Anda di halaman 1dari 148

5.

Logika
SET & ADJUST

Tujuan
Setelah melalui modul ini peserta
diharapkan mampu untuk ......
Menggambarkan karakteristik dari feedforward
controller
Menggambarkan karakteristik dari feedback
controller
Mengetahui bagaimana menggunakan SET
sebagai feedforward controller
Mengetahui bagaimana menggunakan ADJUST
sebagai feedback controller

Preview
Transfer Data
Feedforward Controllers
Feedback Controllers

Operasi Logika
SET (Feedforward Controller)
ADJUST (Feedback Controller)

Problem 1 Well Composition


Problem 2 Crude Stabilizer

Transfer Data
Feedforward Control
Transfer hasil upstream untuk setting input
downstream yang tidak diketahui
Mungkin memerlukan operasi aritmatika
Tidak melibatkan loop iteratif

Feedback Control
Mengkontrol hasil yang diujikan dengan
memanipulasi variabel upstream
Disebut juga design specification atau process
constraint
Menggunakan loop konvergensi iteratif

Contoh Feedforward
Menggunakan SET sebagai feedforward
controller untuk mengeset temperatur pada
aliran keluaran dari blok splitter
Vapor

SET

Separator 2-fasa
P=A
(hasil)
T=B
Liquid
SET

T=B

T=B
HC Liquid

Water
splitter
Air

Contoh Feedback
Hasil yang diujikan
Separator liquid vapor pressure
Variabel manipulasi
Heater duty
Flash Gas
Heater Duty
Wellstream

Separator

Crude
Adjust

Vapor
Pressure = 20

Contoh Feedbackward
1) Menghitung input duty ke heater
2) Mengkalkulasi heater dan separator
3) Sampel crude vapor pressure dan membandingkannya dengan spec yang
diharapkan.
4) Langkah 2 dan 3 diulangi dengan duty yang divariasikan sampai memenuhi
spec yang diharapkan.
Flash Gas
Heater Duty
Wellstream

Separator

Crude
Adjust

Vapor
Pressure = 20

Set
Operasi Set menetapkan nilai dari proses variabel
yang spesifik dalam hubungannya dengan proses
variabel lain yang sejenis (contohnya temperatur
dari dua stream). Set tidak

dapat digunakan untuk

variabel yang berbeda, misal pressure dengan


mass flow.
Variabel dependen, atau target, didefinisikan dari
variabel independen atau sumber berdasarkan
persamaan Y = MX + B (persamaan linier) dimana
Y adalah variabel dependen atau target
M adalah multiplier
X adalah variabel independen atau sumber
B adalah offset.

Set - Koneksi
Target Variable Object:
Stream atau variabel dimana
variabel dependen berada.
Target Variable: jenis variabel
yang ingin anda set.

Tekan tombol
Select Var
untuk memilih objek
dan variabel.

Source Object: stream atau


operasi tempat variabel
independen berada.

Set - Koneksi
Selection window setelah menekan tombol Select Var

Set - Parameter
Mendefinisikan multiplier dan
offset untuk variabel
independen dan dependen.

Untuk mengabaikan
kalkulasi Set, cek kotak
Ignore.

Adjust
Unit operasi yang memvariasikan nilai dari satu
variabel (variabel independen) untuk memenuhi
nilai atau spesifikasi yang dibutuhkan (variabel
dependen) pada stream atau operasi yang lain.
Kedua variabel tsb bisa sejenis maupun
berbeda.
Operasi adjust dapat digunakan untuk
melakukan iterasi trial dan error secara
otomatis.
Sebelum menggunakan adjust, adalah ide yang
baik untuk melakukan manual adjust dengan
menyelesaikan flowsheet dan melakukan selfadjusting pada variabel independen dengan
memperhatikan efek pada variabel dependen.

