Anda di halaman 1dari 3

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1

Hasil Praktikum
Dari praktikum yang dilakukan, didapatkan hasil berupa data absorbansi dan konsentrasi
dari 5 titik konsentrasi standar Fe sebagai berikut:
Konsentrasi
Absorbansi
0 (blanko)
-0,0009
0.5
0.0016
1
0.0068
2
0.0154
4
0.0354
5
0.0309
Berdasarkan data di atas, maka dapat dibuat kurva kalibrasi, sehingga didapat kurva dan
persamaan sebagai berikut:
0.0400
y = 0.0074x - 0.00059
R = 0.935

0.0350
0.0300
0.0250
0.0200

Series1

0.0150

Linear (Series1)

0.0100
0.0050
0.0000
0.0000 1.0000 2.0000 3.0000 4.0000 5.0000 6.0000
-0.0050

Setelah didapatkan kurva kalibrasi, maka dapat dihitung konsentrasi dan kadar dari dua
sampel air keran yang diuji. Perhitungan didasarkan pada hasil absorbansi kedua sampel
pada pengukuran menggunakan AAS dengan lampu untuk pengukuran Fe sebagai
berikut:
Sampel
A
B

Absorbansi
0,0030
0,0022

4.2

Sampel A

Sampel B

Konsentrasi:

Konsentrasi:

y = 0.0074x - 0.00059

y = 0.0074x - 0.00059

0.0030 = 0.0074x - 0.00059

0.0022 = 0.0074x - 0.00059

x = 0.485 ppm

x = 0.377 ppm

Pembahasan
Pada praktikum, dilakukan pembuatan kurva kalibrasi dari standar Fe dan pengukuran
kadar logam Fe pada dua sampel air kran yang berasal dari dua sumber berbeda. Pada
pembuatan kurva kalibrasi, diambil lima titik berbeda, yaitu pada 0.5, 1, 2, 4, dan 5 ppm.
Sedangkan untuk pengukuran sampel, masing-masing sampel berupa air kran langsung
diukur menggunakan instrument AAS. Pengukuran secara langsung dilakukan karena
sampel sudah berada dalam bentuk larutan, sehingga tidak perlu dilakukan destruksi
sampel seperti jika sampel berada dalam kondisi padatan.
Spektroskopi Serapan Atom (SSA) adalah alat deteksi logam pada sampel dengan
prinsip penguapan atom-atom suatu logam dalam suatu nyala dan serapannya pada suatu
pita radiasi sempit yangdihasilkan oleh suatu lampu katode rongga, dilapisi oleh logam
tertentu yang akan ditentukan, kemudian diukur.
Setelah dilakukan perhitungan pada bagian hasil di atas, maka didapatkan bahwa
konsentrasi logam besi (Fe) pada sampel A dan B berturut-turut adalah 0,485 ppm dan
0,377 ppm. Konsentrasi ini, setelah dibandingkan dengan nilai ambang batas menurut
World Health Organization (WHO), yaitu 0,3-3 mg/liter atau 0,3-3 ppm, ternyata masih
terdapat pada rentang yang diperbolehkan.
Besi adalah elemen penting dalam organisme hidupKebanyakan besi diserap dalam
duodenum dan jejunum bagian atas. Penyerapan tergantung pada status zat besi individu
dan diatur sehingga jumlah besi yang berlebihan tidak disimpan dalam tubuh. Total besi
pada tubuh pria dan wanita dewasa biasanya masing-masing sekitar 50 dan 34-42
mg/kgBB.,Fraksi terbesar zat besi biasanya ada dalam hemoglobin, mioglobin, dan hem
yang mengandung enzim. Fraksi besar lainnya disimpan dalam tubuh sebagai feritin dan
hemosiderin, terutama di limpa, hati, sumsum tulang, dan otot striate. Salah satu zumber
zat besi dalam tubuh manusia adalah dari air minum.
Pada sampel, kadar besi adalah normal, yang berarti bahwa air dari sampel yang diuji
adalah dapat dikonsumsi oleh tubuh manusia. Jika kadar besi dalam air minum terlalu

rendah, maka dapat menyebabkan beberapa kondisi akibat kekurangan zat besi, misalnya
anemia. Sedangkan, bila kadar besi (Fe) dalam air minum terlalu tinggi, dapat
menyebabkan beberapa kerugian karena kelebihan kadar besi dalam tubuh. Jika mencapai
kadar letal dalam darah, yaitu 200-250 mg/kgBB, dapat menyebabkan hemorhagik,
neksrosis, serta pengelupasan mukosa pada perut. Besi, seperti logam lainnya, tidak
menguap pada kondisi pemanasan,sehingga meskipun air yang mengandung zat besi
berlebih telah direbus, kandungan zat besi di dalamnya tidak akan berkurang.

Referensi:
http://www.who.int/water_sanitation_health/dwq/chemicals/iron.pdf
November 2014, pukul 17.05 WIB

diakses

pada

11

Watson, David G. 2007. Analisis Farmasi: Buku Ajar untuk Mahasiswa Farmasi dan
Praktisi Kimia Farmasi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC