Anda di halaman 1dari 12

Grafologi: Mengintip Kepribadian dari Tulisan Tangan !

Definisi grafologi adalah seni membaca karakter tulisan tangan. Tulisan tangan
mirip sidik jari-setiap orang memiliki ciri khusus. Kalaupun ada dua orang
memiliki tulisan tangan yang sama, jika anda perhatikan, pasti akan terlihat
bedanya.

Tulisan tangan terbentuk dari rangsangan kecil dari otak sehingga sering sekali
para ahli grafologi menyebut tulisan tangan adalah tulisan otak. Grafologi
merupakan sebuah ilmu yang empirik, karena ilmu ini dibuktikan berdasarkan
fenomena dalam satu populasi dan ada kuantifikasi hasil atau ada hasil dari uji
statistik yang bisa dipertanggungjawabkan.

Kegunaan grafologi bisa kita lihat sejak 6000 tahun yang lalu, di masa Cina kuno.
Pengetahuan mereka berpindah ke orang Yunani dan Romawi, dan Kaisar Nero
menggunakannya untuk menentukan orang yang bisa ia percaya.

Buku pertama yang muncul tentang tulisan tangan ditulis oleh orang Italia,
Camillo Baldi pada tahun 1622. Namun, kata grafologi sesungguhnya
diungkapkan oleh Jean Michon, orang Perancis, pada abad ke-19. Kata tersebut
datang dari bahasa Yunani graph yang berarti menulis, dan ology yang berarti
ilmu.

Michon membentuk Graphological Society (Lembaga Grafologi) di Paris, yang


berkembang sampai masa Perang Dunia Kedua (1939-1945). Penulis Edgar Allan
Poe juga mempelajari tulisan tangan dan mempublikasikan penemuannya, serta
menyatakan kata autograph untuk menjelaskan pendekatannya.

Grafologi dipelajari di Klinik Psikologi Harvard tahun 1930 oleh Gordon Allport,
dan pada tahun 1955 Klara Roman dan George Staemphli mengembangkan
faktor-faktor penting untuk menilai karakter dari tulisan tangan. Di banyak
universitas Eropa, grafologi adalah bagian dari kurikulum untuk jurusan psikologi.

Sekarang ini banyak area dalam hidup di mana grafologi dianggap sangat
berguna. Menilai tulisan tangan sangatlah membantu dalam banyak bidang saat
ini. Contohnya dalam bidang pendidikan, kita dapat mengetahui bakat dan minat
seseorang, pelaku kekerasan di sekolah, dan dapat pula digunakan untuk
bimbingan atau BK.

Grafologi juga digunakan di bidang kriminalitas, forensik, dan konseling. Analisis


tulisan tangan sangat penting dalam menentukan apa ada dokumen yang
dipalsukan, karena masih tetap bergantung pada fakta bahwa tiap orang menulis
dengan cara yang berbeda dan variasi sekecil apapun bisa diketahui. Grafologi
juga bisa digunakan para ahli untuk mendiagnosis penyakit mental, dan bisa
digunakan oleh polisi untuk mendapatkan gambaran tentang kesehatan mental
dari tersangka.

Jadi bagaimana anda bisa menggunakan grafologi dalam kehidupan sehari-hari?


Anda bisa menggunakannya untuk mendapatkan ide yang keren tentang
karakter dan kemampuan diri anda, dan juga untuk mendapatkan pengertian
yang lebih mendalam dari teman dan juga keluarga anda. Kalau anda bisa
melihat tulisan tangan seorang cowok atau cewek, ini bisa memberi anda
petunjuk seperti seberapa bagus dia bila menjadi teman kencan dan apakah
anda berdua akan cocok atau mengalami kendala dalam menjalani hubungan.

Bagi anda yang menaruh minat dan ingin mempelajari grafologi, perlu diingat
bahwa grafologi, seperti seni lainnya, perlu diperlakukan dengan hormat. Sangat
tidak adil untuk mengambil contoh tulisan tangan seseorang lalu dibagi-bagikan
ke teman-teman anda tanpa diketahui orang tersebut! Juga, jangan menyuruh
orang untuk memberi contoh tulisannya tanpa sepengetahuan mereka.

