Anda di halaman 1dari 13

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


JURUSAN MATEMATIKA
PROGRAM STUDI S1 MATEMATIKA
Sekip Utara, Gedung Jurusan Matematika, Yogyakarta - 55281

Bahan Ajar:
BAB / POKOK BAHASAN III

HOMOMORFISMA RING
Direncanakan Untuk Perkuliahan
Minggu ke-6 dan 7

PENGANTAR STRUKTUR ALJABAR II


(Semester III/3 SKS/MMM-2201)
Oleh:
Prof. Dr. Sri Wahyuni, M.S.
Dr.rer.nat. Indah Emilia Wijayanti, M.Si.
Dra. Diah Junia Eksi Palupi, M.S.
Didanai dengan dana DIPA-UGM (BOPTN)
Tahun Anggaran 2013

November 2013

BAB III
HOMOMORFISMA RING

Pada bab ini akan dijelaskan tentang homomorfisma ring, yaitu suatu pemetaan dari suatu ring R1 ke ring R2 yang bersifat mengawetkan kedua operasi biner dari
ring tersebut. Ada beberapa jenis homomorfisma terkait sifat pemetaannya, yakni
sifat injektif, surjektif, dan bijektif. Dari sebarang homomorfisma ring f : R S
dapat didefinisikan kernel (ker(f )) seperti halnya pada teori grup. Kernel dari homomorfisma ring merupakan ideal, sehingga dapat digunakan untuk membentuk
.
ring faktor R ker(f ). Pada bab ini juga akan dibahas hubungan antara ring faktor
.
R
ker(f ) dan Im(f ) yang selanjutnya dikenal dengan teorema utama homomorfisma ring.

3.1. Homomorfisma Ring: Definisi, Contoh, dan Sifat Elementer


Dari teori grup (Pengantar Struktur Aljabar I) telah dipelajari tentang homomorfisma grup. Suatu pemetaan h dari grup (G1 , 1 ) ke grup (G2 , 2 ) disebut
homomorfisma grup jika untuk setiap x, y G1 berlaku h(x 1 y) = h(x) 2 h(x).
Konsep dari pendefinisian homomorfisma grup tersebut secara analog akan diterapkan pada ring. Misal diberikan ring (R1 , +1 , 1 ) dan (R2 , +2 , 2 ) serta suatu
pemetaan f : R1 R2 . Mengingat ring merupakan grup terhadap operasi penjumlahannya, f merupakan homomorfisma grup jika untuk setiap a, b R1 berlaku
f (a +1 b) = f (a) +2 f (b). Selanjutnya, jika f merupakan homomorfisma grup
sekaligus memenuhi sifat f (r 1 s) = f (r) 2 f (s), untuk setiap r, s R1 , maka f
disebut homomorfisma ring. Secara ringkas, definisi homomorfisma ring diberikan
pada Definisi 3.1.1 di bawah ini.
Definisi 3.1.1. Diberikan ring (R1 , +1 , 1 ) dan (R2 , +2 , 2 ) serta suatu pemetaan
f : R1 R2 . Pemetaan f disebut homomorfisma ring jika
f (x +1 y) = f (x) +2 f (y) dan f (x 1 y) = f (x) 2 f (y)
untuk setiap x, y R1 .

23

Contoh 3.1.2. Berikut ini merupakan contoh-contoh homomorfisma ring.


(1). Diberikan ring

a b

| a, b, c Z
T22 (Z) =

0 c
terhadap operasi penjumlahan dan perkalian

matriks. Didefinisikan pemetaan


a b
T22 (Z),
f : T22 (Z) Z, yaitu untuk setiap
0 c

a b
= a.
f
0 c

Mudah ditunjukkan bahwa pemetaan f merupakan homomorfisma ring.


(2). Diberikan ring (Z, +, ). Misal diambil ideal 6Z dari ring Z, sehingga dapat
dibentuk ring faktor
 .

Z
6Z = {0 + 6Z, 1 + 6Z, , 5 + 6Z} = {0, 1, , 5}, +, .
.
Didefinisikan pemetaan h : Z Z 6Z, yaitu h(n) = n, untuk setiap n Z.
Mudah ditunjukkan bahwa untuk setiap n1 , n2 Z berlaku

h(n1 + n2 ) = h(n1 )+h(n2 ) dan h(n1 n2 ) = h(n1 )h(n2 ).


Oleh karena itu, h merupakan homomorfisma ring.

a b

| a, b R . Himpunan R terhadap operasi pen(3). Misalkan R =


b a

jumlahan dan perkaliam matriks merupakan ring (buktikan sebagai latihan!).


Didefinisikan pemetaan dari ring C ke ring R, yaitu

a b
,
(a + bi) =
b a
untuk setiap a + bi C. Mudah ditunjukkan bahwa pemetaan merupakan
homomorfisma ring.
Ada beberapa jenis homomorfisma terkait dengan sifat pemetaannya. Suatu
homomorfisma f dari ring R1 ke ring R2 disebut:

24

(i). monomorfisma jika f merupakan pemetaan injektif,


(ii). epimorfisma jika f merupakan pemetaan surjektif, dan
(iii). isomorfisma jika f merupakan pemetaan bijektif.
Dua ring R1 dan R2 dikatakan isomorfis, dinotasikan R1
= R2 , jika terdapat suatu
isomorfisma dari R1 ke R2 . Selanjutnya, khusus untuk isomorfisma dari ring R1 ke
R1 disebut automorfisma.
Contoh 3.1.3. Berikut ini diberikan beberapa contoh terkait jenis-jenis homomorfisma.
1. Diperhatikan kembali homomorfisma f : T22 (Z) Z pada Contoh 3.1.2 (1).
Untuk setiap a Z, dapat ditemukan matriks

a 1
T22 (Z)
A=
0 1
sedemikian sehingga f (A) = a. Dengan demikian f bersifat surjektif, sehingga
homomorfisma f merupakan epimorfisma dari ring T22 (Z) ke Z. Perhatikan
bahwa untuk

2 1
2 3
,Q =
T22 (Z)
P =
0 1
0 3
diperoleh f (P ) = 2 dan f (Q) = 2. Dengan demikian homomorfisma f tidak
bersifat injektif, sehingga f bukan monomorfisma ring.
2. Diberikan homomorfisma h dari ring Z ke ring M22 (Z) dengan definisi

z 0
,
h (z) =
0 0
untuk setiap z Z. Diambil sebarang a, b Z dengan h(a) = h(b). Perhatikan
bahwa

a 0
b 0

= h(a) = h(b) =
.
0 0
0 0

25

Dari kesamaan dua matriks, berakibat a = b. Dengan demikian diperoleh kesimpulan homomorfisma h bersifat injektif, sehingga h merupakan monomorfisma
dari ring Z ke ring M22 (Z). Perhatikan bahwa terdapat

1 0
M22 (Z)
I2 =
0 1
sedemikian sehingga untuk setiap z Z, h(z) 6= I2 . Dengan demikian homomorfisma h tidak bersifat surjektif, sehingga h bukan epimorfisma ring.
3. Diperhatikan kembali homomorfisma : C R pada Contoh 3.1.2 (3). Diambil sebarang a + bi, x + yi C sedemikian sehingga (a + bi) = (x + yi).
Karena (a + bi) = (x + yi), diperoleh

a b
x y

b a
y x
dan berakibat a = x dan b = y. Dengan demikian
a +bi = x + yi, yang berarti

r s
R, berarti r, s R.
bersifat injektif. Diambil sebarang A =
s r
Dibentuk c = r + si, maka jelas bahwa c C. Selanjutnya diperhatikan bahwa
(c) = (r +si) = A. Oleh karena itu, bersifat surjektif. Jadi, homomorfisma
bersifat bijektif, sehingga merupakan isomorfisma dari ring C ke ring R.
Akibatnya, ring C isomorfis dengan ring R dan dapat ditulis dengan C
= R.
Berikut ini merupakan sifat-sifat elementer dari homomorfisma ring.

Teorema 3.1.4. Diberikan homomorfisma f dari ring R1 ke ring R2 . Sifat-sifat


berikut ini berlaku.
(i). f (0R1 ) = 0R2 .

(0R1 := elemen nol di R1 dan 0R2 := elemen nol di R2 )

(ii). f (r) = f (r) untuk setiap r R.


Misalkan R1 mempunyai elemen satuan 1R1 dan f bersifat surjektif.
(iv). R2 mempunyai elemen satuan, yaitu f (1R1 ).

26

(v). Jika r R1 mempunyai invers terhadap perkalian di R1 , maka f (r) juga


mempunyai invers terhadap perkalian di R2 , yaitu
(f (r))1 = f (r1 ).


