Anda di halaman 1dari 14

CONTOH PKP TUGAS AKHIR

UNIVERSITAS TERBUKA

JUDUL
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK MELALUI
KEGIATAN MENGHUBUNGKAN GAMBAR DENGAN KATA
DENGAN MEDIA PAPAN FLANEL PADA ANAK KELOMPOK B DI
TK DHARMA WANITA 2 KAMULAN KECAMATAN DURENAN
KABUPATEN TRENGGALEK

Oleh:
ZULATIPAH
NIM: 823341706
ALAMAT EMAIL:
xxxxxxx@gmail.com
ABSTRAK

IPAH,2013 : Upaya Meningkatan Kemampuan Bahasa Anak Melalui Kegiatan Menghubungkan Gambar Dengan
Kata Dengan Media Papan Flannel pada anak kelompok B di TK Dharma Wanita 2 Kamulan
Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek.
Kunci
: Bahasa, Menghubungkan, Papan Flanel
Pengembangan kemampuan Bahasa salah satunya adalah menumbuhkan minat pengenalan
gambar dengan kata kepada anak. Kemampuan Bahasa sangatlah penting oleh karena itu kita perlu
mengenalkan gambar dengan kata kepada anak TK melalui media papan flanel.
Tujuan perbaikan ini adalah upaya meningkatkan kemampuan Bahasa yaitu melalui kegiatan
menghubungkan gambar dengan kata dengan media papan flannel dan mendiskripsikan keaktifan anak
dalam pengembangan kemampuan bahasa melalui media papan flanel
Pelaksanaan kegiatan perbaikan berdasarkan pada masalah bagaimana upaya meningkatkan
kemampuan Bahasa anak melalui kegiatan menghubungkan gambar dengan kata dengan media papan
flannel dapat meningkatkan keaktifan siswa di kelompok B TK Dharma Wanita 2 Kamulan Kecamatan
Durenan Kabupaten Trenggalek.

Proses pelaksanaan ada dua tahapan siklus yang dilakukan,yaitu siklus 1dilaksanakan pada
tanggal 16 21 Oktober 2013 dengan mengambil tema binatang. Sedangkan siklus ke 2 dilaksanakan
pada tanggal 23 28 Oktober 2013 tetap mengambil tema binatang tapi sub tema yang berbeda
Kesimpulan dari pelaksanaan proses kegiatan pembelajaran peningkatan kemampuan bahasa
melalui kegiatan menghubungkan gambar dengan kata dengan media papan flanel adalah:
1.
Melalui kegiatan menghubungkan gambar dengan kata dengan media papan flannel ini
dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak
2.
Dengan menggunakan media papan flannel dapat meningkatkan keaktifan anak dalam
pengenalan Bahasa
Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan prosentse kemampuan bahasa anak yaitu dengan
siklus pertama anak memperoleh rata - rata 56,97% dan pada siklus kedua 81,35%

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan Taman Kanak-kanak seperti tercantum dalam Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Nomer 17 Tahun 2010 merupakan bentuk pendidikan anak usia dini pada
jalur formal yang menyelenggarakan pendidikan bagi anak usia empat tahun sampai enam
tahun. Pendidikan TK diselenggarakan dalam upaya membantu meletakkan dasar
perkembangan semua aspek tumbuh kembang bagi anak yang meliputi aspek moral dan nilai
agama, sosial, emosional dan kemandirian serta kemampuan bahasa, kognitif, fisik/motorik
dan seni yang diperlukan oleh anak didik dalam menyesuaikan diri di lingkungannya dan
untuk pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya (Derjen PAUD,2010:1)
Pengembangan prinsip pembelajaran sambil bermain dan bermain seraya belajar di
Taman Kanak-kanak merupakan keniscayaan, karena pendidikan di Taman Kanak-kanak
pada hakekatnya merupakan peralihan dari pendidikan keluarga kepada dunia formal
prasekolah. Karena sifatnya yang tradisional maka karakteristik kehidupan di keluarga dan
masyarakat yang penuh permainan dan keceriaan benar-benar masih harus mewarnai
pembelajaran di Taman Kanak-kanak (Derjen PAUD,2010:1).
Bermain merupakan tuntutan psikologis dan biologis anak yang sangat esensial.
Melalui bermain, tuntutan akan kebutuhan perkembangan dimensi motorik, kognitif,
kreativitas, bahasa, seni, emosi, interaksi sosial, nilai-nilai dan sikap hidup dapat terpenuhi.
Ketika bermain, anak berimajinasi dan mengeluarkan ide-ide yang tersimpan di dalam
dirinya. Anak mengekpresikan pengetahuan yang dia miliki tentang dunia dan sekaligus bisa
mendapatkan pengetahuan baru dan semua dilakukan dengan cara yang menggembirakan hati
(Derjen PAUD,2010:1) .
Salah satu upaya pengembangan pembelajaran di TK dilakukan melalui
pengembangan bahasa. Pengembangan bahasa dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah
satunya dengan melalui kegiatan
menghubungkan gambar dengan kata dengan media papan flanel. Dengan media Papan
Flanel ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan anak dalam pengenalan kata
sehingga bahasa anak dapat berkembang dengan baik.
B.

Rumusan Masalah

Berdasarkan pemaparan Latar Belakang masalah tersebut dapat dirumuskan


masalahnya yaitu sebagai berikut:
1. Bagaimana upaya meningkatkan kemampuan bahasa anak melalui kegiatan menghubungkan
gambar dengan kata dengan media papan flannel pada anak kelompok B di TK Dharma
Wanita 2 Kamulan Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek.
2. Apakah dengan penerapan media Papan Flanel dapat meningkatkan pengenalan Bahasa pada
anak kelompok B di TK DharmaWanita 2 Kamulan Kecamatan Durenan Kabupaten
Trenggalek.
C.

Tujuan Perbaikan
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah tujuan perbaikan kegiatan
ini adalah :
1. Mendiskripsikan kegiatan menghubungkan gambar dengan kata dengan media papan flanel
untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak
2. Mendiskripsikan keaktifan anak dalam pengembangan kemampuan bahasa melalui media
papan flannel

D.

Manfaat Perbaikan
Perbaikan ini diharapkan bermanfaat bagi:
1. Bagi Peneliti.
Diharapkan penelititan ini dapat meningkatkan kemampuan dalam mengelola kegiatan
pembelajaran pengembangan kemampuan bahasa yaitu melalui kegiatan menghubungkan
gambar dengan kata dengan media papan flannel.
2. Bagi Anak
Diharapkan anak mampu meningkatkan kemampuan bahasa melalui kegiatan
menghubungkan gambar dengan kata dengan media papan flanel.
3. Bagi TK
Diharapkan hasil penelitaian ini bisa memberikan masukan dalam menunjang pembelajaran
dan meningkatkan kemampuan bahasa melalalui kegiatan menghubungkan gambar dengan
kata dengan media papan flannel di TK Dharma Wanita 2 Kamulan Kecamatan Durenan
Kabupaten Trenggalek
4. Bagi Universitas Terbuka.
Diharapkan hasil penelitian ini bisa menambah keilmuan tentang pembelajaran
pengembangan kemampuan bahasa melalui kegiatan menghubungkan gambar dengan kata
dengan media papan flanel di Taman Kanak-kanak.

II. KAJIAN PUSTAKA


A. Perkembangan Bahasa
1. Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini

Bahasa merupakan bagian penting dalam kehidupan anak . tanpa bantuan


bahasa anak akan memiliki keterbatasan dalam berfikir , social dan emosionalnya. Tanpa
memiliki kemampuan dalam memanipulasi dan memahami kata- kata mereka akan memiliki
keterbatasan dalam menyerab informasi dari orang lain, atau dalam mengembangkan ide- ide
dan mengkomunikasikan ide- idenya kepada orang lain.
Gardner ( Lwin, dkk., 1995) mengemukakan bahwa anak memiliki kecerdasan
linguistik verbal. Kecerdasan ini mengacu pada kemampuan untuk menyusun pikiran
dengan jelas dan mampu menggunakan kemampuan ini secara kompeten melalui kata- kata
untuk mengungkapkan pikiran- pikiran dalam berbicara , membaca, dan menulis.
Perkembangan bahasa anak banyak ditentukan oleh kualitas interaksi anak
dengan lingkunganya. Melalui interaksi anak dengan lingkungannya , akan diperoleh
pengetahuan dan ketrampilan berbahasa. Seefeldt dan Nita B (1994) mengemukakan bahwa
perkembangan bahasa anak usia TK secara umum adalah sebagai berikut:
1. Perkembangan bahasa terjadi dengan sangat cepat
2. Pada usia tiga tahun anak berbicara secara monolog dan 4 tahun menguasai 90% phonetic
dan sintaksis tetapi masih sangat umum
3. Anak sudah mampu terlibat dalam percakapan dengan anak atau orang dewasa lainnya .
4. Diawal usia 5 tahun anak sudah memiliki perbendaharaan kata sebanyak kira- kira 2500 kata
.
5. Anak masih sering mengalami kesulitan mengucapkan huruf l, r, sh.
6. Anak sering salah mengerti kata- kata dan digunakan sebagai humor.
7. Anak menjadi pembicara yang tidak putus- putus.
Jadi pada usia TK perkembangan bahasa anak sangatlah perlu untuk dipupuk dan
dikembangkan.
2. Karakteristik perkembangan Bahasa
Pada anak usia 4-5 tahun, perkembangan bahasa anak (Derjen PAUD, 2012:29)
1. Dapat berbicara dengan menggunakan kalimat sederhana yang terdiri dari 4- 5 kata.
2. Dapat melaksanakan tiga perintah lisan secara berurutan dengan benar.
3. Senang mendengarkan dan menceritakan kembali cerita sederhana dengan urut dan mudah
dipahami.
4. Menyebut nama, jenis kelamin, dan umurnya, menyebut nama panggilan orang lain(teman,
kakak, adik, atau saudara yang telah dikenalnya).
5. Mengerti bentuk pertanyaan dengan menggunakan apa, mengapa, dan bagaimana.
6. Dapat mengajukan pertanyaan dengan menggunakan kata apa, mengapa , dan bagaimana .
7. Dapat menggunakan kata depan , seperti : di dalam, di luar, di atas, di bawah, dan di
samping.
8. Dapat mengulang lagu anak- anak dan menyanyikan lagu sederhana
9. Dapat menjawab telepon dan menyampaikan pesan sederhana.
10. Dapat berperan serta dalam suatu percakapan dan tidak mendominasi untuk selalu belajar
Dengan adanya karakteristik perkembangan bahasa kita akan lebih mudah megetahui
perkembangan bahasa yang terjadi pada anak- anak kita.
Untuk membantu pemerolehan bahasa dan perkembangan

