Anda di halaman 1dari 30

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Audit atas siklus pengeluaran mencakup dua pendekatan yaitu pengujian pengendalian
dan pengujian subtantif. Pengujian pengendalian bertujuan untuk memahami struktur
pengendalian intern terhadap siklus pembelian, yangselanjutnya digunakan sebagai dasar
pengujian subtantif. Pengujian subtantif dimaksudkan untuk melakukan verifikasi terhadap
kelayakan jumlah rupiah srta kesesuain jumlah penyajiannya terhadap prinsip akuntansi yang
diterapkan di Indonesia.
1.2 Rumusan Masalah
Seperti yang telah diuraikan pada latar belakang, maka penulis mengambil rumusan
masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana Pengertian Audit Terhadap Siklus Pengeluaran ?
2. Bagaiaman Tujuan Audit Terhadap Siklus Pengeluaran ?
3. Bagaimana Perlakuan Akuntansi Terhadap Transaksi Pembelian ?
4. Bagaimana Perlakuan Akuntansi terhadap Transaksi Pengeluaran Kas ?
5. Bagaimana Metodologi Desain Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif atas
Transaksi ?
6. Bagaiamana Cara Memahami Pengendalian Internal ?
7. Bagaiamana Cara Menilai Resiko Pengendalian Terencana?
8. Bagaimana Prosedur Audit Terhadap Siklus Pengeluaran ?
1.3 Tujuan Penulisan Makalah
Adapun tujuan dibuat makalah yang membahas tentang Konsep Auditadalah sebagai
berikut:
1

1. Untuk Menjelaskan Pengertian Audit Terhadap Siklus Pengeluaran


2. Untuk Memahami Tujuan Audit Terhadap Siklus Pengeluaran
3. Untuk MengetahuiPerlakuan Akuntansi Terhadap Transaksi Pembelian
4. Untuk MengiditifikasiPerlakuan Akuntansi terhadap Transaksi Pengeluaran Kas
5. Untuk Mengetahui Metodologi Desain Pengujian Pengendalian dan Pengujian
Substantif atas Transaksi
6. Untuk Menjelaskan Cara Memahami Pengendalian Internal
7. Untuk Memahami Cara Menilai Resiko Pengendalian Terencana
8. Untuk Mengetahui Prosedur Audit Terhadap Siklus Pengeluaran
1.4 Manfaat Penulisan Makalah
1. Manfaat bagi penulis tentunya untuk terpenuhinya tugas mata kuliah Pemeriksaan
Akuntansi IIdan juga sebagai tambahan informasi sedikit tentang masalahAudit Terhadap
Siklus Pengeluaran.
2. Sedangkan manfaat penulisan ini bagi pihak lain adalah Makalah ini diharapkan dapat
menambah referensi pustaka yang berhubungan dengan permasalahan dan pemahaman
tentang Audit Terhadap Siklus Pengeluaran.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Audit Terhadap Siklus Pengeluaran


Siklus pengeluaran terdiri dari transaksi pemerolehan barang atau jasa. Barang yang
diperoleh perusahaan dapat berupa aktiva tetap dan surat berharga yang akan digunakan
untuk menghasilkan pendapatan dalam jangka waktu lebih dari satu tahun atau sediaan dan
surat berharga yang akan dikonsumsi atau digunakan untuk menghasilkan pendapatan dalam
jangka waktu satu tahun atau kurang. Jasa yang diperoleh perusahaan juga dapat dibagi
menjadi duayaitu :
1. Yang hanya menghasilkan manfaat satu tahun atau kurang (jasa personel, bunga,
asuransi, iklan).
2. Jasa yang menhasilakn manfaat lebih dari stu tahun (aktiva tak berwujud).
2.2 Tujuan Audit Terhadap Siklus Pengeluaran
Tujuan audit adalah untuk meyakinkan bahwa:
1. Persediaan
a. Semua persediaan yang dicatat memang benar-benar ada pada tanggal neraca
(existenxe).
b. Semua persediaan pada tanggal yang ada dihitung dan dicantumkan dalam ikhtisar
persediaan (completeness).
c. Semua persediaan milik perusahaan (ownership).
d. Penilaian dinilai sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum danditerapkan
secara konsisten (valution).
e. Pos-pos persediaan telah diklasifikasikan dengan tepat (classification).

f. Semua persediaan telah dicatat dengan pisah batas pembelian dan penjualan pada
akhir tahun dengan tepat (cut-off).
g. g.Jumlah rincian persediaan persediaan sesuai dengan buku besar.
h. Semua persediaan yang dijadikan jaminan telah diungkapkan dengan lengkap dalam
laporan keuangan (disclosure).
2. Beban Pokok Penjualan
a. Ketepatan penetapan laba kotor tergantung pada tepat dan konsistennya penetapan
beban pokok penjualan serta penilaian persediaan dan adanya harga jual yang tepat
(valution).
b. Perhitungan laba rugi khususnya yang berkaitan dengan perhitungan harga pokok
yang telah dilakukan dengan layak dasarnya sesuai dengan prinsip penandingan antara
pendapatan dengan biaya-biaya terkait (matching cost against revenue).
c. Penyajian harga poko dalam laporan keunagan harus sesuai dengan sifat harga pokok
itu sendiri, misalkan perdagangan/manufaktur, dan didukung dengan klasifikasi yang
tepat (classification, presentation, and disclosure).
d. Pengeluaran barang yang terjual didasarkan atas persetujuan penjabat yang berwenang
dan didukung dengan bukti-bukti yang cukup serta benar-benar merupakan beban
perusahaan (accuracy).
e. Semua beban pokok penjualan telah dibukukan dengan lengkap serta tepat dalam
pisah batas pada periode yang bersangkutan (completeness and cut-off).
3. Kewajiban
a. Semua kewajiban yang ada pada tanggal neraca telah dinyatakan dalam laporan
keugan dengan benar dan lengkap (accuracy and completeness).
b. Utang yang tercantum dalam laporan keuangan merupakan milik perusahaan (right
and obligation).

c. Pisah batas telah dilakukan dengan tepat (cut-off).


d. Diklasifikasikan dengan benar (classification).
e. Dijelaskan secukupnya mengenai:

Jaminannya

Kewajiban gantung dan bersyarat termauk kemungkinan membayar pajak atau


misalnya adanya komitmen penggantian atas kerusakan lingkungan hidup.

