Anda di halaman 1dari 7

PENGUKURAN ALIRAN FLUIDA

A. Tujuan percobaan
1. Mahasiswa dapat memahami dan mengerti prinsip pengukuran aliran fluida.
2. Mahasiswa mengenal beberapa jenis alat ukur kecepatan alir fluida.
3. Mahasiswa dapat melakukan pengukuran kecepatan aliran fluida dengan menggunakan
masing-masing alat ukur kecepatan alir fluida.
4. Mahasiswa data menentuan koefisien masing-masing alat ukur kecepatan alir fluida.
B. Teori
Didalam teknik kimia, aliran fluida adalah suatu masalah yang penting untuk dikuasai, karena
hamper semua proses dalam pabrik kimia maupun pabrik pemrosesan yang lain selalu
melibatkan fluida baik sebagai bahan baku, bahan setengah jadi, bahan jadi ataupun sebagai
bahan pembantu yang lain (utilitas). Salah satu hal yang juga sangat penting dikuasai dalam
aliran fluida ini adalah mengukur dan mengontrol/mengendalikan jumlah bahan yang masuk
dan keluar dari masing-masing alat pada pabrik tersebut. Ada beberapa alat ukur fluida yang
dikenal. Yang paling sederhana didalam pemakaiannya adalah water-meter yang banyak
dipakai untuk mengukur kecepatan alir air PDAM dirumah tangga. Disamping itu ada pitot tube,
Venturi-meter, Orifice-meter, Elbow-meter, dan lainnya. Dimana pada penggunaannya harus
dikalibrasi terlebiih dahulu untuk mendapatkan rate aktual-nya.
1. Water-meter
Water-meter adalah alat ukur kecepatan alir air seperti dipakai pada saluran PDAM.
Biasanya alat ini hanya mencatat volume air yang telah lewat alat ini pada selang waktu
tertentu. Namun ada juga yang dilengkapi dengan jarum penunjuk kecepatan alir air yang
sedang lewat.
Untuk mengitung kecepatan alir air yang sebenarnya (rate actual), maka perlu dilakukan
pengukuran dan perhitungan denga rumus-rumus sbb :
Qa = Cw x Qw
(1)
3
Dimana : Qa
: rate actual (m /sec)
Qw
: water-meter volumetric rate (m3/sec)
Cw
: koefisien/faktor koreksi untuk water-meter
Rate actual dicari dengan mengukur volume fluida yang masuk tangki pengukur untuk
selang waktu tertentu.
Qa = (V2-V1) / t
(2)
3
Dimana : V1
: volume awal pengukuran (m )
V2
: volume akhir pengukuran (m3)
t
: waktu pengukuran

2. Pitot Tube
Pitot tube merupakan salah satu alat ukur kecepatan fluida yang mendasarkan
pengukurannya pada beda tekanan yang terjadi pada dua titik yang dilewati fluida dalam
tube (Differential Pressure Flow-meter).

Dari gambar diatas, fluida mengalir ke dalam titik 2, timbul tekanan yang kemudian menjadi
stasioner pada titik tersebut sehingga disebut sabagai titik stagnan. Perbedaan tekanan
stagnan pada titik 2 ini dengan static pressure yang timbul pada static tube
menunjukkan peningkatan/kenaikan tekanan yang berhubungan dengan kecepatan alir
fluida, dimana besarnya perbedaan tekanan ini diukur/ditunjukkan oleh beda ketinggian
fluida pengukur pada manometer.
Bila fluida yang diukur inkompressibel, maka dari persamaan Bernoulli dapat dihitung
kecepatan fluidanya.

=0

(3)

dimana :

v1 : kecepatan pada titik 1 (m/det)


v2 : kecepatan pada titik 2 (m/det)
P1 : tekanan pada titik 1 (Pa)
P2 : tekanan pada titik 2 (Pa)
: density fluida (kg/m)
bila v1 = v dan v2 = 0, maka :

v = [ 2 ( P2 - P1) /]1/2

(4)

Pada kenyataannya harga v diatas tidak sama dengan hasil pengukuran yang sebenarnya
(biasanya lebih besar), sehingga perlu diberi koefisien / factor koreksi yang disebut Koefisien
Pitot Tube (Cp), sehingga:
v = Cp [ 2 ( P2 - P1) /]1/2
(5)
Perbedaan tekanan (P2-P1) didapat dari pembacaan pada manometer, dimana:

( P2 - P1) = (h2-h1) (m ) g
dimana :

(h2-h1) : beda ketinggian cairan manometer (m)


m
: density cairan manometer (kg/m)
g
: percepatan gravitasi (9,8 m/det)

(6)

Pada Pitot tube, pengukuran yang terbaca / terhitung menunjukkan kecepatan local (local
velocity) dari aliran fluida dalam pipa. Untuk mendapatkan kecepatan rata-ratanya ada 2
cara / metode, yaitu :
a. Dengan melakukan pengukuran kecepatan alir pada setiap titik/posisi dalam pipa, lalu
dirata-ratakan.
b. Dengan metode perhitungan, yakni dengan menghitung kecepatan maksimumnya (pada
posisi tengah-tengah pipa), lalu dengan bantuan grafik NRe vs. vave/vmax akan dapat
dihitung kecepatan rata-ratanya (vave).
3. Venturi-meter
Venturi meter dipakai untuk mengukur kecepatan rata-rata aliran fluida dalam pipa. Prinsip
pengukurannya hampir sama dengan pitot tube, bedanya v1 dan v2 pada Venturi-meter
dapat diukur /dihitung berdasarkan diameter pipa dan leher Venturi-meter tersebut.

