujuan pemerintah daerah, dengan status hukum tidak terpisah dari
pemerintah daerah. Dengan demikian hendaknya dalam perumusan tujuan BLUD
diselaraskan dengan tujuan pemerintah daerah.

Sedangkan dalam pasal 3 Permendagri No. 61 Tahun 2007 disebutkan bahwa PPKBLUD

bertujuan

meningkatkan

kualitas

pelayanan

kepada

masyarakat

untuk

mewujudkan penyelenggaraan tugas-tugas pemerintah dan/atau pemerintah daerah dalam


memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal ini terkait
dengan pernyataan dalam pasal 2 Permendagri No. 61 Tahun 2007

bahwa dalam

pelaksanaan kegiatannya, BLUD harus mengutamakan efektivitas dan efisiensi serta


kualitas pelayanan umum kepada masyarakat tanpa mengutamakan pencarian
keuntungan. Serta dalam upaya penyelenggaraan dan peningkatan layanan kepada
masyarakat, BLUD diberikan fleksibilltas dalam pengelolaan keuangannya. Dengan
demikian fleksibilitas pengelolaan keuangan yang diberikan kepada BLUD hendaknya
dilaksanakan dengan mengutamakan efektivitas dan efisiensi yang ditujukan untuk
peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan
kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

e. Kegiatan BLUD
Berisi uraian ringkas mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan dalam satu tahun
anggaran dan merupakan rencana kerja BLUD untuk mencapai sasaran yang ditetapkan.
Pada pasal 5 Permendagri No. 61 Tahun 2007 disebutkan bahwa persyaratan substantif

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 43


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

menjadi BLUD adalah apabila tugas dan fungsi SKPD bersifat operasional dalam
menyelenggarakan pelayanan umum yang menghasilkan semi barang/jasa publik
(quasipublic goods). Pelayanan umum yang dimaksud diatas adalah pelayanan yang
berhubungan dengan penyediaan barang dan/atau jasa layanan umum untuk
meningkatkan

kualitas

dan

kuantitas

pelayanan

masyarakat;

pengelolaan

wilayah/kawasan tertentu untuk tujuan meningkatkan perekonomian masyarakat atau


layanan umum; atau pengelolaan
ekonomi

dana

khusus

dalam

rangka

meningkatkan

dan/atau pelayanan kepada masyarakat. Secara lebih spesifik, pada pasal 6

Permendagri No. 61 Tahun 2007 disebutkan bahwa penyediaan barang dan/atau jasa
layanan umum diutamakan untuk pelayanan kesehatan. Dalam hal ini hendaknya rumah
sakit sebagai BLUD bidang kesehatan mengutamakan kegiatannya dalam bidang
pelayanan kesehatan. Meski demikian, kegiatan penunjang pelayanan kesehatan harus
tetap diperhatikan.

.f. Budaya BLUD


Berisi uraian tentang nilai-nilai budaya kerja yang diterapkan BLUD dalam
melaksanakan tugas sehari-hari dalam mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan.
Upaya yang akan dilakukan untuk merubah pola pikir menjadi berjiwa wira usaha,
misalnya pemberdayaan sumber daya manusia, peningkatan kerja sama, peningkatan
kinerja, dan pembelajaran pola manajemen.

g. Susunan Pejabat Pengelola dan Dewan Pengawas


Berisi uraian susunan pejabat pengelola BLUD dan dewan pengawas berdasarkan
keputusan pejabat berwenang, uraian tugas dewan pengawas dan uraian pembagian tugas
di antara masing-masing pengelola BLUD. Susunan pejabat pengelola BLUD dan Dewan
Pengawas BLUD tersebut dituangkan dalam bentuk uraian dan bagan struktur organisasi
yang menggambarkan posisi jabatan, pembagian tugas, fungsi, tanggungjawab, dan
wewenang dalam organisasi.

Menurut pasal 34 Permendagri 61 Tahun 2007 disebutkan bahwa pejabat pengelola


BLUD terdiri atas pemimpin, pejabat keuangan, dan pejabat teknis. Sebutan pemimpin,
pejabat keuangan, dan pejabat teknis disesuaikan dengan nomenklatur yang berlaku pada
SKPD atau Unit Kerja yang menerapkan PPK-BLUD. Penyusunan struktur ini juga

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 44


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

mengacu pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 Tentang
Organisasi Perangkat Daerah disesuaikan dengan tipe BLUD yang bersangkutan, misal :
Rumah Sakit Umum Daerah Tipe A, Tipe B, Tipe C, atau Rumah Sakit Khusus Daerah
Tipe A atau Tipe B. Kriteria klasifikasi rumah sakit umum daerah atau rumah sakit
khusus daerah tersebut dilakukan oleh Menteri Kesehatan setelah berkoordinasi secara
tertulis dengan menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur
negara.

Pada pasal 43 Permendagri 61 Tahun 2007 disebutkan bahwa BLUD yang memiliki
realisasi nilai omset tahunan menurut laporan operasional atau nilai aset menurut neraca
telah memenuhi syarat minimal dapat dibentuk dewan pengawas BLUD. Dewan
Pengawas BLUD ditetapkan sebanyak 3 (tiga) orang atau 5 (lima) orang dan seorang
diantaranya ditetapkan sebagai ketua Dewan Pengawas. Susunan Pejabat Pengelola dan
Dewan Pengawas hendaknya juga sesuai dengan kita struktur organisasi yang telah
tertuang dengan dokumen Tata Kelola BLUD. Dewan pengawas bertugas melakukan
pembinaan dan pengawasan terhadap pengelolaan BLUD yang dilakukan oleh pejabat
pengelola sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dewan pengawas
melaporkan pelaksanaan tugasnya kepada kepala daerah secara berkala paling sedikit 1
(satu) kali dalam satu tahun dan sewaktu-waktu apabila diperlukan.

Bab.II Kinerja BLUD Tahun Berjalan


a. Kondisi Eksternal dan Internal yang mempengaruhi pencapaian Kinerja Tahun
Berjalan
1. Uraian mengenai hasil usaha kegiatan tahun berjalan secara keseluruhan yang
memuat penjelasan mengenai ringkasan pencapaian target-target kinerja.
2. Uraian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja tahun berjalan.

Berisi uraian mengenai kondisi internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja tahun
berjalan. Kondisi Internal yang mempengaruhi kinerja tahun berjalan dapat ditinjau dari
kondisi pelayanan, kondisi keuangan, kondisi organisasi dan sumber daya manusia, serta
kondisi sarana dan prasarana yang telah terjadi di tahun berjalan. Sedangkan kondisi
eksternal yang mempengaruhi kinerja tahun berjalan dapat ditinjau dari kondisi-kondisi
undang-undang, kebijakan pemerintah, keadaan persaingan, keadaan perekonomian

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 45


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

nasional dan internasional, perkembangan sosial budaya, dan perkembangan teknologi


yang terjadi pada tahun berjalan.

Mengenai bagaimana peran masing-masing kondisi internal dan ekternal tersebut diatas
dapat dianalisa lebih lanjut dengan analisa SWOT. SWOT adalah sebuah alat yang sering
digunakan untuk mengetahui dan membuat keputusan dengan melihat lebih dalam dan
detail kondisi di dalam dan di luar lembaga. SWOT merupakan akronim dari Strength
(kekuatan), Weakness (Kelemahan), Opportunity (Peluang) dan Threat (Ancaman).
Semua hal tersebut diperoleh dari analisis internal dan eksternal yang telah di lakukan
terlebih dahulu. Kondisi internal dapat disimpulakn sebagai sumber kekuatan dan
kelemahan. Sedangkan kondisi eksternal dapat disimpulkan sebagai sumber peluang dan
ancaman

Faktor Internal adalah kondisi internal BLUD yang secara langsung maupun tidak
langsung mempengaruhi keberhasilan BLUD dalam mencapai tujuannya, yang meliputi :
1.

Pelayanan;

2.

Keuangan;

3.

Organisasi dan Sumber Daya Manusia;

4.

Sarana dan Prasarana

Analisis mengenai kondisi internal RS dengan PPK BLUD dapat dituangkan dalam
contoh tabel berikut:
Kondisi Internal
Kekuatan

Kelemahan

Terciptanya kerjasama dengan ASKES

Belum optimal nya pelaksanaan

dan lembaga penjamin lain

program audit medik

Meraih sertifikasi stadndar mutu (ISO

Kurang

9001-2000)

pelayanan medik

Komitmen dan semangat yang tinggi

Dst.....................

Bidang Pelayanan

lengkapnya

standar

untuk peningkatan mutu melalui berbagai


instrumen
Tersedianya

layanan

unggulan

yang

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 46


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

kompetitif
Kesesuaian prosedur pelayanan dengan
SOP pelayanan produk
Dst............................
Bidang Keuangan
Tersedianya Program Billing system di

Penetapan tarif belum sepenuhnya

semua unit Pendapatan

berdasarkan unit cost riil

Sistem akuntansi yang terintegrasi dan

Dst....................

terkomputerisasi
Tersedianya tenaga Akuntan di Bidang
Keuangan
Program remunerasi yang transparan,
wajar dan adil
Dst..........................
Bidang Organisasi dan Sumber Daya Manusia
Penetapan SOTK yang baru sebagai RS-BLUD

Proporsi jenis ketenagaan/keahlian


SDM belum ideal

Kerjasama dengan lembaga kesehatan dalam

Sistem

informasi

manajemen

dan luar negeri

SDM belum Optimal

Tersedia tenaga dokter spesialis di setiap unit

Instrumen penilaian kinerja SDM

pelayanan medis

belum memadai

dst..........

Dst.............

Bidang Sarana dan Prasarana


Peningkatan program KSO peralatan

Standarisasi sarana,prasarana &

penunjang pelayanan

alat belum lengkap

Kelengkapan sarana dan prasarana

Belum

optimalnya

pelaksanaan

manajemen aset

Kondisi internal yang telah disebutkan dalam tabel di atas, selanjutnya dijelaskan dalam
bentuk uraian mengenai pengaruh positif dan negatif atas kondisi-kondisi tersebut
terhadap kinerja RBA tahun berjalan. Kondisi pelayanan, kondisi keuangan, kondisi
organisasi dan sumber daya manusia, serta kondisi sarana dan prasarana yang masuk
dalam kolom kekuatan merupakan kondisi-kondisi yang memberikan dampak positif dan
PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 47
Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

cenderung mendorong pencapaian kireja tahun berjalan. Sedangkan kondisi pelayanan,


kondisi keuangan, kondisi organisasi dan sumber daya manusia, serta kondisi sarana dan
prasarana yang masuk dalam kolom kelemahan merupakan kondisi-kondisi yang
memberikan dampak negatif dan cenderung menjadi kendala dalam pencapaian kinerja
tahun berjalan.

Faktor eksternal adalah kondisi diluar BLUD yang secara langsung maupun tidak
langsung mempengaruhi keberhasilan BLUD dalam mencapai tujuannya. BLUD tidak
mampu untuk mengendalikan faktor eksternal sesuai dengan apa yang diinginkan untuk
masa yang akan datang. Cakupan analisis kondisi eksternal tersebut bisa berupa peluang
ataupun ancaman bagi organisasi dan

tergambar pada bidang pelayanan, keuangan,

organisasi dan SDM serta sarana dan prasarana yang dipengaruhi oleh :
1. Undang-undang;
2. Kebijakan Pemerintah;
3. Keadaan Persaingan;
4. Keadaan Perekonomian baik nasional maupun internasional;
5. Perkembangan sosial budaya
6. Perkembangan teknologi

Kondisi eksternal yang telah disebutkan dalam tabel di atas, selanjutnya dijelaskan dalam
bentuk uraian mengenai pengaruh positif dan negatif atas kondisi-kondisi tersebut
terhadap kinerja RBA tahun berjalan. Kondisi undang-undang, kondisi kebijakan
pemerintah, kondisi keadaan persaingan, kondisi keadaan perekonomian nasional dan
internasional, kondisi perkembangan sosial budaya, serta kondisi perkembangan
teknologi yang masuk dalam kolom peluang merupakan kondisi-kondisi yang
memberikan dampak positif pendorong pencapaian kinerja atau merupakan gambaran
kesempatan positif yang telah diambil dalam pencapaian kinerja tahun berjalan.
Sedangkan kondisi undang-undang, kondisi kebijakan pemerintah, kondisi keadaan
persaingan, kondisi keadaan perekonomian nasional dan internasional, kondisi
perkembangan sosial budaya, serta kondisi perkembangan teknologi yang masuk dalam
kolom ancaman merupakan kondisi-kondisi yang memberikan dampak negatif
penghambat atau kendala pencapaian kinerja. Kolom ancaman juga dapat menjadi

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 48


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

gambaran mengenai belenggu yang membatasi

ruang gerak pengembangan dalam

pencapaian kinerja tahun berjalan.