Adjust - Koneksi

User dapat
memasukkan
nilai target
atau
memilih
objek
lain dengan
variabel yang
sama

Adjusted Variable Object:


Pemilik dari variabel
independen yang
dimanipulasikan dengan
tujuan memenuhi variabel
target.
Adjusted Variable:
variabel independen

Target Variable Object:


Pemilik variabel dependen
yang nilainya coba dipenuhi.
Target Variable: variabel
Dependen.
Specified Target Value: target
dari variabel dependen

Adjust - Parameter
Mendefinisikan
kriteria
konvergensi pada
Parameters Page.
Metode: Secant,
Broyden,
Simultaneous.
Tolerance:
perbedaan
maksimum antara
variabel target
dengan
nilai target.
Iterasi: jumlah iterasi
sebelum Hysys
menghentikan
kalkulasi

Problem 1 :
Well
Composition

Problem 1 : Deskripsi
Seorang Process Engineer ingin memodelkan komposisi
sebuah well dengan menggabungkan dua komposisi (A dan B)
dengan ratio 80% untuk A dan 20% untuk B (ratio dalam prosen
flow rate). Temperature dan pressure well diharapkan 120 C
dan 40 barg. Diharapkan gas flow rate dari well tsb adalah 300
MMSCFD dengan WGR 20 Sbbl/MMSCF, WGR = Water Gas
Ratio. (Perlu dicatat disini bahwa 300 MMSCFD hanya flow rate
dari phase gas, tidak termasuk liquidnya).
Flow dari well tsb akan displit menjadi dua stream dimana
salah satu stream harus mempunyai Std. Gas Flow (MMSCFD)
= 100.
Catatan : Pada stream di Hsysys ada 2 variabel yang
satuannya MMSCFD, yaitu MOLAR FLOW [MMSCFD] dan Std.
GAS FLOW [MMSCFD]. MOLAR FLOW [MMSCFD] dapat diinput secara langsung sedangkan Std. GAS FLOW [MMSCFD]
tidak dapat di-input sebab merupakan hasil kalkulasi. 300
MMSCFD dan 100 MMSCFD disini adalah pada variabel Std.
GAS FLOW [MMSCFD].
Gunakan Peng-Robinson untuk Fluid Packagenya.

Problem 1 : Strategi
Gunakan Mixer untuk menggabungkan stream A, B dan water.
Gunakan Adjust untuk mendapat 300 MMSCFD pada stream gabungan dengan
memvariasikan MASS FLOW pada stream A.
Gunakan Set untuk menghubungkan flow rate stream A dan stream B.
Persamaannya Y = MX + C dengan M = 0.25 dan C = 0, dimana Y = flow rate
stream B dan X = flow rate stream A.
Gunakan Adjust untuk mendapat 6000 SBWPD (standard barrel water per day, 20
SBPD/MMSSCFD x 300 MMSCFD = 6000 SBPD) pada stream gabungan dengan
memvariasikan MASS FLOW pada` stream WATER.
Pada awalnya gunakan 40 barg dan 120 C untuk pressure dan temperature semua
stream (A,B dan water). Stream yang terbentuk dari gabungan ke-3 stream tsb
akan mempunyai temperature yang lebih rendah dari 120 C. Gunakan heater
untuk menaikan temperature menjadi 120 C.
Gunakan Tee atau Flow Splitter untuk membagi flow dan gunakan Adjust untuk
mendapat 100 MMSCFD pada salah satu stream dengan memvariasikan FLOW
RATIO pada Tee atau Flow Splitter.

Problem 1 : Deskripsi
Data-data komposisi

Problem 1 : TARGET PFD

Problem 1 : Langkah2 detail


Dari menu : Pilih File, New, Case.

Problem 1 : Langkah2 detail


Dari tab Components tambah Component List
dengan tekan Add.

Problem 1 : Langkah2 detail


Akan muncul Component List View.Tambahkan
komponen yang diinginkan dengan tekan Add Pure.

Problem 1 : Langkah2 detail


Tutup Component List View. Dari tab Hypotheticals
tambahkan Hypothetical Groups dengan tekan Add.

Problem 1 : Langkah2 detail


Tambahkan Hypothetical component dengan tekan Add
Hypo sebanyak component yang diinginkan.

Problem 1 : Langkah2 detail


Ubah nama component tsb pada kolom Name dan
masukan nilai-nilai yang sudah diketahui pada kolom
yang sesuai.

Problem 1 : Langkah2 detail


Nilai dari variabel-variabel yang belum diketahui dapat
diestimasi dengan tekan Estimate Unknown Props.
Anda dapat memilih metoda yang akan digunakan dalam
estimasi dengan tekan Estimation Methods.