Mereka punya hak untuk menjaga privasinya, dan anda akan punya kesenangan
yang lebih banyak lagi dengan tulisan orang yang benar-benar mau ambil bagian
dan yang bakal memberi tahu kalau anda bisa menilai apa tidak-dengan begitu
anda belajar lebih banyak lagi. Dalam grafologi juga, seseorang akan semakin
ahli sejalan dengan jam terbang (learning by doing).

Tips Membaca Kepribadian dari Tulisan Tangan

1. Besar Kecilnya Tulisan.

Dilihat dari sudut pandang besar kecilnya tulisan terdapat empat kriteria penting
yaitu : kecil, sedang, besar, dan sangat besar.

Tulisan yang berukuran kecil menunjukkan sifat pendiam, sering menyendiri tapi
punya otak yang cemerlang dan pikirannya selalu ilmiah. Orang dengan tulisan
seperti ini nalarnya logis.
Tulisan tangan yang ditulis kecil-kecil tapi jelas mudah untuk dibaca
menunjukkan penulisnya pandai, juga punya konsentrasi kuat, walau sayang tipe
ini kadang suka sekali menonjolkan keilmuannya. Sedangkan jika tulisan tangan
kecil dan susah membacanya berarti sang penulis adalah orang bertipe mandiri
dalam hidupnya.
Tulisan tangan sedang, mengandung makna bahwa penulisannya adalah orang
yang sangat terpaku kepada tradisi kuno, atau hal-hal yang bersifat formil
modern. Tipe ini sangat jitu dalam penggunaan logika untuk dasar referensi
keputusan-keputusannya.
Jenis tulisan tangan yang besar menunjukkan besarnya ambisi seseorang namun
murah hati dan selalu ingin dihargai oleh orang lain, di samping suka melebihkan
omong-omongan yang kurang perlu. Sedangkan untuk jenis tulisan tangan yang
sangat besar menunjukkan bahwa penulisnya sangat hati-hati dalam segala hal,
gemar membuat perhatian bagi sekelilingnya, banyak over aktingnya dalam
mencari perhatian, ingin selalu tampil di depan, karena dia gemar berpetualang
kemana-mana, mengikuti panggilan jiwanya.
2. Gaya Tulisan.

Dalam spesifikasi Gaya Tulisan ini terbagi ke dalam lima sub. Masing-masing,
adalah :

2.1 Gaya Sambung Biasa

Orang yang punya model tulisan begini biasanya senang memberi respon pada
setiap masalah, bisa menerima ide dari orang lain, mudah bergaul dan disenangi
teman. Baginya berbakat untuk menjadi seorang pemimpin.

2.2 Gaya Sambung Berbentuk Petak

Mengandung arti penulisnya mudah dipengaruhi, selalu menilai enteng setiap


persoalan, hingga tindakannya kadang terkesan sembrono, tanpa pemikiran
matang.

2.3 Gaya Sambung Berliku

Tulisan yang banyak luka-likunya, mengandung makna bahwa penulisnya sangat


formil, hati-hati dan sering menonjolkan status, namun umumnya sifat mereka
pendiam, gemar menyendiri dan biasanya banyak memiliki keahlian atau bakat.

2.4 Gaya Lurus dan Lancip

Tulisan tangan model demikian menunjukkan penulisnya orang agresif, sangat


tekun mengerjakan sesuatu, walau kadang enggan berkompromi dengan orang
lain. Bila lancipnya pada huruf awal saja maka pertanda dirinya orang yang
banyak mengalami konflik psikologis, sehingga kadang bersikap agresif.

2.5 Gaya Campuran

Bentuk tulisan bersambung yang tak karuan menuliskan cepat, dan kadang
sukar membacanya hal ini mengandung arti bahwa penulisnya adalah orang
yang biasa berpikir cepat, kreatif tapi paling tersinggung kalau dikritik. Bahkan,
bila tidak sesuai dengan kehendaknya jangan harap orang bisa mendapatkan
bantuannya karena dia paling doyan mengelak dalam memberi pertolongan.

3. Kemiringan Tulisan

Bentuk kemiringan tulisan tangan, apakah itu miring ke kiri atau ke kanan, atau
tegak lurus.

Mereka yang tulisannya miring ke kiri menunjukkan penulisnya bersikap tertutup


(introvet). Segala sesuatu diukur menurut penilainnya sendiri atau menurut
ukuran masa lampau. Disamping mempunyai sikap konservatif, orang dengan
tipe tulisan ini sangat individualis.
Jenis tulisan miring ke kanan, menandakan orang yang ramah, aktif dan bersikap
terbuka (extropet), berani menghadapi tantangan baru. Dalam bekerja kata
hatinya merupakan power yang penting, tapi dalam hal yang kurang dikuasai dia
lebih banyak untuk menanyakan kepada ahlinya.