Disamping dengan analisa SWOT, kondisi eksternal dapat pula dianalisa lebih lanjut
dengan pendekatan PEST. PEST merupakan akronim dari political, economic, sociocultural, dan technologi

Faktor politik dalam hal ini dapat digambarkan melalui kondisi undang-undang dan
kebijakan pemerintah. Undang-undang dan kebijakan pemerintah ini dapat menyangkut
hal-hal tentang kebijakan penganggaran, pola pengelolaan keuangan, pelaporan,
penetatapan tarif, kepegawaian, standar pelayanan,

perpajakan, pengadaan barang dan

jasa, dan lain sebagainya. Dalam tabel di atas dan uraian penjelasannya dapat disebutkan
undang-undang atau kebijakan pemerintah yang mana yang memberikan peluang dan
ancaman, serta penjelasan mengenai peluang dan ancaman apakah yang muncul dari
masing-masing kebijakan tersebut.

Faktor ekonomi dalam hal ini digambarkan melalui kondisi persaingan serta kondisi
perekonomian nasional dan internasional. Kondisi persaingan dapat digambarkan dari
pertumbuhan jumlah penyedia layanan kesehatan (rumah sakit, klinik, laboratorium, dll)
di lingkungan sekitar, perkembangan jenis pelayanan dan preferensi pasien, persaingan
mutu layanan dan tarif layanan dengan penyedia layanan kesehatan sejenis, tingkat
diferensiasi antar penyedia layanan kesehatan, dan sebagainya. Sedangkan kondisi
perekonomian nasional dan internasional dapat digambarkan dari tingkat inflasi, sumber
daya manusia (tingkat pengangguran, dll), tingkat pendapatan daerah/masyarakat,
elemen-elemen suplier-buyer dalam siklus bisnis, ketersediaan energi dan bahan-bahan
(obat, alat kesehatan, dll), dan persaingan ekonomi global (AFTA, migrasi investasi antar
negara, migrasi pasien antara daerah/negara, dll). Kondisi persaingan dan perekonomian
tersebut dapat disebutkan secara sistematis dalam tabel di atas dan dapat dijelaskan dalam
sebuah uraian mengenai peluang dan ancaman apakah yang muncul dari masing-masing
kondisi terhadap pencapaian kinerja tahun berjalan.

Faktor sosial budaya dalam hal ini dapat digambarkan melalui kondisi demografi
masyarakat, distribusi kesejahteraan masyarakat, mobilitas masyarakat (perpindahan
penduduk), perubahan pandangan/gaya hidup (perilaku hidup sehat, konsumerisme,

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 49


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

pencemaran, dll), tingkat pendidikan, dan

sebagainya. Kondisi sosial budaya yang

berpengaruh terhadap kinerja tahun berjalan tersebut dapat disebutkan secara sistematis
dalam tabel di atas dan dapat dijelaskan dalam sebuah uraian mengenai peluang dan
ancaman apakah yang muncul dari masing-masing kondisi tersebut.

Faktor teknologi dalam hal ini digambarkan melalui kondisi perkembangan teknologi
yang dapat dijabarkan menganai penemuan-penemuan dan inovasi-inovasi baru dibidang
teknologi kesehatan, percepatan transfer teknologi baik dari dalam negeri maupun luar
negeri, tingkat keusangan teknologi yang ada saat ini, peran teknologi informasi dan
internet, serta lain sebagainya. Kondisi perkembangan teknologi ini dapat disebutkan
secara sistematis dalam tabel di atas dan selanjutnya dijelaskan dalam uraian mengenai
peluang dan ancaman apakah yang muncul dari masing-masing kondisi perkembangan
teknologi yang telah disebutkan.

b. Perbandingan antara Asumsi RBA Tahun Berjalan dengan Realisasi serta


Dampak terhadap pencapaian kinerja tahun berjalan.
Berisi gambaran asumsi-asumsi yang digunakan pada waktu penyusunan RBA tahun
berjalan dan dibandingkan dengan realisasi yang terjadi dan dampaknya terhadap
pencapaian kinerja tahun berjalan tersebut. Perbandingan asumsi dengan realisasi sangat
penting untuk dilakukan, karena menjadi dasar dalam penilaian kinerja. Perbandingan ini
penting untuk melihat penyimpangan antara kondisi makro dan mikro yang diperkirakan
terjadi di tahun berjalan pada saat penyusunan RBA dengan kondisi makro dan mikro
aktual yang telah terjadi di tahun berjalan. Perbedaan antara asumsi kondisi makro dan
mikro yang telah diperkirakan di awal dengan realita ini secara tidak langsung akan
berdampak pada kinerja RBA tahun berjalan. Data-data yang digunakan sebagai
penggambaran kondisi makro mikro yang diasumsikan dan kondisi makromikro yang
terjadi tersebut diperoleh dari data-data serta pendapat pakar dibidangnya.

Asumsi makro sangat diperlukan dalam penyusunan RBA, baik untuk meninjau kinerja
tahun berjalan maupun untuk menyusun RBA tahun yang akan datang. Naik-turun
perekonomian yang sangat multidimensi dirangkum dalam sebuah kuantifikasi melalui
asumsi makro dalam bentuk indikator-indikator perekonomian, seperti tingkat inflasi,

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 50


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

tingkat pertumbuhan ekonomi, nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dollar US, tingkat suku
bunga SBI, deposito, dan pinjaman.

Asumsi mikro merupakan asumsi yang menggambarkan perkiraan kondisi internal


organsasi yang menjadi dasar target kinerja tahun berjalan. Perkiraaan kondisi yang
menjadi pertimbangan penentuan target kinerja tahun berjalan tersebut meliputi asumsi
subsidi yang diterima dari pemerintah, asumsi tarif pelayanan kepada masyarakat pada
tahun berjalan, asumsi volume pelayanan, dan asumsi pengembangan pelayanan baru.
Seiring dengan berjalannya kegiatan pada tahun berjalan, kondisi lingkungan baik makro
maupun mikro sering kali mengalami perubahan yang diluar perkiraan asumsi makro dan
asumsi mikro yang telah ditetapkan di RBA tahun berjalan. Nilai-nilai yang telah
ditetapkan pada sumsi makro dan asumsi mikro seringkali pada realisasinya mengalami
perbedaan. Perbedaan antara asumsi dan realisasi ini secara tidak langsung akan
menimbulkan dampak pada pencapaian kinerja tahun berjalan. Oleh karena itu, dalam
menilai kinerja tahun berjalan, perbedaaan antara asumsi makro-mikro dan realisasinya
perlu untuk ditinjau satu-per-satu. Perbandingan antara asumsi makro-mikro dengan
realisasi tersebut disajikan dalam bentuk tabel dan uraian.

Tabel 1. Perbandingan antara Asumsi RBA Tahun Berjalan dengan Realisasi


Asumsi Asumsi

No

RBA

Realisasi

Tahun

Tahun

Berjalan

Berjalan

Variance
(%)

Asumsi Makro
1.

Tingkat Inflasi

2.

Tingkat Pertumbuhan Ekonomi

3.

Nilai Tukar (kurs) Rupiah


terhadap Dollar US

4.

Tingkat Suku Bunga SBI

5.

Tingkat Suku Bunga Deposito

6.

Tingkat Suku Bunga Pinjaman

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 51


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

Asumsi Mikro
1.

Subsidi yang diterima dari


Pemerintah

2.

Tarif Pelayanan

3.

Volume Pelayanan
Jumlah Kunjungan
Jumlah Tindakan
Jumlah Pemeriksaan
Jumlah Resep
Jumlah Hari Rawat

4.

Pengembangan produk baru

Item-item dalam tabel di atas selanjutnya dijelaskan satu-per-satu dalam bentuk uraian
yang di dalamnya memuat penjelasan mengenai terjadinya perubahan atau perbedaan
antara asumsi pada RBA tahun berjalan dengan realisasi serta penjelasan mengenai
dampak terjadinya perbedaan tersebut terhadap pencapaian kinerja.

B.3.2.c. Pencapaian Kinerja per unit


Pencapaian kinerja pelayanan tahun berjalan RSD BLUD dapat ditinjau dari kinerja
volume kegiatan pelayanan dan kinerja pendapatan dari pelayanan. Kinerja volume
kegiatan pelayanan menggambarkan jumlah volume kegiatan yang menjadi target pada
RBA tahun berjalan dibandingkan dengan realisasi atau prognosa tahun berjalan. Kinerja
pendapatan pelayanan menggambarkan jumlah pendapatan pelayanan yang menjadi
target pada RBA tahun berjalan dibandingkan dengan realisasi atau prognosa tahun
berjalan. Pencapaian kinerja digambarkan dalam bentuk prosentase perbandingan antara
realisasi dengan target dan antara prognosa dengan target Pencapaian tersebut
ditampilkan dalam tabel dan dijelaskan dalam uraian mengenai penyebab dan dampak
dari terjadinya pencapaian kinerja di atas atau di bawah target RBA BLUD.

1. Pencapaian Kinerja Volume Kegiatan Pelayanan


Pencapaian kinerja volume kegiatan pelayanan dapat ditinjau dari tiga sisi. Pertama,
pencapaian kinerja volume ditinjau dari sisi jenis pasien, seperti pasien umum, dan pasien

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 52


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

tanggungan pihak ketiga, yang terdiri dari pasien Askes, pasien Askeskin/jamkesmas,
pasien perusahaan (tergantung rumah sakit masing-masing). Hal ini bertujuan untuk
melihat komposisi jenis pasien yang dilayani terkait dengan sumber pembiayaan
kesehatan pasien. Kedua, pencapaian kinerja volume kegiatan ditinjau dari jenis kegiatan
per unit kerja, seperti jumlah kunjungan, jumlah tindakan, jumlah pemeriksaan, dan
jumlah hari rawat. Hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai volume
kegiatan terkait dengan karakter kegiatan masing-masing unit pelayanan. Ketiga,
pencapaian kinerja volume kegiatan di tinjau dari indikator pelayanan RS.

a. Pencapaian Kinerja Volume Kegiatan Pelayanan per Jenis Pasien


Tabel . Pencapaian Kinerja Volume Kegiatan Pelayanan per Jenis Pasien

No.
A.

Uraian

Target

Realisasi

Tahun

s.d

Berjalan

Bulan

Tahun Berjalan

VOLUME

VOLUME

VOLUME

Prognosa

Unit Gawat Darurat


Pasien Umum
Pasien Tanggungan Pihak
Ketiga
Pasien ASKES
Pasien ASKESKIN
Pasien

B.

Rawat Jalan
Pasien Umum
Pasien Tanggungan Pihak
Ketiga
Pasien ASKES
Pasien ASKESKIN
Pasien

C.

Rawat Inap
Pasien Umum
Pasien Tanggungan Pihak

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 53


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

No.

Uraian

Target

Realisasi

Tahun

s.d

Berjalan

Bulan

Tahun Berjalan

VOLUME

VOLUME

VOLUME

Prognosa

Ketiga
Pasien ASKES
Pasien ASKESKIN
Pasien
D.

Rawat Intensif
Pasien Umum
Pasien Tanggungan Pihak
Ketiga
Pasien ASKES
Pasien ASKESKIN
Pasien

E.

Bedah Sentral
Pasien Umum
Pasien Tanggungan Pihak
Ketiga
Pasien ASKES
Pasien ASKESKIN
Pasien

F.

Laboratorium
Pasien Umum
Pasien Tanggungan Pihak
Ketiga
Pasien ASKES
Pasien ASKESKIN
Pasien

G.

Radiologi

Pasien Umum
Pasien Tanggungan Pihak

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 54


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

No.

Uraian

Target

Realisasi

Tahun

s.d

Berjalan

Bulan

Tahun Berjalan

VOLUME

VOLUME

VOLUME

Prognosa

Ketiga
Pasien ASKES
Pasien ASKESKIN
Pasien
H.

Rehabilitasi Medik
Pasien Umum
Pasien Tanggungan Pihak
Ketiga
Pasien ASKES
Pasien ASKESKIN
Pasien

I.

Kamar Jenazah
Pasien Umum
Pasien Tanggungan Pihak
Ketiga
Pasien ASKES
Pasien ASKESKIN
Pasien
Dan

seterusnya..

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 55


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

b.

Pencapaian Kinerja Volume Kegiatan Pelayanan per Jenis Kegiatan

Tabel . Pencapaian Kinerja Volume Kegiatan Pelayanan per Jenis Kegiatan

No.
A.

Uraian

Target

Realisasi s.d bln........

Prognosa

Tahun

Tahun Berjalan

Tahun Berjalan

Berjalan VOLUME

VOLUME

Unit Gawat Darurat


Administrasi
Pemeriksaan
Tindakan non operatif
Tindakan operatif
Asuhan keperawatan
Tindakan Khusus Elektromedik

B.

Rawat Jalan
Administrasi
Pemeriksaan
Tindakan non operatif
Tindakan operatif
Asuhan keperawatan

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 44


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

Tindakan Khusus Elektromedik


..
C.

Rawat Inap
Administrasi
Akomodasi
Visite Medis/Konsul
Visite Non Medis
Tindakan non operatif
Asuhan keperawatan
Konsultasi Khusus
Tindakan Khusus Elektromedik
..

D.

Rawat Intensif
Administrasi
Akomodasi
Visite Medis/Konsul
Visite Non Medis
Tindakan non operatif
Tindakan Operatif

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 45


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

Asuhan keperawatan
Konsultasi Khusus
Tindakan Khusus Elektromedik
..
E.

Bedah Sentral
Tindakan Operatif
..

F.

Laboratorium
Patologi Klinik
Patologi Anatomi
Parasitologi Klinik
Mikrobiologi Klinik
..

G.

Radiologi
Radio Diagnostik
Radio Terapi
Radio Imaging
Tindakan Khusus Elektromedik

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 46


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

.
H.

Rehabilitasi Medik
Fisioterapi
Okupasiterapi
Pelayanan sosial Medik
Speechterapi
Tindakan Khusus Elektromedik
.

I.

Pelayanan Kedokteran Forensik dan Mediko Legal


Pemulasaran Jenasah
Visum
.

J.

Farmasi
Obat
Alat dan Bahan Pakai Habis

Pendapatan Unit Pelayanan Sanitasi


Foging
Pengendalian Infeksi

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 47


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

Pendapatan Lain-lain non Fungsional


Ambulance
Jasa Diklat
Jasa Telepon
Jasa Giro
.............................................
....

.............................

Ket : Nama-nama unit dan jenis pelayanan disesuaikan dengan kondisi rumah sakit masing-masing

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 48


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

c.

Pencapaian Kinerja Volume Kegiatan Pelayanan menurut indikator pelayanan

RS
Bagian ini merupakan pelengkap informasi pencapaian kinerja rumah sakit , dengan
contoh tabel . Pencapaian Kinerja Volume Kegiatan Pelayanan menurut indikator
pelayanan RS dibawah ini :

Realisasi s.d bln


Target

Prognosa

INDIKATOR KINERJA

Tahun

PELAYANAN

Tahun
Berjalan

Tahun Berjalan
Nilai

Berjalan
Nilai

PERTUMBUHAN
A. PRODUKTIVITAS
Pertumbuhan Rata-rata
Kunjungan Rawat Jalan / Hari
Pertumbuhan Rata-rata Tindakan
Rawat Jalan / Hari
Pertumbuhan Rata-rata
Kunjungan Rawat Darurat / Hari
Pertumbuhan Rata-rata Tindakan
Rawat Darurat / Hari
Pertumbuhan Rata-rata
Pemeriksaan Radiologi /Hari
Pertumbuhan Rata-rata
Pemeriksaan Radioterapi /Hari
Pertumbuhan Rata-rata
Pemeriksaan Laboratorium /Hari
Pertumbuhan Rata-rata Operasi /
Hari
Pertumbuhan Rata-rata
Rehabilitasi Medik / Hari
Pertumbuhan Hari Perawatan
(HP)

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 48


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

B. EFISIENSI PELAYANAN
Rasio Pasien Rawat Jalan dengan
Dokter
Rasio Pasien Rawat Jalan dengan
Perawat
Rasio Pasien Rawat Darurat
dengan Dokter
Rasio Pasien Rawat Darurat
dengan Perawat
Rasio Pasien Rawat Inap dengan
Dokter
Rasio Pasien Rawat Inap dengan
Perawat
Bed Occupancy Ratio (BOR) (%)
Average Length of Stay (ALOS)
(hari)
Bed Turn Over (BTO) (kali)
Turn Over Internal (TOI) (kali)

C. MUTU PELAYANAN
Emergency Response Time Rate
(menit)
Lama Waktu Tunggu di Poliklinik
Angka Kematian di Gawat
Darurat (%)
Angka Kematian > 48 jam (angka
kematian netto/NDR) (o/oo)
Angka Pasien Rawat Inap yang
Dirujuk (%)
Post Operative Death Rate (%)
Angka Inveksi Nosokomial (%)

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 49


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

Kecepatan Pelayanan Resep Obat


Jadi (menit)
Waktu Tunggu Sebelum Operasi
(hari)

KEPEDULIAN KEPADA
D. MASYARAKAT
Ratio tempat tidur kelas III
Pemanfaatan Tempat Tidur
(BOR) Kelas III (%)
Prosentase Pasien Tidak Mampu
di Rawat Jalan (%)

2. Pencapaian Kinerja Pendapatan Pelayanan


Pencapaian kinerja pendapatan pelayanan dapat ditinjau dari dua sisi. Pertama,
pencapaian pendapatan ditinjau dari sisi jenis pasien, seperti pasien umum, dan pasien
tanggungan pihak ketiga yang terdiri dari pasien Askes, pasien Askeskin atau pasien
tanggungan pihak ketiga lainnya. Hal ini bertujuan untuk melihat komposisi jenis pasien
yang dilayani terkait dengan sumber pembiayaan kesehatan pasien. Kedua, pencapaian
kinerja pendapatan ditinjau dari jenis pendapatan per unit kerja, seperti pendapatan dari
karcis, pendapatan dari tindakan, pendapatan dari pemeriksaan, dan pendapatan dari
akomodasi rawat inap/intensif. Hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai
pendapatan terkait dengan kegiatan masing-masing unit pelayanan.

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 50


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

a. Pencapaian Kinerja Pendapatan Pelayanan per Jenis Pasien


Tabel . Pencapaian Kinerja Pendapatan Pelayanan per Jenis Pasien

No

Target

Realisasi

Prognosa

Tahun

s.d

Berjalan

Bulan

PENDAPATA PENDAPAT

Uraian

A.

Unit Gawat Darurat

N (Rp)

AN (Rp)

Tahun Berjalan
PENDAPAT

AN (Rp)

Pasien Umum
Pasien Tanggungan
Pihak Ketiga
Pasien ASKES
Pasien
ASKESKIN
Pasien

B.

Rawat Jalan
Pasien Umum
Pasien Tanggungan
Pihak Ketiga
Pasien ASKES
Pasien
ASKESKIN
Pasien

C.

Rawat Inap
Pasien Umum
Pasien Tanggungan
Pihak Ketiga
Pasien ASKES
Pasien

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 51


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

No

Target

Realisasi

Prognosa

Tahun

s.d

Berjalan

Bulan

PENDAPATA PENDAPAT

Uraian

N (Rp)

AN (Rp)

Tahun Berjalan
PENDAPAT

AN (Rp)

ASKESKIN
Pasien

D.

Rawat Intensif
Pasien Umum
Pasien Tanggungan
Pihak Ketiga
Pasien ASKES
Pasien
ASKESKIN
Pasien

E.

Bedah Sentral
Pasien Umum
Pasien Tanggungan
Pihak Ketiga
Pasien ASKES
Pasien
ASKESKIN
Pasien

F.

Laboratorium
Pasien Umum
Pasien Tanggungan
Pihak Ketiga
Pasien ASKES
Pasien

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 52


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

No

Target

Realisasi

Prognosa

Tahun

s.d

Berjalan

Bulan

PENDAPATA PENDAPAT

Uraian

N (Rp)

AN (Rp)

Tahun Berjalan
PENDAPAT

AN (Rp)

ASKESKIN
Pasien

G.

Radiologi
Pasien Umum
Pasien Tanggungan
Pihak Ketiga
Pasien ASKES
Pasien
ASKESKIN
Pasien

H.

Rehabilitasi Medik
Pasien Umum
Pasien Tanggungan
Pihak Ketiga
Pasien ASKES
Pasien
ASKESKIN
Pasien

I.

Kamar Jenazah
Pasien Umum
Pasien Tanggungan
Pihak Ketiga
Pasien ASKES
Pasien

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 53


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

No

Target

Realisasi

Prognosa

Tahun

s.d

Berjalan

Bulan

PENDAPATA PENDAPAT

Uraian

N (Rp)

AN (Rp)

Tahun Berjalan
PENDAPAT

AN (Rp)

ASKESKIN
Pasien

b.

Dan Seterusnya

Pencapaian Kinerja Pendapatan Pelayanan per Jenis Kegiatan

Tabel . Pencapaian Kinerja Pendapatan Pelayanan per Jenis Kegiatan


Realisasi s.d

No.
A.

Uraian

Target

bln........

Prognosa

Tahun

Tahun Berjalan

Tahun Berjalan

Berjalan PENDAPATAN % PENDAPATAN %

Unit Gawat Darurat


Administrasi
Pemeriksaan
Tindakan non operatif
Tindakan operatif
Asuhan keperawatan
Tindakan Khusus Elektromedik

B.

Rawat Jalan

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 54


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

Administrasi
Pemeriksaan
Tindakan non operatif
Tindakan operatif
Asuhan keperawatan
Tindakan Khusus Elektromedik
..
C.

Rawat Inap
Administrasi
Akomodasi
Visite Medis/Konsul
Visite Non Medis
Tindakan non operatif
Asuhan keperawatan
Konsultasi Khusus
Tindakan Khusus Elektromedik
..

D.

Rawat Intensif
Administrasi
Akomodasi
Visite Medis/Konsul
Visite Non Medis
Tindakan non operatif
Tindakan Operatif
Asuhan keperawatan
Konsultasi Khusus
Tindakan Khusus Elektromedik
..

E.

Bedah Sentral
Tindakan Operatif
..

F.

Laboratorium

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 55


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

Patologi Klinik
Patologi Anatomi
Parasitologi Klinik
Mikrobiologi Klinik
..
G.

Radiologi
Radio Diagnostik
Radio Terapi
Radio Imaging
Tindakan Khusus Elektromedik
.

H.

Rehabilitasi Medik
Fisioterapi
Okupasiterapi
Pelayanan sosial Medik
Speechterapi
Tindakan Khusus Elektromedik
.
Pelayanan Kedokteran Forensik dan

I.

Mediko Legal
Pemulasaran Jenasah
Visum
.

J.

Farmasi
Obat
Alat dan Bahan Pakai Habis

Pendapatan Unit Pelayanan Sanitasi


Foging
Pengendalian Infeksi
..................................

Pendapatan Lain-lain non Fungsional

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 56


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

Ambulance
Jasa Diklat
Jasa Telepon
Jasa Giro

TOTAL

Ket : Nama-nama unit dan jenis pelayanan disesuaikan dengan kondisi rumah sakit
masing-masing

4. Pencapaian Program Investasi


Dalam rangka peningkatan pelayanan, BLUD dapat melakukan peningkatan sarana dan
prasarana melalui program investasi. Hal ini merupakan suatu bentuk laporan realisasi
dari rencana pengeluaran investasi/modal yang telah dituangkan pada RBA tahun berjalan
sebagaimana dimaksud dalam pasal 74 ayat 10 Permendagri No. 61 Tahun 2007,
rencana pengeluaran investasi/modal sebagaimana dimaksud dalam pasal 73 ayat (1)
huruf j, merupakan rencana pengeluaran dana untuk memperoleh aset tetap . Dengan
demikian, wujud program investasi adalah berupa penambahan aset tetap, seperti tanah,
bangunan, peralatan, kendaraan, serta perlengkapan dan peralatan kantor.
Pada prakteknya pelaksanaan program investasi ini dilakukan melalui pengadaan barang
dan/atau jasa pada BLUD. Perlu diingat pula bahwa pengadaan barang dan/atau jasa pada
BLUD ini dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang berlaku bagi pengadaan barang/jasa
pemerintah dan dilakukan berdasarkan prinsip efisien, efektif, transparan, bersaing,
adil/tidak diskriminatif, akuntabel dan praktek bisnis yang sehat.
Menurut pasal 100 Permendagri No. 61 Tahun 2007, bahwa BLUD dengan status penuh
dapat diberikan fleksibilitas berupa pembebasan sebagian atau seluruhnya dari ketentuan
yang berlaku umum bagi pengadaan barang dan/atau jasa pemerintah apabila terdapat
alasan efektivitas dan/atau efisiensi. Namun, fleksibilitas tersebut hanya diberikan
terhadap pengadaan barang dan/atau jasa yang sumber dananya berasal dari:
a. Jasa layanan;
b. Hibah tidak terikat;

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 57


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

c. Hasil kerja sama dengan pihak lain; dan


d. Lain-lain pendapatan BLUD yang sah.
Sedangkan untuk pengadaan yang sumber dananya berasal dari hibah terikat, menurut
pasal 102 Permendagri No. 61 Tahun 2007, hanya dapat dilakukan dengan mengikuti
ketentuan pengadaan dari pemberi hibah, atau ketentuan pengadaan barang dan/atau jasa
yang berlaku bagi BLUD sepanjang disetujui pemberi hibah.
Pada bagian ini, pencapaian program investasi disajikan secara sistematis per masingmasing jenis sumber dana dan secara rinci peruntukannnya sesuai jenis aset tetap yang
diperoleh. Penyajiannya disusun dalam bentuk tabel dan uraian.