Problem 1 : Langkah2 detail


Setelah tekan Estimate Unknown Props, nilai dari variabelvariabel yang belum diketahui akan muncul. Nilai ini akan berbeda
jika methods yang digunakan berbeda. Nilai yang berwarna BIRU
adalah inputan. Nilai yang berwarna MERAH adalah hasil estimasi.

Problem 1 : Langkah2 detail


Tutup Tabular Hypothetical Input dan kembali ke tab
Components.

Problem 1 : Langkah2 detail


Tekan View, akan muncul seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail


Pilih Hypothetical pada kolom Add Component, maka
hypothetical component tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail


Pindahkan hypothetical component tsb ke Selected
Components dengan tekan Add Group. Anda bisa
memindahkan satu persatu dengan tekan Add Hypo.

Problem 1 : Langkah2 detail


Tutup Component List View dan tekan tab Fluid Pkgs.

Problem 1 : Langkah2 detail


Tambahkan Fluid Package yang akan dipakai dengan
tekan Add, maka akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail


Pilih salah satu Property Package yang diinginkan.
Setelah dipilih tutup sheet Fluid Package : Basis-1

Problem 1 : Langkah2 detail


Akan tampak tampilan seperti dibawah ini.

Tekan Enter Simulation Environment.

Problem 1 : Langkah2 detail


Akan tampak tampilan seperti dibawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail


Dari menu : Pilih File, Save As. Tekan Save As.

Problem 1 : Langkah2 detail


Akan muncul seperti dibawah. Tulis nama filenya dan tekan Save.

Problem 1 : Langkah2 detail


Akan muncul tampilan seperti dibawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail


Dari Menu, pilih Tools, Preferences. Pilih
Variabels.

Problem 1 : Langkah2 detail


Pilih Unit Set di Available Unit Sets dan maintain unit
untuk setiap besaran pada Display Unit.

Problem 1 : Langkah2 detail


Dari menu, Pilih Flowsheet , Palette atau tekan F4 atau tekan
object Palette untuk mengeluarkan Object Palette

Problem 1 : Langkah2 detail


Click Material Stream pada Object Palette.

Problem 1 : Langkah2 detail


Double-click pada Material Stream. Dari tab Worksheet, Pilih
Composition, masukan nilai mole fraksinya di Mol Fractions.

Problem 1 : Langkah2 detail


Setelah anda memasukan satu nilai dan anda tekan enter untuk
mengisi nilai yang lain, akan muncul tampilan seperti dibawah ini.

Setelah input semua nilai, jangan lupa untuk Tekan Normalize (agar jumlah
mole fraction = 1).Jika awalnya jumlahnya tidak sama dengan 1, maka
Normalize ini akan membuat jumlahnya menjadi 1, dengan perubahan
proportional.

Problem 1 : Langkah2 detail


Tekan tab OK, maka akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail


Dari tab Worksheet, Pilih Conditions, Ketik A pada
baris Stream Name, masukkan nilai 120 C pada baris
Temperature, dan 40 barg pada baris Pressure.

Problem 1 : Langkah2 detail


Tutup form Material Stream A tsb maka akan
tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail


Click Material Stream yang lain untuk stream B pada
Object Palette. Ingat Material Stream akan selalu
bernomor terkecil dan tidak mungkin menggunakan
nomor yang sudah ada.

Problem 1 : Langkah2 detail


Double-click pada Material Stream tsb. Dari tab Worksheet, Pilih
Composition, masukan nilai mole fraksinya di Mol Fractions.

Problem 1 : Langkah2 detail


Setelah anda memasukan satu nilai dan anda tekan enter untuk
mengisi nilai yang lain, akan muncul tampilan seperti dibawah ini.

Setelah input semua nilai, jangan lupa untuk Tekan Normalize (agar jumlah
molefraction = 1).Jika awalnya jumlahnya tidak sama dengan 1, maka
Normalize ini akan membuat jumlahnya menjadi 1, dengan perubahan
proportional.

Problem 1 : Langkah2 detail


Tekan tab OK, maka akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail

Dari tab Worksheet, Pilih Conditions, Ketik B pada baris Stream


Name, masukkan nilai 120 C pada baris Temperature, dan 40
barg pada baris Pressure.

Problem 1 : Langkah2 detail


Tutup form Material Stream B tsb maka akan
tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail


Click Material Stream yang lain untuk stream Water
pada Object Palette. Ingat Material Stream akan selalu
bernomor terkecil dan tidak mungkin menggunakan
nomor yang sudah ada.

Problem 1 : Langkah2 detail


Double-click pada Material Stream tsb. Dari tab Worksheet, Pilih
Composition, masukan nilai mole fraksinya di Mol Fractions.

Problem 1 : Langkah2 detail


Setelah anda memasukan satu nilai dan anda tekan enter untuk
mengisi nilai yang lain, akan muncul tampilan seperti dibawah ini.

Setelah input semua nilai, jangan lupa untuk Tekan Normalize (agar jumlah
molefraction = 1).Jika awalnya jumlahnya tidak sama dengan 1, maka
Normalize ini akan membuat jumlahnya menjadi 1, dengan perubahan
proportional.

Problem 1 : Langkah2 detail


Tekan tab OK, maka akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail

Dari tab Worksheet, Pilih Conditions, Ketik Water pada baris


Stream Name, masukkan nilai 120 C pada baris Temperature,
dan 40 barg pada baris Pressure.

Problem 1 : Langkah2 detail


Tutup form Material Stream Water tsb maka
akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail


Click Mixer pada Object Palette dan pindahkan
ke layar.

Problem 1 : Langkah2 detail


Double-click pada Mixer tsb. Dari tab Design, ketik Mixer-1 pada
baris Name, Pilih Connections, masukan stream A, B, Water
pada kolom inlets dan ketik Pre-Heater pada kolom Outlet.

Problem 1 : Langkah2 detail


Tutup form Mixer tsb maka akan tampak seperti
di bawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail


Click Heater pada Object Palette dan
pindahkan ke layar.

Problem 1 : Langkah2 detail


Double-click pada Heater tsb. Dari tab Design, ketik Heater pada
baris Name, Pilih Connections, masukan stream Pre-Heater pada
kolom Inlet, stream Q Heater pada kolom Energy dan stream
Well pada kolom Outlet.

Problem 1 : Langkah2 detail


Dari tab Design, Pilih Parameters, masukan 0 psi pada kolom
Delta P. Atau pilih tab Worksheet, pilih Conditions, masukan 40
barg pada baris Pressure dan kolom Well (Pilih salah satu, tidak
boleh keduanya).

Problem 1 : Langkah2 detail


Dari tab Worksheet, pilih Conditions, masukan 120 C
pada baris Temperature pada kolom Well.

Problem 1 : Langkah2 detail


Tutup form Heater tsb maka akan tampak
seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail


Anda lihat bahwa semuanya belum OK, baik itu
STREAM (A, B, Water, Pre-Heater dan Well) maupun
EQUIPMENT-nya (Mixer dan Heater). Pada stream hal
ini disebabkan karena belum mempunyai flow.
Sedangkan pada equipment disebabkan stream yang
masuk belum komplete.
Flow pada stream A akan didapatkan dengan ADJUST-1
untuk mendapatkan 300 MMSCFD pada stream well.
Flow pada stream B akan didapatkan dengan SET yang
dipasang antara stream A dan B. Sedangkan flow pada
stream Water akan didapatkan dengan ADJUST-2 untuk
mendapatkan 6000 BWPD pada stream well.

Problem 1 : Langkah2 detail


Click Adjust dan Set pada Object Palette dan
pindahkan ke layar.

Problem 1 : Langkah2 detail


Double-click pada Set-1. Dari tab Connections,
ketik Set-1 pada baris Name.

Problem 1 : Langkah2 detail


Tekan tab Select Var pada kolom Target Variable, untuk memilih
varibel yang menjadi Target. Pilih B pada kolom Object dan pilih
Std Ideal Liq Vol Flow pada kolom Variable. Tekan tab OK.

Problem 1 : Langkah2 detail


Akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail


Pilih A pada baris Object dan kolom Source.