a.
b.
c.
B.
1.

2.

1.
2.
3.
4.
5.

kemampuan berbahasa anak dalam kurikulum TK tahun 2004 telah dimuat


ruang lingkup pengembangan kemampuan berbahasa, salah satunya yaitu
mengenal hubungan antara bahasa dengan tulisan. Pengembangan
kemampuan ini dapat dilakukan dengan cara
Memfasilitasi anak agar mau membaca gambar yang memiliki kata/ kalimat sederhana,
misalnya gambar ayam disertai dengan tulisan ayam
Menceritakan isi buku walaupun tidak sama dengan tulisan yang tertera dalam buku
Menghubungkan tulisan sederhana dengan simbul yang melambangkanya, misalnya
menghubungkan gambar bebek dengan tulisan bebek
Media Pembelajaran Papan Flanel
Media Pembelajaran
Media merupakan suatu alat yang dapat mempermudah tercapainya suatu tujuan. Dan
juga merupakan jembatan penghubung dari satu tujuan kepada tujuan yang lebih baik. Media
merupakan wadah atau tempat dari suatu hal yang menjadi subyek.
Pembalajaran adalah proses instruksi peserta didik dangan pendidik dan sumber
belajar pada suatu lingkungan belajar (UU RI No.20 Th.2003)
Media pembelajran merupakan sesuatu yang dapat mempermudah dan memperlancar
terjadinya proses kontruksi antara peserta didik, pendidik dan sumber belajar pada suatu
lingkungan belajar.
Papan Flanel
Papan flannel adalah papan yang berlapiskan kain flannel.papan flannel ini sangat
praktis karena dapat dilipat. Gambar- gambar dan kata-kata yang akan disajikan dapat
dipasang dan dilepas dengan mudah sehingga dapat dipakai berkali- kali.
Papan flannel mempunyai kelebihan
Dapat dibuat sendiri oleh guru
Dapat dipersipkan terlebih dahulu dengan teliti
Dapat memusatkan perhatian siswa terhadap suatu masalah yang dibicarakan
Dapat menghemat waktu pembelajaran
Dapat dipersiapkan dan peserta didik dapat terlibat sendiri secara langsung
Papan flannel ini memeng sangat membantu untuk mempermudah proses pembelajaran
terutama untuk mengobtimalisasi perkembangan bahasa pada anak.

III. PELAKSANAAN PERBAIKAN


A. Subyek Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian dengan judul Peningkatan Kemampuan Bahasa Anak Melalui Kegiatan
Menghubungkan Gambar dengan Kata dengan media papan Flanel pada Anak Kelompok B
di TK Dharma Wanita 2 Kamulan Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek, yang
dilaksanakan di :
Nama TK
: TK Dharma Wanita 2 Kamulan
Alamat
:
Ds.
Kamulan
Kecamatan
Durenan
Kabupaten
Trenggalek

Status
: Swasta
Nama Kepala TK : KUNDARTI ,S.Pd
Subyek penelitian ini adalah anak-anak, pendidik, kepala sekolah serta model dengan tujuan
agar tidak mengganggu proses kegiatan pembelajaran maupun program-program sekolah
yang akan dilaksanakan.
2. Waktu Penelitian
Pelaksanaan proses kegiatan pembelajaran dalam penelitian ini adalah kelompok B di TK
Dharma Wanita 2 Kamulan Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek. Penelitian
dilaksanakan pada semester 1, dengan 2 siklus.
Siklus 1 : 16 Oktober s/d 21 Oktober 2013
Siklus 2 : 23 Oktober s/d 28 Oktober 2013
3. Tema
Dalam penelitian ini peneliti mengembangkan kemampuan bahasa melalui kegiatan
menghubungkan gambar dengan kata dengan media papan flanel. Sedangkan tema yang
dipakai adalah binatang.
4. Kelompok
Kelompok anak yang menjadi subyek penelitian yaitu kelompok B di TK Dharma Wanita 2
Kamulan dengan jumlah 15 anak. Karakteristik anak di tk darma wanita 2 kamulan yaitu
anak sering ribut dan suka kegiatan bermain, anak dalam kegiatan belajar lebih suka
diberikan media/ alat peraga.
5. Karakteristik Anak Kelompok B
a. Anak mempunyai keadaan fisik yang sehat.
b. Kemampuan interaksi sosial anak baik.
c. Anak waktu belajar lebih suka diberikan media atau alat peraga.
B Diskripsi RencanaTiap Siklus
1. Rencana pelaksanaan Siklus 1
a. Rencana Tindakan Siklus 1
Siklus 1 dirancang dalam 5 RKH dan 5 sekenario perbaikan yang dilaksanakan selama 5 hari
mulai tangga 16 Oktober sampai dengan 21 Oktober 2013.Dalam siklus pertama ini masalah
yang timbul yaitu bagaimana cara meningkatkan kemampuan bahasa anak melalui kegiatan
menghubungkan gambar dengan kata dengan media papan flannel di TK Dharma Wanita 2
Kamulan. Perencanaanya meliputi:
Membuat rencana perbaikan pembelajaran
Menyiapkan media / sumber belajar yang menarik
Menggunakan metode pembelajaran yang sesuai
Mempersiapkan buku penilaian
Membuat lembar observasi
b. Langkah- langkah perbaikan
Adapun rencana langkah-langkah perbaikan pada siklus 1 sebagai berikut:
Tindakan alternatif yang relevan dengan masalah kegiatan menghubungkan gambar binatang
kesayangan (kucing, burung, ikan, kelinci) dengan kata dengan media papan flannel ,
langkah- langkah perbaikanya sebagai berikut:

RKH 1
1. Kegiatan diawali berdoa, salam, absensi, bernyanyi.
2. Guru memperlihatkan gambar binatang kesayangan dengan kata sesuai namanya.
3. Guru memberi contoh cara menghubungkan gambar tersebut dengan kata.
4. Guru memberi tugas pada anak menghubungkan binatang kesayangan dengan kata.
5. Guru membimbing dan membantu anak bila ada anak yang kurang mampu.
6. Setelah kegiatan istirahat guru bercakap- cakap tentang berbicara dengan tidak berteriak dan
berbicara dengan sopan.
7. Selesai kegiatan berdoa,salam,pulang.
Tindakan alternatif perbaikan yang relevan dengan masalah kegiatan menghubungkan
gambar binatang liar(kera, tikus, serigala, ular) dengan kata .langkah - langkah perbaikanya
Siklus 1 RKH 2 sebagai berikut:
1. Kegiatan diawali berdoa, salam, absensi, bernyanyi.
2. Guru memberikan contoh menghubungkan gambar binatang liar dengan kata
3. Guru membimbing anak dan memberi bantuan pada anak yang belum bisa dalam
menghubungkan gambar binatang liar dengan kata
4.Setelah kegiatan istirahat guru mengajak anak untuk mendengar cerita yang dibacakan guru,
setelah selesai guru menyebutkan dan menanyakan tokoh-tokoh yang ada dalam cerita.
5. Selesai kegiatan berdoa,salam,pulang
Tindakan alternatif yang relevan dengan masalah kegiatan menghubungkan binatang
serangga dengan kata, langkah langkah perbaikanya sebagai berikut:
Siklus Pertama RKH 3
Kegiatan diawali berdoa, salam, absensi, bernyanyi.
1. Guru mengajak anak untuk selalu berbicara yang sopan baik dengan orang tua dan guru.
2. Guru memberikan contoh cara menghubungkan gambar serangga dengan kata.
3. Guru memberikan bantuan dan bimbingan pada anak
4. Setelah selesai istirahat anak dan guru bertanya jawab tentang binatang kupu- kupu.
5. Selesai kegiatan berdoa,salam,pulang
Prosedur alternatif perbaikan yang relevan dengan masalah kegiatan menghubungkan
gambar binatang ternak dengan kata, langkah- langkah perbaikanya sebagai berikut:
Siklus Pertama RKH 4
1. Kegiatan diawali berdoa, salam, absensi, bernyanyi.
2. Guru memberikan contoh cara menghubungkan gambar- gambar binatang ternak dengan kata
.
3. Anak-anak diajak menghubungkan gambar- gambar tersebut dengan kata.
4. Setelah selesai istirahat anak diajak menunjukkan kebanggaan terhadap hasil karyanya
5. Selesai kegiatan berdoa,salam,pulang.
Tindakan alternatif perbaikan yang relevan dengan masalah
menghubungkan gambar dengan kata (buaya, harimau, serigala)
Langkah- langkah perbaikanya sebagai berikut:
Siklus pertama RKH 5
1. Kegiatan diawali berdoa, salam, absensi, bernyanyi.