Tabel . Pencapaian Program Investasi

No.

Uraian

RBA

Realisasi s.d bln.....

Prognosa

Tahun

Tahun Berjalan

Tahun Berjalan

Rp

Rp

Berjalan
A.

Sumber APBN
Tanah
Bangunan
Peralatan Medik
Kendaraan
Perlengkapan dan peralatan
kantor
.
.
.

B.

Sumber APBD
Tanah
Bangunan
Peralatan medik
Kendaraan
Perlengkapan dan peralatan
kantor
.
.

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 58


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

No.

Uraian

RBA

Realisasi s.d bln.....

Prognosa

Tahun

Tahun Berjalan

Tahun Berjalan

Rp

Rp

Berjalan

.
C.

Sumber Hibah
Hibah Terikat
Tanah
Bangunan
Peralatan medik
Kendaraan
Perlengkapan dan
peralatan kantor
.
.
.
Hibah Tidak Terikat
Tanah
Bangunan
Peralatan medik
Kendaraan
Perlengkapan dan
peralatan kantor
.
.
.
Sumber Pendapatan Jasa

D.

Pelayanan
Tanah
Bangunan
Peralatan Medik
Kendaraan
Perlengkapan dan peralatan
kantor

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 59


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

No.

Uraian

RBA

Realisasi s.d bln.....

Prognosa

Tahun

Tahun Berjalan

Tahun Berjalan

Rp

Rp

Berjalan

.
.
.
Total

5.

Laporan Keuangan Tahun Berjalan

Menurut pasal 116 Permendagri No. 61 Tahun 2007, bahwa BLUD menyelenggarakan
akuntansi dan laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang
diterbitkan oleh asosiasi profesi akuntansi Indonesia untuk manajemen bisnis yang sehat.
Apabila tidak terdapat standar akuntansi, BLUD dapat menerapkan standar akuntansi
industri yang spesifik setelah mendapatkan persetujuan dari Menteri Keuangan.
Penyelenggaraan akuntansi dan laporan keuangan BLUD menggunakan basis akrual baik
dalam pengakuan pendapatan, biaya, aset, kewajiban dan ekuitas dana. Untuk
operasionalisasi akuntansi, BLUD harus mengembangkan dan menerapkan sistem
akuntansi dengan berpedoman pada standar akuntansi yang berlaku untuk BLUD yang
bersangkutan dan ditetapkan oleh kepala daerah dengan peraturan kepala daerah.

Dalam rangka penyelenggaraan akuntansi dan pelaporan keuangan berbasis akrual,


pemimpin BLUD menyusun kebijakan akuntansi yang berpedoman pada standar
akuntansi sesuai jenis layanannya. Kebijakan akuntansi yang telah disusun tersebut
nantinya digunakan sebagai dasar dalam pengakuan, pengukuran, penyajian dan
pengungkapan aset, kewajiban, ekuitas dana, pendapatan dan biaya.

Menurut pasal 118 Permendagri No. 61 Tahun 2007 bahwa laporan keuangan BLUD
terdiri dari neraca, laporan operasional, laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan.
Laporan keuangan tersebut disertai pula dengan laporan kinerja yang berisikan informasi
pencapaian hasil/keluaran BLUD. Laporan keuangan tersebut diaudit oleh pemeriksa
eksternal sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Secara rinci, unsur-unsur dari
masing-masing komponen lapoan keuangan BLUD adalah sebagai berikut :

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 60


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

a. Neraca yang menggambarkan posisi keuangan pada tanggal tertentu, terdiri dari
unsur-unsur :

Aset,

Kewajiban

Ekuitas dana

b. Laporan operasional menggambarkan hasil usaha atau pelayanan selama periode


tertentu, yang terdiri dari unsur-unsur :

Pendapatan

Biaya

c. Laporan arus kas menggambarkan arus atau sumber kas dan penggunaan kas
selama periode tertentu, surplus/defisit, saldo awal dan saldo akhir ,yang terdiri
dari unsur-unsur :

Aktivitas operasional

Aktivitas investasi

Aktivitas pendanaan

d. Catatan atas laporan keuangan yang berisi penjelasan naratif atau rincian dari
angka yang tertera dalam laporan keuangan.

Apabila RSD BLUD merupakan SKPD, maka setiap triwulan BLUD-SKPD wajib
menyusun dan menyampaikan laporan operasional dan laporan arus kas kepada PPKD,
paling lambat 15 (lima belas) hari setelah periode pelaporan berakhir. Setiap semesteran
dan tahunan BLUD-SKPD wajib menyusun dan menyampaikan laporan keuangan
lengkap yang terdiri dari laporan operasional, neraca, laporan arus kas dan catatan atas
laporan keuangan disertai laporan kinerja kepada PPKD untuk dikonsolidasikan ke dalam
laporan keuangan pemerintah daerah, paling lambat 2 (dua) bulan setelah periode
pelaporan berakhir. Penyusunan laporan keuangan semesteran dan tahunan untuk
kepentingan konsolidasi tersebut, penyusunan laporan keuangan dilakukan berdasarkan
standar akuntansi pemerintahan.

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 61


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

RUMAH SAKIT .......


NERACA
PER 31 DESEMBER.......

Uraian

RBA

Prognosa

Tahun

Tahun

Berjalan Berjalan
I

Aset

B/Ax
100%

Aset Lancar
1) Kas dan Setara

Xxx

Xxx

Xxx

Xxx

3) Piutang Usaha

Xxx

Xxx

4) Piutang Lain-

Xxx

Xxx

5) Persediaan

Xxx

Xxx

6) Uang Muka

Xxx

Xxx

7) Pendapatan Yang Masih Harus

Xxx

Xxx

xxxx

Xxxx

1) Tanah

Xxx

Xxx

2) Bangunan

xxx

Xxx

3) Peralatan Medik

xxx

Xxx

4) Kendaraan

xxx

Xxx

5) Perlengkapan dan Peralatan Kantor xxx

Xxx

Akumulasi Penyusutan

(xxx)

(xxx)

Nilai Buku Aset Tetap

xxxx

Xxxx

Aset Lain-Lain

xxxx

Xxxx

Kas
2) Investasi Jangka
Pendek

lain

Diterima
Jumlah Aset Lancar

Aset Tetap

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 62


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

JUMLAH ASET

II

Kewajiban
A

Kewajiban Jangka Pendek


1) Hutang Usaha

xxx

Xxx

2) Hutang Pajak

xxx

Xxx

3) Biaya Yang Masih Harus Dibayar

xxx

Xxx

4) Hutang Jangka Panjang Yang

xxx

Xxx

5) Pendapatan yang Diterima Dimuka xxx

Xxx

6) Hutang Jangka Pendek Lainnya

xxx

Xxx

Jumlah Kewajiban Jangka Pendek

xxxx

Xxxx

Kewajiban Jangka Panjang

xxxx

Xxxx

xxxx

Xxxx

1) Ekuitas

xxx

Xxx

2) Donasi

xxx

Xxx

3) Surplus & Defisit tahun lalu

xxx

Xxx

4) Surplus & Defisit tahun berjalan

xxx

Xxx

Jumlah Ekuitas

xxxx

Xxxx

xxxx

Xxxx

Jatuh Tempo dalam Satu Tahun

Jumlah Kewajiban

III Ekuitas Dana

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 63


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

RUMAH SAKIT.......
LAPORAN OPERASIONAL
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER ..

Uraian

RBA

Prognosa

Tahun

Tahun

Berjalan

Berjalan

B/A x
100%

A. Pendapatan

Pendapatan Operasional

Pendapatan Instalasi Rawat

Xxx

xxx

Xxx

xxx

Xxx

xxx

Xxx

xxx

Xxx

xxx

Jalan
2

Pendapatan Instalasi Rawat


Inap

Pendapatan Instalasi Gawat


Darurat

Pendapatan Instalasi Bedah


Sentral

Pendapatan Instalasi
Laboratorium

Pendapatan Instalasi Radiologi

Xxx

xxx

Pendapatan Instalasi

Xxx

xxx

Xxx

xxx

Xxxx

xxxx

Xxx

xxx

Pemulasaran Jenazah
8

Pendapatan Operasional
Lainnya

Jumlah Pendapatan Operasional

II

Hibah

Hibah Terikat

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 64


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

Hibah Tidak Terikat

Jumlah Hibah

Xxx

xxx

Xxxx

xxxx

III Pendapatan dari Hasil


Kerjasama dengan Pihak Lain

Pendapatan Kerjasama Operasi

Xxx

xxx

Pendapatan dari Sewa-

Xxx

xxx

Xxx

xxx

Xxxx

xxxx

Xxx

xxx

Xxxx

xxxx

Xxx

xxx

Xxxx

xxxx

Xxxx

xxxx

Menyewa
3

Pendapatan dari Usaha Lain

Jumlah dari Hasil Kerjasama


dengan Pihak Lain

IV Pendapatan dari APBD

Operasional

Jumlah Pendapatan dari APBD

Pendapatan APBN

Operasional

Jumlah Pendapatan dari APBN

Jumlah Pendapatan

B. Biaya Operasional

Biaya Pelayanan

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 65


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

Biaya Pegawai

(xxx)

(xxx)

Biaya Bahan

(xxx)

(xxx)

Biaya Jasa Pelayanan

(xxx)

(xxx)

Biaya Pemeliharaan

(xxx)

(xxx)

Biaya Barang dan Jasa

(xxx)

(xxx)

Biaya Depresiasi atau

(xxx)

(xxx)

(xxx)

(xxx)

(xxxx)

(xxxx)

amortisasi
7

Biaya Operasional Lainnya

Jumlah Biaya Pelayanan

II

Biaya Umum dan Administrasi

Biaya Pegawai

(xxx)

(xxx)

Biaya Administrasi Kantor

(xxx)

(xxx)

Biaya Pemeliharaan

(xxx)

(xxx)

Biaya Barang dan Jasa

(xxx)

(xxx)

Biaya Promosi

(xxx)

(xxx)

Biaya Depresiasi atau

(xxx)

(xxx)

(xxx)

(xxx)

(xxxx)

(xxxx)

Jumlah Biaya Operasional

(xxxx)

(xxxx)

Surplus (Defisit) Setelah Biaya

Xxxx

xxxx

amortisasi
7

Biaya Umum dan Administrasi


Lanilla

Jumlah Biaya Umum dan


Administrasi

Operasional

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 66


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

Pendapatan Non Operasionali)

Hasil Penjualan Kekayanan

Xxx

xxx

Xxx

xxx

Xxx

xxx

yang Tidak Dipisahkanii)


2

Hasil Pemanfaatan Kekayanan


iii)

Pendapatan Jasa Giro

Pendapatan Bunga

Xxx

xxx

Keuntungan selisih nilai tukar

Xxx

xxx

Xxx

xxx

Xxx

xxx

Xxxx

xxxx

rupiah terhadap mata uang


asingv)
6

Komisi, Potongan dan bentuk


lain

Hasil Investasi

Jumlah Pendapatan Non


Operasional

II

Biaya Non Operasional

Biaya Bunga

(xxx)

(xxx)

Biaya Administrasi Bank

(xxx)

(xxx)

Biaya Kerugian Penjualan Aset

(xxx)

(xxx)

(xxx)

(xxx)

(xxx)

(xxx)

(xxxx)

(xxxx)

Xxxx

xxxx

Tetap
4

Biaya Kerugian Penurunan


Nilai

Biaya non Operasional Lainnya

Jumlah Biaya Non Operasional

Surplus (Defisit) Tahun Berjalan

Keterangan Laporan Operasional:


i)

Pendapatan Non-operasional BLUD merupakan pendapatan lainnya yang sah.

