Anda di halaman 1dari 20

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

Tanggap Letusan Berapi Dengan Kubah (TESPEK)

BIDANG KEGIATAN:
PKM GAGASAN TERTULIS

Diusulkan oleh:
Sondang Feranika Tampubolon

(260110110031/2011)

Yulianti Lestari

(260110110033/2011)

Fevi Oktaviani Marhamah

(260110110034/2011)

Khrisnayati Aprilia

(260110110037/2011)

Sulistya Ningsih

(260110110039/2011)

UNIVERSITAS PADJADJARAN
SUMEDANG
2014

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN SAMPUL ..........................................................................

HALAMAN PENGESAHAN ...............................................................

DAFTAR ISI ..........................................................................................

RINGKASAN ........................................................................................

PENDAHULUAN .................................................................................

GAGASAN ............................................................................................

KESIMPULAN ......................................................................................

12

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................

13

LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota ...................................

14

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Penyusun dan Pembagian


Tugas ......................................................................

19

Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Tim ..................................

20

RINGKASAN
Dalam kurun waktu satu tahun belakangan ini terjadi dua kali erupsi gunung
berapi di Indonesia. Belum lagi fakta bahwa beberapa gunung berapi lainnya juga
sedang berada di status waspada yang kapan saja bisa berubah menjadi siaga
bahkan awas. Letusan gunung api yang bisa terjadi kapanpun ini selalu
mengancam keselamatan jiwa penduduk yang tinggal disekitar pegunungan
karena proses evakuasi yang membutuhkan waktu yang cukup lama. Belum lagi
ancaman gangguan kesehatan bagi yang tinggal di posko pengungsian. Tujuan
gagasan ini dibuat adalah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat
disekitar gunung berapi yang masih dalam jangkauan terkena lahar maupun
material vulkanik lainnya dalam bentuk kubah besar yang menutupi daerah
tersebut, yang dapat dioperasikan dari jarak jauh. Sehingga ketika gunung tersebut
erupsi, maka tidak lagi diperlukan proses evakuasi yang memakan waktu lama
dan tidak akan memakan korban jiwa serta kerugian materil lainnya. Namun tidak
hanya sebatas ide untuk mengatasi bencana gunung meletus, tetapi prosesnya
akan terus berlanjut hingga kubah dapat dibuat dari bahan yang tahan terhadap
panas lahar dan beban material vulkanik sehingga dapat digunakan dalam tanggap
bencana gunung meletus. Metode pelaksanaan gagasan ini meliputi penelitian
bahan bangunan yang digunakan untuk membuat kubah, pembuatan sistem
operasi untuk membuat kubah dapat ditutup dan dibuka dengan pengoperasian
jarak jauh, pembuatan kubah skala laboratorium, pembuatan kubah skala besar
untuk desa percontohan yaitu Desa Clekathakan Kecamatan Pulosari PemalangJawa Tengah, sosialisasi kepada pemerintah dan masyarakat tentang kelebihan
menggunakan kubah sebagai tanggap bencana gunung berapi, serta pembuatan
kubah untuk desa-desa di sekitar gunung berapi di seluruh wilayah Indonesia
sehingga kerugian akibat gunung meletus berkurang. Dalam gagasan ini, kubah
akan dibuat dua bagian dimana bentuknya menjadi seperempat lingkaran sehingga
memudahkan dalam membuka dan menutup. Pada saat tidak diperlukan kubah
dapat dibuka dengan pengoperasian jarak jauh, yang programnya dirancang
khusus, sehingga kubah akan masuk ke tempatnya yang dibuat kedalam tanah
yang berada dibatas luar daerah yang dilindungi. Program yang dirancang khusus
untuk membuka dan menutup kubah harus dipastikan dapat bekerja cepat dan
mudah dalam pengoperasiannya sehingga tidak membutuhkan pelatihan khusus
untuk operator. Bahan yang direkomendasikan untuk kubah ini adalah baja dan
wolfram karena tahan terhadap panas yang sangat tinggi. Selain itu wolfram juga
belum banyak diberdayakan sehingga ketersediaannya masih berlimpah. Jadi
dapat disimpulkan bahwa dengan kubah ini proses tanggap bencana gunung
berapi lebih mudah dan tidak memakan waktu yang lama. Kerugian-kerugian
akibat letusan gunung berapi pun dapat diminimalisir baik itu materil maupun
nonmateril.