Perjanjian yang penting sehubungan dengan pembelian aktiva tetap, masa berlaku
letter of credit (L/C), dan lain-lain.

Kewajiban yang besar dan tidak lazim yang timbul setelah tanggal neraca.

Hal-hal penting lainnya

Kelompok
Asersi
Keberadaa
ndan
kejadian

Tujuan audit terhadap golongan transaksi

Kelengkap
an

Semua transaksi pembelian dan pengeluaran


kas yang terjadi selam periode yang diaudit
telah dicatat

Transaksi pembelian mencerminkan barang


dan jasa yang baik yang diterima dari pemasok
selam periode yang diaudit
Transaksi pengeluaran kas mencerminkan
pembayaran yang dilakukan kepada pemasok
selam periode yang diaudit

Tujuan audit terhadap


saldo akun
Hutang usaha yang tercatat
mencerminkan jumlah
kewajiban entitas yang ada
pada tanggal neraca
Aktiva tetap
mencerminkan aktiva
produktif yang masih
dimanfaatkan pada tanggal
neraca
Aktiva tidak berwujud
mencerminkan aktiva
produktif yang masih
dimanfaatkan pada tanggal
neraca
Hutang usaha mencakup
semua jumlah yang
terhutang kepada pemasok
barang dan jasa pada
tanggal neraca
Saldo aktiva tetap
mencakup semua transaksi
perubahan yang terjadi
selama periode yang
diaudit
Saldo aktiva tidak
berwujud mencakup semua
transaksi perubahan yang
terjadi selama periode yang
5

Hak dan
kewajiban

Entitas memiliki kewajiban sebagai akibat


transaksi pembelian yang tercatat dalam
periode yang diaudit
Entitas memiliki hak atas aktiva tetap sebagai
transaksi pembelian yang tercatat dalam
periode yang diaudit
Entitas memiliki hak atas aktiva tidak
berwujud sebagai akibat transaksi pembelian
yang tercatat dalam periode yang diaudit

Penilaian
atau
alokasi

Semua transaksi pembelian dan pengeluaran


kas yang telah dicatat dalam jurnal, diringkas,
dan diposting ke dalam akun dengan benar

Penyajian
dan
pengungka
pan

Rincian transaksi dan pengeluaran kas


mendukung penyajian akun yang berkaitan
dalam laporan keuangan, baik klasifikasinya
maupun pengungkapannya

2.3

diaudit
Hutang usaha pada tanggal
neraca mencerminkan
kewajiban entitas kepada
pemasok
Entitas memiliki hak atas
aktiva tetap yang tercatat
pada tanggal neraca
Entitas memiliki hak atas
aktiva tidak berwujud yang
tercatat pada tanggal
neraca
Hutang usaha dinyatakan
dalam jumlah yang benar
kewajiban entitas pada
tanggal neraca
Aktiva tetap dinyatakan
pada kas dikurangi
akumulasi depresiasi
Aktiva tidak berwujud
dinyatakan pada kas atau
kas dikurangi dengan
amortisasi.
Biaya yang berkaitan
dengan aktiva tetap dan
aktiva tidak berwujud
dicatat sesuai dengan
prinsip akuntansi berterima
umum
Hutang usaha, aktiva tetap
dan aktiva tidak berwujud
di identifikasi dan
diklasifikasikan dengan
semestinya dalam neraca
Pengungkapan memadai
telah berkaitan dengan
hutang usaha, aktiva tetap
dan aktiva tidak berwujud

PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP TRANSAKSI PEMBELIAN

2.3.1 Aktivitas Pengendalian - Transaksi Pembelian


Aktivitas pengendalian dari suatu perusahaan yang relevan dengan tujuan audit spesifik
untuk transaksi pembelian, dengan mengidentifikasi beberapa dokumen dan catatan penting
6

yang digunakan dalam pemrosesan transaksi pembelian secara kredit. Pembahasan tentang
fungsi-fungsi ini juga mencakup bagaimana prosedur pengendalian terjali sedemikian rupa
untuk mengurangi resiko salah saji dalam asersi-asersi laporan keuangan yang dipengaruhi
oleh transaksi pembelian.
Diantara aktivitas pengendalian yang dibahas adalah pemisahan tugas, pengedalian fisik,
pengendalian manajemen, dan pengendalian akuntansi komputer. Pertimbangan akan
diberikan

kepada

prosedur

yang

digunakan

auditor

untuk

memperoleh

dan

memdokumentasikan pemahaman atas pengendalian internal, serta melakukan pengujian


pengendalian yang digunakan dalam membuat penilaian akhir atas resiko pengendalian untuk
transaksi pembelian.
2.3.2 Fungsi yang Terkait
Fungsi yang terkait dan tanggung jawab setiap fungsi dalam transaksi pembelian adalah
sebagai berikut:
1. Fungsi Gudang
Fungsi gudang bertanggung jawab untuk mengajukan perminttan pembelian sesuai
dengan posisi sediaan yang ada di gudang dan untuk menyimpan barang yang telah
diterima oleh fungsi penerimaan.
2. Fungsi Pembelian
Fungsi pembelian bertanggung jawab untuk mempeoleh mengenai informasi harga
barang, menentukan pemasok yang dipilih dalam pengadaan barang, dan
mengeluarkan order pembelian kepada pemasok yang telah dipilih.
3. Fungsi Penerimaan Barang
Fungsi ini bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan atas jenis, mutu, dam
kuantitas brang yang diterima dari pemasok guna menentukan dapat atau tidaknya