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 67


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

ii) Nilai Hasil Penjualan Kekayaan yang Tidak Dipisahkan merupakan nilai Keuntungan
Penjualan.
iii) Pendapatan Jasa Giro dan Pendapatan Bunga merupakan pendapatan jasa dari
Lembaga Keuangan.

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 68


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

RUMAH SAKIT.......
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER ..
(Metode Langsung)

Uraian

RBA

Prognosa

Tahun

Tahun

Berjalan

Berjalan

B/A X

Xxx

xxx

(xxx)

(xxx)

xxxx

xxxx

A Hasil Penjualan Aset Tetapi)

Xxx

xxx

B Hasil Penjualan Aset Lain-lainii)

Xxx

xxx

C Hasil Investasiiii)

Xxx

xxx

D Perolehan Aset Tetapiv)

(xxx)

(xxx)

(xxx)

(xxx)

xxxx

xxxx

A Tambahan Ekuitasvi)

Xxx

xxx

B Penerimaan Hibahvii)

Xxx

xxx

C Penerimaan APBDviii)

Xxx

xxx

100%

Arus Kas Dari Aktivitas Operasional

A Penerimaan dari Layanan


B Penerimaan piutang/tagihan
C Pengeluaran dari Operasional
Arus Kas Bersih dari Aktivitas
Operasional

II

Arus Kas Dari Aktivitas Investasi

Pembelian Investasi v)

Arus Kas Bersih dari Aktivitas


Investasi

III Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 69


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

D Penerimaan APBNix)

Xxx

xxx

Perolehan Pinjamanx)

Xxx

xxx

Pembayaran Pinjamanxi)

(xxx)

(xxx)

xxxx

xxxx

Kenaikan (Penurunan) Kas Bersih

xxxx

xxxx

Kas dan Setara Kas Awalxii)

xxxx

xxxx

Jumlah Saldo Kas

xxxx

xxxx

Arus Kas Bersih dari Aktivitas


Pendanaan

Keterangan Laporan Arus Kas (metode langsung):


i. Nilai Kas yang diterima dari Hasil Penjualan Kekayanan yang Tidak Dipisahkan
yang berupa aset tetap
ii. Nilai Kas yang diterima dari Hasil Penjualan Kekayanan yang Tidak Dipisahkan
yang berupa aset lain-lain
iii. Penerimaan dari Penjualan Investasi
iv. Pembelian aset tetap dibayar kas/tunai
v. Pembelian Investasi Jangka Pendek dibayar kas/tunai
vi. Setoran Ekuitas Baru
vii. Penerimaan dari Pendapatan Hibah Terikat dan Tidak Terikat
viii.

Penerimaan dari Pendapatan APBD

ix. Penerimaan dari Pendapatan APBN


x. Penerimaan dari Penambahan Hutang Jangka Panjang dan Penerimaan dari
Penambahan Hutang Jangka Pendek
xi. Pengeluaran untuk Pelunasan/Pembayaran Hutang Jangka Panjang yang Jatuh
Tempo dalam Satu Tahun (atas transaksi dalam periode tahun berjalan) dan
Pengeluaran untuk Pelunasan/Pembayaran Hutang Jangka Pendek

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 70


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

RUMAH SAKIT.......
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER ..
(Metode Tidak Langsung)
RBA

Prognosa

Tahun

Tahun

Berjalan

Berjalan

Uraian

B/A X
A

xxx

xxx

(xxx)

(xxx)

xxx

xxx

Pendek

( xxx)

( xxx)

-Kenaikan(penurunan) Piutang Usaha

(Xxx)

(Xxx)

-Kenaikan(penurunan) Piutang Lain-lain

( xxx)

( xxx)

-Kenaikan(penurunan)Persediaan

( xxx)

( xxx)

-Kenaikan(penurunan) Uang Muka

( xxx)

( xxx)

(xxx)

(xxx)

-Kenaikan(penurunan) Hutang Usaha

xxx

xxx

-Kenaikan(penurunan) Hutang Pajak

xxx

xxx

xxx

xxx

100%

Arus Kas Dari Aktivitas Operasional

A Surplus (Defisit )
B Penyesuaian untuk :
-Biaya depresiasi/amortisasi
C

Surplus (deficit) setelah disesuaikan

Perubahan Kas dari Modal Kerja :


-Kenaikan(penurunan) Investasi Jangka

-Kenaikan(penurunan) Pendapatan Yang


Masih Harus Diterima

-Kenaikan(penurunan) Biaya Yang Masih


Harus Dibayar

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 71


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

-Kenaikan(penurunan) Hutang Jangka


Panjang Yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun

xxx

xxx

xxx

xxx

xxx

xxx

xxxx

xxxx

-Kenaikan (penurunan) Bangunan

(xxx)

(xxx)

-Kenaikan (penurunan) peralatan medik

(xxx)

(xxx)

-Kenaikan (penurunan) Kendaraan

(xxx)

(xxx)

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi

xxxx

xxxx

xxxx

xxxx

Keuangan Jangka Panjang

xxxx

xxxx

-Kenaikan (penurunan) Ekuitas Donasi

xxxx

xxxx

xxxx

xxxx

Kenaikan (Penurunan) Kas Bersih

xxxx

xxxx

Kas dan Setara Kas Awal

xxxx

xxxx

xxxx

xxxx

-Kenaikan(penurunan) Pendapatan yang


Diterima Dimuka
-Kenaikan(penurunan) Hutang Jangka Pendek
Lainnya
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasional

II

Arus Kas Dari Aktivitas Investasi

III Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan


-Kenaikan (penurunan) Hutang Bank/Lembaga
keuangan Jangka Pendek
-Kenaikan (penurunan) Hutang Bank/Lembaga

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pendanaan

Jumlah Saldo Kas

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (CALK)


CALK yang disajikan disini adalah hanya yang ada relevansinya dengan pembuatan
anggaran. CALK ini memuat hal-hal sebagai berikut :

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 72


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

A. Kebijakan Akuntansi ; basis akuntansi yang mendasari penyusunan LK, Basis


pengukuran yang mendasari penyusunan LK, dan penerapan kebijakan akuntansi
berkaitan dengan ketentuan yang ada mengenai akuntansi BLUD
B. Penjelasan pos-pos laporan keuangan
C. Penjelasan atas informasi-informasi non keuangan
D. Rasio Keuangan
1. Liquiditas : Current Ratio, dsb.
2. Solvabilitas
3. Rentabilizas
4. Aktivitas
E. dan hal-hal lain yang dipandang perlu

6. Hal-hal Lain yang perlu Dijelaskan Dalam Pencapaian Kinerja


Memuat hal-hal yang dianggap penting dalam menjelaskan pencapaian kinerja tahun
Berjalan yang belum termuat dalam komponen sebelumnya. Salah satunya adalah
mengenai stndar pelayanan minimal yang diterapkan.

BAB III RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN BLUD TAHUN ANGGARAN......


a. Gambaran Umum mengenai analisis eksternal dan internal
Analisis eksternal dan internal yang dilakukan pada BAB ini adalah untuk waktu yang
akan datang, berbeda dengan yang dilakukan pada BAB 2 yaitu analisis pada tahun
berjalan/saat ini. Dengan komponen analisis seperti pada contoh di BAB 2. analisis yang
dilakukan lebih bersifat proyeksi atas suatu implikasi kondisi masa kini. Penyusun RBA
dituntut untuk mampu melihat fenomena perubahan yang akan terjadi pada BLUD dengan
mempertimbangkan peluang masa depan dan kesiapan SDM.
A. Analisis Internal
a. Pelayanan, BLUD melakukan analisis terhadap unit pelayanan yang ada di rumah
sakit. Pelayanan yang di maksud adalah pelayanan yang diberikan kepada
masyarakat. Seperti rencana penambahan unit pelayanan baru,dll.
b. Keuangan, melakukan analisis terhadap keuangan rumah sakit, seperti estimasi
jumlah pendapatan dan biaya, subsidi yang dibutuhkan dan yang akan diterima
c. Organisasi dan Sumberdaya Manusia, melakukan analisis terhadap kebutuhan dan
pengembangan SDM, seperti mengadakan pelatihan

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 73


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

d. Sarana dan prasarana, melakukan analisis mengenai kebutuhan sarana dan


prasarana seperti pengadaan peralatan dikarenakan adanya penambahan pelayanan

B. Analisis Eksternal
a. Undang-undang
b. Kebijakan pemerintah
c. Keadaan persaingan. Melihat kondisi persaingan yang ada di sekitar rumah sakit,
seperti jumlah pelayanan kesehatan yang ada di suatu daerah.
d. Keadaan perekonomian baik nasional maupun internasional. Kondisi ekonomi
misalnya dengan adanya AFTA
e. Perkembangan social budaya, kebiasaan masyarakat
f. Perkembangan teknologi, perkembangan teknologi kedokteran

b. Asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan RBA tahun anggaran............


Penulisan asumsi sangat penting untuk dilakukan, karena menjadi dasar dalam
perencanaan dan penganggaran BLUD. Penulisan asumsi ini berdasarkan pada data-data
serta pendapat pakar dibidangnya. Dalam penyusunan RBA menggunakan :

Asumsi Makro
Asumsi makro di perlukan mengingat unsur ketidakpastian masa yang akan datang sangat
tinggi terutama yang berkaitan dengan kondisi perekonomian negara.
a.

Tingkat inflasi...%, dapat dipakai yang dikeluarkan oleh otoritas dewan moneter
yang disetujui pemerintah

b.

Tingkat pertumbuhan ekonomi....%, yang dikeluarkan oleh departemen keuangan

c.

Kurs US $,=Rp........

d.

Tingkat bunga deposito....%, dapat menyesuaikan dengan tingkat bunga deposito


bank

e.

Tingkat bunga pinjaman..%, dapat disesuaikan dengan yang berlaku pada bank

Asumsi Mikro
Asumsi mikro memotret organsasi secara internal dan memerlukan suatu pandangan ke
depan mengenai organisasi secara komprehensif. Asumsi mikro ini rentan untuk tidak
berlaku jika terjadi perubahan di dalam kegiatan operasional

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 74


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

a.

Subsidi yang masih diterima dari Pemerintah. Subsidi diberikan pemerintah dalam
rangka membantu kegiatan operasional BLUD dalam melayani public/masyarakat
umum. Tentunya subsidi ini diperoleh setelah BLUD mampu membuktikan
akuntablitasnya kepada pemerintah daerah serta mengingat kondisi finansial
BLUD.

b.

Asumsi tarif. Asumsi ini merupakan asumsi mengenai harga jual pelayanan kepada
masyarakat untuk tahun yang dianggarkan. Apabila asumsi in tidak tercapai
tentunya akan merubah hasil yang dicapai.

c.

Asumsi volume pelayanan. Jumlah volume pelayanan berdasarkan proyeksi pasar


yang dihitung berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada rencana strategis
bisnis.

d.

Pengembangan pelayanan baru.

c. Target kinerja BLUD


Penyusunan target kinerja BLUD tentunya berasal dari hasil analisis kinerja per unit,
positioning dan strategi yang dipilih untuk melangsungkan usaha pelayanan masyarakat.
Dalam tahap ini dibuat sasaran, strategi, kebijakan dan program kerja yang akan
dilaksanakan di masing-masing unit kerja dalam BLUD. Goal Congruence diharapkan
terjadi antar unit kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan.
Bagian ini memuat rumusan strategi untuk mendorong dan melegimitasi program kerja dan
akan dijabarkan dalam bentuk kebijakan-kebijakan. Dalam aplikasi strategi akan tergambar
sasaran yang akan dijabarkan dalam program-program kerja.
Dalam Penyusunan Strategi dan sasaran ini, unit pendukung pelayanan dalam BLUD
menyesuaikan dengan strategi dan sasaran yang telah dibuat oleh unit produksi/pelayanan.
a.

Unit Pelayanan
i.

Sasaran

SASARAN

ii. Strategi
iii. Kebijakan

STRATEGI

iv. Program Kerja


b.

Unit Keuangan
i.

KEBIJAKAN

Sasaran

ii. Strategi
iii. Kebijakan

PROGRAM KERJA

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 75


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

iv. Program Kerja


c.

Unit Organisasi dan Sumber Daya Manusia


i.