2.
3.
4.
5.
6.
2.
a.

b.

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

1.
2.
3.
4.
5.

Guru menunjukkan gambar- gambar binatang buas dan kata- katanya.


Guru menyuruh anak untuk menghubungkan gambar- gambar tersebut dengan kata- kata
yang tersedia.
Guru memberi bimbingan dan bantuan
Setelah selesai istirahat anak dilatih dalam sabar menunggu giliran.
Selesai kegiatan berdoa,salam,pulang.
Rencana pelaksanaan Siklus 2
Rencana tindakan siklus 2
Dalam siklus ke 2 masalah yang timbul yaitu bagaimana cara meningkatkan kemampuan
bahasa anak melalui kegiatan menghubungkan gambar dengan kata dengan media papan
flannel di TK DW 2 kamulan .Perencanaanya meliputi:
Membuat rencana perbaikan pembelajaran
Menyiapkan media / sumber belajar yang menarik
Menggunakan metode pembelajaran yang sesuai
Mempersiapkan buku penilaian
Membuat lembar observasi
Langkah langkah perbaikan
Langkah- langkah kegiatan perbaikan pada siklus 2
Tindakan alternatif perbaikan yang relevan dengan masalah kegiatan menghubungkan
gambar dengan kata (ayam, kambing, sapi) dengan media papan flannel.
Siklus ke dua RKH 1
Langkah langkah perbaikanya sebagai berikut:
Kegiatan diawali dengan berbaris, berdoa, salam, absen.
Guru mengajak anak senam fantasi.
Guru menunjuk gambar- gambar binatang yang bisa hidup di air dan nama- nama binatang
tersebut.
Guru menunjuk anak untuk langsung kedepan menghubungkan gambar tersebut dengan kata.
Guru memberi bimbingan ke anak .
Setelah kegiatan istirahat guru mengajak anak untuk bercakap-cakap dan Tanya jawab
menyebut yang hidup di daratan misalnya ayam, kambing, bebek dll.
Selesai kegiatan berdoa,salam,pulang
Tindakan alternatif perbaikan yang relevan dengan masalah kegiatan menghubungkan
gambar(katak, buaya, kura-kura) dengan kata dengan media papan flannel .
Langkah langkah perb aikanya sebagai berikut:
Siklus ke dua RKH 2
Kegiatan diawali dengan berbaris, berdoa, salam, absen.
Guru mengajak anakanak untuk selalu sabar menunggu giliran.
Guru menunjukkan gambar- gambar binatang yang bisa hidup di air dan di darat beserta
namanya.
Guru menunjuk anak secara bergiliran untuk menghubungkan gambar tsb dengan kata.
Guru memberikan semangat dan bimbingan.

6. Setelah kegiatan istirahat guru mengajak anak untuk menirukan berbagai suara binatang yang
hidup di dua alam.
7. Selesai kegiatan berdoa,salam,pulang
Tindakan alternatif yang relevan dengan masalah kegiatan menghubungkan gambar tikus dan
kucing dengan kata dengan media papan flannel
Siklus ke dua RKH 3
Langkah langkah perbaikanya sebagai berikut:
1. Kegiatan diawali dengan berbaris, berdoa, salam, absen.
2. Guru mengadakan permainan tikus dan kucing.
3. Guru menunjukkan gambar tikus dan kucing.
4. Guru memberi tugas pada anak untuk menghubungkan gambar tikus dan kucing tersebut
dengan kata.
5. Guru memberi tugas mewarnai gambar tikus dan kucing.
6. Setelah kegiatan istirahat guru mengajak anak untuk menyebutkan perbuatan yang baik dan
buruk yang dilakukan tikus dan kucing .
7. Selesai kegiatan berdoa,salam,pulang
Tindakan alternatif perbaikan yang relevan dengan masalah kegiatan menghubungkan
gambar dengan kata dengan media papan flannel, langkah- langkahnya sebagai berikut:
Siklus ke dua RKH 4
1. Kegiatan diawali dengan berbaris, berdoa, salam, absen.
2. Guru menunjukkan gambar bebek dengan kata .
3. Anak-anak diberi tugas untuk menghubungkan gambar bebek dengan kata .
4. Guru memberi tugas mencocok gambar bebek.
5. Setelah kegiatan istirahat guru mengajak anak untuk selalu bertanggung jawab akan
tugasnya.
6. Selesai kegiatan berdoa,salam,pulang
Tindakan alternatif perbaikan yang relevan dengan masalah kegiatan menghubungkan
gambar dengan kata dengan media papan flannel, yang langkah- langkah perbaikanya sebagai
berikut:
Siklus ke dua RKH 5
1. Kegiatan diawali dengan berbaris, berdoa, salam, absen.
2. Guru menjelaskan cara mennghubungkan gambar dengan kata.
3. Guru memberi tugas menghubungkan gambar kuda dengan kata.
4. Guru memberi tugas menggunting gambar kuda
5. Setelah kegiatan istirahat guru mengajak anak untuk menceritakan pengalamanya waktu naik
kereta kuda.
6. Selesai kegiatan berdoa, salam, pulang

B . Prosedur Pelaksanaan PTK

a.
b.
c.
-

a.

b.

c.

1.
2.

1.

Kegiatan dalam pelaksanaan pemantapan kemampuan profesionalisme (PKP)


dimulai dari persiapan , pelaksanaan serta penilaian dan laporan perbaikan . di sini akan
dijelaskan tentang penilaian kegiatan .
Penilai atau supervisor terdiri dari tiga orang yaitu
Supervisor 1 adalah dosen pembimbing
Supervisor 2 adalah guru atau teman sejawat
Penilai adalah kepala sekolah
Adapun tugas penilai atau supervisor 1 dan 2 yaitu:
Menilai RKH/ RK yang dibuat oleh mahasiswa dan pelaksanaanya menggunakan APKGPKP 1 dan 2
Kegiatan pengembangan dalam siklus 1 dan 2 yaitu:
Menghubungkan gambar dengan kata dengan media papan
flannel,dalam
kegiatan ini menggunakan gambar gambar yang
disesuaikan dengan tema
yang berlangsung
Prosedur perbaikan ini mempersiapkan beberapa aspek yaitu:
Penilai
Kegiatan ini dinilai oleh ibu Kundarti,S.Pd selaku kepala TK Dharma Wanita 2 Kamulan
yang mempunyai tugas melakukan penilaian pada rumusan perencanaan ( RKM) dan semua
aspek kemampuan guru dalam melaksanakan kegiatan sesuai dengan yang ada pada APKG 1
dan APKG 2.Penilai yang memberikan penilaian APKG I dan 2 yang dilakukan di RKH 5
siklus ke 2
Supervisor 2 selaku teman sejawat
Setiap siklusnya yang membantu melaksanakan pengamatan proses kegiatan dengan
menggunakan lembar observasi
Prosedur kegiatan pengembangan pada kegiatan pembukaan mencakup nilai agama moral
dan fisik motorik kasar, kegiatan inti berisi pembahasan bahasa , pengembangan kognitif,
pengembangan fisik motorik halus sedangkan pada kegiatan penutup membahas perilaku
social emosional anak.supervisor dua memberikan penilaian APKG 1 dan 2 yang dilakukan
pada RKH 5 Siklus 1 dan 2
Supervisor 1
Supervisor 1 bertugas untuk menilai rancangan satu siklus
B. Rencana pengamatan dan pengumpulan data
Pengamatan / pengumpulan data / instrument
Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran diamati oleh penilai 1 dan penilai 2 yaitu
supervisor dan kepala sekolah.
Pengamat melakukan pengamatan dan pencatatan pada lembar observasi yang telah
disediakan.
Pengumpulan data kegiatan menyebut hasil penambahan melaui metode pembelajaran ,media
yang di gunakan dengan observasi
Pengumpulan data dilaksanakan dengan menggunakan rehnik observasi bukti- bukti berupa
dukungan hasil lembar kegiatan siswa . dalam observasi yang dilakukan peneliti adalah:
Mengamati perilaku anak, memantau kegiatan yang yang dikerjakan anak