barang tersebut diterima oleh perusahaan. Selain itu, juga bertanggung jawab untuk
menerima barang dari pebeli yang berasal dari transaksi retur penjualan.
4. Fungsi Pencatatan Utang
Fungsi ini bertanggung jawab untuk mencatat transaksi pembelian ke dalam register
bukti kas keluar dan untuk menyelenggarakan arsip dokumen sumber (bukti kas
keluar) yang berfungsi sebagai catatan utanag atau menyelenggarakan buku pembantu
utang sebagai buku pembantu utang.
5. Fungsi Akuntansi Biaya
Dalam transaksi pengeluaran kas, fungsi ini bertanggungjawab atas pencatatan
pengeluaran kas yang menyangkut biaya dan persediaan.
6. Fungsi Akuntansi Umum
Dalam transaksi pengeluaran kas, fungsi ini bertanggungjawab atas pencatatan
transaksi pengeluaran kas dalam jurnal pengeluaran kas atau register cek.
7. FungsiKas
Fungsi yang memerlukan pengeluaran kas (misalnya untuk pembelian jasa dan untuk
biaya perjalanan dinas), fungsi yang bersangkutan mengajukan permintaan cek
kepada fungsi pencatatan utang. Permintaan cek ini harus mendapat persetujuan dari
kepala fungsi yang bersangkutan
8. Fungsi Audit Intern
Fungsi ini bertanggungjawab untuk melakukan perhitungan kas (cash count ) secara
periodik dan mencocokkan hasil perhitungannya dengan saldo kas menurut catatan
akuntansi (akun kas dalam buku besar). Fungsi ini bertanggungjawab untuk
melakukan pemeriksaan secara mendadak (surprised audit) terhadap saldo kas yang
ada ditangan dan membuat rekonsiliasi bank scara periodic
Secara garis besar transaksi pembelian mencakup prosedur:

Fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian ke fungsi pembelian.


Fungsi pembelian meminta penawaran harga dari berbagai pemasok.
Fungsi pembelian menerima penawaran harga dari berbagai pemasok dan melakukan
pemilihan pemasok.
Fungsi pembelian membuat order pembelian kepada pemasok pilihan.
Fungsi penerimaan memeriksa dan menerima barang yang dikirim oleh pemasok.
Fungsi penerimaan menyerahkan barang yang diterima kepada fungsi gudang untuk
disimpan.
Fungsi penerimaan melaporkan penerimaan kepada fungsi akuntansi.
Fungsi akuntansi memnerima faktur dari pemasokdan atas dasar faktur dari pemasok
tersebut, fungsi akuntansi mencatat kewajiban yang timbul atas transaksi pembelian.

2.3.3 Dokumen dan Catatan yang Umum dalam Transaksi Pembelian


Sejumlah dokumen dan catatan umum yang tercakup dalam siklus pengeluaran-transaksi
pembelian adalah sebagai berikut:
1. Surat permintaan pembelian
2. Surat permintaan otorisasi investasi
9

3. Surat permintaan otorisasi reparasi


4. Surat permintaan penawaran harga
5. Surat pesanan pembelian
6. Laporan penerimaan barang
7. Surat perubahan order pembelian
8. Bukti kas keluar
9. Faktur penjual/pemasok
Catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian adalah:
Register bukti kas keluar
Jurnal pembelian
Buku pembantu utang
Buku pembantu sediaan
2.3.4 Pemrosesan transaksi pembelian mencakup fungsi-fungsi pembelian berikut:
1. Pengajuan pembelian.
Suatu transaksi diawali dengan proses pemberian persetujuan atas transaksi yang akan
dilakukan dengan pihak ketiga yang independen. Banyak perusahaan memisahkan subfungsisubfungsi untuk transaksi dalam jumlah dolar tertentu. Permitaan yang diajukan oleh
perusahaan untuk melakukan transaksi dengan perusahaan lain, yang meliputi:
a. Pencantuman nama pemasok yang telah disetujui.
Proses menyetujui pemassok yang akan mengirimkan barang dan jasa yang dibutuhkan
perusahaan merupakan pengendalian yang penting, terutama dalam sistem akuntansi
yang mengandalkan pada pengendalian komputer.
b. Pengajuan kembali permintaan barang dan jasa.
Permintaan pembelian merupakan awal dari jejak transaksi yang mendokumentasikan
bukti dalam mendukung asersi manajemen seperti eksistensi atau kejadian transaksi

10

pembelian. Permintaan pembelian menyediakan bukti tentang tujuan audit yang


spesifik. Pengendalian penting yang harus dipertimbangkan perusahaan adalah bahwa
seluruh permintaan memenuhi kebijakan otorisasi yang ditetapkan oleh perusahaan.
c. Pembuatan besarnya pesanan pembelian.
Departemen pembelian mempunyai kewenangan untuk menerbitkan pesanan pembelian
hanya setelah menerima permintan pembelian yang disetujui dengan benar. Pembuatan
pesanan pembelian merupakan kelanjutan dari proses pemrakarsaan transaksi. Peran
pembelian adalah untuk memastikan sumber pasokan terbaik dan untuk baran-barang
yang penting, mendapatkan harga penawaran yang paling kompetitif.
d. Pesanan pembelian juga menjadi bagian dari jejak transaksi untuk mendokumentasikan
bukti yang mendukung asersi eksistensi atau kejadian pada transaksi pembelian.
Pengecekan independen selanjutnya atas disposisi pesanan pembelian untuk review
status semua pesanan pembelian terbuka dan belum terpenuhi berkaitan asersi
kelengkapan pada transaksi pembelian.
2. Penerimaan barang dan jasa.
Pesanan pmbelian yang sah merupakan otorisasi bagi departemen penerimaan untuk
menerima barang yang dikirim oleh pemasok. Penerimaan barang dan jasa ini biasanya
mebuktikan bahwa suatu transaksi dan penetapan kewajiban telah terjadi. Personil
departemen penerimaan harus membandingkan barang yang diterima dengan uraian yang
tercantum dalam pesanan pembelian, menhitung barang, dan memerikasa kemungkinan
adanya barang yang rusak. Penerimaan barang dan jasa atau pengiriman fisik barang atau
jasa, yang mencakup:
Penerimaan barang
Penyimpanan barang yang diterima untuk perusahaan.
Pengenbalian barang ke pemasok.

11

3. Pembuatan laporan penerimaan


Laporan penerimaan bernomor urut harus dibuat untuk setiap pesanan yang diterima,
untuk mendokumentasikan bahwa kewajiban telah ditetapkan. Laporan penerimaaan barang
merupakan dokumen penting dalm mendukung asersi eksistensi atau kejadian untuk transaksi
pembelian. Informasi yang ada dalam laporan penerimaan akan diteruskan ke bagian utang
usaha melalui salinan laporan penerimaan atau secara elektronis.
4. Penyimpanan barang yang diterima sebagai persediaan
Pemisahan fungsi penyimapanan barang yang diterima sebagai persediaan dari fungsi
lainnya yang terlibat dalam pembelian dapat mengurangi terjadinya resiko pembelian yang
tidak diotorisasi atau penyalahgunaan barang. Perusahaan harus menyimpan barang di tempat
yang aman dengan akses yang terbatas dan diawasi secara memadai.
5.Pencatatan kewajiban.
Penerimaan barang dan jasa biasanya menetapkan suatu kewajiban bag perusahaan
untuk menyelesaikan transaksi. Akuntansi akrual mensyaratkan penetapan kewajiban.
Pengakuan formal oleh perusahaan atas kewajiban hukum, yang meliputi:
Pembuatan voucher pembayaran dan pencatatan kewajiban.
Pertanggungjawaban atas transaksi yang telah dicatat.
Pengendalian atas pencatatan aseri dan asersi/tujuan audit spesifik yang berkaitan
meliputi hal-hal berikut:
Menetapkan kesesuaian antara rincian dalam voucher dengan faktur penjual serta
laporan penerimaan barang dan pesanan pembelian yang bersangkutan.
Membandingkan tanngal laporan penerimaan dengan tanggal pencatatan voucher.
Kedua tanggal itu harus berada pada periode akuntansi yang sama.
Melaksanakn pengecekan yang independen atas keakuratan matematis dari setiap
voucher dan faktur pemasok pendukungnya.

12

Menentukan bahwa semua voucher telah dibukukan dan diikhtisarkan secara tepat
dalam catatan akuntansi.
Menetapkan bahwa voucher mencerminkan kewajiban perusahaan dengan cara
menunjuk seseorang untuk meberi persetujuan atas pembayaran voucher.
Memberikan kode atas distribusi akun, dengan menunjukkan akun aktiva atau beban
yang harus didebet, ke voucher tersebut.
Dokumen pendukung harus segara distempael, dilubangi, atau dibubuhi tanda lainnya
agar dokumen tersebut tidak bisa digunakan lagi untuk mengajukan permintaan
pembayaran.
6.Pembuatan voucher dan pencatatan kewajiban
Setelah menerima faktur dari penjual, biasnya personil depatemen utang uaha akan
memasukkan data transaksi melalui terminal. Program edit akan menegecek hal-hal seperti
validitas nomor pemasok, kecocokan antar kuantitas dalam voucher dengan yang diterima,
menguji keakuratan matematis pada faktur penjual danvoucher, membandinhkan klasifikasi
akun pada voucher dengan klasifikasi akun pada pesanan pembelian.
2.3.5 Aktivitas Pengendalian dalam Sistem Informasi Akuntansi Pembelian
Aktivitas pengendalian yang dapat mencegah dan mendeteki salah saji mencakup:
1.Otorisasi umum dan khsus untuk setiap pembelian
2.Setiap surat order pembelian haru didasarkan pada surat permintaan yang telah diotorisasi.
3.Setiap penerimaan barang harus didasrkan pada surat order pembelian ang telah
diotorisasi.
4.Fungsi penerimaan barang menhitung, menginspeksi, dan membandingkan barang yang
diterima dengan data barang yang tercantum dalam surat order pembelian yang telah
diotorisasi.

13

5.Penyerahan

barang dari

fungsi

penerimaan

barang ke

fungsi

gudang harus

didokumentasikan.
6.Bukti kas keluar harus dilampiri dengan dokumen pendukung yang lengkap dan sah.
7.Setiap pencatatan ke register bukti kas harus didukunhg dengan bukti kas keluar yang
dilampiri dengan dokumen pendukung yang lengkap.
8.Pengecekan secara independen posting ke dalm buku pembantu usaha, sediaan, aset tetap,
dengan akun kontol yang bersangkutan dalam buku besar.
9.Pertanngung jawaban secara periodik semua formulir bernomor urut tercetak.
10.

Panduan akun dan review terhadap pemberian kode akun.

11.

Review kinerja secara periodik.

2.4 Perlakuan Akuntansi terhadap Transaksi Pengeluaran Kas


2.4.1 Fungsi yang Terkait
Fungsi yang terkait dan tanggung jawab setiap fungsi dalam transaksi pengeluaran kas
adalah sebagai berikut:
1. Fungsi yang memerlukan pengeluaran kas
2. Fungsi pencatat utang
3. Fungsi keuangan
4. Fungsi akuntansi biaya
5. Fungsi akuntansi umum
6. Fungsi audit intern
7. Fungsi penerima kas
2.4.2Dokumen dan Catatan yang Umum dalam Transaksi Pengeluaran Kas
Sejumlah dokumen dan catatan umum yang tercakup dalam siklus pengeluarantransaksi pengeluaran kas adalah sebagai berikut:
1. Permintaan cek

14

Berfungsi sebagai sebagai permintaan dari fungsi yang memerlukan pengeluaran kas
kepada fungsi pencatat utang untuk membuatbukti kas keluar.
2. Bukti kas keluar
Berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas kepada fungsi keuangan sebesar yang
tercantum dalam dokumen tersebut. Selain itu, juga berfungsi sebagai surat
pemberitahuan yang dikirim kepada kreditur dan berfungsi pula sebagai dokumen
sumber bagi pencatatan berkurangnya utang.
2. Cek
Merupakan dokumen yang digunakan untuk memerintahkan bank melakukan
pembayaran sejumlah uang kepada orang atau organisasi yang namanya tercantum pada
cek. Pilihan dalam penggunaan cek untuk pembayaran adalah chek issuer membuat cek
atas nama dan chek issuer membuat cek atas unjuk.
3. Kuitansi
Dokumen ini merupakan bukti tanda terima cek dari penerimaan cek pembayaran.
4. Register cek
Digunakan untuk mencatat pengeluaran kas dengan cek, digunakan untuk menvatat cekcek perusahaan yang dikeluarkan untuk pembayaran para kreditur perusahaan atau pihak
lain.
5. Buku besar
Akun buku besar yang terkait dalam transaksi pengeluaran kas adalah utang usaha dan
kas.
2.4.3 Aktivitas Pengendalian dalam Sistem Informasi Akuntansi Pengeluaran Kas
Aktivitas pengendalian yang dapat mencegah dan mendeteki salah saji mencakup:
1. Penandatanganan cek harus mereview bukti kas keluar dan dokumen pendukungnya.