Tulisan tangan yang bentuknya tegak, mengandung arti bahwa penulisnya


adalah tipe orang yang tak suka banyak diatur. Baginya dia adalah miliknya
sendiri, kebebasan menjadi hobinya dalam mengerjakan sesuatu tindakan,
namun kontrol diri tidak pernah lepas dalam memilah dan memilih hal yang
dianggapnya positif.
4. Tekanan Tulisan

Bila kita memperhatikan bekas tulisan tangan seseorang akan ditemukan


tampak goresan tekanan tulisan seperti tercetak di baliknya. Dengan
memperhatikan bekas goresan yang tercetak di balik kertas kita akan dapat
mengetahui dan menebak bagaimana kepribadian dan tingkah laku si
penulisnya.
Tekanan yang halus berarti pembawaannya tenang, tapi mudah atau tidaknya
dibaca itu bukan persoalan. Sedangkan tulisan yang bekas tekanannya tercetak
jelas dibelakangnya menandakan penulisnya punya sifat kaku dan formal.
Karenanya orang ini sulit untuk bisa cepat menyesuaikan diri dalam pergaulan,
namun dia menganggap bersikap demikian penting baginya agar dihargai orang
lain.
5. Bentuk Huruf Awal

Diantara orang ada yang gemar memainkan bentuk tulisannya, terutama bentuk
awal tulisannya. Beberapa ciri dan kecenderungan karakter si penulis adalah
sebagai berikut :

5.1 Bentuk Jangkar

Disebut bentuk jangkar karena memang huruf awal tulisnya dalam bentuk
jangkar. Tulisan ini memberi tanda bahwa yang memiliki tulisan cenderung
bersikap kurang dewasa dan kurang percaya diri dalam menjalani hidup. Dia
banyak bersikap pasif.

5.2 Bentuk Busur

Disebut bentuk busur karena memang bentuk awalnya membentuk busur seperti
ditarik. Pemilik tulisan ini biasanya cepat puas dengan hasil yang dicapai, dan
hidupnya sangat berpandangan kuat akan nilai-nilai religius.

5.3 Bentuk Memanjang

Huruf awal memanjang yang dituliskan pelan-pelan, menunjukkan bahwa


orangnya terlalu berhati-hati dalam merencanakan masa depan. Panjanganya
huruf awal menunjukkan kelambatan kerja dan pemborosan waktu.

5.4 Bentuk memanjang dari bawah

Bentuk memanjang dari bawah bila digoreskan secara kilat menunjukkan


penulisannya orang yang agresif dan cepat menyelesaikan pekerjaan, disamping
gemar melakukan berbagai eksprimen.

6. Bentuk Huruf Akhir

Bentuk akhir kata yang dituliskan, menunjukkan sikap sosial dan kualitas
penulisnya. Tentang huruf akhir ini ada tiga model. Masing-masing, adalah :

Bila huruf akhir suatu kata ditulis memanjang, mengandung pengertian bahwa
orang itu memiliki kemurahan hati, rasa sosialnya besar.
Bila huruf akhir memanjang ke atas, berarti penulisnya menyukai kemewahan,
disamping idealis dan punya semangat yang tinggi.
Bila huruf akhir menyilang berarti tidak segan mengritik diri sendiri apabila
perbuatannya memang salah atau keliru.
Spasi Tulisan Juga diperhatikan dalam Grafologi

Spasi antarkata dan antarhuruf mengungkapkan seberapa murah hati atau


jahatnya seseorang, seberapa mudah bergaul, dan tingkatan diskriminasi yang
dia gunakan dalam memilih teman.

Lebar: berasosiasi dengan jarak, separasi, pelepasan.


Sempit: berasosiasi dengan kedekatan, kualitas gelisah, ketidakleluasaan.

Tolok ukur: satu huruf. Jika jarak antarkata kurang dari satu huruf, dikatakan
sempit (kecil). Jika lebih dari satu huruf, dikatakan lebar (besar).