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Indonesia merupakan wilayah dengan ancaman bencana alam yang
memiliki intensitas yang cukup tinggi. Banyaknya gunung aktif serta bentuknya
yang berupa negara kepulauan adalah sebagian faktor yang mempengaruhi
seringnya terjadi bencana di Indonesia. Tercatat sebanyak 17 bencana tsunami
besar di Indonesia selama hampir satu abad yang menewaskan beribu-ribu orang.
Kemudian disusul gempa bumi dan bencana gunung berapi yang akhir-akhir ini
menjadi kekhawatiran masyarakat, mulai dari letusan Gunung Sinabung yang
terjadi tahun 2013, lalu disusul lagi erupsi Gunung Kelud tahun 2014, dan belum
lagi gunung-gunung berapi yang statusnya waspada diakibatkan aktivitas gunung
berapi sebelumnya. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana
(BNPB) tahun 2008, ternyata 110 dari 456 kabupaten/kota di Indonesia termasuk
berkerawanan tinggi gunung api, hampir 25 persen daerah kabupaten/kota di
negara ini dalam situasi dan kondisi terancam aktivitas gunung api (Tim Redaksi
Buletin Penata Ruang, 2011).
Beberapa gunung api terkenal karena letusannya, misalnya Krakatau yang
letusannya berdampak secara global pada tahun 1883. Gunung berapi di Indonesia
merupakan bagian dari Cincin Api Pasifik yang teraktif di antara tempat lainnya.
150 gunung berapi yang masih aktif di Indonesia dikelompokkan menjadi enam
wilayah geografis, empat di antaranya memiliki gunung berapi dalam barisan
Busur Sunda. Dua wilayah lainnya mencakup gunung berapi di Halmahera,
termasuk pulau-pulau vulkanik di sekitarnya, serta gunung berapi di Sulawesi dan
Kepulauan Sangihe. Wilayah terakhir berada dalam satu busur vulkan dengan
gunung berapi Filipina (Neumann, 1951).
Gunung berapi yang paling aktif adalah Kelud dan Merapi di Pulau Jawa.
Sejak tahun 1000 M, Kelud telah meletus lebih dari 30 kali, dengan letusan
terbesar berkekuatan lima dalam Volcanic Explosivity Index (VEI), sedangkan
Merapi telah meletus lebih dari 80 kali. (Wijaya, 2014).
Aktivitas vulkanik yang sangat tinggi dari letusan gunung berapi
menimbulkan banyaknya korban jiwa yang berjatuhan, hancur dan rusaknya aset

penghidupan warga. Sulitnya medan yang ditempuh oleh tenaga bantuan terutama
tenaga medis menyebabkan lamanya proses evakuasi terhadap warga terutama
yang berada dalam radius dekat gunung berapi yang menjadi salah satu penyebab
terbesar banyaknya berjatuhan korban.

Tujuan
Tujuan gagasan ini dibuat adalah untuk memberikan perlindungan kepada
masyarakat disekitar gunung berapi yang masih dalam jangkauan terkena lahar
maupun material vulkanik lainnya dalam bentuk kubah besar yang menutupi
daerah tersebut, yang dapat dioperasikan dari jarak jauh.

Manfaat
Manfaat yang ingin dicapai dari gagasan pembuatan kubah ini adalah :
1. Mengurangi jumlah korban jiwa
2. Mengurangi jumlah kerugian secara materil
3. Mempercepat dan mempermudah proses tanggap bencana
4. Memberi kenyamanan dan rasa aman pada masyarakat sekitar gunung berapi

GAGASAN

Kondisi gunung berapi saat ini


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa
sedikitnya terdapat 19 gunung berapi di Indonesia yang saat ini berstatus waspada.
Apabila terjadi kenaikan level ancaman menjadi siaga dan bahkan siaga maka
mungkin saja akan terjadi letusan gunung berapi. Setiap gunung api memiliki
karakteristik tersendiri jika ditinjau dari jenis muntahan atau produk yang
dihasilkannya ketika terjadi erupsi. Apapun jenis produk atau muntahan dari
letusan gunung berapi tersebut tetap membawa bencana bagi kehidupan baik itu
memilik risiko merusak atau bahkan mematikan (Puspitasari, 2014).

Solusi yang Pernah Ditawarkan


Ada beberapa solusi yang telah diterapkan oleh pemerintah, seperti:
1. Peringatan Status Gunung Berapi
Selama ini pemerintah memberikan peringatan akan terjadinya letusan
gunung berapi dalam beberapa level bahaya yaitu normal, waspada, siaga, dan
awas.
2. Evakuasi
Untuk saat ini, cara evakuasi merupakan cara utama yang dilakukan
pemerintah untuk menyelamatkan warga dari letusan gunung berapi. Cara ini
membutuhkan waktu yang lama, tenaga relawan dan kendaraan evakuasi yang
banyak, serta kesigapan tim evakuasi dalam menyelamatkan warga.

Gagasan Baru yang Diajukan


Dari beberapa solusi yang diterapkan oleh pemerintah, terdapat beberapa
kelemahan seperti proses evakuasi yang memerlukan waktu cukup lama serta
membutuhkan sumber daya manusia yang memadai. Kelemahan ini bisa diatasi
dengan membuat suatu sistem perlindungan yang efektif dan efisien saat terjadi
ancaman letusan gunung berapi. Sistem perlindungan ini berbentuk kubah besar
yang terbuat dari baja dan wolfram yang melingkupi seluruh daerah sekitar
gunung berapi. Bahan-bahan ini dipilih karena memenuhi kriteria yang

dibutuhkan seperti wolfram yang tahan panas hingga suhu 3410C (Oxtoby, et al.,
2001), walaupun memiliki sifat yang rapuh pada temperatur ruangan namun sifat
ini dapat diatasi dengan bahan yang memiliki sifat ketahanan, kekerasan, dan
kekuatan yang sangat besar, seperti baja. Selain itu baja juga merupakan bahan
yang mudah dibentuk sehingga dapat memudahkan pembuatan kubah yang
berbangun 3 dimensi setengah lingkaran dan juga baja merupakan bahan yang
ringan sehingga diharapkan dapat mempermudah jalanannya sistem operasi buka
tutup kubah yang mengadopsi sistem kerja atap stadiun bola yang ada di Jepang.
Pada sistem buka tutup kubah ini akan bekerja saat adanya kenaikan status
peringatan gunung berapi sehingga operator akan menjalankan program yang
dapat membuat kubah tertutup. Pengoprasian buka-tutup kubah ini dilakukan di
pos BMKG dengan hanya menekah suatu tombol yang otomatis akan membuka
atau menutup kubah.

Gambar 1. Daerah Di Kaki Gunung Berapi

Gambar 2. Konstruksi Kubah

Gambar 3. Daerah Di Kaki Gunung Berapi yang Dilindungi oleh Kubah


Maka dari itu kubah ini diaplikasikan terhadap daerah-daerah yang
memiliki jarak kurang dari 10 KM dari gunung berapi, dimana daerah ini
merupakan daerah yang rawan terkena lahar panas dan erupsi material vulkanik

gunung meletus serta jauh dari jangkauan tim evakuasi. Sehingga dengan adanya
kubah, proses evakuasi tidak perlu dilakukan dan dapat mengurangi korban jiwa
serta kerugian materil akibat letusan gunung berapi.
Pihak-Pihak yang Dapat Membantu Mengimplementasikan Gagasan
Beberapa pihak yang membantu dalam implementasi gagasan:
1. Mahasiswa
Dalam hal ini mahasiswa berperan sebagai pencetus ide dengan
tujuan memberikan informasi dalam membuat kubah yang dapat
melindungi desa disekitar gunung berapi pada saat terjadi letusan.
2. Dosen
Dosen merupakan pihak yang sangat penting dalam implementasi
gagasan ini, yaitu sebagai kontrol ide mengenai prospektifitas teknologi
dan arsitektur yang diterapkan untuk membuat kubah yang tahan terhadap
segala bentuk material yang dikeluarkan oleh gunung berapi sebagai solusi
dari penanganan bencana gunung meletus.
3. Pemerintah
Pemerintah berperan penting dalam tumbuh kembangnya gagasan
ini baik dari pencetus ide gagasan maupun masyarakat, baik dari segi
materi, fasilitas, kebijakan pemerintahan maupun dukungan secara khusus
untuk mencapai hasil yang maksimal.
4. Arsitek
Arsitek berperan dalam merancang dan memilih material yang
dibutuhkan dalam membuat kubah sehingga sesuai dengan tujuan dari
gagasan yaitu mengatasi bencana gunung meletus.
5.

