Anda di halaman 1dari 41

Dr.

ISMIRALDA OKE PUTRANTI, SpKK


SMF IK Kulit dan Kelamin FKIK UNSOED /
RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo
Purwokerto
2014

Anamnesis

Px Fisik

Diagnosis

Px
Penunjang
2

Dasar Penegakan Dx
Anamnesis : Sacred 7 & Fundamental 4
- RPS Keluhan Utama

Onset
Lokasi
Kronologi
Kualitas
Kuantitas
Faktor yang memperberat / memperingan
Gejala penyerta

- RPD
- RPK
- RSE

Pemeriksaan Fisik
Inspeksi : predileksi, efloresensi, morfologi,
konfigurasi, distribusi

Palpasi
Untuk merasakan tekstur dan konsistensi lesi
(halus/kasar, batas tegas/tdk, fluktuasi,
kedalaman lesi, mobilitas)
Untuk merasakan adanya perubahan suhu, nyeri
tekan
Untuk meyakinkan pasien jika kita tidak takut
dengan penyakit kulitnya.

Auskultasi : khusus utk hemangioma

Predileksi

EFFLORESENSI (PRIMER)
Makula

Lesi datar, batas jelas berbeda


dengan sekitarnya karena
perubahan warna.

Contoh makula
hiperpigmentasi

Papul

Lesi elevasi padat dg ukuran kecil


(<0,5cm), bag bsr papul tampak di atas
permukaan kulit.
Disebabkan krn :
Deposit metabolik dermis
Hiperplasia lokalisata elemen
selular dermis / epidermis

Elevasi kulit dengan porsi luas


permukaannya lebih besar dibandingkan
tingginya.
Biasanya merupakan kumpulan papul

Plakat

Nodul

Lesi bulat & palpabel


A. Lesi meluas hingga jaringan sub
kutan
B. Nodul terletak di jaringan
epidermis

Vesikel - Bula
Vesikel : Lesi elevasi dg ukuran kecil
(<0,5cm), berisi cairan serosa.
Bula : lesi berisi cairan dg ukuran >0,5cm

Pustul

Elevasi kulit berbatas tegas


berisi eksudat purulen.

Kista
Penonjolan kulit bbts tegas akibat
timbunan cairan serosa/mucin
solid/semisolid yg dibatasi oleh
epitel skuamosa yg mhslkan bahan
keratin (kantung)

Urtika

Penonjolan kulit akibat udem


setempat yang muncul tiba-tiba dan
menghilang dalam waktu yang
relatif singkat.

Kanalikuli

Terowongan di bawah kulit.


Terdapat pada :
Creeping eruption
Skabies

EFFLORESENSI (SEKUNDER)
Krusta

Timbunan serum, darah,


eksudat purulen dan kulit mati
yang mengering di atas
permukaan kulit.

Skuama

Sisik pd kulit akibat proses


deskuamasi startum korneum

Erosi, Ekskoriasi, Fisura


Erosi : defek
epidermis (hingga
st.spinosum)

Ekskoriasi : defek
kulit hingga papila
dermis (tampak
bintik2 perdarahan)

Fisura : retakan
kulit yg sempit dan
dalam

Ulkus
Yang diperhatikan pd ulkus :
Ukuran (diameter)
Tepi ulkus : teratur/tdk, menggaung
Dasar ulkus
Ada tidaknya debris
Rangsang nyeri
Keterlibatan daerah sekitar ulkus

Defek kulit yg ditandai


kehilangan seluruh
lap.epidermis yg dpt meluas
hingga dermis bahkan sub kutis

Likenifikasi

Penebalan epidermis sehingga tekstur kulit


teraba dan tampak jelas

Skar
jaringan fibrosa yg
menggantikan defek jaringan
sbg hasil proses penyembuhan
luka

Konfigurasi

Annular
Arciform or arcuate
Circinate
Digitate
Discoid
Figurate
Guttate
Herpetiform
Linear
Nummular
Reticular
Serpiginous
Stellate
Targetoid
Verrucous

Distribusi

Universalis
Generalis
Unilateral
Bilateral-Simetris
Fleksural
Ekstensor
Intertriginosa
Dermatomal
Diskret
Soliter

Konfigurasi
Annular

Lesi berbatas tegas membentuk


gambaran cincin

Numular

Lesi bundar seperti uang logam


(diskoid)

Milier
Lesi berukuran 1-2mm (sebesar
kepala jarum pentul)

Lentikuler
Papul dg ukuran sebesar biji
jagung

23

Verukosus

Retikuler

Lesi berdungkuldungkul membentuk


seperti bunga kol

Lesi membentuk
anyaman seperti jala
24

Confluent - Lesi menyatu

Clustered / Herpetiform
Lesi bergerombol
25

Serpiginosa
Lesi meluas (menjalar ke
arah tepi)

26

Lesi Target
Linear
Lesi memanjang,
membentuk seperti garis

Lesi yang mempunyai gambaran


seperti dartboard, tersusun dr bbrp
lingkaran konsentris dg lesi mskula,
papul eritem / vesikel di tengahnya
27

Korimbiformis
Gambaran lesi terdiri dari
lesi induk dikelilingi oleh
lesi-lesi satelit (hen &
chicken pattern)

Gutata
Lesi berukuran kecil-kecil
seperti tetesan air

28

Ekzematoid
Gambaran lesi menunjukan
adanya tanda-tanda
peradangan akut dan basah
(oozing)

29

Multiformis/
Poliformik
Gambaran lesi terdiri dari
beberapa morfologi kelainan
kulit

30

Distribusi

Generalisata
Lesi meluas hampir seluruh
permukaan tubuh terkena

Universal
Lesi mengenai seluruh
permukaan tubuh

31

Soliter
Lesi tunggal

32

Zosteriform /
Dermatomal

Diskret
Lesi tersebar

Lesi menyebar sesuai dengan


persarafan kulit tertentu
33

Bilateral
Lesi menyebar di kedua sisi tubuh

Unilateral
Lesi menyebar di satu sisi tubuh
34

Fenomena Koebner
Timbulnya lesi yang serupa
dengan lesi kulit lain pada tempat
bekas trauma
35

Folikuler
Penyebaran lesi terdapat di
sekitar folikel rambut
36

Pemeriksaan Fisik Khusus


Psoriasis
Fenomena Koebner
Timbulnya lesi yang serupa dengan

lesi kulit lain pada tempat bekas


trauma

Didapatkan dari anamnesis


Terdapat pada Psoriasis, Moloskum

kontagiosum, veruka dan liken


planus

37

Auspitzs Sign

Auspitzs Sign - skuama dilepaskan selapis demi lapis dan akan


tampak bintik2 perdarahan tjd ok papilomatosis
Merupakan tanda patognomonik Psoriasis

Candle (grease) sign fenomena tetesan lilin ( Kaarsvetvlek


phenomenon) skuama pada psoriasis digores, akan tampak serpihan2
skuama seperti lilin

Morbus Hansen
TES SENSIBILITAS (Raba, Nyeri dan Suhu)

Tes Pembesaran Saraf Perifer


N. Aurikularis Magnus
N. Ulnaris
N. Peroneus Lateralis

Kelainan Vesiko-Bulosa
TES NIKOLSKY
Cara :
Penekanan langsung pada bula
Menggeser kulit di antara 2 bula

Menggeser kulit

Interpretasi :
bula mengempis/mendatar/mudah pecah/jari seperti
tergelincir = Tes Nikolsky (+) terjadi epidermolisis / vesikel-

bula berdinding tipis, terletak pada subkorneal/intraepidermis


Bula tegang / sulit pecah = Tes Nikolsky (-) bula bedinding
tebal, terletak di sub epidermal

Pemeriksaan Penunjang

Pengecatan Gram, Ziehl-Nielsen, Burry

Pemeriksaan kerokan kulit (+ KOH 10% utk jamur) / pemeriksaan


kutu

Pemeriksaan sitologi (Tzanck smear) utk infeksi virus &


kel.vesikobulosa

Kultur

Lampu Wood

Patch test, scratch test/prick test untuk tes alergi

Acetowhitening - identifikasi infeksi virus papiloma

Tes serologi : STS, ANA, Anti dsDNA

Biopsi histopatologi

Pemeriksaan umum : hematologi, kimia darah, urinalisis,


pemeriksaan feses, imaging studies.