Sasaran

ii. Strategi
iii. Kebijakan
iv. Program Kerja
d.

Unit Sarana dan Prasarana


i.

Sasaran

ii. Strategi
iii. Kebijakan
iv. Program Kerja

1). Sasaran
Sasaran atau objectives adalah sesuatu yang ingin dicapai dan bersifat lebih operasional
dibanding dengan tujuan atau goals. Sasaran disusun dengan tujuan untuk memperlihatkan
bahwa BLUD memiliki sesuatu yang akan dituju di masa yang akan datang. Sasaran diikuti
dengan target tertentu sekaligus berfungsi sebagai indikator kinerja.
Sasaran per unit dibuat sejalan dengan sasaran BLUD. Namun sasaran per unit bersifat
lebih spesifik, jelas, dan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing unit.Sasaran
dapat dibuat berdasarkan perspektif Balanced Score Card yang meliputi sasaran dari
perspektif pelanggan/pasien, perspektif pertumbuhan/pembelajaran SDM, sasaran dari
perspektif proses internal bisnis dan sasaran dari perspektif keuangan.
Contoh Sasaran:

Sasaran unit pelayanan adalah penggunaan jasa meningkat 5 % dari yang


sebelumnya.

Sasaran unit keuangan yaitu terwujudnya pengelolaan keuangan Badan Layanan


Umum Daerah yang akuntabel.

Sasaran unit organisasi dan sumberdaya manusia yaitu meningkatkan kompetensi


pegawai.

Sasaran unit sarana dan prasarana yaitu meningkatkan sarana dan prasarana
pelayanan

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 76


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

2). Strategi
Contoh :

Strategi unit

pelayanan yaitu memperpendek jangka waktu pelayanan dan

menambah jumlah pegawai pelayanan

Strategi unit keuangan yaitu meningkatkan kualitas laporan keuangan dan tepat
waktu.

Strategi Unit Organisasi dan Sumber Daya Manusia yaitu mengadakan pelatihan
dalam bentuk modul-modul seperti skill komunikasi dan sistem pendokumentasian.

Strategi Unit Sarana dan Prasarana (Penunjang) yaitu penambahan jumlah peralatan
yang digunakan untuk pelayanan

3). Kebijakan
Contoh:

Kebijakan Unit pelayanan antara lain penetapan fasilitas sesuai standar dan
peningkatan mutu SDM.

Kebijakan unit keuangan yaitu meningkatkan pendapatan dan profitabilitas usaha.

Kebijakan Unit Organisasi dan Sumber Daya Manusia untuk Diklat yaitu adanya
kebijakan dari top manajemen untuk melaksanakan seluruh pelatihan.

Kebijakan Unit Sarana dan Prasarana (penunjang) antara lain mengganti peralatan
yang lama dengan peralatan yang lebih modern

4). Program Kerja


Contoh:

Program unit pelayanan yaitu mengusulkan rekrutmen tenaga klinisi,merealisasikan


rencana penambahan fasilitas pelayanan.

Program unit keuangan yaitu membuat laporan keuangan triwulanan dan


tahunan,menyempurnakan sistem akuntansi biaya,membuat program piutang dan
pengelolaan arus kas yang optimal.

Program Unit organisasi dan Sumber Daya Manusia yaitu menentukan prioritas
pelatihan,menentukan pegawai yang akan mengikuti pelatihan, membuat konten
dan pengajar pelatihan.

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 77


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

Program Unit Sarana dan Prasarana (penunjang) yaitu pembelian peralatanperalatan baru.

Keterangan :
Program kerja per unit, termasuk didalamnya program kerja secara konkrit untuk
menyelesaikan secara tuntas atas temuan dan saran auditor BPK,BPKP,Temuan SPI
serta permasalahan lain yang dihadapi BLUD
Dalam penetapan sasaran, strategi, kebijakan dan program kerja harus diupayakan
adanya saling keterkaitan sehingga dapat dilihat benang merah secara jelas.
Buat tabel keterkaitan antara sasaran, strategi, kebijakan dan program serta jadwal
waktu pencapaiannya dari masing-masing bidang seperti tabel dibawah ini.
No

Sasara

Strategi

Kebijaka

Program

Kerja

Jadwal Waktu
Triw.

Triw.

Triw.

Triw.

II

III

IV

d. Analisis dan Perkiraan Biaya per Output dan Agregat


Bagian ini diisi dibawah koordinasi masing-masing kepala pusat pertanggungjawaban di
Rumah Sakit yaitu kepala Instalasi/kepala unit .Tujuannya yaitu untuk membangun
kapasitas di instalasi dan meningkatkan koordinasi antar unit didalamnya. Penghitungan
biaya per output ini diarahkan agar rumah sakit mampu mengidentifikasi sumber daya
yang ada di tiap-tiap bagian/instalasi rumah sakit dengan mengaitkan keluaran yang akan
dihasilkan oleh bagian/instalasi tersebut.

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 78


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

A. Untuk Unit yang menghasilkan Pendapatan Operasional


Contoh tabel Perhitungan anggaran biaya per kegiatan dan output
Unit kerja :

Tahun..........

Program :
Kegiatan1:

Indikator

Tolok ukur kinerja

Target kinerja

Masukan

Keluaran
Hasil
Anggaran Belanja

Jenis Biaya
jml

Rincian Biaya

Jumlah anggaran

(Satuan x Harga)

(RP)

satuan Harga/satuan

I. BiayaPelayanan
A. Biaya Pegawai

B.Biaya Bahan

C. Biaya Jasa Pelayanan

D. Biaya Pemeliharaan

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 79


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

E. Biaya Barang dan Jasa

F.Biaya Depresiasi

G.Biaya Pelayanan Lainnya

II. Biaya Umum dan


Administrasi
A. Biaya Pegawai

B. Biaya Administrasi Kantor

C. Biaya Pemeliharaan

D. Biaya Barang dan Jasa

E.Biaya Promosi

F. Biaya depresiasi

G. Biaya Umum dan


administrasi lanilla

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 80


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

Jumlah Biaya
Biaya langsung Per Unit Output
1

Kegiatan adalah kegiatan yang ada pada unit BLUD. Rincian kegiatan pada masing-

masing unit dapat diuraikan sesuai dengan jenis layanannya dan dibuat sebagai lampiran
usulan RBA.

Contoh Tabel Perhitungan anggaran Biaya agregat

No

RBA Tahun Anggaran..

Uraian Kegiatan
Output

Biaya (Rp)

Jumlah

Jumlah Biaya
Agregat

B. Untuk Unit yang Tidak menghasilkan Pendapatan Operasional


Contoh tabel Perhitungan anggaran biaya per kegiatan
Unit kerja :

Tahun..........

Program :
Kegiatan1:

Indikator

Tolok ukur kinerja

Target kinerja

Masukan

Keluaran
Hasil
Anggaran Belanja

Jenis Biaya

Rincian Biaya

Jumlah anggaran

(Satuan x Harga)

(RP)

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 81


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

jml

satuan Harga/satuan

I. Biaya Umum dan Administrasi


A. Biaya Pegawai

B. Biaya Administrasi Kantor

C. Biaya Pemeliharaan

D. Biaya Barang dan Jasa

E.Biaya Promosi

F.Biaya Umum dan administrasi


lainnya

Jumlah Biaya
1

Kegiatan adalah kegiatan yang ada pada unit BLUD. Rincian kegiatan pada masing-

masing unit dapat diuraikan sesuai dengan jenis layanannya dan dibuat sebagai lampiran
usulan RBA.

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 82


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

Contoh Tabel Rekapitulasi Biaya Tidak Langsung BLUD


Nama

Biaya

Biaya

Biaya

Unit

Pegawa

Adm

Pemelihara

Kanto

an

Biaya

Biaya

Biaya

Barang Promos Depresiasi


dan

Biaya

Total

Umum

Biaya

dan

Jasa

Adm
Lainny
a

e. Perkiraan Harga
Penentuan Harga bagi produk yang dihasilkan BLUD berdasarkan atas analisis biaya
satuan/penghitungan unit cost yang telah dilakukan sebelumnya. Atas koordinasi Pejabat
teknis keuangan, tim khusus menyusun penghitungan biaya per unit dengan
menggunakan prinsip-prinsip dalam akuntansi biaya. Data data dari unit/instalasi
pendukung maupun pelayanan medik digunakan sebagai dasar dalam penyusunan biaya
per unit pelayanan ini. Proses penghitungan unit cost dan klasifikasi biaya yang
digunakan wajib dilampirkan sebagai dokumen pendukung dalam RBA ini. Selain
berdasarkan unit cost, penentuan tarif bagi produk BLUD mempertimbangkan:
kontinuitas dan pengembangan layanan, daya beli masyarakat, serta kompetisi yang sehat.

No.

Uraian

Selisih Biaya
Biaya

Per satuan

per

dengan Tarif

satuan
A.

Nama Unit:..

Tarif
(Rp)

Produk A
Produk B

Unit Gawat Darurat

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 83


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

Karcis
Tindakan (sesuai
dengan ketegori dan
jenis tindakan medik di
masing-masing RS)

B.

..

Dll

B.3.3.f. Rencana Pendapatan dan Biaya Operasional Per Unit


Unit:

Tahun:
Output

Uraian

(tahun

(tahun yang

berjalan)

diusulkan)

Jumlah Anggaran
tahun yang
tahun berjalan

diusulkan

I.PENDAPATAN

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 84


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

1. Pendapatan dari
pelayanan
A.Pasien Umum
B. Pasien Tanggungan
Pihak Ketiga
2. Pendapatan dari Hibah
3. Pendapatan
4.dst
Jumlah Pendapatan
II. BIAYA
I. Biaya Pelayanan
1. Biaya.
2. Biaya.
3. dst
Jumlah Biaya Pelayanan

II. Biaya Administrasi dan


umum
1. Biaya
2.Biaya.
3.dst
Jumlah Biaya Administrasi dan
umum
Jumlah Biaya
Surplus/dficit
Keterangan: Pendapatan hibah yang peruntukannya untuk perolehan aset tetap
dimasukan terpisah dari bagian ini.

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 85


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

g. Rencana Pendapatan dan Biaya BLU


Uraian

Jumlah Anggaran
tahun yang
tahun berjalan

diusulkan

I.PENDAPATAN
1. Pendapatan dari
pelayanan
A.Pasien Umum
B. Pasien Tanggungan
Pihak Ketiga
2. Pendapatan dari Hibah
3. Pendapatan
4.dst
Jumlah Pendapatan
II. BIAYA
I. Biaya Pelayanan
1. Biaya.
2. Biaya.
3. dst
Jumlah Biaya Pelayanan
II. Biaya Administrasi dan
Umum
1. Biaya..
2. Biaya
3.dst
Jumlah Biaya Administrasi dan
umum
Jumlah Biaya
Surplus/deficit sebelum
pendapatan dari APBD dan
APBN

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 86


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

Pendapatan dari APBD


operasional
Surplus/deficit sebelum
pendapatan dari APBD
Pendapatan dari APBN
operasional
Surplus/defisit akhir

h. Anggaran BLUD
Anggaran BLUD merupakan penjabaran program kegiatan usaha dalam satuan uang
berdasarkan pendapatan dan pengeluaran baik yang dananya bersumber dari pendapatan
operasional BLUD, Hibah, APBD,APBN,dan sumber pendapatan BLUD lainnya yang sah.