Problem 1 : Langkah2 detail


Dari tab Parameters, masukan 0.25 pada baris Multiplier dan
masukan 0 pada baris Offset [barrel/day]. Ini menunjukan m =
0.25 dan C = 0 pada persamaan linier Y = MX + C. Hal ini
menunjukan flow stream B = x flow stream A

Problem 1 : Langkah2 detail


Tutup form Set-1 tsb maka akan tampak seperti
di bawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail


Double-click pada Adj-1. Dari tab Connections, ketik
Adjust-1 pada baris Name.

Problem 1 : Langkah2 detail


Tekan tab Select Var pada kolom Adjusted Variable, untuk
memilih varibel yang akan diatur. Pilih A pada kolom Object dan
pilih Mass Flow pada kolom Variable. Tekan tab OK.

Problem 1 : Langkah2 detail


Akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail


Tekan tab Select Var pada kolom Target Variable, untuk memilih
varibel yang menjadi target. Pilih Well pada kolom Object, pilih
Phase Std Gas Flow pada kolom Variable dan pilih Vapour
Phase pada kolom Variable Specifics. Tekan tab OK.

Problem 1 : Langkah2 detail


Akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail


Masukan 300 MMSCFD di kolom Specific Target
Value pada kolom Target Value.

Problem 1 : Langkah2 detail


Dari tab Parameters, masukan 0.001 pada baris Tolerance,
masukan 9000 pada baris Step Size, masukan 0 pada baris
Minimum, 1000000000 pada baris Maximum dan 1000000 pada
baris Maximum Iterations.

Problem 1 : Langkah2 detail


Tutup form Adjust-1 tsb maka akan tampak
seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail


Double-click pada Adj-2. Dari tab Connections, ketik
Adjust-2 pada baris Name.

Problem 1 : Langkah2 detail


Tekan tab Select Var pada kolom Adjusted Variable, untuk
memilih varibel yang akan diatur. Pilih Water pada kolom Object
dan pilih Mass Flow pada kolom Variable. Tekan tab OK.

Problem 1 : Langkah2 detail


Akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail


Tekan tab Select Var pada kolom Target Variable, untuk memilih
varibel yang menjadi target. Pilih Oil pada kolom Object, pilih
Comp Mole Frac pada kolom Variable dan pilih H2O pada kolom
Variable Specifics. Tekan tab OK.

Problem 1 : Langkah2 detail


Akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail


Masukan 6000 Brrel/day di kolom Specific Target Value pada
kolom Target Value.

Problem 1 : Langkah2 detail


Dari tab Parameters, masukan 0.001 pada baris Tolerance,
masukan 9000 pada baris Step Size, masukan 0 pada baris
Minimum, 1000000000 pada baris Maximum dan 1000000 pada
baris Maximum Iterations.

Problem 1 : Langkah2 detail


Tutup form Adjust-2 tsb maka akan tampak
seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail

Sekarang beri harga awal untuk mass flow di stream A dan Water.
Nilai tsb akan selalu berubah hingga nilai yang menjadi target telah
tercapai. Hasilnya tampak seperti di bawah ini

Problem 1 : Langkah2 detail


Click Tee pada Object Palette dan pindahkan
ke layar.

Problem 1 : Langkah2 detail


Double-click pada Tee tsb. Dari tab Design, ketik Tee pada baris
Name, Pilih Connections, masukan stream Well pada kolom inlet
dan ketik to Test Separator dan to Production Manifold pada
kolom Outlets.

Problem 1 : Langkah2 detail


Tutup form Tee tsb maka akan tampak seperti di
bawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail


Click Adjust pada Object Palette dan
pindahkan ke layar.

Problem 1 : Langkah2 detail


Double-click pada Adjust. Dari tab Connections, ketik
Adjust-3 pada baris Name.

Problem 1 : Langkah2 detail


Tekan tab Select Var pada kolom Adjusted Variable, untuk
memilih varibel yang akan diatur. Pilih Tee pada kolom Object,
pilih Flow Ratio pada kolom Variable dan pilih Flow Ratio_1
pada kolom Variable Specifics. Tekan tab OK.