Bukti. (sebagai latihan)

Misal diberikan sebarang homomorfisma ring f : R R0 . Karena f


merupakan pemetaan R ke R0 , maka image dari f , yaitu
Im(f ) = {f (r) | r R},
merupakan himpunan bagian tak kosong dari R0 . Pertanyaan yang muncul adalah
apakah Im(f ) merupakan subring atau ideal dari R0 .
Teorema 3.1.5. Diberikan sebarang homomorfisma ring f : R R0 . Berlaku
sifat-sifat berikut:
(i). Im(f ) merupakan subring dari R0 ,
(ii). Jika R adalah ring komutatif, maka Im(f ) merupakan ring komutatif.


Bukti. (sebagai latihan)


(Sebagai latihan, cek bahwa Im(f ) belum tentu merupakan ideal dari R0 !)

Seperti pada teori grup, untuk sebarang homomorfisma ring dapat didefinisikan kernel.
Definisi 3.1.6. Diberikan homomorfisma f dari ring R1 ke ring R2 . Kernel dari f ,
dinotasikan ker(f ), didefinisikan sebagai himpunan
ker(f ) = {a R1 | f (a) = 0R2 }.
Contoh 3.1.7. Perhatikan kembali homomorfisma ring f dan h pada Contoh 3.1.2.
Perhatikan bahwa

a
ker(f ) =
0

a
=
0

0
=
0

b
a b
T22 (Z) | f (
) = 0

c
0 c

b
T22 (Z) | a = 0

b
| b, c Z

27

dan
ker(h) = {n Z | h(n = 0)}
= {n Z | n = n}
= {n Z | n + 6Z = 0 + 6Z}
= {n Z | n 0 6Z}
= {n Z | n 6Z}
= 6Z.

Dari definisi kernel, jelas bahwa ker(f ) R1 . Berdasarkan Teorema 3.1.4,


mudah dipahami bahwa 0R1 ker(f ) sehingga ker(f ) 6= . Muncul pertanyaan
apakah ker(f ) merupakan ideal dari R1 atau hanya merupakan subring saja. Perhatikan Teorema 3.1.8 di bawah ini.
Teorema 3.1.8. Jika f adalah homomorfisma ring dari ring R1 ke ring R2 , maka
ker(f ) merupakan ideal dari R1 .
Bukti. Jelas bahwa ker(f ) 6= , sebab 0R1 ker(f ). Tinggal ditunjukkan bahwa
untuk setiap x, y ker(f ) dan r R berlaku a b ker(f ), ra ker(f ), dan
ar ker(f ). (sebagai latihan)

Diperhatikan kembali homomorfisma ring f pada Contoh 3.1.2 (2). Homomorfisma ring f tersebut merupakan contoh homomorfisma dari ring Z ke suatu
ring faktornya. Secara umum, untuk sebarang ring R dan sebarang ring faktornya,
.
.
katakan R I , ternyata selalu dapat dibentuk suatu homomorfisma : R R I .
Lemma 3.1.9. Diberikan sebarang ring R dan ideal I dari R. Dibentuk ring faktor
.
.
R dan didefinisikan pengaitan : R R , yaitu untuk setiap r R,
I
I
(r) = r + I.
Pernyataan-pernyataan berikut ini berlaku:
(i). merupakan homomorfisma ring,
(Homomorfisma disebut homomorfisma natural.)

28

(ii). bersifat surjektif, dan


(iii). ker() = I.


Bukti. (sebagai latihan)

.
Untuk sebarang ideal I dari ring R dapat dibentuk ring faktor R I . Misal diberikan sebarang subring S dari R yang memuat I. Oleh karena itu, I juga
.
merupakan ideal dari S, dan berakibat dapat dibentuk juga ring faktor S I . Mudah
.
.
dipahami bahwa ring faktor S I merupakan subring dari R I . Teorema di bawah ini
menjelaskan adanya korespondensi satu-satu antara himpunan semua subring dari
.
R yang memuat I dan himpunan semua subring dari R I .

Teorema 3.1.10. Diberikan sebarang ring R. Jika I adalah ideal dari R, maka terdapat korespondensi satu-satu antara himpunan semua subring dari R yang
.
memuat I dan himpunan semua subring dari R I .
Bukti. Misalkan
A = {S | S adalah subring dari R, I S}
dan
 .
.
.
K
R
K
B=
I | I adalah subring dari I .
Didefinisikan pengaitan f : A B, yaitu untuk setiap S A,
.
f (S) = S I = Im(|S ),
.
S
dengan adalah homomorfisma natural dari S ke I . Mudah ditunjukkan bahwa
f merupakan pemetaan (sebagai latihan). Selanjutnya harus ditunjukkan bahwa
f bersifat injektif (sebagai latihan). Langkah terakhir harus ditunjukkan bahwa f
bersifat surjektif. Diambil sebarang T B. Mudah dipahami bahwa 1 (T ) A
dan f ( 1 (T )) = T , sehingga f bersifat surjektif. Oleh karena itu, f merupakan
korespondensi satu-satu antara A dan B.

