Anda di halaman 1dari 3

MEKANISME KERJA DAN PEMANFAATAN SEL SURYA FOTOVOLTAIK

(Yopiter L.A.Titi, Pascasarjana Fisika FMIPA Institut Teknologi Sepuluh November


(ITS Surabaya)
E-mail: alex30.ylat@gmail.com
Kondisi Negara Indonesia sebenarnya kaya akan sumber daya alam baik yang dapat
diperbaharui maupun yang tidak dapat diperbaharui, namun dengan penggunaan dan
pengolahan yang tidak tepat serta energi alternatif yang belum dioptimalkan dalam
pemakaiannya, sehingga terlihat bahwa keadaan saat ini sangat kurang akan cadangancadangan sumber daya alam. Kendala dalam pemakaian minyak bumi dan hasil tambang
dalam beberapa puluh tahun kedepan akan habis, dan dapat menimbulkan polusi lingkungan.
Sumber daya alam yang ada semestinya dimanfaatkan secara baik dan itu bisa sebagai modal
dalam pertumbuhan atau pembangunan ekonomi serta sebagai penopang sistem kehidupan
adalah peralihan pemakaian kesumber energy yang terbarukan misalnya energi matahari,
energi angin, panas bumi dan lain-lain. Dengan kondisi sekarang dimana permintaan akan
energi yang tinggi termasuk energi listrik, Indonesia mengalami krisis energi, dimana
ketergantungan akan bahan bakar minyak mengalami hambatan karena pasokan yang
semakin berkurang.
Indonesia dengan sumber energi terbarukan yang melimpah sebenarnya bisa
memanfaatkan hal itu secara optimal lewat riset ataupun terapan lainnya. Salah satu energi
alternatif yang perlu dipertimbangkan adalah energi matahari. Salah satu cara penyediaan
energi listrik alternatif yang siap untuk diterapkan secara masal pada saat ini adalah
menggunakan suatu sistem teknologi yang diperkenalkan sebagai Sistem Energi Surya
Fotovoltaik (SESF) atau secara umum dikenal sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Fotovoltaik (PLTS Fotovoltaik). Sebutan SESF merupakan suatu sistem pembangkit energi
yang memanfaatkan energi matahari dan menggunakan teknologi fotovoltaik.
Dengan memanfaatkan bahan-bahan semikonduktor yang dibuat menjadi sel
fotovoltaik atau disebut sel surya, yang dapat mengubah energi elektromagnetik matahari
menjadi energi listrik langsung. Sel surya disusun dengan menggabungkan silikon jenis (p)
dan jenis (n). Silikon jenis p adalah silikon yang bersifat positif akibat kekurangan elektron,
sedangkan silikon jenis n silikon yang bersifat negatif akibat kelebihan elektron. Ketika
menerima atau dikenai radiasi surya berupa foton pada keduanya yaitu silikon jenis p dan
jenis n akan terbentuk positif atau hole dan negatif atau elektron. Hal ini menyebabkan
pengkutuban atau polarisasi dimana hole bergerak menuju silikon jenis n. Dengan

menyambungkan kedua jenis silikon jenis p dan jenis n melalui pengantar luar maka akan
terjadi beda potensial diantara keduanya dan mengalirkan arus searah.
Banyak manfaat dari system energi surya fotovoltaik (SESF) misalnya dalam Aplikasi
SESF Untuk Listrik Pedesaan. Salah satu pemanfaatan fotovoltaik yang dapat langsung
dipergunakan adalah untuk penyediaan listrik pedesaan terutama pada kawasan terpencil
yang belum dijangkau jaringan listrik PLN. Penerapan SESF dapat dilakukan dengan
pemasangan masing-masing lokasi rumah (sistim individual) atau sistim desentralisasi
menggunakan jaringan listrik lokal. Manfaat yang berikut yaitu dalam sistem jaringan lokal
dalam sistem ini, SESF diletakkan terpusat kemudian listrik yang dibangkitkan dialirkan
menuju rumah dengan menggunakan jaringan distribusi. SESF sistem jaringan mempunyai
keuntungan untuk ditempatkan pada pedesaan yang kondisi pemukimannya tidak menyebar,
permintaan listriknya relatif besar, diperlukan untuk dikembangkan menjadi sistem
interkoneksi dengan jaringan PLN (on grid) apabila suatu waktu program pengembangan
listrik pedesaan PLN menjangkau kawasan tersebut. Aplikasi SESF Untuk Fasilitas Umum
SESF dapat dimanfaatkan untuk memasok listrik guna penyelenggaraan fasilitas umum bagi
kepentingan masyarakat luas. Aplikasinya dapat dilakukan untuk pemasangan fasilitas baru
maupun untuk meningkatkan kualitas pada fasilitas terpasang. Beberapa fasilitas umum yang
dibutuhkan masyarakat atau perlu ditingkatkan kualitasnya antara lain: fasilitas pengadaan
dan atau pengolahan air bersih, pusat kesehatan/Puskesmas, lampu penerangan jalan, tempat
beribadah, sarana TV umum, dan telepon umum/pedesaan.

Referensi:
Supriono, dan Mazhar., 2008, Studi Kinerja System Fotovoltaik Untuk Penerangan
Menggunakan LED, Journal Kinerja Fotovoltaik,Volume 9 No.1 Juni 2008, Halaman
41-48.
Dobrzaski L.A., Drygaa A., Giedro M., Macek M.,2012, Monocrystalline Silicon Solar
Cells Applied in Photovoltaic System, Journal of Achievements in Materials and
Manufacturing Engineering, Volume 53 Issue 1 July 2012, Halaman 7-13.