A. Pendapatan BLUD
Adalah pendapatan yang akan diperoleh BLUD yang terdiri dari :
1). Jasa Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sebagai imbalan atas pemberian
pelayanan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya;
2). Hibah tidak terikat dan atau hibah terikat yang diperoleh dari masyarakat atau
badan lain;
3). Hasil kerjasama BLUD dengan pihak lain yang diperoleh dari kerja sama
operasional, sewa menyewa, dan usaha lainnya yang tidak berhubungan langsung
dengan tugas pokok dan fungsinya; dan atau
4). Penerimaan yang bersumber dari APBN
5) Penerimaan yang bersumber dari APBD

Selanjutnya pendapatan disajikan seperti contoh tabel berikut :

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 87


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

No

Uraian

Prognosa

Target

Perkiraan

Periode

Periode

Maju

Tahun

Yang

(Forward

Berjalan

Akan

Estimate)

Datang
PENDAPATAN
A

Pendapatan dari
Pelayanan
I. Pasien Umum
II.Pasien Tanggungan
Pihak Ketiga

Pendapatan Hibah

Pendapatan lainnya
I. Hasil kerjasama
dengan pihak lain
II. Hasil Usaha
Lainnya

Pendapatan dari
APBN

Pendapatan dari
APBD
Jumlah Pendapatan

B. Biaya Operasional
Biaya operasional BLUD meliputi biaya pelayanan dan biaya umum administrasi. Biaya
pelayanan meliputi biaya pemakaian pemakaian bahan farmasi, biaya pegawai, biaya
pemeliharaan, dan biaya lainnya yang berhubungan erat dengan kegiatan pelayanan.
Sedangkan biaya umum administrasi meliputi biaya-biaya operasional yang tidak secara
langsung berhubungan dengan pelayanan BLUD, Selanjutnya biaya operasional agar
disajikan seperti contoh tabel berikut :

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 88


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

No

Uraian

Prognosa

Target

Perkiraan

Tahun

Periode

Maju

Berjalan

Yang

(Forward

Akan

Estimate)

Datang
BIAYA OPERASIONAL
A

Biaya Pelayanan
Biaya pegawai
Biaya bahan
Biaya jasa layanan
Biaya pemeliharaan
Biaya Barang dan jasa
Biaya Depresiasi
Biaya Pelayanan lainnya
Jumlah biaya pelayanan

Biaya umum dan


administasi
Biaya pegawai
Biaya adm kantor
Biaya pemeliharaan
Biaya Barang dan jasa
Biaya promosi
Biaya Depresiasi
Biaya Umum dan
administrasi lanilla
Jumlah biaya umum dan
administrasi
Jumlah biaya operasi

Catatan: Transaksi akrual (biaya depresiasi/penyusutan) harus dikeluarkan ketika RBA


digabungkan dengan RAPBD

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 89


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

C. Biaya penelitian dan pengembangan


Biaya penelitian dan pengembangan adalah biaya yang digunakan untuk membiayai
penelitian dan pengembangan yang dapat biaya penelitian dan pengembangan.
menguntungkan BLUD dalam menghasilkan pendapatan/meningkatkan mutu pelayanan
seperti biaya pendidikan dan pelatihan, biaya penelitian dan pengembangan. Biaya
penelitian dan pengembangan agar disajikan seperti Contoh tabel berikut :
No

Uraian

Prognosa

Target

Perkiraan

Periode

Periode

Maju

Tahun

Yang Akan

(Forward

Berjalan

Datang

Estimae)

Penelitian dan
pengembangan
a....
b....

Pendidikan dan
pelatihan
c.....
d.....
Jumlah biaya
penelitian dan
pengembangan

D.Biaya investasi (Belanja Modal)


Biaya investasi adalah anggaran yang diperlukan untuk program investasi yang
dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan pelayanan Rumah sakit BLUD. Biaya
investasi (belanja modal) disajikan seperti contoh tabel berikut:
No

1.

Uraian

Prognosa

Target

Perkiraan

Periode

Periode

Maju

Tahun

Yang Akan

(Forward

Berjalan

Datang

Estimae)

Sumber dari APBD


Tanah

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 90


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

Bangunan
..................
2

Sumber dari APBN

Sumber dari Hibah

A.

Terikat

Tidak Terikat

Sumber dari
pendapatan
operasional

Sumber Pendapatan
lainnya(bila ada)

Jumlah investasi

Dalam hal program investasi yang akan dilaksanakan lebih dari satu tahun anggaran, maka
dalam anggaran harus disajikan:
1. Anggaran seluruh investasi sampai selesai
2. Anggaran investasi untuk tahun yang bersangkutan
3. Realisasi investasi sampai dengan awal tahun anggaran.
Ketiga hal diatas dilengkapi pula dengan realisasi dan rencana penyelesaian secara fisik
yang disajikan dalam bentuk persentase (%)

h. Ambang Batas Belanja BLUD


Belanja BLUD dapat bertambah atau berkurang (fleksible) dari yang dianggarkan
sepanjang pendapatan terkait bertambah atau berkurang setidaknya proporsional (Flexible
budget).
PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 91
Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

Dalam

menghitung

besaran

ambang

batas

belanja

tersebut

BLUD

harus

mempertimbangkan fluktuasi kegiatan operasional, antara lain trend naik/turun, realisasi


anggaran BLUD tahun sebelumnya, realisasi/prognosa tahun anggaran berjalan, dan target
anggaran BLUD yang akan datang.

Besaran persentase ambang batas tersebut berlaku apabila pendapatan operasional BLUD
melebihi target pendapatan yang telah ditetapkan dalam RBA tahun yang diusulkan.
Selama dalam ambang batas tersebut, BLUD dapat menggunakan pendapatannya tanpa
harus memperoleh izin dari kepala daerah.

Untuk membuat besaran prosentasi Ambang batas Hal-hal yang penting untuk diperhatikan
adalah volume pelayanan, kebutuhan pelayanan dan potensi untuk meningkatkan
pendapatan .

Sesuai dengan Permendagri No 61 tahun 2007, pasal 74 ayat 7. Ambang batas merupakan
besaran persentase perubahan anggaran bersumber dari pendapatan operasional yang
diperkenankan dan ditentukan dengan mempertimbangkan fluktuasi kegiatan operasional
Rumah sakit BLUD

Psl 67 ayat (2) Fleksibilitas pengeluaran biaya BLUD sebagaimana dimaksud pada ayat
(1), merupakan pengeluaran biaya yang disesuaikan dan signifikan dengan perubahan
pendapatan dalam ambang batas RBA yang telah ditetapkan secara definitif.
Pasal 68
(1) Ambang batas RBA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 67 ayat (2), ditetapkan
dengan besaran persentase.
(2) Besaran persentase sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditentukan dengan
mempertimbangkan fluktuasi kegiatan operasional BLUD.
(3) Besaran persentase sebagaimana dimaksud pada ayat (2), ditetapkan dalam RBA
dan DPA-BLUD oleh PPKD.
(4) Persentase ambang batas tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), merupakan
kebutuhan yang dapat dlprediksi, dapat dicapai, terukur, rasional dan dapat
dipertanggungjawabkan.

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 92


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

Contoh pernyataan ambang batas dalam RBA.


Untuk mengantisipasi adanya kemungkinan kenaikan volume pelayanan dalam tahun
anggaran, dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan dan potensi untuk
meningkatkan pendapatan pada BLUD ditetapkan besaran ambang batas sebesar .....% dari
pendapatan operasional BLUD yaitu sebesar ..Rp...............................untuk dapat
dipergunakan langsung berkaitan dengan kegiatan operasional BLUD. Penggunaan
perubahan biaya operasional disesuaikan dengan perubahan volume unit dan didasarkan
atas perhitungan biaya per output.

Penggunaan Besaran nilai ambang batas BLUD dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Nama

% Perubahan

Unit

pendapatan

Pada Tahun Anggaran

Ambang Batas di Tahun Anggaran

Total

Biaya

Biaya

Total

Biaya

Biaya

Biaya

Pelayanan

Administrasi

Biaya

Pelayan

Administrasi

an

dan Umum

dan Umum

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 93


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

BAB IV PROYEKSI KEUANGAN TAHUN ANGGARAN..........


Proyeksi sangat diperlukan untuk melihat kondisi di masa yang akan datang. Untuk
proyeksi keuangan sangat diperlukan karena kondisi perekonomian yang selalu berubah.
Dengan membuat proyeksi, maka Rumah Sakit dapat memperkirakan berapa pendapatan,
biaya, investasi, hibah dan lain-lain yang akan diterima dan dikeluarkan oleh rumah sakit.
Untuk membuat proyeksi keuangan maka di perlukan asumsi-asumsi yang dapat
dipergunakan oleh rumah sakit. Asumsi-asumsi tersebut merupakan asumsi makro dan
asumsi mikro seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya.
Proyeksi Keuangan BLUD disajikan secara komparatif dengan membandingkan antara
prognosa tahun berjalan dengan proyeksi tahun yang akan datang terdiri dari .

1.

Proyeksi Neraca
Proyeksi Neraca disusun secara sistematis sehingga dapat memberikan gambaran
mengenai proyeksi posisi keuangan BLU pada suatu saat tertentu.

2.

Proyeksi Laporan Operasional

3.

Proyeksi Laporan Arus Kas

4.

Proyeksi Catatan Atas Laporan Keuangan

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 94


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

RUMAH SAKIT .......


PROYEKSI NERACA
PER 31 DESEMBER.......

Progn
osa

Proyeksi

Perubahan

Tahu
Uraian

Tahun

Berjal

yang akan

Rupia

an

datang

%
B-A/A x

Aset

B-A

100%

Aset Lancar
A
Kas dan Setara
1)

Kas

Xxx

xxx

Xxx

Investasi Jangka
2)

Pendek

Xxx

xxx

Xxx

3)

Piutang Usaha

Xxx

xxx

Xxx

Piutang Lain4)

lain

Xxx

xxx

Xxx

5)

Persediaan

Xxx

xxx

Xxx

6)

Uang Muka

Xxx

xxx

Xxx

7)

Pendapatan Yang
Xxx

xxx

Xxx

Xxxx

xxxx

Xxxx

Masih Harus Diterima


Jumlah Aset Lancar

Aset Tetap
B
1)

Tanah

Xxx

xxx

Xxx

2)

Bangunan

Xxx

xxx

Xxx

Xxx

xxx

Xxx

Peralatan
3)

medik

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 95


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

4)

Kendaraan

Xxx

xxx

Xxx

5)

Perlengkapan dan
Xxx

xxx

Xxx

Akumulasi Penyusutan

(xxx)

(xxx)

(xxx)

Nilai Buku Aset Tetap

Xxxx

xxxx

xxxx

Aset Lain-Lain

Xxxx

xxxx

xxxx

Peralatan Kantor

JUMLAH
ASET

Kewajib

an
A

Kewajiban Jangka Pendek


1)

Hutang Usaha

Xxx

xxx

xxx

2)

Hutang Pajak

Xxx

xxx

xxx

3)

Biaya Yang Masih


Xxx

xxx

xxx

xxx

xxx

xxx

xxx

xxx

xxx

xxx

xxx

xxx

Pendek

xxxx

xxxx

xxxx

Kewajiban Jangka Panjang

xxxx

xxxx

xxxx

xxxx

xxxx

xxxx

Harus Dibayar
4)

Hutang Jangka Panjang


Yang Jatuh Tempo
dalam Satu Tahun

5)

Pendapatan yang
Diterima Dimuka

6)

Hutang Jangka Pendek


Lainnya

Jumlah Kewajiban Jangka

Jumlah
Kewajiban

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 96


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

I
I
I

Ekuitas Dana
1)

Ekuitas

xxx

xxx

xxx

2)

Donasi

xxx

xxx

xxx

3)

Surplus & Defisit tahun lalu

xxx

xxx

xxx

4)

Surplus & Defisit tahun berjalan

xxx

xxx

xxx

xxxx

xxxx

xxxx

xxxx

xxxx

xxxx

Jumlah Ekuitas

JUMLAH KEWAJIBAN DAN


EKUITAS

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 97


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

RUMAH SAKIT.......
PROYEKSI LAPORAN OPERASIONAL
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER ..