2. Mengumpulkan data dalam tindakan pelaksanaan pembelajaran dengan observasi. Observasi


ini menggunakan instrument data yang diisi tentang minat anak terhadap kegiatan
perbaikan,kemampuan anak dalam kegiatan , ketepatan, serta lembar kegiatan anak.
Hasil penilaian disajikan dalam tabel sebagai berikut:
Penilaian Anak Dalam Pembelajaran
Kemampuan
No
Nama
Pemahaman
Minat Anak Dalam
Ketepatan
Konsep
Kegiatan
15 Anak
Penulis menggunakan penilaian berupa angka yang memiliki kriteria sebagai berikut :
a. Nilai 1 : Mempunyai pengertian kurang baik, anak masih memerlukan
bantuan dan
bimbingan dari guru atau orang lain.
b. Nilai 2 : Mempunyai pengertian cukup baik, anak dapat melakukan
kegiatan
dan masih memerlukan bantuan guru.
c. Nilai 3 : Mempunyai pengertian baik, anak dapat melakukan kegiatan
dengan
benar tanpa bantuan guru.
d. Nilai
4
:
Mempunyai
pengertian
sangat
baik,
anak
mempunyai
kemampuan yang lebih dan dapat melakukan kegiatan
dengan
baik tanpa bantuan guru.
Teknik analisis data yang digunakan untuk mengelola data yang dihasilkan dan panilaian
perkembangan anak dengan media gambar menggunakan rumus (Suharsini Arikunto,1992)
x100%
Keterangan :
x
; Nilai rata-rata
n
: Jumlah jawaban
N
: Jumlah anak
1,2,3,4
: Bobot atau skor jawaban
Prosentase keseluruhan analisi data ini dan penilaian anak dalam kegiatan pengembangan
bahasa dengan menggunakan rumus (F.d.Amsyri)
Keteranagan :
X
: Nilai rata-rata
xi
: Jumlah jawaban
N
: Jumlah kriteria keseluruhan
Seorang anak dikatakan mencapai ketuntasan jika taraf
penguasaan lebih dan 75% dan belum mancapai ketuntasan apabila taraf
penguasaan kurang dan 75%.
VI. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran / Kegiatan Pengembangan
Kegiatan pengembangan yang dilakukan yaitu peningkatan bahasa anak melalui
kegiatan menghubungkan gambar dengan kata dengan media papan flanel pada kelompok B
di TK Dharma Wanita 2 Kamulan Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek

1.

2.
3.
4.
5.

Kegiatan yang dilakukan pada siklus 1


Menghubungkan gambar gambar binatang kesayangan (kucing, burung, ikan , kelinci)
dengan kata dengan media papan flannel belum mencapai ketuntasan dengan prosentase
58,75 %.
Menghubungkan gambar- gambar binatang liar (kera, tikus, serigala, ular) dengan kata
dengan media papan flannel belum mencapai ketuntasan dengan prosentase 56,2 %.
Menghubungkan gambar- gambar binatang serangga(kupu- kupu,lebah, capung) dengan kata
dengan media papan flanel belum mencapai ketuntasan dengan prosentase 57,8 %.
Menghubungkan gambar binatang ternak (ayam, sapi, ikan) dengan kata dengan media papan
flannel belum mencapai ketuntasan dengan prosentase 55,8 %.
Menghubungkan gambar- gambar binatang buas (buaya, harimau, serigala) dengan kata
dengan media papan flannel belum mencapai ketuntasan dengan prosentase 56,3%.
Prosentase nilai anak keseluruhan siklus ke satu RKH 1 RKH 5 menggunakan
rumus:
x = 56,97%
Dari hasil kegiatan pembelajaran siklus 1 RKH 1-5 pada tanggal 16 - 21 Oktober
2013 yaitu kegiatan menghubungkan gambar binatang dengan kata dengan media papan
flannel di kategorikan belum berhasil sehingga perlu diadakan pengulangan pada siklus
berikutnya.

1.

2.

3.
4.
5.

Kegiatan pengembangan yang dilakukan pada siklus ke 2 yaitu peningkatan bahasa anak
melalui kegiatan menghubungkan gambar dengan kata dengan media papan flanel pada
kelompok B di TK Dharma Wanita 2 Kamulan Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek
Kegiatan yang dilakukan pada pelaksanaan siklua ke 2
Menghubungkan gambar gambar binatang yang hidup di darat(ayam, kambing, bebek)
dengan kata dengan media papan flannel dan telah mencapai ketuntasan dengan
prosentase 81,2%
Menghubungkan gambar gambar yang bisa hidup di darat dan di air( katak, buaya, kurakura) dengan kata dengan media papan flannel telah mencapai ketuntasan dengan
prosentase 83,7%.
Menghubungkan gambar tikus dan kucing dengan kata dengan media papan flannel telah
mencapai ketuntasan dengan prosentase 82,8 %.
Menghubungkan ganbar gambar binatang yang bertelur (bebek, ayam, burung) dengan kata
dengan media papan flannel telah mencapai ketuntasan dengan prosentase 81,2 %.
Menghubungkan gambar- gambar binatang yang beranak(kuda,sapi, kambing)dengan kata
dengan media papan flannel telah mencapai ketuntasan dengan prosentase 79,1 %.
Hasil siklus kedua RKH 1 - 5, menunjukkan banyak anak yang sudah mampu
menyelesaiakan kegiatan menghubungkan gambar dengam kata. Dalam hal ini guru sudah
mampu menggunakan media pembelajaran secara maksimal.
Hal ini dapat dilihat dari hasil prosentase keseluruhan nilai anak pada siklus kedua RKH 1
RKH 5 dengan menggunakan