Sistem analisis
Sistem

analisis

berperan

menganalisa

sistem

yang

akan

diimplementasikan, mulai dari menganalisa sistem yang ada, kelebihan


dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain sistem yang akan
dikembangkan sehingga kubah dapat membuka dan menutup sesuai
kebutuhan dengan mudah.
6. Programer

Programer berperan mengimplementasikan rancangan sistem


analisis, yaitu membuat program (baik aplikasi maupun sistem operasi)
sesuai sistem yang dianalisa sebelumnya.
7. Operator
Operator bertugas mengoperasikan program yang telah dibuat
sehingga kubah dapat membuka dan menutup sesuai kebutuhan.
8. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
BMKG berperan memberikan informasi mengenai informasi
mengenai status dari gunung berapi tersebut sehingga operator dapat
mengetahui waktu untuk menutup kubah dan membukannya kembali.
Langkah-langkah Strategis yang Harus Dilakukan
Dalam gagasan tertulis ini tidak hanya sebatas ide untuk mengatasi
bencana gunung meletus, tetapi prosesnya akan terus berlanjut hingga kubah
dapat dibuat dari bahan yang tahan terhadap panas lahar dan beban material
vulkanik sehingga dapat digunakan dalam tanggap bencana gunung meletus.
Langkah-langkah stategis yang harus dilakukan adalah :
1. Penelitian bahan bangunan yang digunakan untuk membuat kubah berupa
bahan-bahan yang tahan panas lahar gunung berapi dengan suhu 700C
1000C serta kokoh dan kuat, seperti bahan yang direkomendasikan yaitu
baja dan wolfram.
2. Pembuatan sistem operasi untuk membuat kubah dapat ditutup dan dibuka
dengan pengoperasian jarak jauh yang berlokasi di pos BMKG ditiap
daerah yang memiliki gunung berapi.
3. Pembuatan kubah dalam skala laboratorium yang dimaksudkan untuk
membuktikan kinerja kubah beserta sistemnya.
4. Pembuatan kubah skala besar dengan mengaplikasikan pengujian yang
telah dilakukan untuk desa percontohan yaitu Desa Clekathakan
Kecamatan Pulosari Pemalang - Jawa Tengah. Desa ini dipilih karena
paling dekat dengan Gunung Slamet yang mempunyai risiko dampak
kerusakan paling besar akibat letusan gunung.

10

5. Sosialisasi kepada pemerintah dan masyarakat mengenai kubah sebagai


pelindung dari erupsi gunung meletus.
6. Pembuatan kubah skala besar untuk desa-desa di sekitar gunung berapi di
seluruh wilayah Indonesia sebagai aplikasi dari hasil desa percontohan.
Pembuatan kubah skala

Pembuatan

laboratorium

operasi

sistem

Pengujian skala
laboratorium
Pembuatan

daerah

percontohan kubah
Sosialisasi

Pemerintah

Masyarakat

Pembuatan kubah untuk desadesa disekitar gunung berapi


di seluruh wilayah Indonesia

Kerugian

akibat

bencana

gunung meletus berkurang


Gambar 4. Diagram alir tahapan untuk mencapai tujuan yang diharapkan

11

KESIMPULAN
Solusi efektif dalam menangani bencana gunung meletus adalah dengan
membuat kubah tahan panas lahar dan berat material vulkanik yang melindungi
desa di sekitar gunung berapi dengan pengoperasian jarak jauh. Maka dari itu
harus dilakukan penelitian bahan bangunan yang dapat digunakan, pembuatan
kubah, pembuatan program yang dapat membuat kubah menutup dan membuka
dengan pengoperasian jarak jauh, pengujian hingga sosialisasi kepada masyarakat
dan pemerintah sehingga kerugian dari bencana tersebut dapat berkurang. Dengan
demikian, hasil dari gagasan pembuatan kubah ini dapat mengurangi jumlah
korban jiwa, mengurangi jumlah kerugian secara materil, mempercepat dan
mempermudah proses tanggap bencana letusan gunung berapi, serta memberi
kenyamanan dan rasa aman pada masyarakat sekitar gunung berapi.
Berdasarkan uraian tersebut, diharapkan gagasan tertulis ini dikembangkan
sehingga dapat menyelesaikan masalah yang ditimbulkan oleh bencana gunung
meletus.