Spasi kecil antarhuruf: mengindikasikan kebutuhan akan orang lain dan


kehidupan sosial yang penuh. Bila sangat kecil: berpandangan picik dan gelisah,
tidak terbuka.
Spasi lebar antarhuruf: menunjukkan kehati-hatian dan kewaspadaan dalam
memilih kenalan, terisolasi.
Spasi kecil antarkata: tanda ketidakmampuan untuk membuat rencana dan
rendahnya kemampuan dalam organisasi, posesif, tergantung, memiliki sikap
bermusuhan, membutuhkan orang lain, mudah bergaul, memiliki sifat sosial
tinggi.
Spasi lebar antarkata: tanda kemampuan untuk melihat ke depan secara
objektif, ingin menjaga jarak dengan orang lain, berhati-hati dalam setiap
hubungan, suka menyendiri, cenderung tidak percaya pada orang lain.
Spasi antarbaris kecil: suka terlibat langsung dengan tindakan.
Spasi antarbaris lebar: tanda ketidakmampuan dalam membuat perencanaan,
suka berada di balik layar, menjaga jarak, mengamati dengan seksama.
Marjin dan Kemiringan Tulisan juga Mengungkap Karakter Seseorang

Mengungkapkan kualitas pendidikan dan sosial.

Marjin atas lebar: cenderung menarik diri dan menjaga jarak dengan orang lain,
bersifat formal, hormat terhadap orang lain.
Marjin atas sempit: menyukai formalitas.
Marjin bawah lebar: rasa takut terhadap seks, idealis, kurang bersahabat,
mementingkan keterampilan luar, adanya trauma emosional.
Marjin bawah sempit: mempunyai naluri suka menimbun, sok akrab, kurang hatihati, sentimental, materialistis, mudah lelah, kurang bisa berkomunikasi.
Marjin kiri lebar: latar belakang kebudayaan yang baik, intelejensi, rasa seni,
selalu ingin berkembang dan aktif.
Marjin kiri sempit: persahabatan yang tidak pandang bulu, picik, pendiam,
hipersensitif, hati-hati, ingin menghindari tekanan.
Marjin kanan lebar: ketakutan akan masa depan.

Marjin kanan sempit: pendekatan lebih berhati-hati terhadap calon teman dan
dunia secara umum, kurangnya sikap memilih-milih, murah hati, sembrono,
ketidaksabaran, ingin segera keluar dari masalah.
Rata: memiliki pikiran yang teratur dan mata yang artistik.
Satu halaman penuh tulisan tanpa ada jarak spasi: picik, banyak bicara.
Satu halaman hampir semuanya bermarjin: penakut, tertekan, tidak pernah
puas.
Marjin kiri acak-acakan: depresi temporer.
Marjin kiri semakin melebar ketika tulisan turun: bermakna tulisan cepat dan
spontan, kesulitan untuk menggunakan waktu.
Marjin kiri semakin menyempit ketika tulisan turun: cenderung memulai tugas
yang berani.
Marjin sempit di sisi kiri dan kanan: tidak melihat berbagai hal dari segi
pandangan masyarakat lainnya, tidak melihat dirinya dengan baik.
Marjin kiri tidak rata: tidak bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat, suka
melawan, suka menyimpang, tidak disiplin.
Tidak ada marjin: sibuk, berusaha keras, pelit, egois.
KEMIRINGAN

Ke kiri: berhubungan dengan masa lalu dan hal-hal yang negatif.


Vertikal: berhubungan dengan pengendalian dan formalitas.
Ke kanan: berhubungan dengan masa depan dan hal-hal yang positif.

Ke kanan: ekstrover, kepribadian yang bebas disertai kebutuhan dan kapasitas


untuk kontak manusiawi, keinginan memberi dan menerima afeksi, mudah
berkomunikasi, bersahabat, responsif, suportif, kurang sabar, tidak tenang,
tergesa-gesa, aktif. Positifnya: keaktifan, simpati, kemampuan bergaul.
Negatifnya: ketidaksabaran, ketergesa-gesaan, kepanikan.
Terlalu ke kanan: makin suka bergaul tetapi dengan kendali emosi yang lebih
rendah, mudah bosan, mudah gelisah, banyak teman dekat
Sedikit ke kanan: membutuhkan orang lain, berpandangan ke luar, ekstrover
Ke kiri: introver, dituntun oleh pikiran ketimbang emosi, mudah tersinggung.
Positifnya: kontrol diri, sikap hemat, pemikiran yang konservatif. Negatifnya:
keegoisan, ketakutan terhadap masa depan, mengucilkan diri