15

2. Pembubuhan cap lunas terhadap bukti kas keluar yang telah dibayar beserta dokumen
pendukungnya.
3. Pengecekan secara independen antara cek dan bukti kas keluar.
4. Pertanggungjawaban semua nomor urut cek.
5. Pengecekan secara independen posting ke dalam catatan akuntansi.
6. Rekonsiliasi bank secara periodik oleh pihak ketiga yang independen.
7. Pengecekan secara independenterhadap tanggal yang tercantum dalam bonggol cek dan
tanggal pencatatannya
* Penilaian Sistem Pengendalian Intern Siklus Pengeluaran
Kuisioner
Y = Ya T = Tidak
TR = Tidak Relevan
Y
T
TR
Penyimpanan dan Pengawasan Fisik
1 Apakah persediaan:
a. Dipisahkan atas kelompok:
1. Bahan baku?
2. Barang dalam proses?
3. Barang jadi/dagang?
4. Bahan pembantudan suku cadang?
b. Diatur secara rapi dan tertib?
c.
1.
2.
3.

Tercegah dari:
Pencurian?
Kerusakan?
Kebakaran, banjir, dan risiko lain?

d. Secara berkala dicocokkan dengan kartu gudang?


2

Apakah persediaan di bawah pengawasan seorang


penjaga gudang atau orang tertentu lainnya?

Apakah kecuali petugas gudang dilarang masuk gudang?

Apakah setiap pengeluaran barang jadi berdasarkan bukti


penjualan tertulis?
Apakah setiap pengeluaran barang jadi/barang dagang
harus berdasarkan surat jalan atau sejenisnya yang
diotorisasi penjabat perusahaan yang berwenang?

16

Apakah terdapat pos-pos penjagaan yang mengawasi arus


masuk keluar barang secara efektif?

Pembukuan Persediaan
7 Bila klien menggunakan sistem persediaan perpetual
(perpetual inventory sistem)
a. Apakah dibuat kartu persediaan untuk:
1.
2.
3.
4.

Bahan baku?
Barang dalam proses?
Barang jadi/dagang?
Bahan pembantu dan suku cadang?

b. Apakah kartu persediaan tersebut dipegang oleh staf


yang tidak menguasai persediaan secara fisik?
c. Apakah total jumlah menurut kartu persediaan
tersebut secara berkala dicocokkan dengan akun kontrol
(buku besar) persediaan?
d. Apakah saldo kartu persediaan dicocokkan dengan
hasil stock opname paling sedikit setahun sekali?
e. Bila terdapat selisih, apakah diinvestigasi oleh orang
yang tidak menguasai persediaan secara fisik atau
pemegang kartu persediaan?
f.
Apakah penyesuaian (adjusment)atas selisih
diotorisasi oleh petugas berwenang?
8

Bila digunakan sistem periodik, sebutkan prosedur dan


pengawasan yang dilakukan.

Stock Opname
9 Apakah yang mengawasi/melakukan perhitungan atau
menyusun ikhtisar hasil perhitungan terpisah dari:
a. Penguasaan secara fisik atas barang (penjaga gudang
dan sebagainya)?
b. Pencatatan kartu persediaan?
10 Apakah dibuat instruksi tertulis untuk pelaksanaan stock
opname?
11 Apakah dilakukan pisah batas (cut-off) atas penerimaan
dan pengeluaran barang selama stock opname?
12 Apakah barang yang penjualannya lambat (slow moving),
usang (obselete), rusak dipisahkan?
13 Apakah hasil stock opname dicocokkan dengan buku
besar?
14 Apakah persediaan akhir dinilai secara konsisten dengan
tahun sebelumnya?
Sistem Pembiayaan
17

15 Bila terdapat sistem perhitungan biaya (costing system),


apakah:
a. Sesuai dengan prinsip akuntansi berlaku umum di
Indonesia?
b. Cocok dengan produk?
c. Terancang untuk menecegah pemborosan?
d. Dicocokkan dengan laporan keuangan?
e. Menggunakan biaya standar/kalkulasi di muka untuk
disesuaikan dengan biaya sebenarnya?
f. Varians yang timbul dibuat analisisnya?
16 Apakah hal-hal sebagai berikut dilaporakan segera
kepada manajemen (untuk perbaikan/diambil keputusan):
a. Rencana kebutuhan?
b. Barang-barang yang penjualannya lambat?
c. Barang yang usang?
d. Barang yang rusak?
e. Kelebihan persediaan?
f. Persediaan sisa (scrap)?
17 Apakah untuk persediaan berikut dikendalikan dengan
baik dan dibukukan sebagaimana seharusnya?
a. Barang konsinyasi keluar (milik kklien)?
b. Barang konsinyasi yang diterima (milik perusahaan
lain untuk dijualkan)?
c. Barang dalam costumer bounded warehouse atau
brokers warehouse?
d. Barang pada kontraktor/subkontraktor?
e. Bahan baku yang disediakan oleh pelanggan/pemesan
(customer-supplied materials)?
f. Barang kemasan perusahaan yang dapat dikembalikan
(retunable containers)?
g. Barang kemasan?
h. Per produk (by-product)?
18 Apakah barang-barang tersebut pada butir 16 secara fisik
dipisahkan ( bila mungkin dilakukan)?
19 Apakah jumlah rata-rata persediaan cukup dapat diterima
untuk jenis usaha dan besarnya perusahaan?
20 Apakah produksi dilakukan berdasarkan:
a. Pesanan (job rder costing)?
b. Produksi massa (process costing)?
21 Jika berdasarkan pesanan, apakah dibuat lembar pesanan
(job order cost sheet) untuk setiap pesanan?
22 Apakah metode penilaian persediaan berdasarkan:
a. Biaya:
18

- masuk pertama keluar pertama (first in-first out-FIFO)