12

DAFTAR PUSTAKA
Neumann, M Van Padang. 1951. "Indonesia". Catalog of Active Volcanoes of the
World and Solfatara Fields: 1271, 1, Rome: IAVCEI.
Oxtoby, D., et al. 2001. Prinsip-Prinsip Kimia Modern Edisi Keempat Jilid 1.
Jakarta : Erlangga
Puspitasari,

W.

2014.

Available

online

at

http://www.antaranews.com/berita/417124/saat-19-gunung-api-berstatuswaspada [Diakses pada tanggal 20 Maret 2014]


Tim Redaksi Buletin Penata Ruang. 2011. Posisi Indonesia dan Kerentanan
Terhadap

Bencana.

Available

online

at

http://bulletin.penataanruang.net/index.asp?mod=_fullart&idart=329
[Diakses pada tanggal 20 Maret 2014]
Wijaya. 2014. Letusan Gunung Kelud Dari Masa ke Masa. Available online at
http://www.belantaraindonesia.org/2014/02/letusan-gunung-kelud-darimasa-ke-masa.html [Diakses pada tanggal 20 Maret 2014]

13

LAMPIRAN 1
BIODATA KETUA DAN ANGGOTA
A. Identitas Diri
1.

Nama Lengkap

Sondang Feranika Tampubolon

2.

Jenis Kelamin

3.

Program Studi

Farmasi

4.

NIM

260110110031

5.

Tempat dan Tanggal Lahir

Kotabumi, 22 Februari 1993

6.

E-mail

sondangferanika@yahoo.co.id

7.

Nomor Telepon/HP

081272700462

B. Riwayat Pendidikan

Nama Institusi

SD

SMP

SMA

SD Xaverius

SMPN 7

SMAN 2

Kotabumi

B.Lampung

Jurusan

IPA

Tahun Masuk-Lulus

1999-2005

2005-2008

2008-2011

C. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir


No.

Jenis Penghargaan

Institusi

Pemberi Tahun

Penghargaan
1.

Peringkat 7 Olimpiade

Dinas

Matematika Tk. Kabupaten

dan

Pendidikan
Kebudayaan 2006

Lampung Utara
2.

Berprestasi sebagai Pengurus Dinas


OSIS SMPN 7 Kotabumi Masa dan

3.

5.

Pendidikan
Kebudayaan 2008

Bakti 2007-2008

Lampung Utara

Peraih Peringkat 1 Kelas XII

Dinas

IPA SMAN 2 Bandar

Kota

Lampung

Lampung

Juara 1 Futsal Putri

Fakultas Farmasi
UNPAD

Pendidikan
Bandar 2010

2013

14

A. Identitas Diri
1.

Nama Lengkap

Yulianti Lestari

2.

Jenis Kelamin

3.

Program Studi

Farmasi

4.

NIM

260110110033

5.

Tempat dan Tanggal Lahir

Jakarta, 28 Juli 1993

6.

E-mail

anti287@yahoo.co.id

7.

Nomor Telepon/HP

08567635567

B. Riwayat Pendidikan
SD

SMP

SMA

SD Negeri 011

SMP Negeri 126

SMA Negeri 39

Batu Ampar

Jakarta

Jakarta

Jurusan

IPA

Tahun Masuk-Lulus

1999-2005

2005-2008

2008-2011

Nama Institusi

C. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir


No.

Jenis Penghargaan

Institusi

Pemberi Tahun

Penghargaan
1.

2.

Honorable Mention of

JMKI Wilayah

Delegation

Priangan

Anggota JMKI Teraktif

JMKI Komisariat

2012

2012

Unpad
3.

Juara I Futsal Putri

BEM Farmasi

2013

Unpad

A. Identitas Diri
1.

Nama Lengkap

Fevi Oktaviani Marhamah

2.

Jenis Kelamin

3.

Program Studi

Farmasi

15

4.

NIM

260110110034

5.

Tempat dan Tanggal Lahir

Purwakarta, 21 Oktober 1993

6.

E-mail

fevioktaviani@ymail.com

7.