Misal diberikan homomorfisma ring f : R1 R2 . Telah kita ketahui


bahwa ker(f ) merupakan ideal dari R1 . Oleh karena itu dapat dibentuk ring faktor
.
.
R
R
.
Pada
subbab
selanjutnya
akan
dibahas
hubungan
antara
ker(f )
ker(f ) dan
Im(f ).

29

3.2. Teorema Utama Homomorfisma Ring dan Aplikasinya


.
Berikut ini merupakan teorema yang menjelaskan hubungan antara R ker(f )
dan Im(f ). Teorema ini dikenal dengan Teorema Utama Homomorfisma Ring

(TUHR).
Teorema 3.2.1. Jika f adalah homomorfisma dari ring R1 ke ring R2 , maka
.
R

ker(f ) = Im(R1 ).
.
Bukti. Akan ditunjukkan terdapat suatu homomorfisma ring dari R ker(f ) ke Im(f ).
.
Dibentuk pengaitan : R ker(f ) Im(f ), yaitu untuk setiap r + ker(f )
.
R
ker(f ). Harus ditunjukkan: (sebagai latihan)

(a). merupakan pemetaan,


(b). merupakan homomorfisma ring,
(c). bersifat injektif, dan
(d). bersifat surjektif.

Selanjutnya akan diberikan aplikasi dari Teorema Utama Homomorfisma
Ring. Misal I dan J masing-masing merupakan ideal dari ring R. Dari pembahasan
bab sebelumnya, diperoleh I J dan I + J masing-masing merupakan ideal di R.
Mudah dipahami bahwa I J I dan J I + J, sehingga I J merupakan ideal
dari I dan J merupakan ideal dari I + J. Akibatnya, dapat dibentuk ring faktor
.
.
I
(I + J) . Dengan memanfaatkan TUHR dapat ditunjukkan bahwa
dan
(I J)
J
kedua ring faktor tersebut isomorfis. Perhatikan teorema di bawah ini.
Teorema 3.2.2. Diberikan sebarang ring R. Jika I dan J masing-masing merupakan ideal dari R, maka
.
.
I
(I + J) .

=
(I J)
J

30

Bukti. Untuk membuktikan teorema ini dapat memanfaatkan TUHR, yaitu cukup
.
ditunjukkan terdapat suatu homomorfisma f : I (I + J) J yang memenuhi
sifat:
a). ker(f ) = I J
.
b). Im(f ) = (I + J) J .
.
(I
+
J)
Dibentuk pengaitan f : I
J , yaitu untuk setiap a I, f (a) = a + J.
Harus ditunjukkan: (sebagai latihan)

(i). f merupakan pemetaan,


(ii). f merupakan homomorfisma ring,
(iii). ker(f ) = I J
.
(iv). Im(f ) = (I + J) J .


Untuk aplikasi selanjunya, misalkan I dan J masing-masing merupakan ideal dari ring R dengan J I. Dari kedua ideal tersebut dapat dibentuk beberapa ring
faktor:
.
R
(i).
I = {r = r + I | r R},
.
(ii). R J = {r = r + J | r R}, dan
.
(iii). I J = {r = r + J | r I}.
.
.
.
I
R
I
Mengingat I R, diperoleh J J . Dapat ditunjukkan bahwa J merupakan
.
R
ideal dari J (sebagai latihan). Oleh karena itu, terbentuk ring faktor


. .
.
.
(R J ) I. = r = r + I | r R
( J)
J
J .

31

Teorema 3.2.3. Diberikan sebarang ring R. Jika I dan J masing-masing merupakan ideal dari R dengan I J, maka
. .
.
R
( J ) I.
R
( J) = I.
Bukti. Untuk membuktikan teorema ini dapat memanfaatkan TUHR, yaitu cukup
.
.
R
R
ditunjukkan terdapat suatu homomorfisma f : J I yang memenuhi sifat:
.
a). ker(f ) = I J
.
b). Im(f ) = R I .
.
.
Dibentuk pengaitan f : R J R I dengan definisi

f (r + J) = r + I,
.
untuk setiap r = r + J R J . Harus ditunjukkan: (sebagai latihan)

(i). f merupakan pemetaan,


(ii). f merupakan homomorfisma ring,
.
(iii). ker(f ) = I J . dan
.
(iv). Im(f ) = R I .