- masuk terkhir keluar pertama (last in-first out-LIFO)
- rata-rata bergerak (moving average)
- rata-rata tertimbang (weighted average)
b. biaya atau harga pasar lebih rendah (lower of cost or
market)
c. harga jual
Pesanan Pembelian
1 Apakah pembelian dilakukan:
1.1 Oleh pejabat/bagian khusus?
1.2 Yang terpisah dari bagian:
a. Akuntansi?
b. Pembayaran?
c. Penerimaan barang?
d. Penyimpanan?
e. Pencatatan persediaan?
1.3 Dengan syarat yang menguntungkan (misalnya
tender, pemasok terselseksi)?
2 Apakah pesanan pembelian (purchase order):
2.1 Dibuat untuk semua pembelian?
2.2 Diotorisasi pejabat tertentu?
2.3 Diberi nomor urut tercetak?
2.4 Tersimpan lengkap, termasuk yang dibatalkan?
2.5 Blanko tersimpan dengan baik?
2.6 Tembusan dikirimkan kepada:
a. Bagian akuntansi untuk dicocokkan dengan laporan
penerimaan barang dan faktur?

b. Bagian penerimaan barang sebagai otorisasi untuk


menerima barang?
Apakah pembelian dikoordinasi dengan:
3.1 Program produksi?
3.2 Anggaran penjualan?
Apakah kebijaksanaan pembelian tidak dilakukan denagn
memberikan keuntungan luar biasa kepada:
4.1 Penjual tertentu?
4.2 Relasi staf pembeli atau lainnya?
4.3 Suatu perusahaan
kepentingan?
4.4 Perusahaan afiliasi?

dimana

staf

mempunyai

19

Apakah harga penawaran penjual yang terdaftar


(approved) ditinjau secara berkala, untuk memastikan
bahwa selalu merupakan harga bersaing?

Penerimaan Barang
6 Apakah terdapat bagian penerimaan barang yang terpisah
dari:
a. Bagian pembelian?
b. Bagian akuntansi?
c. Bagian pembayaran?
d. Bagian penyimpanan?
e. Bagian pencatatan persediaan?
7 Apakah barang yang diterima disertai:
a. Surat jalan atau faktur dari pemasok?
b. Surat Keterangan Pengangkut?
8

Apakah barang yang diterima diperiksa mengenai:


a.
b.
c.
d.

Kuantitas?
Keadaan?
Spesifikasi pembelian lainnya?
Kecocokan degan pesanan pembelian?

Apakah laporan penerimaan barang:


9.1 Dibuat untuk seluruh penerimaan barang?
9.2 Mencatat jumlah yang diterima berdasarkan
perhitungan yang sebenarnya?
9.3 Diberi nomor urut tercetak?
9.4 Disimpan selengkapnya, termasuk yang dibatalkan?

9.5 Blankonya disimpan dengan baik?


9.6 Tembusannya dikirim kepada:
a. Bagian akuntansi, untuk dicocokkan dengan pesanan
pembelian dan faktur?
b. Bagian pembelian, sebagai informasi bahwa pesanan
telah diterima?
10 Jika barang ditolak oleh bagian penerimaan:
10.1 Apakah dibuat surat jalan?
10.2 Apakah disimpan oleh bagian penyimpanan?
10.3 Apakah retur pembelian cukup terkontrol untuk
mengurangi jumlah utang yang dibukukan?
Faktur Pembelian
11 Apakah faktur-faktur dari pemasok diperiksa/dicocokkan
oleh staf bagian utang usaha (accounts payable clerk)
dengan:
11.1 Pesan pembelian?
20

11.2 Laporan penerimaan barang?


12 Apakah staf bagian utang usaha ini terpisah dari:
12.1 Bagian pesanan pembelian?
12.2 Bagian penerimaan barang?
13 Faktur ini secara berturut-turut harus menunjukkan hasil
persetujuan seperti:
13.1 Harga benar?
13.2 Perkalian dan pertambahan?
13.3 Beban-beban lain?
13.4
Pengurangan-pengurangan
potongan
atau
penyisihan (allowance) lainnya?
13.5 Kode atau alokasi akun yang harus dibebankan?
Pengeluaran Cek
1 Apakah semua pembayaran kecuali untuk pengisian dana
kas kecil dilakukan dengan cek?
2 Apakah semua cek yang belum digunakan, disimpan oleh
orang tertentu secara aman?
3
4

Apakah cek diguanakan menurut nomor urut?


Apakah semua cek yang dibatalkan tetap melekat pada
buku cek dan dirusak agar tidak dapat disalahgunakan?

5
6

Apakah cek dilindungi terhadap pemalsuan tulisan?


Apakah kebijakan perusahaan:
6.1 Tidak memungkinkan penandatanganan balanko cek?

6.2 Menghindari mengeluarkan cek "tunai" (tidak atas


nama)?
6.3 Tidak mengeluarkan cek mundur?
Haruskah semua cek:
7.1 Di-counter signrd?
7.2 Dilengkapi dengan bukti pendukung yang cukup bila
diajukan untuk ditandatangani?
Sebutkan batas jumlah yang dapat ditandatangani hanya
seorang:
Jumlah: Rp
Oleh:
Apakah penandatangan cek terpisah dari orang yang
menyimpan uang kas dan pemegang buku?

10 Bila digunakan stempel, apakah disimpan oleh yang


berhak menandatangani cek?
11 Apakah setiap pembayaran didukung dengan bukti
otentik yang telah diperiksa dan disetujui oleh orang
laindari yang menandatangani cek dan diparaf?

21

12 Apakah semua bukti segera distempel "LUNAS" untuk


menghindari pembayaran dua kali?
13 Apakah orang yang menyiapkan cek berbeda dengan:
13.1 Orang yang menandatangani cek?
13.2 Pembayar uang kas?
14 Bila perusahaan menerima cek mundur dari pelanggan,
apakah cek tersebut tidak pernah dibayarkan lagi kepada
pihak ketiga?
Pembelian-Pembelian Khusus
14 Apakah pembelian antarperusahaan afiliasi harganya
layak?
15 Apakah pembelian antardepartemen dalam suatu
perusahaan:
15.1 Tidak diperhitungkan laba?
15.2 Bila terdapat laba antarperusahaan laba tersebut
telah dieliminasi kembali?
Informasi Umum
16 Apakah sistem informasi termasuk:
16.1 Anggaran pembelian?
16.2 Anggaran biaya?
16.3 Perbandingan antara anggaran dengan yang
sebenarnya?
16.4 Penjelasan tertulis atas penyimpangan yang
material (penting)?
17 Apakah perhitungan rasio yang berikut secara teratur
diperiksa dan dijelaskan dengan cukup:
17.1 Persentase laba kotor dengan penjualan?
17.2 Persentase biaya penjualan dengan penjualan?
17.3 Tingkat perputaran persediaan (inventory turnover)?
18 Apakah ada prosedur yang cukup untuk menjamin
pertimbangan yang tepat dari:
18.1 Pisah batas pembelian?
18.2 Penyesuaian pendapatan dan biaya?
18.3 Laba yang tidak direalisasi pada barang?
Utang
19 Apakah terdapat buku utang?

20 Apakah daftar kreditor/utang:


20.1 Disusun secara up-to-date (bulanan/triwulan)?
22

20.2 Dicocokkan dengan saldo akun kontrol?


20.3 Secara periodik diperiksa atas saldo debet yang
ada?
21 Apakah detail dari kreditor yang lama belum dibayar
diteliti sebab-sebabnya?
22 Apakah pemegang buku akun kontrol utang terpisah dari
pemegang Buku Pembatu Utang?
23 Apakah pemasok yang banyak mutasinya mengirimkan
perincian perhitungan atau saldo secara periodik, dan
dicocokkan oleh pegawai yang tidak memegang Buku
Pembantu Utang?
A. Kelemahan-kelemahan lain yang tidak tercantum pada pernyataan di atas:
B. Catatan lain:
C. Kesimpulan penilaian (Baik, Sedang, Buruk)?
D. Revisi kesimpulan penilaian (lampirkan alasannya).
Klien
Dibuat
Diperiksa oleh:
Indeks
oleh:
Skedul:

Tanggal: Tanggal:

Periode:

2.5 Metodologi Desain Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif atas


Transaksi
Pengujian pengendalian dan pengujian sunstantif atas transaksi untuk siklus akuisisi
dan pembayarandibagi menjadi dua wilayah besar, yaitu:
Pengujian akuisisi, yang meliputi tiga dari empat fungsi bisnis, yaitu pemrosesan
pesanan pembelian, penerimaan barang dan jasa, dan pengakuan utang.
Pengujian pembayaran, yang meliputi fungsi keempat, yaitu pemrosesan dan pencatatan
pengeluaran kas.
2.6 Memahami Pengendalian Internal
Auditor mendapatkan pemahaman tentang pengendalian intenal untuk siklus akuisisi
dan pembayaran sebagai bagian dari proses prosedur penilaian resiko. Hal ini dilakukan
dengan mempelajari diagram alur klien, menelaah kuisioner pengendalian internal, dan
melakukan pengujian garis besar terhadap transaksi akuisisi dan pengeluaran kas. Prosedur
23

pemahaman pengendalian internal dalm siklus akuisisi dan pembayaran sam dengan prosedur
yang dilakukan pada siklus transaksi lainnya.
2.7 Menilai Resiko Pengendalian Terencana
Terdapat otorisasi dari pembelian, pemisahan penanganan peneriman barang dengan
fungsi lainnya, pencatatan tepat waktu dan penelaahan transaksi secara independen, dan
otorisasi pembayaran kepada vendor.
1. Mengotorisasi Pembelian
Otorisasi pembelian yang benar dapt memastikan bahwa barang dan jasa yang
diakuisisi telah diotorisasi leh perusahaan dan tidak tejadi pembelian barang yang berlebih
atau tidak perlu.
Setelah permintaan pembelian disetujui, permintaan pembelian untuk akuisisi barang
atau jasa akan dimulai. Pesanan pembelian diberikan kepada vendor unuk barang-barang
tertentu pada harga tertentu dan dikirimkan pada atau dalam jangka waktu ayang telah
ditentukan. Pesanan pembelian, biasanya dibuat menggunakan dokumen yang sifatnya legal,
merupakan penawaran untuk membeli barang atau jasa.
Perusahaan pada umumnya mendirikan departemen pembelian untuk memastikan
kualitas barang dan jasa pada harga minimal yang ditentukan. Untuk pengendalian
internalyang baik, departemen pembelian seharusnya terpisah dari pihak yang memberikan
otorisasi atas akuisisi atau penerimaan barang. Seluruh pesanan pembelian harus bernomor
urut agar lebih mudah memperhitungkan semua pesanan yang masih dalam perjalanan dan
dicatat dalam kolom dan spasi yang memadai gunameminimalkan kemungkinan penolakan
formulir saat barang dipesan.

24

2. Memisahkan Tanggung Jawab Asetdari Fungsi Lainnya


Untuk menghindari pencurian atau penyalagunaan, barang perlu dikontrol secara fisik
sejak barang diterima hinga barang tersebut digunakan atau dibuang. Personel di departemen
peneimaan harus independen (berbeda) dari personel dibagian penyimpanan dan departemen
akuntansi. Pencatatan akuntansi perlu memindahkan tanggungjawab terhadap barang setiap
kali dipindahkan, dari penerimaan ke penyimapanan, dari penyimapanan ke pabrik, dll.
3. Melakukan Pencatatan Tepat Waktu dan Penelaahan Independen atas Transaksi
Penendalian penting dalam dalam bagian utang dagang da bagian teknologi informasi
merupakan syarat bahwa penanggung jawab akuisisi tidak memiliki akses terhadap uang
tunai, surat berharga, dan aset lainnya. Dokumen dan pencatatan yang memadai, prosedur
yang benar dalm pencatatan, dan pengecekan independen atas kinerja juga merupakan
pengendalian yang diperlukan dalm fungsi utang dagang.
Pengendalian atas pengeluaran kas yyang paling penting meliputi:
Penandatanganan cek oleh personel dengan otoritas yang memadai
Pemisahan tanggung jawab atas penandatanganan cek dan perjalanan fungsi utang
dagang.
Pemeriksaan dokumen pendukung secara seksama dalam waktu cek ditandatangani
oleh personel yang menandatangani cek tesebut.
Cek harus bernomor urut untuk memudahkan dalm menghitung seluruh cek dan dicetak
di dtas kertas khusus sehinnga nama penerima dan jumlahnya susah diganti. Perusahaan
harus hati-hati dalam mengontrol cek kosong, cek ditolak, dan cek yang ditandatangani.
Perusahaan juga harus memiliki kode untuk membatalkan dokumen pendukund agr tidak
digunakan kembali untuk cek lain. Metode yang biasa dipakai adalah menuliskan nomor cek
pada dokumen pendukung cek tersebut.
4.Menentukan Lingkup Pengujian Pengendalian