rumus:

x = 81,35%
Dari penelitian tentang perkembangan yaitu mengembangkan kemampuan bahasa anak dalam
kegiatan menghubungkan gambar dengan kata dengan media papan flanel pada siklus kedua
diperoleh hasil prosentase sebesar 81,35%. Dari hasil prosentase tersebut menunjukkan
bahwa kemampuan anak dalam kegiatan pembelajaran bahasa sudah mencapai ketuntasan.
B. Pembahasan dari setiap siklus
1. Siklus Pertama
Berdasarkan hasil analisis pengelolaan data, hasil diskusi dari pengamat dapat diketahui
bahwa pembelajaran yang dilakukan dalam siklus 1 belum menunjukkan keberhasilan. Hal
ini disebabkan kurangnya minat anak dalam kegiatan sehingga hasil yang diperoleh kurang
maksimal dan metode yang digunakan tidak sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.
Pada siklus 1 prosentase penilaian anak dalam kegiatan pembelajaran bahasa anak dalam
menghubungkan gambar dengan kata dengan media papan flannel sebesar 56,97% dan hasil
prosentase tersebut menunjukkan bahwa kemampuan anak dalam pembelajaran bahasa anak
dalam kegiatan menghubungkan gambar dengan kata dengan media papan flannel belum
mencapai ketuntasan dan akan diadakan perbaikan lagi di siklus kedua.
2. Siklus Kedua
Keadaan prestasi belajar anak pada siklus kedua sudah menunjukkan peningkatan yang
menggembirakan. Adanya peningkatan dan minat belajar siswa maka menghasilkan kegiatan
pembelajran yang baik dengan kegiatan menghubungkan gambar dengan kata dengan media
papan flanel, jadi hasil yang diperoleh keseluruhan prosentase sebesar 81,35% sehingga
kegiatan pembelajaran pada siklus kedua sudah mencapai ketuntasan.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pelaksanaan perbaikan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut ;
1. Dengan melakukan kegiatan pembelajaran kemampuan bahasa anak dalam menghubungkan
gambar dengan kata melalui media papan flannel pada anak kelompok B di TK Dharma
Wanita 2 Kamulan Kecamatan durenan Kabupaten Trenggalek dapat meningkatkan
kemampuan anak untuk mencapai hasil pembelajaran sesuai dengan harapan.
2. Dengan menggunakan media papan flannel dapat meningkatkan keaktifan anak kelompok B
di TK Dharma Wanita 2 Kamulan Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek ini dibuktikan
dengan adanya peningkatan prosentase kemampuan perkembangan bahasa sebagai berikut :
a.
Pada hasil penelitian siklus pertama adalah 56,97%.
b.
Pada hasil penelitian siklus kedua adalah 81,35%.

B. SARAN

1. Bagi guru, diharapkan terus mengikuti perkembangan pembelajaran anak usia dini agar dapat
meningkatkan mutu pendidikan.
2. Bagi sekolah pengelolaan pembelajaran hendaknya lebih banyak menyediakan alat peraga
yang sesuai dengan jumlah anak dan lebih bervareasi.
3. Bagi anak, agar dapat meningkatkan keaktifan dalam berbagai kegiatan
4. Bagi orang tua, diharapkan berperan memberikan dukungan sarana dalam pelaksanaan
kegiatan yang tepat untuk meningkatkan pembelajaran.
5. Bagi Universitas Terbuka, hendaknya digunakan untuk melakukan kegiatan sejenis dalam
rangka keilmuan di Taman Kanak-kanak.
DAFTAR PUSTAKA
Musfiroh,Tadkiroatun. 2010. Pengembangan Kecerdasan Majemuk. Jakarta :
Universitas
Terbuka.
Aisyah,Siti. 2007. Perkembangan dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia Dini.Jakarta :
Universitas Terbuka.
Gunardi,Winda. 2008. Metode Pengembangan Perilaku dan Kemampuan Dasar Anak Usia
Dini. Jakarta : Universitas Terbuka.
Derjen PAUD, 2010. Kumpulan Pedoman Pembelajaran Taman Kanak-kanak. Jakarta.
NB PKP INI SUDAH PERNAH DI AJUKAN KE UT DAN ALHAMDULILLAH
BERHASIL
URL : http://zulatipah.blogspot.com/2013/07/mengatasi-error-gagal-booting.html