Gambar 2 : Diagram Venturi-meter

Dari persamaan (3), bila :


V1 : kecepatan rata-rata pada titik 1 (pipa) yang berdiameter D1
V2 : kecepatan rata-rata pada titik 2 (leher) yang berdiameter D2
Maka persamaan kontinuitasnya pada tekanan konstan adalah :

D12 v1 = D12 v2

(7)

v1 = (D22/ D12) v2

(8)

Atau:
Substistusi pers, (8) ke pers. (3), didapat :

v2 =

(9)

Bila koefisien Venturi-meter (Cv) dimasukkan, maka:

v2 =

(10)

4. Orifice-meter
Serupa dengan Venturi-meter, tapi diameter orifice-nya, bisa diatur / diganti sesuai
keinginan.

Gambar 3 : Diagram Orifice-meter

v0 =
Dimana :

(11)

Co
: koefisien Orifice meter
Do
: diameter Orifice (m)
D1
: diameter pipa (m)
5. Rotameter (Area-meter)
Pada Rotameter, kecepatan alir fluida (yolumetric rate) yang terukur / terbaca pada alat
tersebut biasanya sudah menunjukkan kecepatan alir yang sebenarnya (actual rate). Akan
tetapi dalam pemakaiannya perlu dikalibrasi kembali untuk melihat ketelitian (accuracy) dari
rotameter tsb.
Qa = Cr x Qr
(12)
Dimana:
Qa : volumetric rate yang sebenarnya (m/det)
Qr : volumetric rate yang terbaca (m/det)
Cr : koefisien Rotameter
6. Bendungan atau DAM
Pada beberapa bagian peralatan proses dan saluran untuk keperluan pertanian, cairan/air
mengalir melalui saluran terbuka. Untuk mengukur kecepatan alirnya digunakan bendungan
atau dam. Ada dua jenis bendungan yangs sering dipakai, yaitu bendungan segi empat dan
bendungan segi tiga (gambar 4)

Gambar 4 : Bendungan atau dam : a. segi empat, b. Segi tiga

Untuk menghitung kecepatan alir cairan / air yang melewati bendungan ini, diukur head
(tinggi cairan diatas bendungan) dari dasar bendungan. Lalu dengan menggunakan modified
Francis weir formula yang diturunkan dari persamaan Bernoulli, maka kecepatan alir cairan
dapat dihitung.
Persamaan kecepatan alir pada bendungan bentuk segi empat :

q = 0,415 (L 0,2ho)ho1,5

(13)

Dimana :

q
: kecepatan alir (m/det)
L
: lebar bendungan (m)
ha
: head cairan (m)
g
: percepatan gravitasi (m/det)
sedangkan persamaan kecepatan alir untuk bendungan segitiga :

q=

(14)

dimana :
: sudut kemiringan segitiga ()
C. Alat dan Bahan
1. Alat :
- Fluid Flow Measurement Bench
- Pitot Tube
- Venturi meter: D1 = 39 mm dan D2 = 18 mm
- Orifice meter : D1 = 39 mm dan Do = 22 mm
- Rotameter
- Stopwatch
2. Bahan :
- Air bersih
D. Prosedur percobaan
1. Kalibrasi Water-meter :
a. Isi storage tank dengan air bersih sampai hampir penuh.
b. Pasang salah satu alat ukur aliran fluida pada tempatnya.
c. Hubungkan listrik ke stop kontak.
d. Hidupkan pompa.
e. Atur valve pada kedudukan tertentu, catat kecepatan alir (volumetric rate) yang terbaca
pada meter air dan yang diukur dengan stopwatch (actual rate).
f. Ulangi langkah e untuk kedudukan valve yang lain sehingga mewakili pengukuran terkecil
sampai yang terbesar.
g. Buat grafik/ kurva kalibrasi dari water-meter yang dipakai.
2. Pilot Tube
a. Pasang pilot tube pada tempatnya,hubungkan pipa penghubung manometer pada
tempatnya.
b. Hubungkan pompa, buka valve pada kedudukan tertentu.
c. Catat beda ketinggian pada manometer.
d. Catat volumetric rate pada water-meter.
e. Ulangi langkah b s/d untuk kedudukan valve yang lain.
3. Venturi-meter (sama dengan Pitot Tube)

E.
F.
G.

H.

4. Orifice-meter (sama dengan Pitot Tube)


5. Rotameter :
a. Pasang Rotameter pada tempatnya.
b. Hidupkan pompa, buka valve pada kedudukan tertentu.
c. Catat volumetric rate pada water-meter.
d. Catat volumetric rate yang terukur pada rotameter.
e. Ulangi langkah b s/d d untuk kedudukan valve yang lain.
6. Bendungan atau dam
a. Pasang bendungan pada tempatnya.
b. Pasang mistar pengukur diatas bendungan dan set pada titik nol.
c. Hidupkan pompa, buka valve pada kedudukan tertentu.
d. Catat volumetric rate pada water meter.
e. Naikkan mistar pengukur sampai ujung jarum mistar tepat menyentuh permukaan cairan,
catat head cairan.
f. Ulangi langkah c s/d e untuk kedudukan valve yang lain.
Keselamatan Kerja
Lihat pada lampiran.
Gambar Alat
Lihat pada lampiran.
Tugas
1. Pelajari teori tentang manometer dan Rotameter.
2. Buat kurva kalibrasi dan tentukan koefisien / faktor koreksi dari masing-masing alat ukur
kecepatan alir yang digunakan.
Pustaka
Badger & Banchero, Introduction to Chemical Engineering , International Student Edition,
McGraw-Hill Book Co., Singapore, 1985.
Coulson & Richardson, Chemical Engineering, Vol. 1,3rd edition, Pergamon Press, Oxford, 1980.
Geankoplis, Christie, Transport Processes and Unit Operations, 3rd edition, Prentice_Hall Inc.,
New Jersey. 1993.