25

Setelah mengidentifikasi pengendalian internal utama dan defisiensinya,mereka harus


mengidentifikasi risiko pengendalian. Auditor melakukan pengujian pengendalian untuk
mendapatkan bukti bahwa pengendalian

beroperasi secara efektif. Setelah efektivitas

pengendalian meningkat dan didukung oleh pengujian pengendalian tambahan, auditor dapt
mengurangi pengujian substantif. Tentu saja, jika klien adalah perusahaan publik, maka
auditor harus mendokumentasikan dan menguji pengendalian secara memadai agar dapat
menerbitkan opini pengendalian internal atas pelaporan keuangan.
6. Melakukan Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif atas Transaksi untuk
Pembelian
2.8PROSEDUR AUDIT ATAS SIKLUS PENGELUARAN
2.8.1 Program Audit untuk Pengujian Pengendalian terhadap Transaksi Pembelian
1.Melakukan pengamatan terhadap prosedur persetujuan atas permintaan pembelian,
orderpembelian, penerimaan barang, pembuatan bukti kas keluar. Pengamatan ini untuk
memnbuktikan:
Adanya pemisahan tiga fungsi pokok: fungsi operasi, fungsi penyimpana dan fungsi
akuntansi dalam penanganan sistem pembelian.
Setiap transaksi pembelian dilaksanakan oleh lebih dari satu unit organisasi
sehingga tercipta
adanya pengecekan intern dalm setiap transaksi tersebut.
Dalam pengamatan terhadap pelaksanaan transaksi pembelian auditor melakukan
pengamatan terhadap:
Persetujuan pada surat permintaan pembelian yang dilaksanakan oleh fungsi gudang
atau fungsi pemakai.
Persetujuan pada surat permintaan otorisasi investasi dan permintaan surat
permintaan reparasi oleh manajemen puncak.
26

Penerimaan barang yang dilaksanakan oleh fungsi penerimann barang.


Pencatatan kewajiban perusahaan kepada pemasok yang diklaksanakan oleh fungsi
utang.
2. Mengambil sampel transaksi pembelian dari register bukti kas keluar dan melakukan
pemeriksaan terhadap dokumen pendukung.
3. Memeriksa

bukti

digunakannya

formulir

bernomor

urut

tercetak

dan

pertanngungjawaban pemakaian formulir tersebut.


4. Mengambil sampel bukti kas keluar yang disetujui dan melakukan pengusutan ke
dokumen pendukung dan catatan akuntansi yang bersangkutan.
5. Memerikasa adanya pengecekan independen terhadap posting ke buku pembantu dan
jurnal.
2.8.2 Program Audit untuk Pengujian Pengendalian terhadap Transaksi Pengeluaran
Kas
1. Melakukan pengamatan terhadap prosedur pembuatan cek dan pencatatan cek ke dalam
register cek.
2. Mengambil sampel transaksi pengeluaran kas dari register cek dan melakukan
pemeriksaan terhadap dokumen pendukung.
3. Memeriksa bukti digunakannya formulir bernomor urut tercetak dan pertanggungjawaban
pemakaian formulir tersebut.
4. Mengambil sampel bukti kas keluar yang telah dibayar dan melakukan pengusutan ke
dokumen dan catatan akuntansi yang bersangkutan.
5. Memeriksa adanya pengecekan independen terhadap posting ke buku pembantuu dan
jurnal.

27

BAB III
Kesimpulan dan Saran

3.1 KESIMPULAN
Dari latar belakang dan isi makalah diatas dapatkamisimpulkan, bahwa Siklus
Pengeluaran adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang
berhubungan

dengan

pembelian

serta

pembayaran

barang

dan

jasa.

Tujuan utama dalam siklus pengeluaran adalah untuk meminimalkan biaya total memperoleh
dan memelihara persediaan, perlengkapan, dan berbagai layanan yang dibutuhkan organisasi.
Siklus pengeluaran di perlukan untuk setiap Perusahaan karena mempunyai tujuan
yakni :Tujuan system pengeluaran yaitu: 1) Menjamin barang dan jasa yang dipesan sesuai
dengan yang dibutuhkan. 2) Menerima barang dalam kondisi baik. 3) Mengamankan barang
hingga dibutuhkan. 4) Menentukan faktur yang berkaitan barang dan jasa dengan benar. 5)
Mencatat dan mengklasifikasikan pengeluaran dengan tepat. 6) Mengirimkan uang ke
pemasosk yang tepat. 7) Menjamin semua pengeluaran kas berkaitan dengan pengeluaran
yang telah diijinkan. 8) Mencatat dan mengklasifikasikan pengeluaran kas dengan tepat dan
akurat.
3.2 SARAN
Setelah membaca makalah ini, tentunya para pembaca telah mengetahui sedikit
tentang Audit Terhadap Siklus Pendapatan. Oleh karena itu untuk mengetahui lebih banyak
lagi apa yang dimaksud auditng sebaiknya kita menambah pengetahuan dalam melalui
jaringan internet atau buku-buku yang berhubungan

denganAudit Terhadap Siklus

Pengeluaran.

28

DAFTAR PUSTAKA
Agoes, Sukrisno. 2004. Auditing, Edisi Ketiga. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia
Mulyadi .2002.Auditing Edisi 6 Buku 2.Jogjakarta : Universitas Gadjah Mada
William C. Boyton,dkk. 2003. Modern Auditing. Jakarta:Erlangga

29

PENUTUP
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan
dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya ,karena
terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan
judul makalah ini
Penulis banyak berharap para pembaca memberikan kritik dan saran yang
membangun kepada penulis demi sempurna makalah ini.semoga makalah ini berguna bagi
para pembacanya.

Hormat kami,

Penyusun

30