3.3. Latihan
Kerjakan soal-soal latihan berikut ini.
1. Selidiki apakah pemetaan-pemetaan berikut ini merupakan homomorfisma
ring. Jika pemetaan tersebut merupakan homomorfisma, maka selidiki juga
apakah merupakan isomorfisma.
(a). Didefinisikan pemetaan f dari ring Z ke ring 5Z dengan definisi untuk
setiap n Z, f (n) = 5n.

32

(b). Diberikan ring (Z, +, ) dan ring (Z, +0 , 0 ) dengan x +0 y = x + y 1


dan x 0 y = x + y xy, untuk setiap x, y Z. Didefinisikan pemetaan
f dari (Z, +, ) ke (Z, +0 , 0 ), yaitu untuk setiap n Z, f (n) = 1 n.
(c). Diberikan pemetaan dari ring matriks M2 (Z) ke Z dengan definisi untuk
setiap A M2 (Z), f (A) = det(A).
(d). Diberikan ring (Z, +, ) dan didefinisikan pemetaan f : Z Z, yaitu
untuk setiap n Z, f (n) = 3n.
.
.
Z
Z
(e). Diberikan pemetaan f dari ring faktor 8Z dan 4Z dengan definisi
.
Z
untuk setiap z + 8Z 8Z, f (z + 8Z) = z + 4Z.

2. Diberikan ring Z Z = {(m, n) | m, n Z} terhadap operasi yang didefinisikan


(m1 , n1 ) +0 (m2 , n2 ) = (m1 + m2 , n1 + n2 )
dan
(m1 , n1 ) 0 (m2 , n2 ) = (m1 m2 , n1 n2 ),
untuk setiap (m1 , n1 ), (m2 , n2 ) Z Z. Diberikan juga ring

a b

| a, b, c Z
T22 (Z) =
0 c

terhadap operasi penjumlahan dan perkalian matriks. Buktikan bahwa pemetaan


: T22 (Z) Z Z

a b

(a, c)
0 c
merupakan epimorfisma dan carilah kernel dari !
3. Buktikan ring 2Z tidak isomorfis dengan ring 3Z !
4. Buktikan bahwa hanya ada dua homomorfisma dari ring Z ke ring Z!
5. Buktikan bahwa pemetaan f : Z Z dengan definisi f (n) = 3n merupakan homomorfisma grup, tetapi bukan homomorfisma ring!

33

6. Misalkan f : R S adalah homomorfisma ring dan T adalah suatu subring


dari S. Buktikan bahwa himpunan {r R | f (r) T } merupakan subring
di R !
7. Jika g : R S dan f : S T masing-maasing adalah homomorfisma
ring, maka buktikan bahwa f g : R T merupakan suatu homomorfisma
ring! Selanjutnya, jika f dan g masing-masing adalah isomorfisma ring, maka
buktikan bahwa f g juga merupakan suatu isomorfisma ring!
8. Misalkan : R R0 adalah homomorfisma ring dan a R, a0 R0
sedemikian sehingga (a) = a0 . Buktikan bahwa
{x R | (x) = a0 } = a + ker() !
9. Misalkan f adalah suatu homomorfisma dari ring R ke ring R0 . Buktikan
pernyataan-pernyataan berikut ini benar!
(a). Jika I adalah ideal dari R, maka f (I) = {f (x) | x I} merupakan
ideal dari R0 .
(b). Jika I 0 adalah ideal dari R0 , maka f 1 (I 0 ) = {a R | f (a) I 0 }
merupakan ideal dari R0 dan ker(f ) f 1 (I 0 ).
(c). Jika R adalah ring komutatif, I dan J masing-masing adalah ideal dari
R, maka f (I + J) = f (I) + f (J) dan f (IJ) = f (I)f (J).
10. Diperhatikan kembali ring R1 R2 pada soal Subbab 1.4. no. 3. Misalkan
R = R1 R2 , I = {(r, 0R2 ) | r R1 }, dan J = {(0R1 , s) | s R2 }.
(a). Buktikan I dan J masing-masing merupakan ideal di R !
.
.
(b). Buktikan R I
= R2 dan R J
= R1 !

34