Problem 1 : Langkah2 detail


Akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail


Tekan tab Select Var pada kolom Target Variable, untuk memilih
varibel yang menjadi target. Pilih to Test Separator pada kolom
Object, pilih Phase Std Gas Flow pada kolom Variable dan pilih
Vapour Phase pada kolom Variable Specifics. Tekan tab OK.

Problem 1 : Langkah2 detail


Akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail


Masukan 100 MMSCFD di kolom Specific Target Value pada
kolom Target Value.

Problem 1 : Langkah2 detail


Dari tab Parameters, masukan 0.01 pada baris Tolerance,
masukan 0.01 pada baris Step Size, masukan 0 pada baris
Minimum, 1 pada baris Maximum dan 1000000000 pada baris
Maximum Iterations.

Problem 1 : Langkah2 detail


Tutup form Adjust-3 tsb maka akan tampak
seperti di bawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail

Untuk running ADJUST-3, masukan nilai awal pada variabel yang di-adjust
yaitu Flow Ratio stream to Test Separator di tab Design di baris
Parameters. Nilai yang dimasukan bebas dan secara otomatis akan
berubah hingga nilai Std Gas Flow di kolom stream to Test Separator =
100 MMSCFD. Misalnya masukan 0.1 untuk flow ration stream to Test
Separator.

Problem 1 : Langkah2 detail


Setelah beberapa saat (sangat cepat) akan
didapatkan hasil seperti tampak dibawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail


Tutup form Tee tsb maka akan tampak seperti di
bawah ini.

Problem 1 : Langkah2 detail


Double-click pada stream to Test Separator. Dari tab Worksheet,
pilih Properties, akan terlihat Std Gas Flow pada kolom Vapour
Phase sebesar 100 MMSCFD.

Problem 2 :
Crude Stabilizer

Problem 2 : Deskripsi
Dari Problem 1 pada Module 4 Hysys, diinginkan
kandungan air pada umpan stabilizer berbeda dengan
yang dihitung oleh separator 3-fasa. Spesifikasi yang
harus dipenuhi:
1) Separator beroperasi secara adiabatik pada 300 psia
2) Aliran hidrokarbon liquid mengandung 0.1 % (molar)
air.

Problem 2 : Strategi
Dengan tujuan untuk mendapatkan spesifikasi yang
diinginkan maka modelkan separator 3-fasa dengan
separator 2-fasa dan component splitter. Untuk
mendapatkan spesifikasi kandungan air pada umpan
stabilizer, sebuah blok adjust dibutuhkan. Blok adjust
digunakan untuk memvariasikan fraksi air yang ada di
oil stream sampai spec yang diinginkan terpenuhi.
Karena kondisi termal dari kedua aliran produk dari
component splitter harus di-set, maka set tekanan
stream pada 300 (tekanan separator) dan gunakan dua
set blok untuk men-spesifikasi temperatur keluaran.
Temperatur keluaran sama dengan aliran oil+water.

Problem 2 : PFD sebelumnya

Problem 2 : TARGET PFD

Problem 2 : Langkah2 Detail

Ambil PFD dari Problem 1 pada Module 4 HYSYS. Terlebih dahulu


delete 3-Phase Separator kemudian click Separator 2-Phase dan
Component Splitter pada Object Palette dan pindahkan ke PFD
tsb.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Double-click pada Separator tsb. Dari tab Design, ketik
Separator-1 pada baris Name, Pilih Connections, masukan stream
LP Crude pada inlets, stream Gas pada Vapour Outlet dan
stream Oil & Water pada Liquid Outlet.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Tutup form Separator tsb maka akan tampak
seperti di bawah ini.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Double-click pada Component Splitter. Dari tab Design, ketik
Stabilizer pada baris Name, Pilih Connections, masukan stream
Oil & Water pada kolom inlets, ketik Oil pada kolom Overhead
Outlet, ketik Water pada kolom Bottoms Outlet dan ketik Q Sep-2
pada kolom Energy Streams.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Dari tab Design, Pilih Parameters, ketik 300 psia pada baris
Pressure pada kedua kolom (kolom Oil dan kolom Water).