Terlalu ke kiri: introspektif, gugup, pemimpi


Sedikit ke kiri: banyak menggunakan pikirannya, agak introver
Vertikal: independen, tidak ekstrover dan juga tidak introver, tidak tergantung
pada orang atau sesuatu yang lain. Positifnya: kenetralan, dominasi pemikiran,
kontrol diri, penjagaan jarak. Negatifnya: keegoisan, tidak berbelas kasih, sikap
dingin, dan kaku.
Bervariasi (ada ke kanan, ada ke kiri): kepribadian yang serba guna tetapi kerap
tidak stabil, mudah berubah, kerap murung, kerap terombang-ambing antara
kata hati dan kendali (pikiran dan emosi).
Tulisan yang dasarnya tetap, kuat, dan lurus menunjukkan orang yang suasana
hatinya terkendali. Dia tidak mudah digoyahkan orang lain dan mempunyai
keseimbangan yang baik, berterus terang, dan tekun.

Turun: berhubungan dengan depresi, lelah, ketidakjujuran, kesedihan, pesimisme


Datar: berhubungan dengan ketenangan dan stabilitas luar.
Naik: berhubungan dengan penuh harapan, ambisi, kejujuran, aktivitas, motivasi
dan sukses.

Miring ke atas (menaik): menunjukkan ambisi dan optimisme, orang yang


teratur, berperasaan dan bertanggung jawab, suka bergaul, menyenangkan.
Menaik tiruan (garis dasar menaik tetapi jatuh pada bagian akhir): mudah
menyerah.
Miring ke bawah (menurun): menunjukkan pesimisme dan depresi, kelelahan
mental dan fisik.
Makin tinggi sebuah garis menanjak, makin ambisius dan optimistis. Makin jauh
kemiringan ke arah bawah, makin besar pesimisme.

Bervariasi: mengungkapkan suasana hati, mudah mengesampingkan akal sehat


guna memberi tempat kepada perasaan. Mungkin dia tidak sabar dan tidak
dapat diandalkan.
Membentuk kurva (menaik kemudian menurun) atau cembung: mudah
menyerah, memulai pekerjaan dengan semangat dan antusiasme yang tinggi
tetapi kemudian kehilangan semangat.
Membentuk kalung (menurun kemudian menaik) atau cekung: jalan untuk
mencapai tujuan, memulai suatu pekerjaan dengan semangat dan antusiasme
rendah tetapi kemudian sangat bersemangat.

Lurus: stabil, terkendali.


Sangat lurus: bertindak dangkal seolah-olah terkendali.
Tiap kata naik: sedang bahagia
Tiap kata turun: tidak bahagia
Tips Membaca Coretan-Coretan Tangan di Tulisan

Anda suka corat-coret? Kalau tanpa sadar anda suka mencorat-coret di kertas
ketika bosan, coba perhatikan gambar apa yang sering anda buat. Soalnya
coretan yang anda buat itu bisa mencerminkan kepribadian anda lho. Penasaran
kan? Simak uraian berikut!

Binatang = mencerminkan bagaimana memandang diri sendiri. Jika


menggambar hewan peliharaan berarti memiliki pribadi yang ramah. Hewan
kecil mengindikasikan perasaan takut yang tersembunyi. Sedangkan hewan liar
mencerminkan agresivitas.
Tanda panah = Tanda panah ke kiri berarti sedang mengenang masa lalu. Tanda
panah ke kanan berarti siap untuk menyongsong masa depan. Tanda panah ke
suatu objek berarti marah atau penasaran dengan objek tersebut.
Burung = Memiliki daya imajinasi yang tinggi, penuh petimbangan, cinta kasih,
dan menyukai kebebasan.
Kotak-kotak dan bentuk geometris = pribadi yang terorganisasi dan problem
solver yang baik.
Lingkaran = flesksibel, mudah beradaptasi dan menyesuaikan diri. Memiliki iman
yang kuat sehingga memiliki jiwa optimis dan pantang menyerah.
Bunga = riang, ceria, bahagia menjadi diri sendiri, menikmati hidup, dan sedang
mencari cinta.
Simbol mata uang = sedang banyak uang atau sama sekali tidak punya uang
dan berharap bisa punya uang banyak.
Mata = mencerminkan cara memandang dunia. Mata kecil mencerminkan
perenungan dan mata yang besar menunjukkan kecurigaan dan perasaan yang
sangat sensitif
Anting = suka membesar-besarkan segala sesuatu.
Wajah dengan warna redup = sikap waspada.
Wajah dengan warna gelap = karakter dominan namun labil.