Nomor Telepon/HP

085759000939

B. Riwayat Pendidikan
SD

SMP

SMA

SDN 3

SMP Negeri 1

SMA Negeri 1

Tegalmunjul

Purwakarta

Purwakarta

Jurusan

IPA

Tahun Masuk-Lulus

1999-2005

2005-2008

2008-2011

Nama Institusi

C. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir


No.

Jenis Penghargaan

Institusi

Pemberi Tahun

Penghargaan
1.

Juara III Lomba Portofolio

Dinas

Pendidikan

Kota Cimahi
2.

Juara I Lomba Baris Berbaris Dinas


(LBB)

2007

Pendidikan

Kabupaten

2008

Purwakarta

A. Identitas Diri
1.

Nama Lengkap

Khrisnayati Aprilia

2.

Jenis Kelamin

3.

Program Studi

Farmasi

4.

NIM

260110110037

5.

Tempat dan Tanggal Lahir

Banda Aceh, 25 April 1993

6.

E-mail

khrisnayatiaprilia@ymail.com

7.

Nomor Telepon/HP

085743471203

B. Riwayat Pendidikan

16

Nama Institusi

SD

SMP

SMA

SDN Kalisari 03

SMPN 102 Jakarta SMA Taruna

Pagi

Nusantara
Magelang

Jurusan

IPA

Tahun Masuk-Lulus

1999-2005

2005-2008

2008-2011

C. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir


No.

Jenis Penghargaan

Institusi

Pemberi Tahun

Penghargaan
1.

Piagam Juara 1 Volly Putri

Fakultas

Farmasi

UNPAD
2.

Piagam Juara 1 Volly Putri

Fakultas

2012

Farmasi 2013

UNPAD

A. Identitas Diri
1.

Nama Lengkap

Sulistya Ningsih

2.

Jenis Kelamin

3.

Program Studi

Farmasi

4.

NIM

260110110039

5.

Tempat dan Tanggal Lahir

Jambi, 26 September 1993

6.

E-mail

ning_ngucul@yahoo.co.id

7.

Nomor Telepon/HP

081222401354

B. Riwayat Pendidikan
SD

SMP

SMA

SD Islam Al-

SMPN 1 Kota

SMAN 1 Kota

Falah Kota Jambi

Jambi

Jambi

Jurusan

IPA

Tahun Masuk-Lulus

1999-2005

2005-2008

2008-2011

Nama Institusi

C. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir

17

No.

Jenis Penghargaan

Institusi

Pemberi Tahun

Penghargaan
1.

Lulus Olimpiade Kimia se- Provinsi Jambi


SMA tingkat Provinsi Jambi

2.

Piagam: Juara 1 Basket Putri

Fakultas Farmasi
UNPAD

3.

Piagam:

Juara

Dance UNPAD

Lulus 200 besar se-Indonesia DIKTI

2013

PKM Wirausaha DIKTI


5.

Piagam: Juara 1 Basket, Juara Fakultas Farmasi


1 Futsal putri

UNPAD

2012

2013

Competition FORSI
4.

2011

2013

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari
ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi
salah

satu

persyaratan

dalam pengajuan gagasan Tanggap Letusan Berapi

Dengan Kubah (TESPEK).

Sumedang, 12 Maret 2014

Sondang Feranika Tampubolon

18

LAMPIRAN 3
SUSUNAN ORGANISASI TIM PENYUSUN DAN PEMBAGIAN TUGAS
No.

Nama/NIM

1.

Sondang Feranika

Program

Bidang

Alokasi waktu

Uraian

Studi

Ilmu

(jam/minggu)

Tugas

Farmasi

Farmasi

3 jam/ minggu

Pembuatan

Tampubolon/

dan

260110110031

perancangan
gagasan

2.

Yulianti Lestari/

Farmasi

Farmasi

3 jam/ minggu

260110110033

Pembuatan
dan
perancangan
gagasan

3.

Fevi Oktaviani

Farmasi

Farmasi

3 jam/ minggu

Marhamah/

Pembuatan
dan

260110110034

perancangan
gagasan

4.

Khrisnayati

Farmasi

Farmasi

3 jam/ minggu

Aprilia/

Pembuatan
dan

260110110037

perancangan
gagasan

5.

Sulistya Ningsih/
260110110039

Farmasi

Farmasi

3 jam/ minggu

Pembuatan
dan
perancangan
gagasan

19

20