Problem 2 : Langkah2 Detail


Click Adjust dan Set pada Object Palette dan
pindahkan ke layar.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Double-click pada Set-1. Dari tab Connections,
ketik Set-1 pada baris Name.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Tekan tab Select Var pada kolom Target Variable, untuk memilih
varibel yang menjadi Target. Pilih Oil pada kolom Object dan pilih
Temperature pada kolom Variable. Tekan tab OK.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Pilih Oil & Water pada baris Object dan kolom Source.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Dari tab Parameters, masukan 1 pada baris Multiplier dan
masukan 0 pada baris Offset [F]. Ini menunjukan m = 1 dan C = 0
pada persamaan linier Y = MX + C. Hal ini menunjukan temperature
Oil = temperature Oil & Water.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Tutup form Set-1 tsb maka akan tampak seperti
di bawah ini.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Double-click pada Set-2. Dari tab Connections,
ketik Set-2 pada baris Name.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Tekan tab Select Var pada kolom Target Variable, untuk memilih
varibel yang menjadi Target. Pilih Water pada kolom Object dan
pilih Temperature pada kolom Variable. Tekan tab OK.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Pilih Oil & Water pada baris Object dan kolom Source.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Dari tab Parameters, masukan 1 pada baris Multiplier dan
masukan 0 pada baris Offset [F]. Ini menunjukan m = 1 dan C = 0
pada persamaan linier Y = MX + C. Hal ini menunjukan temperature
Water = temperature Oi & Water.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Tutup form Set-2 tsb maka akan tampak seperti
di bawah ini.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Double-click pada Adjust. Dari tab Connections, ketik
Adjust-1 pada baris Name.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Tekan tab Select Var pada kolom Adjusted Variable, untuk
memilih varibel yang akan diatur. Pilih Separator-2 pada kolom
Object, pilih Overhead Fraction pada kolom Variable dan pilih
H2O pada kolom Variable Specifics. Tekan tab OK.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Tekan tab Select Var pada kolom Target Variable, untuk memilih
varibel yang menjadi target. Pilih Oil pada kolom Object, pilih
Comp Mole Frac pada kolom Variable dan pilih H2O pada kolom
Variable Specifics. Tekan tab OK.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Masukan 0.1 % di kolom Specific Target Value pada kolom
Target Value.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Dari tab Parameters, masukan 0.000001 pada baris Tolerance,
masukan 0.01 pada baris Step Size, masukan 0 pada baris
Minimum, 1 pada baris Maximum dan 1000000 pada baris
Maximum Iterations.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Tutup form Adjust-1 tsb maka akan tampak
seperti di bawah ini.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Double-click pada Separator-2 (Component Splitter). Dari tab
Design, pilih Splits, masukan nilai 1 pada semua komponen di
kolom OIL kecuali H2O.

Problem 2 : Langkah2 Detail

Untuk running ADJUST, masukan nilai awal pada variabel yang diadjust yaitu fraction H2O di split fraction di Separator-2
(Component Splitter) . Nilai yang dimasukan bebas dan secara
otomatis akan berubah hingga nilai component mole fraction H2O di
stream OIL = 0.001. Misalnya masukan 0.1 untuk fraction H2O tsb.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Setelah beberapa saat (sangat cepat) akan didapatkan
hasil seperti tampak dibawah ini.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Tutup form Separator-2 (Component Splitter)
tsb maka akan tampak seperti di bawah ini.

Problem 2 : Langkah2 Detail


Lihat componet mole fraction H2O di stream OIL. Double-click pada
stream tsb. Dari tab Worksheet, pilih Compositions, akan terlihat
mole faksi H2O sebesar 0.001.

Problem 2 : Langkah2 Detail

Tutup form steam OIL tsb maka akan tampak seperti di bawah ini.
3-Phase Separator sudah digantikan dengan kombinasi 2-Phase
Separator dan Component Spletter.

Review Konsep Utama


Feedforward Controllers
Transfer hasil upstream untuk mengeset input
downstream yang tidak diketahui
Jika target linier dengan sumber dapat menggunakan
SET

Feedback Controllers
Menambah variabel independen sampai variabel
dependen mencapai nilai target
Membuat sebuah loop konvergensi
Operasi ADJUST digunakan untuk men-simulasikan
feedback controller dalam HYSYS

Reference
., Process Simulation
Workshop.
HYSYS.Plant Simulation Basis, Hyprotech
Ltd,1996.