Jerapah = ingin mengetahui seberapa besar daya tarik terhadap lawan jenis,
semakin panjang leher jerapah yang digambar, semakin dalam pesona dalam
diri yang ingin digali.
Happy face = perilaku yang ditampilkan tidak sejalan dengan hati nurani. Namun
pribadi ini senang menebar keceriaan di sekitarnya dan senang bertemu dengan
banyak orang juga bersahabat dengan siapapun.
Jantung hati = penuh cinta, welas asih, dan pengertian.
Inisial = ingin tahu lebih banyak tentang pemilik inisial dimaksud.
Bentuk yang saling bertautan = mencerminkan pemikiran yang logis dan senang
berbagi segala hal dengan orang-orang di sekeliling.
Garis bergerigi = sedang merasa terhimpit dan marah. Apabila garis tersebut
melingkari suatu objek mencerminkan rasa balas dendam. Namun jika garis
tersebut melingkar tapat di atas suatu objek berarti sedang marah terhadap
sesuatu
Ciuman = mendambakan cinta
Pisau = sisi agresif yang tersembunyi
Benang kusut = lingkaran kusut yang besar melambangkan keinginan akan gaya
hidup bebas yang menggelnding begitu saja. Lingkaran kusut yang kecil
melambangkan perasaan marah yang terpendam
Bibir = bibir tipis menunjukkan kekhawatiran dan bibir terbuka mencerminkan
perhatian dan rasa cinta kasih
Kumis = apabila suka menambahkan kumis, kacamata, atau tanduk pada
foto/gambar orang, berarti sedang menginginkan untuk dapat hidup mandiri
Uang = keinginan untuk meraih sukses, kekuatan, dan jabatan lebih dari yang
dimiliki saat ini
Nama = menulis nama seseorang berulang kali menandakan rasa penasaran dan
perhatian terhadap si pemilik nama. Sedangkan coretan nama sendiri disertai
desain khusus di sekitarnya melambangkan pencarian jati diri.
Gurita = simbol dari kelahiran kembali. Sama maknanya seperti laba-laba dan
naga. Bisa juga sedang merasa jenuh dan tidak menarik.
Batu dan kerikil = pribadi yang rendah hati dan memiliki pikiran bahwa hidup
penuh dengan tantangan dan cobaaan yang harus dihadapi.
Pasangan = kekhawatiran akan perpisahan. Dapat juga mencerminkan cara
pandang yang seimbang antara segi positif dan negatif
Tanda tanya = keraguan yang selalu menyelimuti pikiran
Hujan = depresi yang cukup dalam

Pelangi = usaha untuk mencerminkan rasa stres dan kesedihan yang selama ini
terpendam
Bintang = sosok yang optimis, tangguh, dan tidak mudah larut dalam
kekecewaan karena memiliki sifat ambisius dan yakin terhadap cita-cita
Sosok tegak = haus perhatian
Matahari = sedang senang dan bahagia
Garis-garis = pesimis dengan ide-ide baru dan memerlukan motivasi dari orangorang terdekat
Segitiga = pandai mengatur segala sesuatu dengan baik
Wajah cemberut = menunjukkan mood yang sedang tidak bagus dan rasa tidak
suka terhadap orang lain
Unicorn = mengekspresikan harapan dan perasaan yang murni
Vampir = suka mengambil keuntungan dari orang lain
Gunung = amarah yang meledak-ledak
Aliran air = aliran air yang tenang melambangkan suasana hati yang damai. Laut
yang penuh ombak bergulung menandakan kekhawatiran akan bencana
Rumah kecil dikelilingi pagar = keinginan akan kasih sayang, kehangatan, dan
kenyamanan dari sebuah rumah
Huruf X dan O = pribadi yang kompetitif dan serius dalam menghadapi hidup
Huruf Y = tidak yakin dalam mengambil keputusan
Angka 0 = lambang dari segala sesuatu yang bersifat kontradiktif. Bisa juga
mencerminkan perasaan terpuruk
Huruf Z = tipe pekerja keras.