Uraian

Prognosa

Proyeksi

Tahun

Tahun

Perubahan
%

Yang akan
Berjalan

datang

Rupiah

B-A

Xxx

xxx

xxx

Xxx

xxx

xxx

Xxx

xxx

xxx

Xxx

xxx

xxx

Xxx

xxx

xxx

Xxx

xxx

xxx

Xxx

xxx

xxx

Xxx

xxx

xxx

Xxxx

xxxx

xxxx

(B-A)/A X 100%

A. Pendapatan

Pendapatan Operasional

Pendapatan Instalasi Rawat


1 Jalan
Pendapatan Instalasi Rawat
2 Inap
Pendapatan Instalasi Gawat
3 Darurat
Pendapatan Instalasi Bedah
4 Sentral
Pendapatan Instalasi
5 Laboratorium
Pendapatan Instalasi
6 Radiologi
Pendapatan Instalasi
7 Pemulasaran Jenazah
Pendapatan Operasional
8 Lainnya

Jumlah Pendapatan
Operasional

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 98


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

II

Hibah

1 Hibah Terikat

Xxx

xxx

xxx

2 Hibah Tidak Terikat

Xxx

xxx

xxx

Jumlah Hibah

Xxxx

xxxx

xxxx

Xxx

xxx

xxx

2 Menyewa

Xxx

xxx

xxx

3 Pendapatan dari Usaha Lain

Xxx

xxx

xxx

Xxxx

xxxx

xxxx

Xxx

xxx

xxx

Xxxx

xxxx

xxxx

Xxx

xxx

xxx

Xxxx

xxxx

xxxx

Pendapatan dari Hasil


III Kerjasama dengan Pihak Lain

Pendapatan Kerjasama
1 Operasi
Pendapatan dari Sewa-

Jumlah dari Hasil Kerjasama


dengan Pihak Lain

IV Pendapatan dari APBD

Operasional
Jumlah Pendapatan dari
APBD

Pendapatan APBN

Operasional

Jumlah Pendapatan dari


APBN

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 99


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

Xxxx

xxxx

xxxx

1 Biaya Pegawai

(xxx)

(xxx)

(xxx)

2 Biaya Bahan

(xxx)

(xxx)

(xxx)

3 Biaya Jasa Pelayanan

(xxx)

(xxx)

(xxx)

4 Biaya Pemeliharaan

(xxx)

(xxx)

(xxx)

5 Biaya Barang dan Jasa

(xxx)

(xxx)

(xxx)

6 amortisasi

(xxx)

(xxx)

(xxx)

7 Biaya Operasional Lainnya

(xxx)

(xxx)

(xxx)

Jumlah Biaya Pelayanan

(xxxx)

(xxxx)

(xxxx)

1 Biaya Pegawai

(xxx)

(xxx)

(xxx)

2 Biaya Administrasi Kantor

(xxx)

(xxx)

(xxx)

3 Biaya Pemeliharaan

(xxx)

(xxx)

(xxx)

4 Biaya Barang dan Jasa

(xxx)

(xxx)

(xxx)

5 Biaya Promosi

(xxx)

(xxx)

(xxx)

(xxx)

(xxx)

(xxx)

(xxx)

(xxx)

(xxx)

(xxxx)

(xxxx)

(xxxx)

Jumlah Pendapatan

B. Biaya Operasional

Biaya Pelayanan

Biaya Depresiasi dan

II

Biaya Umum dan Administrasi

Biaya Depresiasi dan


6 amortisasi
Biaya Umum dan
7 Administrasi Lanilla

Jumlah Biaya Umum dan


Administrasi

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 100


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

(xxxx)

(xxxx)

(xxxx)

Xxxx

xxxx

xxxx

Xxx

xxx

xxx

Xxx

xxx

xxx

Xxx

xxx

xxx

Xxx

xxx

xxx

xxx

xxx

xxx

6 lain

Xxx

xxx

xxx

7 Hasil Investasi

Xxx

xxx

xxx

Xxxx

xxxx

xxxx

1 Biaya Bunga

(xxx)

(xxx)

(xxx)

2 Biaya Administrasi Bank

(xxx)

(xxx)

(xxx)

(xxx)

(xxx)

(xxx)

4 Nilai

(xxx)

(xxx)

(xxx)

5 Biaya non Operasional

(xxx)

(xxx)

(xxx)

Jumlah Biaya Operasional

Surplus (Defisit) Setelah Biaya


C

Operasional

Pendapatan Non Operasionali)

Hasil Penjualan Kekayanan


1 yang Tidak Dipisahkanii)
Hasil Pemanfaatan
2 Kekayanan
3 Pendapatan Jasa Giro

iii)

4 Pendapatan Bunga
Keuntungan selisih nilai
tukar rupiah terhadap mata
5 uang asingv)
Komisi, Potongan dan bentuk

Jumlah Pendapatan Non


Operasional

II

Biaya Non Operasional

Biaya Kerugian Penjualan


3 Aset Tetap
Biaya Kerugian Penurunan

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 101


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

Lainnya

Jumlah Biaya Non Operasional

(xxxx)

(xxxx)

(xxxx)

Xxxx

xxxx

xxxx

Surplus (Defisit) Tahun Berjalan

Keterangan Laporan Operasional:


i)

Pendapatan Non-operasional BLUD merupakan pendapatan lainnya yang sah.

ii) Nilai Hasil Penjualan Kekayaan yang Tidak Dipisahkan merupakan nilai
Keuntungan Penjualan.
iii) Pendapatan Jasa Giro dan Pendapatan Bunga merupakan pendapatan jasa dari
Lembaga Keuangan.

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 102


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

RUMAH SAKIT.......
PROYEKSI LAPORAN ARUS KAS
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER ..
(Metode Langsung)

Uraian

Prognosa

Proyeksi

Tahun

Tahun

Perubahan
%

Yang
Akan
Berjalan

Datang

Realisasi

B-A

Xxx

xxx

xxx

(xxx)

(xxx)

(xxx)

xxxx

xxxx

xxxx

Xxx

xxx

xxx

B lainii)

Xxx

xxx

xxx

C Hasil Investasiiii)

Xxx

xxx

xxx

D Perolehan Aset Tetapiv)

(xxx)

(xxx)

(xxx)

(xxx)

(xxx)

(xxx)

xxxx

xxxx

xxxx

(B-A)/A X 100%

Arus Kas Dari Aktivitas


I

Operasional

A Penerimaan dari Layanan


B Penerimaan Piutang/tagihan
C Pengeluaran dari Operasional
Arus Kas Bersih dari Aktivitas
Operasional

Arus Kas Dari Aktivitas


II

Investasi
A Hasil Penjualan Aset Tetapi)
Hasil Penjualan Aset Lain-

Pembelian Investasi v)

Arus Kas Bersih dari Aktivitas


Investasi

III

Arus Kas dari Aktivitas

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 103


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

Pendanaan
A Tambahan Ekuitasvi)

Xxx

xxx

xxx

B Penerimaan Hibahvii)

Xxx

xxx

xxx

viii)

Xxx

xxx

xxx

ix)

Xxx

xxx

xxx

C Penerimaan APBD
D Penerimaan APBN
E

Perolehan Pinjamanx)

Xxx

xxx

xxx

Pembayaran Pinjamanxi)

(xxx)

(xxx)

(xxx)

xxxx

xxxx

xxxx

Kenaikan (Penurunan) Kas Bersih

xxxx

xxxx

xxxx

Kas dan Setara Kas Awalxii)

xxxx

xxxx

xxxx

Jumlah Saldo Kas

xxxx

xxxx

xxxx

Arus Kas Bersih dari Aktivitas


Pendanaan

Keterangan Laporan Arus Kas (metode langsung):


i)

Nilai Kas yang diterima dari Hasil Penjualan Kekayanan yang Tidak Dipisahkan
yang berupa aset tetap

ii)

Nilai Kas yang diterima dari Hasil Penjualan Kekayanan yang Tidak Dipisahkan
yang berupa aset lain-lain

iii)

Penerimaan dari Penjualan Investasi

iv)

Pembelian aset tetap dibayar kas/tunai

v)

Pembelian Investasi Jangka Pendek dibayar kas/tunai

vi)

Setoran Ekuitas Baru

vii) Penerimaan dari Pendapatan Hibah Terikat dan Tidak Terikat


viii) Penerimaan dari Pendapatan APBD
ix)

Penerimaan dari Pendapatan APBN

x)

Penerimaan dari Penambahan Hutang Jangka Panjang dan Penerimaan dari


Penambahan Hutang Jangka Pendek

xi)

Pengeluaran untuk Pelunasan/Pembayaran Hutang Jangka Panjang yang Jatuh


Tempo dalam Satu Tahun (atas transaksi dalam periode tahun berjalan) dan
Pengeluaran untuk Pelunasan/Pembayaran Hutang Jangka Pendek

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 104


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

RUMAH SAKIT.......
PROYEKSI LAPORAN ARUS KAS
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER ..
(Metode Tidak Langsung)

Uraian

Prognosa

Proyeksi

Tahun

Tahun

Perubahan

Yang
Berjalan

akan

Rupiah

(B-A)/A X 100%

Datang

B-A

xxx

xxx

xxx

(xxx)

(xxx)

(xxx)

xxx

xxx

xxx

( xxx)

( xxx)

( xxx)

(Xxx)

(Xxx)

(Xxx)

( xxx)

( xxx)

( xxx)

-Kenaikan(penurunan)Persediaan

( xxx)

( xxx)

( xxx)

-Kenaikan(penurunan) Uang Muka

( xxx)

( xxx)

( xxx)

(xxx)

(xxx)

(xxx)

xxx

xxx

xxx

Arus Kas Dari Aktivitas Operasional

A Surplus (Defisit )
B Penyesuaian untuk :
-Biaya depresiasi/amortisasi
C

Surplus (deficit) setelah disesuaikan

Perubahan Kas dari Modal Kerja :


-Kenaikan(penurunan) Investasi
Jangka Pendek
-Kenaikan(penurunan) Piutang
Usaha
-Kenaikan(penurunan) Piutang Lainlain

-Kenaikan(penurunan) Pendapatan
Yang Masih Harus Diterima

-Kenaikan(penurunan) Hutang

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 105


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

Usaha
-Kenaikan(penurunan) Hutang Pajak

xxx

xxx

xxx

xxx

xxx

xxx

xxx

xxx

xxx

xxx

xxx

xxx

xxx

xxx

xxx

xxxx

xxxx

xxxx

-Kenaikan (penurunan) Bangunan

(xxx)

(xxx)

(xxx)

-Kenaikan (penurunan) peralatan medik

(xxx)

(xxx)

(xxx)

-Kenaikan (penurunan) Kendaraan

(xxx)

(xxx)

(xxx)

Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi

xxxx

xxxx

xxxx

xxxx

xxxx

xxxx

xxxx

xxxx

xxxx

xxxx

xxxx

xxxx

xxxx

xxxx

xxxx

-Kenaikan(penurunan) Biaya Yang


Masih Harus Dibayar
-Kenaikan(penurunan) Hutang
Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo
dalam Satu Tahun
-Kenaikan(penurunan) Pendapatan
yang Diterima Dimuka
-Kenaikan(penurunan) Hutang
Jangka Pendek Lainnya
Arus Kas Bersih dari Aktivitas
Operasional

II

Arus Kas Dari Aktivitas Investasi

III Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan


-Kenaikan (penurunan) Hutang
Bank/Lembaga keuangan Jangka
Pendek
-Kenaikan (penurunan) Hutang
Bank/Lembaga Keuangan Jangka
Panjang
-Kenaikan (penurunan) Ekuitas Donasi
Arus Kas Bersih dari Aktivitas
Pendanaan

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 106


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

Kenaikan (Penurunan) Kas Bersih

xxxx

xxxx

xxxx

Kas dan Setara Kas Awal

xxxx

xxxx

xxxx

xxxx

xxxx

xxxx

Jumlah Saldo Kas

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (CALK)


CALK dalam bagian ini merupakan CALK yang berkaitan dengan kebutuhan
penganggaran dan memuat informasi yang berkaitan dengan kegiatan dan transaksi pada
tahun Anggaran. CALK ini memuat hal-hal sebagai berikut :
A. Kebijakan Akuntansi ; basis akuntansi yang mendasari penyusunan LK, Basis
pengukuran yang mendasari penyusunan LK, dan penerapan kebijakan akuntansi
berkaitan dengan ketentuan yang ada mengenai akuntansi BLUD
B. Penjelasan pos-pos laporan keuangan
C. Penjelasan atas informasi-informasi non keuangan
D. Rasio Keuangan
i.

Liquiditas : Current Ratio,

ii.

Solvabilitas

iii.

Rentabilitas

iv.

Aktivitas

E. dan hal-hal lain yang dipandang perlu

Bagian. BAB V PENUTUP


1. Kesimpulan, berisikan tentang seluruh rangkaian pembahasan dari bab-bab
sebelumnya serta hasil-hasil yang telah dicapai dan hambatan dalam melaksanakan
kegiatan sesuia dengan yang telah ditetapkan serta upaya pemecahan masalah yang
dihadapi dan mencoba memberikan saran-saran yang dipandang perlu
2. Hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam rangka melaksanakan kegiatan
BLUD, meliputi :
a.

Penghapusan piutang

b.

Penghapusan persediaan

c.

Penghapusan aset tetap

d.

Penghapusan aset lain-lain

e.

Pemberian pinjaman

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 107


Modul Pelatihan

Rencana Bisnis dan Anggaran

f.

Kerjasama dengan pihak ketiga

g.

Penghasilan pengelola dan dewan pengawas blud

Bagian. LAMPIRAN RBA:

1. Konsolidasi dengan RKA-SKPD


2. Biaya per output kegiatan di Tiap Unit
3. Perkiraan Harga/tarif layanan dan dokumen penghitungan biaya per satuan
pelayanan .

4. Dan hal-hal lain yang dianggap perlu untuk dilampirkan.

PROSES PENGANGGARAN BLUD SESUAI FORMAT RBA : PENJELASAN | 108


Modul Pelatihan